Kategori: Fintech

  • DOKU Merchant Dukung Pebisnis Online Untuk Ekspansi

    DOKU Merchant Dukung Pebisnis Online Untuk Ekspansi

    Telko.id – Bisnis jual beli online atau e-commerce di Indonesia terus berkembang dengan tingkat pertumbuhan mencapai dua digit setiap tahunnya. Strategi ‘go online’ pun semakin menjadi pilihan bagi pemilik usaha, baik yang baru mulai merintis maupun perusahaan yang ingin melakukan ekspansi bisnis ke ranah online.  Dari sisi konsumen adopsi cashless juga semakin meningkat sejalan dengan menjamurnya portal belanja online yang konsisten memberikan pengalaman belanja lebih praktis.

    Sebagai perusahaan pembayaran yang melayani sisi merchant dan konsumen secara luas DOKU pun selalu berinovasi untuk memberikan kenyamanan dalam proses jual beli online. DOKU meluncurkan DOKU Merchant, sebuah web portal terintegrasi dengan fitur reporting & market analytics baru yang siap mendukung segala jenis bisnis merchant.

    “DOKU Merchant adalah cara tercepat bagi para pemilik usaha untuk segera memulai bisnis dan menerima pembayaran secara online. Portal ini dapat memangkas proses on-boarding yang sebelumnya semi- manual menjadi lebih ringkas dan sistematis,” ucap Nabilah Alsagoff, Chief Operating Officer DOKU.

    Menurut Badan Ekonomi Kreatif, Indonesia merupakan pasar potensial industri e-commerce global dengan nilai mencapai USD 8,3 miliar atau sekitar Rp 107 triliun di 2017 ini.

    Pertumbuhan industri e-commerce Indonesia diprediksi mencapai nilai USD 130 miliar pada tahun 2020 dengan pertumbuhan per tahun mencapai 50 persen. Belum lagi ditambah dengan semakin banyaknya pengguna smartphone, diperkirakan pertumbuhan sektor industri baru ini akan melonjak di tahun 2025 dengan nilai mencapai USD 156 miliar.

    Untuk mengimbangi potensi lonjakan pertumbuhan  ecommerce di atas, diperlukan infrastruktur mumpuni yang tidak hanya menjamin kemudahan dan keamanan transaksi, namun lebih jauh lagi membantu para pemilik usaha mengatur laju bisnis dan siap berkembang bersama bisnis mereka.

    DOKU Merchant merupakan solusi manajemen toko online untuk segala jenis bisnis, mulai dari enterpreneur yang gencar berjualan di media sosial, start-up dan UKM yang sudah memiliki toko online maupun yang belum, sampai dengan perusahaan besar yang sudah memiliki sistem internal sendiri.

    “Web portal DOKU Merchant yang dilengkapi dengan fitur reporting & market analytics baru ini siap mendukung bisnis jenis apa saja, intinya satu akses untuk mendukung semua jenis bisnis. Fitur reporting & market analytics kami sangat membantu para merchant untuk mengontrol, menganalisa, memproyeksikan serta merencanakan strategi bisnis yang sedang dijalankan “ tambah Nabilah.

    Beberapa fitur reporting & market analytics baru yang dibenamkan dalam web portal DOKU Merchant diharapkan dapat membantu para merchants untuk lebih dekat memantau pergerakan penjualan, menganalisa kebiasaan pelanggan, serta memberikan proyeksi tren penjualan di toko online mereka. Selain fitur, DOKU juga memberikan akses cepat bagi para merchant yang ingin mengembangkan bisnis dan memerlukan modal usaha tambahan. Akses cepat ke P2P lending ini DOKU berikan untuk para merchant yang bergabung dengan DOKU setidaknya 6 bulan dengan history transaksi yang baik.

    Nabilah menjelaskan lebih lanjut bahwa kapabilitas portal DOKU Merchant yang dapat dioperasikan dari manapun (remote management) sangat relevan dengan gaya berbisnis masa kini, dimana para pelaku usaha kian mobile dalam menjalankan bisnisnya dan istilah digital nomad menjadi kian populer dan digemari oleh para pemilik usaha.

    Penyempurnaan web portal ini dapat terlaksana dengan maksimal berkat riset tim dan masukan (learnings) yang didapat dari para merchant DOKU. Penyempurnaan web portal DOKU Merchant masih akan terus berlanjut dan ditargetkan akan benar – benar rampung di akhir 2017.  (Icha)

     

     

     

  • Ilham Habibie: Indonesia Harus Siap Hadapi Kehadiran Financial Technology

    Ilham Habibie: Indonesia Harus Siap Hadapi Kehadiran Financial Technology

    Telko.id  – Pada hari kedua acara Comsnets Indonesia 2017 yang di gelar di Ballrom Fairmont Hotel, salah satu tema menarik yang dibahas adalah tentang kehadiran  fintech (finansial technology). Fintech pada dasarnya merupakan inovasi pada sektor finansial.  Keberadaan fintech diharapkan dapat mendatangkan proses transaksi keuangan yang lebih praktis dan aman. Proses transaksi keuangan ini meliputi proses pembayaran, proses peminjaman uang, transfer, ataupun jual beli saham.

    Fintech diharapkan bisa membawa  warna baru dalam dunia finansial dan memberi  kemudahan pelayanan finansial, melengkapi rantai transaksi keuangan, meningkatkan taraf hidup, melawan lintah darat. Ke depannya fintech diharapkan bisa memberi sistem pinjaman uang dengan cara transparan.

    Dengan demikian, masyarakat bisa mengetahui berapa persen bunga yang harus dibayarkan, berapa cicilan per bulannya dan berapa lama tenor pinjaman yang tersedia. Berbagai pembicara dalam conference COMSNETS Indonesia 2017 menyakini bahwa  inovasi perkembangan keuangan digital sangat bermanfaat dan berdampak positif apabila diterapkan di Indonesia.

    Terkait hal tersebut, Ilham Habibie menyikapi bahwa kehadiran Fintech tidak bisa dihindarai sebagai hasil dari  inovasi dalam kemajuan pelayanan ekonomi digital di Indonesia. Menurutnya, sebagian besar masyarakat Indonesia sudah tahu bahwa fintech sedang berkembang dengan pesat. “Lihat saja sekarang ini banyak perusahaan rintisan yang bergerak disitu, seperti start-up,” Ungkap Ilham habibie dalam acara Conference Comsnets Indonesia 2017 yang digelar Kadin Indonesia dan M-Solving.

    Untuk diketahui beberapa Startup-startup fintech yang sudah eksis di Indonesia antara lain,  CekAja, UangTeman, Pinjam, CekPremi, Bareksa, Kejora, Doku, Veritrans, Kartuku, Bahkan beberapa waktu lalu  telah terbentuk asosiasi perusahaan teknologi finansial bernama FinTech Indonesia.

    Ilham menambahkan untuk saat ini keberadaan Fintech di Indonesia  masih dalam tahap awal yaitu dalam hal pembayaran seperti P to P landing yaitu people to people.

    “Namun disatu sisi sebagian besar masyarkat Indonesia masih belum banyak yang mengerti tentang pelayanan fintech dan juga sistem keamanan yang masih perlu ditingkatkan. Karena dimana ada teknologi disana pasti ada orang yang menyalah gunakannya.” Tegas Ilham.

    Ilham juga mengamini laporan World Economic Forum (2015) yang memprediksi Indonesia akan menjadi salah satu pasar digital terbesar di Asia Tenggara pada tahun 2020. Hal ini mempertegas peluang keuangan digital, diperkuat dengan fakta bahwa baru sekitar 36 persen orang dewasa di Indonesia yang memiliki rekening di bank atau sekitar 120 juta orang masuk dalam kategori unbanked.

    Jika dilihat dari fenomena yang ada, kehadiran Fintech  akan mampu membantu Indonesia dalam mengembangkan teknologi di bidang keuangan. Di dukung oleh sifat masyarakat Indonesia yang konsumsif, termasuk mengenai teknologi, maka inovasi perkembangan keuangan digital di Indonesia akan cepat berkembang. (Icha)

  • Festival Kuliner Tanpa Uang Tunai Ala AirAsia dan DOKU

    Festival Kuliner Tanpa Uang Tunai Ala AirAsia dan DOKU

    Telko.id – DOKU terus berupaya untuk membagikan pengalaman non tunai yang menyenangkan kepada konsumen melalui layanan e-Walletnya, turut mendukung program pemerintah dan Bank Indonesia dalam wujud nyata penyelenggaraan kegiatan Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT). Kali ini DOKU mendukung salah satu merchantnya, AirAsia, dengan memberikan kemudahan kepada pengunjung festival kuliner Santan Coolinair by AirAsia untuk bertransaksi tanpa uang tunai.

    Caranya lumayan mudah. Pengunjung cukup mendownload aplikasi DOKU, melakukan top up saldo online atau dengan memilih antara mengunjungi booth DOKU & booth khusus top up, gerai Alfamart, mobil ATM Permata yang tersedia di lokasi Santan Coolinair. Setelah itu pengunjung dapat langsung mencicipi berbagai kuliner lezat dengan melakukan pembelian menggunakan fitur scan QR dalam aplikasi DOKU. Bagi pengguna yang sudah melengkapi profilnya (premium) juga dapat memanfaatkan fasilitas scan QR untuk melakukan transfer dana dan ‘minta dana’ ke sesama akun. Hal ini membuat proses transfer menjadi semakin mudah dan praktis.

    Dalam festival kuliner yang berlangsung di The Space Senayan City, Jakarta, 29 September – 1 Oktober 2017 ini, sedikitnya ada 25 jajanan top dari negara-negara Asean yang akan diterbangkan langsung dari negara asalnya. Mulai dari Pho Thai Hung dari Vietnam, Mango Sticky Rice asal Thailand, TAPAddiction by Mom’s Breaktime dari Filipina, May N Mikes Spicy Corner asal Malaysia, hingga Keng Eng Kee Seafood dari Singapura. Semua jajanan tersebut bisa dicicipi dengan menggunakan DOKU e-Wallet sebagai alat bayarnya.

    Melalui kegiatan ini DOKU ingin terus menggaungkan kemudahan transaksi non tunai yang sangat relevan untuk mendukung gaya hidup masyarakat modern serta menjadi opsi solusi pembayaran bagi mereka yang ingin bertransaksi online tetapi tidak memiliki kartu kredit.

    Untuk itu, dalam festival kuliner Santan Coolinair, pengunjung tidak hanya akan dimanjakan dengan kemudahan melakukan transaksi non tunai di gerai-gerai makanan, tapi juga bisa menikmati beragam promo menarik di booth DOKU. Mulai dari promo pembelian pulsa dengan diskon Rp 10.000, promo paket data dengan potongan Rp 10 ribu, mendapatkan free VIP Joox selama 1 bulan (untuk 100 pengunjung pertama), hingga diskon 50% untuk pesan Foodgasm pake DOKU.

    Pengunjung Santan Coolinair juga berkesempatan untuk mendapatkan beragam hadiah menarik dengan bermain Roda Hoki di Booth DOKU ataupun mengikuti lomba foto selfie di event Santan Coolinair dan mendapatkan saldo DOKU senilai masing-masing Rp 150.000 untuk 10 orang pemenang setiap harinya.

    Santan Coolinair sendiri merupakan kolaborasi offline pertama antara DOKU dan AirAsia dengan visi mengedukasi pasar akan kenyamanan bertransaksi non tunai langsung di gerai jajanan, sambil menikmati sajian kuliner khas nusantara dan negara-negara Asean.

    Kolaborasi ini sekaligus melengkapi kemitraaan antara DOKU dan AirAsia, dimana tidak hanya untuk kemudahan pembelian tiket pesawat online, DOKU e-Wallet juga dapat digunakan untuk jajan offline di merchant-merchant khusus dengan memanfaatkan fitur scan QR dalam aplikasinya.

    Sebagai informasi, DOKU telah dipakai oleh lebih dari 25,000+ merchant mulai dari segmen korporat, UKM, start-up, sampai dengan online seller perorangan dan telah digunakan oleh 1.6 juta pengguna.

    DOKU menargetkan pertumbuhan sebesar 30 persen tiap tahunnya. Pada tahun 2015, jumlah transaksi untuk internet payment gateway dan dompet elektronik DOKU mencapai 4,2 juta transaksi. Tahun 2016 lalu, jumlah transaksi DOKU naik lebih dari 50% dibanding tahun sebelumnya (melebihi target year on year DOKU 30%). Dan tahun ini, DOKU menargetkan double growth. Sementara ticket size untuk DOKU e-Wallet, nilai per transaksinya ada di kisaran Rp 200-300 ribu. Dari sisi pertumbuhan jumlah transaksi, DOKU mencatat pertumbuhan sebesar 68% selama Januari sampai dengan akhir Mei 2017.

    DOKU PROMO CONTENT – SANTAN COOLINAIR

     

    1. PROMO PULSA– Beli pulsa minimal Rp 50.000,-  dengan menggunakan Doku akan mendapatkan diskon Rp 10.000,-. Caranya mudah, hanya dengan memasukkan kode yang ada di table promo di masing – masing meja Anda pada saat pembelian.
    2. PROMO PAKET DATA– Pembelian paket data akan mendapatkan potongan Rp 10.000,- hanya dengan memasukkan kode promo yang juga ada di masing – masing table card di meja Anda. Ini berlaku untuk semua provider.
    3. PROMO JOOX – Bagi 100 pengunjung pertama ke booth DOKU di Santan CoolinAir setiap harinya, akan mendapatkan FREE VIP JOOX selama 1 Bulan.
    4. RODA HOKI – Mau mendapatkan berbagai hadiah menarik, seperti Saldo Doku, Pulsa, Berlangganan VIP JOOX, dan hadiah lainnya. Caranya juga mudah sekali, hanya dengan Datang ke Booth DOKU dan Top Up minimal Rp 100.000,- Anda sudah bisa memainkan Roda Hoki.  (Top Up senilai Rp 150.000,- akan mendapatkan 2x kesempatan, dan Top Up senilai Rp 200.000,- akan mendapatkan 3x kesempatan memutar Roda Hoki)
    5. PHOTO CONTEST – Foto Selfie di event Santan CoolinAir dengan #santancoolinair dan #makanpakeDOKU tag ke @dokuid akan mendapatkansaldo DOKU Rp 150.000,- untuk 10 pemenang setiap harinya.
    6. FOODGASM – Pesan Foodgasm pake Doku dapat diskon hingga 50% (Icha)
  • DOKU Ajak Pecinta Musik Bertransaksi Secara Cashless

    DOKU Ajak Pecinta Musik Bertransaksi Secara Cashless

    Telko.id – DOKU, penyedia solusi pembayaran elektronik lokal pertama di Indonesia turut memeriahkan konser Road to Soundrenaline 2017. Hadir di empat kota besar, yaitu Bandung, Malang, Yogyakarta dan Jakarta Selatan, DOKU memanfaatkan momentum ini untuk membagikan pengalaman betransaksi non-tunai (cashless) kepada penikmat musik khas Soundrenaline.

    “Keterlibatan DOKU dalam kegiatan ini merupakan salah satu dari bentuk dukungan kami untuk membantu percepatan realisasi Gerakan Non Tunai. Kami percaya melalui edukasi secara konsisten, perlahan tapi pasti kemudahan melakukan transaksi non tunai dapat semakin luas digaungkan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ungkap Himelda Renuat, selaku Chief Marketing Officer DOKU.

    Lebih lanjut Himelda menambahkan, “Selain edukasi seputar branding, kami juga ingin setiap pengunjung yang hadir bisa memaksimalkan pengalamannya dalam bertransaksi non tunai, terutama untuk kebutuhan sehari-hari, seperti top up pulsa dan pembelian paket data serta melalui berbagai aktivitas non tunai lainnya yang kami kemas khusus dan siap disajikan.”

    Khusus untuk top up pulsa dan pembelian paket data, DOKU menawaran harga spesial khusus pengunjung, dimana setiap pembelian pulsa/paket data menggunakan DOKU senilai Rp 25.000,- akan mendapatkan potongan harga langsung senilai Rp 10.000,- Khusus untuk pengunjung yang baru mengunduh DOKU saat konser berlangsung, berkesempatan mendapatkan top up di tempat senilai Rp 20.000,- Untuk menerima top up sangat mudah, pengunjung cukup mengunjungi booth DOKU dan memberikan DOKU ID yang baru saja  mereka daftarkan. Selain itu untuk mendukung pertumbuhan basis pengguna, DOKU juga mulai memperkenalkan program referral #BagiDOKU (soft launch), yang menarik untuk diikuti.

    Soundrenaline 2017 sendiri merupakan ajang musik tahunan yang sangat dinanti oleh para penikmat musik, baik di tanah air maupun para tamu mancanegara. Tahun ini, festival musik yang selalu menghadirkan  kolaborasi apik dari para musisi dan pelaku seni ini akan mengusung tema United We Loud. Tema ini sendiri ditujukan untuk mengajak penikmat musik untuk merayakan perbedaan, khususnya dalam hal mengekspresikan diri dan berkarya.

    Dengan menjadi bagian dari kemeriahan rangkaian event Soundrenaline 2017, DOKU juga ingin terus memperluas area penetrasi produk e-Wallet-nya di luar Jabodetabek. Selain hadir di Jakarta Selatan (Lot 7 SCBD – 5 Agustus), DOKU akan hadir di 3 kota besar lainnya, yaitu Bandung dan Malang (29 Juli) dan Yogyakarta (5 Agustus). (Icha)

     

     

     

  • Mobile Money Jadi Alternatif Jitu Ketika Bank Tidak Sanggup Layani Nasabah

    Mobile Money Jadi Alternatif Jitu Ketika Bank Tidak Sanggup Layani Nasabah

    Telko.id – Mobile money memang menjadi alternative ketika bank tidak dapat menjangkau. Terutama untuk wilayah yang terpencil. Hal ini sangat dibutuhkan di Afrika. Itu sebabnya, Huawei Technologies menggandeng operator transfer uang asal Inggris yakni WorldRemit. Langkah yang dilakukan oleh Huawei ini untuk mempermudah para ekspatriat Afrika mengirim uang ke jutaan pengguna platform layanan mobile money di China.

    Kesepakatan itu akan membuat Huawei dan WorldRemit mampu meningkatkan permintaan pengiriman uang dari orang-orang Afrika yang tinggal di luar negeri dengan menggunakan layanan pembayaran lewat seluler, yang populer di tempat-tempat di mana sangat jarang ada bank atau tidak dapat diandalkan.

    Semua operator yang merupakan mitra Huawei dapat mengaktifkan layanan ini, kata kedua perusahaan tersebut dalam sebuah pernyataan email hari Selasa, seperti dikutip dari Bloomberg.

    Dengan tren panggilan telepon dan SMS semakin jarang digunakan, para operator selular di Afrika dan di tempat lain pun beralih ke layanan seperti perbankan untuk meningkatkan penjualan dan membuat pelanggan tetap setia.

    Menurut WorldRemit, sub-Sahara Afrika tetap menjadi kawasan termahal di dunia yang mengirim uang. Dengan adanya mobile money, terutama dalam pengiriman uang maupun pembayaran digital maka akan memangkas biaya perjalanan ke agen untuk mengirim dana kembali ke keluarga atau teman.

    “Pengiriman internasional adalah layanan mobile-money yang sangat penting di Afrika, dan kemitraan kami dengan WorldRemit akan membawa layanan ini secara langsung ke pelanggan Huawei di seluruh benua,” David Chen, Vice President Huawei untuk Afrika bagian selatan, mengatakan dalam pernyataan tersebut.

    Dengan mengakses situs WorldRemit di perangkat apa pun, pelanggan dapat mengirim uang ke luar negeri dari rekening bank atau menggunakan kartu debit dan kartu kredit. Misalnya, menggunakan layanan WorldRemit untuk mengirim £ 500 ($ 891.77) dari Inggris ke Tanzania seharga £ 12,99.

    Platform layanan mobile-money Huawei memberikan transaksi perbankan dasar di negara-negara berkembang dengan menggunakan teknologi yang bekerja pada smartphone dan juga handset biasa.

    Sejak 2011, jumlah orang yang menggunakan kas digital pada smartphone untuk mengumpulkan gaji dan membayar tagihan telah melonjak lima kali lipat menjadi lebih dari 500 juta akun di hampir 100 negara, menurut GSMA, sebuah kelompok perdagangan yang berbasis di London.

    Pendiri dan chief executive WorldRemit Ismail Ahmed mengatakan kepada Bloomberg pada bulan April bahwa dia mengharapkan pendapatan dari transaksi yang melibatkan orang Afrika meningkat dua kali lipat pada tahun 2020 dan bahwa perusahaan tersebut akan membuka kantor regional di Afrika Selatan akhir tahun ini. Facebook-backer Accel Partners LP menginvestasikan US $ 40 juta di WorldRemit pada tahun 2014. (Icha)

  • Rangkul Komunitas, Doku dan iGlobal Arsiteki Aplikasi Bertajuk Salam Al Azhar

    Rangkul Komunitas, Doku dan iGlobal Arsiteki Aplikasi Bertajuk Salam Al Azhar

    Telko.id – Sebuah aplikasi bernama “Salam Al Azhar” diperkenalkan Yayasan Pesantren Islam Al Azhar hari ini, Jumat (7/4/2017). Ditenagai oleh penyedia solusi pembayaran elektronik Doku, aplikasi ini tak hanya memungkinkan penggunanya dapat dengan mudah mengakses beragam aplikasi pendidikan, tetapi juga melakukan pembayaran dan banyak lagi.

    “Aplikasi Salam Al Azhar adalah bentuk komitmen Doku untuk terus memperluas ekosistem “cashless society”, tak terkecuali untuk sektor pendidikan. Dengan aplikasi ini, diharapkan bisa mengembangkan potensi yang ada, baik bagi siswa, orangtua maupun masyarakat luas,” kata Irfan Burhan, VP Merchant Business Doku dalam acara perkenalan yang dilangsungkan di aula Masjid Agung Al Azhar.

    Salam Al Azhar sendiri, yang merupakan co-branding dari platform sistem pendidikan modern (LEKAR Apps), seperti diungkapkan Ketua Umum YPI Al Azhar, H. Muhammad Suhadi, merupakan sebuah “rumah besar komunitas” berbasis teknologi digital terkini yang hadir berkat Joint Operation antara Doku, PT. Indoglobal Nusa (iGlobal) dan Persyarikatan Al Azhar.

    “Ini adalah sebuah terobosan terbaru yang hadir untuk merangkul seluruh komunitas keluarga besar Al Azhar dimanapun mereka berada, untuk dapat bergabung, bersilaturahmi dan saling memberikan manfaat bagi sesama dan masyarakat luas,” katanya.

    Salam Al Azhar telah beroperasi secara resmi sejak 14 November 2016 dengan aktivitas awal untuk mendukung aktivitas PMB (Pendaftaran Murid Baru) dan beragam pembayaran uang pangkal, uang sekolah dan donasi bagi para murid Sekolah Islam Sekolah Al Azhar secara online, baik dari smartphone, komputer/laptop ataupun aplikasi mobile berbasis Android dan Apple.

    Salam Al Azhar powered by Doku didesain sebagai sebuah layanan komunitas yang tak hanya mudah untuk diakses, tetapi juga lengkap. Melalui aplikasi ini pengguna tidak hanya bisa berkomunikasi dengan sesama anggota komunitas tetapi juga mendapat informasi.

    Untuk itu, lanjut Irfan, sejumlah fitur unggulan pun dibenamkan Doku di aplikasi ini termasuk layanan pendaftaran sekolah, laporan kegiatan sekolah, layanan Informasi nilai, konseling pendidikan, pembayaran uang formulir, SPP bulanan, hingga pembayaran ZISWAF (zakat Infaq, sedekah dan wakaf).

    Itu belum termasuk beragam layanan pendukung gaya hidup, kuliner, travel, leisure, Investasi, belanja, jaringan bioskop hingga layanan keuangan seperti e-wallet, pendanaan, pembayaran, pembelian, tarik tunai, transfer, cash reward, e-voucher dan sebagainya.

    “Layanan Salam Al Azhar juga dilengkapi dengan sistem pembayaran berbasis QR code yang akan memudahkan gaya hidup penggunanya,” pungkasnya.

  • #NgetripHoki Jadi Upaya Doku untuk Manjakan Para Traveler

    #NgetripHoki Jadi Upaya Doku untuk Manjakan Para Traveler

    Telko.id – Sebuah program spesial yang ditujukan bagi para pecinta traveling baik domestik maupun mancanegara digelar Doku mulai 27 Maret hingga 2 April 2017 mendatang. Diberi nama #NgetripHoki, program yang menggandeng AirAsia dan PHM Hospitality sebagai partner ini akan menjadi promo regular Doku bagi para penggunanya.

    Melalui promo ini, selain lebih irit, Doku bersama merchant juga ingin mengedukasi kemudahan dan kenyamanan dari ‘less cash trip’.

    “Masyarakat, khususnya kaum milenial, menginginkan kemudahan dengan teknologi digital dari ujung ke ujung. Tak terkecuali ketika mereka traveling, mulai dari baru keluar rumah, melakukan perjalanan, hingga bahkan sampai ke rumah lagi. Dan itu semua bisa dilakukan dengan aplikasi Doku,” jelas Ayu Hapsari, VP Marketing Doku dalam acara peluncuran yang berlangsung di Jakarta, Kamis (23/3/2017).

    Ia menambahkan, melalui promo ini Doku ingin memberikan pengalaman baru dan menularkan budaya less cash terutama bagi konsumen Indonesia yang sebagian besar gemar traveling, baik untuk liburan maupun untuk perjalanan bisnis.

    Seperti diketahui, sektor pariwisata berperan besar dalam menggerakkan perekonomian. Dimana menurut data bps/kementrian pariwisata, kontribusi sektor pariwisata terhadap PDB mencapai 461,36T (2015). Sektor pariwisata juga menyumbang devisa hingga lebih dari 156T (2015) dan menyerap 12,1 juta orang tenaga kerja, atau setara dengan 10,6% dari total tenaga kerja nasional.

    “Generasi milenial yang notabene merupakan potential market dari sektor pariwisata, ingin segala sesuatunya serba mudah dan mereka akrab dengan teknologi digital.  Inilah alasan DOKU menghadirkan #NgetripHoki,” lanjut Ayu.

    Melalui program #NgetripHoki, pengguna Doku bisa merencanakan dan melakukan liburan dengan hanya menggunakan smartphone dan hampir tanpa menggunakan uang tunai. Mulai dari pembelian tiket pesawat, flight meals/hot seat/bagasi, pemesanan hotel, penjemputan dari dan ke bandara, hingga transportasi dan restoran.

    #NgetripHoki sendiri tidak hanya akan memberikan kemudahan, tapi juga menawarkan beragam benefit menarik, termasuk diskon pembelian tiket pesawat AirAsia dan hotel PHM.

    “Program #NgetripHoki tidak hanya akan memberikan kemudahan bertransaksi, tapi juga memberikan kenyamanan bagi konsumen ketika merencanakan liburan, karena #Ngetriphoki menggabungkan 2 elemen utama traveling, yaitu transportasi dan akomodasi dalam satu program,” jelas Director of Marketing and Communication PHM Hospitality, Arie Ardianti.

    Selain promo #NgetripHoki, Doku juga akan menggelar kompetisi foto bertajuk sama. Melalui kompetisi ini Doku ingin mengajak para pengguna untuk mengabadikan foto liburannya, entah itu saat mereka berada di dalam cabin pesawat AirAsia, di dalam kawasan hotel PHM, ataupun di tempat wisata.

     

  • Lewat BNVLabs, Bukopin dan Kibar Genjot Ekosistem Startup Fintech Indonesia

    Lewat BNVLabs, Bukopin dan Kibar Genjot Ekosistem Startup Fintech Indonesia

    Telko.id – Tren pengguna internet di Indonesia semakin besar. Hal ini didasari dengan semakin tersedianya jaringan internet cepat dan luas yang menjangkau seluruh Indonesia. Kecepatan internet khususnya di mobile juga membuka sebuah tren bisnis baru khususnya di dunia bisnis keuangan yakni dengan hadirnya perusahaan startup berbasis Financial Technlogy atau fintech.

    Model bisnis fintech yang memberikan pinjaman bagi pelanggan yang lebih mudah dan cepat nyatanya lebihi disukai oleh masyarakat sebagai ‘raja’ di industri ini. Hal inilah yang sekaligus menjadikan banyaknya startup yang ikut kedalam bisnis ini.

    Namun, hadirnya startup yang berbasis fintech dirasa cukup membuat Bank konvensional merasa tersaingi. Takut kehilangan pasar, Bank Bukopin bersama Kibar mencoba membuat sebuah terobosan baru dengan menghadirkan BNVLabs, sebuah program inisiasi startup yang berbasis fintech yang digagas bersama oleh Bank Bukopin dan Kibar.

    Glen Glenardi, Ditektur Utama Bank Bukopin mengatakan bahwa harus ada yang berubah terkait dengan sistem di perbankan jika idak ingin kehilangan gigi di industri keuangan.

    “Saya merasa harus ada sesuatu yang berubah dan saya yakin bank itu kedepannya tinggal nama dan yang ada hanyalah fintech,” ujarnya saat ditemui pada launching BNVLabs.

    Glen juga menambahkan bahwa dirinya sangat yakin dari sebuah pembaharuan digital akan membuat transaksi menjadi lebih fair. Hal itu juga yang membuatnyanya langkah unit mengembangkan bisnis startup bersama Kibar.

    Sementara itu, inisiasi positif yang dihadirkan oleh Bank Bukopin dan Kibar ini juga mendapatkan sebuah tanggapan yang positif dari Menkominfo Rudiantara. Pria yang kerap disapa Chief RA ini juga tengah berusaha keras untuk menciptakan banyak starup di berbagai bidang.

    “Perbankan Indonesia hanya masalah waktu untuk memikirkan model bisnis yang baru khususnya consumer banking. Mengapa orang senang pinjam ke fintech ketimbang traditional banking. Yang utama adalah kecepatannya meminjam walaupun costnya lebih tinggi dari perbankan tapi lebih jauh dari rentenir,” ujar Rudiantara.

    Rudiantara juga menegasan bahwa masih banyak pengguna ponsel di Indonesia yang belum menggunakan aplikasi perbankan sehingga masih banyak pasar yang belum digali untuk urusan fintech.

    “Kalau perbankan tidak mrmanfaatkan ini saya fikir rugi perbankan karena akan dimanfaatkan oleh fintech. Jadi daripada digerogoti oleh fintech mending perbankan kerjasama dengan fintech tersebut,” tukas Rudiantara.

    Sedangkan, Yansen Kamto CEO Kibar mengatakan bahwa kolaborasi ini diharapkan dapat saling bersinergi dan memberi dampak besar bagi ekonomi digital di Indonesia.

    BNVLabs sendiri nantinya akan menjadi sebuah inkubator bagi para startup fintech yang berhasi lolos audisi yang diadakan oleh Kibar dan Bank Bukopin di lima kota besar di Indonesia untuk tahun pertama.

    BNVLabs juga akan menyediakan ruang eksperimen bagi para startup founder, kreator dan kolaborator untuk bekerjasama dalam menciptakan solusi di bidang finansial atau fintech.

    Dengan hadirnya BNVLabs diharapkan semakin banyak anak muda yang akan berkontribussi di industri fintech. Pasalnya, BNVLabs juga menargetkan akan menjadikan Indonesia sebagai pemain fintech terdepan di Indonesia dan dunia. (Rie)

  • Perbankan Syariah ‘Harus’ Manfaatkan Financial Technology

    Perbankan Syariah ‘Harus’ Manfaatkan Financial Technology

    Telko.id – Tidak dapat dipungkiri, yang aktif menggunakan Financial Technology di perbankan adalah perbankan konvensional. Perbankan syariah belum. Hal ini yang ditegaskan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika bahwa pemanfaatan financial technology harus segera dilakukan oleh perbankan dan keuangan syariah.

    “Saya sarankan untuk masuk ke financial technology (fintech). Untuk masuk ke fintech bisa dengan akuisisi atau kerjasama, karena hal ini tidak bisa dihindari. Cepat atau lambatnya hanya bergantung pada regulator.” ungkapnya pada acara 4th Sharia Society Gathering di Pullman Hotel Jakarta, Rabu malam (1/3/2017), seperti dikutip dari berita Kementrian Kominfo.

    Pemanfaatan financial Technology bagi keuangan syariah ditambahkan oleh Menkominfo akan bergantung pada dua lembaga keuangan yaitu Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia.

    Fintech sendiri oleh Direktur Utama Askrindo Pribadi sering dianalogikan dengan perusahaan start-up. “Yang saya amati fintech belum disertai kosakata syariah. Selama ini perbankan konvensional yang terlibat dengan fintech. Untuk itu syariah ingin membuka terobosan pada teknologi digital dalam pemanfaatan fintech.” ujar Pribadi.

    Ditambahkan oleh Rudiantara bahwa perkembangan teknologi tidak bisa dihindari. “Kita harus melihat reposisi ICT sebagai enabler perubahan tatanan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi. Pemerintah mendukung semua perubahan termasuk sektor transportasi online seperti gojek, grab dan Uber karena menjadi enabler pertumbuhan aktivitas ekonomi di masyarakat.” tambahnya.

    Pada akhir sambutannya Menkominfo Rudiantara mengajak semua untuk mengembangkan financial technology untuk meningkatkan financial inclusion terutama di sektor syariah. (Icha)

  • ‘BukaReksa’ Jadi Solusi Online Guna Tingkatkan Penetrasi Reksadana Indonesia

    ‘BukaReksa’ Jadi Solusi Online Guna Tingkatkan Penetrasi Reksadana Indonesia

    Telko.id – Aktifitas keseharian yang begitu pada pasti akan menyulitkan jika ingin berinvestasi secara tradisional. Itu sebabnya, kini begitu banyak alternative cara untuk melakukan investasi secara online. Demikian juga dengan reksa dana yang mensasar investor kecil menengah. Untuk meningkatkan jumlah investor, Bukalapak dan Bareksa berinisiatif menghadirkan fitur BukaReksa.

    Langkah ini untuk mengakomodir para pengguna Bukalapak, baik pelapak maupun pembeli yang ingin berinvestasi reksa dana secara online. BukaReksa akan menjadi fitur baru di Bukalapak yang menyediakan sarana berinvestasi reksa dana secara online dan aman. Untuk itu, CIMB Principal Asset Management pun ditunjuk untuk membuat produk reksa dana khusus, yang diberi nama CIMB Principal Bukareksa Pasar Uang.

    Reksa dana merupakan jenis investasi yang sedang didorong pemerintah, karena memiliki risiko relatif rendah. Namun demikian, menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jumlah investor reksa dana di Indonesia masih tergolong kecil, hanya sekitar 340.000—jauh ketinggalan dibandingkan negara-negara tetangga. Untuk memperdalam tingkat penetrasi reksa dana diperlukan berbagai program edukasi dan membuka kemudahan akses lewat pemanfaatan teknologi digital. Untuk itulah BukaReksa hadir, atas gagasan Bukalapak dan Bareksa.

    Sebagai pemegang lisensi APERD (Agen Penjual Reksa Dana), Bareksa menjamin bahwa produk reksa dana yang ditawarkan di BukaReksa merupakan produk investasi yang secara resmi diatur dan diawasi oleh OJK. Dengan menggandeng CIMB-Principal Asset Management sebagai manajer investasi yang membuat produk reksa dana CIMB-Principal BukaReksa Pasar Uang, para pengguna Bukalapak dapat berinvestasi di produk ini dengan minimal dana hanya Rp10.000 saja.

    Menurut data OJK, per Desember 2016 total kelolaan (asset under management, AUM) industri reksa dana di Indonesia sebesar Rp338,6 triliun. Dibandingkan dengan nilai Produk Domestik Bruto (PDB) tahun 2015 yang sebesar Rp11.540,8 triliun, nilai tersebut hanya 2,93 persennya saja. Jumlah investor reksa dana di Indonesia pun masih relatif sedikit. Per 26 Agustus 2016 jumlah investor reksa dana baru tercatat 340.869, atau hanya sekitar 0,13 persen dari total populasi Indonesia.

    “Inovasi ini bagus karena berjalan searah dengan upaya kami di OJK untuk terus meningkatkan kedalaman pasar modal kita. Sesuai arahan oleh Presiden Joko Widodo, OJK akan selalu mendukung penuh setiap terobosan pemanfaatan teknologi seperti ini. Teknologi internet perlu terus kita manfaatkan untuk memperluas jangkauan (reach) investasi di Indonesia, termasuk untuk menggencarkan edukasi investasi reksa dana di masyarakat kita,” kata Nurhaida, Komisioner Otoritas Jasa Keuangan yang membidangi pasar modal, menyambut baik inisiatif ini.

    Achmad Zaky, Founder dan CEO Bukalapak mengatakan, “Fitur BukaReksa ini diharapkan dapat menumbuhkan minat orang Indonesia khususnya para pengguna di Bukalapak yang kini jumlahnya lebih dari 11,2 juta pengguna untuk berinvestasi dengan cara yang mudah, aman, dan berkembang.”

    Karaniya Dharmasaputra selaku Co-Founder dan Chairman Bareksa menjelaskan bahwa hadirnya fitur BukaReksa merupakan terobosan yang baru pertama kali terjadi di industri keuangan di Indonesia. Di mana terjadi kolaborasi dan sinergi antara perusahaan e-commerce seperti Bukalapak dengan perusahaan fintech dan financial marketplace seperti Bareksa.

    “Terobosan serupa sangat berhasil di China, di mana terjadi sinergi serupa antara Alibaba dan Yu’e Bao,” kata Karaniya, yang juga merupakan pendiri dan Sekretaris Jenderal Asosiasi Fintech Indonesia.

    Karaniya juga berharap bahwa inovasi ini akan mengakselerasi proses edukasi dan inklusi masyarakat Indonesia untuk mulai berinvestasi reksa dana, sehingga dana simpanan mereka berkembang lebih baik ketimbang sekadar menabung di bank.

    Penggunaan fitur BukaReksa ini sangat mudah. Syaratnya, harus memiliki akun Bukalapak dan memiliki saldo di BukaDompet minimal senilai Rp10.000. Para pengguna Bukalapak dapat mengakses fitur BukaReksa di halaman BukaDompet atau menu MyLapak. Sebelum melakukan investasi, pengguna harus mengisi formulir, lalu mendapatkan notifikasi bahwa pembukaan rekening reksa dana telah disetujui.

    Ridwan Soetedja, Presiden Direktur PT CIMB-Principal Asset Management mengatakan, “Investasi di reksa dana dapat menawarkan potensi keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan dengan tabungan konvensional di bank. Seperti karakternya, reksa dana pasar uang menawarkan return yang stabil meningkat tetapi lebih tinggi dibandingkan dengan deposito bank. Apalagi, reksa dana pasar uang yang eksklusif dijual melalui fitur BukaReksa ini minim risiko dan cocok bagi masyarakat awam.”

    Selama periode 19 Januari – 19 Februari 2017, diadakan program promo di mana 500 investor reksa dana yang pertama kali berinvestasi di BukaReksa dengan dana minimum Rp100.000 akan mendapatkan tambahan 10 persen nilai unit reksa dana mereka. Maksimal nilai tambahan unit reksa dana yang diberikan kepada setiap investor adalah sebesar Rp25.000, berdasarkan transaksi pertama.

    Achmad Zaky menambahkan fitur BukaReksa saat ini hanya dapat diakses di Bukalapak melalui desktop saja. Fitur BukaReksa ini sudah tayang di website Bukalapak dan mendapat respons positif, di mana dalam kurun waktu kurang dari dua minggu sudah mendaftar 5.600 investor baru dan melakukan transaksi. Ke depan, fitur ini akan terus disempurnakan sehingga dapat diakses melalui mobile-site dan aplikasi Bukalapak. (Icha)