spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1205

Bos Smartfren: Konsolidasi Seperti Orang Mau Nikah

0

Telko.id, Jakarta Smartfren masih menunggu kebijakan dari pemerintah terkait konsolidasi. Pasalnya melakukan konsolidasi antar perusahaan seperti menjalin pernikahan sehingga perlu pendekatan yang intens.

Menurut Direktur Utama Smartfren Merza Fachys, setelah aturan konsolidasi dibuat, maka operator bisa melakukan Pendekatan atau PDKT dengan operator lain untuk mempelajari kebijakan tersebut.

“Pertama kita tunggu dulu seperti apa regulasinya. Kedua baru mulai ada PDKT yang menyesuaikan aturan itu bagaimana atau mau kemana. Setelah PDKT masih banyak lagi possibility-nya,” kata Merza di Jakarta Selasa (21/05/2019).

{Baca juga: Smartfren akan Uji Coba 5G di Kawasan Marunda}

Ibarat ingin menjalin pernikahan kedua belah pihak harus mau membuka diri mengenai kondisi masing-masing. Di tahap tersebut maka keduanya akan memutuskan apakah mereka akan melakukan konsolidasi atau tidak.

“Di titik itu aja masih ada kemungkinan enggak jadi tunangan, belum kawin ini ngomongnya. Lah ini semua masih panjang perjalannya, jadi terlalu dini lah untuk menanyakan satu kesimpulan siapa dengan siapa nanti yang menikah,” jelas Merza.

Menurut Merza, konsolidasi adalah gagasan harus dikaji dengan baik. Merza menyarankan jika pihak operator seluler melakukan studi yang komprehensif untuk memastikan konsolidasi bisa menguntungkan bagi semua pihak.

“Ini masih dalam proses. Jadi jangan tanya kesimpulannya, bagaimana prosesnya. Ini dia prosesnya sedang kita jalani. Mulai dari aturannya dibuat, kemudian study dengan aturan, baru nanti buka-bukaan isi perut siapa dengan siapa bisa dikawinkan,” ungkap Merza.

{Baca juga: Mudik Lebaran, Smartfren Prediksi Trafik Data Naik 25%}

Merza juga menyambut baik langkah Kominfo dalam mendorong konsolidasi untuk membuat bisnis telekomunikasi yang lebih sehat. Namun Kominfo perlu mempertimbangkan berbagai macam aspek supaya konsolidasi bisa menguntungkan banyak pihak.

“Jadi ini semua aspek-aspek yang menjadikan industri ini yang harus dilihat dari segala sudut tadi untuk kemudian bisa menentukan ‘oh sebaiknya nanti konsolidasinya seperti apa,’” tutupnya. [NM/HBS]

Nokia Ambil Peluang di Balik Ketegangan Kasus Huawei

Telko.id, Jakarta – Nokia bak mengambil kesempatan dalam kesempitan dari kasus Huawei. Nokia melihat peluang di balik ketegangan perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China yang berdampak kepada pemblokiran produk Huawei.

“Kami melihat ada kesempatan jangka panjang terkait embargo AS terhadap Huawei. Namun, sekarang kami sulit untuk menjelaskannya,” terang CEO Nokia, Rajeev Suri, seperti dikutip Telko.id dari Reuters, Rabu (22/05/2019).

Ia sadar betul bahwa Nokia agak terlambat masuk ke industri 5G. Konsekuensinya, Nokia harus mengejar ketertinggalan. Nokia harus menggabungkan manufaktur teknologi milik sendiri dengan pabrik hasil akuisisi Alcatel-Lucent.

“Ya, kami terlambat dalam hal pengembangan jaringan 5G. Tak cuma dalam hitungan beberapa minggu, tetapi beberapa bulan. Sekarang, kami harus mengejar ketertinggalan itu,” kata Suri pada rapat tahunan pemegang saham.

Nokia mendapat satu kontrak tambahan untuk bisnis jaringan 5G dengan perusahaan besar lain, karena berhasil memenangkan tender proyek strategis. “Kami menghadirkan beberapa jaringan 5G, bahkan yang pertama di dunia,” ujarnya.

Saat ini, Nokia mempunyai 35 kontrak jaringan 5G komersial di berbagai kawasan dunia. Dari jumlah itu, 20 di antaranya merupakan proyek raksasa milik perusahaan-perusahaan besar, seperti T-Mobile, AT&T, STC, dan Telia.

Para ahli berpendapat bahwa Nokia dan Ericsson akan mendapatkan keuntungan dari ketegangan antara AS dengan Huawei. Asal tahu saja, Huawei merupakan satu pemasok terbesar dalam teknologi jaringan seluler dunia. (SN/FHP)

Sumber: Reuters

Firefox Terbaru Jauh Lebih Cepat Ketimbang Quantum

Telko.id, JakartaMozilla merilis browser Firefox terbaru yang diklaim mampu bekerja lebih cepat ketimbang seri sebelumnya, seperti Firefox Quantum.

Sekadar informasi, kecepatan browser Firefox memang meningkat ketika Mozilla meluncurkan versi Quantum pada tahun lalu. Namun, Firefox versi baru kali ini dijamin jauh lebih cepat ketimbang Firefox Quantum.

Untuk membuat Firefox bekerja lebih cepat, Mozilla memprioritaskan daftar “to-do” manajemen kinerja. Fungsinya untuk menunda area tertentu sehingga halaman bisa muncul lebih cepat.

{Baca juga: Mozilla Kembangkan Mode “Super Private Browsing”, Apa Itu?}

Menurut Ubergizmo, seperti dikutip Telko.id, Rabu (22/05/2019), di Firefox teranyar, skrip untuk hal-hal yang dibutuhkan pengguna terlebih dahulu diprioritaskan.

Dengan cara kerja seperti itu, browser versi terbaru ini akan menghasilkan peningkatan kecepatan antara 40 persen sampai 80 persen. Firefox terbaru juga akan mendeteksi saat memori PC Anda hampir habis.

{Baca juga: Louis Vuitton Sematkan Layar Fleksibel di Produk Tas}

Firefox ver anyar akan mendeteksi manakala memori PC pengguna sudah berada di level lebih rendah dari 400MB. Dalam kondisi itu, Firefox bakal secara otomatis akan menangguhkan tab.

Jangan khawatir, tab akan dimuat ulang jika pengguna memutuskan untuk melihatnya lagi. Satu kelebihan lain, Firefox terbaru punya fitur peningkatan yang berfokus kepada privasi pengguna. (SN/FHP)

Sumber: Ubergizmo

Ending Game of Thrones Berbeda dari Cerita di Novel

Telko.id, Jakarta – Game of Thrones karya HBO akhirnya berakhir setelah sembilan tahun yang panjang. Sayang, klimaksnya meninggalkan banyak perasaan campur aduk. Penonton pun pro-kontra menyikapinya.

Beberapa penonton memuji akhir dari serial film tersebut. Namun, tak sedikit pula yang merasa “tertipu”, kurang puas dengan ending-nya. Mereka menilai, klimaks film tersebut terlalu dipaksakan.

Kenapa terburu-buru? Sebab, pada seri terakhir memiliki lebih sedikit episode dibanding musim sebelumnya. Sang penulis buku yang menginspirasi Game of Thrones, George RR Martin, pun menengahi.

{Baca juga: Waduh! Giliran Botol Air Mineral Nongol di Game of Thrones}

Seperti dikutip Telko.id dari Ubergizmo, Rabu (22/5/2019), Martin mengisyaratkan bahwa akhir dari episode film serial ini kemungkinan memang berbeda dari cerita di novel. Novel itu sampai sekarang belum diterbitkan.

Menurut Martin, beberapa karakter dan adegan di film ini cenderung lebih sedikit ketimbang yang ada di novel. Saya minta kepada masyarakat untuk bersedia sabar menanti peluncurannya.

Game of Thrones merupakan serial yang diadaptasi HBO dari buku Martin berjudul A Song of Ice and Fire. Martin sudah menulis novel itu sejak 1996. Total, ia sudah menulis lima novel untuk serial cerita tersebut.

{Baca juga: Ada Cangkir Starbucks di Game of Thrones, HBO Minta Maaf}

Film yang tayang sejak 2011 ini sudah melewati buku Martin. Ceritanya sudah sampai musim kedelapan. Namun, Martin baru akan merilis dua bukunya setelah film Game of Thrones berakhir. [SN/HBS]

Sumber: Ubergizmo

Smartfren akan Uji Coba 5G di Kawasan Marunda

0

Telko.id, Jakarta – Operator Smartfren Telecom tak mau ketinggalan untuk mengembangkan jaringan 5G. Tahun ini mereka berencana akan melakukan uji coba 5G di Kawasan Industri Marunda, Jakarta Utara.

Menurut Direktur Utama Smartfren, Merza Fachys pihaknya akan melakukan uji coba 5G di sektor industri. Rencananya kawasan Industri di Marunda, Jakarta Utara dipilih sebagai tempat untuk melakukan uji coba tersebut.

“Setelah lebaran akan ada site yang dilakukan karena kita nanti akan men-trial di industri 4.0, maka kita pilih site pertama adalah pabrik yang ada di Marunda,” kata Merza di acara buka puasa bersama awak media di Jakarta, Selasa (21/05/2019).

{Baca juga: Mudik Lebaran, Smartfren Prediksi Trafik Data Naik 25%}

Walaupun begitu Smartfren menegaskan bahwa Smartfren tidak hanya akan fokus pada internet segalanya atau Internet of Things (IoT). Menurutnya jaringan 5G akan memberikan peluang ke segala macam layanan. “Jadi bukan berhenti disitu,” ujar Merza.

Menurut Merza alokasi layanan 5G tergantung dengan frekuensi mana yang akan dipakai untuk jaringan tersebut. Jika memakai frekuensi dengan jangkauan yang luas maka jaringan 5G bisa digunakan oleh masyarakat umum.

Tapi sebaliknya, jika jangkauan frekuensi hanya menjangkau tempat-tempat tertentu maka jaringan 5G hanya berfokus pada IoT saja. “Jadi ini akan tergantung dimana alokasikan jaringan 5G,” kata Merza.

Selain itu Smartfren juga masih menunggu kebijakan pemerintah terkait jaringan 5G ini. Pasalnya pemerintah dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) belum memutuskan frekuensi mana yang akan dipakai untuk jaringan 5G di Indonesia.

“Kita masih menunggu hasil evaluasi pemerintah utk memutuskan akan dialokasikan frekuensi mana dilakukan studi dan evaluasi,” tambahnya.

{Baca juga: Smartfren Targetkan 30 Juta Pelanggan Sampai Akhir Tahun}

Sebelumnya Menkominfo Rudiantara juga bicara mengenai jaringan 5G. Menurut Rudiantara, jaringan 5G lebih cocok untuk industri ketimbang pengguna smartphone atau perangkat mobile lainnya.

Rudiantara mengakui jika jaringan 5G memiliki kecepatan yang lebih cepat ketimbang 5G. Namun dampak dari meningkatnya kecepatan jaringan 5G adalah tingginya harga data internet yang harus ditanggung pengguna. [NM/HBS]

Huawei Siapkan Sistem Operasi Pengganti Android, Ini Namanya

Telko.id, Jakarta – Berhentinya dukungan Android untuk Huawei membuat banyak pihak bertanya-tanya, sistem operasi apa yang dipersiapkan Huawei untuk smartphone selanjutnya? Brand asal China ini langsung meresponnya, dengan mengkonfirmasi bahwa mereka sedang mengembangkan sistem operasi bernama Hongmeng.

Dilaporkan oleh Huawei Central, seperti dikutip Telko.id pada Rabu (22/05/2019), CEO Bisnis Konsumen Huawei, Yu Chengdong mengatakan bahwa mereka akan meluncurkan sistem operasi Hongmeng paling lambat Juni 2020 mendatang.

Menurut Yu, Hongmeng akan kompatibel dengan semua smartphone, tablet, dan perangkat lainnya. Selain itu, Hongmeng juga kompatibel dengan semua aplikasi Android dan aplikasi web.

{Baca juga: Smartphone Huawei Terancam Tidak Didukung Android Lagi}

Mengembangkan sistem operasi sendiri sebenarnya sudah sejak lama dilakukan Huawei. Pada bulan Maret kemarin, CEO mereka, Richard Yu mengatakan bahwa perusahaan telah mengembangkan sistem operasinya sendiri jika keadaan dengan Amerika Serikat semakin memburuk.

Bahkan menurut sumber internal, perusahaan juga sedang dalam pengembangan aktif sejak 2012 untuk OS Hongmeng tersebut. Sebelumnya, smartphone Huawei terancam kehilangan akses ke pembaruan sistem operasi Android di masa mendatang. Penyebabnya, Alphabet sebagai induk perusahaan Google telah menghentikan kerja sama bisnisnya dengan Huawei.

{Baca juga: Huawei Buka Suara Pasca “Diceraikan” Google}

Keputusan ini membuat perusahaan terancam tidak bisa memanfaatkan berbagai layanan, termasuk softwarehardware dan sistem operasi, kecuali yang tersedia secara publik melalui lisensi open source.

Ditinggalkannya Huawei oleh Google ini menyusul keputusan Donald Trump yang menambahkan Huawei ke daftar hitam perdagangan. Keputusan ini membuat perusahaan asal China tersebut sangat sulit untuk melakukan bisnis dengan mitra asal Amerika. (NM/FHP)

Rekomendasi 5 Smartphone Rp 3 Jutaan untuk Lebaran

0

Telko.id – Salah satu hal yang paling dinantikan menjelang hari lebaran adalah THR atau Tunjangan Hari Raya yang diberikan perusahaan untuk para karyawannya. Uang THR ini biasanya digunakan oleh masyarakat Indonesia untuk membeli berbagai barang atau perlengkapan baru, salah satunya adalah smartphone baru.

Berbicara soal smartphone, kali ini tim Telko.id mau memberikan rekomendasi smartphone Rp 3 jutaan yang cocok untuk dipakai saat berlebaran bersama keluarga ataupun teman-teman.

Rekomendasi smartphone yang kami berikan ini memiliki spesifikasi dan fitur yang beragam, yang mungkin dibutuhkan Anda saat beraktivitas, termasuk merayakan hari lebaran.

So, berikut rekomendasi smartphone Rp 3 jutaan versi kami. Yuk simak!

Oppo F11

Harga: Rp 3,9 Jutaan

Berfoto dan selfie bersama keluarga atau teman menjadi hal yang wajib saat kumpul di hari lebaran. Salah satu smartphone Rp 3 jutaan yang punya kemampuan lebih untuk urusan berfoto adalah Oppo F11.

Urusan selfie misalnya, Oppo F11 mengusung kamera depan beresolusi 16MP aperture f/2.0 yang dibantu oleh teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI) bernama AI Beauty 2.0 untuk menghasilkan beberapa foto selfie yang berkualitas.

Sedangkan kamera belakang, beresolusi masing-masing 48MP sebagai lensa utamanya dengan aperture f/1.79, dan 5MP lensa depth. Kamera ini diklaim mampu menangkap foto secara detail, apalagi dalam keadaan pencahayaan yang kurang atau low-light.

{Baca juga: Hands-on Oppo F11: Menarik, But More Affordable}

Nah untuk spesifikasinya, mengusung layar berukuran besar yang sama, tepatnya 6,53 inci beresolusi Full HD+ beraspek rasio 19,5 : 9 dan telah dilapisi Corning Gorilla Glass 5.

Smartphone ini ditopang oleh dapur pacu menengah ke atas, berkat penggunaan prosesor octa-core 2,1 GHz MediaTek Helio P70, RAM 4GB, ROM 128GB, dan baterai berkapasitas 4,000 mAh yang didukung oleh teknologi VOOC Flash Charge 3.0.

Oh ya, Oppo F11 juga punya versi ROM 64GB dengan harga lebih murah, tepatnya Rp 3,2 jutaan yang hanya dijual secara online.

Realme 3 Pro

Harga: Rp 3,6 Jutaan

Realme 3 Pro juga masuk rekomendasi kami. Sebab, smartphone ini memiliki performa tinggi yang bisa menemani segala aktivitas penggunanya berkat penggunaan prosesor Snapdragon 710.

Ya, Realme 3 Pro ditopang oleh prosesor octa-core 2.2 GHz Snapdragon 710, RAM 6GB, ROM 128GB, dan baterai berkapasitas 4,045 mAh dengan dukungan VOOC 3.0. Smartphone ini punya layar berukuran besar juga, tepatnya 6,3 inci berjenis IPS dengan resolusi Full HD+.

{Baca juga: Review Realme 3 Pro: Smartphone Flagship Anak Muda}

Untuk kamera, smartphone ini punya kamera ganda di bagian belakang dengan konfigurasi 16MP sensor Sony IMX519, dan lensa 5MP sebagai lensa sekunder. Sedangkan kamera depannya, punya lensa 25MP.

Smartphone tersebut juga mumpuni untuk urusan fotografi. Karena, Realme menambahkan fitur NightScape, Mode Ultra HD, dan Chroma Boost, sampai mode slow motion @960 fps.

Asus Zenfone Max Pro M2

Harga: Rp 3,6 jutaan

Selanjutnya adalah Asus Zenfone Max Pro M2 yang punya keunggulan dalam hal kapasitas dan daya tahan baterainya. Ya, smartphone ini punya baterai yang besar berkapasitas 5,000 mAh dengan dukungan fast charging.

Digunakan juga prosesor octa-core Snapdragon 660, RAM 6GB, dan ROM 64GB. Spesifikasi Zenfone Max Pro M2 terasa makin puas dengan adanya layar berukuran 6,3 inci beresolusi Full HD+ dengan aspek rasio 19 : 9, dan dilapisi Corning Gorilla Glass 6.

{Baca juga: Review Asus Zenfone Max Pro M2 : Si Serba Bisa dengan Baterai Juara}

Di sektor kamera, ada kamera ganda di bagian belakangnya dengan konfigurasi 12MP aperture f/1.8 dan lensa depth 5MP untuk memberikan efek bokeh pada foto. Kamera depannya, ada kamera beresolusi 13 MP dengan aperture f/2.0.

Asus Zenfone 5

Harga: Rp 3,4 jutaan

Foto: Hendra Wiradi/Telko.id

Asus Zenfone 5 masih masuk rekomendasi kami, meski sebenarnya smartphone ini diluncurkan di tahun lalu. Smartphone ini dibekali spesifikasi yang masih terbilang handal dengan kamera yang berkualitas.

Asus Zenfone 5 dibekali kamera ganda di bagian belakangnya dengan resolusi 12MP aperture f/1.8 Sony IMX363, dan lensa 8MP aperture f/2.2 yang dapat menangkap foto wide hingga 120°. Sedangkan untuk kamera depannya, Asus Zenfone 5 memiliki kamera depan beresolusi 8MP aperture f/2.0

{Baca Juga: Review Asus Zenfone 5: Kerja Gegas, Desain Berkelas}

Asus Zenfone 5 mengusung layar berjenis IPS dengan ukuran 6,2 inch beresolusi FHD+ (1080 x 2246 piksel) dan aspek rasio 19 : 9. Untuk dapur pacunya, disematkan prosesor octa-core 1,8GHz Snapdragon 636, RAM 4GB, ROM 64GB, baterai berkapasitas 3,300 mAh dan sistem operasi ZenUI 5.0 berbasis Android 8.0 Oreo.

Samsung Galaxy A50

Harga: Rp 3,7 jutaan

Lalu ada smartphone menengah besutan Samsung, yakni Samsung Galaxy A50. Smartphone ini mengusung sejumlah teknologi baru khas smartphone flagship, seperti sensor sidik jari di dalam layarnya yang berjenis AMOLED berukuran 6,4 inci beresolusi Full HD+ dengan desain Infinity-U.

Smartphone ini juga ditopang oleh spesifikasi yang mumpuni, seperti prosesor octa-core 2.3 GHz Exynos 9610, RAM 4GB, ROM 64GB, dan baterai berkapasitas 4,000 mAh dengan fast charging 15W.

Untuk kameranya, Galaxy A50 punya tiga kamera belakang dengan konfigurasi lensa utama 25MP, lensa ultra-wide 8MP, dan lensa depth 5MP. Sedangkan kamera depannya, beresolusi 25MP dengan aperture f/2.0. Seluruh kamera ini pun didukung sejumlah fitur, salah satunya adalah Live Focus. (FHP)

Bareng NASA, Samsung Adakan Galaxy Land Pertama di Indonesia

Telko.id, Jakarta – Samsung untuk pertama kalinya menghelat Samsung Galaxy Land dengan menggandeng Erajaya Group melalui anak usahanya, PT. Nusa Abadi Sukses Artha (NASA). Lantas, apa sebenarnya Galaxy Land ini?

Samsung Galaxy Land adalah acara eksibisi Samsung yang memamerkan seluruh ekosistem dari produk teknologi Samsung. 

Mulai dari perangkat mobile, aksesoris, Smart TV, produk JBL yang merupakan anak perusahaan Samsung, hingga produk-produk lain dari mitra-mitra yang bekerja sama.

“Tidak hanya sale, tapi juga ekosistem. Konsumen bisa membeli, upgrade device, mendapatkan item dan aksesoris. Segala macam ada di sini,” jelas CEO Erajaya, Hasan Aula, di Jakarta, Selasa (21/05/2019).

Jae Hoon Kwon, President Director Samsung Indonesia (tengah) dan CEO Erajaya Group, Hasan Aula (kanan) melihat produk-produk yang dipamerkan di Galaxy Land

Samsung juga memberikan sejumlah layanan bagi penggunanya, seperti hands-on experience untuk tiap produknya. Tujuannya, agar mereka bisa mengetahui sisi teknologi, fitur, dan lainnya dari produk yang ingin dibeli.

Selain produk, Samsung pun membawa Samsung Pay yang hadir di sejumlah smartphone terbaru Samsung, seperti Samsung Galaxy A30, Galaxy A50, hingga Galaxy A70. Menurut Elvira Jakub, Corporate Marketing Director Samsung Indonesia, sampai sekarang baru Dana saja yang bekerja sama dengan Samsung Pay.

Samsung Galaxy Land diadakan di Atrium 2 Lippo Mall Puri, dan akan digelar mulai 20 Mei hingga 26 Mei mendatang. Selama gelaran ini, brand tersebut akan memberikan diskon dan harga khusus untuk sejumlah produknya. (FHP)

BI Siap Luncurkan QR Code Indonesia Standard, Apa itu?

0

Telko.id – Saat ini, fasilitas QR code di Indonesia masih belum ada standard nya. Jadi, tidak bisa digunakan secara massif. Pasalnya, masyarakat hanya bisa melakukan pembayaran menggunakan satu QR Code untuk satu penyelenggara saja.

Dengan adanya inisiatif Bank Indonesia untuk melakukan standardisasi sistem pembayaran berbasis Quick Response (QR) Code maka penyelenggara QR Code bisa saling terhubung (interoperabilitas) dengan mudah. Namanya, QR Code Indonesia atau QR Code Indonesia Standard (QRIS)

Menurut Asisten Gubernur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia (BI) Filianingsih Hendarta, seperti dikutip dari CNBC Indonesia, ada tiga alasan mengapa standardisasi QR Code diperlukan di Indonesia.

Pertama, penerapan sistem pembayaran QR Code bersifat eksklusif. Hal itu tidak terjadi di Indonesia saja tapi juga di China yang dikuasai Tencent dan Alibaba. Kedua, penerapannya tidak mengarah pada interoperabilitas. Kostumer hanya bisa melakukan pembayaran menggunakan satu QR Code untuk satu penyelenggara saja. Ketiga, untuk menghindari terjadi scam, seperti yang pernah terjadi di Cina.

Pemberlakuan QRIS ini diharapkan tidak terlambat. Di negara lain, seperti India, Thailand dan Singapura sudah menerapkannya pada tahun 2017-2018 lalu. Ketiga negara tersebut cenderungan menerapkan merchant presented mode (push payment) di mana merchant menyediakan QR Code kemudian kostumer memindai QR Code tersebut.

Indonesia sendiri akan menerapkan model merchant presented mode karena lebih sederhana, simple dan hanya memiliki 1 standard spesifikasi, merchant tidak perlu scanner dan kostumer juga bisa transfer ke merchant. Sementara, model costumer presented mode (pull payment) cenderung lebih kompleks karena ada device pada merchant yang harus dicek keamanannya.

Standardisasi ini juga bertujuan untuk menciptakan kompetisi yang sehat. Pasalnya, saat ini pasar bisnis QR Code dikuasai oleh penyelenggara-penyelenggara besar. Dengan disusunnya QRIS maka membuka ruang bagi penyelenggara QR code kecil untuk turut berkompetisi.

Deputi Direktur Departemen Kebijakan dan Pengawasan Sistem Pembayaran, Ricky Satria, beberapa waktu lalu juga menjabarkan bahwa saat ini sejumlah penyelenggara banyak yang menawarkan promo atau diskon untuk menarik kostumer. Dengan standardisasi ini, pemain besar harus manut aturan main yang adil (fair) sehingga semua penyelenggara bisa berkompetisi dengan sehat.

Jika tidak, cepat diberlakukan, maka yang besar makin besar, yang kecil makin tidak punya room untuk mengembangkan teknologi. Jadi munculnya standardisasi ini supaya jangan sampai terjadi abuse to customer juga. Mungkin kostumer di charge terlalu tinggi atau sekarang sedang banyak diskon. Semua nya bisa diatur dengan aturan mainnya biar fair.

Pada implementasinya nanti kostumer salah satu penyelenggara QR Code tertentu bisa melakukan pembayaran pada merchant penyelenggara sistem pembayaran QR code yang lain dan tidak akan dikenakan ongkos tambahan dalam sistem interoperability tersebut.

Jadi, QR Code yang ada di bank nantinya bisa digunakan dalam jaringan QR Code milik perusahaan fintech atau sebaliknya. Misalnya, pengguna LinkAja bisa melakukan transaksi pada ekosistem milik Go-Jek. Hal itu bakal menghilangkan sekat-sekat eksklusivitas pembayaran di layanan fintech dengan perbankan.

Yang perlu diingat platform QR ini bukan sebuah instrumen pembayaran. Hanya sekadar interface, di mana alat pembayarannya tetap menggunakan uang elektronik berbasis server, rekening, kartu debit dan kredit. Tapi untuk ke depan juga akan disiapkan untuk uang elektronik dan menggunakan rekening tabungan.

Standardisasi ini juga disebut bakal memberikan banyak keuntungan bagi merchant dan konsumen. Keuntungan untuk merchant, salah satunya adalah efisiensi lantaran mereka dapat menerima dana yang berasal dari beragam instrumen pembayaran (UE server based, tabungan dan kartu debit).

Berdasarkan catatan bank sentral, saat ini ada 37 pemegang izin uang elektronik yang berasal dari 12 bank, dan 25 lembaga nonbank. Secara rinci, imbuh dia, pemegang izin uang elektronik berbasis cip berjumlah 11.

Di antaranya, sebanyak 8 pemegang izin merupakan bank, dan tiga lainnya adalah lembaga nonbank. Sementara penerbit uang elektronik berbasis server, berdasarkan catatan BI, mencapai 36 entitas. Sebanyak 11 di antaranya adalah bank, sementara 25 sisanya adalah lembaga nonbank.

Diketahui saat ini ada empat bank BUMN sedang menjajaki kerja sama sistem pembayaran dengan We Chat dan Alipay. Pihak BI memastikan kedua perusahaan asal China akan menyesuaikan dengan standard QR Code Indonesia atau QR Code Indonesia Standard (QRIS) yang akan diluncurkan semester 2 tahun ini. (Icha)

 

 

Flagship Honor 20 Pro Dipastikan Meluncur di Bulan Juni

0

Telko.id, Jakarta – Honor 20 Pro dipastikan meluncur di bulan Juni tahun ini. Hal ini disampaikan langsung oleh PR Manager Honor Indonesia, Permana Arya.

“Honor 20 Pro akan diluncurkan pada pertengahan bulan Juni, dengan membawa sejumlah fitur dan inovasi baru,” ujar Arya kepada rekan media saat nonton Live streaming peluncuran Honor 20 Pro di daerah Kemang Jakarta, Selasa (21/5/2019).

{Baca juga : Honor 20 Pro Bakal Lebih Hebat Ketimbang Huawei P30?}

Lebih lanjut Arya menjelaskan, selain Honor 20 Pro, kami juga akan meluncurkan Honor 20 dan Honor 20 Lite. “Akan tetapi kami belum tau apakah semua masuk Indonesia atau tidak,” pungkas arya.

Ponsel ini menampilkan layar besar 6,26 inci dengan “lubang” di layar untuk kamera yang menghadap ke depan. Lalu untuk dapur pacunya menggunakan prosesor andalan Kirin 980. Selain itu ada tiga konfigurasi RAM dan ROM yang bisa dipilih, yaitu 6/128GB, 8/128GB dan 8/256GB.

Untuk kamera Honor 20 pro menggunakan kamera selfie 32MP. Sedangkan dibelakang terdapat 4 kamera. Untuk kamera  utama 48MP f / 1.4 (dengan dukungan untuk OIS dan AIS dan EIS) yang merupakan bukaan terbesar yang pernah ada dalam kamera ponsel cerdas.

{Baca juga : Resmi Dirilis, Honor View 20 Usung Kamera 48MP}

Honor 20 Pro juga memiliki kamera dengan lensa sudut lebar 16MP dengan apertur f / 2.2 dan bidang pandang 117 derajat, ketiga ada lensa telefoto dengan resolusi 8MP (apertur f / 2.4) yang menawarkan 3x zoom, 5x hybrid zoom dan 30x digital zoom dengan OIS dan Laser autofocus, dan terakhir terdapat lensa makro 2MP dengan aperture f / 2.4. (MS)