spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1120

Garap Bisnis Cloud Gaming, Nintendo Tetap Jualan Konsol

Telko.id, Jakarta – Nintendo sepertinya akan serius menjalankan bisnis cloud gaming dan game streaming. Meski demikian, Nintendo tetap akan jualan konsol untuk menjaga agar bisnis Nintendo Switch tetap eksis.

President Nintendo, Shuntaro Furukawa, menyatakan, cloud gaming memiliki potensi besar. Bos-bos Nintendo beserta para pemegang saham sudah melakukan pertemuan untuk membahas bisnis itu.

{Baca juga: Ada Fitur Rewind di Nintendo Switch Online}

“Kami melihat masa depan cerah untuk teknologi game streaming dan cloud gaming. Dua jalur itu merupakan cara baru bagi konsumen untuk bermain game,” ujarnya dilansir Digital Trends.

Ia mengimbuhkan bahwa cloud gaming bakal merangsang pertumbuhan jumlah gamer. Dengan begitu, perusahaan pembuat game memiliki kesempatan lebih besar untuk membuat game baru.

Director Nintendo, Shigeru Miyamoto, menyambung, meski cloud gaming akan menjadi semakin populer, game-game yang menyenangkan tetap akan tersedia untuk dimainkan oleh pengguna.

“Kami merasa penting untuk melanjutkan lini yang bervariatif, termasuk dalam bentuk konsol, untuk menyediakan sistem hiburan yang unik dan hanya bisa disediakan oleh Nintendo,” kata Miyamoto.

Nintendo belum lama ini masuk ke cloud gaming dengan Nintendo Switch. Cloud gaming memungkinkan pemain untuk menjalankan game yang mumpuni dan menyiarkannya ke perangkat.

{Baca juga: Nintendo akan Perluas Layanan Switch Online?}

Dengan begitu, pemain tak lagi perlu mengunduh game ke konsol untuk memainkan sebuah game. Game berat sekalipun bisa dimainkan di konsol, komputer, dan smartphone karena pakai internet. [BA/HBS]

Sumber: Digital Trends

Apple, Google, Facebook, Amazon Tersandung Kasus Monopoli

Telko.id, Jakarta – Panel kongres akan mengadakan sidang kasus monopoli yang dituduhkan pada Apple, Google, Facebook dan Amazon pada 16 Juli 2019 nanti. Sidang diadakan oleh subkomite antimonopoli DPR, yang dipimpin oleh perwakilan David Cicilline.

Menurut Bloomberg, para regulator khawatir perusahaan teknologi seperti Apple, Google, Facebook, dan Amazon memiliki kebijakan yang tidak baik untuk konsumen, perekonomian, serta persaingan usaha.

{Baca juga: Inggris Investigasi Google dan Facebook Terkait Monopoli Iklan}

Menurut laporan Phone Arena, seperti dikutip Telko.id, Rabu (10/7/2019), jajaran eksekutif Apple, Google, Facebook, dan Amazon akan memberikan kesaksian di depan panel kongres minggu depan.

Keempat perusahaan tersebut memang sedang dalam penyelidikan terkait persoalan monopoli. Apple, misalnya, tengah menjadi subjek investigasi oleh otoritas Uni Eropa.

Perusahaan yang didirikan mendiang Steve Jobs ini memberlakukan kebijakan pengurangan 30 persen dari pengembang aplikasi yang menggunakan platform App Store. Kebijakan tersebut dikenal dengan sebutan pajak Appke.

Akibat kebijakan itu, harga aplikasi berbayar di etalase aplikasi iOS menjadi sangat tinggi. Aplikasi Spotify telah mengeluhkan pemberlakuan pajak dari perusahaan pembuat iPhone itu kepada komisi kompetisi Uni Eropa.

{Baca juga: Terkait Tuduhan Monopoli, Google Terancam Denda Rp 42, 8 Triliun}

Terkait persiapan menghadapi sidang di panel kongres, keempat raksasa teknologi ini belum bisa dimintai konfirmasi. Demikian halnya dengan panel kongres dan subkomite antimonopoli DPR. [SN/HBS]

Sumber: PhoneArena

Masyarakat Rela Bayar Mahal Demi Pakai Jaringan 5G

Telko.id, Jakarta Jaringan 5G dinilai pantas dimanfaatkan secara komersil, seperti pengguna smartphone atau perangkat teknologi lainnya. Sebab, saat teknologi tersebut berhasil diimplementasikan, masyarakat rela membayar lebih mahal agar bisa menikmati internet cepat dan berkualitas dari jaringan tersebut.

Menurut Head of Network Solutions Ericsson Indonesia dan Timor Leste, Ronni Nurmal, mereka telah melakukan survei kepada masyarakat terkait jaringan 5G. Hasilnya, 50% responden mengaku rela membayar 30% lebih mahal demi mendapat jaringan 5G.

Bahkan ada 19% responden yang rela mengeluarkan biaya lebih hingga Rp 50 ribu asalkan dapat menikmati jaringan internet super cepat.

{Baca juga: Penjualan Smartphone 5G akan “Booming” di 2023}

“Mereka rela membayar lebih mahal asalkan mendapat jaringan 5G beserta kelebihan yang dijanjikan jaringan tersebut,” kata Ronni, di konferensi pers di Jakarta, Rabu (10/07/2019).

Selain itu, cocoknya jaringan 5G untuk komersil dipengaruhi oleh mulai beragamnya smartphone 5G yang dirilis sekarang, seperti Samsung Galaxy S10 5G, LG V50 ThinQ, OnePlus 7 Pro, Oppo Reno 5G dan Moto Z4 Motorola.

“Komersil akan lebih siap ketimbang industri terkait 5G. Apalagi banyak smartphone yang sudah ready 5G ke depannya,” ujar Ronni.

Walaupun begitu prediksi ini tidak bersifat mutlak. Pasalnya, bisa saja jaringan itu akan berkembang, baik untuk komersil ataupun industri yang adaposi teknologinya juga meningkat sepanjang tahun. “Bisa saja dua-duanya. Baik mobile subscription ataupun industri,” tutup Ronni.

{Baca juga: Embargo Huawei Bisa Hambat Pengembangan Jaringan 5G}

Sebelumnya, Menkominfo Rudiantara menilai jika jaringan 5G lebih cocok untuk industri ketimbang pengguna smartphone atau perangkat mobile lainnya.

Rudiantara mengakui jika 5G memiliki kecepatan yang lebih cepat ketimbang 5G. Namun dampak dari meningkatnya kecepatan jaringan 5G adalah tingginya harga data internet yang harus ditanggung pengguna.

“Memang kecepatannya 10 kali lipat dengan latensi rendah, tapi apakah kita mau membayar paket internet 3 kali dari harga sekarang,” kata Rudiantara di acara Indonesia Technology Forum di Balai Kartini, Kamis (02/05/2019). (NM/FHP)

Viral! PRT Temukan Sampah Plastik di Perut Ikan yang Mau Dimasak

Telko.id, Jakarta – Jika Anda masih ingin makan ikan laut di masa depan, berhentilah kebiasaan membuang sampah plastik sembarangan. Belum lama ini seorang netizen mengunggah video yang memperlihatkan sampah plastik di dalam perut ikan yang akan dimasaknya.

Pada Mei 2019 atau sekitar dua bulan lalu, seorang wanita asal Jawa Barat, bernama Anna Nurjanah, menemukan sejumlah sampah plastik dari dalam perut ikan yang akan dia masak.

Ikan Lemadang atau juga dikenal dengan nama ikan Mahi-mahi ini ia beli di pasar tradisional di dekat rumahnya.

{Baca juga: Indonesia Masuk 10 Negara Penyumbang Sampah Elektronik

Anna menceritakan, saat itu pembantu rumahnya sedang membersihkan isi perut ikan sebelum dimasak. Pembantunya yang melihat ada keanehan dalam organ dalam ikan, kemudian memanggilnya.

Pembantunya kemudian membuka isi perut ikan itu, dan menemukan sejumlah sampah plastik di dalamnya. Anna mengabadikan temuannya itu dan mempostingnya di akun Instagram-nya

Yang mengejutkan, di dalam perut ikan itu mereka menemukan delapan item sampah plastik. Beberapa diantaranya adalah sendok plastik, plastik pembungkus permen, bekas plastik kemasan pewangi pakaian, tali plastik panjang, dan berbagai potongan plastik kecil lainnya.

Anna, seorang ibu rumah tangga dan juga seorang aktivis lingkungan, memposting video itu ke akun Instagram Volunteersindo pada Juni lalu, dan menjadi viral.

Mahi-mahi adalah ikan yang biasa ditemukan di perairan sekitar khatulistiwa. Mereka adalah pemangsa yang hidup di permukaan dan memakan alga yang mengambang di permukaan air, serta ikan kecil lainnya.

{Baca juga: Netizen Temukan Penampakan Aneh di Foto Ini, Coba Tebak!

Ikan Mahi-mahi sangat rentan untuk menelan sampah plastik karena mengira itu adalah makanan. Ikan ini harus berjuang untuk memecahkan plastik di perut mereka. Kalau tidak, perut mereka akan menjadi penuh, dan bisa mengakibatkan mati kelaparan. Penyumbatan juga dapat menyebabkan infeksi fatal.

Sebuah studi tahun 2017 oleh The Ocean Cleanup Foundation memperkirakan bahwa antara 1,15 juta dan 2,41 juta ton sampah plastik masuk ke lautan setiap tahun, 67 persen di antaranya berasal dari sungai di Asia.

{Baca juga: Foto Kemasan Makanan di Thailand Viral di Facebook}

Plastik sangat berbahaya karena membutuhkan waktu ratusan tahun untuk terdegradasi, dan hancur menjadi potongan-potongan yang lebih kecil. Potongan-potongan ini menumpuk dari waktu ke waktu, dan dikonsumsi oleh berbagai macam satwa. [BA/HBS]

Sumber: NST

Pekan Depan, Samsung Galaxy A80 Rilis di Indonesia?

0

Telko.id, Jakarta – Setelah pertama kali diperkenalkan di Thailand beberapa waktu lalu, Samsung Galaxy A80 dipastikan akan hadir di Indonesia tak lama lagi. Kapan peluncurannya?

Smartphone andalan Samsung di kelas menengah ini telah mendapatkan izin dari Ditjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI), serta sertifikat Tingkat Komponen Dalam negeri (TKDN) Kementerian Perindustrian.

Smartphone dengan kode SM-A805F ini mendapatkan sertifikat TKDN dengan nomor 29/SJ-IND.8/TKDN/5/2019 pada 17 Mei 2019 lalu dengan nilai TKDN mencapai 36,90%.

Kemunculannya di situs TKDN dan Ditjen SDPPI menandakan bahwa Samsung Galaxy A80 akan segera meluncur secara resmi di Indonesia.

{Baca juga: Samsung Galaxy A80, Pertama dengan Tiga Kamera Depan dan 48MP}

Menurut informasi yang Tim Telko.id dapatkan, Galaxy A80 kemungkinan akan diperkenalkan di Indonesia pada minggu depan, namun tidak dijelaskan secara detail tanggal peluncurannya. Tapi ini baru sebatas informasi, karena belum ada undangan resmi yang dikirimkan ke meja redaksi Telset.

Sebenarnya informasi ini tidak jauh berbeda dengan kabar sebelumnya yang sempat beredar di awak media, bahwa kemungkinan smartphone dengan kamera slider ini akan hadir pada pertengahan Juli 2019.

Samsung Galaxy A80 sendiri merupakan smartphone pertama dan terunik buatan Samsung. Smartphone ini mengusung konsep kamera slider dan kamera berputar yang membuat kamera utamanya bisa digunakan sebagai kamera depan ataupun kamera belakang.

{Baca juga: Spesifikasi dan Harga Hp Samsung Terbaru}

Konfigurasi kameranya sendiri adalah 48MP lensa utama dengan aperture f/2.0, kemudian lensa ultra-wide 123° dengan sensor 8MP aperture f/2.2, dan lensa ToF (Time of Flight) 3D Depth.

Untuk spesifikasinya, Galaxy A80 mengusung layar Super AMOLED berukuran 6,7 inci beresolusi Full HD+. Smartphone ditopang oleh prosesor octa-core 2.2 GHz Snapdragon 730G, RAM 8GB, ROM 128GB, baterai berkapasitas 3,700 mAh yang didukung teknologi fast charging 25W, dan sistem operasi One UI berbasis Android 9 Pie.

Sayangnya, belum ada informasi yang jelas tentang harga Galaxy A80 di Indonesia. Jika mengacu pada harga di beberapa negara lain, seperti di India, kemungkinan harga dari smartphone ini berkisar antara 9-10 juta rupiah. Kita tunggu saja kepastiannya pekan depan. [FHP/HBS]

 

Publisher Cabut dari Stadia? Google Jamin Game Selalu Tersedia

Telko.id, JakartaGoogle terus mengungkapkan informasi lebih lengkap soal platform cloud gaming, Google Stadia. Raksasa pencarian ini menambahkan sedikit informasi soal game Stadia di halaman FAQ di situs resmi mereka.

Google mengatakan bahwa game di Stadia akan tetap tersedia dan dapat dimainkan walaupun publisher game telah menarik dukungan untuk platform. Sesuatu seperti ini jarang terjadi, dan pastinya membuat konsumen Stadia senang mengetahuinya.

“Setelah membeli game, Anda berhak untuk memainkannya. Suatu saat, ada kemungkinan beberapa game mungkin tidak lagi tersedia untuk pembelian baru. Namun, game itu akan tetap ada di Stadia,” tegas Google.

{Baca juga: Destiny 2 Hanya Bisa Dimainkan oleh Sesama Pengguna Stadia}

Dikutip Telko.id dari Ubergizmo, hal ini dilakukan Google untuk melindungi para konsumen yang telah membeli game. Google berjanji bahwa pemain tetap berhak memiliki game yang dibelinya meski publisher menarik dukungannya.

Kebijakan tersebut akan memastikan pengguna Stadia tidak kehilangan akses ke game yang telah mereka beli melalui Stadia Pro. Kebijakan ini juga bakal memastikan para gamers agar tidak kapok membeli game apapun.

Baru-baru ini, Bungie juga mengkonfirmasi bahwa Destiny 2 akan tersedia dari Google Stadia. Pengguna memungkinkan untuk streaming game berkualitas konsol di smartphone, bahkan Chromebook.

Yang diperlukan hanyalah koneksi internet yang layak dan berlangganan Stadia. Bungie sekarang telah mengungkapkan bahwa pemain Destiny 2 di Stadia awalnya akan dapat bermain melawan pemain Destiny 2 lainnya di Stadia.

{Baca juga: Catat! Ini Game yang Bisa Dimainkan di Google Stadia}

Bungie menyebutkannya di halaman FAQ situs bahwa cross-play tidak akan mungkin dilakukan dengan platform lain. Ini menunjukkan bahwa Stadia adalah ekosistemnya sendiri seperti platform yang ada sekarang.

Dengan demikian, menurut laporan Ubergizmo, pemain Stadia hanya akan dapat bermain Destiny 2 dengan orang lain yang juga memainkan permainan menggunakan Stadia. (BA/FHP)

Sumber: Ubergizmo

Ada “Senjata OP” Baru di Fortnite, Apa Itu?

Telko.id, Jakarta Epic Games telah menambahkan senjata OP alias overpowered di Fortnite. Senjata ini bernama Air Strikes, berupa tabung asap yang ketika dilemparkan mampu memberikan serangan “badai api” dari atas ke target.

Air Strikes bisa didapatkan dari hasil lootchestssupply drop, mesin penjual otomatis, dan llama. Ketika pemain melemparkan tabung gas tersebut, otomatis 20 rudal akan muncul dari atas dengan radius ledakan tiap rudal mencapai 3,5 meter.

Dilansir Telko.id dari Engadget, Rabu (10/07/2019), setiap rudal bisa memberikan damage tinggi bagi karakter pemain dan juga bangunannya.

{Baca juga: Pria Ini Izinkan Anaknya DO Biar Fokus Main Fortnite}

Meski senjata ini dinilai sangat berguna, tetapi kabarnya beberapa orang menilai bahwa senjata udara Fortnite tersebut meniru Apex Legends. Karakter Bangalore melemparkan granat yang membawa serangan udara ke sekitarnya.

Selain Air Strikes, Epic Games juga telah merilis beberapa item lainnya sebelumnya. Bulan lalu misalnya, perusahaan ini memperkenalkan Chug Splash.

Item ini dapat dilemparkan pemain ke rekan satu tim mereka untuk mendapatkan tambahan kesehatan. Ada juga Storm Flip, sebuah tabung yang bisa dilemparkan untuk menciptakan area aman bagi pemain.

Diberitakan sebelumnya, Epic Games memutuskan untuk memusnahkan Tilted Towers, satu drop location yang cukup populer di Fortnite. Dengan kebijakan itu, pemain dituntut untuk mengubah cara bermain Fortnite.

{Baca juga: Tahukah Kamu, Fortnite Sempat akan Dibatalkan}

Selama ini, Epic Game tak pernah mengutak-atik Tilted Towers. Padahal, Epic Games terkenal sering mengoprek drop location di Fortnite. Faktanya, Epic Games memutuskan menghancurkan Tilted Towers.

Weeks-long in-game event memperlihatkan kubah terbuka di Loot Lake dengan gunung berapi meletus dan melemparkan batu menyala di seluruh peta. Satu batu mengubah Tilted Towers menjadi tumpukan abu. (BA/FHP)

Sumber: Engadget

Artikel Ada “Senjata OP” Baru di Fortnite, Apa Itu? dan berita teknologi terkini lainnya bisa Anda dapatkan di Telset.

Hore! Nintendo Hadirkan DLC Mode Offline untuk Tetris 99

Telko.id, Jakarta – Anda penggemar game Tetris 99? Ada kabar baik dari Nintendo untuk Anda. Pasalnya, game Tetris 99 akan memiliki DLC (Downloadable Content) mode offline.

Asal diketahui, pada Februari lalu Nintendo merilis Tetris 99 secara eksklusif online di konsol Switch. Tapi kini, perusahaan tersebut menawarkan konten yang dapat diunduh pengguna agar dapat dimainkan secara offline.

Dilansir Telko.id dari Engadget, Rabu (10/07/2019), konten yang dapat diunduh tercantum di situs resmi Nintendo. Mode baru tersebut nantinya dapat digunakan secara multiplayer, sehingga pengguna bisa menikmatinya bersama teman dan keluarga.

{Baca juga: Garap Bisnis Cloud Gaming, Nintendo Tetap Jualan Konsol}

Mode ini tidak tersedia secara cuma-cuma, karena Nintendo melepasnya dengan harga 1.000 yen atau Rp 129 ribuan. Perusahaan mengatakan, mode offline akan tersedia pada 31 Desember 2019.

Sebelumnya diberitakan, hanya beberapa minggu setelah ulang tahun ke-35, Tetris dipastikan bakal hadir untuk smartphone. Kepastian ini didapat setelah N3TWORK dan The Tetris Company Inc. resmi menjalin kerja sama.

{Baca juga: Ada Fitur Rewind di Nintendo Switch Online}

Meski demikian, game itu tidak akan tersedia di China. Game bernama Tetris Royale itu akan menyertakan mode pertempuran ciri khas 100 pemain.

Pemain akan bersaing untuk mendapatkan tempat teratas di papan peringkat setiap musim, mirip seperti Tetris 99. (BA/FHP)

Sumber: Engadget

Musim Haji 2019, Telkomsel Siapkan Posko Siaga Haji

0

Telko.id, Jakarta – Telkomsel melakukan berbagai persiapan untuk menyambut momen musim Haji 2019. Di tahun ini, Telkomsel menyiapkan berbagai Posko Siaga Haji serta Paket Promo Haji agar para jemaah Haji bisa tetap nyaman dalam berkomunikasi.

Setiap tahunnya Telkomsel selalu menghadirkan Posko Siaga di beberapa titik di Asrama Haji Indonesia setiap musim haji. Posko tersebut mulai beroperasi sejak Juli hingga Agustus 2019 untuk melayani kebutuhan calon jemaah Haji terkait layanan seluler.

“Setiap tahunnya Telkomsel konsisten melayani kebutuhan komunikasi jemaah haji Indonesia. Kami selalu menghadirkan layanan Posko Siaga Haji di berbagai titik Asrama Haji,” kata Vice President Corporate Communications Telkomsel, Denny Abidin.

{Baca juga: Telkomsel Terus Kembangkan Jaringan 5G di Indonesia}

Berdasarkan rilis resmi yang diterima Telko.id pada Rabu (10/07/2019), anak usaha Telkom Group ini juga menghadirkan Paket Promo Haji berupa Paket Combo Roaming untuk internet, telepon dan SMS sesuai kebutuhan yang dapat digunakan tanpa perlu mengganti nomor pelanggan ataupun setting device atau handphone.

Selain itu pelanggan juga dapat berkomunikasi dengan menghemat biaya lebih dari 50% dengan mengaktifkan Paket Promo Haji 3in1. Paket ini tersedia seperti paket 20 hari yang terdiri dari 50 menit telepon ke nomor Indonesia, lokal dan menerima telpon.

Paket ini juga memberikan layanan 50 kali SMS dan 7GB layanan data selama di Arab Saudi. Adapun paket ini seharga Rp 550 ribu.

Paket Promo Haji dapat diaktifkan dengan sangat mudah dengan menghubungi *266*15# atau melalui aplikasi MyTelkomsel yang dapat diakses di Indonesia dan luar negeri. Informasi lebih lengkap mengenai paket promo Haji 2019 bisa lihat di https://www.telkomsel.com/promo-haji.

Sedangkan untuk keluarga atau kerabat di Indonesia atau negara lain yang ingin membantu melakukan aktivasi dan pembelian paket untuk jemaah Haji di Tanah Suci dapat memanfaatkan fitur layanan Roaming Gift yang dapat diakses juga melalui  menu akses *266#.

{Baca juga: Lewat TMI, Telkomsel akan Investasi untuk Startup}

“Dengan paket ini mereka bisa fokus beribadah tanpa mengkhawatirkan terputusnya komunikasi dengan keluarga di tanah air,” tutur Denny. [NM/HBS]

Lima Tahun Lagi, Jumlah Pengguna 5G Tembus 1,9 Miliar

Telko.id, Jakarta – Penetrasi jaringan 5G diprediksi semakin berkembang dalam 5 tahun ke depan. Menurut analisa Ericsson, pada tahun 2024 mendatang akan ada sekitar 1,9 miliar pengguna yang memakai jaringan seluler generasi kelima tersebut.

Menurut Head of Network Solutions Ericsson Indonesia dan Timor Leste, Ronni Nurmal pada kuartal 1 tahun 2019 saat ini ada 7,9 Miliar Mobile Subscription atau pengguna ponsel di seluruh dunia. Dari angka tersebut sekitar 47% adalah pengguna jaringan 4G.

“Angka 7,9 Miliar ini lebih banyak dari total populasi dan 47% dari mereka menggunakan jaringan 4G,” kata Ronni di Jakarta, Rabu (10/07/2019).

{Baca juga: Ericsson Pamer Perangkat 5G di Indonesia}

Tetapi dalam 5 tahun ke depan pengguna ponsel akan menjadi 8,8 miliar dan diantara adalah pengguna jaringan 5G. Nantinya jaringan 5G akan dipakai oleh  1,9 Miliar pengguna dan menjangkau 45% dari populasi manusia.

Sedangkan berdasarkan kategori kawasan, Amerika Utara memiliki presentase yang paling besar  dibanding kawasan lainnya di dunia untuk penyerapan 5G. “Penetrasi yang paling tinggi berada di kawasan Amerika Utara dengan presentase hingga 63%,” tambah Ronni.

Selain Amerika Utara, peningkatan jumlah pengguna jaringan 5G juga tinggi di 2 kawasan lain seperti Eropa Barat dengan 40%, dan Asia Timur Laut dengan 47%. Sedangkan Kawasan Asia Tenggara dan Oseania yang didalamnya adalah Indonesia pengguna 5G hanya 12%.

“Kalau di Asia Tenggara dan Oseania presentasenya sekitar 12%” ujar Ronni menjelaskan.

Pengguna jaringan 5G juga mempengaruhi konsumsi data internet masyarakat global. Penggunaan data akan meningkat hingga 131 Exabyte (XB). Hal ini seiring dengan kecepatan internet 5G dan prilaku  yang lebih banyak menyaksikan konten dalam bentuk video.

{Baca juga: Ericsson Perkenalkan Perangkat Lunak Jaringan 5G}

“Traffic data akan meningkat karena masyarakat lebih sering melihat video. Apalagi kualitas video semakin bertambah mulai dari video 4K, video 8K hingga VR 360 degrees,”

Saat ini Ericsson sendiri telah menandatangani 23 kontrak terkait pengembangan jaringan 5G dan 12 diantaranya sudah mulai tahap pengembangan. [NM/HBS]