Telko.id – Apple meluncurkan kampanye “Stay on Safari” yang secara terang-terangan menyasar pengguna Google Chrome di perangkat Mac, seperti yang dilaporkan oleh detikINET pada Senin, 19 Oktober 2026. Lewat kampanye Stay on Safari ini, Apple menjanjikan baterai hingga 5 jam lebih awet untuk streaming video, loading halaman lebih gesit, dan perlindungan privasi yang lebih ketat secara bawaan.
Sebagaimana dikutip dari Techspot, langkah agresif ini bertujuan mengikis dominasi Chrome. Berdasarkan data StatCounter, Chrome masih menguasai 66,36 persen pangsa pasar browser global, sementara Safari berada di posisi kedua dengan 18,27 persen.
Klaim 35 Persen Lebih Cepat dan Baterai 5 Jam Lebih Lama
Apple memamerkan keunggulan Safari lewat pengujian pada MacBook Air 15 inci M5 dengan memori 16 GB. Dalam simulasi pada 12 situs web populer, Safari diklaim memuat situs yang sering dikunjungi hingga 35 persen lebih cepat dibanding Chrome di macOS. Untuk efisiensi daya, pengguna diklaim bisa streaming video hingga 5 jam lebih lama dalam sekali pengisian penuh jika memakai Safari dibanding Chrome.
Rahasia di Balik Efisiensi Safari
Efisiensi itu disebut tak lepas dari kontrol penuh Apple atas perangkat keras dan perangkat lunaknya. Apple mengembangkan mesin WebKit yang dioptimalkan khusus untuk chipset Apple Silicon seri M. Sebaliknya, Chrome yang dibangun di atas arsitektur Chromium kerap dikritik karena konsumsi RAM yang tinggi.
Baca Juga:
- Apple Pro and tell, MacBook Pro Layar Sentuh Jadi Sorotan
- Event Apple Welcome Home, Ini Produk yang Dinanti 13 Oktober
Belakangan, Chrome juga disorot karena fitur AI terbarunya yang otomatis mengunduh model Gemini Nano berukuran 4 GB di latar belakang. Dari sisi keamanan, Safari mengandalkan Intelligent Tracking Prevention dan pemblokiran cookie pihak ketiga secara otomatis, tanpa perlu pengaturan privasi manual.
Ekstensi dan Sinkronisasi Masih Jadi Kekuatan Chrome
Meski begitu, merebut pengguna setia Chrome bukan tugas mudah. Chrome masih unggul pada ekosistem ekstensi yang jauh lebih melimpah untuk kebutuhan produktivitas, serta sinkronisasi lintas platform bagi pengguna yang berpindah antara Mac, PC Windows, dan smartphone Android. Karena itu, bagi pengguna Mac, kampanye Stay on Safari menyisakan satu pertanyaan: apakah efisiensi baterai dan kecepatan ekstra Safari cukup kuat untuk menggantikan kenyamanan ekosistem Chrome yang sudah biasa dipakai sehari-hari.


