spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1052

Mau Tukar Tambah iPhone ke Galaxy Note 10? Segini Biayanya

0

Telko.id, Jakarta – Consumer Launch Samsung Galaxy Note 10 dan Samsung Galaxy Note 10+ telah resmi dibuka. Di acara penjualan perdana ini, para konsumen yang ingin membeli Note 10 maupun Note 10+ bisa juga memanfaatkan program tukar tambah smartphone lama atau trade in.

Ada tiga merek smartphone yang bisa ditukar ke Galaxy Note 10 Series, yakni Samsung, Apple, dan Huawei. Nilai trade in yang diberikan oleh Samsung.

Apple misalnya, konsumen bisa tukar tambah dari iPhone XS Max 256GB ke Galaxy Note 10 Series dengan menambah biaya sekitar Rp 800 ribuan.

{Baca juga: Yeay! Ada Penawaran Menarik di Penjualan Perdana Galaxy Note 10}

Pasalnya, smartphone Apple tersebut dihargai Samsung di angka Rp 13.150.000. Dan, untuk mendapatkan Note 10 “standar”, konsumen mesti merogoh kocek sedalam Rp 13,9 jutaan.

Selain iPhone XS Max, seri iPhone lainnya juga bisa ditukar tambah dengan Galaxy Note 10 Series. Seperti, iPhone 7, iPhone 7 Plus, iPhone 8, iPhone 8 Plus, iPhone X, iPhone XR, dan iPhone XS.

Sementara untuk smartphone Samsung, seperti Galaxy S10+ 512GB, Samsung menghargainya di angka Rp 13.200.000. Itu artinya, konsumen hanya perlu menambah biaya sekitar Rp 790 ribuan untuk mendapatkan Galaxy Note 10.

Smartphone seperti Galaxy Note 5, Galaxy Note FE, Galaxy Note 8, Galaxy Note 9, Galaxy S7, Galaxy S8, Galaxy S8 Plus, Galaxy S9, Galaxy S9 Plus, Galaxy S10e, Galaxy S10, hingga Galaxy S10+ juga bisa ditukarkan ke Galaxy Note 10 Series dengan nilai yang berbeda-beda.

{Baca juga: Spesifikasi Lengkap dan Harga Samsung Galaxy Note 10}

Kemudian untuk Huawei, Samsung hanya menerima Huawei P30 dan Huawei P30 Pro saja. Untuk Huawei P30 Pro, Samsung menghargainya sekitar Rp 4,6 juta, sehingga konsumen perlu menambah Rp 9,3 jutaan. Berikut daftar harga trade in atau tukar tambah di acara Consumer Launch Samsung Galaxy Note 10:

Acara Consumer Launch ini sendiri digelar di tiga tempat, yaitu Mall Kota Kasablanka, Lippo Mall Puri Jakarta, dan Mall Pakuwon Surabaya. Acara penjualan perdana itu bakal berlangsung selama 3 hari, tepatnya Jumat (23/08) sampai Minggu (25/08). (FHP)

Sebar Hoaks Demo Hong Kong, Ratusan Channel YouTube Dihapus

0

Telko.id, Jakarta – Awal pekan ini, Google menghapus 210 channel YouTube sebagai bagian dari upaya untuk memerangi berita hoaks atau informasi salah. Saluran tersebut adalah “operasi pengaruh terkoordinasi” terkait demo di Hong Kong.

Keputusan itu menyusul langkah Twitter menangguhkan 936 akun pada Senin (19/08) lalu yang berusaha melemahkan protes di Hong Kong. Facebook pun melakukan hal serupa dengan menarik lima akun, tujuh halaman, dan tiga grup.

Channel YouTube yang dinonaktifkan berperilaku terkoordinasi saat mengunggah video terkait demo di Hong Kong. Google juga menemukan fakta bahwa channel itu menggunakan VPN dan cara lain untuk menyamarkan akun.

{Baca juga: Twitter dan Facebook Hapus Akun Provokator Demo Hong Kong}

“Penemuan 210 channel di YouTube konsisten dengan pengamatan dan tindakan terbaru terkait China. Temuan kami sama persis dengan temuan Facebook dan Twitter,” kata Google, dikutip Telko.id dari CNET, Jumat (23/08/2019).

Twitter dan Facebook menangguhkan jaringan akun palsu yang dioperasikan oleh China. Dua raksasa media sosial tersebut melakukan penyelidikan operasi informasi terkoordinasi untuk mencegah akun provokator demo Hong Kong.

Penyelidikan yang dilakukan oleh Twitter dan Facebook untuk mengungkap potensi perselisihan politik yang sengaja dirancang di sekitar protes yang terjadi di Hong Kong. Twitter menemukan 936 akun yang dibuat di Republik Rakyat China.

{Baca juga: Akali Kamera Polisi, Demonstran di Hong Kong Pakai Laser}

Lain hal, jaringan akun yang ditemukan oleh Facebook berjumlah jauh lebih kecil. Menurut Nathaniel Gleicher, kepala kebijakan keamanan siber Facebook, ada tujuh halaman, tiga grup, dan lima akun palsu yang terlacak dan langsung dihapus.

Akun-akun palsu itu diketahui ikut serta dalam operasi informasi yang menentang protes. Facebook menyatakan, sekitar 15.500 akun mengikuti setidaknya satu dari halaman palsu dan 2.200 akun bergabung dengan setidaknya satu dari grup palsu. (SN/FHP)

Sumber: CNET

Rusia Kirim Robot Humanoid ke ISS, Mau Ngapain?

0

Telko.id, Jakarta Rusia telah mengirim robot humanoid bernama Fedor ke Stasiun Luar Angkasa Internasional atau ISS. Upaya tersebut sebagai bagian dari tes roket baru bernama Soyuz 2.1a yang mungkin akan menggantikan roket yang saat ini ada.

Kapsul Soyuz, yang biasanya membawa awak ruang angkasa, meluncur dari landasan sewaan di Kazakhstan pada Kamis (22/8/2019), pukul 8.38 pagi waktu setempat.

Kapsul itu diluncurkan oleh roket Soyuz 2.1a baru yang hanya digunakan untuk meluncurkan kendaraan tak berawak. Roket pendorong baru diharapkan bisa menggantikan roket Soyuz-FG pada tahun depan.

{Baca juga: Ada-ada Saja, SpaceX Kirim “Cairan Nickelodeon” ke ISS}

Robot Fedor, dikutip Telko.id dari New York Post, Jumat (23/08/2019), memegang bendera Rusia berukuran kecil di tangan kanannya. Robot ini bahkan sempat berkicau di Twitter, tak lama setelah mengorbit. Ia mengatakan bahwa tes sesuai rencana.

Rusia memang punya misi terkait ISS. Rusia telah menerbangkan turis antariksa ke ISS sejak 2001 silam. Dan, pada tahun-tahun mendatang, Rusia pun berencana menambah jumlah pelancong yang terbang ke ISS.

{Baca juga: Enam Bulan di ISS, 3 Astronot “Mudik” ke Bumi Pakai Kapsul Soyuz}

Sejak 2001, ada tujuh turis yang diterbangkan oleh Rusia ke ISS. Nantinya, jumlah itu bertambah karena Negara Beruang Merah menyatakan siap menerbangkan dua turis antariksa ke ISS pada akhir 2021 mendatang.

Roscosmos, badan antariksa Rusia, menandatangani perjanjian dengan Space Adventures untuk membawa dua turis ke ISS pada akhir 2021 menggunakan pesawat Soyuz. Sayang, identitas dua turis itu belum terungkap. (SN/FHP)

Sumber: New York Post

XL Minta Insentif BHP Ke Pemerintah Terkait Validasi IMEI

0

Telko.id – Aturan validasi IMEI atau International Mobile Equipment Identity masih juga digodok oleh pemerintah. Belum selesai juga. XL sebagai salah satu operator di Indonesia mendukung ada nya aturan tersebut. Hanya saja, operator ini meminta diberikan insentif oleh pemerintah ketika aturan tersebut diberlakukan. Insentif seperti apa?

“Wajar operator mendapatkan insentif. Kan kami membantu pemerintah dalam menegakan aturan IMEI tersebut,” ujar Dian Siswarini, Presiden dan Chief Executive Officer XL Axiata di Kantor XL Axiata, Jakarta, Rabu 21 Agustus 2019.

Insentif yang dimaksudkan oleh Dian tersebut adalah insentif Biaya Hak Penggunaan atau BHP bagi para operator. Di mana, sebagaimana yang sekarang terjadi, BHP ini dianggap oleh operator terlalu besar dan cukup memberatkan. Itu sebabnya, Dian meminta BHP yang dibayar oleh operator ke pemerintah bisa berkurang.

Selain itu, dian juga menginginkan verifikasi ponsel legal atau ilegal bukan dari operator. Informasi berasal pada sistem yang disediakan oleh pemerintah.

“Jadi ada database yang disiapkan pemerintah yang tinggal kita cek ke sana. Jadi verifikasi dilakukan pemerintah, kita nanti dapat informasi dari sistem yang disediakan pemerintah, tentang valid atau enggaknya IMEI tersebut, supaya standar untuk semua operator,” jelasnya.

Memang, untuk melakukan pemblokiran smartphone atau ponsel illegal hanya bisa dilakukan oleh operator melalui perangkat yang disebut dengan EIR atau Equipment Identity Register yang biasanya memang terpasang di sentral nya operator. Namun, karena dulu-dulu Indonesia tidak menganut IMEI yang terdaftar hingga fasilitas atau fitur untuk pemblokiran ini dinonaktifkan. Nah, untuk menonaktifkan ini yang menurut operator membutuhkan biaya cukup besar.Tak pelak, operator pun menuntut adanya insentif.

Menurut Dian, untuk XL sendiri dibutuhkan dana yang cukup besar. “Investasinya cukup lumayan besar ya mungkin sekitar US$40 juta (Rp569,6 miliar) untuk XL network kita,” ujar dian.

Wakil Ketua Umum, Merza Fachyspun sempat menyatakan bahwa setiap opera harus berinvestasi mencapai Rp 200 miliar. Bahkan, sempat juga Merza menyebutkan bahwa investasinya Rp.15.000 per pelangan.

Namun, memang belum ada yang jelas tentang investasi yang harus dilakukan oleh operator ini. “Belum jelas sebenarnya investasi yang harus dilakukan operator, soalnya belum ada spesifikasi nya jelas juga dari pemerintah,” ungkap Merza.

Itu sebabnya, Menteri Komunikasi dan Informatika, dalam sebuah kesempatan menyebutkan bahwa investasi yang dikeluarkan oleh operator nantinya tidak akan terlalu besar. Jadi, tidak bisa dijadikan alasan. (Icha)

 

 

Telkomsel Siapkan Jaringan untuk Sambut Ibu Kota Baru

0

Telko.id, Jakarta Telkomsel menyatakan kesiapannya untuk mendukung pemerintah Indonesia melakukan pembangunan di Kalimantan Timur dan sekitarnya. Maklum saja, Kalimantan Timur dikabarkan akan menjadi lokasi ibu kota Indonesia yang baru.

Hal ini diutarakan oleh Direktur Utama Telkomsel, Emma Sri Martini. Menurutnya, Telkomsel telah menggelar lebih dari 17.800 unit Base Transceiver Station (BTS), dimana sekitar 11.700 di antaranya merupakan BTS broadband yang sudah berhasil menjangkau lebih dari 90% populasi Pulau Kalimantan.

Telkomsel juga telah memiliki sebanyak 62 titik layanan GraPARI yang tersebar di seluruh wilayah Kalimantan.

{Baca juga: Paket Internet Telkomsel, Daftar Harga dan Rekomendasi}

“Kami siap mengawal pemerintah menjadikan Pulau Kalimantan sebagai lokasi ibukota baru Indonesia di manapun nantinya,” katanya.

Telkomsel menggunakan teknologi broadband terbaru yaitu 4,9G Massive MIMO untuk 4 unit BTS yang tersebar di Banjarmasin, Balikpapan dan Tarakan. Teknologi ini akan memberikan kapasitas jaringan yang lebih besar dan memberikan kualitas layanan yang lebih baik.

“Telkomsel akan terus melanjutkan pembangunan teknologi digital di Kalimantan sehingga siap mengadopsi ekosistem teknologi digital yang lengkap dan berkelanjutan,” ujar Emma.

{Baca juga: Bantu Promosikan Sail Nias 2019, Telkomsel Sebar 4G}

Khusus di Kalimantan Timur, Telkomsel telah memberi dukungan berupa 5.500 unit BTS, termasuk 3.800 unit BTS broadband, serta GraPARI di 18 titik. “Ibukota negara merupakan salah satu simbol negara yang terpenting,” ucap Emma.

Telkomsel juga telah menyiapkan banyak BTS di provinsi lain di pulau Kalimantan. Kalimantau Utara misalnya, Telkomsel telah mempersiapkan 1.400 BTS, dengan 1.000 BTS di antaranya merupakan BTS broadband.

Kemudian Kalimantan Selatan 3.800 BTS (2.500 BTS broadband), Kalimantan Tengah 3.300 BTS (2.000 BTS broadband), dan Kalimantan Barat 3.800 BTS (2.400 BTS broadband). (NM/FHP)

Ibu Kota Pindah ke Kalimantan? Telkomsel Sudah Siapkan Jaringannya

0

Telko.id – Presiden Joko Widodo pada pidato kenegaraan dalam rapat paripurna bersama DPR dan DPD lalu, memohon izin kepada parlemen untuk memindahkan ibu kota dari DKI Jakarta ke Pulau Kalimantan. Memang masih belum jelas tempatnya secara spesifik. Namun, Telkomsel dengan tegas sudah mempersiapkan jaringannya untuk mendukung pemerintah.

Pasalnya, memang Telkomsel itu dalam menggelar jaringan yang dilakukan selama ini memang tidak hanya berpusat di pulau Jawa dan kota-kota besar saja, melainkan menjangkau ke seluruh pulau di Indonesia, termasuk pulau Kalimantan, khususnya jika Provinsi Kalimantan Timur yang akan dijadikan pemerintah Indonesia sebagai lokasi baru Ibukota Republik Indonesia.

“Kami siap mengawal pemerintah menjadikan Pulau Kalimantan sebagai lokasi ibukota baru Indonesia di manapun nantinya,” ungkap Emma Sri Martini, Direktur Utama Telkomsel.

Emma pun menambahkan, “Berbekal infrastruktur jaringan terdepan yang tersebar di seluruh pulau, Telkomsel akan terus melanjutkan pembangunan teknologi digital di Kalimantan sehingga siap mengadopsi ekosistem teknologi digital yang lengkap dan berkelanjutan. Segala upaya yang kami lakukan ini untuk senantiasa menjaga kedaulatan bangsa Indonesia agar dapat terus mengakselerasi pembangunan negeri”.

Sampai saat ini, di Pulau Kalimantan sendiri Telkomsel telah menggelar lebih dari 17.800 unit Base Transceiver Station (BTS), dimana sekitar 11.700 di antaranya merupakan BTS broadband yang mana sudah berhasil menjangkau lebih dari 90% populasi Pulau Kalimantan. Telkomsel juga telah siap melayani kebutuhan pelanggan, dengan adanya sebanyak 62 GraPARI yang tersebar di seluruh wilayah Kalimantan.

Bahkan Telkomsel juga telah menerapkan teknologi broadband terbaru yaitu yaitu 4,9G Massive MIMO melalui 4 unit BTS nya yang tersebar di Banjarmasin (Kalimantan Selatan), Balikpapan (Kalimantan Timur), dan Tarakan (Kalimantan Utara). Teknologi 4,9G Massive Mimo akan memberikan kapasitas jaringan yang lebih besar dan memberikan kualitas layanan yang lebih baik.

Sedangkan jika ibukota nantinya ditetapkan di Provinsi Kalimantan Timur, Telkomsel juga telah siap mengawal provinsi ini sebagai ibukota NKRI dengan adanya layanan telekomunikasi yang berkualitas dengan dukungan sejumlah 5.500 unit BTS, di mana sekitar 3.800 unit merupakan BTS broadband, serta pusat pelayanan pelanggan GraPARI di 18 titik.

Kesiapan infrastruktur jaringan Telkomsel tidak hanya membuka akses komunikasi dan mengakselerasi terbentuknya ekosistem gaya hidup digital penduduk di Kalimantan Timur, namun Telkomsel juga siap mendukung Penopang Ibukota dari 56 kota dan kabupaten lainnya di seluruh provinsi Kalimantan dengan infrastruktur jaringan dan layanan.

Selain di Provinsi Kalimantan Timur Telkomsel telah menggelar infrastruktur jaringan di Provinsi Kalimantan Utara sekitar 1.400 unit di mana sekitar 1.000 unit merupakan BTS broadband. Di Provinsi Kalimantan Selatan, Telkomsel telah menggelar BTS sekitar 3.800 unit di mana sekitar 2.500 unit merupakan BTS broadband.

Di Provinsi Kalimantan Tengah, Telkomsel telah menggelar BTS sekitar 3.300 unit di mana sekitar 2.000 unit merupakan BTS broadband. Sedangkan untuk provinsi Kalimantan Barat, Telkomsel telah menggelar BTS sekitar 3.800 unit di mana sekitar 2.400 unit merupakan BTS broadband.

Jaringan telekomunikasi Telkomsel  juga telah hadir di daerah perbatasan Pulau Kalimantan yaitu di Pulau Sebatik dan Nunukan. Di Nunukan, Telkomsel telah menggelar 187 unit BTS, dimana 127 unit diantaranya adalah BTS broadband. Sedangkan di Pulau Sebatik, Telkomsel telah menggelar 78 unit BTS, dimana 59 unit diantaranya adalah BTS broadband.

“Ibukota negara merupakan salah satu simbol negara yang terpenting. Dengan kepindahan ibukota Indonesia ke Pulau Kalimantan yang mana secara geografis juga merupakan daerah perbatasan NKRI, sebagai operator seluler Telkomsel akan turut bergerak maju bersama pemerintah, untuk mendukung kedaulatan dan menjaga keutuhan NKRI dengan menghadirkan layanan telekomunikasi di daerah perbatasan Kalimantan. Hal ini sejalan dengan komitmen kami untuk senantiasa akselerasikan negeri,” tutup Emma. (Icha)

Yeay! Ada Penawaran Menarik di Penjualan Perdana Galaxy Note 10

0

Telko.id, Jakarta – Samsung telah resmi membuka Consumer Launch Samsung Galaxy Note 10 dan Galaxy Note 10+ di Jakarta, tepatnya di Mall Kota Kasablanka. Selain di sana, Samsung juga menggelar acara yang sama di dua tempat lainnya, yakni Lippo Mall Puri Jakarta dan Mall Pakuwon Surabaya.

Acara penjualan perdana itu bakal berlangsung selama 3 hari, tepatnya Jumat (23/08) sampai Minggu (25/08).

Menurut Product Marketing Manager Samsung Indonesia, Annisa Nurul Maulina, di acara ini konsumen akan mendapatkan penawaran menarik ketika membeli Samsung Galaxy Note 10 maupun Samsung Galaxy Note 10+.

{Baca juga: Harganya “Wah”, Ini 5 Keunggulan Galaxy Note 10 dan Note 10+}

“Konsumen akan mendapatkan Galaxy Fit, wireless charging stand, sampai cashback ketika melakukan pembelian,” katanya, di sela-sela acara Consumer Launch, di Jakarta, Jumat (23/08/2019).

Ia menjelaskan, free Galaxy Fit didapatkan ketika konsumen membeli Note 10+. Sementara untuk wireless charging stand didapatkan saat membeli Note 10.

Cashback hingga Rp 700 ribu dari partner bank. Ada cashback tambahan khusus trade-in dari Rp 750 ribu hingga Rp 1,8 juta,” jelasnya.

Samsung sendiri membanderol harga Note 10 senilai Rp 13,9 jutaan, sementara untuk harga Note 10+ mulai dari Rp 16,4 jutaan sampai Rp 18,9 jutaan.

Untuk spesifikasinya, Note 10 mengusung layar berukuran 6,3 inci berjenis Dynamic AMOLED beresolusi Full HD+. Sementara Note 10+, layarnya 6,8 inci dengan resolusi maksimal QHD+.

{Baca juga: Spesifikasi Lengkap dan Harga Samsung Galaxy Note 10}

Samsung Galaxy Note 10 ditopang oleh prosesor Exynos 9825, RAM 8GB, storage 256GB, dan baterai berkapasitas 3,500 mAh dengan fast charging 25W.

Kalau Note 10+, punya RAM 12GB, dua pilihan storage 256GB serta 512GB yang bisa ditambah pakai microSD sampai 1TB, serta baterai 4,300 mAh dengan Super Fast Charging 45W.

Note 10 punya tiga kamera utama. Konfigurasinya 12MP lensa utama dengan dual aperture f/1.5 dan f/2.4, 16MP lensa ultra-wide 123°, dan 12MP lensa telephoto. Untuk Note10+, Samsung menambahkan satu lensa tambahan berupa 3D Time of Flight (ToF). Sementara kamera depan, beresolusi 10MP. (FHP)

Aplikasi Raiz Ajak Milenial Berani Investasi Reksa Dana

0

Telko.id, Jakarta – Raiz Invest Indonesia resmi meluncurkan platform investasi berbasis aplikasi mobile bernama Raiz. Aplikasi Raiz hadir untuk mengajak masyarakat khususnya generasi milenial mulai investasi reksa dana.

Menurut CEO Raiz Invest Indonesia, Melinda N. Wiria, mereka fokus menyediakan produk investasi reksa dana dengan karakteristik sederhana. Tujuannya, agar semua orang bisa mudah melakukan investasi.

“Sejak awal misi kami adalah menjadikan platform ini sebagai perangkat yang mampu membangun kebiasaan berinvestasi bagi individu khususnya generasi milenial,” ucap Melinda di Jakarta, Jumat (23/08/2019).

{Baca juga: Intip Siapa yang Ada di Jaringan WiFi dan Cara Memblokirnya}

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukan, pada tahun 2019, jumlah penduduk berusia 20-34 tahun atau generasi milenial dan generasi Z sudah mencapai 60 juta jiwa. Namun, jumlah ini berbanding terbalik dengan investor reksa dana di Indonesia. Per Agustus 2019, jumlah investor reksa dana baru 1,39 juta orang.

“Banyak kaum milenial belum sadar atau belum sadar tapi belum memulai. Jadi bagaimana mengkonversi mereka yang sudah di tahap sadar menjadi berani untuk mencoba dan belajar langsung sembari menggunakan aplikasi ini,” tutur Melinda.

Raiz menggandeng mitra perbankan yakni bank CIMB Niaga. Dalam kerja sama ini, pengguna perlu memiliki rekening tabungan di CIMB Niaga sebagai syarat utama sebelum menggunakan layanan dari Raiz.

{Baca juga: Nonton Film Gratis dengan 4 Aplikasi ini, Dosa Tanggung Sendiri!}

Menurut Chief Marketing Officer Raiz Invest Indonesia, Fahmi Arya, kerjasama dengan CIMB Niaga bukan yang terakhir kali. Dirinya tidak menutup kemungkinan akan kerjasama dengan bank lain demi memudahkan pelayanan kepada pengguna.

“Kami berharap dapat menggandeng lebih banyak mitra moda pembayaran lainnya, agar pengguna Raiz dapat menikmati keleluasaan dalam menentukan sumber pendanaan investasinya,” ujar Fahmi.

APlikasi Raiz sudah dapat diunduh di Google Play Store bagi pengguna Android. Untuk platform iOS, aplikasi ini akan hadir dalam waktu dekat. (NM/FHP)

Cuma 30 Detik, Pencuri Ini Bobol Sistem Keyless Tesla

0

Telko.id, Jakarta – Mobil-mobil modern biasanya menerapkan sistem keyless. Sistem itu diyakini lebih praktis dan nyaman. Namun, di balik canggihnya sistem keyless mobil, sebenarnya tersimpan beberapa masalah serius?

Di Inggris, sistem keyless telah dikecoh oleh seorang pencuri. Si maling berhasil menipu sistem mobil listrik Tesla agar membuka kunci sendiri. Walhasil, ia pun leluasa melakukan aksi dan membawa kabur mobil Tesla.

Yang mencengangkan, dikutip Telko.id dari Ubergizmo, Jumat (23/08/2019), pencuri melakukannya hanya dalam waktu sekitar 30 detik. Artinya, setiap mobil bisa dicuri bahkan sebelum pemilik menyadarinya.

{Baca juga: Gadis Ini Tanam Chip RFID Mobil Tesla Model 3 di Lengannya}

Dalam rekaman CCTV, pencuri memegang sistem relay untuk memperkuat sinyal, yang pada gilirannya menipu mobil untuk berpikir bahwa kunci itu dekat dan memungkinkan untuk dibuka dan menyalakan mesin.

September 2018, peneliti dari universitas KU Leuven Belgia pernah juga mengungkap cara menembus enkripsi key fob untuk mobil listrik Tesla Model S. Seseorang bisa secara mudah membuat kunci tiruan lalu menyalakannya.

{Baca juga: Intip Siapa yang Ada di Jaringan WiFi dan Cara Memblokirnya}

Para peneliti menemukan bahwa key fob di Tesla Model S menggunakan kode 40-bit yang mudah diretas untuk melindungi kode di dalamnya. Para peneliti lalu menggunakan kunci enkripsi untuk membuka pintu mobil.

Temuan tersebut sangat menarik karena Tesla adalah perusahaan yang mendorong penggunaan metode membuka kunci mobil tanpa kunci fisik. Metode itu bahkan telah diadopsi oleh perusahaan pembuat mobil mewah. (SN/FHP)

Sumber: Ubergizmo

Ini PR Pemerintah Dalam Menentukan Frekuensi Buat 5G

0

 

 

Telko.id – Pemerintah Indonesia saat ini sedang mempersiapkan kebijakan untuk 5G, termasuk juga dalam penyediaan spektrumnya. Masalah spectrum ini, Indonesia cukup memiliki masalah yang pelik. Itu sebabnya, ada beberapa pekerjaan rumah atau PR bagi pemerintah Indonesia dalam menyediakan frekuensi buat 5G ini.

Sebelum menentukan frekuensi yang akan dialokasikan untuk 5G ini, pemerintah saat ini masih menunggu hasil dari World Radiocommunication Conference 2019 yang akan diadakan pada Oktober – November 2019 mendatang. Dimana, salah satu nya adalah menyoal tentang isu spectrum 5G ini. Selain itu juga beragam teknologi dan pelayanan terdepan yang akan menyertainya akan menjadi penggerak penting untuk strategi Industri 4.0 dan inisiatif pemerintah yaitu Making Indonesia 4.0.

“Pertanyaannya bukan kapan Indonesia siap untuk 5G, tapi Indonesia harus siap. Untuk 5G, kita harus mempersiapkan tidak hanya alokasi spektrum, tapi mulai dari teknologi dasar seperti optical fiber dan kompetensi teknis pembangunan hingga akses pelanggan,” ungkap Ismail, Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (Dirjen SDPPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dalam Seminar on Telecommunication in Indonesia on Welcoming 5G Roadmap, Benefit and Challenge, di Jakarta (22/08/2019).

Untuk memuluskan Indonesia masuk ke era 5G ini, pemerintah pun sudah membentuk 5G Task Force. “kami ingin mendiskusikan model partnership antara industri dan pemerintah untuk benar-benar mempersiapkan landasan 5G agar investasi kita tepat sasaran dan sukses,”lanjut Ismail.

Jika memetil saja, salah satu pekerjaan rumah pemerintah dalam mempersiapkan 5G ini, yakni persoalan frekuensi, cukup berat juga yang dihadapinya.

Secara dunia, banyak standarisasi yang akan ditetapkan secara bersama-sama agar ekosistem 5G bisa terbentuk dan memberikan manfaat yang maksimal pada industry, masyarakat dan pemerintah.

“Yang pertama ditunggu adalah hasil dari World Radiocommunication Conference 2019. Di mana, didalam salah satu agenda nya adalah akan enetapkan frekuensi high band untuk 5G. Dengan kandidatnya di pita 24.25 – 86 GHz,” ungkap Mochamad Hadiyana, Direktur Standardisasi Perangkat Pos dan Info.

Lalu, pada bulan Oktober, ITU juga akan menetapkan standar IMT-2020. Dilanjutkan dengan pembangunan 5G Fase 1 atau 3GPP Rel.15 untuk meningkatkan enhanced Mobile Broadband (eMBB). Diperkirakan akan banyak muncul di tahun 2020. Setelah itu lanjut masuk ke pembangunan 5G Fase 2

Atau 3GPP Rel.16 & beyond. Yang menjadi fokus untuk massive IoT dan critical IoT. Fase ini diperkirakan baru akan bermunculan mulai di tahun 2021.

Target Pita frekuensi 5G Indonesia

Di Indonesia sendiri, pekerjaan rumah dalam mengalokasikan frekuensi untuk 5G menghadapi masalah pelik. Pertama, untuk super data layer, diperlukan pita frekuensi mmWave untuk implementasi 5G khususnya dalam mengantisipasi kebutuhan enhanced Mobile broadband dan low latency. Khusus untuk ini, Indonesia masih menunggu dari hasil dari World Radiocommunication Conference 2019. Apakah akan menggunakan frekuensi 5Gdi 26 GHz, 28 GHz atau 39 GHz.

Kedua, untuk Capacity Layer. Yang diperlukan adalah pada frekuensi 1.8 GHz, 2.1 GHz , 2.3 GHz, 2.6 GHz, 3.5 GHz dan 4.8GHz. Pita mid band ini dibutuhkan terutama untuk menjadi umbrella network menjamin mobility. Sayang, frekuensi ini masih digunakan oleh BSS atau (Pay-TV). Itu sebabnya, perlu dipercepatan langkah pemerintah untuk merealokasi nya.

Lalu di frekuensi 3.5GHz, saat ini sedang satelit C-band, sehingga perlu ada pembersihan dulu kalau memang pemerintah memiliki frekuensi tersebut dan digunakan oleh 5G.

Selanjutnya yang ketiga adalah Coverage Layer. Pita low band pada frekuensi 700 Mhz, 800 Mhz dan 900 Mhz. Frekuensiini dibutuhkan untuk menjamin konektivitas layanan-layanan basic dari teknologi seluler dan perluasan penetrasi mobile broadband terutama di daerah rural. Namun, saat ini masih menunggu proses revisi UU Penyiaran untuk mengosongkan spektrum ini. (Icha)