Telko.id – Harga iPhone 18 Pro diperkirakan mengalami kenaikan signifikan saat diluncurkan pada September 2026. Menurut proyeksi firma riset pasar TrendForce, persentase kenaikannya lebih dari 38 persen, sekitar USD$200-300, atau setara kurang lebih Rp3,5 juta-Rp5 jutaan, dibandingkan generasi sebelumnya. Namun, angka tersebut masih berupa prediksi dan belum dikonfirmasi Apple.
Salah satu penyebab utama kenaikan tersebut adalah melonjaknya harga komponen memori meningkat pesat akibat pembangunan pusat data dan infrastruktur AI, sehingga produsen chip lebih banyak mengalokasikan kapasitas produksi untuk kebutuhan server dan AI.
Harga memori smartphone bahkan dilaporkan meningkat lebih dari 80% secara kuartalan pada kuartal II 2026.
Secara umum, biaya produksi smartphone baru terbagi menjadi tiga kategori, yaitu komponen, perakitan hingga biaya overhead.
Kategori terakhir mencakup berbagai hal, mulai dari penelitian dan pengembangan (R&D) hingga biaya kampanye untuk kebutuhan marketing. Namun laporan TrendForce secara khusus menganalisis biaya komponen atau dikenal sebagai Bill of Materials (BOM).
Pada tahun lalu, biaya memori berkontribusi 10 persen dari total biaya komponen iPhone. Namun untuk iPhone tahun depan, persentasenya ditaksir lebih dari 40 persen.
Baca Juga:
- Apple Gagal Dapat Chip DRAM CXMT untuk iPhone 18
- Krisis RAM Global Bikin MacBook Air Langka dan Harga Naik
Perkiraan harga iPhone 18 Pro saat peluncuran
Seluruh kondisi ini mengganggu rantai produksi iPhone 18 Pro. Laporan terbaru menyebut sekitar USD$1 miliar chip A20 Pro milik Apple telah selesai diproduksi di TSMC, tetapi masih menunggu pasokan DRAM untuk dapat melanjutkan proses perakitan.
Desain baru A20 Pro menggunakan metode Wafer-Level Multi-Chip Module (WMCM) yang membuat prosesor dan memori perlu diproses secara terintegrasi.
Strategi tersebut dinilai serupa dengan yang diterapkan Apple pada sejumlah model MacBook terbaru.
Meskipun harga MacBook mengalami kenaikan, kenaikan tersebut disebut tidak sepenuhnya mencerminkan peningkatan biaya produksi yang ditanggung perusahaan.
TrendForce menilai Apple kemungkinan akan mengorbankan sebagian margin keuntungan untuk menjaga agar kenaikan harga iPhone 18 tetap terkendali. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu mempertahankan minat konsumen sekaligus menjaga volume penjualan.
Selain memori, kenaikan biaya juga dipengaruhi oleh penggunaan chip A20 Pro berbasis proses 2 nanometer TSMC serta komponen baru lainnya.
Menurut Analis The Wall Street Journal dan Analis GF Securities, Jeff Pu, memperkirakan kombinasi kenaikan biaya tersebut dapat mendorong harga iPhone 18 Pro naik USD$200-300. Jika prediksi tersebut benar, harga iPhone 18 Pro 256 GB berpotensi berada di kisaran USD$1,349-1.399, dibandingkan harga awal generasi sebelumnya.


