spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1011

Lagi, Jaksa Agung AS Selidiki Dugaan Kasus Monopoli Facebook

0

Telko.id, Jakarta – Jaksa Agung dari berbagai negara di Amerika Serikat (AS) melakukan penyelidikan dugaan kasus monopoli yang dilakukan Facebook. Mereka menyelidiki apakah raksasa jejaring sosial itu melanggar undang-undang anti monopoli AS atau tidak.

Dilansir Telko.id dari The Verge pada Sabtu (06/09/2019), tim Jaksa berasal dari Colorado, Florida, Lowa, Nebraska, North Carolina, Ohio, Tennessee dan District of Columbia. Penyelidikan dipimpin langsung oleh Jaksa Agung AS, Letitia James.

{Baca juga: Dianggap Monopoli, Pendiri Facebook Kritik Mark Zuckerberg}

“Bahkan platform media sosial terbesar di dunia harus mengikuti hukum dan menghormati konsumen. Saya bangga memimpin koalisi  jaksa agung dalam menyelidiki apakah Facebook telah menghambat persaingan dan membuat pengguna dalam bahaya,” kata James.

Fokus penyelidikan yakni pada dua hal yakni dugaan praktik monopoli serta penyalahgunaan data pengguna yang dilakukan Facebook.

“Apakah Facebook “membahayakan data konsumen, mengurangi kualitas pilihan konsumen, atau meningkatkan harga iklan,” tambah James.

Penyelidikan ini menambah daftar kasus hukum yang dialami perusahaan besutan Mark Zuckerberg itu. Baru-baru ini mereka sudah harus membayar denda hingga USD$ 5 Miliar atau Rp 70,3 Triliun oleh Komisi Perdagangan Federal Amerika Serikat. Hingga kini Facebook tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Sebelumnya Inggris juga melakukan penyelidikan serupa. Komisi Persaingan Usaha Inggris dilaporkan sedang menginvestigasi platform online dan iklan digital. Yang mengejutkan, mereka memprioritaskan penyelidikan terhadap Google dan Facebook.

Menurut laporan CNET, dikutip Telko.id, Jumat (5/7/2019), Maret 2019 lalu juga dilakukan investigasi di Eropa dan menghasilkan keputusan berupa denda USD 1,7 miliar untuk Google gara-gara persoalan iklan.

{Baca juga: Inggris Investigasi Google dan Facebook Terkait Monopoli Iklan}

Komisi Eropa mengatakan, Google melakukan praktik monopoli dengan menerapkan pembatasan iklan di situs pihak ketiga bagi para kompetitor. Google dinilai telah melanggara ketentuan persaingan usaha.

Berdasarkan penelitian Komisi Persaingan Usaha Inggris, Google dan Facebook dicecar dengan tiga pertanyaan.  Satu di antaranya terkait kemungkinan konsumen bisa mengontrol data yang dikumpulkan platform online. [NM/HBS]

Sumber: The Verge

Google Kembangkan Teknologi AI untuk Pantau Perilaku Bayi

0

Telko.id, Jakarta – Inovasi teknologi terus dilakukan Google. Ada kabar jika Google ingin mengembangkan sistem dengan teknologi AI (Artificial Intelligence) untuk melacak perilaku bayi, termasuk tanda-tanda ketika bayi ingin menangis.

Dilansir Telko.id dari Digital Trends pada Sabtu (07/09/2019), teknologi yang dikembangkan Google ini akan menggabungkan monitor berkamera pemantau dengan teknologi AI.

{Baca juga: Bayi di Bekasi Dinamai “Google”, Artinya Bikin Terinspirasi}

Monitor dengan sistem kecerdasan buatan itu akan melacak mata dan gerakan bayi serta suara untuk mengingatkan orang tua jika muncul prilaku tak biasa yang dilakukan bayi.

Kamera juga dapat mencari tanda-tanda ketidaknyamanan yang tidak akan terdeteksi oleh monitor audio tradisional. Bayi yang bergerak lebih dari biasanya mungkin karena suasana lingkungan terlalu panas atau terlalu dingin.

Teknologi ini juga memantau kedua mata dan gerakan bayi, sehingga bisa melacak bayi sedang bangun atau tertidur atau mencoba keluar dari tempat tidur bayi. Semua fitur tersebut dapat dikaitkan dengan aplikasi yang mengirimkan pemberitahuan kepada orang tua di smartphone atau tablet.

Teknologi tersebut telah mendapatkan paten pada Kamis (05/09/2019) dan akan menjadi perluasan dari Google Nest. Selama ini teknologi pengawasan bayi hanya sekedar memantau suara.

Itu sebabnya, teknologi dari Google ini menjadi inovasi baru karena dapat lebih akurat untuk memperingatkan orang tua ketika bayi mulai bergerak atau menangis.

Sebelumnya, Bosch menciptakan kereta bayi listrik dengan sensor canggih. Kereta dorong listrik buatan Bosch dilengkapi pula dengan sensor bawaan untuk alasan keamanan. Fungsinya untuk mendeteksi kejadian-kejadian yang membahayakan.

{Baca juga: Bosch Ciptakan Kereta Bayi Listrik dengan Sensor Canggih}

Sebagai misal, jika Anda mendorong kereta bayi tersebut ke jalan menurun, sensor bawaan akan membantu sistem pengereman guna mencegah insiden tak diinginkan. Ketika Anda pergi ke atas bukit, sensor berguna untuk membantu menjaga kereta dorong agar tetap di jalur. [NM/HBS]

Sumber: Digital Trends

Kreatif! Wanita Ini Tambal AC Bocor Pakai Popok Bayi

0

Telko.id, Jakarta – Sebuah peristiwa unik bisa menjadi viral di media sosial. Contohnya aksi kreatif seorang wanita yang menambal kebocoran mesin pendingin ruangan atau AC dengan popok bayi. Seperti apa caranya?

Dilansir Telko.id dari World of Buzz pada Sabtu (06/09/2019), wanita asal Taiwan ini membagikan ide kreatifnya di media sosial Weibo, untuk menghentikan air yang menetes di pendingin ruangan saat malam hari.

Wanita itu mengatakan bahwa pendingin udara mulai bocor di tengah malam, dan dia khawatir, karena komputernya ditempatkan tepat di bawah pendingin udara.

{Baca juga: Viral! Dikirimi Link Situs Pornhub dari Mahasiswanya, Dosen Ini ‘Kepo’}

Dia takut air yang bocor akan merusak komputernya dan harus dengan cepat memikirkan cara untuk menghentikan kebocoran. Idepun muncul. Dia memutuskan untuk menggunakan popok ukuran XXL milik anaknya dan menempelkannya di atas AC-nya.

Bahan penyerap popoknya pun dihadapkan ke arah AC supaya bisa menyerap air. Netizen lain yang melihat posting itu terhibur dengan metode tidak konvensionalnya untuk menghentikan kebocoran dan mengatakan bahwa popok itu sangat berguna.

Memang banyak aksi kreatif yang terjadi di rumah tangga, salah satunya trik mata panda untuk mengurangi kecanduan game. Trik ini mulai viral ketika munculnya foto seorang gadis kecil dengan “mata panda” beredar di media sosial.

{Baca juga: Viral! Orang Tua Hentikan Anak Main HP Pakai “Mata Panda”}

Mereka ingin menghentikan kebiasaan buruk putrinya dengan cara unik ini. Trik ini bermula ketika sang ibu memakaikan eyeshadow hitam di sekitar mata putrinya ketika tidur, sehingga seolah mirip mata panda.

Ketika gadis kecil ini terbangun, ia sangat ketakutan dan menangis saat melihat dirinya di cermin. Sang ibu langsung memperingatkannya agar tidak terlalu banyak menggunakan smartphone. [NM/HBS]

Sumber: World of Buzz

Gagal Mendarat di Bulan, Pesawat Antariksa India Hilang Kontak

0

Telko.id, Jakarta – Usaha India untuk menjadi negara keempat yang mendarat di Bulan mengalami hambatan. Organisasi Penelitian Antariksa India (ISRO) kehilangan kontak dengan pesawat Lander Chandrayaan-2 Vikram yang akan mendarat ke Bulan.

Dilansir Telko.id dari Engadget pada Sabtu (07/09/2019), ISRO kehilangan kontak dengan Chandrayaan-2 Vikram ketika pesawat tersebut berada diketinggian 2,1 km di atas permukaan bulan.

Badan antariksa India itu pun sedang menganalisis data yang tersedia, dan memprediksi jika pesawat ruang angkasa Chandrayaan-2 masih dalam orbit.

Hingga saat ini belum dapat dijelaskan bagaimana nasib pesawat tersebut. Namun jika misi ini gagal maka ini adalah kasus kegagalan kedua sebuah negara ingin menjajaki bulan, setelah sebelumnya pesawat bernama Beresheet milik Israel jatuh setelah mencoba mendarat di Bulan.

Sampai saat ini baru Amerika Serikat, Rusia, dan China yang berhasil mendaratkan pesawat ruang angkasanya di bulan. Israel mencoba jadi negara keempat yang mendarat di bulan lewat pesawat ruang angkasa Beresheet pada April lalu, tapi gagal.

India sendiri ingin menjadi negara keempat yang berhasil mendarat ke bulan, namun hingga kini belum jelas nasib pesawat mereka.

{Baca juga: Siapa Pesaing Terberat AS untuk Misi Pendaratan di Bulan?}

Sebelumnya, seperti dilansir Space.com, pesawat ruang angkasa India berhasil membawa reflektor pertama ke bulan sebagai bagian dari misi Chandrayaan-2, Senin (22/7/2019) lalu.

Peluncuran tersebut dilakukan oleh ISRO, dengan meluncurkan reflektor kecil baru ke kutub selatan bulan.

“Beratnya hanya 1 ons atau sekitar 22 gram dan dapat dilihat dari orbit bulan,” kata Simone Dell’Agnello, ketua eksekutif teknologi di  Institut Nasional untuk Fisika Nuklir-Frascati National Labs di Italia, dikutip Telko.id, Minggu (28/7/2019).

{Baca juga: Ikuti Jejak Misi Apollo, India Kirim Reflektor ke Bulan}

Reflektor kecil itu disebut mikroreflektor. Menurut Dell’Agnello, retoflektor generasi berikutnya akan jauh lebih ringan dan padat ketimbang yang digunakan oleh para astronot misi Apollo 11, Apollo 14, maupun Apollo 15. [NM/HBS]

Sumber: Engadget

Kocak! Pria Ini Tangkap ‘iPhone Terbang’ di Atas Roller Coaster

0

Telko.id, Jakarta – Semuel Kempf tidak menyangka keberuntungan justru hadir di wahana hiburan. Pria asal Selandia baru tersebut berhasil “ketiban rezeki” karena berhasil menangkap iPhone X ketika dirinya sedang menaiki Roller Coaster.

Dilansir Telko.id dari Gizmondo pada Sabtu (07/09/2019), kejadiannya di Taman Hiburan Port Aventura Spanyol, pada bulan Agustus 2019 lalu. Kemudian dirinya bersama kawan-kawan naik Roller Coaster yang cukup ekstrem bernama Shambhala.

Perlu diketahui jika Shambhala memiliki kecepatan tertinggi 80 mil per jam atau 128,7 km per jam, sehingga perlu nyali cukup besar untuk menaiki wahana tersebut.

Kempf pun naik tanpa firasat apapun. Tetapi ketika Roller Coaster sedang berada di atas ketinggian, Kempf tanpa sengaja melihat iPhone X melayang. Lalu dengan sigap dirinya pun berhasil menangkapnya.

{Baca juga: Spesifikasi dan Harga Hp Apple Terbaru}

Ternyata iPhone X tersebut merupakan milik penumpang Roller Coaster lain. Usai permainan berakhir, Kempf pun memberikan iPhone X kepada pemiliknya. Dalam wawancaranya, Kempf mengatakan bahwa pemilik iPhone itu sempat tidak percaya jika ponselnya selamat.

“Dia sangat terkejut dan senang pada saat yang sama. Dia memberi saya pelukan dan berkata dia akan membayar tiket saya,” tutur Kempf.

Kempf lalu mengunggah video aksi penyelamatannya di YouTube pada Rabu (04/09/2019) lewat akun Youtube sirsammy 15. Hasilnya video telah ditonton sebanyak 3,2 juta kali, 16 ribu likes dan 1072 komentar. Hal ini cukup fantastis mengingat subscribers channel sirsammy 15 hanya 370 orang saja.

{Baca juga: Berhari-hari di Dasar Danau, Kondisi iPhone X Ini Bikin Kaget}

Kasus mengenai iPhone X sempat menjadi ramai juga pada Agustus 2019 lalu. Seperti dikutip Telko.id dari Ubergizmo, Rabu (14/08/2019), belum lama ini tim penyelam di Inggris menemukan iPhone X yang telah beberapa hari berada di dasar danau dalam kondisi hidup.

Sumber: Gizmodo

 

eSIM Hadir di Indonesia, Bagaimana Tanggapan BRTI?

0

Telko.id, Jakarta – Smartfren baru saja meluncurkan layanan eSIM. Menanggapi hal itu, Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) mengatakan sedang mengkaji terkait penerapan eSIM di Indonesia, dan untuk saat ini belum diperlukan regulasi baru.

Menurut Anggota BRTI, Setyardi Widodo kehadiran eSIM dicermati khususnya soal teknis registrasi atau cara masyarakat mendaftarkan diri.

“Perhatian kami terkait proses registrasi lewat Nomor Induk Kependudukan (NIK). Kemudian juga teknisnya seperti apa misalnya cara mendaftarnya,” kata Setyardi di Jakarta, Jumat (06/09/2019).

{Baca juga: Selain Lebih Murah, Ini Keuntungan eSIM Menurut Smartfren}

Dirinya mengakui jika eSIM akan memberikan efisiensi bagi operator. Pasalnya mereka tidak perlu melakukan produksi kartu SIM karena merupakan chip yang sudah tertanam dalam smartphone.

“Ini memungkinkan membawa banyak model bisnis. kita belum menentukan terkait model tersebut dan baru mencermatinya saja. Tapi dengan adanya eSIM maka terjadi efisiensi industri karena mereka tidak perlu lagi memproduksi kartu SIM,” tambahnya.

Untuk saat ini Setyardi menilai jika belum ada regulasi khusus. Adapun jika nantinya dibuat regulasi, maka yang difokuskan adalah soal implementasi pemakaiannya sendiri di masyarakat.

“Penerapannya harus dilihat dari perkembangannya. Jadi sejauh ini belum ada regulasi khusus. Jikapun ada, itu soal regulasi turunannya, seperti aplikasinya yang perlu diatur dimana,” ujar Setyardi.

Hal serupa juga dikatakan oleh Presiden Direktur Smartfren, Merza Fachys. Menurutnya pemerintah ataupun BRTI belum perlu mengatur regulasi terkait eSIM. Tetapi jika layanan ini terus berkembang, maka perlu ada regulasi khusus.

{Baca juga: Smartfren Tawarkan Pengguna iPhone Upgrade ke eSIM Gratis}

“Regulasi nggak perlu aturan khusus menurut saya, karena ini berbentuk chip saja, bukan slot. Tapi karena perkembangan penggunaan eSim yang beragam, ini yang sebetulnya perlu di atur, mungkin di sana yang perlu di atur regulasinya,” tutur Merza. [NM/HBS]

 

Facebook dan Microsoft Gelar Lomba Deteksi Deepfake

0

Telko.id, Jakarta – Facebook Inc dan Microsoft menggelar lomba deteksi deepfake dengan total hadiah USD$ 10 juta atau Rp 141,3 juta. Mereka mencari peneliti untuk mendeteksi konten-konten deepfake yang selama ini dapat membingungkan masyarakat.

Dilansir Telko.id dari AsiaOne pada Jumat (06/09/2019) lomba yang dinamakan “Deepfake Detection Challenge”, mengajak para peneliti untuk mendeteksi dan membuat alat pengujian  deepfake.

{Baca juga: Kualitas Deepfakes Ditingkatkan, Video Hoax jadi Sulit Dikenali?}

Perlombaan akan dimulai pada Desember mendatang dan Facebook sengaja membayar aktor untuk dijadikan objek video deepfake. Menjelang pemilihan Presiden Amerika Serikat pada November 2020, platform sosial terus berupaya mengatasi ancaman video deepfake.

House Intelligence Committee Chairman Adam Schiff pada bulan Juli lalu  juga menuntut agar Facebook, Twitter Inc dan Google Alphabet Inc harus bersikap untuk mengatasi deepfake.

Beberapa peneliti juga sedang mengerjakan sistem untuk mengotentikasi video atau gambar pada titik pengambilan melalui digital watermarking. Tetapi evolusi yang cepat dari teknologi deepfake telah membuat media sosial dan peneliti berpikir keras melawan konten video palsu tersebut.

“Ini adalah permainan kucing dan tikus. Jika saya merancang deteksi untuk deepfake, saya memberi penyerang pembeda baru untuk diuji,” kata  Asisten Profesor Teknik Komputer di Tandon School, New York University University, Siddharth Garg.

Bukan pertama kalinya Facebook mengadakan Deepfake Detection Challenge. Sebelumnya perlombaan dan pendanaan dilakukan Facebook untuk mendeteksi peredaran deepfake agar masyarakat tidak tertipu.

{Baca juga: Sah! Tom Cruise Gantikan Robert Downey Jr Jadi ‘Iron Man’ [Video]}

Bahkan Facebook menghabiskan USD$ 7,5 juta atau Rp 105,9 miliar untuk tim di Universitas California,  Universitas Berkeley, Universitas Maryland dan Universitas Cornell dalam menanggapi ancaman itu.

Sebelumnya Deepfake juga menghebohkan penggemar Iron Man. Ada video deepfake AI yang menampilkan sosok Iron Man dengan wajah berganti Tom Cruise. [NM/HBS]

Sumber: AsiaOne

Marvel Dimension Of Heroes Hadir di Platform Mirage AR Lenovo

0

Telko.id, Jakarta – Sebelumnya Lenovo bekerja sama dengan Disney meluncurkan Star Wars: Jedi Challenge yang memungkinkan gamers sebagai Jedi. Kini, Lenovo dan Disney mengumumkan Marvel Dimension of Heroes, sebuah game baru berbasis AR (Augmented Reality).

Game tersebut mengadopsi teknologi Augmented Reality atau AR. Pengguna memainkannya menggunakan headset Mirage AR sehingga tercipta sebuah pengalaman gaming yang mendalam.

{Baca Juga: Kecanduan Zombie, Lenovo Gandeng Resident Evil: The Final Chapter}

Sekarang, sepertinya kemitraan Lenovo dan Disney akan diperluas ke Marvel. Di IFA 2019, Lenovo dan Disney mengumumkan Marvel Dimension of Heroes, sebuah game baru berbasis AR.

Menurut laporan Ubergizmo, Marvel Dimension of Heroes memungkinkan gamer untuk mengambil peran sebagai pahlawan super dan bertarung melawan orang lain melalui teknologi AR.

Pengaturan ini sedikit berbeda dari Star Wars: Jedi Challenge. Alih-alih menggunakan lightsaber, Marvel Dimension of Heroes justru akan hadir dengan dua pengontrol tangan “Universal”.

Perangkat itu Anda pegang di tangan saat Anda melawan penjahat lain buatan Marvel. Para pahlawan super yang dapat dipilih para gamer termasuk Captain America, Thor, dan Captain Marvel.

Ada pula Black Panther, Doctor Strange, dan Star-Lord. Game tersebut juga akan hadir dengan beberapa mode yang berbeda seperti Story Mode, Survival Mode, dan mode Co-Op.

Informasi menyebut, mode Co-Op memungkinkan gamer untuk bermain satu sama lain, meskipun masing-masing  harus memiliki headset Lenovo Mirage AR dan kit.

{Baca juga: Absen di 2019, Assassin’s Creed Ragnarok Rilis di 2020?}

Kit Lenovo Mirage AR untuk Marvel Dimension of Heroes akan tersedia untuk pembelian pada tanggal 6 September 2019 seharga USD 250. Anda dapat melihat ulasan tentang headset Lenovo Mirage Solo. [BA/HBS]

Sumber: Ubergizmo

Selain Lebih Murah, Ini Keuntungan eSIM Menurut Smartfren

0

Telko.id, Jakarta Smartfren berbicara mengenai keuntungan menggunakan eSIM. Salah satunya adalah karena harganya yang lebih murah dibandingkan harga kartu SIM fisik. Selain itu, apalagi keuntungannya?

Menurut Presiden Direktur Smartfren, Merza Fachys biaya pembuatan kartu SIM fisik rata-rata Rp 15 ribu. Namun jika menggunakan eSIM, maka biaya pembuatan menjadi gratis karena chip eSIM telah tertanam di smartphone sejak awal.

{Baca juga: Smartfren Tawarkan Pengguna iPhone Upgrade ke eSIM Gratis}

“Satu SIM fisik rata-rata harganya paling murah Rp 15 ribu untuk siap pakai, itu belum termasuk biaya lainnya. Sekarang dengan eSIM, operator tidak lagi menanggung biaya operasional SIM fisik itu tadi. Ini akan membawa penghematan dari sisi operator dan negara juga,” kata Merza di Jakarta, Jumat (06/09/2019).

Kuntungan kedua eSIM adalah karena dapat memudahkan pengguna jika bepergian ke luar negeri. Hal ini karena eSIM sudah banyak tersedia di banyak negara dan pengguna tinggal mengaktifkan saja tanpa harus mengganti kartu.

“Mereka (negara lain) yang memiliki eSIM, jadi yang suka traveling ke luar negeri, bisa dengan mudah terkoneksi dengan jaminan sinyal yang kuat. Secara massal, kartu ini menguntungkan operator karena tidak lagi memproduksi SIM fisik,” tutur Merza.

Keuntungan yang ketiga, eSIM sebenarnya juga dapat dikembangkan ke OS Android dan Internet of Things (IoT). Namun saat ini Smartfren masih mempelajari agar eSIM Smartfren dapat diimplementasikan di Android ataupun devices lain.

“Kita sedang pelajari, kalau ditanya bisa sih harusnya bisa. Itu kita lihat nanti bagaimana penggunaannya. eSIM adalah teknologi yang diaplikasikan di device Android atau perangkat IoT,” tutup Merza.

{Baca juga: Smartfren Siapkan Jaringan 4G di Ibu Kota Baru}

Sebelumnya Smartfren menawarkan pengguna untuk melakukan upgrade dari kartu fisik ke eSIM secara gratis. Upgrade ke eSIM ini dapat membantu pengguna iPhone atau smartphone yang ingin beralih ke teknologi baru ini.

Mereka dapat langsung datang menukarkan kartu Smartfren mereka ke Gerai Smartfren di Kota Kasablanka Jakarta mulai tanggal 6 hingga 8 September 2019. [NM/HBS]

Keren! Startup Ini Bikin “Kulkas” Pengubah Polusi jadi Sabun

0

Telko.id, Jakarta – Sebuah startup mengembangkan teknologi yang dapat mengubah polusi emisi gas menjadi produk tepat guna. Teknologi bernama CARBiNX ini melakukan daur ulang zat CO2 dan hidroksida menjadi sabun.

Dilansir Telko.id dari Digital Trends pada Jumat (06/09/2019), teknologi tersebut dikembangkan oleh startup asal kanada bernama CleanO2. CARBiNX merupakan teknologi yang menyerupai kulkas besar, yang dijual kepada masyarakat yang peduli lingkungan dari polusi.

Kulkas besar ini berfungsi untuk menangkap dan menyerap emisi gas buang CO2. Nantinya, CARBiNX mengubah polusi emisi gas buang menjadi bahan yang dapat digunakan untuk pembuatan sabun, deterjen dan produk kebersihan lainnya.

{Baca juga: Salut, Iron Man Ajak Warga Bumi Atasi Polusi Dunia}

Saat ini CARBiNX telah dipasang sebanyak 14 unit di kawasan Alberta dan British Columbia, Kanada. CEO dan pendiri CleanO2, Jaeson Cardiff menjelaskan jika teknologi ini dapat memberikan keuntungan dari segi ekonomi. Pasalnya, hasil penjualan sabun nantinya akan dibagi rata antara pemilik unit dan Clean02.

“Teknologi kami sepenuhnya digerakkan oleh laba dan dapat berfungsi sebagai perusahaan tanpa subsidi. Dengan memproduksi produk kami sabun dan deterjen kami dapat mendukung perusahaan kami dan berbagi keuntungan dengan pelanggan kami,” kata Jeason.

Kabarnya, CleanO2 mulai melakukan ekspansi ke Amerika Serikat dengan proyek percontohan di Minneapolis, Amerika Serikat yang didukung oleh Centerpoint Energy. Namun, sabun dari emisi gas buang ini hanya tersedia di Toko AMRE yang berada di Kanada.

{Baca juga: Misi NASA dan ESA Selamatkan Bumi dari Ancaman Asteroid Raksasa}

Produk daur ulang sebelumnya dilakukan juga oleh pemerintah Jepang. Jepang akan mengubah smartphone bekas menjadi medali olimpiade.

Panitia penyelenggara Olimpiade Tokyo 2020 berkomitmen akan menggunakan materi daur ulang dari smartphone bekas dan sampah elektronik lain untuk bahan pembuatan medali yang mencapai 5.000 medali emas, perak dan perunggu. (NM/FHP)

Sumber: Digital Trends