spot_img
Latest Phone

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...

Xiaomi Mijia Smart Audio Glasses Siap Masuk Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia secara resmi mengonfirmasi rencana peluncuran...

Garmin Unified Cabin 2026: Revolusi Kabin Cerdas Berbasis AI

Telko.id - Garmin secara resmi memperkenalkan Garmin Unified Cabin...

Xiaomi Serentak Buka 50 Store, Perkuat Jaringan Retail di Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia secara resmi membuka 50 Xiaomi...

Garmin Connect Data Report 2025: Lari Terpopuler, Padel Tumbuh 1.684%

Telko.id - Garmin merilis Garmin Connect Data Report 2025...

ARTIKEL TERKAIT

Sprint Hasilkan USD2.2 Miliar Dari Jual Aset

Telko.id – Operator telekomunikasi AS, Sprint, belum lama ini menandatangani kesepakatan untuk menjual dan menyewakan kembali beberapa aset jaringannya yang akan mendatangkan dana segar sebesar USD 2,2 miliar.

Sprint menjual aset tersebut kepada Network LeaseCo, yang akan menggunakannya sebagai jaminan untuk mengumpulkan dana dari investor luar, termasuk perusahaan induk Sprint, Softbank.

Aset-aset ini, yang meliputi peralatan yang digunakan pada menara sel dan membawa tag harga USD 3 miliar, akan disewakan kembali ke Sprint.

Sebelumnya, langkah serupa juga pernah ditempuh Sprint pada bulan November 2015, ketika perusahaan menghasilkan USD 1.1 miliar melalui penjualan dan penyewaan kembali beberapa perangkat mobile high-endnya kepada kelompok investor yang baru dibentuk, Mobile Leasing Solutions.

“Sprint dan Softbank telah bekerja sama lagi untuk menciptakan struktur yang unik yang menyediakan Sprint dengan sumber modal yang menarik,” ungkap CFO Sprint, Tarek Robbiati, dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu.

Ia menambahkan, seperti dilaporkan Total telecom, Jumat (8/4), transaksi ini merupakan langkah penting pertama dalam mengatasi utang yang akan jatuh tempo dan memungkinkan perusahaan untuk tetap fokus pada transformasi yang dicanangkan, yang melibatkan pertumbuhan pendapatan topline dan secara agresif mengontrol biaya bisnis untuk meningkatkan arus kas operasi.

Sekedar informasi, pada akhir Desember 2015 lalu, total utang Sprint tercatat sebesar USD 33.75 miliar, dimana USD 3.68 miliar diantaranya jatuh tempo pada tahun fiskal 2016, yang berlangsung hingga 31 Maret 2017.

Sprint sendiri kini telah mereposisi dirinya sebagai value player di pasar mobile AS. Mereka berharap untuk memperluas basis pelanggan dengan memberikan penawaran yang lebih murah dibanding kompetitor lainnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU