spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1069

Pakai Ponsel BM atau Resmi? Yuk Cek IMEI Ponsel Kamu

0

Telko.id, Jakarta – Layanan situs pengecekan nomor IMEI (International Mobile Equipment Identity) yang dibuat khusus oleh Kementerian Perindustrian sudah dapat diakses. Melalui situs cek IMEI tersebut, Anda bisa mengecek status IMEI ponsel yang digunakan, apakah resmi atau ponsel BM (black market).

Aktifnya situs tersebut dikonfirmasi langsung oleh Direktur Industri Elektronika dan Telematika Kemenperin, Janu Suryanto kepada Tim Telko.id pada Selasa pagi (06/08/2019).

“Iya, sudah jalan kembali,” kata Janu.

Cara menggunakan situs cek nomor IMRI tersebut cukup mudah. Tim Telko.id telah mencoba mengakses situs tersebut untuk mengecek status ponsel.

{Baca juga: Kominfo: Regulasi IMEI Baru Aktif Tahun Depan}

Caranya dengan memberikan nomor IMEI di kolom yang tersedia dan situs akan memberikan informasi apakah IMEI terdaftar atau tidak. Jika terdaftar maka ponsel berstatus resmi sedangkan jika tidak maka statusnya adalah ilegal atau Black Market.

Janu mengatakan bahwa situs dengan nama alamat https://imei.kemenperin.go.id ini memiliki sekitar 1,7 miliar database nomor IMEI. Adapun dari data tersebut merupakan data IMEI ponsel dari kalangan importir.

“Database nomor IMEI yang ada di kita sekitar 1,7 miliar, yang berasal dari importir terdaftar dan manufaktur,” ungkap Janu.

Pemerintah sendiri saat ini sedang menyusun regulasi IMEI untuk memberantas peredaran ponsel BM. Salah satu upayanya dengan mengembangkan Sistem Informasi Basis Data IMEI Nasional (SIBINA) dalam mengendalikan peredaran ponsel di tanah air.

{Baca juga: Pemerintah akan Gunakan “Sibina” untuk Kendalikan IMEI}

Sibina akan menghimpun data IMEI Ponsel dari TPP Impor dan Produksi, Data Dump Operator Seluler, dan Stok Pedagang. Sayangnya Janu mengatakan jika situs Cek IMEI masih menggunakan Sistem Informasi IMEI Nasional (SIINAS) karena Sibina masih dalam tahap pengembangan.

“Ini masih dari SIINAS, SIBINA belum di aktifkan mengingat status hukum barang BM yang belum di putuskan. Saya harus dapat kepastian hukum dulu terkait barang BM, karena melanggar aturan perundangan kita,” tutur Janu.

“Kan masih ada masa 6 bulan setelah penandatanganan. Kalau saya kerjakan sekarang tanpa ada kejelasan hukum, saya dan tim masuk penjara,” tambahnya.

Warganet Bingung 

Kembalinya Cek IMEI Kemenperin membuat warganet antusias untuk mengecek status ponsel mereka. Tetapi tidak sedikit pula yang kecewa karena sulit untuk mengakses situs tersebut. Selain itu ada juga yang kebingungan karena ketika dicek ternyata IMEI ponsel mereka tidak terdaftar oleh Kemenperin.

Misalnya saja akun @MyNameIsVuska yang bertanya mengapa ponselnya tidak terdaftar di situs Cek IMEI Kemenperin. Dirinya pun mengkritik terkait database IMEI dari Kemenperin yang dirasa kurang lengkap.

Hal serupa juga dialami oleh pemilik akun Twitter @Elliseoei. Dirinya juga bingung mengenai terkait nasib ponselnya yang IMEI-nya tidak terdaftar di Kemenperin.

Janu pun angkat suara. Terkait masalah sulitnya mengakses situs Cek IMEI Kemenperin, Janu menilai karena besarnya pengunjung membuat situs tersebut sedikit lambat untuk diakses. “Banyak yang akses, bersabar dulu ya, tenang saja, kita fikirkan yang terbaik buat kita semua,” kata Janu.

Sedangkan terkait nasib ponsel yang IMEI-nya tidak terdaftar Janu berdalih jika mereka sedang menunggu tanggapan dari Dirjen Pajak Kemenkeu RI. “Sedang menunggu tanggapan Ditjen Pajak mas,” ujar Janu.

{Baca juga: Seberapa Ampuh Aturan IMEI Bisa Berantas Ponsel BM?}

Janu menilai jika besar kemungkinan ponsel tersebut berstatus BM sehingga mereka masih menunggu keputusan dari Dirjen Pajak terkait ponsel-ponsel yang IMEI-nya tidak terdaftar di Kemenperin.

“BM yang dilanggar banyak, UU Perlindungan konsumen, UU perpajakan, Tataniaga misal sertifikasi Postel, TPP dan lain-lain,” tutupnya. [NM/HBS]

Berkat Face Recognition, Polisi Berhasil Tangkap Pemerkosa

0

Telko.id, Jakarta  – Kepolisian New York menggunakan teknologi pengenalan wajah atau Face Recogntion untuk melacak seorang pemerkosa. Polisi berhasil melakukan penangkapan kurang dari 24 jam sejak pelaku menggunakan pisau untuk mengancam korban guna berhubungan seks.

Para pendukung kebebasan sipil telah memperingatkan bahwa teknologiyang dipakai oleh polisi cukup kontroversial. Sebab, pengenalan wajah yang digunakan bisa saja mengarah kepada orang lain alias salah sasaran. Namun, para ahli penegakan hukum menyebutnya “anugerah”.

{Baca juga: Tak Ingin Diintai Polisi, Warga Kota Ini Tolak Face Recognition}

Seperti dikutip Telko.id dari New York Post, Selasa (6/8/2019), polisi Big Apple memburu Maximiliano Mejia (27) yang menguntit seorang wanita berusia 29 tahun selama 45 menit pada Jumat (2/8/2019) sebelum mencoba untuk menculik dan memperkosanya di The Bronx.

Polisi mengatakan, Mejia telah mengikuti sejauh dua mil wanita itu dari kantor di dekat Walton Avenue dan Fordham Road. Ia diduga menyeret korbansekitar 60 kaki ke daerah berumput. Ia lalu mulai membuka kancing celana korban. Wanita tersebut kemudian diperkosa.

“Jangan memberi tahu siapa pun,” kata Mejia kepada korban sebelum melarikan diri. Informasi menyebut bahwa korban sempat memohon, tetapi pelaku bergeming. Sabtu (3/8/2019) malam, korban akhirnya bisa dibekuk oleh polisi berkat teknologi identifikasi wajah.

Sebelumnya, Mejia ditangkap pada Juni 2018 karena diduga memperkosa seorang wanita berusia 73 tahun. Sayang, ia kemudian bebas setelah membayar jaminan berupa uang sebesar USD 10.000 atau lebih kurang Rp 142 juta. Sebulan berselang, Mejia ternyata berulah lagi.

{Baca juga: Teknologi Face Recognition Bisa Diakali, Begini Caranya}

Di Amerika Serikat, penangkapan pelaku kasus perkosaan masih sangat rendah karena sumber daya dan tenaga yang diperlukan untuk mengidentifikasi masih kurang mendukung. Kepolisian setempat pun mendorong penggunaan teknologi pengenalan wajah secara masif. [SN/HBS]

Sumber: NY Post

Tak Cuma iPhone, Semua Produk Apple Bakal Naik Harga?

0

Telko.id, Jakarta  – Perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China masih berlangsung. Dan sialnya, Apple bakal terjebak dalam pusaran panas tersebut. Sebab, Presiden Donald Trump baru saja mengumumkan pajak impor 10 persen. Itu artinya harga produk-produk Apple akan terkerek naik.

Dengan pemberlakuan pajak impor, setiap produk yang berasal dari China ke AS akan mengalami kenaikan biaya 10 persen. Dengan kata lain, para pelanggan kemungkinan akan membayar lebih untuk produk-produk buatan Apple.

{Baca juga: Trump Ogah Kasih Dispensasi untuk Mac Pro Rakitan China}

Menurut Ubergizmo, seperti dikutip Telko.id, Selasa (6/8/2019), Apple pun mengusulkan daftar tarif untuk semua produk, termasuk iPhone, iPad, MacBook, AirPods, dan AppleTV. Demikian halnya suku cadang dan baterai untuk dijual di AS.

Sebelumnya, harga iPhone XS diprediksi akan naik Rp 2,3 jutaan di China. Penyebabnya adalah perang dagang antara AS dan China. Terlebih, China memutuskan menaikkan tarif untuk beberapa barang AS setelah keputusan Trump.

Perang dagang AS dan China sebenarnya memengaruhi banyak saham perusahaan. Namun, Apple tampaknya menjadi perusahaan yang paling terdampak. Apple sangat rentan terhadap perang dagang karena dua alasan utama.

Pertama, Apple merakit mayoritas iPhone di China. Melihat kondisi seperti itu, para investor tampaknya harus mengawasi detail saham Apple. Sebab, tidak menutup kemungkinan beberapa produk Apple bisa ikut terjebak “baku tembak”.

{Baca juga: Batal Buka Pabrik di China, Mac Pro Tetap Rakitan AS}

Analis Morgan Stanley, Katy Huberty memperkirakan, harga iPhone XS bakal naik hingga USD 160 atau sekitar Rp 2,3 juta di pasar China. “Sebab, perakitan mayoritas perangkat Apple berlokasi di China,” tulis Huberty dalam catatan. [SN/HBS]

Sumber: Ubergizmo

Mode Game Plus Baru di Cyberpunk 2077 Sedang Digarap

0

Telko.id, Jakarta  – Cyberpunk 2077 dilaporkan akan memiliki fitur Game Plus baru meski mungkin belum siap untuk diluncurkan. Pengembang CD Projekt Red mengatakan bahwa mode sedang dalam pengerjaan.

GamesRadar melaporkan bahwa artikel PSX Extreme tidak memberikan banyak detail baru tentang fitur Game Plus Baru. Kemungkinan besar, fitur tersebut bakal datang beberapa saat setelah peluncuran di patch.

{Baca juga: Benang Oranye Jadi Senjata Ampuh di Cyberpunk 2077}

Tampaknya, menurut laporan Game Spot, saat ini fitur baru itu sedang dalam pengembangan, yang membuatnya tidak jelas apakah CDPR akan selesai tepat waktu untuk rilis pada April 2019 mendatang.

Witcher 3 dari CD Projekt Red sebelumnya merilis mode NG + setelah diluncurkan sebagai pembaruan gratis. GameSpot telah menjangkau CD Projekt Red. Cyberpunk 2077 sendiri akan dirilis pada 16 April 2020.

Sebelumnya, Nanowire adalah salah satu senjata terbaru yang terungkap di Cyberpunk 2077, game baru dari studio The Witcher CD Projekt RED. Game akan rilis keluar pada 16 April 2020 mendatang.

Menariknya, di game Cyberpunk 2077 ada Keanu Reeves sebagai pemeran pendukung. Simulasi game tersebut telah dilakukan pada gelaran E3. Demikian render video selama 50 menit.

{Baca juga: Wow! Ada John Wick di Cyberpunk 2077}

Tahun ini, demo dimulai jauh di Night City, sebuah mekkah transhumanis antara San Francisco dan Los Angeles. V, sang protagonis, sedang mengambil misi baru untuk menyusup ke kompleks kumuh.

Daerah itu dulunya ditakdirkan untuk menjadi kota peristirahatan surga bagi orang yang sangat kaya, tetapi ekonomi global ambruk dan setiap perusahaan menarik diri dari proyek tersebut. [BA/HBS]

Sumber: Gamespot

Tahun 2022, Seluruh Produk Google Pakai Plastik Daur Ulang

0

Telko.id, Jakarta – Google berkomitmen untuk menggunakan 100% plastik daur ulang untuk seluruh produknya di tahun 2022 mendatang. Hal ini diungkapkan oleh kepala unit perangkat dan layanan Google, Anna Meegan.

Google sadar telah tertinggal dari pesaing, Apple Inc dalam beberapa upaya keberlanjutan. Asal tahu saja, Apple pada 2017 berkomitmen untuk satu hari hanya menggunakan bahan daur ulang dan terbarukan.

Dengan komitmen tersebut, kini Apple memiliki setidaknya 50 persen plastik, timah, dan alumunium daur ulang di beberapa bagian produk.

{Baca juga: 2020, Pengguna Android di Eropa Bisa Pilih Mesin Pencari Sendiri}

“Kami pada dasarnya berupaya untuk membangun secara keberlanjutan dalam semua proyek. Kami akan melakukan pengemasan dan pemakaian bahan berkelanjutan serta menghadirkan kemudahan perbaikan,” kata Meegan.

Komitmen Google ini menunjukkan bahwa ada kompetisi di antara perusahaan teknologi untuk menunjukkan kepada konsumen dan pemerintah bahwa mereka masih peduli terhadap lingkungan.

Sebelumnya, seperti dikutip Telko.id dari Reuters, Selasa (6/8/2019), emisi karbon Google turun 40 persen pada tahun lalu dibanding 2017 berkat pemakaian kapal untuk pengiriman perangkat.

{Baca juga: Indoxxi XX1 Lite, Aplikasi Nonton Film Streaming Anti Repot}

Raksasa pencarian ini sebelumnya menggunakan pesawat untuk mendistribusikan smartphone, speaker, laptop, dan lain-lain dari pabrik ke pelanggan di seluruh dunia. Google pun berjanji akan mengimbangi emisi tersisa dengan membeli kredit karbon.

Selain itu, tiga dari sembilan produk Google mengandung plastik daur ulang. Kandungannya 20 persen hingga 42 persen di selubung untuk Home Google dan dongle Chromecast. (SN/FHP)

Sumber: Reuters

Hiii… Chip Mata Manusia Buatan Ini Bisa “Ngedip”

0

Telko.id, Jakarta – Para peneliti dari University of Pennsylvania menciptakan mata manusia buatan di sebuah chip. Benda tersebut tercipta hasil kolaborasi antara dokter mata dan ahli biologi, serta terdapat dalam chip transparan berbentuk segi delapan seukuran uang logam.

Penemuan para peneliti ini terbilang menakjubkan. Asal tahu saja, mata manusia sangat kompleks, demikian ujar sang bapak evolusi, Charles Darwin.

Kompleksitas mata manusia membuatnya sulit untuk ditiru apalagi dimodelkan. Para ilmuwan harus menguji sel-sel mata dalam cawan petri atau menggunakan model hewan.

{Baca juga: Oh No, Gunakan Lensa Kontak Saat Mandi Bisa Sebabkan Kebutaan?}

Dilansir dari CNET, di tengah-tengah chip itu ada struktur berbentuk lensa kontak berisi sel-sel lapisan kornea dan sel-sel konjungtiva, sehingga membentuk permukaan mata.

Lalu, kelopak mata berbentuk persegi panjang gelatin ada di atas perancah untuk meniru kedipan. Nah, kedipannya sendiri diperlambat oleh para peneliti menjadi enam kali per menit.

Seperti dikutip Telko.id, Selasa (06/08/2019), terdapat juga saluran kecil di atas mata untuk menghasilkan air mata. Kemudian, lapisan tipis di bagian permukaan menjaga agar mata buatan itu tidak mengering.

Beberapa waktu lalu, para peneliti dari Newcastle University, Inggris membuat kornea mata tiruan dan dipublikasikan dalam jurnal Experimental Eye Research. Penemuan itu merupakan sebuah terobosan besar karena bisa membantu mengurangi angka kebutaan.

{Baca juga: Gara-gara Smartphone, Mata Anak ini Harus Dioperasi}

Para peneliti membuat korena mata buatan dengan bantuan printer 3D serta tinta biologis yang terbuat dari sel punca kornea donor, alginate (suatu senyawa yang ada di ganggang), dan protein kolagen. Mereka mencetak sel dalam bentuk lingkaran konsentris mirip kornea mata.

Selama ini, pasien yang mengalami kerusakan kornea mata sebenarnya bisa mendapatkan donor dari orang lain. Namun demikian, jumlah donor yang tersedia masih sangat sedikit sehingga mengakibatkan antrean panjang bagi para pasien yang membutuhkannya. (SN/FHP)

Sumber: CNET

Bos YouTube Bantah Campakkan Konten LGBT di YouTube

0

Telko.id, Jakarta – Anggota komunitas LGBT di YouTube menyampaikan kekhawatiran tentang video yang dicampakkan di YouTube. Pasalnya, konten LGBT dimasukkan YouTube ke dalam kategori yang aneh. Namun, CEO YouTube, Susan Wojcicki mengatakan bahwa hal itu tidak pernah terjadi.

Rekomendasi konten LGBT adalah dua persoalan yang Wojcicki bicarakan secara panjang lebar dengan vlogger Alfie Deyes dalam sebuah wawancara, baru-baru ini. Ia berujar, YouTube tidak secara otomatis mendemonstrasikan konten LGBT.

Ia melanjutkan, sistem monetisasi YouTube akan menentukan apakah video sesuai untuk iklan. Menurutnya, seperti dikutip Telko.id dari The Verge, Selasa (06/08/2019), sistem rekomendasi untuk mempromosikan video juga beroperasi secara independen.

{Baca juga: Duh! Foto Syur di Aplikasi Kencan Gay Bocor di Internet}

“Tidak ada kebijakan yang menyatakan bahwa kreator harus memasukkan kata-kata tertentu dalam judul video yang akan didemonetisasi.  Kami bekerja sangat keras untuk memastikan bahwa mesin beropeasi secara algoritmik. Mesin kami adil,” tegas Wojcicki.

CEO YouTube, Susan Wojcicki. (Foto: GettyImages)

Beberapa waktu lalu, via Twitter, YouTube meminta maaf kepada kreator LGBT. Penyebabnya, selama beberapa bulan terakhir, YouTube membatasi konten berbau lesbian, gay, biseksual, dan transgender. Hal itu dilakukan setelah kreator LGBT mengeluh.

{Baca juga: Konyol! Demi Konten, Instagramer Ini Berenang di Danau Beracun}

Mereka merasa diberi akses terbatas oleh YouTube. Konten, iklan, maupun video tentang LGBT di platform telah dicopot oleh YouTube. YouTube mengaku menghapus banyak konten berisi kata “trans” atau “transgender” karena unsur ketidaksengajaan.

YouTube beralasan telah terjadi kesalahan penyaringan yang dilakukan oleh sistem mesin pembelajaran. Namun, para kreator LGBT tidak begitu saja menerima pembelaan YouTube. Mereka ingin ada pertanggungjawaban dari YouTube untuk perbaikan. (SN/FHP)

Sumber: The Verge

Harganya Sejutaan, Ini 5 Fitur Unggulan Redmi 7A

0

Telko.id, Jakarta – Setelah Redmi Go, Xiaomi membawa smartphone entry-level lainnya ke Indonesia lewat Redmi 7A. Smartphone ini diklaim menawarkan cukup banyak fitur dan keunggulan, meski harga Redmi 7A “hanya” Rp 1,2 jutaan. 

Redmi 7A masuk ke kategori smartphone kelas menengah ke bawah. Akan tetapi, setidaknya smartphone ini punya 5 fitur unggulan. 

Pertama, layarnya yang telah mendapatkan sertifikat TÜV Rheinland atau sertifikasi Blue Light Filter di layar. Nah, layarnya sendiri berukuran 5,45 inci berjenis IPS beresolusi HD+ dan aspek rasio 18 : 9.

{Baca juga: Resmi Melenggang, Redmi 7A Ditopang Snapdragon 439}

“TÜV Rheinland memungkinkan layar untuk menurunkan Blue Light dan membuat mata pengguna lebih aman dan nyaman,” jelas Steven Shi, Head of SEA, Country Head of Indonesia Xiaomi Indonesia di acara peluncuran Redmi 7A, di jakarta, Senin (06/08/2019).

Kedua, Redmi 7A juga tahan cipratan air atau Splash Protection. Memang, smartphone ini tidak bisa diajak berenang, tapi minimal 7A masih bisa selamat ketika terkena cipratan air yang tak disengaja.

Ketiga, kamera utamanya yang telah menggunakan sensor Sony IMX486 12MP dan telah didukung oleh teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI) untuk meningkatkan kualitas foto yang ditangkap. 

Hadir juga dengan mode HDR yang menghasilkan foto lebih depth dan warna yang lebih berkualitas,” katanya.

Keempat, Redmi 7A bisa memutar radio tanpa bantuan headset. Pasalnya, smartphone ini punya komponen antena radio di dalamnya.

“Meski memang bukan hal baru, tapi masih jarang yang punya kemampuan memutar radio tanpa headset. Jadi disini ada antenanya di dalam smartphone,” ucap Steven.

Pengguna juga bisa merekam isi dari radio, dan membagikannya ke siapapun untuk mendengarkan bersama-sama dengan teman, keluarga, dan pengguna lainnya

Terakhir, Redmi 7A mendukung dual SIM dan punya slot microSD hingga 256GB, dual 4G Standby, dan dual VoLTE Standby. 

{Baca juga: Spesifikasi dan Harga Hp Redmi Terbaru}

Hadir juga dengan dual SIM dan microSD slot hingga 256GB. Dual 4G Standby, dual VoLTE Standby di waktu yang sama. Menurut Deputy CEO Smartfren, Djoko Tata Ibrahim, dengan dual 4G dan dual VoLTE di Redmi 7A, maka seluruh pengguna bisa menggunakan layanan 4G LTE dan VoLTE terbaik. 

“Xiaomi itu sesuai dengan strategi Smartfren, yaitu kaum milenial yakni kualitas hebat dengan harga yang murah,” pungkasnya.

Secara spesifikasi, smartphone ini ditopang oleh prosesor octa-core 2.0 GHz Snapdragon 439 (12nm), GPU Adreno 505, RAM 2GB/3GB, ROM 16GB/32GB, baterai berkapasitas 4,000 mAh, dan sistem operasi MIUI 10 berbasis Android Pie.

Untuk kamera depan, 7A punya kamera 5MP aperture f/2.2 yang juga didukung oleh fitur AI untuk menunjang aktivitas selfie para penggunanya.

Redmi 7A akan tersedia pada 13 Agustus mendatang di Lazada, toko resmi Xiaomi, Mi.com, dan Erafone. Di waktu yang sama, smartphone ini juga akan tersedia secara eksklusif di Lazada secara flash sale dengan harga Rp 1,1 jutaan. (FHP)

Resmi Melenggang, Redmi 7A Ditopang Snapdragon 439

0

Telko.id, Jakarta – Xiaomi resmi membawa smartphone terbaru mereka, Redmi 7A ke Indonesia. Smartphone ini masuk ke segmen entry-level, bersama dengan Redmi Go yang sebelumnya melenggang di Tanah Air.

Meski masuk ke golongan smartphone low-end, Redmi 7A dibekali spesifikasi yang terbilang lumayan mumpuni. 

Smartphone ini ditopang oleh prosesor octa-core 2.0 GHz Snapdragon 439 (12nm), GPU Adreno 505, RAM 2GB/3GB, ROM 16GB/32GB, dan baterai berkapasitas 4,000 mAh.

{Baca juga: Bos Zeiss: Kamera 64MP di Smartphone Terlalu “Lebay”}

“Baterainya 4,000 mAh, dan ini pertama kalinya kami menggunakannya di seri entry-level. Sebelumnya hanya di kisaran 3000 mAh saja,” jelas Steven Shi, Head of SEA, Country Head of Indonesia Xiaomi Indonesia di acara peluncuran Redmi 7A, di jakarta, Senin (06/08/2019).

Redmi 7A punya layar berukuran cukup besar, tepatnya 5,45 inci berjenis IPS dengan resolusi Full HD+ (720 x 1440 piksel). Smartphone ini punya satu kamera utama dengan sensor 12MP Sony IMX486, dan satu kamera depan dengan sensor 5MP. 

{Baca juga: Spesifikasi dan Harga Hp Redmi Terbaru}

“Hadir juga dengan kemampuan dual SIM dan microSD slot hingga 256GB,” pungkasnya. 

“Didukung juga dual 4G Standby, dual VoLTE Standby di waktu yang sama,” lanjutnya. (FHP)