spot_img
Latest Phone

Garmin dan PBESI Siapkan Timnas Menuju Asian Games 2026

Telko.id - Garmin melalui divisi ekosistem B2B, Garmin Health,...

POCO F9 Series Siap Meluncur 1 September, Ini Keunggulannya!

Telko.id - POCO siap memperkenalkan lini terbarunya, POCO F9...

POCO X8 Pro Series Siap Libas Semua Genre Game Berat

Telko.id - POCO X8 Pro Series resmi diposisikan sebagai...

Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Latihan Sesuai Kondisi Tubuh

Telko.id - Samsung resmi menghadirkan Galaxy Watch Ultra2 dan...

Asyik, Samsung Galaxy Watch8 Kini Dukung NFC Pay myBCA

Telko.id – Samsung resmi menghadirkan fitur NFC Pay di...

ARTIKEL TERKAIT

Acer Dukung Mahasiswa UPH Kembangkan Proyek AI

Telko.id – Acer melalui Predator Gaming Indonesia mendukung pengembangan talenta teknologi di Indonesia dengan memfasilitasi mahasiswa Universitas Pelita Harapan (UPH) dalam program kolaborasi bersama NVIDIA melalui GeForce Campus Leaders.

Dukungan ini diwujudkan melalui penggunaan laptop Predator berperforma tinggi untuk mengembangkan berbagai proyek, mulai dari pemetaan jaringan fiber optik antarpulau hingga sistem deteksi hama berbasis kecerdasan buatan (AI).

Dalam kolaborasi tersebut, Acer menyerahkan laptop Predator Helios Neo 16 AI kepada Mr. Rizaldi Sistiabudi, BSE, MSc, PhD, Executive Dean of College of Emerging Science, UPH. Penyerahan dilakukan oleh Fransisca Maya, Head of Marketing Acer Indonesia.

Laptop dengan GPU NVIDIA GeForce RTX 50 Series tersebut dimanfaatkan mahasiswa UPH untuk mendukung riset dan pengembangan solusi teknologi yang memiliki potensi penerapan di dunia nyata.

Tiga proyek yang dikembangkan mahasiswa mencakup pemetaan untuk pemasangan jaringan fiber optik, riset segmentasi polip, serta sistem deteksi hama berbasis AI.

Mahasiswa UPH Kembangkan Pemetaan Fiber Optik

Salah satu proyek yang menarik perhatian adalah solusi pemetaan antarpulau untuk mendukung perencanaan pemasangan jaringan fiber optik.

Proyek ini dikembangkan oleh Annabel Kineta Jovinne Caron, mahasiswa program studi Informatika UPH, dengan memanfaatkan laptop Predator Helios Neo 16 AI yang dilengkapi GPU NVIDIA GeForce RTX 5070 Ti.

Pemetaan jaringan menjadi salah satu aspek penting dalam perencanaan infrastruktur telekomunikasi. Informasi geografis yang tepat dapat membantu proses identifikasi jalur, analisis kondisi wilayah, dan perencanaan pembangunan konektivitas.

Dalam konteks Indonesia sebagai negara kepulauan, perencanaan jaringan antarpulau memiliki tantangan tersendiri. Pemilihan jalur harus mempertimbangkan kondisi geografis, kebutuhan konektivitas, serta kelayakan pembangunan infrastruktur.

Solusi pemetaan yang dikembangkan mahasiswa ini berpotensi mendukung proses perencanaan tersebut. Namun, efektivitas dan penerapannya dalam proyek infrastruktur komersial masih perlu dinilai berdasarkan hasil pengujian serta implementasi di lapangan.

Pengembangan proyek ini juga memperlihatkan bagaimana kemampuan komputasi dapat dimanfaatkan mahasiswa untuk mengerjakan persoalan yang berkaitan langsung dengan industri telekomunikasi Indonesia.

Laptop RTX 5090 Dukung Riset AI Medis

Proyek berikutnya datang dari Richie Cedrick Adrian, mahasiswa program studi Artificial Intelligence UPH, yang mengembangkan prototipe berbasis AI untuk riset segmentasi polip.

Richie menggunakan Acer Predator Helios 18 AI yang dilengkapi GPU NVIDIA GeForce RTX 5090.

Segmentasi polip merupakan proses identifikasi dan pemisahan area polip dari citra medis. Dalam penelitian berbasis pengolahan citra, teknik ini dapat digunakan untuk membantu analisis gambar dan pengembangan sistem berbantuan komputer.

AI berpotensi membantu peneliti mengolah citra dalam jumlah besar dan mengidentifikasi pola visual. Meski demikian, hasil segmentasi model AI tidak otomatis dapat digunakan sebagai diagnosis medis. Akurasi, validasi klinis, serta evaluasi oleh tenaga medis tetap diperlukan sebelum sistem diterapkan dalam praktik kesehatan.

GPU dengan kemampuan komputasi tinggi dapat mendukung eksperimen model AI, terutama ketika penelitian melibatkan pemrosesan citra, pelatihan model, dan pengujian berbagai konfigurasi.

NVIDIA GeForce RTX 50 Series menggunakan arsitektur Blackwell dan Tensor Cores generasi kelima yang dirancang untuk mendukung beban kerja AI serta komputasi grafis. Informasi arsitektur tersebut dapat dilihat melalui situs resmi NVIDIA.

Predator Triton 14 AI untuk Deteksi Hama

Proyek ketiga dikembangkan oleh Bryan Daniel Angelino, mahasiswa program studi Sistem Informasi UPH.

Bryan menggunakan Acer Predator Triton 14 AI dengan GPU NVIDIA GeForce RTX 5070 untuk mengembangkan SIPETIK, sistem deteksi hama berbasis YOLOv8.

YOLOv8 merupakan model visi komputer dari Ultralytics yang mendukung berbagai tugas, termasuk deteksi objek dan segmentasi. Teknologi ini dapat digunakan untuk melatih sistem mengenali objek tertentu berdasarkan data gambar yang tersedia.

Dalam pengembangan SIPETIK, pendekatan tersebut dimanfaatkan untuk membangun sistem yang dapat membantu mendeteksi hama melalui analisis visual.

Teknologi seperti ini berpotensi mendukung sektor pertanian, terutama untuk membantu proses identifikasi hama secara lebih praktis. Namun, tingkat akurasi sistem akan bergantung pada kualitas dataset, variasi kondisi gambar, jenis hama yang dilatih, serta hasil pengujian di lingkungan nyata.

Informasi teknis mengenai YOLOv8 tersedia melalui dokumentasi resmi Ultralytics.

Laptop Gaming Kini Mendukung Pengembangan AI

Keterlibatan laptop Predator dalam ketiga proyek tersebut memperlihatkan perluasan pemanfaatan laptop berperforma tinggi di luar kebutuhan gaming.

GPU modern tidak hanya digunakan untuk menjalankan game dengan grafis kompleks, tetapi juga mendukung pengembangan aplikasi AI, pemrosesan citra, eksperimen model pembelajaran mesin, dan berbagai pekerjaan komputasi intensif.

NVIDIA GeForce RTX 50 Series mengandalkan arsitektur Blackwell dan Tensor Cores generasi kelima untuk mempercepat sejumlah beban kerja AI. Kemampuan tersebut relevan bagi mahasiswa yang membutuhkan perangkat komputasi untuk melakukan eksperimen dan mengembangkan prototipe.

Meski demikian, kebutuhan setiap proyek tetap berbeda. Pengembangan AI juga dipengaruhi kapasitas memori, prosesor, penyimpanan, optimasi perangkat lunak, dan ukuran model yang digunakan.

Dalam konteks pendidikan tinggi, dukungan perangkat seperti ini dapat membantu mahasiswa menguji gagasan dan membangun prototipe tanpa selalu bergantung pada infrastruktur komputasi jarak jauh.

Kolaborasi Industri dan Kampus untuk Talenta AI

Kolaborasi Acer, NVIDIA, dan mahasiswa UPH melalui GeForce Campus Leaders memperlihatkan pentingnya keterhubungan antara industri teknologi dan perguruan tinggi.

Mahasiswa tidak hanya mempelajari konsep pemrograman dan AI di ruang kelas, tetapi juga dapat mengembangkan proyek yang menyasar kebutuhan nyata. Contohnya, pemetaan jaringan fiber optik berkaitan dengan infrastruktur telekomunikasi, segmentasi polip berkaitan dengan pengolahan citra medis, dan SIPETIK berkaitan dengan pemanfaatan AI di sektor pertanian.

Ketiga proyek tersebut berada pada tahap dan bidang yang berbeda, sehingga dampak akhirnya perlu dilihat dari hasil pengembangan serta pengujian masing-masing.

Bagi Indonesia, penguatan ekosistem talenta digital menjadi salah satu aspek penting dalam pemanfaatan AI. Ketersediaan perangkat komputasi, akses terhadap teknologi, pendampingan akademik, dan kesempatan menguji solusi di dunia nyata dapat membantu mahasiswa mengembangkan kompetensi yang dibutuhkan industri.

Dukungan perangkat dari Acer melalui Predator Gaming Indonesia menjadi salah satu bentuk kontribusi industri dalam proses tersebut.

Ke depan, tantangan yang perlu dijawab bukan hanya menghasilkan prototipe teknologi, tetapi juga memastikan solusi yang dikembangkan akurat, aman, mudah digunakan, dan mampu memberikan manfaat ketika diterapkan di masyarakat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU