spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1070

Tak Sampai Seminggu, Ninja Gaet 1 Juta Pelanggan di Mixer

0

Telko.id, Jakarta  – Dalam satu gebrakan terbesar yang pernah ada di dunia streaming game, Tyler Blevins alias Ninja baru-baru ini berhenti dari Twitch untuk berpindah secara eksklusif ke platform Mixer Microsoft. Luar biasanya, Ninja langsung berhasil menggaet 1 juta pelanggan.

Kepindahannya ke Mixer tampak menemui hasil. Menurut laporan Game Spot, Ninja telah mengumpulkan 1 juta pelanggan aktif dalam waktu hanya kurang dari seminggu. Hasil ini membuat gempar jagat game.

{Baca juga: Edan! EA Bayar Ninja Rp 14 Miliar untuk Apex Legends}

Torehannya merupakan kesuksesan cepat yang kemungkinan besar memang dicari oleh Microsoft ketika merekrutnya ke platform. Hal itu tak mengherankan mengingat ia punya 100 ribu pelanggan cuma dalam 24 jam.

Kemungkinan Microsoft membayar sang gamer kondang itu untuk meninggalkan Twitch demi Mixer. Ninja pun menyatakan berterima kasih atas semua dukungan yang luar biasa. “Saya belum pernah merasakan hal ini,” paparnya.

Penandatanganan oleh Microsoft dilakukan tidak lama setelah perusahaan memberhentikan pembuat konten dan produsen di Mixer dan Inside Xbox. Konten Ninja untuk Mixer tidak ada berubah dibanding di Twitch.

{Baca juga: Cara Download Call of Duty Mobile di Smartphone Android}

Menariknya, Ninja juga berencana untuk kembali berhubungan dengan asal-usulnya karena berkaitan dengan streaming. Ninja pun akan dipakai oleh Microsoft untuk mempromosikan Halo Infinite. [BA/HBS]

Sumber: Gamespot

Oppo Yakin 5G Bisa Dongkrak Penjualan Smartphone

0

Telko.id, Jakarta – Jaringan 5G dinilai dapat mendongkrak penjualan smartphone di Indonesia. Prediksi itu tak lepas dari kebiasaan konsumen Indonesia yang selalu penasaran dengan teknologi baru, termasuk jaringan seluler generasi kelima tersebut.

Menurut PR Manager Oppo Indonesia, konsumen di Tanah Air mulai penasaran dengan jaringan 5G. Bahkan dirinya sering ditanya kapan Oppo Reno 5G akan rilis di Indonesia.

“Konsumen Indonesia tipikal konsumen yang suka beli sesuatu yang baru. Sampai sekarang aja kita ditanyain Reno 5G kapan, padahal teknologinya aja belum diterapkan, tapi mereka (konsumen) udah mau beli aja,” kata Aryo di Jakarta Rabu (07/08/2019).

{Baca juga: Oppo K3 Hanya Dijual Secara Online, Segini Harganya}

Walaupun saat ini belum jelas kapan jaringan 5G resmi di Indonesia, tetapi Aryo yakin jika nantinya penjualan Oppo akan meningkat karena imbas dari implementasi jaringan tersebut.

“Konsumen Indonesia itu suka sesuatu hal yang baru dan pengen punya duluan. Itu sih yang mendongkrak. Maka jika teknologi 5G diterapkan ya memang bisa mendongkrak presentase penjualan Oppo di Indonesia,” ujar Aryo.

Aryo menambahkan jika peningkatan akan terjadi secara perlahan di fase awal. Tetapi seiring dengan pemerataan jaringan maka jaringan 5G bisa mendongkrak industri ponsel pintar di tanah air.

“Mungkin di awal-awal gak banyak karena pasti mahal. Mungkin kalau sudah merata nanti akan semakin naik,” tutup Aryo.

Isu mengenai jaringan 5G di tanah air masih ramai diperbincangkan. Terakhir Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengajak operator dan akademisi, untuk membuat kelompok kerja untuk mempelajari rencana implementasi jaringan 5G di Indonesia.

Menurut Direktur Penataan Sumber Daya, Ditjen SDPPI, Kemkominfo, Denny Setiawan pihaknya akan membentuk kelompok kerja atau working group untuk jaringan 5G. Adapun kelompok kerja tersebut terdiri dari BRTI, Operator Seluler, Operator Satelit, Vendor, Akademisi dan Asosiasi.

{Baca juga: Resmi Dirilis, Oppo K3 Bidik Anak Muda Kreatif}

“Ini (Jaringan 5G)  harus diramu, dikaji. Makanya ada working group yang tidak hanya diisi teknis dan regulasi, tapi juga dari segi bisnis. Perlu kajian komprehensif yang melibatkan banyak pihak,” kata Denny di Jakarta beberapa waktu lalu. [NM/HBS]

Call of Duty: Modern Warfare Tak akan Punya Battle Royal

0

Telko.id, Jakarta  – Call of Duty: Black Ops 4 diluncurkan dengan Blackout, perebutan Treyarch ke dalam genre royale battle populer yang masif. Meskipun penuh dengan potensi, genre ini menjadi terlalu jenuh.

Hal tersebut tampaknya disadari oleh pengembang Infinity Ward. Namun dmeikian, Infinity Ward tidak tertarik dalam mode pertempuran royale untuk Call of Duty: Modern Warfare keluaran mendatang.

{Baca juga: Cara Download Call of Duty Mobile di Smartphone Android}

Joe Cecot, direktur desain multi pemain Infinity Ward, mengatakan bahwa Black Ops 4 dan Modern Warfare adalah berbeda. Menurut penjelasannya, sekarang studio sedang mengasah pengalaman multi-pemain inti.

“[Kami] penggemar besar battle royale. Kami senang untuk jumlah pemain besar dan hal-hal seperti itu. Akan tetapi, sekarang kami benar-benar fokus pada multiplayer inti,” jelas Joe Cecot, seperti dilansir Game Spot.

Jadi, sepertinya Modern Warfare tidak akan menampilkan fitur yang mirip dengan Black Ops 4 Blackout. Cecot mengatakan, studio memilih fokus pada Modern Warfare, senjata asli dan realistis, demi pengalaman berbeda.

Saat ini, jumlah pemain Modern Warfare terbesar ditemukan di Ground War, yang mendukung hingga 40 pemain. Namun, ketika reboot dimulai pada Oktober 2019, Ground War mendukung lebih dari 100 pemain dalam satu pertandingan.

{Baca juga: Cuma 10% Gamer yang Punya Nyali untuk Memainkan Resident Evil 7}

Mode Gunfight baru adalah jumlah pemain terkecil dari Modern Warfare, yang menampilkan pertempuran 2v2 yang bergantung pada keterampilan dan posisi taktis. September 2019, Infinity Ward akan menyelenggarakan beta pribadi dan publik untuk Modern Warfare. [BA/HBS]

Sumber: Gamespot

Channel Milik YouTuber “Sayap Kanan” Ini Diblokir, Kenapa?

0

Telko.id, Jakarta – YouTube menghapus akun milik YouTuber sayap kanan. Google, selaku pemilik YouTube, melakukannya setelah sang remaja memposting video yang tampaknya menyerukan kekerasan terhadap komunitas LGBT.

Video dari Soph, YouTuber sayap kanan yang dikenal karena telah memposting konten anti-Muslim, mengunggah video berjudul “Pride and Prejudice”. Video berdurasi 12 menit itu merujuk kepada sejumlah informasi salah tentang komunitas LGBT.

Dikutip Telko.id dari New York Post, Rabu (07/08/2019), Soph juga bertanya kepada pengikut untuk mengutip manifesto. Manifesto yang dimaksud merujuk kepada kebencian yang diduga ditinggalkan oleh penembak di El Paso.

{Baca juga: Bos YouTube Bantah Campakkan Konten LGBT di YouTube}

Pada akhir video, seorang pembicara yang tidak dikenal mengobrol dengan seorang lelaki gay atau homoseksual imajiner. “F-k you. Mati. Mati. F-k you dan mati,” katanya. YouTube kemudian memblokir channel tersebut.

YouTube melakukannya karena Soph mengakumulasikan tiga panduan komunitas yang disetop dalam 90 hari dan melanggar kebijakan gara-gara pidato kebencian. YouTube memang memperbarui kebijakan pada Juni 2019 lalu.

{Baca juga: Emoji Anti LGBT Viral, Warganet Gempar}

YouTube kemudian menghapus sejumlah besar saluran yang mempromosikan supremasi kulit putih atau Nazisme. Asal tahu saja, YouTube telah memperluas upaya untuk menghapus konten berbahaya dalam beberapa tahun terakhir.

Setelah saluran dihapus, Soph mengunggah gambar dirinya membawa pistol. Ia lalu menulis kalimat “kantor pusat YouTube, aku datang”. Namun, ia kemudian menghapusnya dan menyebut unggahan tersebut sebagai lelucon. (SN/FHP)

Sumber: New York Post

Kominfo Lakukan Konsultasi Publik Terkait Regulasi IMEI

0

Telko.id, Jakarta Kominfo menggelar konsultasi publik terkait regulasi IMEI. Konsultasi ini membahas soal Rancangan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika (RPM) Tentang Pembatasan Akses Layanan Telekomunikasi Bergerak Seluler Pada Alat Dan/Atau Perangkat Telekomunikasi.

Adapun aturan tersebut disusun dalam rangka melindungi masyarakat dari penggunaan perangkat telekomunikasi ilegal atau Black Market (BM), seperti ponsel BM.

Mengutip dari halaman resmi Kominfo, Rabu (07/08/2019), RPM dimaksud untuk mengatur Sistem Informasi Basis Data IMEI Nasional.

{Baca juga: Marak Ponsel BM di Indonesia, Xiaomi: Ganggu Banget!}

Sistem ini mengolah data IMEI dari Sistem Informasi IMEI Nasional (SIINAS) dan data dump dari penyelenggara yang dikelola oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin).

Selain itu, konsultasi RPM juga dilakukan untuk mendukung beberapa program Kemenperin. Seperti, pengendalilan perangkat telekomunikasi ilegal, mewajibkan Penyelenggara Jaringan Bergerak Seluler untuk mengidentifikasi IMEI alat dan/atau perangkat telekomunikasi yang tersambung dalam jaringannya, serta menyampaikan data tersebut kepada Sistem Informasi Basis Data IMEI Nasional.

Dalam konsultasi RPM pula, Kominfo akan membahas hasil analisis Sistem Informasi Basis Data IMEI Nasional yang berupa daftar notifikasi, daftar pengecualian, dan daftar hitam yang diunduh oleh Penyelenggara Jaringan Bergerak Seluler untuk ditindaklanjuti.

{Baca juga: Seberapa Ampuh Aturan IMEI Bisa Berantas Ponsel BM?}

Kominfo pun membahas mengenai pembatasan akses jaringan telekomunikasi bergerak seluler yang dikecualikan untuk alat dan/atau perangkat telekomunikasi.

Terakhir, bahasan RPM terkait kepastian hukum bagi pengguna alat dan/atau perangkat telekomunikasi eksisting, ketentuan pembatasan akses jaringan telekomunikasi bergerak seluler juga dikecualikan untuk alat dan/atau perangkat telekomunikasi yang telah terdaftar di jaringan telekomunikasi bergerak seluler milik penyelenggara sampai dengan mulai berlakunya peraturan ini.

{Baca juga: Pakai Ponsel BM atau Resmi? Yuk Cek IMEI Ponsel Kamu}

“Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika tentang Pembatasan Akses Layanan Telekomunikasi Bergerak Seluler pada Alat dan/atau Perangkat Telekomunikasi direncanakan mulai berlaku 6 (enam) bulan sejak tanggal diundangkan,” tulis Plt. Kabiro Humas Kominfo, Ferdinandus Setu.

Konsultasi publik bakal dilakukan dari tanggal 2 sampai dengan 6 Agustus 2019. (NM/FHP)

Google Dituduh Diskriminasi Karyawan yang Sedang Hamil

0

Telko.id, JakartaGoogle dituduh telah melakukan diskriminasi terhadap wanita hamil. Hal tersebut diketahui melalui memo yang ditulis oleh karyawan raksasa pencarian itu dengan judul “Saya Tidak Kembali ke Google Setelah Cuti Bersalin. Inilah Alasannya”.

Memo tersebut dilaporkan telah dilihat oleh lebih dari 10.000 karyawan Google. Seperti dilansir New York Post, para karyawan telah memposting meme untuk mendukung si penulis di papan memo internal perusahaan.

Penulis memo itu mengaku mendapatkan diskriminasi saat dirinya sedang hamil. Motherboard telah menerbitkan teks memo dengan nama penulis dan detail identifikasi meski kemudian dihapus, dan keaslian memo tersebut pun sudah diverifikasi.

{Baca juga: Kudeta Apple, Induk Google jadi Perusahaan Terkaya di Dunia}

“Kami melarang segala bentuk diskriminasi. Kebijakan kami sangat jelas. Kami bahkan sudah menyediakan kanal untuk melaporkan segala praktik tidak adil,” kata seorang juru bicara Google, dikutip Telko.id, Rabu (07/08/2019).

Maret tahun lalu, mantan karyawan Google mengajukan tuntutan karena menganggap perusahaan telah melakukan diskriminasi dalam proses prekrutan karyawan. Google dituding hanya mencari pelamar wanita, berkulit hitam.

{Baca juga: Pekerja Wanita Lebih Berpotensi Tergusur Robot}

Arne Wilberg, yang bekerja sembilan tahun di Google, mengajukan tuntutan pada Januari 2018. Laporan kasus baru dilakukan pada Jumat (2/3/2018). Wilberg menuding Google merekrut pegawai nonpria kulit putih dan Asia.

Ia juga mengklaim bahwa Google melakukan pembalasan terhadapnya karena menentang kebijakan tersebut. Ia akhirnya dipecat pada November 2017. Tuntutan Wilberg kepada Google disertai sejumlah email dan dokumen lain. (SN/FHP)

Sumber: New York Post

Bakal Ada Mode Solo di Game Apex Legends

0

Telko.id, Jakarta  – Sejak Apex Legends meledak dengan adegan battle royale pada bulan Februari 2019, selalu ada permintaan yang datang dari para pemain. Mereka menginginkan mode pemain tunggal.

Hingga saat ini, pertandingan di Apex Legends dilakoni oleh tim yang terdiri dari tiga orang. Namun, untuk waktu yang terbatas, pemain akan bisa menerapkan mode pemain tunggal di game King’s Canyon.

Mode solo sementara akan tiba di samping Iron Crown Collection Event, yang berlangsung 13 Agustus hingga 27 Agustus 2019. Nantinya pasti ada tambahan beberapa konten lain seperti rampasan atau tantangan.

{Baca juga: Unik! Respawn akan Pertemukan Pemain Curang di Apex Legends}

Menurut laporan Engadget, mode solo di Fortnite tersebut bisa jadi hanya percobaan meski tak menutup kemungkinan untuk dipermanenkan. Apalagi, sebelumnya ada mode format lain seperti Duos.

Pertandingan solo di Apex pasti akan memiliki getaran yang berbeda. Menarik untuk melihat pemain memilih pahlawan apa ketika melompat ke deathmatches tanpa teman untuk memberikan dukungan.

Sebelumnya, terkuak beberapa detail konkret tentang musim kedua Apex Legends. Dan, kabar menggembirakan datang jika Anda adalah seorang pemain defensif atau sangat kompetitif. Game yang lagi ‘ngehits’ ini akan menghadirkan sosok Wattson.

Menurut laporan Engadget, fase berikutnya dari musim kedua Apex Legends akan menambahkan Wattson, seorang karakter insinyur yang tumbuh subur di permainan defensif. Keberadaannya sangat unik.

{Baca juga: Apex Legends Musim Terbaru Bakal Ada Wattson, Siapa Dia?}

Ia dapat membuat pagar energi untuk menjaga wilayah yang harus dimiliki, dan melepaskan kemampuan pamungkas untuk menembak jatuh proyektil udara seperti pemboman dan bintang busur. [BA/HBS]

Sumber: Engadget

Oppo K3 Dijual Secara Online Demi Papua

0

Telko.id, Jakarta Oppo hanya menjual smartphone terbarunya, Oppo K3 secara online melalui situs e-commerceBrand asal China ini melakukannya karena ingin memberi kesempatan bagi semua konsumen di Indonesia untuk bisa mendapatkan produk tersebut dengan cepat, termasuk di Papua.

Menurut PR Manager Oppo Indonesia, Aryo Meidianto, dirinya sering mendapat kritik dari konsumen luar Jakarta yang harus menanti dalam waktu yang cukup lama untuk mendapat smartphone terbaru Oppo.

“Karena banyak feedback dari pelanggan, seperti aduh kalo ada Reno, Jakarta pasti duluan. Disini belum ada,” kata Aryo di acara peluncuran Oppo K3 di Jakarta, Rabu (07/08/2019).

{Baca juga: Hands-on Oppo K3: Smartphone Menengah Bertampang Premium}

Ia memisalkan Papua. Dijelaskannya, aoabila lewat toko retail, maka rantai distribusi di sana membutuhkan waktu hingga berbulan-bulan.

“Kadang kalau lewat offline, ketika kita udah launching duluan, belum tentu teman-teman di Papua dalam waktu 1-2 minggu dapat perangkat yang sama. Bisa berbulan-bulan untuk distribusi dan lain-lain,” ujar Aryo.

“Lebih baik pakai online, karena jika dibuka hari ini maka teman-teman di Papua atau di mana pun bisa beli,” lanjutnya.

{Baca juga: Spesifikasi dan Harga Hp Oppo Terbaru}

Saat ini, penjualan Oppo K3 hanya tersedia di Lazada. Tetapi tidak menutup kemungkinan jika nantinya Oppo K3 akan tersedia di e-commerce lain di Indonesia. “Masih dilihat jadi selama ini akan di Lazada dulu. Pokoknya kalau edisi online ini pasti bisa yang lain tapi kita lihat dulu performanya,” tutup Aryo.

Oppo K3 dibandrol dengan harga Rp 3,9 juta dengan warna Jade Black dan Pearl White. Tetapi dalam flash sale yang diselenggarakan Lazada, smartphone ini dibandrol di harga Rp 3,5 juta dengan aneka bonus didalamnya. Flash sale sendiri akan dilakukan pada Kamis 8 Agustus 2019 pukul 12.30 WIB. (NM/FHP)

Oppo K3 Hanya Dijual Secara Online, Segini Harganya

0

Telko.id, Jakarta – Oppo K3 resmi hadir di Indonesia, dengan harga Rp 3,9 juta. Smartphone yang menyasar anak muda kreatif ini hanya akan dijual secara online. Menariknya, pembeli akan mendapat potongan harga jika membeli di Lazada. Lantas, barapa harga Oppo K3 di Indonesia?

Menurut PR Manager Oppo Indonesia, Aryo Meidianto Oppo K3 menjadi perangkat kedua Oppo yang khusus dijual secara daring setelah F11 Special Online Edition. Selain itu, di Asia smartphone ini hanya hadir di 4 negara yakni India, Thailand, Vietnam dan Indonesia.

{Baca juga: Resmi Dirilis, Oppo K3 Bidik Anak Muda Kreatif}

“Kita dipercaya oleh Oppo pusat untuk memasarkan Oppo K3 sebagai perangkat khusus yang dijual secara online,” kata Aryo di Kantor Lazada Indonesia, Jakarta Rabu (07/08/2019)

Smartphone ini mulai dipasarkan secara flash sale pada Kamis 8 Agustus 2019 pukul 12.30 WIB di Lazada. Menurut Chief Marketing Officer Lazada Indonesia Monika Rudijono, akan ada penawaran spesial, dari Rp 3,9 juta menjadi Rp 3,5 juta.

“Penjualan dimulai besok perlu smartphone setelah jam 12.30 WIB dan harganya jadi 3,5 juta,” ujar Monika.

 

Selain itu pengguna juga akan mendapatkan bonus berupa bonus internet 15GB dan Sennheiser CX213 untuk 500 orang pertama.

Oppo K3 sendiri hadir di Indonesia akan membidik pasar pengguna smartphone generasi muda kreatif dengan kisaran umur 18 sampai 30 tahun.

{Baca juga: Hands-on Oppo K3: Smartphone Menengah Bertampang Premium}

“Target usia sekitar 18 sampai 30 tahun yang memiliki sosial media. Biasanya mereka orang-orang muda yang kreatif dan mengikuti tren teknologi terkini,” ujar.

Secara spesifikasi, smartphone ini hadir dengan OLED Panoramic Full Screen 6,5 inci beresolusi 2340 x 1080. Dengan mengusung kamera tersembunyi membuat smartphone ini memliiki rasio 91,1% dengan sistem pemindai sidik jari bawah layar. [NM/HBS]

Biar Sampai Papua, Alasan Oppo K3 Dijual Secara Online

0

Telko.id, Jakarta Oppo hanya menjual smartphone menengah terbarunya, Oppo K3 secara online melalui situs e-commerceBrand asal China ini melakukannya karena ingin memberi kesempatan bagi semua konsumen di Indonesia untuk bisa mendapatkan produk tersebut dengan cepat.

Menurut PR Manager Oppo Indonesia, Aryo Meidianto, dirinya sering mendapat kritik dari konsumen luar Jakarta yang harus menanti dalam waktu yang cukup lama untuk mendapat smartphone terbaru Oppo.

“Karena banyak feedback dari pelanggan, seperti aduh kalo ada Reno, Jakarta pasti duluan. Disini belum ada,” kata Aryo di acara peluncuran Oppo K3 di Jakarta, Rabu (07/08/2019).

{Baca juga: Hands-on Oppo K3: Smartphone Menengah Bertampang Premium}

Ia memisalkan Papua. Dijelaskannya, aoabila lewat toko retail, maka rantai distribusi di sana membutuhkan waktu hingga berbulan-bulan.

“Kadang kalau lewat offline, ketika kita udah launching duluan, belum tentu teman-teman di Papua dalam waktu 1-2 minggu dapat perangkat yang sama. Bisa berbulan-bulan untuk distribusi dan lain-lain,” ujar Aryo.

“Lebih baik pakai online, karena jika dibuka hari ini maka teman-teman di Papua atau di mana pun bisa beli,” lanjutnya.

{Baca juga: Spesifikasi dan Harga Hp Oppo Terbaru}

Saat ini, penjualan Oppo K3 hanya tersedia di Lazada. Tetapi tidak menutup kemungkinan jika nantinya Oppo K3 akan tersedia di e-commerce lain di Indonesia. “Masih dilihat jadi selama ini akan di Lazada dulu. Pokoknya kalau edisi online ini pasti bisa yang lain tapi kita lihat dulu performanya,” tutup Aryo.

Oppo K3 dibandrol dengan harga Rp 3,9 juta dengan warna Jade Black dan Pearl White. Tetapi dalam flash sale yang diselenggarakan Lazada, smartphone ini dibandrol di harga Rp 3,5 juta dengan aneka bonus didalamnya. Flash sale sendiri akan dilakukan pada Kamis 8 Agustus 2019 pukul 12.30 WIB. (NM/FHP)