spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1031

Kantor Telkom Dibakar, Layanan Grapari Telkomsel Jayapura Tutup

0

Telko.id, Jakarta – Kantor Telkom di Jayapura menjadi korban pembakaran oleh massa demo yang berujung rusuh di kota tersebut. Akibat peristiwa tersebut, layanan Grapari Telkomsel di kota Jayapura terpaksa tidak beroperasi untuk sementara waktu.

Informasi tersebut disampaikan oleh VP Corporate Communications Telkomsel, Denny Abidin dalam keterangan resmi yang dikirimkan kepada Telko.id pada Kamis (29/8/2019).

Menurut Denny, sehubungan dengan adanya aksi penyampaian pendapat di kota Jayapura pada tanggal 29 Agustus 2019, maka Grapari Telkomsel Jayapura untuk sementara tidak beroperasi hingga waktu yang belum bisa ditentukan.

{Baca juga: Massa Demo Ricuh, Kantor Telkom Jayapura Dibakar}

“Mengenai informasi tentang adanya kebakaran Gedung Layanan Telkom Group di Koti, saat ini kami sedang menginventarisir kondisi di sana dan akan segera kami informasikan dalam kesempatan pertama,” ujar Denny.

Selain itu, sambung Denny, layanan telepon dan SMS Telkomsel di Papua untuk sementara mengalami gangguan.

“Sekarang ini kami sedang mengusahakan percepatan solusi perbaikan dan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait, untuk mengembalikan agar layanan telepon dan SMS Telkomsel bisa kembali normal.

Ia mengungkapkan bahwa Telkomsel terus memantau kondisi di lapangan dan berkoordinasi dengan Pemda dan Keamanan setempat guna memastikan keselamatan seluruh personil karyawan serta fasilitas termasuk alat produksi telekomunikasi tetap dalam keadaan aman.

Sebelumnya diberitakan Antara bahwa dari kantor berita Antara terlihat dari kejauhan Kantor Pos dan Kantor Telkomsel Jayapura terbakar.

“Antara juga melihat dari kejauhan Kantor Pos dan Kantor Telkomsel Jayapura terbakar. Massa juga membakar mobil di jalan serta melempari gedung pertokoan dan perkantoran,” tulis Antara.

Situasi di kota Jayapura dikabarkan memanas dan mencekam usai demonstrasi yang digelar di kota tersebut pada Kamis (29/8/2019). Aksi protes massa menolak rasisme berujung rusuh. Akibat kerusuhan itu aktivitas masyarakat Jayapura lumpuh.

{Baca juga: Kantor Dibakar Massa, Telkom Group Amankan Aset di Jayapura}

Seperti dilaporkan CNN Indonesia, pertokoan dan perkantoran tutup sejak pukul 12.30 WIT. termasuk Mal Jayapura yang merupakan pusat perbelanjaan terbesar di Jayapura. Situasi mencekam muncul ketika para demonstran merusak beberapa kaca pertokoan dan hotel dengan menggunakan ketapel.

Sejumlah pusat perbelanjaan di Distrik Abepura memilih tutup. Saga dan Mega Abepura tutup, Kantor Distrik Abepura dan BPS Kota Jayapura serta Kanwil Kantor Pos Maluku dan Papua juga tutup. Begitu juga, sejumlah kafe dan hotel. [HBS]

Kominfo Gandeng BNPT Lawan Terorisme di Internet

0

Telko.id, Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) melakukan kerja sama untuk melawan isu terorisme di internet. Tujuannya agar tidak ada masyarakat yang terpengaruh terhadap konten-konten radikalisme di dunia maya.

Dilansir Telko.id dari laman resmi Kominfo pada Kamis (29/08/2019), kerja sama ini dilakukan lewat Memorandum of Action (MoA) yang ditandatangani oleh Menkominfo Rudiantara dan Kepala BNPT, Suhardi Alius.

{Baca juga: Rudiantara Minta Facebook Tingkatan Literasi Digital Masyarakat}

Menurut Rudiantara, kerjasama antara Kominfo dan BNPT sebenarnya sudah berlangsung sejak lama. Adapun penandatanganan MoA kali ini sebagai bentuk tindak lanjut dalam rangka mendukung upaya dari BNPT.

“Sebetulnya ini hanya mengukuhkan kembali dan membuat rencana kerja yang baik lagi dari Kementerian Kominfo dengan BNPT, karena kami mendukung apa yang dilakukan oleh BNPT sebagai institusi terdepan untuk merespon, menanggulangi isu radikalisme dan terorisme,” kata Rudiantara di Kantor Kominfo pada Rabu (28/08/2019)

Menteri Kominfo menjelaskan pada tahun 2017, konten-konten radikalisme dan terorisme, kurang lebih  300 konten saja. Namun sedangkan sejak tahun 2018, konten radikalisme terorisme kian bertambah hingga puluhan ribu konten.

“Sejak 2018 karena kita (Kominfo) punya mesin pengais, sampai sekarang sudah 10 ribu lebih (konten radikalisme terorisme) terdeteksi,” ucap Rudiantara. 

Namun peningkatan jumlah konten yang ditemukaberarti aktivitas radikalisme terorisme bertambah. Tetapi memang lantaran kemampuan masyarakat dan pemerintah lebih baik dalam merespon serta menanggulangi isu tersebut.

{Baca juga: Sepanjang 2018, Kominfo Blokir 500 Situs Terorisme}

“Karena kita mampu, makin banyak yang bisa kita catat mengenai konten-konten itu. Nah, ini salah satu bentuk dukungan dari Kementerian Kominfo kepada BNPT. Konten-konten seputar radikalisme dan terorisme pasti kita akan jaga atas arahan dari BNPT, dan terkadang BNPT juga mempunyai informasi bahwa di dunia maya ada konten radikalisme terorisme,” kata Rudiantara.

“Kan kita percaya kepada BNPT sebagai institusi yang memang shahih terhadap isu radikalisme terorisme,” imbuhnya. [NM/HBS]

Sumber: Kominfo

Kantor Dibakar Massa, Telkom Group Amankan Aset di Jayapura

0

Telko.id, Jakarta – Sehubungan terjadinya peristiwa kerusuhan di Jayapura pada hari ini, Kamis (29/8/2019), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melakukan sejumlah antisipasi terhadap aset dan layanan Telkom Group.

Disebutkan bahwa layanan Telkom Group mencakup layanan Telkomsel dan IndiHome masih dapat beroperasi di beberapa lokasi.

{Baca juga: Massa Demo Ricuh, Kantor Telkom Jayapura Dibakar}

Layanan Telkomsel di sebagian wilayah Base G dan Abepura tidak beroperasi. Begitu pun halnya dengan layanan IndiHome di sebagian wilayah Abepura yang juga mengalami gangguan.

Gedung pelayanan pelanggan TelkomGroup di Koti dalam kondisi terbakar meskipun tingkat kerusakan belum diidentifikasi mengingat keadaan yang belum memungkinkan. Sedangkan gedung TelkomGroup lainnya dalam kondisi aman. Sementara itu, seluruh karyawan di Papua dalam kondisi aman.

Vice President Corporate Communication Telkom Arif Prabowo mengatakan, bahwa Telkom berkoordinasi dengan aparat keamanan setempat guna mengamankan aset-aset milik Telkom Group.

“Kami juga memastikan seluruh layanan TelkomGroup seperti seluler dan fixedline agar tetap beroperasi, khususnya di lokasi-lokasi strategis. Telkom juga telah mengaktifkan crisis center tingkat nasional di Jakarta dan regional di Makassar yang memantau kondisi infrastruktur dan layanan selama 24 jam,” ujar Arif.

{Baca juga: Telkomsel Terus Kembangkan Jaringan 5G di Indonesia}

Arif menambahkan bahwa Telkom terus memonitor dampak-dampak peristiwa yang terjadi di Jayapura. “Mari kita berdoa agar situasi di Jayapura kembali kondusif,” tutup Arif. [HBS]

Pasar Smartphone Global “Merana”, Apple jadi Korbannya

0

Telko.id, Jakarta Pasar smartphone secara global terus turun selama kuartal II-2019. Dilaporkan Gartner, selama periode tiga bulan mulai April hingga Juni 2019, 367,9 juta smartphone terjual kepada semua pengguna di dunia.

Menurut phoneArena, dikutip Telko.id, Rabu (28/08/2019), angka tersebut turun 1,7 persen dari 374,3 juta smartphone yang diproduksi selama periode sama tahun lalu. Lantas, apa yang menyebabkan penurunan penjualan?

Direktur penelitian senior firma analitis, Anshul Gupta mencatat bahwa model kelas atas telah mengalami penurunan permintaan cukup signifikan ketimbang smartphone kelas rendah dan menengah di berbagai belahan negara.

{Baca juga: AS dan Inggris “Gosipin” Huawei di G7 Summit}

Untuk meningkatkan lagi penjualan, Gupta mengatakan bahwa pabrikan mencoba hal-hal seperti layar bezel-less, konfigurasi multi-kamera di bagian belakang maupun depan, dan baterai berkapasitas lebih besar.

Samsung tetap menjadi raja smartphone dunia setelah menjual 75,11 juta unit selama kuartal tersebut. Pangsa pasar perusahaan naik dari tahun ke tahun dari 19,3 persen menjadi 20,4 persen. Lantas, bagaimana dengan Huawei?

Penjualan Huawei mencapai 58,06 juta unit. Perusahaan asal China itu mencaplok pangsa pasar 15,8 persen secara global. Perusahaan berharap untuk berada di posisi atas pada kuartal IV-2019 mendatang.

{Baca juga: Face ID iPhone 11 akan Makin Aman dan Mutakhir}

Namun, kasus dengan AS membuatnya sulit terealisasi. Maklum, Huawei tidak diizinkan mengakses rantai pasokan dari perusahaan asal Negeri Paman Sam. Meski demikian, sejauh ini, nasib Huawei masih lebih baik dari Apple.

Penjualan iPhone besutan Apple pada kuartal II-2019 turun 13,8 persen secara tahunan. Apple menjual 38,52 juta iPhone selama kuartal tersebut, turun 13,9 persen dari 44,72 juta unit selama kuartal kedua tahun lalu. (SN/FHP)

Sumber: phoneArena

Tingkatkan Jangkauan di Jabodetabek, First Media Gandeng Fiber Media

0

Telko.id, Jakarta – PT Fiber Media Indonesia (FMI) bekerjasama dengan PT Link Net Tbk, pemilik merek First Media untuk penggunaan tiang tumpu yang bertujuan untuk meningkatkan jangkauan di kawasan Jabodetabek.

Menurut Presiden Direktor dan CEO PT Link Net, Marlo Budiman, kerjasama ini memungkinkan First Media untuk mengakses tiang tumpu milik Fiber Media yang memiliki jangkauan 5.600 km di Jabodetabek.

{Baca juga: First Media Tawarkan ‘One Stop Shopping’ Bagi para Loyal Customer}

“Kerja sama ini menyediakan jalur pertumbuhan lebih luas di Jabodetabek dan memungkinkan layanan First Media lebih mudah dalam menjangkau banyak pelanggan,” kata Marlo di acara Signing Ceremony Jaringan Fiber Optic Fiber Media dan Link Net di Jakarta, Kamis (29/08/2019).

Marlo menilai jika pasar Jabodetabek masih besar dengan penduduk mencapai 32,1 juta jiwa dan saat ini layanan First Media telah menjangkau 1,6 juta home passed di sana. Lewat kerja sama ini ditargetkan akan ada penambahan 250 ribu home passed.

“Lewat kerjasama ini kami berencana ingin tambah 250 ribu home passed,” tutur Marlo.

First Media memang selama ini terus meningkatkan kualitas jangkauan dan pelayanan. Sebelum dengan Fiber Media, mereka juga telah melakukan kerja sama dengan PT Marga Mandalasakti dalam penempatan infrastruktur telekomunikasi yang menghubungkan antara Jakarta-Serang-Merak.

“Kenapa kami mau kolaborasi karena ke depannya kami butuh common infrastructure. Untuk itu kita tidak menutup kerja sama dengan pihak lain” tambah Marlo.

Ke depannya kerja sama ini akan dikembangkan hingga pemanfaatan subduct dan jaringan kabel fiber optic bersama di bawah tanah, sesuai dengan kebijakan pemerintah untuk melakukan efektivitas terhadap jaringan bawah tanah.

“Agar market-nya lebih cepat dan lebih efisien,” kata Marlo.

{Baca Juga: Ini Perangkat Penting di Layanan Smart Living First Media}

Direktur PT FMI, Budi Aditya menyambut baik kerja sama ini. Dia berharap agar kerja sama ini dapat meningkatkan layanan First Media di Jabodetabek.

“Kami berharap akan menyempurnakan wilayah cakupan First Media dan PT Fiber Media Indonesia di wilayah ini dengan kecepatan dan kehandalan yang tinggi,” tutup Budi. [NM/HBS]

 

Selain Zenfone 6, Asus Juga Bawa ROG Phone 2 ke Indonesia

0

Telko.id, Jakarta – Selain Zenfone 6, Asus juga bakal meluncurkan smartphone gaming ROG Phone 2 di Indonesia. Kepastian tersebut diungkap Head of Public Relation and e-Marketing Asus Indonesia, Muhammad Firman.

Ia menyebut, peluncuran Asus ROG Phone 2 akan terjadi pada akhir Oktober mendatang, atau bersamaan dengan dirilisnya Asus Zenfone 6 di Tanah Air.

“ROG Phone 2 akan diluncurkan bareng dengan Zenfone 6 pada akhir Oktober nanti,” katanya, saat ditemui tim Telko.id di Jakarta, Kamis (29/08/2019).

{Baca juga: 2 Smartphone Gaming Ini Siap Tantang Asus ROG Phone 2}

Firman memastikan, nasib smartphone terbarunya itu tidak akan seperti pendahulunya, ROG Phone yang tak kunjung dijual di Indonesia. Pasalnya, brand asal Taiwan ini akan mengambil opsi Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) yang berbeda.

Sekadar informasi, ROG Phone menggunakan opsi TKDN software, sementara suksesornya memanfaatkan opsi TKDN hardware.

Dijelaskan Firman, TKDN software punya proses yang panjang dan cukup rumit. Sebab, tim R&D Asus harus berkolaborasi langsung dengan tujuh developer aplikasi lokal, agar aplikasinya bisa berfungsi dengan baik.

“Melihat dari sebelumnya, ROG Phone 2 kembali ke TKDN hardware atau merakit di pabrik. Karena lebih mudah dari sisi kami dalam mengembangkannya, dan hanya perlu satu pihak saja, yaitu Asus pusat, pabrik dan pemasok komponen,” jelasnya.

Smartphone ini masih dalam proses (TKDN). Mudah-mudahan segera selesai,” lanjut Firman.

{Baca juga: Spesifikasi dan Harga Hp Asus Terbaru}

Soal harganya, kemungkinan akan lebih tinggi dari banderol di China. Sebab di sana, smartphone gaming ini telah di-bundling dengan Tencent.

“Di China, disubsidi oleh Tencent sehingga harganya bisa murah. Harga di Indonesia kemungkinan sama dengan harga global,” ungkap Firman.

Rencananya, Asus akan meriliis suksesor smartphone gaming-nya itu secara global pada 4 September mendatang di ajang IFA 2019 di Berlin, Jerman. (FHP)

Stempel Tinta UV Buat “Ciduk” Pelaku Pelecehan di Kereta

0

Telko.id, Jakarta  – Untuk menjaga keamanan diri saat di ruang publik dari pelaku pelecehan seperti di kereta, ada banyak hal yang bisa dilakukan. Seperti dengan semprotan merica untuk melumpuhkan penyerang, memakai peluit, atau bisa juga pakai cara baru menggunakan stempel tinta UV. Apa itu?

Di Jepang, sebuah perusahaan alat tulis yang berbasis di Nagoya bernama Shachihata menjual alat yang disebut Anti-Nuisance Stamp atau Stempel Anti-Gangguan. Anda penasaran seperti apa fungsi alat itu?

{Baca juga: Viral, Seorang Jurnalis Wanita Bungkam “Predator” di Pesawat

Anti-Nuisance Stamp ini menggunakan tinta UV, yang berguna untuk mengecap atau menandai orang. Anti-Nuisance Stamp hadir untuk membantu para wanita di Jepang melawan pelecehan seksual di kereta api komuter.

Sayangnya, sepereti dikutip Telko.id dari Ubergizmo, Kamis (29/8/2019), belum ada informasi mengenai lokasi penjualan Anti-Nuisance Stamp. Demikian pula harga serta ketersediaannya di negara-negara lain, termasuk Indonesia.

Jepang merupakan satu negara dengan tingkat pelecehan seksual cukup tinggi. Pelecehan seksual di Jepang kerap terjadi di tempat-tempat ramai, seperti transportasi publik. Kepolisian Tokyo pun melakukan aneka upaya.

Beberapa waktu lalu, mereka melawan para pelaku pelecehan seksual dengan aplikasi ponsel bernama Digi Police. Aplikasi itu untuk mendeteksi kasus meraba-raba di transportasi publik seperti kereta api dan bus.

{Baca juga: Tak Ingin Diintai Polisi, Warga Kota Ini Tolak Face Recognition}

Aplikasi Digi Police membantu para korban pelecehan seksual untuk mengusir pelaku. Aplikasi tersebut akan mengeluarkan teriakan “Hentikan!” dengan suara keras dan menampilkan pesan SOS di layar ponsel korban. [SN/HBS]

Sumber: Ubergizmo

Bocoran Harga Zenfone 6 yang Mau Meluncur ke Indonesia

0

Telko.id, Jakarta – Asus Zenfone 6 dipastikan segera hadir di Indonesia pada akhir Oktober mendatang. Ada dua model yang akan dibawa ke Tanah Air, yaitu model RAM 6GB dan 8GB. Pertanyaannya sekarang, berapa harga Asus Zenfone 6 ketika dirilis nanti?

Beruntung, pihak Asus Indonesia bersedia memberikan bocoran soal harga dari suksesor Asus Zenfone 5 dan Zenfone 5Z itu.

Menurut Head of Public Relation and e-Marketing Asus Indonesia, Muhammad Firman, harga Asus Zenfone 6 akan dibanderol di kisaran harga yang tidak beda jauh dengan Asus Zenfone 5Z, saat smartphone itu pertama kali diboyong ke Indonesia.

{Baca juga: Hands-on Asus Zenfone 6: Kamera Unik, Baterai Super Awet}

“Harganya gak akan beda jauh dengan Zenfone 5Z. Mirip-mirip harganya,” katanya, saat ditemui tim Telko.id di Jakarta, Kamis (29/08/2019).

Sekadar informasi, Zenfone 5Z ketika diperkenalkan dibanderol dengan harga yang terjangkau. Apalagi, smartphone ini menggunakan prosesesor high-end kala itu, yakni Snapdragon 845.

Asus Zenfone 5Z juga memiliki dua model, RAM 6GB dan RAM 8GB. Keduanya masing-masing dihargai Rp 6,4 jutaan dan Rp 7,4 jutaan.

Melihat kisi-kisi yang diberikan Firman, kemungkinan besar harga Asus Zenfone 6 berada di kisaran Rp 7 jutaan hingga Rp 8 jutaan. “5Z saat itu dihargai Rp 6 juta sampai Rp 7 jutaan, dan mungkin Zenfone 6 di kisaran Rp 8 jutaan,” pungkas Firman.

{Baca juga: Spesifikasi dan Harga Hp Asus Terbaru}

Zenfone 6 sendiri mengusung layar berjenis IPS berukuran 6,4 inci dengan resolusi Full HD+. Smartphone ini ditopang oleh Snapdragon 855 octa-core 2.84 GHz, yang dipadu dengan RAM 6GB/8GB, ROM 64GB/128GB/256GB, dan baterai berkapasitas 5,000 mAh dengan dukungan Quick Charge 4.0 18W.

Asus Zenfone 6 punya kamera ganda yang bisa digunakan untuk kamera depan ataupun belakang secara bergantian. Konfigurasi kameranya adalah, 48MP aperture f/1.8 dengan sensor Sony IMX586 sebagai lensa utama, dan 13MP sebagai lensa ultra-wide dengan aperture f/2.4. (FHP)

UMKM Jadi Pendorong Adopsi Cloud Di Indonesia

Telko.id – Indonesia, adopsi cloud masih sangat baik karena saat ini masih sangat banyak Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang mulai ingin menggunakan teknologi cloud. Temuan ini merupakan bagian dari hasil Laporan Keamanan TI B2B Kaspersky terbaru.

Dengan responden dari 24 negara dan total 134 Perusahaan yang disurvei dari Indonesia, penelitian Kaspersky menemukan bahwa sebanyak 19,4% Perusahaan di negara ini telah mulai menggunakan layanan cloud publik, dan sebanyak 32,1% Perusahaan berencana untuk mengadopsi jenis layanan cloud dalam kurun waktu 12 bulan yang akan datang.

Penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa 31,3% Perusahaan dan UKM telah bermigrasi ke cloud untuk menyimpan informasi sensitif para pelanggan mereka.

Optimisme terhadap teknologi cloud ini membuktikan bahwa Indonesia siap merangkul efek positif dari digitalisasi. Keuntungan yang ditawarkan teknologi ini bisa beragam, seperti meningkatnya keandalan layanan Perusahaan dan meningkatnya kecepatan dalam memberikan produk dan layanan terbaru. Tetapi sementara Anda memigrasikan data penting ke dunia virtual, Perusahaan harus memahami bahwa perhatian terhadap pertahanan keamanan siber mereka juga diperlukan.

“Ingatlah bahwa dengan konektivitas yang lebih besar akan muncul risiko dan kerentanan yang lebih besar pula,” ujar Yeo Siang Tiong, General Manager for South East Asia, di Kaspersky, mengingatkan.

Laporan Kaspersky tersebut mengungkapkan bahwa 9 dari 10 Perusahaan di seluruh dunia telah mengalami pelanggaran data yang memengaruhi infrastruktur cloud publik yang mereka gunakan. Lebih lanjut, Perusahaan mengakui bahwa rekayasa sosial adalah bagian dari serangan tersebut. Rekayasa sosial, termasuk semacam trik dasar untuk mengelabui pikiran manusia dan menargetkan individu dengan tujuan mencuri informasi, atau sejenisnya.

Beberapa jenis data yang termasuk dalam pelanggaran ini adalah informasi yang dapat mengonfirmasi identitas pelanggan, rincian pembayaran, bahkan kredensial otentikasi pengguna. Selain itu, para target serangan juga mengalami kerugian operasional, kerugian finansial, pencemaran reputasi, dan hilangnya loyalitas pelanggan yang sudah diperoleh dengan susah payah.

Studi yang sama menunjukkan bahwa 19,0% insiden di Indonesia yang dihosting oleh pihak ketiga dan memengaruhi infrastruktur adalah disebabkan oleh phishing, kemudian 20,7% disebabkan oleh rekayasa sosial lainnya (seperti: pesan media sosial yang dirancang untuk mengelabui responden), dan 6,9% lainnya disebabkan oleh para penyedia cloud.

“Siapa kah pihak yang harus akan menangani keamanan data? Apakah menjadi kewajiban pihak ketiga? Apakah kewajiban staf internal? Ini hanya beberapa dari banyak pertanyaan penting yang harus dijawab oleh Perusahaan dan UKM sebelum mereka memasuki cloud. Perkiraan kerugian pelanggaran data yang berhasil dan berpengaruh pada infrastruktur cloud publik Perusahaan bisa mencapai hingga 2 juta USD. Ini tentunya menjadi biaya yang sangat mahal. Jadi Perusahaan harus memahami perlunya berbagi tanggung jawab dalam mengamankan data di cloud untuk seluruh pihak yang terlibat,” tambah Yeo.

Sebagai catatan positif, studi Kaspersky juga menemukan bahwa hampir setengah (47,6%) Perusahaan di Indonesia memiliki inisiatif untuk mengambil tindakan preventif demi menghindari kebocoran data dari penggunaan solusi cloud. Namun, beberapa juga masih merasa kebingungan mengenai cara mengelola keamanannya dengan tepat, terutama karena kekhawatiran akan pelanggaran yang terjadi pada sistem cloud mereka.

Hampir lima dari sepuluh (49,2%) Perusahaan lokal mengklaim bahwa mereka memiliki kekhawatiran akan insiden yang dapat mempengaruhi infrastruktur TI  mereka dari pihak ketiga, yaitu para penyedia layanan. Lainnya, sebanyak 12,2% Perusahaan masih belum yakin tentang cara melindungi kebocoran data dari solusi cloud yang mereka gunakan.

“Saya memiliki keyakinan penuh bahwa Perusahaan dan UKM di negara ini dapat menemukan pijakan dalam hal meningkatkan keamanan cloud mereka. Sementara beberapa masih tidak tahu harus mulai dari mana, kami Kaspersky hadir di sini untuk membimbing mereka dalam membangun pertahanan virtual mereka. Solusi dan layanan kami dibuat khusus untuk melindungi Perusahaan dari level terkecil hingga terbesar. Keahlian dan rekam jejak kami dalam memerangi ancaman tentunya akan sangat membantu, ”kata Dony Koesmandarin, Territory Channel Manager for Indonesia, Kaspersky South East Asia.

Berikut rekomendasi dari Kaspersky bagi para Perusahaan dalam melindungi bisnis mereka:

  1. Tingkatkan kesadaran di antara para karyawan mengenai ancaman keamanan siber dimana mereka bisa saja menjadi target serangan. Mereka tidak boleh mengeklik tautan atau membuka lampiran dalam ruang likup komunikasi dari pengguna yang tidak dikenal atau mengunduh file atau program dari sumber yang tidak terpercaya.
  2. Dalam beberapa kesempatan, departemen berbeda dapat menggunakan platform cloud yang melewati TI dan tim keamanan TI. Untuk meminimalkan risiko penggunaan platform cloud yang tidak disetujui, edukasi para staf mengenai efek negatif dari “IT bayangan” serta membuat prosedur dalam membeli dan mengonsumsi infrastruktur cloud pada setiap departemen.
  3. Gunakan solusi keamanan titik akhir untuk mencegah vektor serangan rekayasa sosial. Itu harus mencakup perlindungan untuk jaringan surel, surel klien dan penjelajah web (browser).
  4. Jangan menunda implementasi perlindungan untuk infrastruktur cloud. Saat bermigrasi ke cloud, pahami peta jalan migrasi Anda dan area tanggung jawab untuk setiap jenis platform cloud yang digunakan.
  5. Infrastruktur cloud seringkali merupakan objek dinamis yang kurang transparan. Akan sangat baik untuk menggunakan solusi keamanan siber khusus yang memiliki konsol manajemen terpadu dalam mengelola keamanan di semua platform cloud, dan mendukung deteksi otomatis hostcloud, serta autoscalinguntuk menciptakan perlindungan pada masing-masing platform.
  6. Kaspersky Hybrid Cloud Securitymenawarkan perlindungan bisnis berlapis untuk lingkungan multi-cloud, keamanan siber terpadu, dan orkestrasi tanpa batas. Solusi ini mendeteksi ancaman umum dan kompleks serta melindungi seluruh infrastruktur cloud dari lingkungan tervirtualisasi di tempat hingga platform cloud publik, seperti AWS dan Microsoft Azure. (Icha)

 

 

 

 

Yes! Asus Zenfone 6 Masuk Indonesia Sebentar Lagi

0

Telko.id, Jakarta – Asus memastikan bakal menghadirkan Asus Zenfone 6 ke Indonesia. Menurut Head of Public Relation and e-Marketing Asus Indonesia, Muhammad Firman, smartphone tersebut bakal dihadirkan pada akhir Oktober mendatang.

“Ya, rencananya kuartal 4-2019, dan kalau tidak meleset perkiraan kita mungkin di akhir Oktober,” jelasnya, saat ditemui tim Telko.id di Jakarta, Kamis (29/08/2019).

Ia mengatakan, Asus Zenfone 6 telah mendapatkan izin TKDN dari pemerintah Indonesia, dan tinggal menyelesaikan izin peredaran atau distribusi ke pasar Tanah Air. Nantinya, ada dua model yang akan diperkenalkan, yaitu model RAM 6GB dan 8GB.

{Baca juga: Hands-on Asus Zenfone 6: Kamera Unik, Baterai Super Awet}

Selain memastikan kehadiran Zenfone 6, Firman juga menegaskan bahwa smartphone tersebut tidak akan seperti Zenfone 5 yang sulit ditemui ketika resmi diluncurkan di Tanah Air. Ia menyatakan, jalur produksi dan stok dari smartphone tersebut telah aman menjelang peluncuran resminya.

“Zenfone 6 yang masuk itu model 6GB dan 8GB. Semuanya tinggal izin peredarannya saja,” katanya.

“Seharusnya tidak akan seperti Zenfone 5. Kemarin itu karena ada kendala di produksi dan pasokan dari pusat. Tapi untuk Zenfone 6 ini, produksinya sudah siap dan selesai malah,” lanjut Firman.

{Baca juga: Spesifikasi dan Harga Hp Asus Terbaru}

Asus Zenfone 6 sendiri mengusung layar berjenis IPS berukuran 6,4 inci dengan resolusi Full HD+. Smartphone ini ditopang oleh Snapdragon 855 octa-core 2.84 GHz, yang dipadu dengan RAM 6GB/8GB, ROM 64GB/128GB/256GB, dan baterai berkapasitas 5,000 mAh dengan dukungan Quick Charge 4.0 18W.

Asus Zenfone 6 punya kamera ganda yang bisa digunakan untuk kamera depan ataupun belakang secara bergantian. Konfigurasi kameranya adalah, 48MP aperture f/1.8 dengan sensor Sony IMX586 sebagai lensa utama, dan 13MP sebagai lensa ultra-wide dengan aperture f/2.4. (FHP)