spot_img

Passpod, Startup Binaan IDX Incubator Pertama Resmi Melantai di BEI

Telko.id – Bagi stratup, salah satu yang sangat dibutuhkan adalah pendanaan. Dan, banyak yang belum mau masuk ke perdagangan saham karena menganggap perlu besar dulu. Padahal, tidak juga.

“Sebagaimana motivasi yang kami dapat selama proses inkubasi di IDX Incubator, Jangan menunggu tumbuh besar untuk IPO, justru dengan IPO startup akan tumbuh,” ujar Hiro Whardana, CEO Passpod.

Memang, Passpood ini tidak serta merta juga langsung melantai ke bursa saham. Pasalnya, Passpood sudah mendapatkan banyak masukan dari Indonesia Stock Exchange atau IDX incubator sebagai startup binaan. Dan akhirnya, Senin (29/10), Passpood pun resmi melantai ke bursa saham dengan kode emiten YELO.

Passpod merupakan startup perusahaan jasa penyewaan modem wifi dan travel assistance bagi pelancong Indonesia ke luar negeri dengan tiga segmen usaha yaitu bidang travel services, AI & big data, dan global connectivity. Produk milik Yelooo Integra Datanet Tbk.

Dengan pencatatan perdana saham ini, YELO menjadi emiten ke 46 pada tahun 2018, sekaligus startup binaan IDX Incubator pertama yang melantai di Bursa Efek Indonesia.

IDX Incubator sendiri merupakan program inkubasi startup yang digagas Bursa Efek Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan. IDX Incubator memiliki visi untuk membantu mengembangkan startup di Indonesia baik dari segi bisnis, legal, pendanaan hingga membantu mereka melenggang ke lantai bursa saham. Passpod merupakan salah satu startup yang mengikuti program tersebut sejak Februari 2018.

Hiro berharap langkah ini bisa menginspirasi startup lainnya untuk terus melihat berbagai opsi pendanaan untuk perusahaan.

Pencatatan perdana saham Yelooo Integra Datanet Tbk. ini sendiri disambut baik oleh masyarakat, dimana sesuai hasil laporan hasil penawaran umum perdana saham yang telah dilakukan pada tanggal 18 – 22 Oktober 2018 lalu, permintaan saham Passpod mengalami oversubscribed lebih dari 10.27 kali. Passpod menunjuk Sinarmas Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek dan PT Jasa Utama Capital dan Erdikha Elit Sekuritas sebagai penjamin emisi efek.

Adapun jumlah saham baru yang dilepaskan Passpod yaitu 130.000.000 lembar saham, atau sebesar 34.21% dari modal ditempatkan. Dana IPO sendiri akan digunakan untuk pengembangan bisnis, research & development aplikasi termasuk penambahan beragam fitur serta modal kerja.

Hingga April 2018, Passpod mampu mengantongi laba bersih periode berjalan sebesar Rp475 juta. Jumlah tersebut meningkat drastis dari capaian periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya menyentuh angka Rp 26,5 juta.

Hiro mengatakan bahwa kinerja dan pencapaian ini tidak terlepas dari segmen usaha yang diyakini Perusahaan dapat memberikan berbagai solusi inovatif serta relevan sesuai tren bepergian saat ini.

“Jumlah outbound traveller Indonesia akan terus berkembang diprediksi mencapai jumlah 10,6 juta orang di tahun 2021. Dengan memaksimalkan potensi big data, bisnis Passpod bisa memberi layanan maksimal serta berbagai rekomendasi kepada traveler Indonesia tidak hanya saat persiapan tetapi juga selama perjalanan. Beberapa diantaranya yaitu penjualan tiket destinasi wisata on-the-spot, itinerary builder, e-commerce, asuransi perjalanan dan berbagai hal lainnya”.

Selain itu, Hiro mengakui IPO adalah langkah awal untuk pengembangan bisnis Passpod ke mancanegara.

“Selain kebutuhan pendanaan, ketika nanti berhubungan dengan pihak pemangku kepentingan maupun partner bisnis di negara lain, perusahaan terbuka yang mengutamakan akuntabilitas, transparansi serta tata kelola yang baik tentunya akan lebih terpercaya”.

Ekspansi bisnis yang direncanakan Passpod ke lima negara di Asia Tenggara yaitu Malaysia, Singapura, Vietnam, Myanmar, dan Korea Selatan, ditujukan untuk menarik turis dari luar negeri ke Indonesia.

”Passpod yang saat ini sudah dapat digunakan di 70 negara menyasar outbound traveller, tentunya tak menutup kemungkinan di masa yang akan datang, jangkauan itu juga mencakup turis luar negeri yang ingin berwisata ke Indonesia (inbound traveller) sebagai bentuk dukungan pada program Kementerian Pariwisata,” kata Wewy Suwanto, Direktur Operasional dan Keuangan Passpod.

Wewy menambahkan, untuk mencapai tujuan itu, perseroan telah mendapatkan sertifikasi tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) dari Kementerian Perindustrian dan sertifikasi Postel A & B dari Kementerian Komunikasi dan Informatika. Dengan izin ini, Passpod akan lebih leluasa untuk menggarap pasar inbound maupun outbound yang potensi pertumbuhannya masih sangat besar di masa mendatang.

Dengan menambah beragam fitur pada aplikasi, memperluas wilayah pemasaran, memperbanyak kerjasama dengan lebih banyak pihak dari industri travel, serta peningkatan pelayanan pada konsumen, Passpod memproyeksikan pendapatan sebesar Rp 165 milyar ditahun 2022 dengan laba bersih Rp15.3 milyar serta proyeksi rata-rata pertumbuhan tahunan (compund annual growth rate / CAGR) sebesar 109.99% dari laba bersih.

“Dari berbagai pilar strategi tersebut, di tahun 2022 Passpod berencana menjadi ekosistem on-demand berbasis aplikasi yang menawarkan berbagai kebutuhan yang relevan bagi traveller selama bepergian”. tutup Hiro. (Icha)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

- Advertisement -spot_img

Latest Phone's

Latest Articles

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0