spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1064

Gojek dan GoPay Dukung Transformasi Digitalisasi Pemprov Jawa Timur

0

Telko.id – Setiap provinsi di Indonesia kini sedang berlomba melakukan transformasi digital. Demikian juga dengan Pemerintah provinsi Jawa Timur. Apalagi, pemda Jatim memiliki Nawa Bhakti Satya yang merupakan sembilan misi pembangunan untuk periode 2019-2023 yang bertemakan peningkatan sumber daya manusia Jawa Timur untuk pertumbuhan berkualitas dan berdaya saing. Untuk itu, pemprov Jatim pun melakukan kolaborasi dengn Gojek dan GoPay.

Penandatanganan nota kesepahaman antara Gojek, GoPay dan Pemprov Jawa Timur dalam pengembangan potensi daerah dan pelayanan publik di Jawa Timur melalui inovasi teknologi ini dilakukan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa serta dihadiri oleh Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Pemprov Jawa Timur, Mas Purnomo Hadi dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah Pemprov Jawa Timur lainnya.

“Melalui kolaborasi strategis ini kami sangat bangga bahwa kini Gojek sebagai perusahaansuper-appterdepan di Asia Tenggara, mendapatkan kesempatan dari Pemprov Jawa Timur untuk berkolaborasi dan berkontribusi dalam pembangunan di Jawa Timur melalui solusi teknologi dan inovasi yang kami tawarkan dalam ekosistem kami dalam menciptakan dampak sosial di Jawa Timur,” ujar Shinto Nugroho, Chief Public Policy & Government Relations Gojek Group,  yang turut hadir dalam penandatangan nota kesepahaman antara Gojek, GoPay dan Pemprov Jawa Timur.

Melalui kerja sama ini, Gojek, GoPay dan Pemprov Jawa Timur tidak hanya berkolaborasi dalam digitalisasi dan peningkatan promosi produk koperasi dan UMKM Jawa Timur dalam program Gojek Wirausaha, tetapi juga dalam bidang lain seperti pengembangan pembayaran layanan publik non tunai melalui GoPay, pengembangan promosi pariwisata Jawa Timur melalui GoTix, platform penyedia tiket dalam ekosistem Gojek, serta pengembangan talenta ekonomi digital di Jawa Timur dengan berpartisipasi dalam program Millennial Job CenterPemprov Jawa Timur.

Shinto menambahkan bahwa Gojek melihat visi Nawa Bhakti Satya sejalan dengan cita-cita dan komitmen Gojek dalam meningkatkan dampak sosial, khususnya melalui ekonomi digital. Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) menyatakan bahwa kontribusi ekosistem Gojek terhadap perekonomian Indonesia mencapai Rp44.2 triliun, dimana secara khusus melalui berbagai layanannya Gojek telah berkontribusi Rp. 2,2 triliun bagi perekonomian Kota Surabaya, Jawa Timur selama tahun 2018

Pada kesempatan yang sama, Gojek juga menawarkan program dukungan menyeluruh pada pelaku sektor informal dan UMKM, termasuk salah satunya UMKM binaan Pemprov Jatim dengan cara menyelenggarakan pelatihan, fasilitasi usaha pemasaran, serta fasilitasi akses lapangan kerja dalam ekosistem Gojek melalui program pelatihan yang bernama Gojek Wirausaha.

Program Gojek Wirausaha adalah program pelatihan berbisnis yang diberikan oleh Gojek kepada pelaku industri UMKM dalam bentuk kelas tatap muka. Program ini bertujuan untuk memberikan dasar-dasar pengetahuan membangun bisnis agar para pelaku UMKM di seluruh Indonesia agar bisa menjadi naik kelas dengan masuk ke dunia digital.

Lewat kampanye Gojek Wirausaha GoNusantara (Gerakan Online Nusantara), Gojek berusaha mendorong lebih banyak lagi UMKM Go Online, melalui pemberian akses bagi UMKM yang sudah mengikuti pelatihan untuk masuk ke ekonomi digital lewat platform Gojek yakni GoFood, GoPay serta Arisan Mapan.

“Saat ini Gojek semangat melihat keaktifan Pemerintah Indonesia melalui berbagai kementerian dan lembaga dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan UMKM, termasuk juga Pemprov Jatim lewat misi Jatim Berdaya. Sesuai dengan misi kami untuk memberikan dampak sosial seluas-luasnya bagi masyarakat Indonesia, Gojek berupaya menjawab tantangan yang dihadapi UMKM dengan memberikan kesempatan kepada UMKM untuk berkembang dengan memanfaatkan teknologi.” tambah Shinto.

Gojek Wirausaha telah melatih lebih dari 14 ribu UMKM se-Indonesia di 16 kota di Indonesia melalui kolaborasi dengan 26 komunitas dan institusi pemerintah, dengan lebih dari 750 UMKM diantaranya berasal dari Jawa Timur. Potensi kolaborasi bersama UMKM Jawa Timur masih terbilang sangat tinggi, dengan data Badan Pusat Statistik menunjukkan pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Timur pada Triwulan II-2019 sebesar 5,72% secara year on year dengan ditopang lebih dari 9,57 juta UMKM.

Selain itu, Gojek juga siap berkolaborasi dalam program Millennial Job Center sebagai pelaksanaan dari visi Jatim Kerja dalam menyediakan berbagai talenta ekonomi digital di Jawa Timur. Dalam program ini, Gojek akan membina dan melatih berbagai lulusan dan tenaga kerja di Jawa Timur dalam menghadapi tren pekerjaan baru di kalangan generasi millennial.

“Sebagai perusahaan teknologi terdepan di Asia Tenggara yang memiliki tiga super-app di dalam ekosistemnya, kami melihat pengembangan sumber daya manusia merupakan kunci pengembangan ekonomi digital di Indonesia kedepannya, sebagaimana juga arahan Presiden dan misi Jatim Kerja. Inovasi Pemprov Jawa Timur ini sangat baik bagi Jawa Timur sebagai provinsi tertinggi kedua dalam jumlah penduduk di Indonesia dalam menghadapi bonus demografi.” jelas Shinto.

Selain itu, Gojek juga membantu pembangunan Jawa Timur dengan pemanfaatan ekonomi digital melalui ekosistem pembayaran non-tunai yang dihadirkan oleh GoPay salah satunya kemudahan akses pembayaran retribusi daerah dan pajak daerah di Jawa Timur.

“GoPay mendukung penggunaan ekonomi digital untuk pembangunan Jawa Timur dengan menghadirkan pembayaran non-tunai di berbagai layanan publik. Kami senang dan bangga dapat bekerjasama dengan Pemerintah Jawa Timur untuk mengedukasi seluruh lapisan masyarakat Jawa Timur mengenai keuntungan transaksi non-tunai. Melalui GoPay, semua transaksi akan tercatat dengan detail dan transparan, dan tentunya sejalan dengan visi Pemprov Jatim yakni Jatim Amanah,” ungkap Arno Tse, Head of Sales GoPay.

Sebelumnya GoPay telah juga menjalin kerjasama dengan beberapa Polres di Jawa Timur sebagai pilot project penerapan kemudahan pembayaran SIM & SKCK secara non-tunai. Arno berharap dengan masuknya pilihan pembayaran non-tunai di berbagai sektor layanan publik di Provinsi Jawa Timur, dapat membantu pemerintah membantu pengumpulan pajak menjadi lebih mudah, aman, dan transparan sekaligus meningkatkan minat dan kepercayaan masyarakat dalam menggunakan fasilitas publik.

“Melalui ekosistem kami, Gojek percaya bahwa pemanfaatan teknologi tidak hanya memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam berkegiatan sehari-hari, tetapi juga dapat dimanfaatkan oleh Pemerintah untuk memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat, seperti layanan publik yang lebih murah, cepat dan transparan serta berkembangnya ekonomi kerakyatan. Untuk itu Gojek dan GoPay selalu terbuka untuk berdiskusi dan berkolaborasi dengan pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk meningkatkan pelayanan publik dan memaksimalkan manfaat pembangunan untuk masyarakat melalui ekonomi digital,” tutup Shinto. (Icha)

 

 

Fintech ‘Wajib’ Lindungi Data Pribadi Penggunanya

0

Telko.id – Bertepatan dengan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) yang jatuh pada 10 Agustus 2019, perkembangan fintech lokal menjadi salah satu topik yang patut disorot, terutama dengan tingginya antusiasme masyarakat Indonesia akan layanan serta produk keuangan yang semakin inovatif dan memudahkan sebagai penunjang kehidupan sehari-hari.

Terbukti, saat ini OJK mencatat bahwa sudah ada 113 perusahaan fintechyang terdaftar dan berizin. Jumlah masyarakat yang paham tentang fintechpun mengalami kenaikan yang signifikan dari 26,34% pada 2016 menjadi 70,63% pada 2018 (Fintech Report 2018).

Tingginya perkembangan dan penetrasi fintech nampaknya menimbulkan tantangan baru, baik bagi masyarakat, pelaku industri, dan pemerintah, yaitu terkait kekhawatiran terhadap perlindungan data pribadi.

Survey Global Ipsos-Centre for International Governance Innovation(GICI) mencatat sebanyak 8 dari 10 warganet global sudah mengkhawatirkan keamanan privasi mereka lebih banyak dibandingkan tahun lalu.

Kekhawatiran itu terutama muncul pada warganet di negara berkembang, dimana Indonesia menempati posisi ketujuh dengan jumlah warganet yang khawatir terkait keamanan sebesar 86%.

“Perlindungan data pribadi konsumen di berbagai layanan berbasis teknologi di Indonesia menjadi salah satu fokus yang harus kita cermati bersama. Meningkatnya inovasi serta digitalisasi di era teknologi saat ini tentu harus diimbangi dengan sikap yang bijaksana dan mawas diri. Teknologi mampu membawa dampak positif yang signifikan bagi kehidupan sehari-hari kita, namun pada saat yang sama juga mampu memberikan dampak yang merugikan jika tidak dimanfaatkan secara bijak,” ungkap Alie Tan, CTO & Co-Founder Kredivo, salah satu platform kartu kredit digital yang pertama kali terdaftar resmi di OJK sejak 2018 lalu.

Data dalam industri fintechmemiliki peranan penting guna menghadirkan layanan inovatif bagi masyarakat. Menurut Alie, analisis terhadap data membantu para pelaku di industri fintechuntuk mampu memahami konsumen, memberikan layanan serta produk terbaik.

“Di Kredivo, data science membantu kami dalam proses mengenal nasabah secara virtual atau electronicKnow Your Customer(e-KYC) serta dalam menentukan nilai kemampuan kredit pengguna sehingga pemberian kredit diberikan secara tepat sasaran,” pungkas Alie.

Namun di satu sisi, perlindungan data pribadi pengguna juga menjadi hak para pengguna dan kewajiban pelaku industri untuk turut berkomitmen atas hal tersebut.

Lebih lanjut, sebagai seorang CTO, Alie tentu dituntut untuk paham akan keamanan data pribadi para pengguna sesuai dengan regulasi yang diatur OJK.

“Kategori dan batasan data pribadi itu sangat luas. Misalnya mulai dari data kependudukan, hingga jejak pesan singkat dan riwayat belanja online seseorang di ponselnya, itu berbeda-beda pengkategoriannya, ada yang mengkategorikannya sebagai data pribadi, ada yang tidak. Kredivo, sebagai layanan keuangan yang diawasi dan terdaftar di OJK tentu selalu merujuk pada regulasi OJK terkait batasan lingkup data pribadi para pengguna, tentang apa yang diperbolehkan untuk diakses, dan apa yang tidak diperbolehkan,” ungkap Alie.

Dirinya juga menambahkan bahwa Kredivo sangat membatasi akses data pribadi pengguna mereka secara ketat. Bahkan pembatasan akses data pribadi pengguna juga berlaku bagi berlaku bagi  karyawan internal dan tim engineer Kredivo yang ia nakhodai.

“Di internal perusahaan, kami pun menerapkan akses yang sangat ketat dan terbatas terhadap data pribadi pengguna. Semua data pengguna, kami enkripsi dan tidak dapat diakses oleh pihak luar maupun dalam dengan mudah. Termasuk kami investasi pada teknologi yang melindungi dari serangan hack. Data yang kami analisa pun bukanlah tentang identitas pribadi mereka, melainkan lebih kepada pola perilaku konsumsi pengguna,” jelas Alie.

Alie juga memberikan contoh serupa bahwa di negara-negara Uni Eropa, perlindungan data pribadi menjadi hal krusial dan telah diatur dalam GDPR (General Data Protection Regulation), yang merupakan regulasi hukum Uni Eropa dan mengatur secara lebih rinci mengenai praktik penggunaan data pribadi milik warga Uni Eropa beserta dengan sanksi pelanggarannya.

Merumuskan dasar perlindungan data pribadi memang menjadi pekerjaan rumah semua pemangku kepentingan terkait. Bahkan, Uni Eropa melakukan pembahasan mengenai peraturan tersebut selama 4 tahun lamanya hingga kemudian mulai diberlakukan pada Mei 2018.

Indonesia sebagai salah satu negara dengan pengguna internet aktif terbanyak di dunia pun dapat melakukan hal serupa, guna menciptakan ekosistem digital yang aman dan lebih kondusif.

Tips Cerdas Manfaatkan Fintech

Sebagai masyarakat, pengguna layanan dan jasa fintechatau aplikasi berbasis teknologi lainnya dituntut semakin cerdas dan bijaksana dalam mengelola serta melindungi data pribadinya. Berikut beberapa hal yang patut diperhatikan oleh masyarakat ketika hendak membagikan data pribadinya dalam platform fintech atau pinjaman online:

Pastikan termasuk dalam daftar resmi OJK

Masyarakat harus mencari informasi lebih lanjut mengenai layanan atau platform pinjaman yang akan digunakan dalam bertransaksi. Perhatikan kembali apakah perusahaan tersebut sudah masuk di dalam daftar resmi OJK (Otoritas Jasa Keuangan).

Teliti kembali izin akses aplikasi

Masyarakat juga perlu dengan seksama seluruh persetujuan dan data apa saja yang hendak diakses aplikasi dari smartphone, jangan terlalu cepat mengklik “allow” sebelum menggunakan aplikasi tersebut, karena pihak yang tidak bertanggung jawab bisa dengan mudah mengakses seluruh data pribadi yang ada dalam smartphone.

Aktifkan fitur keamanan di platform

Setiap platform pinjaman yang sudah secara resmi terdaftar di OJK pasti memiliki fitur keamanan yang berfungsi memberikan rasa aman kepada para penggunanya, baik berupa blokir akun, verifikasi, gembok akun dan mode privasi. Pastikan Anda telah mengaktifkan fitur tersebut sebelum melakukan transaksi lebih lanjut.

Unduh aplikasi dari sumber resmi

Pastikan Anda mengunduh aplikasi pinjaman hanya dari dari Play Store (untuk ponsel Android) dan App Store (untuk ponsel iOS), karena jika aplikasi yang diunduh berasal dari sumber tidak resmi akan berpotensi memberikan akses pada pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk mengambil data pribadi Anda melalui berbagai malware hingga adware.

“Pada dasarnya, kesadaran dan kebijaksanaan semua pihak dalam menginformasikan atau menggunakan data pribadi menjadi kunci dalam membangun digital society. Bagi para pelaku industri, sudah selayaknya untuk tidak selalu berorientasi pada keuntungan pribadi, namun lebih kepada kontribusi untuk turut menciptakan ekosistem digital yang aman dan lebih kondusif di Indonesia,” tutupAlie. (Icha)

 

Nelpon Pakai Samsung Galaxy Note 10 Bisa via Komputer

0

Telko.id, Jakarta  – Samsung bekerja sama dengan Microsoft untuk mengintegrasikan komputer dengan Samsung Galaxy Note 10. Akhir tahun ini, pengguna bakal bisa melakukan panggilan telepon langsung dari komputer Windows.

Samsung mengumumkan pada acara Unpacked Event di New York, Amerika Serikat, Rabu (7/8/2019) waktu setempat bahwa pengguna tak hanya segera bisa melakukan panggilan telepon, tetapi juga mengakses semua aplikasi ponsel dari komputer.

{Baca juga: Ini Dia Fitur-fitur Canggih S Pen Samsung Galaxy Note 10}

Menggunakan antarmuka Samsung DeX, semua aplikasi dan fungsi di ponsel pengguna akan dicerminkan ke komputer. Jadi, pengguna bisa mendapatkan notifikasi terintegrasi ke Windows, mengakses foto, atau memindah layar ponsel.

Dikutip Telko.id dari CNET, Kamis (8/8/2019), Samsung DeX yang diperkenalkan pada 2017 memungkinkan pengguna mengakses aplikasi di ponsel Galaxy menggunakan pengaturan keyboard/ monitor/mouse. Iterasi terbaru memungkinkan integrasi yang lebih ketat antara perangkat Android dan komputer Windows atau laptop.

Seperti diketahui, Galaxy Note 10 dan Galaxy Note 10+ resmi diperkenalkan ke publik. Phablet premium suksesor Note 9 itu punya peningkatan signifikan di sektor desain, spesifikasi, kamera, sampai kehadiran stylus berupa S Pen.

Lantas, seperti apa spesifikasi lengkap Galaxy Note 10 dan Galaxy Note 10 +? Sesuai presentasi dari pihak Samsung, Galaxy Note 10 mengusung layar berukuran 6,3 inci. Lain hal, Galaxy Note 10+ dibekali layar lebih besar, yakni 6,8 inci.

{Baca juga: S Pen Samsung Galaxy Note 10 Usung Teknologi Motion Tracking}

Keduanya sama-sama memiliki layar berjenis Dynamic AMOLED berdesain Infinity-O atau lubang kamera di bagian tengah atas. Layarnya sendiri beresolusi maksimum QHD+ dan mendukung teknologi Ultrasonic Fingerprint. [SN/HBS]

Sumber: CNET

Samsung Galaxy Note10 Semakin ‘FullPower’ Dengan Snapdragon 855

0

Telko.id – Untuk menjadi smartphone yang power full memang tidak bisa sendirian. Harus berkolaborasi. Itu yang dilakukan oleh Samsung yang memperkuat produknya, Samsung Galaxy Note10, dengan membenamkan chispet milik Qualcomm.

Yang digunakan adalah platform Mobile Qualcomm® Snapdragon ™ 855. Hal ini baru saja diumumkan oleh Qualcomm Technologies, Inc., anak perusahaan dari Qualcomm Incorporated.

Snapdragon 855, ketika dikombinasikan dengan modem Snapdragon X50, dirancang untuk menghadirkan konektivitas 5G, kecerdasan buatan (AI), eXtended reality (XR), dan kinerja terdepan di industri untuk mengantarkan pada dekade baru pengalaman mobile yang revolusioner.

“Kami sangat bangga untuk melanjutkan kolaborasi strategis kami yang sudah berlangsung lama dengan Samsung Electronics untuk memberikan pengalaman mobile terobosan, dan Samsung Galaxy Note10 adalah contoh terbaru dari itu,” kata Alex Katouzian, wakil presiden senior dan manajer umum, ponsel, Qualcomm Technologies, Inc.

Alex yakin bahwa “Perangkat seperti Samsung Galaxy Note10 5G akan membantu mendorong transisi ke 5G, yang akan menjadi kekuatan pendorong di balik transformasi industri seluler terbesar hingga saat ini.”

“Samsung Electronics dan Qualcomm Technologies keduanya berkomitmen untuk memberikan pengalaman seluler terbaik di kelasnya kepada konsumen,” kata TM Roh, presiden dan kepala Divisi R&D, IT & Komunikasi Seluler, Samsung Electronics.

Roh pun memastikan bahwa “Galaxy Note10 yang ditenagai oleh Platform Mobile Snapdragon 855, dirancang untuk memberikan pengalaman terbaik yang diminta konsumen saat ini.”

Galaxy Note10 dirancang untuk dapat meningkatkan kinerja dan efisiensi sehingga performa nya menjadi lebih baik lagi. Sayang, tidak semua negara bakal kebagian produk ini. Hanya di negara terpilih saja.

Snapdragon 855 ini dilengkapi dengan CPU Qualcomm® Kryo ™ 485 mutakhir yang dibangun di atas Teknologi Arm Cortex, menawarkan peningkatan kinerja hingga 45% dari generasi sebelumnya, yang memberi konsumen kekuatan dan kinerja yang dibutuhkan di era 5G yang baru.

Qualcomm® Adreno ™ 640 GPU yang baru mendukung grafis hingga 20% lebih cepat dari generasi sebelumnya sambil terus memimpin industri seluler dalam kinerja per watt, memungkinkan konsumen masuk ke dalam permainan dan menikmati hiburan yang memikat.

Qualcomm Spectra ™ 380 ISP yang baru mengintegrasikan berbagai kemampuan visi komputer (CV) yang dipercepat perangkat keras, memungkinkan CV-ISP yang diumumkan pertama di dunia untuk menyediakan fitur fotografi komputasi dan pengambilan video mutakhir sementara pada saat yang sama menawarkan penghematan daya hingga 4x dibandingkan dengan generasi sebelumnya.

Snapdragon 855 menghadirkan Qualcomm® AI Engine multi-core generasi ke-4, yang menawarkan kapasitas total lebih dari 7 triliun operasi per detik (7 TOP) dan akan memungkinkan pengalaman kamera, gaming, dan suara generasi berikutnya.

Memanfaatkan Snapdragon 855 dengan modem Snapdragon X50 dan solusi RF Front-end Qualcomm Technologies, Galaxy Note10 5G dirancang untuk memberikan pengalaman transformatif 5G ke dunia, sekaligus memanfaatkan yang terbaik dalam konektivitas 4G multi-gigabit untuk kecepatan data tinggi yang berkelanjutan.

Modem Snapdragon X50 mendukung 5G untuk pita frekuensi Sub-6 GHz dan mmWave dan dirancang untuk memberikan kecepatan multi-gigabit yang sebelumnya tidak dapat dicapai dalam komunikasi seluler – bersama dengan latensi yang sangat rendah dan keandalan yang luar biasa.

Galaxy Note10 juga dilengkapi dengan Qualcomm® 3D Sonic Sensor, yang dirancang untuk memungkinkan perangkat mendeteksi sidik jari sambil membedakan dirinya dari metode otentikasi biometrik alternatif dengan tingkat keamanan dan akurasi yang lebih tinggi. Tidak seperti solusi pemindaian optik, 3D Sonic menggunakan teknologi berbasis akustik yang mencerminkan fitur unik dari sidik jari individu pengguna. (Icha)

 

Di Bawah Rp 100 Ribuan, Ini Harga Pokemon Card Game

0

Telko.id, Jakarta – The Pokemon Trading Card Game resmi hadir di Indonesia. Permainan kartu tersebut dibandrol dengan harga Rp 80 ribu untuk  Starter Deck berisi 60 kartu dan Rp 20 ribu untuk Booster Pack berisi 1 karakter monster.

Menurut Direktur Eksekutif Salim Group, Axton Salim The Pokemon Trading Card Game akan tersedia di Indomaret yang tersebar di seluruh area Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) dalam bahasa Indonesia.

{Baca juga: Pokemon Trading Card Game Resmi Hadir di Indonesia}

“Pokemon Trading Card Game akan tersedia di Indomaret yang berada di kawasan Jadebotabek,” kata Axton di Jakarta, Kamis (08/08/2019)

Saat ini memang penjualan game kartu ini masih terbatas. Tetapi mereka tidak menutup kemungkinan untuk membawa Kartu Pokemon ke seluruh Indonesia.  “Ini bertahap. Kita mulai Jadebotabek dulu. Tapi kita sebenarnya mau seluruh Indonesia,” tambah Axton.

Dari segi umur pasar yang ditargetkan untuk penjualan game ini adalah anak-anak dan dewasa dari rentang umur 6 tahun hingga 30 tahun. Menurutnya game tersebut bisa mengajarkan tentang interaksi sosial yang baik bagi pemainnya.

“Kartunya lucu-lucu dan bisa ajarin temen-temen buat social interaction. Kalau kita lihat 50% penduduk Indonesia dibawah 30 tahun dan itu market kita,” ujar Axton.

Game kartu ini memang masuk dalam kategori offline dengan media kartu. Tetapi Anggota Dewan Direksi The Pokemon Company, Kenjiro Ito tidak menutup kemungkinan akan menghadirkan game tersebut dalam format online.

{Baca juga: Ada Team Rocket & Shadow Pokemon di Update Pokemon Go}

“Untuk masa ke depannya, kami juga akan meluncurkan versi digital dari trading card ini. Ketika versi digital Pokemon Trading Card diluncurkan, itu adalah pilihan pemain mau memainkan versi digital atau kartu fisik,” tutup Ito.

Perlu diketahui jika kehadiran Pokemon Trading Card Game di Indonesia merupakan kerjasama antara The Pokemon Company dan Salim Group melalui PT Anugerah Kreasi Gemilang (AKG) sebagai pemegang lisensi. [NM/HBS]

Teknologi Ini Bisa Ukur Tekanan Darah dari Smartphone

0

Telko.id, Jakarta – Di masa depan Anda tidak perlu pergi ke dokter untuk mengukur tekanan darah. Pasalnya peneliti telah menemukan teknologi baru yang mampu mengukur tekanan darah dengan menggunakan kamera smartphone.

Dilansir Telko.id dari Engadget pada Kamis (08/08/2019), Kang Lee dan Paul Zheng dari Universitas Toronto Kanada telah menemukan teknologi yang disebut Pencitraan Optik Transdermal (TOI).

TOI menggunakan sensor optik dari kamera smartphone. Sensor  dikembangkan untuk dapat menangkap cahaya merah yang dipantulkan dari Hemoglobin pengguna dan TOI akan memvisualisasikan serta mengukur perubahan dalam tekanan darah.

{Baca juga: Peneliti Bisa Kendalikan Otak Lewat Smartphone}

Peneliti menggunakan TOI untuk menganalisis tekanan darah dari video selfie berdurasi sekitar 2 menit dari 1.328 pengguna iPhone.  Hasilnya dibandingkan metode konvensional teknologi TOI mampu mengukur tiga jenis tekanan darah dengan akurasi 95%.

Sayangnya Kang Lee menilai jika teknologi tersebut membutuhkan penelitian tambahan untuk membuatnya lebih akurat. Pasalnya saat uji coba peserta penelitian berasal dari Asia Timur atau Eropa, dan itu tidak termasuk orang dengan kulit yang sangat gelap atau putih.

TOI dirasa belum akurat untuk mendeteksi tekanan darah orang dari Amerika, Amerika Latin dan Afrika. Walaupun begitu teknologi ini memiliki masa depan yang bagus. Teknologi TOI dapat membantu pengidap hipertensi atau hipotensi untuk melacak tekanan darah dari smartphone.

Selain itu TOI juga dapat membantu orang dengan akses layanan kesehatan terbatas, seperti orang yang tinggal di daerah terpencil.

{Baca juga: Peneliti Ciptakan Kalkulator Pendeteksi Batu Ginjal Kambuhan}

“Jika Anda memasang komputer atau telepon, Anda bisa mendapatkan seorang dokter yang, katakanlah, di Toronto dan kemudian Anda dapat berbicara satu sama lain dan mendiagnosis secara bersamaan,” kata Lee.

Peneliti dunia memang terus menciptakan teknologi untuk bidang kesehatan. Sebelumnya  Para peneliti di Mayo Clinic, Amerika Serikat, menciptakan sebuah alat berbasis online untuk membantu menentukan apakah seseorang memiliki masalah dengan penyakit batu ginjal yang sering kambuh atau tidak. [NM/HBS]

Sumber: Engadget

Peti Jarahan di Rocket League akan Dihapus

0

Telko.id, Jakarta  – Rocket League akan menghapus peti jarahan yang mendukung sistem yang akan memberi tahu pemain apa yang mereka beli sebelum mereka membeli.

Pengembang Psyonix mengumumkan kabar itu dan menggambarkannya sebagai perubahan yang mirip dengan yang dibuat di oleh Epic Games di game Fortnite.

{Baca juga: Benang Oranye Jadi Senjata Ampuh di Cyberpunk 2077}

“Kami berdedikasi untuk menciptakan pengalaman terbaik bagi para pemain kami di seluruh dunia,” kata pengembang, seperti dilaporkan The Verge.

Namun demikian, pemain masih dapat membeli Premium Rocket Pass, DLC Cars, dan item toko e-sports secara langsung ketika sistem baru mulai berlaku.

Epic Games mengakuisisi Psyonix pada bulan Mei. Perusahaan itu kemudian digugat oleh orang tua dari seorang pemain di bawah umur asal California, Amerika Serikat.

Ia mengklaim bahwa praktik itu begitu jahat. Terlepas dari popularitas kotak jarahan yang sedang populer di dalam game, praktik ini telah mendapat respons dari pemain dan ofisial.

Anggota parlemen seperti Senator Josh Hawley sedang bekerja untuk mengeluarkan undang-undang yang akan melarang penjualan kotak jarahan untuk anak-anak di bawah usia 18 tahun.

{Baca juga: Respawn Kasih ‘Bocoran’ Game Star Wars Jedi: Fallen Order}

Pada bulan Mei, Nintendo mengumumkan bahwa mereka akan menarik dua game di Belgia atas undang-undang negara yang mendefinisikan kotak jarahan sebagai perjudian. [BA/HBS]

Sumber: The Verge

Pokemon Trading Card Game Resmi Hadir di Indonesia

0

Telko.id, Jakarta – Permainan kartu populer dari Jepang, The Pokemon Trading Card Game resmi masuk ke Indonesia. Permainan yang menjangkau segala usia ini hadir untuk memenuhi rasa cinta masyarakat terhadap sosok Pikachu dan kawan-kawan.

Menurut Anggota Dewan Direksi Perusahaan The Pokemon Company, Kenjiro Itu kartu ini telah hadir di Jepang sejak tahun 1996. Hingga Maret 2019, kartu ini telah tersebar di Asia, Amerika dan Eropa dengan total penjualan mencapai 27,2 miliar kartu.

“Kartu ini telah terjual di Amerika dan Eropa dan kita ingin mengenalkan ke pasar Indonesia,” kata Kenjiro di Jakarta, Kamis (08/08/2019).

{Baca juga: Berani Nantang? Ini 4 Shadow Pokemon Baru di Pokemon Go}

Kenjiro menambahkan jika permainan ini melatih pengembangan karakter sosial pemainnya. Hal ini karena sebelum bermain, kedua pemain harus bersalaman satu sama lain sebagai bentuk perhomatan.

“Permainan kartu ini membangun karakter dan juga keterampilan sosial bagi masing-masing pemainnya, karena ini permainan kartu yang offline dan bukan permainan online,” tambah Kenjiro.

Kenjiro menilai walaupun Pokemon adalah animasi yang lucu, tetapi permainan ini tidak hanya untuk anak-anak saja. The Pokemon Trading Card Game bisa dimainkan dari anak umur 6 tahun hingga 35 tahun.

Kenjiro mengaku jika permainan ini cukup rumit pada awalnya, tetapi jika sudah paham maka semua keluarga bisa bermain bersama.

“Saya tahu untuk memulai agak susah tapi setelah memahaminya, kita bisa menikmati Pokemon Game ini. Pokemon ini dapat dinikmati keluarga kalian,” tutur Kenjiro.

Kenjiro Ito pun berharap jika permainan ini diterima oleh masyarakat Indonesia. Pasalnya Indonesia bisa mengikuti kejuaraan Pokemon World Championship 2020 mendatang. “Saya harap Indonesia bisa mengikuti ajang turnamen dunia,” tutup Kenjiro.

{Baca juga: Ada Team Rocket & Shadow Pokemon di Update Pokemon Go}

Kehadiran Pokemon Trading Card Game di Indonesia merupakan kerjasama antara The Pokemon Company dan Salim Group melalui PT Anugerah Kreasi Gemilang (AKG) sebagai pemegang lisensi. Menurut Direktur Eksekutif Salim Group, Axton Salim juga menilai jika game ini bisa menumbuhkan interaksi sosial antar pemain.

“Kartunya lucu-lucu dan bisa ajarin temen-temen buat social interaction,” kata Axton Salim. [NM/HBS]

Samsung Galaxy Note 10 Bisa “Zoom-in” Suara untuk Merekam

0

Telko.id, Jakarta  – Samsung merilis Samsung Galaxy Note 10 dan Galaxy Note 10+ di New York, Amerika Serikat, pada Rabu (7/8/2019) waktu setempat. Ada satu fitur yang menarik di duo ponsel tersebut. Fitur itu bernama Zoom-in Mic.

Zoom-in Mic memiliki fungsi sama dengan zoom kamera. Dengan fitur tersebut, pengguna memungkinkan untuk meningkatkan suara dari tempat tertentu yang menjadi fokus bidikan.

{Baca juga: Ini Dia Fitur-fitur Canggih S Pen Samsung Galaxy Note 10}

Seperti dikutip Telko.id dari Phone Arena, Kamis (8/8/2019), pengguna dari kedua phablet ini bisa leluasa merekam atraksi di jalanan nan sibuk dan memperjelas suaranya menggunakan Zoom-in Mic.

Samsung menegaskan, perangkat barunya ini mampu menghilangkan semua kebisingan dan memperkuat suara dari objek yang direkam. Fitur itu seolah memperlihatkan kehebatan inovasi Samsung.

Kedua smartphone ini resmi hadir dengan spesifikasi mumpuni. Galaxy Note 10 punya RAM 8GB atau RAM 12GB untuk model 5G, ROM 256GB atau 512GB, dan baterai 3,500 mAh dengan Fast Charging 25W.

Sedangkan Galaxy Note 10+ punya RAM 12GB, ROM 256GB atau 512GB, dengan microSD hingga 1TB, dan baterai 4,300 mAh dengan Super Fast Charging 45W. Keduanya mendukung Fast Wireless Charging dan Reverse Wireless Charging.

{Baca juga: Samsung Galaxy Note 10 Tidak Ada Jack Headphone, Kenapa?}

Yang menarik, Galaxy Note 10 dan Galaxy Note 10+ dipersiapkan sebagai ponsel gaming oleh Samsung. Dua ponsel tersebut punya fitur Game Booster untuk meningkatkan performa ponsel saat dipakai untuk bermain game. [SN/HBS]

Sumber: PhoneArena

Samsung Umumkan Notebook Tipis Samsung Galaxy Book S

0

Telko.id, Jakarta – Dalam acara “Galaxy Unpacked” di Barclays Center, New York dini hari tadi (08/08/2019) Samsung juga memperkenalkan notebook tipis Samsung Galaxy Book S.

Notebook ini memiliki ketebalan hanya 11,8 mm, berat 0,96 Kg dengan bahan alumunium anodized premium. Samsung Galaxy Book S juga terdapat layar sentuh Full HD berukuran 13,3 inci dengan baterai yang cukup besar yakni 42Wh.

Dalam pemaparannya Samsung menjanjikan jika notebook tersebut dapat bertahan hingga 23 jam ketika dilakukan pemutaran video.

Demi memberi pengalaman suara maksimal, dipasang speaker stereo AKG berteknologi Dolby Atmos di Samsung Galaxy Book S. Selain itu notebook terbaru Samsung ini juga mendukung standar Quick Charge 2.0, Power Delivery 2.0 dan koneksi seluler LTE Cat.18.

{Baca juga: Versi Terbaru Samsung Notebook 9 Dirilis, Apa Keunggulannya?}

Dilansir Telko.id dari GSM Arena pada Kamis (08/08/2019) jeroan Notebook ini juga tidak main-main. Samsung Galaxy Book S diotaki dengan Chipset Snapdragon 855 dan OS Windows 10. Daya penyimpanannya cukup besar dengan RAM LPDDR4X 8GB dan penyimpanan internal hingga 512GB dengan slot kartu microSD hingga 1TB.

Untuk keamanan notebook ini menawarkan pembaca sidik jari yang mendukung fitur Hello Windows. Sayangnya, hanya ada port USB-C tunggal sehingga Anda perlu menggunakan aksesoris tambahan untuk menyambungkan notebook ini ke Layar LCD ataupun perangkat lainnya.

{Baca juga: Samsung Galaxy Note 10 dan Galaxy Note 10+ Resmi Meluncur}

Notebook ini akan tersedia pada musim gugur atau September mendatang. Nantinya tersedia dua varian warna yakni Mercury Gray dan Earthy Gold dengan harga USD$ 999 atau Rp 14,1 juta. Pada acara tersebut Samsung juga merilis smartphone flagship mereka yakni Samsung Galaxy Note 10 dan Samsung Galaxy Note 10+

Sesuai prediksi dan bocoran, suksesor Galaxy Note 9 ini membawa banyak peningkatan, seperti ukuran layar, dapur pacu, kamera, hingga S Pen. [NM/HBS]

Sumber: GSM Arena