Telko.id – Alibaba dilaporkan melarang seluruh karyawannya menggunakan Claude Code, asisten pemrograman berbasis kecerdasan buatan (AI) milik Anthropic, mulai 10 Juli 2026.
Kebijakan ini diambil setelah perusahaan menilai aplikasi tersebut berpotensi menimbulkan risiko keamanan terhadap data internal dan rahasia perusahaan.
Larangan tersebut muncul setelah peneliti menemukan adanya mekanisme tersembunyi di Claude Code yang dapat mendeteksi apakah pengguna memiliki keterkaitan dengan China, misalnya melalui zona waktu, domain jaringan, atau indikator lain pada lingkungan kerja.
Langkah Alibaba menunjukkan bahwa keamanan data kini menjadi perhatian utama, terutama ketika semakin banyak perusahaan memanfaatkan AI untuk membantu aktivitas pengembangan perangkat lunak.
Menurut TechCrunch, Alibaba melarang penggunaan Claude Code oleh karyawannya. Kebijakan tersebut muncul di tengah meningkatnya penggunaan AI coding assistant untuk membantu pengembangan perangkat lunak di berbagai perusahaan teknologi.
Laporan tersebut menyebut larangan ini berkaitan dengan upaya perusahaan menjaga keamanan kode sumber dan informasi internal agar tidak diproses melalui layanan AI pihak ketiga.
Baca Juga:
- Alibaba Cloud Gandeng PosIND, BULOG, dan Agrinesia Ini Target nya!
- Sempat Diblokir, Akses Claude Mythos 5 Dibuka Secara Terbatas
Kekhawatiran serupa juga mulai muncul di berbagai perusahaan teknologi lain yang menerapkan kebijakan ketat terhadap penggunaan AI generatif di lingkungan kerja.
Claude Code sendiri merupakan alat berbasis AI yang dirancang untuk membantu developer menulis, memperbaiki, dan menjelaskan kode pemrograman menggunakan model AI buatan Anthropic. Popularitasnya meningkat karena mampu mempercepat berbagai tugas pengembangan perangkat lunak.
Keputusan Alibaba memperlihatkan dilema yang kini dihadapi banyak perusahaan teknologi. Di satu sisi, AI mampu meningkatkan produktivitas developer. Namun di sisi lain, perusahaan harus memastikan data, kode sumber, dan informasi bisnis tetap terlindungi.
Sebagai pengganti Claude Code, Alibaba meminta para insinyurnya beralih menggunakan Qoder, platform AI coding yang dikembangkan secara internal.
Langkah ini sejalan dengan strategi perusahaan untuk mengurangi ketergantungan pada layanan AI buatan perusahaan asal Amerika Serikat (AS) sekaligus memperkuat ekosistem AI lokal.
Kasus ini menjadi pengingat juga bahwa pemilihan alat AI tidak hanya mempertimbangkan kemampuan teknologinya, tetapi juga aspek keamanan data, privasi dan kepatuhan terhadap kebijakan internal.
Seiring AI semakin banyak digunakan dalam proses pengembangan perangkat lunak, perusahaan diperkirakan akan menerapkan aturan yang lebih ketat terkait layanan AI yang boleh digunakan oleh karyawannya.


