spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1007

Huawei Batalkan Gugatan Terhadap AS, Soal Apa?

0

Telko.id, Jakarta  – Huawei telah mengajukan gugatan terhadap pemerintah Amerika Serikat (AS) seusai Washington merilis peralatan telekomunikasi yang disita atas dugaan pelanggaran kontrol ekspor. Namun belakangan gugatan itu dibatalkan oleh perusahaan asal China tersebut.

Huawei, yang telah masuk daftar hitam sejak Mei 2019, menggugat Departemen Perdagangan dan agen pemerintah AS karena menyita peralatannya di Alaska pada 2017 dalam perjalanan kembali ke China.

{Baca juga: Donald Trump: AS Tetap Ogah Berbisnis dengan Huawei}

Penyitaan dilakukan setelah Huawei melakukan tes laboratorium di California, AS. Pemerintah AS kemudian mengembalikan peralatan pada Agustus 2019 setelah mengonfirmasi tidak ada lisensi ekspor.

Huawei lantas membatalkan gugatan meski kecewa pemerintah AS menolak untuk memberikan penjelasan lengkap tentang penahanan “sewenang-wenang dan tidak sah” atas peralatan selama sekitar dua tahun.

Menurut Reuters, seperti dikutip Telko.id, Selasa (10/9/2019), nasib Huawei sangatlah penting dalam peningkatan perang dagang antara Beijing dan Washington. Huawei adalah ikon nasional di China,

Huawei masih menghadapi beberapa tuntutan pidana di AS karena diduga melanggar sanksi ekspor ke negara-negara terlarang, termasuk Iran. Mereka pun mencoba untuk menantang AS lewat gugatan.

{Baca juga: AS Keukeh Embargo Huawei Meski Perang Dagang Usai}

Washington mengatakan, peralatan telekomunikasi perusahaan China itu dapat digunakan oleh Beijing untuk memata-matai. Merespons pernyataan miring AS, Huawei membantah semua tuduhan. [SN/HBS]

Sumber: Reuters

Bukalapak PHK Ratusan Karyawan? | Telset

0

Telko.id, Jakarta – Bukalapak dikabarkan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kepada ratusan karyawan. Pemangkasan karyawan itu diungkap ke publik oleh para karyawan perusahaan e-commerce berstatus unicorn itu.

Seorang karyawan yang tak mau identitasnya diketahui publik, menjelaskan jika Bukalapak melakukan PHK terhadap ratusan karyawan termasuk dirinya.

“Ada ratusan (karyawan) yang kena. Kita (yang terkena PHK) sudah beberapa kali audiensi dengan manajemen di lokasi yang berbeda,” kata sumber tersebut kepada wartawan, Selasa (10/09/2019).

Sedangkan sumber lain menyebut jika divisi yang mengalami pemangkasan berasal dari Divisi Marketing, Engineering dan Costumer Service. Semua divisi tersebut diduga mengalami pemangkasan personel.

{Baca juga: 13 Juta Akun Bukalapak Diretas dan Dijual di Dark Web}

“Marketing, engineering dan berbagai divisi,” kata seorang karyawan Bukalapak yang tak mau disebutkan namanya.

Bukalapak sendiri merupakan e-commerce yang didirikan oleh Achmad Zaky, Nugroho Herucahyono dan Fajrin Rasyid pada 10 Januari 2010. Saat ini Bukalapak telah berusia 9 tahun dan telah menjadi perusahaan startup berstatus Unicorn keempat di Indonesia.

Status unicorn didapatkan karena Bukalapak memiliki nilai valuasi $ 1 miliar atau Rp 14 triliun. Suntikan dana didapat perusahaan e-commerce tersebut dari500 Startup, Batavia Incubator dan Emtek Group.

Seperti diketahui, saat ini di Indonesia terdapat  4 perusahaan yang sudah berstatus unicorn, yang masuk dalam daftar 300 unicorn dunia yang memiliki nilai valuasi diatas $ 1 miliar.

{Berita Terkait: Valuasi Operator Disamai Unicorn, Telkom Terancam?}

Dilutip dari CBInsights, di urutan pertama adalah Go-Jek, dengan nilai valuasi sebesar $ 10 Miliar atau Rp 140 triliun. Kemudian pada posisi kedua adalah Tokopedia, dengan nilai valuasi $ 7 miliar atau Rp 98 triliun.

Kemudian posisi ketiga ada Traveloka yang memiliki nilai valuasi sekitar $ 2 miliar atau Rp 28 triliun, dan posisi keempat adalah Bukalapak dengan nilai valuasi $ 1 miliar atau Rp 14 triliun. [NM/HBS]

Kemenhub Harap Mobil Listrik Bebas Aturan Ganjil Genap

0

Telko.id, Tangerang – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mendorong agar mobil listrik bebas dari aturan ganjil genap kendaraan. Hal ini dilakukan sebagai bentuk insentif pemerintah terhadap peredaran mobil tersebut di Indonesia.

Menurut Direktur Angkutan Jalan Kemenhub, Ahmad Yani menjelaskan bahwa Pemerintah Daerah Provinsi  (Pemprov) DKI Jakarta, dapat memberikan insentif terhadap mobil listrik. Salah satunya dengan membebaskan mereka dari aturan ganjil genap.

{Baca juga: Perpres Mobil Listrik Keluar, Toyota: PPnBM dan Insentif Gimana?}

“Bebas dong (aturan ganjil genap) pemerintah daerah harus kasi intensif,” kata Ahmad Yani di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang Selasa (10/09/2019)

Dirinya memahami jika membebaskan mobil dengan tenaga listrik dari aturan ganjil genap, dapat menambah kemacetan. Namun polusi bisa berkurang karena mobil ini tidak menghasilkan polusi udara seperti mobil lainnya.

“Minimal gak mengurangi polusi udara. Karena mobil yang satunya gak dipakai,” tambah Yani.

Regulasi lain yang dapat diterapkan adalah soal tarif parkir. Menurutnya Pemprov DKI Jakarta dapat memberikan insentif bagi mobil dengan teknologi listrik berupa biaya parkir yang murah dan terzonasi.

“Parkir bayarnya murah. Misalnya nanti DKI Jakartan bikin zona parkir. Yang masuk wilayah zona ring satu itu tarifnya misalnya RP 100 ribu sejam. Bisa jadi. Zona ring dua  Rp 50 ribu dan zona ring tiga gratis. Nah itu memang harus dilakukan menajemen rekayasa lalu lintas termasuk parkir,” tambah Yani.

Di lingkungan Kemenhub, mereka juga akan membuat aturan bahwa tahun depan, pejabat eselon 1 dan eselon 2 Kemenhub harus menggunakan mobil ini sebagai kendaraan dinasnya mereka.

{Baca juga: Listrik Masih ‘Byar Pet’, Jokowi Teken Perpres Mobil Listrik}

“Pegawai eselon 1 eselon 2 di Kementerian Perhubungan tahun depan kalo itu harus sudah menggunakan mobil tersebut,” tutup Yani.

Sebelumnya Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo telah memberi lampu hijau terhadap kehadiaran mobil listrik. Pada awal Agustus 2019 lalu Joko Widodo  mengaku telah menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) mengenai mobil listrik.

Terbitnya Perpres tersebut didukung oleh sejumalh ATPM atau produsen mobil, salah satunya Toyota. Pabrikan mobil asal Jepang itu menilai perpres mobil listrik tersebut bisa mempercepat kehadiran mobil tersebut di Tanah Air.

Menurut Marketing Director Toyota Astra Motor, Anton Jimmi Suwandy, Perpres yang diteken oleh Presiden Joko Widodo secara langsung mendukung industri lokal.

{Baca juga: Setelah Mobil, Toyota Kini Ingin Kuasai Industri Robot}

“Perpres ini yang kita tunggu-tunggu karena lebih jelas lagi bahwa pemerintah sudah pasti akan mendukung produksi dalam negeri untuk masuk ke dunia elektrifikasi,” ujar Anton di Jakarta, Kamis (15/08/2019). [NM/HBS]

Cosplay di Borderlands 3 Terlihat Keren

0

Telko.id, Jakarta  – Sudah ada panduan cosplay resmi untuk karakter-karakter baru di situs Borderlands. Penggemar bisa menentukan detail penampilan karakter-karakter anyar tersebut.

Mary dan Feinobi telah berpenampilan cosplay sebagai Calypso Twins, Tyreen dan Troy, para pemimpin dari Children of the Vault, serta para penjahat dari game Borderlands 3.

{Baca juga: Fortnite Kolaborasi dengan Borderlands?}

Mereka adalah para Borderlands dengan ego masing-masing. Menurut laporan PC Gamer, setiap garis di wajah mereka sekarang lebih tampak.  Para gamer akan mendapatkan pengalaman baru.

Gearbox Software, studio pengembang seri franchise Borderlands, memang telah mengonfirmasi keberadaan Borderland 3. Di acara PAX East, mereka merilis video cuplikan game tersebut.

Video trailer tersebut diawali dengan penampakan topeng musuh ikonik game ini yaitu Psycho. Kemudian, video menampilkan sebuah bangunan dengan tulisan Children of the Vault.

Di bagian ini, Anda akan mendapatkan gambaran jelas bahwa ada dua karakter antagonis utama. Kedua antagonis itu adalah Calypso Twin bersama pasukan Psycho.

{Baca juga: Gearbox Software Pamer Cuplikan Game Borderlands 3}

Dua karakter tersebut tampaknya menjadi fokus dalam video trailer ini dan masih memiliki hubungan dengan kelompok Children of the Vault.

Sebelumnya dikabarkan bahwa Epic Games berusaha mengkolaborasi game battle royale yang sangat populer, Fortnite, dan game shooter-looter, Borderlands 3.

Akun Twitter Fortnite memposting gambar misterius. Menurut laporan Game Spot, pesan yang disampaikan game paling populer di dunia tersebut menggunakan tagar #FortnitexMayhem.

Tagar ini dikombinasikan dengan gambar bandit Psycho dari seri Borderlands, membuatnya cukup jelas mengacu pada semacam acara crossover antara Fortnite dan Borderlands.

{Baca juga: Epic Games Tuntaskan Final Showdown Fortnite}

Kemungkinan yang paling jelas adalah bahwa skin Borderlands datang ke game battle royale tersebut. Sayang sekali, perihal kabar itu, sampai kini belum ada yang bisa dikonfirmasi. [BA/HBS]

Sumber: PC Gamer

World of Warcraft Classic Kena Serangan DDoS

0

Telko.id, Jakarta  –  World of Warcraft Classic dihantam serangan DDoS pada akhir pekan ini. Meski Blizzard mengatakan bahwa masalah tersebut telah diatasi,  beberapa pemain masih melaporkan tidak dapat login di server tertentu.

Menurut laporan Tech Radar, serangan DDoS di World of Warcraft Classic dimulai dengan sebuah kelompok yang bernama UKDrillas. Ia menyatakan di Twitter akan gentayangan melalui server WoW Classic dengan tembakan DdoS.

{Baca Juga : Tahun 2019, Para Peretas Akan Kuasai Internet}

Blizzard memang tidak mengkonfirmasi bahwa organisasi tersebut merupakan pohak yang bertanggung jawab. Namun, perusahaan mengumumkan bahwa ada gangguan DDoS yang memengaruhi beberapa basis pemainnya di Twitter.

Menurut obrolan yang diikuti oleh para pemain di Twitter, efek serangan tersebar luas. Grup tersebut menargetkan lebih dari sekadar server Classic, tetapi juga memukul server WoW normal.

“Semua alam WoW, kecuali Rattlegore, kembali online dan stabil. Kami melakukan investigasi berlanjut untuk wilayah itu. Beberapa pemain mungkin mengalami masalah login hingga kami melakukan pemeliharaan wilayah,” ujarnya.

Blizzard kemudian mengeluarkan pernyataan yang mengklaim bahwa semuanya telah diselesaikan. “Rattlegore pun sekarang juga stabil. Terima kasih semuanya atas kesabaran Anda,” demikian pernyataan Blizzard.

Beberapa gamer menemukan bahwa game sudah normal. Namun, ternyata ada pemain yang masih mengalami masalah login. Mereka mungkin bisa masuk, tetapi tidak bisa masuk ke dalam permainan yang sebenarnya.

Sumber : techradar.com

Game Aksi Petualangan Falcon Age Resmi Rilis

0

Telko.id, Jakarta  – Game petualangan Falcon Age akhirnya resmi dirilis. Di game ini, pemain memelihara dan membesarkan elang menjadi binatang yang buas tetapi mampu menaklukkan setiap tantangan.

Anda bermain sebagai Ara dan berjuang melawan pasukan penjajah dalam upaya untuk mengembalikan warisan budaya. Permainan dimulai saat Ara berada di dalam penjara.

{Baca juga: ‘Assassin Creed Identity’ Sambangi iOS, Android Menyusul}

Di sana, ia pertama kali berteman dengan elang muda. Dengan BFF burung baru, Ara harus melarikan diri dan mulai membangun kembali komunitasnya yang perlahan-lahan dimusnahkan.

Selepas dari penjara, Ara dan sang elang bekerja sama menyerang faksi robot. Di game tersebut, Anda bisa mengajari elang sejumlah trik, bahkan berpakaian dengan pakaian yang berbeda.

Anda juga bisa melatih elang untuk menyerang drone. Menurut PC Gamer, Falcon Age tersedia di Epic Games Store seharga USD 20 dengan fitur dukungan VR opsional untuk Oculus, Vive, dan Index.

Game Falcon Age, yang hadir di PlayStation 4 dan Microsoft Windows, dikembangkan oleh  Outerloop Games. Game itu sekarang telah rilis dan bisa diunduh oleh para gamer.

Sebelumnya dilaporkan, Epic Games Store telah mengumumkan bahwa delapan game indie baru akan tersedia secara eksklusif. Game itu akan menjadi bagian dari PAX West 2019 Showcase.

{Baca juga: Bethesda Hilangkan Syarat Login untuk DOOM dan DOOM II}

Dari delapan game tersebut, terdapat judul yang sangat dinanti-nantikan seperti Ooblets dan Wattam. Epic Games Store sepertinya akan melanjutkan strategi untuk mendapatkan hak eksklusif.

Epic Games melakukannya dalam upaya memenangkan pelanggan dari toko pesaing seperti Steam. Kebiasaan layanan toko games online ini membuat game eksklusif pernah kontroversial. [BA/HBS]

Sumber: PC Gamer

Absen Siswa Sekolah di Malaysia Pakai Teknologi Pengenalan Wajah

0

Telko.id, Jakarta – Teknologi pengenalan wajah atau Face Recognition mulai diterapkan sekolah-sekolah. Salah satu sekolah yang sudah menggunakannya adalah SMK Tunku Abdul Aziz di Kedah, Malaysia. Teknologi tersebut digunakan untuk absensi siswa dan guru.

Dilansir Telko.id dari World of Buzz pada Senin (09/09/2019) teknologi ini diterapkan sejak tanggal 27 Agustus 2019. Menurut Kepala Sekolah bernama Alor Setar  teknologi akan mencatat kehadiran 100 siswa dan guru yang ada di sekolah tersebut.

Menurut Alor Setar, teknologi ini sangat membantu meningkatkan kedisiplinan khususnya para siswa yang suka bolos. Teknologi ini juga memudahkan guru untuk mengetahui siapa siswa yang sering tidak hadir ke sekolah.

Teknologi pemindai wajah juga terhubung ke aplikasi “Pepatih MySekolah” yang digunakan guru untuk mencatat prilaku dan kehadiran siswa. Aplikasi ini juga dapat memantau prilaku guru yang suka meninggalkan siswa lebih awal sebelum jadwal kelas berakhir.

{Baca juga: Sistem Pengenalan Wajah Gagal Lindungi Pria Ini saat Tidur}

Sayangnya saat ini sekolah hanya memiliki 1 perangkat pemindai wajah saja. Sisanya sekolah masih melakukan absensi melalui mesin pemindai sidik jari.

Sebelumnya teknologi ini juga digunakan di China namun untuk sektor properti. Perumahan di Beijing, China mulai menerapkan sistem keamanan kekinian.

Salah satunya adalah menggunakan kunci pintar dengan teknologi pengenalan wajah di proyek perumahan untuk meningkatkan keamanan.

Teknologi tersebut bisa menolak akses masuk orang tak dikenal, dan juga menindak penyewa ilegal. Bahkan fitur tersebut dapat meminta pihak menajemen untuk memeriksa kondisi penghuni jika belum masuk atau meninggalkan rumah dalam jangka waktu tertentu.

{Baca juga: Canggih! Rumah di China Pakai Teknologi Pengenalan Wajah}

Ada 47 proyek yang menggunakan teknologi ini hingga akhir 2018 dan saat ini pihak Beijing akan terus mengembangkan proyek yang dapat melayani sekitar 120.000 penyewa hingga akhir Juni 2019. [NM/HBS]

Sumber: World of Buzz

Oops Ketahuan! Apple-Foxconn Rekrut Siswa Magang untuk Rakit iPhone

0

Telko.id, Jakarta – Apple mendesain banyak produk di California, Amerika Serikat (AS), dan memproduksinya di China dan juga negara lainnya. Baru-baru ini, ada laporan bahwa Apple dan Foxconn, produsen terbesar iPhone, dituduh melakukan pelanggaran gara-gara siswa magang yang direkrut untuk rakit iPhone.

Adalah kelompok advokasi China Labor Watch (CLW) yang menuding Apple dan Foxconn telah melanggar hukum perburuhan. Dalam melakukan investigasi, CLW menggunakan penyelidik yang menyamar sebagai pekerja pabrik Foxconn di Zhengzhou.

Hasilnya, CLW menemukan bahwa pekerja magang merupakan setengah dari tenaga kerja dari bulan lalu di perusahaan tersebut.

{Baca juga: Logo Apple di iPhone 11 Pindah Posisi?}

Merujuk undang-undang tenaga kerja China, Foxconn tidak seharusnya membentuk lebih dari 10 persen pekerja magang.

Apple mengamini temuan CLW. Apple bakal berkoordinasi dengan Foxconn untuk menyelesaikan masalah itu. Perlu dicatat bahwa Foxconn setiap tahun mempekerjakan sejumlah besar pekerja magang untuk meningkatkan produksi iPhone.

Dikutip Telko.id dari Phone Arena, Senin (09/09/2019), CLW mencatat bahwa jumlah pekerja magang tahun lalu mencapai 55 persen dari total buruh di pabrik Foxconn. Rata-rata, mereka adalah siswa magang dari berbagai sekolah di China.

Selain terlalu sering menggunakan pekerja magang, Foxconn juga memberlakukan jam lembur bagi karyawan. Sayangnya, jam lembur yang diterapkan tidak konsisten dengan pedoman perusahaan. CLW pun mengancam bakal memperkarannya.

{Baca juga: Spesifikasi dan Harga Hp Apple Terbaru}

Pabrik Foxconn di Zhengzhou memproduksi 12.000 iPhone per shift. Akan tetapi, saat menggarap iPhone XS dan iPhone XS Max untuk diluncurkan pada 2018, Foxconn butuh waktu lebih lama sehingga kapasitas produksi per shift turun signifikan.

CLW mengatakan bahwa Foxconn butuh lebih banyak pekerja perakitan untuk membangun dua iPhone tersebut. Sampai berita ini ditayangkan, pihak Foxconn belum memberi klarifikasi. Setidaknya, baru Apple yang berjanji untuk mengatasinya. (SN/FHP)

Sumber: phoneArena

Bak Sherlock Holmes, Karyawan Toko Bobol 1.300 Kartu Kredit Pelanggan

0

Telko.id, Jakarta  – Pencurian informasi kartu kredit sering dilakukan oleh orang dalam alias pegawai sendiri. Aksi ini semakin meresahkan karena jumlahnya meningkat. Kasus terbaru dilakukan seorang pegawai toko di Jepang yang mencuri informasi kartu kredit milik pelanggannya.

Tampaknya, perusahaan besar sedang mengalami masalah keamanan di semua tempat. Hal tersebut membuat pengguna merasa resah dan gelisah ketika akan menggunakan kartu kredit secara online.

{Baca juga: Tinggalkan Kartu Kredit, Bayar di Amazon Cukup “Pindai Telapak Tangan”}

Di Jepang, seorang pegawai toko mencuri informasi kartu kredit milik orang lain. Cara yang ia lakukan konvensional. Ia melihat dan menghafalkan secara detail 16 digit nomor kartu kredit milik lebih dari 1.300 pelanggan.

Menurut CNET, pegawai berusia 34 tahun itu bekerja di sebuah mal di Kota Koto, dekat Tokyo. Polisi menuduhnya menghafalkan 16 digit nomor, kode keamanan, dan tanggal kedaluwarsa kartu kredit milik para pelanggan.

Dikutip Telko.id, Senin (9/9/2019), ia menghafalnya selama periode waktu penyelesaian transaksi pembelian. Setelah menangkap pelaku, polisi menemukan sebuah buku catatan berisi rincian kartu kredit milik 1.300 korban.

Memiliki kemampuan menghafal tingkat Sherlock Holmes, pelaku menggunakan informasi kartu kredit curian untuk membeli dua tas senilai USD 2.500 atau sekitar Rp 35 juta dengan alamat pengiriman rumahnya.

Pembajakan kartu kredit memang kerap terjadi di berbagai negara. Baru-baru ini, MoviePass meninggalkan rincian kartu kredit pengguna rentan setelah gagal melindungi password alias kata sandi database.

{Baca juga: Awas! Hacker Bisa Bobol Kartu Kredit Pakai Akun Apple ID}

Dua perusahaan jasa pembayaran digital asal China, Alipay dan WeChat Pay, mengimbau kepada pengguna agar berhati-hati. Sebab, pencuri kini menggunakan akun Apple ID milik orang lain untuk melakukan pembelian. [SN/HBS]

Sumber: CNET

 

Google Ketahuan Lacak Informasi Pengguna Lewat Web Tersembunyi

0

Telko.id, Jakarta – Kasus penyalahgunaan privasi pengguna menimpa Google. Beberapa pihak menuduh raksasa internet itu telah melacak informasi pengguna secara sepihak lewat website tersembunyi demi target iklan.

Dilansir Telko.id dari Ubergizmo pada Senin (09/09/2019), laporan Financial Times, perusahaan peramban web gratis, Brave menuduh Google melacak informasi pengguna melalui halaman Web tersembunyi, dan menggunakanannya untuk iklan.

{Baca juga: Spesifikasi dan Harga Hp Google Terbaru}

Kasus ini ditemukan oleh Kepala Kebijakan Brave, Johnny Ryan yang menemukan web tersembunyi setelah dia menyadari jika datanya diperdagangkan dan ditukar di iklan layanan mesin pencarian itu. Kasus ini pun dibawa ke regulator data Irlandia untuk penyelidikan lebih lanjut.

Menanggapi kasus tersebut, Juru Bicara Google pun mengatakan bahwa pihaknya tidak pernah menayangkan iklan secara sepihak.

“Kami tidak menayangkan iklan yang dipersonalisasi atau mengirim permintaan tawaran kepada penawar tanpa persetujuan pengguna,” ujarnya.

Ini bukan pertama kali raksasa mesin pencarian itu tersandung masalah privasi pengguna. Tahun lalu Pengadilan Arizona, Amerika Serikat, menyelediki kasus dugaan pengumpulan data lokasi pengguna yang dilakukan oleh Google. Jaksa penuntut umum sedang mempelajari kasus sebelum memberi putusan.

Jaksa memulai penyelidikan kasus tersebut setelah Google diketahui masih mengumpulkan data, bahkan setelah pengguna mematikan menu Location History. Dalam melakukan penyelidikan, jaksa meminta banruan sebuah badan hukum.

Dilaporkan ZDNet, Rabu (12/9/2018), jaksa penuntut umum Arizona, Mark Brnovich, mengaku tengah menjalankan penyelidikan intensif untuk mencari kemungkinan pelanggan hukum penipuan konsumen yang dilakukan oleh Google.

{Baca juga: Jaksa Selidiki Kasus Dugaan Pengumpulan Data oleh Google}

Ia bersama badan hukum melacak kemungkinan penyimpanan data lokasi dan pelacakan data lokasi oleh Google. Sebenarnya, penyelidikan tersebut telah berlangsung sejak beberapa waktu lalu. Namun, pihak berwenang belum memberi putusan. [NM/HBS]

Sumber: Ubergizmo