spot_img
Latest Phone

Asyik, Samsung Galaxy Watch8 Kini Dukung NFC Pay myBCA

Telko.id – Samsung resmi menghadirkan fitur NFC Pay di...

Garmin Kampanye Women of Endurance: Ibu Rumah Tangga Bisa Setara HIIT

Telko.id - Aktivitas sehari-hari seorang ibu rumah tangga ternyata...

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

ARTIKEL TERKAIT

Alibaba Larang Karyawan Pakai Claude Code per Juli 2026

Telko.id – Alibaba dilaporkan melarang seluruh karyawannya menggunakan Claude Code, asisten pemrograman berbasis kecerdasan buatan (AI) milik Anthropic, mulai 10 Juli 2026.

Kebijakan ini diambil setelah perusahaan menilai aplikasi tersebut berpotensi menimbulkan risiko keamanan terhadap data internal dan rahasia perusahaan.

Larangan tersebut muncul setelah peneliti menemukan adanya mekanisme tersembunyi di Claude Code yang dapat mendeteksi apakah pengguna memiliki keterkaitan dengan China, misalnya melalui zona waktu, domain jaringan, atau indikator lain pada lingkungan kerja.

Langkah Alibaba menunjukkan bahwa keamanan data kini menjadi perhatian utama, terutama ketika semakin banyak perusahaan memanfaatkan AI untuk membantu aktivitas pengembangan perangkat lunak.

Menurut TechCrunch, Alibaba melarang penggunaan Claude Code oleh karyawannya. Kebijakan tersebut muncul di tengah meningkatnya penggunaan AI coding assistant untuk membantu pengembangan perangkat lunak di berbagai perusahaan teknologi.

Laporan tersebut menyebut larangan ini berkaitan dengan upaya perusahaan menjaga keamanan kode sumber dan informasi internal agar tidak diproses melalui layanan AI pihak ketiga.

Baca Juga:

Kekhawatiran serupa juga mulai muncul di berbagai perusahaan teknologi lain yang menerapkan kebijakan ketat terhadap penggunaan AI generatif di lingkungan kerja.

Claude Code sendiri merupakan alat berbasis AI yang dirancang untuk membantu developer menulis, memperbaiki, dan menjelaskan kode pemrograman menggunakan model AI buatan Anthropic. Popularitasnya meningkat karena mampu mempercepat berbagai tugas pengembangan perangkat lunak.

Keputusan Alibaba memperlihatkan dilema yang kini dihadapi banyak perusahaan teknologi. Di satu sisi, AI mampu meningkatkan produktivitas developer. Namun di sisi lain, perusahaan harus memastikan data, kode sumber, dan informasi bisnis tetap terlindungi.

Sebagai pengganti Claude Code, Alibaba meminta para insinyurnya beralih menggunakan Qoder, platform AI coding yang dikembangkan secara internal.

Langkah ini sejalan dengan strategi perusahaan untuk mengurangi ketergantungan pada layanan AI buatan perusahaan asal Amerika Serikat (AS) sekaligus memperkuat ekosistem AI lokal.

Kasus ini menjadi pengingat juga bahwa pemilihan alat AI tidak hanya mempertimbangkan kemampuan teknologinya, tetapi juga aspek keamanan data, privasi dan kepatuhan terhadap kebijakan internal.

Seiring AI semakin banyak digunakan dalam proses pengembangan perangkat lunak, perusahaan diperkirakan akan menerapkan aturan yang lebih ketat terkait layanan AI yang boleh digunakan oleh karyawannya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU