spot_img
Latest Phone

Asyik, Samsung Galaxy Watch8 Kini Dukung NFC Pay myBCA

Telko.id – Samsung resmi menghadirkan fitur NFC Pay di...

Garmin Kampanye Women of Endurance: Ibu Rumah Tangga Bisa Setara HIIT

Telko.id - Aktivitas sehari-hari seorang ibu rumah tangga ternyata...

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...
Beranda blog Halaman 1184

Teknologi Dibalik Kamera Oppo Reno, Ada yang Beda?

0

Telko.id, Jakarta – Menjadi versi reguler dari Oppo Reno series tidak lantas membuat Reno tertinggal jauh dari saudaranya. Memang, ada beberapa fitur yang tidak dimilikinya, namun perangkat yang dijual di harga Rp7 jutaan ini masih tetap dibalut sejumlah teknologi menarik. Tak terkecuali di bagian kamera.

Paling tidak, inilah yang coba ditekankan sang CEO, Ivan Lau, beberapa waktu lalu. “Dengan fitur-fitur fotografi dan kekuatan performanya, kedua varian Oppo Reno Series akan menginspirasi pengguna untuk melihat hal dari berbagai sudut pandang berbeda,” katanya dalam acara peluncuran yang berlangsung di Jakarta.

Nyatanya, meski tak memiliki kemampuan zoom lossless seperti saudaranya, Oppo Reno tetap bisa diandalkan sebagai penjepret ulung. Di badannya tetap ada lensa primer 48 MP, pun demikian sensor Sony IMX586 dengan aperture f/1.7 dan lensa depth 5MP aperture f/2.4.

{Baca juga: Foto Suasana Kota Tua Menggunakan Kamera Oppo Reno}

Dari segi kualitas, sensor Sony IMX586 48 MP-nya sendiri sudah cukup mengesankan, ditambah aperture f/1.7, panjang fokus 26mm dan ukuran piksel 0,8 μm. Resolusi setinggi ini memungkinkan kamera smartphone menghasilkan foto berkualitas tajam meski menggunakan fitur zoom digital. Dan ya, sangat ideal untuk foto landscape.

Namun demikian, tidak seperti keberadaannya di Reno 10x Zoom, di versi reguler kita tidak akan menemukan OIS (optical image stabilization). Sementara untuk perekaman 4K, jika di 10x Zoom bisa mencapai 60fps, di Reno hanya 30fps.

Bicara soal fitur, Oppo juga masih membekali Reno dengan apa yang dipanggil Ultra Night Mode. Bedanya kali ini sedikit lebih baik, dengan embel-embel 2.0 di belakangnya.

Ya, ultra night mode pada F11 series dan Ultra Night Mode 2.0 pada Reno membawa perbedaan signifikan terutama pada bagian minim noise, highlight dan shadow serta warna yang lebih cerah. Ultra night mode akan mengambil waktu 4 sampi 5 detik saat melakukan pengambilan gambar. Pada saat mengambil foto Ultra High Definition, Reno akan mengambil komposisi 5 foto dengan perbedaan exposure untuk menjadikan foto malam lebih jernih.

Oppo juga memiliki fitur face protection dimana saat melakukan foto Ultra Night Mode akan memisahkan wajah dengan background setelah melakukan optimalisasi warna kulit untu menghasilkan foto yang lebih realistik.

{Baca juga: Spesifikasi dan Harga Hp Oppo Terbaru}

Selain sensor Sony IMX586, lensa utama 48 MP, dan Ultra Night Mode 2.0, hal lainnya yang membuat Oppo Reno tak kalah dari saudaranya adalah kamera depan 16 MP, yang memiliki aperture f/2.0. Ada juga LED flash yang menghadap ke depan.

Secara spesifikasi, Oppo Reno mengusung spesifikasi dan dapur pacu berperforma dan mumpuni. Smartphone ini punya layar berjenis OLED berukuran 6,4 inci dengan resolusi Full HD+. Layarnya dilindungi oleh lapisan Corning Gorilla Glass 6, dan mendukung sensor sidik jari di dalamnya dengan respon yang cepat.

Di bawah layar, kita akan menemukan prosesor octa-core 2.2 GHz Snapdragon 710, RAM 6GB, ROM 256GB, dan baterai berkapasitas 3,765 mAh dengan VOOC 3.0. Oppo Reno dijual dengan harga Rp 7,9 jutaan, dan telah dijual perdana pada 21 Juni lalu.

Rudiantara Ajak APJII Kaji Industri Internet di Indonesia

Telko.id, Jakarta Menkominfo Rudiantara mengajak Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) untuk menyusun kajian mengenai industri internet di Indonesia. Tujuannya agar industri tersebut bisa tumbuh sehat.

Dalam keterangan resmi pada situs resmi Kominfo, Rudiantara menegaskan bahwa isu penting yang menjadi perhatian adalah Data Free Flow with Trust (DFFT). Menurutnya, diperlukan peraturan yang jelas mengenai prasyarat peredaran data di internet.

“Saya mengimbau APJII untuk meng-address isu mengenai DTTF. Dengan prasyarat yang perlu disesuaikan dengan konteks yang tidak sama dengan G20 sebagai penggagas isu tersebut di The G20 Ministerial Meeting on Trade and Digital Economy,” jelas Rudiantara di Medan, Rabu (26/06/2019).

{Baca juga: Rudiantara: Indonesia Bisa Pakai E-Voting di Pemilu 2029}

Ia juga mengatakan, saat ini Tanah Air tergolong sebagai negara yang besar. Sebab, data rata-rata pengguna internet internasional mencapai 60%, tapi di Indonesia, melampaui rata-rata tersebut yaitu 65%.

“Penduduk yang besar berarti pasar yang besar, pasar yang besar berarti data yang besar. Indonesia adalah negara besar hanya jika kita berpikir besar,” tuturnya. 

Meski demikian, Rudiantara mengakui bahwa Indonesia memiliki tantangan berbeda dan lebih sulit dibandingkan negara-negara ASEAN lain dalam sektor telekomunikasi. Penyebabnya, kondisi geografis Indonesia yang beragam.

{Baca juga: Industri Telko Sakit, Rudiantara: Ini Hutang Saya}

“Negara-Negara ASEAN relatif lebih banyak daratan, dan bukan negara kepulauan seperti Indonesia. Persoalan terkait backbone, transmisi dan akses harus terus diselesaikan,” ungkapnya.

Rudiantara berharap industri telekomunikasi di Indonesia bisa semakin sehat, mampu menciptakan ebitda dan laba yang tinggi. Dan perusahaan-perusahaan lain juga dapat tumbuh dan berkompetisi dengan memanfaatkan infrastruktur bersama. (NM/FHP)

Yeayy! Game BTS World Hadir di 176 Negara, Termasuk Indonesia

Telko.id, JakartaGame yang dinantikan para penggemar boyband K-pop, BTS akhirnya hadir. Game bertajuk “BTS World” besutan Netmarble ini tersedia di 176 negara, termasuk Indonesia dalam 14 bahasa berbeda.

Dilaporkan Teen Vogue, boyband beranggotakan tujuh orang ini menghabiskan waktu sampai dua tahun lamanya untuk mengambil foto, merekam video, dan musik secara eksklusif untuk game mobile tersebut.

BTS World memungkinkan pemain kembali ke masa lalu dan berperan sebagai manajer BTS. Pemain bisa membuat pilihan untuk membawa BTS menjadi grup populer di dunia.

{Baca juga: Asyik! Game BTS World Rilis di iOS dan Android}

Pemain juga bisa mengetahui jika anggota BTS gagal meraih kesuksesan dan kembali mengejar mimpi lain, semisal menjadi petani stroberi atau juara olahraga bela diri, Taekwondo.

Game yang tersedia secara gratis ini berisi lebih dari 10.000 foto terbaru dan 100 video klip dari boyband. Yang menarik, para pemain juga bisa memberikan semangat kepada personel secara langsung.

{Baca juga: Unik! Game Online Ini Bisa Bikin Orang “Melek” Hoaks}

Sebelumnya dilaporkan, Netmarble telah berinvestasi untuk mengembangkan game BTS berjudul BTS World sebesar USD 190 juta atau setara Rp 2,7 triliun kepada Agensi BigHit Entertainment. (NM/FHP)

Sumber: Teen Vogue

Asyik! TechStorm dan Shark Tank Hadir di MAXstream

0

Telko.id, Jakarta Telkomsel menghadirkan saluran televisi TechStorm pada layanan video streaming mereka, MAXstream. Saluran baru di Telkomsel MAXstream ini akan menghadirkan tayangan-tayangan populer seputar dunia startup, Gadget dan eSport di Asia.

Menurut Head of Digital Lifestyle Telkomsel, Crispin Tristram, TechStorm merupakan komitmen mereka untuk menghadirkan tayangan yang sesuai minat pelanggan.

“Telkomsel sangat berkomitmen menjadikan MAXstream sebagai layanan portal video lengkap dan berkualitas, dimana pelanggan kami dapat menikmati hiburan video digital yang sesuai dengan apapun kebutuhan dan minat pelanggan,” kata Crispin.

{Baca juga: MAXstream Tayang Serial ‘Negeri 5 Menara’ Selama Ramadhan}

TechStrom sendiri merupakan saluran televisi tematik pertama di dunia yang menghadirkan tayangan mengenai startup, gadget dan eSport Asia. Sehingga, pelanggan yang suka mengikuti perkembangan teknologi akan menyukai aneka tayangan di saluran baru ini.

“Melalui TechStrom maka memungkinkan MAXstream untuk mengakomodir minat dari para tech-savvy di kalangan pelanggan dan untuk meningkatkan pengalaman digital lifestyle pelanggan,” lanjut Crispin.

Tak hanya itu saja, berkat kolaborasi ini, aplikasi juga akan meluncurkan Shark Tank, sebuah reality show tentang bisnis nomor satu di dunia yang telah memenangkan empat penghargaan Emmy serta serial drama startup dengan rating tertinggi di Amerika Serikat berjudul “Start Up” pada platform ini.

{Baca juga: MAXstream Tayang Serial “Unscripted Man” di Hari Valentine}

Serial bertema bisnis yang diambil dari kisah nyata tersebut menampilkan multi-millionaire dan billionaire tycoons yang dikenal sebagai Shark yang akan memberikan kesempatan kepada beberapa pengusaha muda untuk memperoleh kesepakatan bisnis.

Tayangan ini sendiri akan tersedia mulai tanggal 15 Juli 2019 mulai dari Senin sampai Kamis, pukul 20:00. (NM/FHP)

Penampakan Smartphone Khusus Fotografi, Xiaomi Mi CC9

Telko.id, Jakarta – Bocoran soal Xiaomi Mi CC9 kembali muncul. Kini, giliran desain Xiaomi Mi CC9 versi render atau rekayasa 3D yang muncul di media sosial Weibo.

Terlihat dari render, smartphone khusus fotografi ala Xiaomi tersebut dikemas dengan desain dan warna yang premium. Smartphone ini juga punya tiga kamera utama, yang ditempatkan pada frame yang diposisikan secara vertikal.

Dilansir Telko.id dari GSMArena, Kamis (27/06/2019), smartphone ini dilapisi oleh warna Glacier Ice White yang sekilas membuatnya terlihat mirip seperti perpaduan desain antara Xiaomi Mi 9 dengan warna ala Pearl White di Huawei P30 Series.

{Baca juga: Khusus Fotografi, Xiaomi Mi CC9 Punya Tiga Kamera 48MP}

Dari render juga tampak bahwa Xiaomi tetap mempertahankan kehadiran jack audio 3,5mm, kemudian menyematkan port USB-C, hingga hadirnya IR Blaster di bagian atas smartphone.

Xiaomi Mi CC9 sendiri dipastikan akan hadir secara resmi pada sebuah acara yang dilaksanakan pada 2 Juli mendatang. Smartphone ini merupakan seri pertama dari hasil akuisisi Xiaomi pada Meitu di tahun lalu.

{Baca juga: Spesifikasi dan Harga Hp Xiaomi Terbaru}

Secara spesifikasi, smartphone ini memiliki konfigurasi tiga kamera yang terbilang mumpuni. Salah satu lensanya memiliki sensor 48MP Sony IMX586, kemudian sensor 16MP dan 12MP sebagai lensa sekunder.

Selain itu, Xiaomi juga menyematkan kamera depan dengan sensor 32MP. Spesifikasi lainnya, smartphone mengusung layar berjenis AMOLED berukuran 6,39 inci beresolusi Full HD+, prosesor Snapdragon 730, baterai berkapasitas 4,000 mAh dengan 27W fast charging, dan sistem operasi MIUI 9 berbasis Android Pie. (FHP)

Sumber: GSMArena

China jadi Dalang Serangan “Operation Soft Cell” di Seluruh Dunia?

Telko.id, Jakarta – Firma riset keamanan Cybereason melaporkan bahwa selama tujuh tahun terakhir, hacker berhasil membobol lebih dari 10 jaringan seluler di seluruh dunia. China dikabarkan menjadi dalang peretasan jaringan seluler yang disebut sebagai “Operation Soft Cell“.

Para hacker ini disinyalir telah mengumpulkan informasi tentang panggilan yang dilakukan oleh setidaknya 20 orang yang dijadikan target utama. Dilansir dari phoneArena, informasi yang diretas termasuk tanggal, waktu, serta lokasi panggilan.

Seperti dikutip Telko.id, Kamis (27/06/2019), serangan Operation Soft Cell telah dilakukan sejak 2012. Namun, baru ditemukan oleh Cybereason pada awal tahun ini.

{Baca juga: Duh! Peneliti Temukan 36 Celah Keamanan di Jaringan LTE}

Mereka melakukan peretasan untuk mendapatkan catatan rincian panggilan (CDR). Tak cukup, mereka juga mencoba mencari informasi lain, termasuk nama pengguna dan kata sandi.

“Penyerang bekerja secara bergelombang, meninggalkan satu utas serangan saat terdeteksi, lalu dihentikan. Mereka beraksi lagi beberapa bulan kemudian dengan teknik baru,” kata Cybereason

Cybereason yakin operasi tersebut disponsori dan berafiliasi dengan China. Metode dan alat yang digunakan mengarahkan peneliti keamanan untuk menyebut APT10 sebagai aktor ancaman.

Mereka dilaporkan bekerja dengan Kementerian Keamanan China atau MMS. Motifnya, untuk mencuri kekayaan intelektual atau mendapatkan informasi tentang beberapa pelanggan operator.

{Baca juga: Selebriti dan Atlet NBA Jadi Korban Hacker Asal Georgia}

Data yang dicuri memungkinkan peretas untuk mendapatkan catatan yang menyediakan tujuan dan durasi panggilan, informasi perangkat yang digunakan, nomor versi telepon dan vendornya.

Dengan peretasan, MSS bisa mengetahui dengan siapa orang yang ditarget telah berbicara, perangkat apa yang digunakan untuk melakukan panggilan, dan ke mana para target bepergian. (SN/FHP)

Sumber: phoneArena

Facebook Bisa Deteksi Penyakit Mental dan Diabetes

Telko.id, Jakarta – Penyakit mental kini telah menjadi epidemi modern karena banyak anak muda yang menyerah pada berbagai tantangan psikologis yang mereka hadapi setiap hari.

Beberapa penyakit mental, seperti depresi, sulit dideteksi pada orang yang menderita. Sebab, wajah bahagia dapat dengan mudah menyembunyikan apa yang mereka alami secara mental dan emosional.

Sekarang, mendiagnosis penyakit mental mungkin sedikit lebih mudah karena penelitian terbaru yang dilakukan di Amerika. Penelitian ini mampu mendeteksi kondisi orang yang bwrpotensi seperti depresi dan diabetes menggunakan Facebook!

Dilansir dari Star2, para peneliti di University of Pennsylvania dan Stony Brook University melakukan penelitian baru yang menganalisis riwayat postingan Facebook dari 999 pasien, yang berjumlah hingga sekitar 20 juta kata!

{Baca juga: Menarik, Facebook Luncurkan “Fitur Donor Darah”}

Pasien-pasien ini setuju untuk menghubungkan profil Facebook mereka dengan data rekam medis elektronik mereka.

Studi ini melihat bagaimana posting Facebook dapat memprediksi kondisi medis di 21 kategori besar menggunakan tiga model berbeda yang dibuat para peneliti.

Model 1: Menganalisis bahasa yang digunakan dalam posting Facebook pasien

Model 2: Menganalisis demografi pasien seperti usia dan jenis kelamin

Model 3: Data yang dianalisis dari Model 1 dan Model 2 digabungkan

Dalam hasil yang diterbitkan dalam jurnal PLOS ONE, semua 21 kondisi medis yang dianalisis dalam penelitian ini dapat diprediksi hanya dengan posting Facebook saja.

Yang lebih mengejutkan adalah bahwa data yang dikumpulkan dari Facebook juga mampu memprediksi 10 kondisi medis daripada data demografis. Ini termasuk penyakit seperti stres, depresi, psikosis dan bahkan diabetes.

Para peneliti melanjutkan penelitian ini dengan menggunakan kata kunci tertentu di Facebook yang cukup intuitif dalam memprediksi penyakit tertentu. Misalnya, kata-kata seperti “minum” dan “botol” diturunkan untuk memprediksi penyalahgunaan alkohol pada pasien.

Namun, hubungan lain antara kata-kata dan penyakit menunjukkan sedikit prediksi.

Misalnya, pasien yang memposting di Facebook menggunakan kata-kata religius seperti “Tuhan” atau “Berdoa” 15 kali lebih mungkin menderita diabetes daripada mereka yang paling sedikit menggunakan kata-kata itu.

Sementara kata-kata seperti “bodoh” dan kata-kata umpatan tertentu dikaitkan dengan obat, pelecehan dan psikosis.

“Bahasa digital kami menangkap aspek-aspek kuat dari kehidupan kami yang mungkin sangat berbeda dari apa yang ditangkap melalui data medis tradisional,” kata penulis dalam studi ini, Dr Andrew Schwartz.

“Saat ini, banyak penelitian yang menunjukkan hubungan antara pola bahasa dan penyakit tertentu. Seperti prediksi bahasa depresi atau bahasa yang memberikan wawasan tentang apakah seseorang hidup dengan kanker,” ujarnya.

Namun, dengan melihat banyak kondisi medis, para peneliti mendapatkan pandangan tentang bagaimana kondisi berhubungan satu sama lain, yang dapat memungkinkan aplikasi baru AI (kecerdasan buatan) untuk obat-obatan.

{Baca juga: Fitur Watch Party Kini Tersedia di Semua Halaman Facebook}

Penulis utama studi, Dr. Raina Merchant, menjelaskan bahwa meskipun penelitian ini masih dalam tahap awal, ia berharap bahwa ilmu yang diperoleh dari penelitian ini dapat digunakan untuk memberi informasi yang lebih baik kepada pasien dan penyedia layanan tentang kesehatan mereka.

“Karena posting media sosial sering tentang pilihan dan pengalaman gaya hidup seseorang, atau bagaimana perasaan mereka. Informasi ini dapat memberikan informasi tambahan tentang manajemen dan eksaserbasi penyakit,” katanya. [BA/HBS]

Sumber: World of Buzz

 

Begini Cara Pakai Fitur Check and Collect di Blibli.com

Telko.id, Jakarta – Blibli.com merilis fitur bernama Click and Collect. Melalui fitur tersebut pelanggan dapat melakukan transaksi secara online di platform Blibli.com namun bisa mengambil barang pesanannya di ribuan toko ritel yang menjadi mitra Blibli.com.

Transaksinya cukup mudah. SVP Trade Partnership Consumer Electronic Group Blibli.com Wisnu Iskandar menjelaskan jika pelanggan bisa membuka platform Blibli.com lalu mengetuk laman Click and Carry di platform tersebut. Kemudian Anda akan mendapatkan dapat memilih beragam toko retail yang tersedia.

Misalnya saja ingin berbelanja produk sehari-hari di Alfamart. Yang Anda lakukan pertama adalah memilih cabang Alfamart yang bisa Anda jangkau. “Kemudian pelanggan bisa click katalog toko untuk melihat produk yang tersedia di toko tersebut,” ucap Wisnu di Jakarta, Rabu (26/06/2019)

Jika telah selesai memilih, Anda diberikan beragam metode pembayaran. Mulai dari transfer melalui akun virtual, kartu kredit, kartu debit, internet banking, uang elektronik hingga pembayaran langsung di toko tersebut. Pembayaran telah selesai. Nantinya Anda akan menerima email berisi barcode dan kode unik yang harus ditunjukan kepada kasir toko.

{Baca juga: Fitur Ini Mudahkan Pelanggan Blibli Belanja “Online-to-Offline”}

“Pihak toko akan menyiapkan barangnya. Biasanya sekitar 2 jam atau lebih cepat setelah pemesan barang sudah siap diterima,” tambah Wisnu.

Tim Telko.id berkesempatan merasakan fitur tersebut. Kami membeli produk di platform Blibli.com dan mengambilnya di Alfamart AIPDA KS Tubun, Jakarta. Usai menyelesaikan pembayaran secara online, kami pun menunjukan Barcode dan Kode Unik kepada kasir.

Kami pun diharuskan menandatangani struk tanda terima dan mendapat barang pesanan. Wisnu mengatakan bahwa pengambilan barang bisa diwakilkan asalkan barcode dan kode uniknya ditunjukan kepada kasir.

{Baca juga: Blibli Gelar “The Big Start Season 4”, Hadiahnya Rp 1,3 Miliar}

“Jadi  pelanggan bisa menyuruh pembantu atau pihak lain untuk mengambil pesanan Anda,” tutup Wisnu.

Sebelumnya  Blibli resmi menghadirkan fitur Click and Collect. Dengan menggandeng 3.000 toko ritel, fitur ini memudahkan pengguna untuk membeli barang secara online, dan mengambilnya di toko ritel. [NM/HBS]

Berkat Fitur Ini, Apple Watch Kembali Selamatkan Nyawa Pengguna

Telko.id, JakartaNyawa pengguna Apple Watch kembali terselamatkan berkat fitur EKG dalam smartwatch Apple tersebut. Pengguna Apple Watch yang diketahui bernama Phil Harrison berhasil selamat dari serangan jantung yang parah.

Semua berawal ketika seorang pengguna di forum Reddit mengunggah kisah Phil Harrison. Kala sedang berlatih untuk Brighton Marathon, ia mendadak mengalami jantung berdebar.

Parahnya, detak jantung meninggi itu tidak juga menghilang. Penasaran, ia pun memutuskan untuk menggunakan fitur EKG di Apple Watch.

{Baca juga: Kisah Apple Watch Selamatkan Wanita Saat Berselancar}

Setelah dicek dan ditindak lanjuti pihak rumah sakit setempat, ia ternyata harus menjalani operasi perbaikan katup melalui operasi jantung terbuka dengan segera.

“Saya sebenarnya tidak boleh maraton. Saya harus operasi perbaikan katup melalui operasi jantung terbuka dalam 2,5 bulan mendatang. Sekarang, saya harus cepat-cepat dioperasi,” ujarnya dikutip Telko.id dari Ubergizmo, Rabu (26/06/2019).

{Baca juga: Terjepit Mobil 7 Jam, Remaja Ini Selamat Berkat Aplikasi Apple}

Fitur EKG di Apple Watch bisa dibilang setara dengan alat medis. Itu berarti, fitur tersebut harus dilisensikan sesuai aturan negara tempat smartwatch tersebut dijual dan digunakan konsumen.

Nyawa pengguna yang berhasil diselamatkan jam tangan pintar Apple bukan terjadi sekali saja. Sebelumnya, kisah penyelamatan Apple Watch dialami oleh seorang perempuan asal Massachusetts, Amerika Serikat.

{Baca juga: Spesifikasi dan Harga Hp Apple Terbaru}

Ketika itu, ia sedang melakukan paddle boarding atau berselancar di pinggir laut menggunakan dayung. Kejadian berlangsung di Pantai Nahant. Kala ia tengah asyik berselancar, tiba-tiba angin berembus sangat kencang. Ia terombang-ambing.

Merasa khawatir, ia memutuskan untuk mengontak layanan darurat 911 via Apple Watch. Dasar nasib memang beruntung, panggilan darurat tersebut pun langsung tersambung ke Lynn, Departemen Pemadam Kebakaran Massachusetts. (SN/FHP)

Sumber: Ubergizmo

NASA Terbangkan Jam Atom ke Luar Angkasa, Buat Apa?

Telko.id, Jakarta – Badan Antariksa Amerika Serikat atau NASA mengirim jam atom ke luar angkasa pada Senin (24/6/2019). Jam luar angkasa bernama Deep Space Atomic Clock tersebut diklaim 50 kali lebih akurat ketimbang jam atom di satelit GPS.

Bahkan, menurut laporan, ketepatan jam seukuran pemanggang roti itu hanya akan berubah 2 nanodetik perhari atau satu detik tiap sembilan juta tahun. Dinilai, tahun depan menjadi waktu yang tepat untuk pengembangan Deep Space Atomic Clock.

Seperti dikutip Telko.id dari BBC, Rabu (26/06/2019), NASA akan memantau kinerja Deep Space Atomic Clock saat mengorbit Bumi di ketinggian 720 kilometer atau 447 mil. Benda tersebut diluncurkan menggunakan roket Falcon milik SpaceX.

{Baca juga: India Bersiap Luncurkan Stasiun Luar Angkasa Sendiri}

NASA menyatakan bahwa jam atom adalah kunci navigasi satelit. Selama ini, satelit GPS terus-menerus mengirimkan sinyal radio berkecepatan cahaya yang memberikan transmisi lokasi dan waktu ke penerima di Bumi via perangkat.

Dilaporkan, nantinya jam tersebut akan meringankan beban NASA di Deep Space Network dalam mengatur banyak kapal penjelajah luar angkasa secara bersamaan saat mereka menjelajah Tata Surya, tanpa perlu ekspansi. Itu dinilai bisa mengubah cara manusia mengarungi luar angkasa.

{Baca juga: Plin-plan, Donald Trump Minta NASA Fokus Eksplorasi Mars}

Baru-baru ini, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, meminta kepada NASA untuk fokus mengeksplorasi Mars daripada Bulan. Ia mengeluarkan pernyataan itu via cuitan di Twitter dalam perjalanan menggunakan pesawat kepresidenan.

“Untuk semua uang dikeluarkan, NASA tidak lagi boleh berbicara tentang Bulan. Hal tersebut sudah lewat 50 tahun lalu. NASA sekarang harus fokus kepada hal-hal yang jauh lebih besar, termasuk ke Mars,” demikian cuitan Donald Trump. (SN/FHP)

Sumber: BBC