spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1069

Layar iPhone 11 Mirip Banget dengan Galaxy Note 10?

0

Telko.id, Jakarta – Ada satu hal yang selalu Samsung lakukan dengan baik, yaitu konsistensi memberikan layar berkualitas pada smartphone flagship-nya, termasuk Samsung Galaxy Note 10 yang baru-baru ini diperkenalkan. Seolah tak mau kalah, Apple melakukan hal serupa dengan meningkatkan kualitas layar iPhone 11.

Menurut sebuah laporan dari Korea Selatan, seperti dikutip Telko.id dari Ubergizmo, Jumat (16/08/2019), Apple kemungkinan akan menggunakan layar OLED yang sama digunakan oleh Samsung di layar Galaxy S10 dan Galaxy Note 10.

Tidak jelas kenapa Apple bisa menggunakan set layar dengan jenis yang sama seperti Samsung. Tapi bisa jadi, itu menjadi strategi Apple untuk memangkas biaya produksi iPhone 11.

Maklum saja, sampai sekarang, penjualan iPhone masih belum sesuai harapan Tim Cook dkk. Dan rumornya, Apple harus membayar denda kepada Samsung karena diduga kehilangan target pembelian OLED mereka.

Informasi menyebut, campuran bahan non-kustom bisa lebih murah. Karenanya, iPhone terbaru bisa saja punya kualitas dan penampakan serupa smartphone andalan Samsung keluaran 2019. Kalau demikian, apa istimewanya iPhone terbaru?

Belum lama ini, Apple santer dikabarkan akan menghadirkan kembali Touch ID di iPhone terbaru pada 2021 mendatang. Apple bakal mengombinasikannya dengan Face ID. Hal itu disampaikan oleh analis kondang Ming-Chi Kuo.

Menurut Kuo, Apple bisa membawa kembali Touch ID ke iPhone 2021. Namun, sistem keamanan biometrik tersebut tidak akan dipersiapkan untuk menggantikan Face ID. Dua sistem keamanan itu akan dipasang secara bersamaan di iPhone. (SN/FHP)

Sumber: Ubergizmo

Bahaya! 40% Anak-anak Terhubung ke Orang Asing di Internet

0

Telko.id, Jakarta – Sebanyak 40% anak-anak di Amerika Serikat terhubung dengan orang asing di internet. Hal itu terungkap dari hasil survei Pusat Keselamatan dan Pendidikan Siber ​​dalam kemitraan dengan Booz Allen Hamilton.

Dalam melakukan riset, para peneliti berupaya memetakan kebiasaan anak-anak menggunakan internet tanpa pengawasan orang dewasa. Mereka juga ingin tahu apakah anak-anak telah diajari mengenai dasar-dasar keamanan internet.

Dari 40 persen anak-anak yang terhubung dengan orang asing di internet, separuhnya diketahui telah memberikan nomor kontak.

{Baca juga: Konten Anak-anak Makin Populer, YouTube kok Malah Dikecam?}

Kemudian, seperlima berbicara dengan orang asing melalui smartphone. Bahkan, 11 persen anak-anak telah menemui orang asing yang mereka hubungi sebelumnya.

“Mereka bertemu di rumah sendiri, rumah orang asing, taman, mal, atau restoran. Kebanyakan orang tua tidak memantau aktivitas anak-anak di situs media sosial, termasuk Facebook,” kata peneliti, seperti dilansir New York Post.

“Mereka sadar bahwa anak-anak terkadang menggunakan internet dengan cara salah. Namun, orang tua tidak selalu meminta kepada anak-anak untuk bertanggung jawab atas perilaku tersebut,” imbuhnya, seperti dikutip Telko.id, Jumat (16/08/2019).

{Baca juga: Baju “Berpelat Mobil” Ini Bisa Kecoh Kamera Pengintai}

Para peneliti merekomendasikan agar orang tua diberi lebih banyak alat untuk memonitor perilaku digital anak-anak. Guru dan administrator sekolah pun harus berperan dalam mendidik anak-anak tentang penggunaan internet secara benar.

“Organisasi yang tertarik di bidang ini harus terus mengembangkan strategi guna mengurangi risiko dan menjaga anak-anak supaya tetap aman. Selama ini, anak-anak suka mengakses Instagram, Snapchat, Facebook, dan Twitter,” pungkasnya. (SN/FHP)

Sumber: New York Post

Perpres Mobil Listrik Keluar, Toyota: PPnBM dan Insentif Gimana?

0

Telko.id, Jakarta Toyota Astra Motor (TAM) buka suara terkait Peraturan Presiden (Perpres) mengenai mobil listrik. Toyota menilai, perpres mobil listrik tersebut bisa mempercepat kehadiran mobil tersebut di Tanah Air.

Menurut Marketing Director Toyota Astra Motor, Anton Jimmi Suwandy, Perpres yang diteken oleh Presiden Joko Widodo secara langsung mendukung industri lokal untuk menciptakan mobil listrik.

“Perpres ini yang kita tunggu-tunggu karena lebih jelas lagi bahwa pemerintah sudah pasti akan mendukung produksi dalam negeri untuk masuk ke dunia elektrifikasi,” ujar Anton di Jakarta, Kamis (15/08/2019).

{Baca juga: Setelah Mobil, Toyota Kini Ingin Kuasai Industri Robot}

Namun, ada dua hal yang menjadi perhatian Toyota di industri ini. Pertama, terkait Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) untuk mobil listrik dan kedua adalah insentif yang diberikan pemerintah.

So far kita masih menunggu dua itu,” tambah Anton.

Ia juga mengatakan, masalah lain yang akan dihadapi ketika mengembangkan mobil listrik adalah, pabrik yang membuat baterai. Pasalnya, sampai sekarang belum ada pabrik yang mampu mengembangkan baterai mobil di Indonesia.

“Di Indonesia belum ada. Tapi ada beberapa investor yang akan masuk. Mudah-mudahan Perpres ini mempercepat keputusan mereka untuk masuk,” tutur Anton.

{Baca juga: Listrik Masih ‘Byar Pet’, Jokowi Teken Perpres Mobil Listrik}

Perpres Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai untuk Transportasi Jalan ini juga mengatur terkait komponen lokal atau Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) sebesar 35%.

Anton mengaku, pihaknya akan berusaha memenuhi peraturan tersebut jika nantinya akan mengembangkan industri mobil listrik di Indonesia. (NM/FHP)

Buset! Sopir Ini Pakai 8 Ponsel untuk Main Pokemon Go

0

Telko.id, Jakarta  – Pada hari Selasa (13/8/2019) lalu, seorang pengemudi di negara bagian Washington ditemukan memarkir kendaraan di bahu State Route 518, Seattle Burien sedang asyik bermain Pokemon Go dengan delapan ponsel.

Di pinggir jalan, ia mengoperasikan semua ponsel tersebut untuk memainkan game Pokemon Go. Polisi patroli negara bagian Washington, Rick Johnson, sedikit bersimpati dengan pria itu.

{Baca juga: Berani Nantang? Ini 4 Shadow Pokemon Baru di Pokemon Go}

Seperti dikutip Telko.id dari CNET, Jumat (16/8/2019), Johnson kemudian memberi tahu kepadanya bahwa bahu jalan raya hanya boleh dipakai berhenti jika mobil mengalami kerusakan, mengalami ban kempes, atau sejenisnya.

“Sersan Kyle Smith memintanya untuk meletakkan ponsel orang tersebut di kursi belakang mobil. Ponsel-ponselnya, dengan berbagai ukuran, tersimpan di sebuah tempat seperti wadah busa buatan sendiri,” tambah Johnson.

Agustus 2018 lalu, seorang kakek di Taiwan diketahui benar-benar kecanduan game mobile tersebut. Chen San-yuan, demikian namanya, rela bersepeda kayuh keliling kota Taipei demi mendapatkan Pokemon.

Yang lebih menarik, sosok yang dikenal ahli feng shui itu menggunakan total 11 ponsel sekaligus untuk menangkap Pokemon di jalan. Sembilan di antaranya ditata rapi di kerangka khusus yang dipasang di setang sepeda.

{Baca juga: Ilmuwan Ungkap “Isi Otak” Orang yang Suka Main Pokemon}

Dua ponsel lagi ia kantongi. Saat berhenti di tempat tertentu untuk mencari Pokemon, dua ponsel tersebut ia keluarkan dari kantong. Jari-jarinya tampak sangat lincah mengoperasikan 11 ponsel dalam waktu secara berdekatan. [SN/HBS]

Sumber: CNET

Apple Lagi-lagi Digugat Perusahaan Israel Gegara Kamera

0

Telko.id, Jakarta – Perusahaan asal Israel, Corephotonics mengajukan gugatan kepada Apple. Mereka mengklaim, raksasa asal Cupertino, Amerika Serikat ini telaah melanggar 10 paten Corephotonics terkait kamera ganda di iPhone setelah iPhone 7 Plus.

Pada Rabu (14/08) waktu setempat, menurut Scribd, model yang dimaksud adalah iPhone 8 Plus, iPhone X, iPhone XS, dan iPhone XS Max.

Dilansir phoneArena, gugatan diajukan ke Pengadilan Distrik Utara California, Amerika Serikat. Dalam gugatannya, Corephotonics meminta putusan yang mendukung.

{Baca juga: Anti-Android, Desainer Cantik Pilih Kencan dengan Apple Fanboy}

Mereka meminta agar pengadilan mengabulkan permohonan ganti rugi soal paten serta penanggungan biaya pengacara dari Apple.

Seperti dikutip Telko.id, Jumat (16/08/2019), Corephotonics yakin kalau Apple tahu tentang paten yang ada. Di sisi lain, Apple memang membeli perusahaan optik Israel lain bernama LinX senilai USD 20 juta atau Rp 284,6 miliar.

{Baca juga: Baju “Berpelat Mobil” Ini Bisa Kecoh Kamera Pengintai}

Pada tahun yang sama, Apple diberi paten teknologi yang menggunakan modul kamera “L Shaped” dan permukaan pantulan untuk lensa zoom kamera ponsel. Sayang, Apple belum berkomentar soal hal ini.

Gugatan Corephotonics terhadap Apple sebelumnya terjadi pada November 2017 silam. Perusahaan ini mengatakan bahwa Apple menggunakan teknologi yang sudah dipatenkannya tanpa lisensi. Teknologi itu adalah penerapan kamera ganda dan fitur zoom di iPhone 7 Plus dan iPhone 8 Plus. (SN/FHP)

Sumber: phoneArena

Sah! Xiaomi jadi Merek Pertama yang Pakai Kamera 108MP

0

Telko.id, Jakarta – Samsung mengumumkan brand pertama yang menggunakan sensor kamera 108MP Samsung ISOCELL Bright HMX. Asal tahu saja, sensor kamera beresolusi besar tersebut baru saja diperkenalkan Samsung pada 12 Agustus lalu.

Perusahaan ini memastikan, brand pertama yang mengusung kamera 108MP buatannya adalah Xiaomi. Tapi, Samsung maupun Xiaomi tidak mengkonfirmasi seri smartphone apa yang akan menggunakannya.

“Ini adalah kolaborasi erat antara Xiaomi dan Samsung,” ujar perusahaan asal Korea Selatan itu, seperti dikutip dari Tech Radar, Jumat (16/08/2019).

{Baca juga: Edan! Xiaomi Mi Mix 4 Punya Kamera 108 MP dari Samsung}

Meski demikian, muncul kabar bahwa Xiaomi Mi Mix 4 atau Xiaomi Mi 10 menjadi smartphone pertama di dunia yang mempunyai kamera 108MP dari Samsung.

Secara spesifikasi, sensor 108MP ini mengadopsi teknologi Tetracell. Teknologi tersebut dirancang untuk memotret 1/4 dari resolusi asli dan mengubah 4 piksel menjadi satu piksel untuk menghasilkan foto dengan detail yang berkualitas.

{Baca juga: Spesifikasi dan Harga Hp Samsung Terbaru}

Itu berarti, kamera 108MP ini akan memotret secara default pada resolusi 27MP menggunakan pixel binning. Bisa jadi, dihadirkan juga format resolusi 108MP (12032 x 9024), seperti yang terjadi pada kamera 48MP yang ada di smartphone masa kini.

Sensor juga mendukung teknologi Smart ISO, sebuah mekanisme yang bisa meningkatkan saturasi piksel dan menghasilkan foto yang jelas. Samsung mengatakan, sensornya juga mampu mengambil video dengan kualitas maksimal 6K (6016 x 3384 piksel) di 30fps (FHP)

Sumber: Tech Radar

Toyota Tantang Milenial Adu Inovasi Lewat Hackathon Funcode

0

Telko.id,Jakarta – PT Toyota Astra Motor (TAM) menggelar Toyota Fun/Code Hackathon 2019. Toyota menantang generasi milenial Indonesia untuk menemukan inovasi teknologi terbaru yang dapat memecahkan permasalahan kehidupan di masyarkat lewat ajang Hackathon Funcode.

Menurut Marketing Director Toyota Astra Motor, Anton Jimmi Suwandy generasi milenial merupakan sosok yang akrab dengan perkembangan teknologi. Untuk itu bertepatan dengan Industri 4.0, Toyota agar mereka bisa menemukan inovasi terbaru di bidang teknologi.

{Baca juga: Mobil Masa Depan Toyota Punya Fitur “Motor Matic”, Apa Itu?}

“Kaum milenial sudah tidak bisa dipisahkan lagi dengan teknologi. Untuk itu kenapa gak milenial kita ajak untuk mengembangkan teknologi baru di industri 4.0 ini,” kata Anton di Jakarta, Kamis malam (15/08/2019)

Selain itu Toyota ingin menjadi wadah untuk milenial dalam berkarya lewat teknologi. Toyota juga ingin berkolaborasi dengan mereka untuk menciptakan teknologi baru yang bisa berguna bagi masyarakat.

“Kami ingin menjadi wadah belajar, wadah untuk berkolaborasi dan teknologi yang bisa digunakan untuk membangun platform berguna bagi komunitas masyarakat,” tambah Anton.

Ada 5 kategori yang diperlombakan. Pertama adalah Ownership Experience seperti inovasi agar konsumen semakin mudah membeli mobi. Kedua adalah Eco Driving yang menyangkut teknologi ramah lingkungan dan ketiga adalah Disability. Kelima adalah Value Chain and Trade In dan terakhir adalah Education.

“Kategori disabilitas seperti teknologi agar kaum disabilitas dipermudah dalam menggunakan mobil,” tutur Anton.

{Baca juga: Mobil Otonom Toyota Resmi Debut, Seperti Ini Tampilannya}

Pendaftaran dibuka sejak tanggal 8 Agustus hingga 3 Oktober 2019. Selain itu Toyota juga menggelar workshop di 3 kota yakni Yogyakarta, Bandung dan Jakarta sejak Agustus hingga September 2019. Bagi peserta yang lolos seleksi mereka akan bertarung pada tanggal 2-3 November 2019 di Jakarta.

Terbaik pertama akan mendapatkan uang Rp 50 juta, terbaik kedua mendapat Rp 30 juta dan terbaik ketiga mendapat Rp 20 juta. Untuk pendaftaran dan informasi lebih lanjut, Anda bisa mengunjungi https://toyotafuncode.id. [NM/HBS]

 

 

Hai, 7 Startup Sektor Pariwisata Ini Siap Naik kelas Lho!

Telko.id – Industri Pariwisata di Indonesia, kini memang sedang naik daun. Jadi wajar juga banyak startup yang ikut terjun meramaikan dunia pariwisata di Indonesia. Melihat gempita nya industri ini, Digitaraya dan tiket.com, berkolaborasi, ikut turun tangan untuk membantu startup sektor pariwisata untuk Naik Kelas.

Dari puluhan startup yang mendaftar dari berbagai negara di Asia, sebanyak 17 startup dikurasi untuk mengikuti sesi wawancara final. Pada tahap terakhir, 7 startup dari Indonesia, Thailand, Vietnam, dan India, terpilih mengikuti program akselerasi di Jakarta.

Industri pariwisata di Indonesia sendiri memiliki potensi yang cukup besar. Kementerian Pariwisata Republik Indonesia menargetkan sebanyak 20 juta kunjungan wisatawan mancanegara hingga akhir tahun 2019. Banyak inisiatif yang telah dilakukan oleh pemerintah, salah satunya melalui penetapan 10 destinasi pariwisata sebagai Bali baru.

“tiket.com sangat senang bisa bekerja sama dengan Digitaraya untuk mencetak startup sektor pariwisata yang baru. tiket.com berharap dengan adanya kerja sama ini mampu mendorong industri pariwisata lebih maju dan berkembang dengan kreatifitas layanan yang memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi masyarakat,” ungkap Gaery Undarsa, Co-founder & Chief Marketing Officer tiket.com.

Program akselerasi ini dimulai dengan bootcamp pada tanggal 12-14 Agustus 2019 yang diantaranya membahas potensi dan strategi terkait industri pariwisata Indonesia bersama para mentor. Beberapa nama yang turut hadir sebagai mentor dalam program ini, antara lain, Waizly Darwin (Kementerian Pariwisata Indonesia), Jowynne Khor (Google), George Hendrata, Gaery Undarsa, Ronald Liem, Dimas Surya (tiket.com), Riaz Hyder (UBS), dan masih banyak lainnya.

Demo Day yang merupakan bagian dari program akselerasi tersebut dilaksanakan pada hari ini, Kamis, 15 Agustus 2019 dan akan dihadiri oleh investor (venture capital) dan berbagai pemangku kepentingan. Kegiatan ini akan dilanjutkan sekaligus ditutup dengan sesi networking dan private meeting pada keesokan harinya, Jumat, 16 Agustus 2019.

“Kami berkomitmen untuk terus menghubungkan startup Indonesia dengan pemain global. Bersama tiket.com, kami berharap program akselerasi ini dapat ikut berkontribusi mendorong industri pariwisata Indonesia lebih dikenal dunia,” kata Nicole Yap, Managing Director Digitaraya.

Adapun startup yang terpilih dari Indonesia adalah Bobobox, startup kapsul hotel dengan teknologi modular pertama di Indonesia danFrame A Trip, platform yang menghubungkan wisatawan dengan fotografer lokalprofessional di 300 kota di seluruh dunia.

Sedangkan diluar Indonesia, yang terpilih adalah Hungry Hub (Thailand), reservasi online untuk restoran ala carte dengan konsep fixed price;Local Alike (Thailand), marketplace pengalaman perjalanan yang terkurasi bersama komunitas lokal;Luxstay (Vietnam), platform penyewaan properti liburan jangka pendek yang terbesar di Vietnam; ScoutMyTrip (India), platform perencanaan road trip dan pembuatan itinerary dan Zipevent (Thailand), platform manajemen dan pemasaran event all-in-one. (Icha)

 

 

Vivo iQOO Pro jadi Smartphone 5G Termurah di Dunia?

0

Telko.id, Jakarta – Smartphone 5G pada umumnya dibanderol dengan harga yang lebih mahal daripada smartphone 4G. Namun, Vivo melawan arus lewat hadirnya Vivo iQOO Pro 5G.

Ya, smartphone yang rencananya akan melenggang pada 22 Agustus mendatang itu akan diperkenalkan sebagai smartphone 5G termurah yang pernah diluncurkan.

Kabar ini berawal ketika seorang leakster asal China mengunggah screenshot dari akun publik WeChat milik Shenzen Telecom di Weibo.

{Baca juga: Hands-on Vivo Z1 Pro, Powerful Berkat Snapdragon 712 AIE}

Unggahan itu mengungkapkan sejumlah fitur utama dari Vivo iQOO Pro 5G. Disebutkan, jagoan Vivo ini akan memulai debut sebagai smartphone 5G termurah.

Bocoran itu menarik perhatian VP iQOO, Feng Yufei. Ia me-repost postingan sambil bertanya siapa yang membocorkan informasi tersebut.

Dilaporkan Gizmochina, seperti dilansir Telko.id pada Jumat (16/08/2019), ini menunjukkan bahwa bocoran yang diungkapkan adalah benar. Meski murah, harga iQOO Pro 5G masih belum diketahui sampai sekarang.

{Baca juga: Spesifikasi dan Harga Hp Vivo Terbaru}

Secara spesifikasi, smartphone ini hadir dengan layar AMOLED berukuran 6,41 inci beresolusi Full HD+. Mesin utamanya, menggunakan prosesor Snapdragon 855+, RAM hingga 12GB, memori internal sampai 512GB, dan baterai berkapasitas 4,410 mAh dengan fast charging 44W.

Sektor kamera, Vivo menyematkan tiga kamera dengan konfigurasi 48MP, 13MP, dan 12MP. Sementara kamera depan beresolusi 12MP. (FHP)

Sumber: Gizmochina

Twitch Studio, Aplikasi Khusus Streamer Game Pemula

0

Telko.id, Jakarta – Para streamer game di Twitch biasanya menyebarkan gameplay dari game yang mereka mainkan via PlayStation 4 (PS4), Xbox One, aplikasi mobile Twitch, Twitch Sings, ataupun software pihak ketiga. Kini, mereka mendapat opsi baru untuk stream gameplay mereka melalui Twitch Studio.

Dilaporkan Engadget, seperti dilansir Telko.id pada kamis (15/08/2019), Twitch Studio merupakan opsi baru bagi streamer, dan menjadi aplikasi broadcast versi desktop pertama dari Twitch.

“Kami ingin mendukung streamer dengan membuatnya lebih mudah untuk live di Twitch untuk pertama kalinya. Ini adalah aplikasi streaming all-in-one yang dirancang dengan melihat kebutuhan streamer baru,” kata Twitch via Twitter.

{Baca juga: Juara Piala Dunia Fortnite Jadi Korban Swatting}

Karena berfokus pada streaming pendatang baru, Twitch Studio dirancang membantu para pengguna untuk memulai live streaming dengan cepat. Oleh karenanya, tidak akan ada banyak konfigurasi yang diatur sebelum pengguna menyebarkan aksinya ketika bermain game.

Hanya saja, pengguna tetap harus mengatur mikrofon ataupun webcam serta memilih beberapa template visual untuk streaming. Namun, semua pengaturan dijamin berjalan dengan sangat cepat dan mudah.

{Baca juga: Kumpulan Cheat GTA San Andreas PC dan PS2 Lengkap}

Twitch Studio juga menyertakan Activity Feed, Alerts, dan fitur chat untuk membantu streamer berkomunikasi dengan para penonton. Sayangnya nih, aplikasi bradcast ini masih dalam versi beta dan tertutup untuk diuji coba oleh pengguna umum.

Selain menghadirkan aplikasi baru, dalam beberapa bulan mendatang Twitch berencana menambahkan dukungan Capture Card dan in-game overlays untuk membantu streamer terhubung dengan penonton mereka, serta terintegrasi langsung dengan fitur Twitch lainnya. (BA/FHP)

Sumber: Engadget