spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1171

Rainbow Six Quarantine, Game Zombie Menegangkan ala Ubisoft

Telko.id, JakartaUbisoft resmi masuk ke ranah game zombie, lewat game Rainbow Six QuarantineGame ini menurut Ubisoft, akan menjadi game zombie yang tambil beda daripada game sejenis lainnya.

Dilansir dari Engadget, Rabu (12/06/2019), Rainbow Six Quarantine mengusung elemen FPS Tactical dari game Tom Clancy’s Rainbow Six.

Itu tentu saja membuat game ini tampil beda dan lebih menegangkan. Ubisoft telah memperlihatkan cuplikan game-nya via video teaser, tapi mereka masih belum mengungkapkan gameplay-nya.

{Baca juga: Wow! Ada John Wick di Cyberpunk 2077}

Dalam video teaser yang ditunjukkan oleh Ubisoft, Rainbow Six Quarantine menampilkan dua operator menyelamatkan satu karakter yang terpojok oleh serangan zombie.

Operator dalam game ini dilaporkan seperti tentara elite di game Rainbow Six: Siege. Bahkan, ada kemungkinan elemen taktis yang disajikan dalam keduanya juga sama.

{Baca juga: Yeayy! The Legend of Zelda: Awakening Link Debut Sebentar Lagi}

Lead Game Designer Ubisoft untuk game ini, Bio Jade, menyebut bahwa gameplay yang disajikan mengusung PvE atau Player Versus Environment, yang memungkinkan tiga pemain untuk bermain bersama di area karantina.

Ia memastikan bahwa elemen tactical dan karakter operator di Rainbow Six: Siege akan tampil hadir di game zombie ini. Pertanyaannya, kapan game tersebut akan dirilis? Jade menyampaikan, kalau Rainbow Six Quarantine akan rilis pada 2020. So, kita nantikan saja ya! (BA/FHP)

Sumber: Engadget

Makin Canggih, Microsoft Flight Simulator Kini Pakai AI Cloud

Telko.id, Jakarta – Di ajang E3 2019, Microsoft mengumumkan akan meluncurkan seri baru dari Microsoft Flight Simulator. Game simulasi ini nantinya akan mendapatkan peningkatan dari sisi grafis dan gameplay.

Dilansir dari Ubergizmo, Rabu (12/06/2019), di konferensi pers E3 2019 juga, Microsoft menayangkan video trailer dari Flight Simulator.

Nantinya, ketika dirilis nanti, seri baru game simulasi ini akan menampilkan grafis dalam kualitas maksimal 4K.

{Baca juga: Microsoft Tetapkan Harga Xbox Game Pass untuk PC}

Dan, Microsoft juga menanamkan sistem berbasis AI Cloud, Azure untuk meningkatkan pengalaman bermain menjadi jauh lebih berbeda. Selain akan tersedia di PC, Flight Simulator juga akan menjadi bagian dari program Xbox Game Pass.

Sekadar informasi, game ini memungkinkan para pemain untuk merasakan sensasi sebagai pilot dari berbagai pesawat. Simulator tersebut sudah ada sejak 1980-an, dengan edisi terbarunya adalah Microsoft Flight Simulator X: Steam Edition yang rilis pada 2014.

{Baca juga: Microsoft Ungkap Spek Sangar Xbox “Project Scarlett”}

Sebelumnya, Microsoft menjelaskan secara rinci soal konsol Xbox terbaru di E3 2019. Raksasa teknologi ini menyebut konsol tersebut sebagai “Project Scarlett“.

Microsoft mengatakan bahwa konsol itu akan memakai prosesor AMD yang didesain secara kustom, RAM GDDR6 dan SSD generasi terbaru. Diklaim, dengan spesifikasi tersebut performa Xbox terbaru itu empat kali lebih cepat daripada Xbox One X. (BA/FHP)

Sumber: Ubergizmo

Rayakan Satu Dekade, Ubisoft Luncurkan Just Dance 2020

Telko.id, Jakarta Saat game seperti Guitar Hero dan Rock Band tidak lagi sepopuler dulu, game seperti Just Dance ternyata masih mampu memikat hati para gamers yang suka musik dan menari. Buktinya, Ubisoft baru saja mengumumkan kalau game Just Dance 2020 segera dirilis sebentar lagi.

Melansir dari Ubergizmo, Rabu (12/06/2019), game ini sekaligus merayakan satu dekade dari game Just Dance. Ubisoft menyatakan, game tersebut akan memiliki beragam fitur-fitur baru, dan tentu saja lagu-lagu terbaru bagi para pemainnya.

Just Dance 2020 memungkinkan para gamers untuk bersenang-senang bersama dengan teman-teman dalam mode Co-op.

{Baca juga: Siap-siap! Mode Raid di The Division 2 Rilis Lebih Awal}

Mode ini bakal menggabungkan skor dan menguasai dancefloor pada game. Selain itu, mereka juga bisa menari sekaligus berolahraga bersama sambil bersenang-senang.

Ubisoft juga menghadirkan Kids Mode di game ini. Fungsinya, anak-anak akan menikmati permainan dengan trek musik yang telah dikuratori secara khusus.

{Baca juga: Gamer PC Selamatkan Bisnis Ubisoft}

Mode ini juga membantu para orang tua untuk menghindarkan anak-anak mereka dari lagu-lagu dewasa. Intinya, mode ini digunakan sebagai sarana kontrol agar anak-anak tidak salah pilih lagu untuk menari.

Dilaporkan, game Just Dance 2020 akan dirilis Ubisoft pada 5 November mendatang. Game ini hanya akan hadir untuk konsol Nintendo Switch dan Nintendo Wii. (BA/FHP)

Sumber: Ubergizmo

Unik! Programmer Ini Bikin Chatbot untuk “Pacari” Sang Kekasih

Telko.id, Jakarta – Ada-ada saja yang dilakukan programmer asal China ini untuk membalas pesan dari pacar. Ia mengembangkan chatbot di WeChat yang dapat membantunya untuk membalas setiap pesan dari sang kekasih.

Dilaporkan AsiaOne, seperti dilansir Telko.id pada Rabu (12/06/2019), Li Kaixing, seorang insinyur perangkat lunak di JD.com menceritakan pengalamannya ketika mengembangkan chatbot di Weibo.

Ia mengatakan, chatbot buatannya selalu dapat membalas pesan dari sang pacar hingga 300 pesan tercipta. Li mengaku, ini sangat membantunya ketika ia masih lelah sehabis pulang bekerja.

Lewat Weibo juga, Li memperlihatkan screenshot percakapan dengan sang kekasih yang mulai curiga kenapa Li bisa membalas pesannya dengan cepat.

{Baca juga: Chatbot Ini Bantu Orang Tua Ajarkan Seputar Kesehatan Seks}

Meski tidak ada maksud jahat, tetapi programmer itu merasa bersalah karena telah berbagi “ketidakjujurannya” di media sosial. Warganet Weibo pun akhirnya memberikan komentar terkait aksi unik Li tersebut.

{Baca juga: Harmony, Robot Seks yang Jago Mendesah}

Ada yang menilai jika tindakannya cukup romantis, karena membuat chatbot khusus untuk pasangannya. Sedangkan yang lain menilai, bahwa pesan dari chatbot lebih baik ketimbang pesan yang dibuat Li sendiri.

Meski demikian, tidak ada informasi apakah sang kekasih mengetahui “pengakuan dosa” Li di Weibo. Tapi, dengan popularitas Weibo di China, bisa jadi kekasih Li mengetahui bahwa selama ini yang membalas pesannya hanyalah chatbot WeChat. Duh, ada-ada saja ya! (NM/FHP)

Sumber: AsiaOne

Facebook akan Bayar Pengguna yang “Rela Disadap”, Mau?

Telko.id, Jakarta Facebook akan membayar pengguna smartphone yang rela disadap. Melalui aplikasi bernama Study, raksasa media sosial ini akan memantau bagaimana pengguna menggunakan smartphone setiap harinya.

Asal tahu saja, aplikasi Study merupakan aplikasi pengganti Facebook Research, sebuah aplikasi penelitian pelacakan pengguna yang ditutup karena kontroversi yang ada.

Aplikasi ini hanya tersedia di Android saja. Dan, hanya pengguna yang berusia 18 tahun keatas yang boleh menjadi relawan. Selain itu, pengguna juga wajib memiliki akun PayPal untuk mendapatkan bayaran dari Facebook.

{Baca juga: Asyik! Ada Facebook Avatar untuk Messenger dan News Feed}

Dilaporkan The Verge, seperti dilansir Telko.id pada Rabu (12/06/2019), ada beberapa variabel yang akan dipantau oleh Facebook melalui Study.

Seperti aplikasi apa saja yang di-install, waktu yang dihabiskan untuk menggunakan aplikasi tersebut, negara tempat pengguna berada, hingga data aplikasi tambahan yang dapat mengungkapkan fitur spesifik yang digunakan.

{Baca juga: Pembaruan Facebook Portal Janjikan Fitur-fitur Menarik}

Facebook menegaskan, mereka tidak akan melihat konten pribadi pengguna, seperti pesan, password, dan riwayat browser. Raksasa media sosial ini juga tidak memberikan informasi rinci soal berapa banyak orang akan dibayar saat menggunakan aplikasi ini,

Meski demikian, mereka menjamin bahwa semua pengguna yang berpartisipasi akan diberikan kompensasi. Aplikasi Study sendiri akan diluncurkan di Amerika Serikat dan India, dan tidak semua orang dapat mendaftar untuk menjadi relawan. (NM/FHP)

Sumber: The Verge

Awakening Link Debut Sebentar Lagi

Telko.id, Jakarta – Satu game Nintendo yang paling dinanti akhirnya mengantongi tanggal rilis. Pada presentasi E3 2019, Nintendo mengungkapkan bahwa The Legend of Zelda: Awakening Link akan debut di Nintendo Switch pada 20 September 2019.

Kali pertama kali diumumkan pada Februari 2019, The Legend of Zelda: Awakening Link adalah versi pembaruan dari Game Boy 1993 klasik dengan nama yang sama. Trailer baru yang dirilis tidak hanya memberi tampilan yang lebih baik secara visual.

Menurut The Verge, dikutip Telko.id, Rabu (12/06/2019), trailer game Nintendo ini juga memberi bocoran beberapa detail baru. Pengguna bisa membangun dan merancang ruang bawah tanah sendiri untuk dijelajahi.

{Baca juga: Ada VR Mode di The Legend of Zelda dan Super Mario Odyssey}

The Legend of Zelda adalah permainan petualangan yang didesain oleh Shigeru Miyamoto dan dikembangkan dan dirilis oleh Nintendo. Permainan ini menawarkan sebuah dunia fantasi bernama Hyrule, dan pemain akan berperan sebagai Link.

Link berusaha menyelamatkan puteri Zelda dari Ganon dengan cara mengumpulkan tiga potongan Triforce, sebuah artefak yang memiliki kekuatan cukup besar yang biasanya dijaga oleh tujuh pendeta atau keluarga kerajaan Hyrule.

{Baca juga: Microsoft Ungkap Spek Sangar Xbox “Project Scarlett”}

Seri pertama The Legend of Zelda dirilis di Jepang pada periferal Famicom Disk System 1986, menyatukan permainan aksi, petualangan, RPG, dan teka-teki. Pada awal permainan, Link hanya dipersenjatai sebuah perisai dan pedang.

Selama permainan, terdapat pedagang, peri, orang-orang desa, dan lainnya yang akan membantu Link mendapatkan petunjuk. Orang-orang sangat mudah ditemukan, tetapi juga bersembunyi di semak, belakang tembok rahasia, atau air terjun.

Sumber: The Verge

Ini Dia Browser Khusus Gamers Hardcore, Opera GX

Telko.id, Jakarta – Dengan lebih dari satu miliar gamers PC di planet ini, sudah saatnya ada browser yang mendukung aktivitas para gamers di seluruh dunia. Itulah yang dilakukan oleh Opera lewat gaming browser bernama Opera GX.

Menurut laporan Engadget, seperti dikutip Telko.id, Rabu (12/06/2019), Opera GX menawarkan banyak fitur dan opsi yang akan membuat game PC lebih halus dan lebih dapat disesuaikan.

Fitur yang tersedia di gaming browser ini tidak lagi perlu diragukan. Panel GX Control memungkinkan pengguna untuk menentukan, seberapa banyak CPU atau RAM komputer yang ingin digunakan.

{Baca juga: Mozilla Mau Rilis “Firefox Berbayar”, Apa Keunggulannya?}

Sebelumnya, pengguna dengan browser yang memakan lebih banyak memori, harus mematikannya untuk memaksimalkan pengalaman bermain. Namun dengan Opera GX, mereka bisa menjalankan keduanya bersamaan.

Browser ini memiliki banyak fitur yang bisa Anda kunjungi di web, seperti Twitch (terintegrasi ke sidebar), pintasan ke situs-situs seperti Discord dan Reddit, serta akses Telegram, WhatsApp, dan lainnya.

{Baca juga: Marak Aksi “Swatting”, Kepolisian Cegah Pakai Cara Khusus}

Plus, banyak hal lainnya yang bisa disesuaikan pengguna, termasuk pemilihan warna dan rangkaian efek suara secara maksimal. Demikian halnya dengan wallpaper eksklusif dan integrasi Razer Chroma.

Ada juga pemblokir iklan bawaan, VPN browser tanpa log dan GX Corner yang menyertainya. Menurut Opera, versi awal browser tersebut dirancang untuk para gamers hardcore. Nah, untuk mencobanya, Anda bisa akses situs resmi dari Opera GX. (SN/FHP)

Sumber: Engadget

Huawei Tunda Peluncuran Laptop Terbaru

Telko.id, Jakarta Huawei mengumumkan akan menunda meluncurkan laptop terbaru mereka tanpa batas waktu yang pasti. Informasi ini cukup mengagetkan, karena perusahaan asal China tersebut dikabarkan akan merilis laptop Huawei terbaru pada sebuah acara khusus pada minggu-minggu ini.

Dilansir Telko.id dari CNET, Rabu (12/06/2019), Huawei akan meluncurkan laptop terbarunya di acara CES Asia 2019, yang diselenggarakan di Shanghai, China pada Kamis (13/06) waktu setempat.

Namun menjelang acara, agenda peluncuran itu dibatalkan. Hingga berita ini diturunkan, Huawei belum memberikan komentar resmi atas keputusan mereka menunda peluncuran tersebut.

{Baca juga: Ancaman ‘Serangan Balik’ China Bikin AS Ciut, Embargo Huawei Dicabut?}

Hanya penjelasan singkat dari sumber internal Huawei yang mengatakan kalau mereka belum menentukan kapan akan meluncurkan laptop terbaru itu.

Ada anggapan, kalau dibatalkannya peluncuran ini karena Huawei sedang menghadapi embargo yang dilakukan oleh Amerika Serikat. Asal tahu saja, embargo Huawei dilancarkan oleh Presiden Donald Trump yang menandatangani perintah larangan bagi perusahaan asal AS untuk menggunakan peralatan telekomunikasi buatan Huawei yang menimbulkan risiko keamanan nasional.

{Baca juga: Gara-gara AS, Huawei “Tunda” Ambisi Salip Samsung}

Trump terkhusus sangat antipati untuk membuka jalan terkait larangan melakukan bisnis dengan Huawei. Perintah yang diteken oleh Trump akan mendorong undang-undang ekonomi internasional untuk memberi wewenang kepada presiden mengatur perdagangan.

Ketika perintah sudah ditandatangani, Departemen Perdagangan AS wajib bekerja sama dengan lembaga pemerintah lain. Mereka harus menyusun rencana penegakan larangan pemakaian produk-produk keluaran perusahaan China, terutama buatan Huawei. (NM/FHP)

Sumber: CNET

Vivo iQOO Dilempar dari Ketinggian 31,3 Km, Selamat?

0

Telko.id, Jakarta – Pernah membayangkan smartphone Anda terjatuh dari ketinggian 103 ribu kaki atau sekitar 31,3 km? Wahh, terjatuh dari atas kursi atau tempat tidur saja bisa membuat waswas. Tapi nyatanya, ada juga yang tega melemparkan smartphone gaming Vivo iQOO dari ketinggian tersebut.

Menurut Interesting Engineering, Vivo iQOO ditempel di sebuah balin berisi helium dan diterbangkan ke langit.

Selama mengudara, kamera video diarahkan ke layar smartphone untuk melihat bagaimana smartphone gaming itu merespons kondisi ekstrem. Setelah mencapai ketinggian puncak, smartphone tersebut harus menghadapi suhu dingin hingga -68 derajat Fahrenheit.

{Baca juga: Lebih Murah, Harga Vivo iQOO 12GB/128GB Gak Sampai Rp 8 Juta}

Dikutip Telko.id dari phoneArena, Rabu (12/06/2019), smartphone itu kemudian dilepaskan dari balon dan dijatuhkan dari langit. Sebuah drone kemudian digunakan untuk membantu mengambil iQOO yang mendarat di bidang rumput.

Meskipun jatuh secara ekstrem, hanya pelindung layar ponsel yang mengalami kerusakan. Nah, untuk melihat videonya secara lengkap, Anda bisa akses situs ini.

Cerita mengenai kehebatan smartphone memang kerap muncul. Beberpa waktu lalu, iPhone 7 dikabarkan tetap menyala meski telah tenggelam di dasar laut. Juga, sebuah iPhone masih utuh meski jatuh dari pesawat dengan ketinggian 1.000 kaki.

{Baca juga: Ajaib! iPhone 7 Tetap Eksis Setelah Tenggelam di Dasar Laut}

Seorang wanita bernama Sarvinder Naberhaus pada pertengahan 2018 menjatuhkan iPhone miliknya dari pesawat berketinggian sekitar 1.000 kaki atau setara 304 meter. Ajaibnya, iPhone tersebut masih utuh dan berfungsi normal.

Ceritanya, Naberhaus sedang mengambil gambar menggunakan iPhone miliknya dari pesawat. Tiba-tiba, ada angin berembus kencang dan iPhone miliknya pun terempas, kemudian jatuh. Beruntung, iPhone itu ditemukan dan dalam kondisi normal. (FHP)

Sumbre: phoneArena

iPhone Ini Diklaim Punya Baterai Terbesar Sepanjang Sejarah

0

Telko.id, JakartaiPhone XR 2 bakal menjadi smartphone terbaru Apple yang punya perubahan signifikan. Sebab, smartphone ini akan menjadi iPhone dengan baterai terbesar.

Dikutip dari Ubergizmo, iPhone XR 2 merupakan smartphone baru Apple yang menarik untuk dinanti. Laporan dari Korea menyebut, smartphone memiliki daya baterai terbesar sepanjang sejarah iPhone.

Seperti dilansir Telko.id, Rabu (12/06/2019), Apple menyatakan akan menanam baterai berkapasitas 3.110 mAh di XR 2. Memang, dibanding smartphone Android, kapasitas itu tampak lebih kecil.

{Baca juga: Pecahan Kaca Ini Ungkap Warna-warna untuk iPhone XR 2}

Namun, kalau dibandingkan iPhone yang pernah ada, daya baterai tersebut merupakan yang terbesar. Kapasitasnya jauh lebih besar daripada iPhone XR yang hadir dengan baterai 2.942 mAh.

Bahkan, smartphone tersebut juga bakal menggunakan chipset Apple A13 yang mempunyai peningkatan efisiensi daya. Dengan demikian, XR 2 memiliki masa pakai baterai hingga 12 jam untuk pemakaian normal.

Menurut desas-desus, Apple akan mengumumkan XR 2 pada akhir tahun ini. Berdasarkan laporan, penerus iPhone XR ini bakal hadir dengan desain kamera ganda dan banyak pilihan warna.

{Baca juga: Selain Dual-Camera, iPhone XR 2 Punya Banyak Pilihan Warna?}

Baru-baru ini, serangkaian render dan video yang diunggah oleh @OnLeaks untuk Pricebaba menunjukkan bahwa penerus iPhone XR, bakal dilengkapi dua kamera belakang.

Apple juga akan menghadirkannya lewat aneka pilihan warna-warni. Hal tersebut jauh berbeda ketimbang desain iPhone XS dan iPhone XS Max yang tampil dengan warna-warna lebih suram. (SN/FHP)

Sumber: Ubergizmo