spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1076

Ini Dia Bocoran RPM Terkait Validasi IMEI Smartphone

0

Telko.id – Kementerian komunikasi dan Informatika baru saja mengeluarkan Konsultasi Publik Rancangan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika (RPM) Tentang Pembatasan Akses Layanan Telekomunikasi Bergerak Seluler Pada Alat Dan/Atau Perangkat Telekomunikasi. Atau Bahasa awam yang beredar di masyarakat adalah Validasi IMEI.

Target dari RPM ini adalah untuk melindungi masyarakat dari penggunaan alat dan/atau perangkat telekomunikasi yang tidak memenuhi persyaratan teknis, mencegah dan mengurangi peredaran alat dan/atau perangkat telekomunikasi ilegal yang masuk, beredar, dan digunakan di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat yang memerlukan penanganan kehilangan alat dan/atau perangkat telekomunikasi, sehingga dipandang perlu diatur suatu regulasi terkait dengan pembatasan akses layanan telekomunikasi bergerak seluler pada alat dan/atau perangkat telekomunikasi.

Yang diatur dalam RPM tersebut, pertama adalah Sistem Informasi Basis Data IMEI Nasional adalah sistem dan layanan yang mengolah data IMEI dari Sistem Informasi IMEI Nasional (SIINAS) dan data dump dari Penyelenggara yang dikelola oleh Kementerian Perindustrian.

Kedua, International Mobile Equipment Identity (IMEI) adalah identitas internasional yang dikeluarkan oleh Global System for Mobile Association (GSMA) yang terdiri dari 15 (lima belas) digit nomor desimal unik yang diperlukan untuk mengidentifikasi alat dan/atau perangkat telekomunikasi yang tersambung ke jaringan telekomunikasi bergerak seluler.

Ketiga, Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam rangka mendukung program Kementerian Perindustrian dalam pengendalian perangkat telekomunikasi ilegal, mewajibkan Penyelenggara Jaringan Bergerak Seluler untuk mengidentifikasi IMEI alat dan/atau perangkat telekomunikasi yang tersambung dalam jaringannya dan menyampaikan data tersebut kepada Sistem Informasi Basis Data IMEI Nasional.

Keempat, hasil analisis Sistem Informasi Basis Data IMEI Nasional yang berupa Daftar Notifikasi, Daftar Pengecualian, dan Daftar Hitam akan diunduh oleh Penyelenggara Jaringan Bergerak Seluler untuk ditindaklanjuti melalui :

  1. Notifikasi kepada pengguna alat dan/atau perangkat telekomunikasi yang IMEInya terdaftar dalam Daftar Notifikasi;
  2. Pairing IMEI-IMSI bagi alat dan/atau perangkat telekomunikasi yang IMEInya terdaftar dalam Daftar Pengecualian; dan
  3. Pembatasan akses layanan telekomunikasi bergerak seluler bagi alat dan/atau perangkat telekomunikasi yang IMEInya terdaftar dalam Daftar Hitam.

Kelima, Pembatasan akses jaringan telekomunikasi bergerak seluler dikecualikan untuk alat dan/atau perangkat telekomunikasi :

  1. Yang digunakan oleh Pengguna Jelajah Internasional (International Roamer); bawaan pribadi penumpang dan/atau awak sarana pengangkut dengan jumlah paling banyak 2 (dua) unit dari jenis yang berbeda per orang;
  2. Perwakilan negara asing beserta para pejabatnya yang bertugas di Indonesia berdasarkan asas timbal balik;
  3. untuk keperluan badan internasional beserta pejabatnya yang bertugas di Indonesia; dan/atau
  4. yang digunakan dalam penanganan bencana alam sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Keenam, selain itu, untuk memberikan kepastian hukum bagi pengguna alat dan/atau perangkat telekomunikasi eksisting, ketentuan pembatasan akses jaringan telekomunikasi bergerak seluler juga dikecualikan untuk alat dan/atau perangkat telekomunikasi yang telah terdaftar di jaringan telekomunikasi bergerak seluler milik Penyelenggara sampai dengan mulai berlakunya Peraturan Menteri ini.

Ketujuh, Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika tentang Pembatasan Akses Layanan Telekomunikasi Bergerak Seluler pada Alat dan/atau Perangkat Telekomunikasi direncanakan mulai berlaku 1 (satu) tahun sejak tanggal diundangkan.

RPM ini telah dibahas secara intensif di internal Kementerian Komunikasi dan Informatika maupun secara eksternal dengan Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan. Namun mengingat dalam rangka penyempurnaan RPM yang dimaksud, perlu adanya masukan dari masyarakat dan pemangku kepentingan sehingga dipandang perlu dilakukan konsultasi publik.

Sebagai bagian dari proses transparansi, Kementerian Kominfo melakukan konsultasi publik terhadap Rancangan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Tentang Pembatasan Akses Layanan Telekomunikasi Bergerak Seluler Pada Alat Dan/Atau Perangkat Telekomunikasi dari tanggal 2 sampai dengan 6 Agustus 2019.

Naskah RPM bisa diakses di sini

(Icha)

 

 

Keren, Mendaur ulang Ponsel Buat Melindungi Hutan Sumatera

Telko.id -Huawei Indonesia baru saja mengumumkan kolaborasi dengan Rainforest Connection (RFCx), sebuah startup yang mengubah ponsel daur ulang menjadi perangkat pendengaran bertenaga surya untuk memantau dan melindungi daerah terpencil di hutan hujan.

Kolaborasi dilakukan untuk melindungi hutan hujan di Pulau Sumatera dengan mengembangkan platform inovatif sebagai alat pengumpulan data, layanan penyimpanan, dan analisis data yang akurat tentang kondisi hutan.

Melalui kolaborasi ini, Huawei menghadirkan teknologi pendukung, termasuk menggunakan smartphone yang dimasukkan ke dalam sistem untuk menangkap suara kegiatan hutan hujan serta menggunakan teknologi Huawei AI (Artificial Intelligence / Kecerdasan Buatan) agar dapat lebih memahami suara binatang di dalam hutan hujan. Teknologi-teknologi tersebut nantinya dapat memberikan bantuan yang dibutuhkan oleh beberapa spesies yang terancam punah.

Kolaborasi Huawei dengan RFCx berawal dari temuan besar Topher White tentang bagaimana ia dan timnya mendaur ulang ponsel lama untuk membantu melindungi hutan hujan dari penebangan liar, yang kemudian penemuan itu diperkenalkan melalui acara TedTalk pada 2014. Tidak lama setelah itu, Huawei menghubungi Topher untuk membicarakan kolaborasi lebih lanjut.

Tak disangka, selama ini RFCx juga telah menggunakan sebagian besar ponsel daur ulang Huawei karena daya tahannya yang dapat bertahan hingga 2 tahun. Tentunya hal ini sangat mengesankan dalam melindungi hutan hujan. Hingga saat ini, teknologi ini telah digunakan di 10 negara di 5 benua, termasuk Sumatera yang hutan hujannya telah dilindungi lebih dari 2000 km2.

Lo Khing Seng, Deputy Country Director, Huawei Device Indonesia menjelaskan, “Bersama dengan RFCx, kami ingin memberdayakan masyarakat lokal untuk melindungi hutan hujan menggunakan perangkat Huawei dan teknologi AI. Hal ini adalah bagian dari kontribusi kami untuk menciptakan kelestarian lingkungan melalui teknologi yang kami sajikan. Kolaborasi ini tentu sejalan dengan inisiatif TECH4ALL kami yaitu mendorong inklusi digital dan orang-orang akan tetap terhubung satu sama lain.”

Dalam kolaborasi untuk melindungi hutan hujan di kawasan Muara Labuh, Sumatera Barat, RFCx menciptakan sistem pemantauan audio bertenaga surya yang disebut Guardian. Sistem Guardian menggunakan ponsel Huawei lama sebagai inti dari sistem mereka.

The Guardian, dilengkapi dengan telepon bekas Huawei, kemudian menangkap suara hutan hujan, termasuk suara gergaji mesin untuk pemburuan liar, api, atau kegiatan berbahaya lainnya. Didukung oleh Huawei Cloud dan menara telekomunikasi, suara akan diterima secara real-time oleh polisi hutan yang bertanggung jawab di lapangan terdekat agar melaporkan kejadian tersebut ke penegak hukum setempat.

Huawei dan RFCx juga mengembangkan model algoritma cerdas yang lebih akurat yang dibuat dari layanan kecerdasan buatan canggih Huawei (HUAWEI CLOUD AI) dan alat yang disebut dengan ModelArts.

Pengembangan ini bertujuan untuk mengidentifikasi kebisingan gergaji mesin dan suara truk yang lebih akurat. Selain itu, Huawei membantu RFCx membangun model kecerdasan buatan yang dapat mendeteksi dan menganalisis suara spesies yang terancam punah, salah satunya orangutan.

Model tersebut akan membantu polisi hutan melindungi spesies yang terancam punah melalui penyediaan informasi tentang habitat mereka, tanda-tanda ancaman, hingga kebiasaan hidup mereka.

Selama proyek berlangsung, tim RFCx mengunjungi beberapa desa atau disebut juga nagari, antara lain Nagari Sirukam, Nagari Pakan Rabaa Timur, Nagari Pakan Rabaa, dan Nagari Pasir Talang Timur.

Dalam kunjungan tersebut, mereka bertemu dengan masyarakat setempat untuk memperkenalkan dan melatih mereka tentang bagaimana menggunakan sistem Guardian di hutan hujan yang ada di sekitar mereka. Respon dari masyarakat nagari sangatlah positif, meskipun ada sedikit kesulitan dalam mengenalkan teknologi baru karena tidak semuanya akrab teknologi digital.

Berkat sistem dan aplikasi Guardian, salah satu desa berhasil mendapatkan satu peringatan pembalakan liar yang terjadi di hutan hujan sehingga mereka dapat langsung melaporkannya ke penegak hukum setempat.

“Konservasi hutan hujan sangatlah menantang karena ada banyak hal yang bisa terjadi, termasuk perburuan liar, pembalakan liar, pembakaran, dan banyak lagi. Dengan teknologi yang didukung oleh perangkat Huawei dan AI Cloud, kami berharap tidak hanya masyarakat sekitar saja yang dapat kami berdayakan namun juga orang-orang di kota-kota lain seperti Jakarta, untuk dapat mendengar suara hutan hujan serta mendeteksi dan memberikan tanggapan segera jika sesuatu yang berbahaya terjadi,” kata Topher White, Chief Executive Officer dan Pendiri Rainforest Connection (RFCx). (Icha)

 

 

Realme Segera Luncurkan Smartphone Kamera 64MP, Catat Tanggalnya!

0

Telko.id, Jakarta – Beberapa waktu lalu, Realme sempat pamer teaser yang menunjukkan hasil foto yang ditangkap dari smartphone dengan kamera 64MP. Rupanya, teaser yang dibagikan bos Realme, Madhav Sheth itu segera menjadi kenyataan.

Pasalnya, Realme akan menggelar acara bertajuk “Camera Innovation Event” pada 8 Agustus mendatang di New Delhi, India.

Di acara tersebut, sub-brand Oppo ini bakal memperkenalkan smartphone dengan teknologi 64MP Quad Camera pertama di dunia.

{Baca juga: Bos Zeiss: Kamera 64MP di Smartphone Terlalu “Lebay”}

Selain itu, mereka juga bakal melakukan loncatan besar dengan membawa teknologi empat kamera atau Quad Camera di smartphone terbarunya.

“Bersiaplah untuk menyaksikan beberapa teknologi kamera smartphone pertama di dunia di acara inovasi kamera Realme,” ucap perusahaan itu, lewat kicauannya di Twitter.

{Baca juga: Spesifikasi dan Harga Hp Realme Terbaru}

Sebelumnya dilaporkan, kalau Realme akan menggunakan sensor dari Samsung 64MP GW1 dengan ukuran 1/1.72. Sensor ini punya kemampuan untuk menangkap foto jernih di kondisi low-light.

Sensor kamera 64MP ini mengadopsi teknologi Tetracell, yang artinya hasil kamera akan dimampatkan atau dipadatkan menjadi 16MP. Nantinya, setiap foto yang ditangkap bisa disertakan watermark khas, yaitu “64MP AI Quad Camera”. (FHP)

Sumber: GSMArena

Akali Kamera Polisi, Demonstran di Hong Kong Pakai Laser

0

Telko.id, Jakarta – Beberapa waktu lalu, terjadi demonstrasi secara besar-besaran di Hong Kong. Mereka memprotes kehadiran RUU ekstradisi nan kontroversial yang digagas oleh China.

Dalam aksi protes itu, massa terlibat konflik dengan polisi. Ternyata, ada laporan bahwa para demonstran menggunakan laser untuk mencoba mengecoh kamera pengenal wajah.

Massa mengambil laser dan lampu terang untuk menyinari kamera pengenal wajah yang terpasang. Menurut laporan Ubergizmo, para demonstran melakukannya juga untuk mengganggu polisi.

{Baca juga: Aksesoris Aneh Ini Bisa Kecoh Sistem Pengenal Wajah}

Seperti dikutip Telko.id, Senin (04/08/2019), banyak demonstran memakai topeng untuk menutupi wajah. Beberapa orang bahkan melangkah lebih jauh untuk menutupi merek sepatu yang dipakai.

Informasi menyebut, mereka melakukannya untuk mencegah identifikasi dari pihak berwajib. Mereka yakin taktik tersebut sangat jitu untuk membantu menjaga identitas diri tetap anonim.

Taktik serupa ternyata digunakan pula oleh polisi. Beberapa petugas juga mengarahkan sinar terang kepada para kru televisi dan fotografer untuk mencegah supaya tidak terekam oleh kamera.

Banyak orang memang merasa tidak nyaman dengan penggunaan teknologi pengenal wajah. Privasi mereka di tempat umum merasa dilanggar lantaran terpantau oleh kamera keamanan.

{Baca juga: Kumpulan Cheat GTA San Andreas PC dan PS2 Lengkap}

Sampai-sampai, seorang perancang bernama Ewa Nowak menemukan solusi untuk masalah itu. Ia mewujudkannya dalam bentuk perhiasan spesial yang tampak aneh ketika dipakai oleh siapapun.

Perhiasan tersebut mampu mengalahkan sistem pengenal wajah. Perhiasan itu terdiri atas dua lingkaran kuningan yang menempel di tulang pipi. Ada pula kuningan panjang dari bawah ke dahi. (SN/FHP)

Sumber: Ubergizmo

Yeayy! Microsoft Hadirkan Internet Recovery untuk Windows 10

0

Telko.id, Jakarta – Microsoft dilaporkan akan membawa fitur Internet Recovery untuk Windows 10. Fitur ini hampir mirip dengan Google Cloud yang terdapat di sistem operasi Android. Pasalnya, pengguna bisa mengembalikan datanya via cloud ketika install ulang Windows 10.

Asal tahu saja, apabila aplikasi terhapus secara tidak sengaja, kita bisa dengan mudah meng-install aplikasi dari situs milik developer. Namun, masalah akan muncul ketika install ulang Windows 10.

Data yang telah tersimpan sebelumnya di partisi sistem tidak akan kembali lagi, kecuali pengguna melakukan backup terlebih dahulu.

Fitur Internet Recovery ini memungkinkan pengguna untuk bisa mengunduh datanya via cloud ketika install Windows 10 baru.

Menurut Ubergizmo, dikutip Telko.id, Senin (05/08/2019), Microsoft sebenarnya menawarkan fitur recovery serupa untuk jajaran komputer Surface. Namun sekarang, Microsoft memperluasnya ke perangkat non-Surface.

Kendati demikian, sebagaimana dicatat Microsoft, fitur tersebut belum tersedia. Fitur masih dalam program Insider. Pengguna tidak dapat mencobanya meskipun ambil bagian dalam program tersebut.

Baru-baru ini, Microsoft berinvestasi USD 1 miliar atau sekitar Rp14 triliun ke OpenAI. Kedua perusahaan telah memulai kemitraan multi-tahun di bidang kecerdasan buatan dan teknologi lain.

Mereka fokus keoada infrastruktur komputasi awan Microsoft Azure yang bisa mengalahkan otak manusia. Nantinya, komputer mampu menguasai subjek secara lebih baik daripada manusia. (SN/FHP)

Sumber: Ubergizmo

“Green Goblin” asal Prancis Sukses Terbang Sejauh 22 Mil

0

Telko.id, Jakarta – Seorang penemu asal Prancis bernama Franky Zapata terbang melintasi Selat Inggris menggunakan hoverboard bertenaga jet pada Minggu (04/08) waktu setempat. Ia sebelumnya sempat melakukannya pada bulan lalu, tapi gagal.

Seperti dikutip Telko.id dari CNET, Franky Zapata berhasil melintasi selat Dover sejauh 22 mil dalam waktu lebih dari 20 menit.

Zapata, mantan juara balap jet ski, membuat perbandingan dengan musuh bebuyutan Spiderman, Green Goblin, yang juga menerbangkan hoverboard bersenjatakan senapan di tengah kemeriahan perayaan Hari Bastille.

{Baca juga: Walah, Skuter Listrik Xiaomi Rentan Diserang Hacker}

Menurut laporan, hoverboard yang ditumpangi Zapata dapat mencapai ketinggian hampir 500 kaki dan mampu melakukan perjalanan dengan kecepatan 87 mil per jam. Ia pun mengaku mulai bisa menikmati sensasinya.

“Selama lima hingga enam kilometer terakhir, saya benar-benar menikmatinya. Apakah hari ini peristiwa bersejarah atau bukan, saya bukan orang yang bisa memutuskannya,” kata Zapata kepada para awak media.

Ssebelumnya, Zapata lepas landas di dekat Calais, Prancis, menggunakan Flyboard Air bertenaga mesin turbin. Ia terbang melintasi kanal menuju Teluk St Margaret di Dover, Inggris. Namun sial, ia terjatuh ke perairan.

{Baca juga: Upss! Jadi “Duta OnePlus 7 Pro”, Iron Man Ketahuan Pakai Huawei}

Ia terjatuh ketika mencoba mendarat di atas kapal untuk mengisi bahan bakar di tengah perjalanan. Sekadar informasi, Zapata menerima hibah USD 1,4 juta atau Rp 19,8 miliar dari pemerintah Prancis untuk membiayai pengembangan hoverboard.

Upaya itu merupakan bagian dari peringatan 110 tahun penerbangan lintas-saluran pertama. Penerbang Prancis, Louis Bleriot, melakukan penerbangan pesawat pertama melintasi saluran pada 25 Juli 1909 silam. (SN/FHP)

Sumber: CNET

Oppo Kembali Patenkan Ponsel dengan Kamera Slider

0

Telko.id, Jakarta – Setelah Huawei, yang dilaporkan telah mendaftarkan tiga merek dagang baru untuk smartphone-nya, kini giliran Oppo yang diketahui telah menerima paten desain dari World Intellectual Property Organization (WIPO). Paten ini diterbitkan pada hari Jumat dan dilaporkan oleh LetsGo Digital.

Adapun paten ini sendiri sebenarnya telah muncul pada bulan Maret lalu. Kala itu, Kantor Kekayaan Intelektual Uni Eropa (EUIPO), yang mengeluarkannya.

{Baca juga: Oppo Pamer Smartphone Bergaya “Waterfall Screen”, Ini Penampakannya}

Saat itu, ada perbedaan antara paten dan desain Oppo Find X yang sudah dirilis. Baik yang terakhir maupun yang dipatenkan menggunakan mekanisme slider untuk mengekspos kamera selfie yang menghadap ke depan. Perbedaannya adalah, pada Find X, dua kamera belakang ditemukan di bagian belakang mekanisme yang meluncur bersama dengan kamera selfie ganda. Perangkat yang dipatenkan ini memiliki pengaturan dua kamera yang dipasang secara vertikal dan desain berbentuk “V” pada panel belakangnya. Ini juga memiliki dua sensor kamera pada mekanisme slider.

Masih menurut laporan Phonearena, Minggu (4/8/2019), Oppo juga telah memamerkan kamera selfie dalam layar yang mungkin ditemukan pada ponsel perusahaan tahun depan. Semua ini dirancang untuk meningkatkan rasio layar-ke-bodi dari smartphone.

{Baca juga: Spesifikasi dan Harga Hp Oppo Terbaru}

Berdasarkan render yang dibuat oleh Ishan Argawal (@ ishanagarwal24), Samsung Galaxy Note 10+ akan menampilkan tampilan yang mencakup rekor 92,5% dari bodi ponsel. Oppo Find X memiliki rasio layar-ke-bodi 87,04% dan handset lain seperti Huawei P30 Pro (88,5%) dan OnePlus 7 Pro (88,4%) juga memiliki rasio tinggi.

Hal lainnya yang juga menarik adalah bahwa masing-masing model tersebut menggunakan sesuatu yang berbeda agar tidak harus menggunakan bezel atas yang besar untuk kamera selfie. Galaxy Note 10+ menampilkan layar Infinity-O milik Samsung, yang menggunakan kamera berlubang. P30 Pro menampilkan lekukan potongan kecil di bagian atas layar dan OnePlus 7 Pro menggunakan mekanisme pop-up.

Huawei Daftarkan Tiga Merek Dagang Baru, P300, P400 dan P500

0

Telko.id, Jakarta – Huawei dilaporkan telah mengajukan beberapa merek dagang baru kepada badan pemerintah resmi yang bertanggung jawab atas hak kekayaan intelektual di Inggris (Intelectual Property Office of UK). Deretan simbol yang dimaksud, kemungkinan akan digunakan untuk smartphone, yakni ‘P300’, ‘P400’, dan ‘P500’.

Deretan simbol tersebut, secara tidak langsung menandai pergantian dari skema penamaan dua digit saat ini, yang digunakan oleh seri hing-end perusahaan, P-series.

Nomenklatur atau tata nama ponsel Huawei sendiri memang tidak bisa dibilang selalu jelas bagi orang luar, tetapi seri-P dan Mate termasuk yang agak logis. Pada 2017, P10 datang untuk menggantikan P9, dan di tahun berikutnya Huawei memilih 20, bukan 11, sebelum akhirnya sampai kepada P30 saat ini. Hal yang sama terjadi pada seri Mate.

{Baca juga: Surprise! Ini Perangkat Pertama Huawei Berbasis HongMeng OS}

Huawei belum pernah merilis smartphone seri-P dengan penamaan tiga digit sebelumnya. Karena itu, sulit untuk mengetahui model apa yang akan dibuat. Bisa jadi, ini adalah apa yang seharusnya menjadi P40, tetapi diganti menjadi P400. P300 bisa saja menjadi P40 Lite, sedangkan P500 menjadi nama P40 Pro.

Meski begitu, tidak tertutup kemungkinan bahwa Huawei juga ingin menambahkan model tambahan untuk seri-P-nya. Perusahaan sendiri sudah mengajukan nama Huawei P40 pada Oktober 2017 silam, lapor Letsgo Digital.

{Baca juga: Spesifikasi dan Harga Hp Huawei Terbaru}

Sekedar informasi, Huawei telah meluncurkan model P-series baru di paruh pertama tahun ini, diikuti oleh smartphone Mate pada paruh kedua. Seri Huawei Mate 30 diharapkan akan hadir pada bulan Oktober, juga dalam seri ini akan dirilis baik model Lite maupun Pro.

Nah, pertanyaannya sekarang, apakah Huawei P300, P400 dan P500 juga akan diperkenalkan tahun ini? Kita lihat saja.

Oh No! Data Pribadi 2000 Jurnalis Bocor Gara-gara E3 Expo

0

Telko.id, Jakarta – Sebuah dokumen yang berisi informasi kontak dan alamat pribadi lebih dari 2.000 jurnalis game, editor, dan pembuat konten lainnya baru-baru ini diketahui telah diterbitkan dan dapat diakses secara publik di situs web E3 Expo.

Dilaporkan Kotaku, Minggu (4/8/2019), meski Entertainment Software Association, selaku organisasi yang menjalankan E3, telah menghapus tautan ke file tersebut, serta file itu sendiri, namun informasi tersebut kadung menyebar secara online di berbagai forum gaming.

{Baca juga: Amazon Game Studios Pecat Puluhan Karyawan, Kenapa?}

Sementara banyak dari mereka memberikan alamat kantor dan nomor telepon ketika mendaftar untuk E3, tak sedikit pula, terutama pembuat konten lepas, yang tampaknya telah menggunakan alamat rumah dan ponsel pribadinya. Dan itu semua telah bocor ke publik.

Kebocoran ini memungkinkan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk menyalahgunakan informasi dan melecehkan jurnalis. Dua orang yang mengaku ada di dalam daftar mengungkapkan bahwa mereka telah menerima panggilan telepon tak dikenal sejak kebocoran terjadi.

{Baca juga: Sony Tolak Gagasan Microsoft Soal “Cross-Platform“}

Keberadaan dokumen ini sendiri pertama kali dipublikasikan dalam video YouTube yang diposting jurnalis Sophia Narwitz ke saluran pribadinya pada Jumat malam. Dalam videonya, Narwitz menjelaskan bagaimana file itu dapat diakses. “Di situs web E3 publik ada halaman web yang memiliki tautan dengan judul ‘Daftar Media Terdaftar,’ nomor telepon, dan publikasi lebih dari 2.000 anggota pers yang menghadiri E3 tahun lalu.”

Seperti dikatakan sebelumnya, situs web E3 telah diperbarui untuk menghapus tautan ini, tetapi versi situs yang di-cache memang menunjukkan bahwa tautan berjudul “Daftar Media Terdaftar” pernah muncul di halaman “Helpful Links”. Untuk beberapa waktu kemarin, bahkan setelah halaman ini dihapus, mengklik tautan dalam versi cache Google yang mudah diakses dari halaman tersebut akan mengunduh spreadsheet dari server situs web E3.

 

Seri Kejuaraan Fortnite Pertama Digelar 17 Agustus, Minat?

0

Telko.id, Jakarta – Bulan Agustus sepertinya tidak hanya akan menjadi hari yang dinantikan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia, tetapi juga masyarakat dunia pecinta Fortnite. Pasalnya, di tanggal itulah seri kejuaraan pertama dari game yang telah memasuki season ke-10 ini akan digelar.

Dilaporkan Engadget, Minggu (4/8/2019), seri kejuaraan pertama ini akan dimulai pada 17 Agustus, dengan trio berlomba untuk menaklukkan daerah masing-masing selama lima minggu kompetisi yang mencakup event utama akhir pekan serta Cash Cups (solo pada hari Rabu dan Kamis, dan trio di hari Jumat). Tim-tim top akan saling berhadapan dalam event regional pada 20 September hingga 22 September.

{Baca juga: Salut! Bocah Ini Main Fortnite Demi Pengobatan Kanker Ayahnya}

Seperti yang disebutkan dalam preview, akan ada papan peringkat untuk menunjukkan kemajuan dalam ‘memerintah’ wilayah. Setiap event akan memiliki kelompok hadiah sendiri, dengan “jutaan dolar” untuk diperebutkan di seluruh Seri Kejuaraan. Dalam jangka panjang, juga akan ada serangkaian turnamen Fortnite Spotlight yang dihelat oleh komunitas pembuat game.

Adapun tujuan dari semua kompetisi ini tetap sama, yakni sebagai upaya untuk menjaga program eSports Fortnite resmi berjalan sepanjang tahun, alih-alih hanya berfokus pada Piala Dunia. Itu bisa meningkatkan legitimasi permainan di dunia yang kompetitif. Apalagi, saingan seperti Apex Legends juga mengembangkan olahraga mereka sendiri.

{Baca juga: Epic Games Tuntaskan Final Showdown Fortnite}

Nah, bagi Anda yang selama ini mungkin menganggap bahwa bermain game tak lebih dari membuang waktu. Perlu diketahui, bahwa hal itu kini telah berubah. Bermain game, jika ditekuni dengan baik juga bisa membawa masa depan yang cerah kok.

Bocah berusia 16 tahun bernama Kyle “Bugha” Giersdorf, buktinya. Dari bermain game Fortnite, ia berhasil membawa pulang US$3 juta serta gelar dalam kejuaraan Piala Dunia Fortnite pertama.

Hal ini menunjukkan seberapa besar dunia eSports. Menurut Ubergizmo, total hadiah untuk pertandingan Piala Dunia Fortnite adalah US$30 juta. Sebuah angka yang cukup fenomenal untuk ukuran kompetisi game, bukan?