Kategori: Edutech

  • Cek, Ini Daftar Paket Layanan GURU dari Kelas Pintar!

    Cek, Ini Daftar Paket Layanan GURU dari Kelas Pintar!

    Telko.id, Jakarta – Kelas Pintar menghadirkan produk terbaru bernama GURU. Produk ini hadir untuk membantu proses belajar siswa di rumah supaya lebih maksimal. Apa saja kira-kira yang ada didalamnya?

    Secara konten, GURU dari Kelas Pintar akan sama dengan Guru yang ada di sekolah. Melalui layanan ini, para siswa diharapkan bisa mendalami apa yang dipelajarinya di sekolah dan untuk lebih menguatkan pemahaman mereka terhadap konsep pelajaran.

    Produk ini juga akan memberikan pendampingan belajar melalui Kelas, PR, Project Base Learning (PBL), hingga Ujian. GURU juga memiliki jadwal, laporan dan analisa belajar siswa, untuk membantu siswa dalam memahami dan meningkatkan kinerja belajar mereka.

    Saat ini, layanan GURU dari Kelas Pintar sudah bisa dinikmati oleh siswa SD di kelas 4, 5, 6 untuk pelajaran Matematika dan Tematik, serta siswa SMP di kelas 7, 8, 9 untuk mata pelajaran Bahasa Inggris, Matematika, Bahasa Indonesia, IPA Terpadu dan IPS Terpadu.

    {Baca juga: Dampingi Siswa Belajar di Rumah, Kelas Pintar Luncurkan GURU}

    Sementara untuk siswa SMA di kelas 10, 11, 12, mata pelajaran yang diajarkan meliputi Kimia, Matematika, Fisika, Bahasa Inggris, Biologi, Bahasa Indonesia, dan Matematika IPA.
    Semua materi pelajaran tersebut akan diajarkan oleh para GURU Kelas Pintar secara lengkap, per topik pembahasan, sama seperti halnya yang diajarkan oleh guru di sekolah.

    Bagi yang ingin menggunakan layanan, berikut ini daftar paket layanan GURU dari Kelas Pintar. Yuk disimak!

    Add On GURU

    Layanan tambahan GURU dapat diaktifkan oleh semua pengguna Kelas Pintar yang sudah berlangganan paket Kelas Pintar Regular atau paket SOAL dari Kelas Pintar. Ada 4 pilihan periode berlangganan yaitu 1 bulan dengan harga Rp.320.000, 3 bulan dengan harga Rp.750.000, 6 bulan dengan harga Rp.1.150.000 dan 12 bulan dengan harga Rp.1.500.000.

    Dengan berlangganan Add On Guru, maka siswa akan mendapatkan benefit tambahan berupa Sesi Kelas, PR, Project (PBL), Ujian, Jadwal, Laporan dan Analisa.

    Kelas Pintar Plus

    Paket Kelas Pintar Regular yang dikombinasikan dengan GURU dari Kelas Pintar dan berlaku untuk semua pengguna Kelas Pintar yang belum memiliki paket berlangganan sebagai paket berlangganan utama.

    Untuk berlangganan 1 bulan dapat diperoleh dengan harga Rp.840.000, untuk 3 bulan seharga Rp.2.000.000, untuk 6 bulan seharga Rp.3.100.000 dan untuk 12 bulan seharga Rp.4.000.000.

    Manfaat yang diperoleh jika berlangganan paket ini adalah memperoleh seluruh materi pelajaran yang ada dalam Kelas Pintar Regular beserta semua fitur di dalam nya yakni Learn, Practice Test.

    {Baca juga: Optimalkan Pembelajaran Daring, Pemkot Bogor Gandeng Kelas Pintar}

    Selain itu, pengguna atau siswa akan mendapatkan benefit tambahan berupa Sesi Kelas, PR, Project (PBL), Ujian, Jadwal, Laporan dan Analisa.

    SOAL Plus

    Paket SOAL yang dikombinasikan dengan GURU dari Kelas Pintar dan berlaku untuk semua pengguna Kelas Pintar yang belum memiliki paket berlangganan sebagai paket berlangganan utama.

    Untuk berlangganan 1 bulan dapat diperoleh dengan harga Rp.470.000, untuk 3 bulan dengan harga Rp.1.125.000, untuk 6 bulan dengan harga Rp.1.730.000 dan untuk 12 bulan dengan harga Rp.2.250.000.

    Dengan berlangganan paket ini, siswa akan mendapatkan fitur Ulangan Harian, Ujian Semester, Ujian Nasional, Quiz, Tryout dan tentu nya fitur GURU yang terdiri dari Sesi Kelas, PR, Project (PBL), Ujian, Jadwal, Laporan dan Analisa.

    Sementara untuk siswa yang belum pernah mengakses GURU dari Kelas Pintar dapat mencoba secara gratis selama 7 hari. Untuk memperoleh nya dapat melalui aplikasi Kelas Pintar dan website www.kelaspintar.id.

  • Dampingi Siswa Belajar di Rumah, Kelas Pintar Luncurkan GURU

    Dampingi Siswa Belajar di Rumah, Kelas Pintar Luncurkan GURU

    Telko.id,Jakarta – Kelas Pintar menambah panjang daftar produknya dengan memperkenalkan GURU. GURU untuk membantu proses belajar siswa di rumah agar lebih maksimal.

    Diungkapkan CEO dan Founder Kelas Pintar, Fernando Uffie, GURU dapat membantu siswa dalam melakukan kegiatan pembelajaran di rumah. Fitur ini hadir untuk mendampingi siswa yang ingin mendalami materi pelajaran di rumah.

    “Ya, di jam sekolah, para siswa akan mendapatkan bimbingan langsung dari para guru sekolah dan selepas itu mereka bisa belajar dengan didampingi oleh GURU dari Kelas Pintar,” jelas Uffie.

    Secara konten, ini akan sama dengan guru di sekolah. Melalui ini para siswa diharapkan bisa mendalami apa yang dipelajarinya di sekolah dan lebih menguatkan pemahaman mereka terhadap konsep pelajaran.

    {Baca juga: Generasi Z Akui Mudah Beradaptasi dengan Pembelajaran Online, Tapi…}

    “Para guru di sekolah tidak dimungkinkan untuk mendampingi belajar siswa 24 jam penuh. Itulah kenapa kami meluncurkan layanan Guru yang akan menjadi supporting system bagi sekolah atau institusi pendidikan formal dalam upaya men-deliver kurikulum secara maksimal, khususnya melalui sebuah pendampingan belajar online di luar jam sekolah,” kata Uffie.

    Selayaknya pendampingan guru di sekolah, GURU dari Kelas Pintar juga akan memberikan pendampingan belajar melalui Kelas, PR, Project Base Learning (PBL), hingga Ujian.

    GURU juga memiliki jadwal, laporan dan analisa belajar siswa, untuk membantu siswa dalam memahami dan meningkatkan kinerja belajar mereka.

    Saat ini, produk sudah bisa dinikmati oleh siswa SD di kelas 4, 5, dan 6 untuk pelajaran Matematika dan Tematik, serta siswa SMP di kelas 7, 8, dan 9 untuk mata pelajaran Bahasa Inggris, Matematika, Bahasa Indonesia, IPA Terpadu dan IPS Terpadu.

    Sementara untuk siswa SMA di kelas 10, 11, dan 12, mata pelajaran yang diajarkan meliputi Kimia, Matematika, Fisika, Bahasa Inggris, Biologi, Bahasa Indonesia, dan Matematika IPA.

    Semua materi pelajaran tersebut akan diajarkan oleh para GURU dari Kelas Pintar secara lengkap, per topik pembahasan, sama seperti halnya yang diajarkan oleh guru di sekolah.

    {Baca juga: Kelas Pintar Bawa “Pengalaman” Belajar di Sekolah ke Belajar Online}

    GURU sendiri sudah bisa dinikmati secara GRATIS oleh seluruh pengguna paket Kelas Pintar Regular dan paket SOAL dalam bentuk layanan tambahan (add-on) yang bisa di aktifkan melaui web maupun aplikasi.

    Tersedia juga diskon 80% untuk paket Kelas Pintar Plus dan paket SOAL Plus untuk pengguna yang belum berlanggananan paket belajar. Promo ini berlangsung sampai dengan 31 Desember 2020. [NM/IF]

  • Generasi Z Akui Mudah Beradaptasi dengan Pembelajaran Online, Tapi…

    Generasi Z Akui Mudah Beradaptasi dengan Pembelajaran Online, Tapi…

    Telko.id, Jakarta – Generasi Z atau mereka yang lahir di rentang tahun 1996-2010 – disebut juga sebagai Generation lantaran lahir dan “akrab” dengan internet, boleh dibilang menjadi kelompok yang paling intensif dalam menggunakan media sosial. Hasil penelitian IBM Institute bahkan menyebutkan bahwa 74% generasi Z menghabiskan waktu luangnya untuk melakukan aktifitas online.

    Smartphone dalam hal ini menjadi perangkat yang paling banyak digunakan dengan presentase mencapai 75%, diikuti laptop dengan persentase 45%, desktop (30%) dan tablet (10%).

    Dalam Podcast bersama Telset TV, tiga siswa – Nasyillah kelas 8 (Palangkaraya), Eva kelas 9 (Balikpapan) dan Billy kelas 11 (Surabaya) mengamini fakta tersebut. Ketiganya kompak menyebut bahwa smartphone adalah perangkat yang paling sering digunakan, baik untuk berkomunikasi via whatsapp, belajar online ataupun mencari informasi di internet.

    {Baca juga: Optimalkan Pembelajaran Daring, Pemkot Bogor Gandeng Kelas Pintar}

    Nasyillah dkk juga mengaku bahwa rutinitas mereka di dunia maya kini lebih banyak didominasi oleh aktifitas yang terkait dengan pembelajaran online. Dan ini tidak lepas dari kebijakan pembelajaran jarak jauh akibat pandemi COVID19, dimana para siswa “terpaksa” belajar secara online, baik pada saat jam sekolah maupun di luar jam sekolah.

    “Lahir dan tumbuh di era digital, membuat para siswa di generasi Z lebih matang dan mandiri dalam hal pemanfaatan teknologi. Termasuk saat pandemi mengharuskan mereka untuk belajar secara online,” jelas Maryam Mursadi, Head of Academic dari Kelas Pintar.

    Menurutnya, ketika pandemi COVID19 melanda dunia dan hampir semua aktifitas belajar mengajar bergeser ke online, generasi Z bisa dengan cepat beradaptasi karena mereka memang sudah terbiasa berinteraksi di dunia maya.

    “Hanya kebiasaannya saja yang berubah, jika sebelumnya mungkin mereka lebih aktif di sosmed, kini porsi untuk belajar online dan mencari informasi untuk kebutuhan belajar jadi lebih tinggi,” Jelas Maryam.

    Hal senada diutarakan oleh Nasyillah, Eva dan Billy. Mereka mengaku cepat beradaptasi dengan metode pembelajaran online atau jarak jauh. Pun begitu, mereka lebih suka belajar di sekolah secara tatap muka dengan alasan bisa punya banyak waktu untuk berinteraksi sehingga bisa lebih memahami materi yang diajarkan.

    Menurut Nasyhilla, meski mengaku cepat beradaptasi, tapi semakin sempitnya waktu berinteraksi dengan guru di sekolah membuatnya kesulitan memahami materi yang diajarkan. Begitu pula saat melanjutkan belajar di luar jam sekolah. Nasyhilla lebih suka jika ada yang mendampinginya saat belajar, supaya lebih mudah bertanya jika ada hal yang belum dimengerti.

    {Baca juga: Kelas Pintar Bawa “Pengalaman” Belajar di Sekolah ke Belajar Online}

    “Dimasa pandemi ini, waktu belajar para siswa berubah atau tidak sama seperti saat mereka bersekolah. Waktu mereka bertanya atau berinteraksi dengan guru juga jadi lebih sedikit,” kata Maryam.

    Untuk itu, lanjut Maryam, tantangan penyedia solusi belajar online dimasa pandemi ini adalah bagaimana menghadirkan engagement lebih dan membuat belajar online menjadi lebih menyenangkan. Maryam menyoroti tentang pentingnya memberikan pendampingan belajar bagi para siswa untuk membantu Guru di sekolah dalam men-deliver kurikulum secara optimal. Khususnya saat siswa melanjutkan proses belajarnya selepas jam sekolah.

  • Optimalkan Pembelajaran Daring, Pemkot Bogor Gandeng Kelas Pintar

    Optimalkan Pembelajaran Daring, Pemkot Bogor Gandeng Kelas Pintar

    Telko.id, Jakarta – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menjalin kemitraan dengan Pusat Riset Pendidikan Masa Depan dan Kelas Pintar dalam upaya penerapan aplikasi atau teknologi informasi dalam pembelajaran daring. Kemitraan ini merupakan bagian dari upaya Pemkot Bogor untuk mengoptimalkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dimasa pandemi COVID19.

    Walikota Bogor, Bima Arya menuturkan, kolaborasi ini merupakan tindak lanjut antara Pemkot Bogor dengan Pusat Riset Pendidikan Masa Depan yang menggandeng platform Kelas Pintar.

    “Jadi sebetulnya Pemkot Bogor sudah ada kerja sama dengan Pusat Riset Pendidikan Masa Depan pada bulan Maret lalu mengenai pedoman belajar di sekolah dan pelatihan guru, kemudian dikolaborasikan dengan Kelas Pintar,” jelas Bima.

    Setelah penandatangan kerja sama kata Arya, akan ada sosialisasi ke sekolah-sekolah mengenai pedoman PJJ ini. Terutama penerapan aplikasi atau teknologi informasi dalam pembelajaran daring.

    {Baca juga: Permudah Belajar Online, Kelas Pintar Dianugerahi Best Education Platform}

    Arya menegaskan, penggunaan aplikasi Kelas Pintar dalam proses PJJ ini merupakan kewenangan sekolah dan sifatnya tidak memaksa.

    “Kelas Pintar dan Pusat Riset Pendidikan Masa Depan hanya ingin berkontribusi di bidang pendidikan di Kota Bogor dengan menyiapkan pedoman PJJ di masa pandemi Covid-19. Tidak ada subsidi dari kita, tapi dengan pedoman PJJ yang kita buat pembelajaran akan berjalan efektif dan efisien sesuai dengan kurikulum darurat,” jelas Arya Bima.

    Hal tersebut diamini oleh Fernando Uffie, Founder dan CEO Kelas Pintar. Menurutnya ketika mencerdaskan kehidupan bangsa menjadi tujuan bernegara, maka sudah jadi tugas kita bersama untuk memastikan pendidikan berkualitas bisa dinikmati oleh seluruh anak bangsa, kapan dan di kondisi apapun.

    “Kami mengapresiasi langkah cepat Pemkot Bogor dalam upaya mengoptimalkan PJJ. Untuk itu, kami dari Kelas Pintar siap memberikan kontribusi secara maksimal untuk memastikan kegiatan belajar mengajar lewat pembelajaran jarak jauh bisa menghasilkan lulusan yang tidak kalah kualitasnya dengan lulusan-lulusan sebelumnya,” jelas Uffie.

    Menurutnya, apa yang dilakukan Pemkot Bogor dengan mempersiapkan insfrastruktur, konten, pedoman dan menjaga keutuhan ekosistem pendidikan adalah bukti besarnya perhatian Pemkot Bogor terhadap sektor pendidikan.

    “Ini mengingatkan saya pada perkataan Kaisar Hirohito selepas Jepang terpuruk akibat bom Atom, Agustus 1945. – Berapa jumlah guru yang tersisa? Kalau kita semua tidak bisa belajar bagaimana kita akan mengejar mereka? Maka kumpulkan sejumlah guru yang masih tersisa di seluruh pelosok kerajaan ini, karena sekarang kepada mereka kita akan bertumpu – Ya, pendidikan tidak boleh berhenti, di kondisi seburuk apapun. Karena melalui pendidikan kita menggantungkan masa depan bangsa,” kata Uffie.

    Sebagai informasi, Pemkot Bogor akan menyediakan 797 titik Wifi yang bisa diakses gratis tersebar di Kota Bogor dan ada juga kuota gratis dari Kemendikbud untuk siswa 35 gigabyte dan guru 45 gigabyte, termasuk bantuan dari provider, seperti Telkomsel yang akan mengcover seluruh siswa dan guru di Kota Bogor sebanyak 380 ribu kartu perdana, Indosat 30 gigabyte, 3, IM3, Smartfren ke sekolah-sekolah.

    Disdik Kota Bogor saat ini juga tengah mendata jumlah siswa yang tidak memiliki gadget atau kurang mampu. Tercatat, sementara ada 1.865 siswa SD dan SMP yang tidak memiliki gadget. 633 siswa SD dan 1.232 siswa SMP.

    Adapun bentuk kontribusi yang akan diberikan oleh Kelas Pintar kepada dunia pendidikan Kota Bogor adalah dengan menyediakan platform dan konten pembelajaran jarak jauh yang ada di Kelas Pintar Regular, untuk bisa diakses secara gratis selama satu bulan oleh seluruh siswa yang ada di wilayah kota bogor. Selain itu, Kelas Pintar juga akan memberikan pelatihan atau bimbingan teknis bagi para guru guna menunjang proses belajar mengajar dalam kurikulum darurat ini.

    {Baca juga: Kelas Pintar Bawa “Pengalaman” Belajar di Sekolah ke Belajar Online}

    Sebagai informasi, Kelas Pintar tidak sekadar menyediakan solusi pembelajaran efektif dengan literasi lengkap sesuai kurikulum, tapi juga menyediakan fitur untuk memaksimalkan peran masing-masing stake holder di ekosistem pendidikan. Baik yang terkait dengan administrasi, aktifitas belajar mengajar, hingga monitoring.

    Kelas Pintar bahkan menanamkan student analytic dalam sebuah kecerdasan buatan (Artificial Intelligent) berbasis data dalam jumlah besar (Big Data), sebagai bagian dari upaya memberikan pendidikan terbaik kepada para peserta didik.

    Saat ini ada lebih dari 36 yayasan pendidikan yang menjadikan platform Kelas Pintar sebagai sistem pendidikan yang mengintegrasikan seluruh siswa, guru, dan orang tua yang ada di dalam lingkup sekolah masing-masing. Sementara jika mengacu pada jumlah pengguna individu, ada lebih 500 ribu siswa di lebih dari 70 ribu sekolah yang tersebar di 34 provinsi Indonesia, menggunakan platform ini untuk melakukan aktifitas belajar secara online.

     

  • Permudah Belajar Online, Kelas Pintar Dianugerahi Best Education Platform

    Permudah Belajar Online, Kelas Pintar Dianugerahi Best Education Platform

    Telko.id – Kelas Pintar didapuk sebagai Best Education Platform di ajang penghargaan Selular Award 2020. Raihan tersebut didapat Kelas Pintar karena dianggap konsisten dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia melalui solusi dan inovasi yang bisa menjawab kebutuhan stake holder pendidikan tanah air. Termasuk diantaranya saat pandemi COVID-19, dimana sekolah dan peserta didik membutuhkan solusi yang benar-benar bisa meningkatkan kualitas pendidikan, baik di masa ini maupun di masa yang akan datang.

    Untuk itulah, Kelas Pintar tidak sekadar menyediakan solusi pembelajaran efektif dengan literasi lengkap sesuai kurikulum, tapi juga menyediakan fitur untuk memaksimalkan peran masing-masing stake holder di ekosistem pendidikan. Baik yang terkait dengan administrasi, aktifitas belajar mengajar, hingga monitoring. Kelas Pintar bahkan menanamkan student analytic dalam sebuah kecerdasan buatan (Artificial Intelligent) berbasis data dalam jumlah besar (Big Data), sebagai bagian dari upaya memberikan pendidikan terbaik kepada para peserta didik.

    “Disini, kami tidak sedang bicara sistem pendidikan 10-15 tahun mendatang. Kami bicara tentang hari ini, dimana sekolah, guru, orang tua, dan para murid, sudah dan sedang menggunakan platform pendidikan masa depan dari Kelas Pintar untuk kegiatan belajar mengajar di masa sekarang ini,” ujar Fernando Uffie, Founder Kelas Pintar.

    Baca Juga : Kelas Pintar Bawa “Pengalaman” Belajar di Sekolah ke Belajar Online

    Hal tersebut diamini oleh Ibu Hj. Euis Siti Halimah, M.Pd, kepala sekolah Sekolah SMP Negeri 1 Bekasi. Menurutnya, kesulitan yang dihadapi dunia pendidikan dimasa pandemi COVID-19, bisa menjadi momen bagi dunia pendidikan untuk bertransformasi dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan. Oleh karena itu, penting bagi para penyedia solusi pendidikan berbasis teknologi untuk melihat ekosistem pendidikan tanah air secara lebih menyeluruh.

    “Kami mengapresiasi Kelas Pintar yang tidak hanya menyasar masing-masing stake holder secara parsial, melainkan sebagai sebuah kesatuan dalam sebuah ekosistem pendidikan. Ini penting, karena bagi sekolah, angkatan COVID-19 dan angkatan-angkatan selanjutnya harus memiliki kualitas yang sama atau bahkan lebih baik dari angkatan angkatan sebelumnya,” ujar Ibu Euis.

    Hal senada disampaikan oleh Bapak Andi Murgeim, Kepala Sekolah SMK Gema Karya Bahana. Menurutnya, sebuah platform pembelajaran online harusnya bisa mengakomodasi kebutuhan sekolah ataupun institusi pendidikan formal dalam menjalankan fungsinya, baik dimasa COVID-19 ataupun ke depannya.

    “Menggunakan platform Kelas Pintar, para guru di sekolah kami bisa menjalankan perannya dan melakukan kegiatan belajar mengajar seperti biasa. Sementara bagi para siswa, selain menggunakan platform Kelas Pintar di jam sekolah, mereka juga bisa menggunakan platform yang sama untuk belajar di luar jam sekolah. Dan ini jadi lebih efisien, baik dari sisi biaya maupun sistem. Lebih dari itu, kami melihat kerjasama dengan Kelas Pintar sebagai sebuah lompatan, untuk menapaki masa depan dunia pendidikan 10-15 tahun mendatang,” jelas Bapak Andi.

    Sebagai informasi, saat ini ada lebih dari 36 sekolah dan yayasan yang menjadikan platform Kelas Pintar sebagai sistem pendidikan yang mengintegrasikan seluruh siswa, guru, dan orang tua yang ada di dalam lingkup sekolah masing-masing. Sementara jika mengacu pada jumlah pengguna individu, ada lebih 500 ribu siswa di lebih dari 70 ribu sekolah yang tersebar di 34 provinsi Indonesia, menggunakan platform Kelas Pintar untuk melakukan aktifitas belajar secara online.

    Pencapaian tersebut mendapat apresiasi dari pelaku industri dengan dinobatkannya Kelas Pintar sebagai Best Education Platform di ajang penghargaan Selular Award ke 17 pada 19 Agustus 2020. Menurut Uday Rayana, CEO/Editor in Chief Selular selaku Ketua Penyelenggara Selular Award 2020, Kelas Pintar konsisten dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia melalui solusi dan inovasi yang bisa menjawab kebutuhan stake holder pendidikan tanah air.

    “Kelas Pintar jadi adalah platform pendidikan berbasis teknologi yang melihat ekosistem pendidikan sebagai satu kesatuan. Ini jadi salah satu pertimbangan kami dalam menetapkan Kelas Pintar sebagai Best Education Platform,” jelas Uday Rayana.

    Selular Award sendiri diberikan sebagai wujud apresiasi kepada para perusahaan teknologi seperti perangkat, operator, aplikasi, layanan digital, dan vendor teknologi jaringan. Para peraih penghargaan dinilai mampu menunjukkan prestasi yang signifikan dalam menghadapi tantangan atas dinamika industri dan bisnis yang sering berubah. Penilaian tersebut dilakukan melalui diskusi panel tim redaksi dengan melibatkan partisipasi publik melalui survei online yang dilakukan di kota-kota besar di Indonesia.

  • Ketika Pandemi Memaksa Sekolah ‘Pindah’ ke Rumah

    Ketika Pandemi Memaksa Sekolah ‘Pindah’ ke Rumah

    Telko.id, Jakarta – Pandemi Corona Virus Disease (COVID-19) tak dimungkiri telah memaksa hampir semua orang untuk selangkah lebih awal dalam menerima perubahan. Dan ini berlaku untuk banyak hal, termasuk proses belajar mengajar. Jika sebelumnya tatap muka dan datang ke sekolah menjadi keharusan, kini semua berubah, menjadi serba online. Guru mengajar di sekolah, siswa mendengarkan di rumah. Bukan hal yang mudah, tapi mau tidak mau harus dilakukan.

    Kini, yang menjadi tantangannya adalah bagaimana membuat suasana belajar di rumah tetap terasa seperti di sekolah, sehingga bukan saja Pendidikan berkualitas yang bisa didapatkan para siswa, tetapi juga kepastian akan terjaganya kesehatan. Bagi para guru, tentu saja tidak adanya istilah ‘kerepotan’.

    “Saat ini yang terjadi adalah para guru menggunakan beragam platform untuk memberikan materi pada siswa. Termasuk memberikan tugas dan menerima hasil pengerjaan tugas tersebut. Hal ini sungguh merepotkan, bukan saja bagi guru, tetapi juga para siswa. Belum lagi adanya potensi kualitas pendidikan pada siswa yang turun akibat nilai ketuntasan dari mata pelajaran tidak bisa dilakukan. Ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi dunia pendidikan di Indonesia,” ungkap Fernando Uffie, pengamat dunia pendidikan yang juga merupakan Pendiri KELAS PINTAR.

    Berkaca pada segala kerumitan itu, tidak berlebihan jika harapan akan adanya solusi yang bisa memudahkan semua itu bermunculan. Dan ibarat toko serba ada, alangkah baiknya jika itu bisa didapatkan dalam satu ‘ruangan’. Tugas guru bisa lebih ringan dan fokus lebih terjaga (dalam memberikan materi-materi yang sesuai), siswa juga lebih semangat (belajar) karena tidak perlu direpotkan oleh banyak platform. Tentu saja, disamping memastikan tetap terjaganya interaksi antara guru dan siswa.

    “Harapannya, dengan menggunakan satu platform saja, kondisi belajar di rumah tapi serasa di sekolah itu akan tercipta. Karena hanya dengan cara ini kualitas pendidikan bisa terjaga”, tambah Fernando Uffie.

    Kebutuhan akan adanya sebuah platform yang memungkinkan guru dan siswa tetap berinteraksi secara real-time dimana guru mengajar dari sekolah dan siswa belajar dari rumah, dijawab oleh KELAS PINTAR lewat sebuah fitur bernama SEKOLAH. Seperti namanya, SEKOLAH akan membuat guru dan siswa bisa menjalankan proses belajar mengajar layaknya di ruang kelas (KELAS). Dimana tatap muka tetap ada, meski secara virtual.

    Lewat fitur ini lagi, bukan saja guru yang dimudahkan dengan adanya opsi untuk merekam materi pembelajaran, para siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami materi juga dapat langsung bertanya pada guru. Pun demikian, guru bertanya pada siswa. Guru juga dapat menjelaskan materi pelajaran dengan bantuan virtual whiteboard atau berbagi layar (share screen) pada siswa. Dengan begitu, guru dapat lebih optimal dalam menunaikan tugasnya, sementara siswa bisa lebih mudah dalam menerima materi yang diajarkan.

    Ketika guru ingin memberikan Pekerjaan Rumah atau project, menu PR dan menu PROJECT hadir untuk membantu baik guru maupun siswa. Dimana keduanya dapat langsung mengirim, mengunduh dan mengunggah file dalam bentuk pdf, png, jpeg maupun doc tanpa perlu mengirimkannya dalam bentuk email atau bahkan meminta bantuan platform lain. Selanjutnya, guru bisa memberikan penilaian dan penjelasan dari setiap jawaban PR dan Project yang diberikan.

    (Baca juga: 10.000 Relawan COVID-19 Dapat Paket Data Khusus Dari Telkomsel)

    Project ini biasanya diberikan oleh Guru pada siswa sebagai cara untuk menunaikan tugas dalam menjalankan pembelajaran berbasis proyek (project-based learning/PBL) atau model pembelajaran yang menggunakan proyek (kegiatan) sebagai inti pembelajaran yang dianjurkan terkait dengan implementasi kurikulum 2013.

    Fungsi yang kurang lebih sama kita dapatkan dari menu TUGAS, dimana lewat menu ini guru dapat memberikan tugas atau assessment secara online dengan soal yang dibuat sendiri. Adapun jenis soal yang dibuat bisa berupa Essay maupun pilihan ganda. Untuk urusan bobot, guru juga yang nantinya akan menentukan.

    Ketika tiba saatnya UJIAN, menu bertajuk serupa memungkinkan guru bisa dengan mudah membuat ujian online yang nantinya dapat langsung dikerjakan oleh siswa. Soal ini dapat dibuat sendiri sesuai dengan standar masing-masing sekolah atau menggunakan kumpulan soal yang ada di bank soal KELAS PINTAR, yang sudah disesuaikan dengan kurikulum nasional. Dengan laporan hasil ujian yang nantinya bisa diperoleh secara realtime.

    Sementara itu, menu MONITORING bertindak dalam membantu guru atau tenaga pengajar dalam memantau dan mengawasi siswa saat ujian online. Dengan menu ini, bukan saja memantau aktivitas siswa saat ujian online sedang berlangsung, tetapi juga aktifitas di computer siswa juga dapat dipantau. Bahkan, guru memungkinkan untuk langsung memberikan instruksi, peringatan dan pengumuman.

    Semua proses pengawasan ini tercatat, dan guru akan mendapatkan aktifitas (LOG) dari penggunaan menit ke menit serta dapat melihat hasil laporan rekaman pengawasan siswa. Dengan demikian, Guru dapat memastikan bahwa soal ujian yang diberikan, benar-benar dijawab oleh siswa.

     

  • Kelas Interaktif dan Tugas Online, Fitur Terbaru Gredu

    Kelas Interaktif dan Tugas Online, Fitur Terbaru Gredu

    Telko.id – Gredu, sebuah perusahaan teknologi di bidang pendidikan, kembali memperkenalkan fitur baru Kelas Interaktif dan Tugas Online untuk kemudahan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Fitur terbaru Gredu ini menjadi solusi di tengah masih maraknya pandemi Covid-19 yang menyebabkan aktivitas belajar-mengajar di Tahun Ajaran Baru 2020/2021 harus dilakukan secara daring (online).

    Sistem PJJ yang diterapkan pemerintah kurang lebih tiga bulan yang lalu karena pandemi telah menemui tantangan dan kendala yang harus dihadapi bersama, antara lain kelancaran komunikasi antara orang tua, siswa, dan guru, keterbatasan kuota dan kelancaran koneksi internet, keterbatasan sarana di rumah, dan materi pembelajaran yang monoton. Ditambah lagi kejenuhan yang dirasakan oleh orang tua, siswa, dan guru karena merasa tugasnya terlalu banyak sejak sekolah dari rumah.

    “Gredu menyadari kolaborasi antara orang tua, guru dan siswa selalu menjadi kunci keberhasilan pendidikan. Terlebih, dengan frekuensi tatap muka yang jauh berkurang selama masa pandemi ini, siswa dituntut untuk lebih mandiri dan aktif sehingga materi yang sudah direncanakan selama satu tahun ajaran dapat terserap dengan baik dan mendapatkan hasil akademis yang sesuai harapan. Oleh karena itu, sebagai wujud komitmen kami terhadap kemajuan Pendidikan di Indonesia, kami memperkenalkan Fitur Terbaru Gredu yakni fitur Kelas Interaktif dan Tugas Online yang mengoptimalkan kerja sama antara ketiga pihak tersebut,” ujar Mohammad Fachri, CTO Gredu.

    Sebenarnya, fitur Terbaru Gredu tersebut merupakan bagian dari pengembangan platform digitalisasi sekolah yang sudah dikembangkan dan perkenalkan sebelumnya oleh Gredu.

    Kelas Interaktif berguna bagi guru untuk membimbing murid saling berdiskusi dan melakukan tanya-jawab secara real-time. Para guru dapat mendampingi siswanya melalui perangkat masing-masing sehingga pembelajaran bisa berlangsung lebih efektif dan efisien.

    Di kelas online ini, para guru membuat materi lalu membagikannya ke siswa melalui aplikasi Gredu Teacher. Materi yang diterima para siswa melalui aplikasi Gredu Student bisa didiskusikan bersama di Kelas Interaktif sesuai materi pelajaran. Para siswa juga dapat mengemukakan pertanyaan melalui layanan chat yang sudah disediakan Gredu. Dengan fasilitas tanya-jawab antara guru dan siswa di Kelas Interaktif maka atmosfer pembelajaran bisa berlangsung dua arah seperti halnya pendidikan offline di sekolah.

    Sementara itu, fitur Tugas Online dibangun dengan basis Kurikulum 2013 (Kurtilas) yang merupakan pengembangan dari Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Kurikulum ini menitikberatkan pembelajaran agar berpusat kepada murid (student-centered learning), yang sejalan dengan solusi dari Gredu.

    Melalui Tugas Online, guru dapat mempersiapkan materi pembelajaran beserta tugas-tugas yang harus dikerjakan oleh siswa pada aplikasi Gredu Teacher. Selanjutnya, siswa mendapatkan notifikasi dari aplikasi Gredu Student. Siswa mengerjakan tugas dan mengumpulkan tugasnya melalui aplikasi yang sama. Kemudian guru akan mengoreksi tugas yang telah terkumpul dan memberikan penilaian.

    Di sisi lain, para orang tua dapat memantau proses PJJ dari notifikasi aplikasi Gredu Parent. Jadi, seandainya orang tua sudah harus bekerja dari kantor atau berada di luar rumah, mereka tetap  dapat membantu anaknya mengklarifikasi tugas dengan guru atau memantau anak-anaknya selama mengerjakan tugas dari sekolah.

    Kemudahan lain yang didapatkan dari fitur Terbaru Gredu yakni Kelas Interaktif dan Tugas Online untuk orang tua, siswa, dan guru adalah aksesibilitasnya. Ketiga aplikasi tersebut (Gredu Teacher, Gredu Student, dan Gredu Parent) dapat diakses melalui perangkat mobile, tablet maupun laptop sehingga guru dan siswa dapat mengerjakan tugas mereka kapan saja dan tidak perlu khawatir akan kurangnya perangkat di rumah.

    Dengan sejumlah kemudahan yang ditawarkan oleh kedua fitur baru tersebut, Gredu berharap siswa menjadi semakin aktif dan mandiri serta mulai terbiasa untuk mengelola waktu. Guru mendapatkan kemudahan untuk merancang silabus dan materi pembelajaran dari hari ke hari sehingga tercipta konten edukasi yang berkualitas.

    Selain itu, guru masih memiliki waktu untuk mengembangkan diri dan aktif mengikuti perkembangan teknologi. Orang tua pun juga memiliki waktu lebih banyak untuk berkomunikasi secara lebih intensif dengan anak-anak mereka. Dengan demikian, orang tua juga dapat memberikan pendidikan tambahan berupa pembentukan karakter, pola pikir, dan perilaku bagi anak.

    “Dengan fitur anyarnya ini, platform Gredu diharapkan bisa mendukung pendidikan di Indonesia dengan #kolaborasijarakjauh. Inilah yang membuat Gredu lebih dari sekadar kelas online,” tutur Ricky Putra, COO Gredu.(Icha)

     

  • Sudah Adakah Sistem Pendidikan Ideal Di Masa New Normal?

    Sudah Adakah Sistem Pendidikan Ideal Di Masa New Normal?

    Telko.id – Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 menteri, baru saja mengeluarkan panduan pembelajaran tahun ajaran baru di masa pandemik COVID19. Salah satu poin dalam panduan tersebut adalah larangan melakukan Kegiatan Belajar Mengajar tatap muka di 94% wilayah Indonesia yang berada di zona merah, orange, dan kuning. Di wilayah tersebut pembelajaran hanya boleh dilakukan secara online.

    Inilah mengapa tahun ajaran baru 2020 tak lagi sama dengan tahun tahun sebelumnya. Tak ada lagi tawa dan tangis siswa yang baru kali pertama menginjakkan kakinya di sekolah. Tak ada lagi interaksi guru, murid dan orang tua dalam satu ruang yang sama. Sementara sekolah, tetiba harus meng-orkestrasi ekosistem pendidikan dari dunia maya.

    Kerumitan serupa juga dialami oleh para pemangku kebijakan, yang terpaksa menarik maju sistem pendidikan yang baru, 10 atau bahkan 20 tahun lebih awal. Di saat transformasi pendidikan masih terkendala oleh kesiapan infrastruktur dan serapan teknologi.

    “Dimasa Pandemik COVID19, kesehatan dan keselamatan stake holder pendidikan harus diutamakan. Pun demikian dengan pendidikan yang tidak boleh dihentikan. Untuk itu, kita perlu duduk bersama guna merumuskan solusi ideal untuk dunia pendidikan di era new normal,” jelas Hamzah, CEO Telset.id dalam acara online talkshow bertema “Sistem Pendidikan Ideal di Era New Normal”.

    Dalam Talkshow “Sistem Pendidikan Ideal di Era New Normal” yang berlangsung secara online ini, turut hadir sebagai pembicara Bapak Rahmat Effendi – Walikota Bekasi, Momon Sulaeman – Kepala Bidang SD dan PKLK Provinsi DKI Jakarta, Fernando Uffie – Pendiri Kelas Pintar, Danang Andrianto – GM Mass Market Segment Product and Proposition Telkomsel , Kanya Muawanah – Kepala Sekolah SMPI AL Azhar 8 Kemang Pratama dan Febriati Nadira – Perwakilan Orang Tua Murid.

    Pada kesempatan tersebut, Rahmat Effendi menegaskan kesiapan Kota Bekasi menjalankan tahun ajaran baru 2020 menggunakan sistem pembelajaran online. Meski menurutnya, ada beberapa tantangan yang mesti dihadapi, mulai dari akses internet yang belum merata, keterbatasan infrastruktur pembelajaran online, hingga penguasaan terhadap teknologi di lingkup ekosistem pendidikan sekolah.

    “Ini memang bukan hal yang mudah. Butuh banyak penyesuaian diri. Tapi saya percaya bahwa beradaptasi bisa menjadi langkah awal bagi kita untuk menapaki masa depan dunia pendidikan,” ujar Rahmat Effendi.

    Hal senada disampaikan oleh Founder Kelas Pintar, Fernando Uffie. Menurutnya, pandemik COVID19 bisa menjadi momen bagi dunia pendidikan untuk mempercepat proses transformasi ke pendidikan berbasis teknologi.

    “Transformasi dunia pendidikan bukan tentang menegasikan peran tenaga pendidik dan sekolah, tapi justru menguatkan peran masing-masing stake holder tersebut,” terang Uffie.

    Menurutnya, pembelajaran online ataupun pendidikan berbasis teknologi sejatinya harus bisa mengakomodir peran guru, sekolah dan orang tua dalam proses pendidikan siswa.

    Pembelajaran online juga harus bisa menghadirkan interaksi diantara mereka, untuk memastikan pendidikan karakter tetap berjalan meski dilakukan secara virtual.

    “Solusi pembelajaran online idealnya tidak sekadar menjadi pusat literasi tapi juga menjadi platform yang bisa mengakomodir sistem pembelajaran di sekolah. Dengan begitu, pembelajaran online bisa benar-benar menjadi solusi, karena comply untuk digunakan pada saat COVID19 ataupun setelahnya,” pungkas Uffie.

    Bicara tentang kesiapan menggelar pembelajaran jarak jauh di tengah pandemik COVID-19, pihak sekolah sebagai yang berkaitan langsung juga tak menampik adanya sejumlah tantangan yang harus dilalui. Apalagi, ini juga kali pertama sistem pembelajaran online secara penuh diterapkan di tanah air.

    “Sekolah itu ibarat sebuah orkestra, dimana banyak unsur-unsur di dalamnya. Kita tidak bisa memaksakan satu unsur sangat berperan, sementara unsur yang lain dihilangkan. Karenanya, semua harus saling mendukung.Alhamdulillah, kami di Al Azhar mendapat dukungan penuh dari Yayasan, disamping juga SDM. Dimana kami memiliki guru-guru yang sudah siap secara kemapuan IT,” jelas Kanya Muawanah, Kepala Sekolah SMPI AL Azhar 8 Kemang Pratama pada Talkshow “Sistem Pendidikan Ideal di Era New Normal” tersebut.

    Baca juga : Kelas Pintar Bawa “Pengalaman” Belajar di Sekolah ke Belajar Online

    Sementara itu, Febriati Nadira, selaku Perwakilan Orang Tua Murid menyebut bahwa selain masalah kedisiplinan, mempertahankan kualitas Pendidikan ke depan juga menjadi tantangan lainnya. Apalagi tidak semua orang tua memiliki perangkat atau pemahaman digital yang sama. “Mungkin kita di Jakarta secara sarana dan prasarana mendukung, tapi di tempat lain belum tentu. Jadi PR-nya lebih ke bagaimana dengan sistem pembelajaran saat ini semuanya bisa mendapatkan kualitas pendidikan yang sama.”

    Untuk membantu para stake holder pendidikan mencapai sistem pendidikan ideal, Telkomsel pro aktif melalui langkah-langkah taktis, dalam hal ini dengan membuat 4 inisiatif, seperti memberikan akses paket data Rp.0 untuk 30GB dan bekerjasama dengan 10 aplikasi belajar, menyediakan free akses data ke 180 e-learning kampus, memberikan bundling paket Rp10 untuk memudahkan akses video conference. Baik CloudX, Umeetme, Microsoft Teams, Webexatau yang lainnya.

    “Walaupun sedikit, tetapi setidak nya dapat membantu masyarakat untuk tetap bisa menjalani pendidikan saat pandemi kemarin dan pada era new normal ini,” ungkap Danang Andrianto – GM Mass Market Segment Product and Proposition Telkomsel.

    Selama pandemi lalu, dijaringan Telkomse terjadi lonjakan. Itu sebabnya, operator ini pun mengambil langkah dengan melakukan expanding network. Meluncurkan 11.000 BTS. Mobilisasi peluncuran lebih ke residensial. Termasuk juga  meluncurkan VoLTE, dengan ini pelanggan Telkomsel bisa browsing interet dan telepon secara bersamaan. (Icha)

  • Ini Dia 3 Platform Ideal untuk Belajar di Era New Normal

    Ini Dia 3 Platform Ideal untuk Belajar di Era New Normal

    Telko.id – Sebagian dari kita pasti tak asing lagi dengan istilah New Normal. Setidaknya, istilah itu telah cukup sering digembar-gemborkan selama beberapa pekan terakhir, sebagai jawaban dari pandemi virus corona yang belum juga menampakkan tanda-tanda akan berakhir, setidaknya di Indonesia. Kini, semua sektor bersiap menjalani tatanan kehidupan baru yang dimaksud, tidak terkecuali dunia pendidikan.  Mulai dari bagaimana cara melakukan aktivitas di luar rumah hingga menciptakan sebuah atmosfer yang menyenangkan saat belajar.

    Pun demikian, penerapan social distancing sebagai faktor utama New Normal bagaimana pun menciptakan tantangan tersendiri bagi mereka yang berkecimpung di dunia pendidikan, yang biasanya mempertemukan guru dengan murid sebagai upaya melangsungkan proses belajar mengajar yang menyenangkan.

    Karena itu, para pelaku dunia pendidikan wajib mencari solusi terkait bagaimana proses belajar mengajar bisa tetap dilangsungkan, tanpa mengabaikan peran guru sebagai pengajar. Dengan kata lain, dibutuhkan media untuk memfasilitasi para guru agar tetap bisa menunaikan tugasnya sebagai pengajar. Sementara siswa, menunaikan kewajibannya untuk belajar dengan baik. Walaupun tanpa kehadiran guru di hadapannya, dan hanya dari rumah.

    Inilah mengapa sebuah platform pembelajaran jarak jauh idealnya tidak untuk menggantikan peran masing-masing stake-holder yang ada di ekosistem sekolah, baik itu guru, orang tua dan sekolah itu sendiri. Karena sejatinya, pendidikan lebih dari sekadar perpustakaan literasi. Pendidikan butuh sistem yang tidak hanya akan membuat siswa pintar secara akademis, tapi juga berkarakter. Dan lebih dari itu, siswa butuh interaksi untuk mendapatkan bimbingan, agar proses belajarnya lebih terarah.

    Jadi, jika kita bicara New Normal di dunia pendidikan, maka idealnya adalah bagaimana institusi pendidikan formal seperti sekolah bisa tetap menjalankan fungsinya dengan segala keterbatasan yang ada. Sehingga jikapun keadaan mengharuskan siswa tetap belajar dari rumah, maka payung utamanya harus tetap sekolah. Siswa harus tetap bisa belajar dengan guru-gurunya di sekolah, belajar sesuai dengan kurikulum dan standar sekolahnya masing-masing, hingga mendapatkan evaluasi pembelajaran (rapor).

    Nah, berikut adalah beberapa platform yang menurut kami ideal atau paling tidak bisa membantu sekolah dan ekosistem yang ada di dalamnya untuk melakukan pembelajaran jarak jauh dimasa New Normal sekarang ini.

    Kelas Pintar

    Platform ini pas digunakan untuk pembelajaran jarah jauh dimasa New Normal seperti saat ini karena menawarkan solusi belajar lengkap untuk siswa SD, SMP, sampai SMA yang bisa diakses setiap hari. Siswa bisa belajar sesuai dengan karakter masing-masing, baik secara visual, audio, maupun kinestetik.

    Secara sederhana, platform ini menawarkan literasi yang lengkap. Semua materi dan jumlah mata pelajaran sesuai dengan standar kurikulum yang berlaku. Dan menariknya, materi pelajaran tersebut juga tidak hanya disediakan dalam bentuk buku elektronik, tapi juga disajikan dalam format presentasi, audio, dan video.

    Dan karena platform ini memang khusus dikembangkan untuk pendidikan, di dalamnya terdapat metode pembelajaran yang sistematis. Mereka menyebutnya metode LPT atau Learning, Practice danTest. Dengan metode ini, proses belajar siswa dimulai dengan mempelajari materi, lalu dilanjutkan dengan berlatih soal, dan kemudian mengikuti test. Outputnya adalah siswa akan mendapatkan nilai, dan nilai tersebut akan tercantum di dalam rapor.

    Menariknya, sistem pembelajaran mandiri yang dikembangkan oleh Kelas Pintar ini juga dilengkapi fungsi yang memungkinkan ekosistem pendidikan di sekolah untuk melakukan pembelajaran jarak jauh, dengan fitur yang punya nama sama yaitu “sekolah”, siswa bisa belajar dari guru-nya di sekolah dengan pengalaman belajar layaknya di sekolah, demikian juga dengan guru.

    Sederhananya, platform ini memungkinkan proses pembelajaran di sekolah berlangsung seperti biasa. Disini guru bisa mengajar di kelas dan berinteraksi dengan muridnya, murid bisa bertatap muka dengan guru dan murid lainnya, guru bisa memonitor murid-muridnya, memberikan catatan melalui whiteboard, menggelar ujian dan me-rekap hasil ujian, sampai memberikan rapor. Hampir semua aktifitas yang biasa dilakukan di sekolah, bisa dilakukan melalui platform ini secara online. Secara umum, platform ini cocok untuk model pembelajaran jarak jauh dimana siswa belajar dari rumah, dan guru mengajar dari sekolah.

    Baca juga : Kelas Pintar Bawa “Pengalaman” Belajar di Sekolah ke Belajar Online

    Selain menawarkan literasi lengkap dan sistem pembelajaran, platform ini juga dilengkapi fitur TANYA untuk membantu siswa saat mengalami kesulitan dalam menjawab soal. Ada juga produk SOAL yang khusus didedikasikan untuk membantu siswa dalam mempersiapkan diri menghadapi ujian.

    Google Classroom

    Dikembangkan oleh Google, platform ini bisa digunakan untuk pembelajaran jarah jauh di masa New Normal seperti saat ini karena memang ditujukan untuk menyederhanakan, mendistribusikan, dan menilai tugas dengan cara virtual, alias tanpa kertas. Tujuan utama Google Classroom adalah untuk merampingkan proses berbagi file antara guru dan siswa. Dimana Google Classroom menggabungkan Google Drive untuk pembuatan dan pengiriman penugasan, Google Docs, Sheets, dan Slides untuk penulisan, Gmail untuk komunikasi, serta Google Calendar untuk penjadwalan.

    Siswa dapat diundang untuk bergabung dengan kelas melalui kode pribadi, atau secara otomatis diimpor dari domain sekolah. Setiap kelas membuat folder terpisah di Drive masing-masing pengguna, di mana siswa dapat mengirimkan pekerjaan untuk dinilai oleh guru. Jadi, alih-alih meninggalkan peran guru dalam proses belajar mengajar, platform ini sebaliknya, memfasilitasi tugas guru sebagai pengajar.

    Meski begitu, Google Classroom bukannya tidak punya kekurangan. Jika bicara tentang kuis dan tes, platform ini belum bisa memberikan itu secara otomatis untuk murid. Pun begitu, google menyiapkan google form yang bisa digunakan untuk melakukan test secara online.

    Secara umum, Google Classroom lebih cocok untuk pengalaman belajar campuran daripada program sepenuhnya online. Atau paling tidak bisa jadi solusi sementara saat Sekolah membutuhkan platform untuk menggelar pembelajaran jarak jauh.

    Zoom

    Zoom merupakan sebuah platform yang bermanfaat untuk pembelajaran jarah jauh di masa New Normal seperti saat ini karena dapat melakukan konferensi jarak jauh dengan menggabungkan konferensi video, pertemuan online, obrolan, hingga kolaborasi seluler. Platform ini banyak digunakan sebagai media komunikasi jarak jauh. Bukan saja untuk perkantoran, tetapi juga kampus dan sekolah.

    Dibuat oleh Eric Yuan, Zoom sendiri sebenarnya telah dirilis sejak 2013, serta dapat diakses melalui website, baik untuk OS Mac, Windows, Linux, iOS, maupun Android. Baru pada tahun 2020, seiring merebaknya pandemi virus corona, yang mengharuskan bukan saja para pekerja untuk bekerja dari rumah, tetapi juga siswa belajar dari rumah, platform ini populer.

    Sebagai media pembelajaran online, Zoom memungkinkan guru dan murid bertatap muka secara virtual, dan menggelar proses belajar mengajar. Menariknya lagi, fitur terbaru dari platformbahkan dapat membatu pelajar untuk menyalin percakapan selama konferensi dalam dalam bentuk teks transkrip. Hal tersebut tentunya membantu murid ketika ada beberapa hal yang terlewat atau ketika ingin mencatat hal yang penting.

    Meski begitu, menggunakan platform ini tidak lantas membukanya dan belajar. Baik guru maupun murid perlu mendaftar akun dengan menggunakan email sekolah. Kabar baiknya, ini gratis. Alamat itu kemudian akan diverifikasi oleh Zoom.

    Ketika domain sekolah memiliki akses dengan Zoom, maka Zoom bisa digunakan untuk pertemuan secara daring, dengan hingga 100 partisipan. Zoom juga memungkinkan penggunanya menjadwalkan hingga merekam keseluruhan konferensi. Memang, hanya 40 menit video conferenceuntuk rapat kelompok yang tersedia, namun pengguna, dapat mengulang lagi jika durasi sudah habis. (Telkoid)

     

  • Zenius Grand Try Out, Siapkan Calon Mahasiswa Masuk PT Impian

    Zenius Grand Try Out, Siapkan Calon Mahasiswa Masuk PT Impian

    Telko.id – Zenius Education gelar grand try out Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) gratis lewat aplikasi Zenius. Hal ini diselenggarakan untuk siapkan calon mahasiswa masuk perguruan tinggi Impian.  Seratus peserta dengan nilai tertinggi akan menerima beasiswa pendidikan senilai total lebih dari 1 miliar rupiah.

    Registrasi Zenius Grand Try Out ini mulai dibuka dari tanggal 3 Juni 2020 dan akan pertama kali dilaksanakan pada tanggal 8 Juni 2020. Grand Try Out merupakan bentuk kerja sama antara Gojek dan Zenius, dan acara ini juga didukung oleh PasarPolis.

    Zenius Grand Try Out ini dibuka secara gratis sebagai bentuk komitmen #IndonesiaTetapBelajar dari Zenius, agar dapat diikuti oleh ratusan ribu calon mahasiswa dari seluruh Indonesia.

    Baca juga : CEO Baru dan Pendanaan Besar, Zenius Yakin Bisa Tumbuh Signifikan

    Atmosfer kompetisi yang ditawarkan melalui Grand Try Out ini akan seperti layaknya UTBK sesungguhnya, dan memberikan kesempatan pada para peserta untuk menyiapkan diri menghadapi tingkat kesulitan ujian persis UTBK, mengelola waktu dalam setiap bagian soal dan setiap pertanyaan. Dengan pengguna Zenius yang mencakup seluruh Indonesia, diharapkan partisipasi dari seluruh calon mahasiswa di penjuru nusantara dapat memberikan gambaran semangat juang memperebutkan bangku di kampus yang diinginkan.

    “Saat ini merupakan periode yang krusial bagi mereka, dan kami ingin situasi pandemi tidak menjadi penghalang bagi para calon mahasiswa untuk mencapai impiannya kuliah di perguruan tinggi terbaik di negeri ini. Grand Try Out ini akan dilakukan secara online dan kami rancang khusus agar menyerupai UTBK yang sesungguhnya, mulai dari tingkat kesulitan soal hingga waktu pengerjaan, sehingga para calon mahasiswa bisa lebih siap meraih sukses di UTBK 2020,” ungkap Sabda PS, Chief Education Officer Zenius Education.

    Untuk memberikan pengalaman lebih banyak, akan dilakukan 4 kali try out dalam acara Grand Try Out ini, yakni pada 8, 15, 22, dan 29 Juni. Bagi 100 peserta dengan nilai tertinggi, mereka akan berhak menerima beasiswa pendidikan dengan total nilai lebih dari 1 milyar rupiah di perguruan tinggi pilihan mereka, dengan terbaik 1-10 masing-masing mendapatkan beasiswa senilai 30 juta rupiah; terbaik 11-30, 10 juta rupiah; dan terbaik 31-100, 5 juta rupiah.

    Untuk 200 peserta dengan skor tertinggi, termasuk 100 yang akan mendapatkan beasiswa pendidikan, juga akan mendapatkan asuransi kesehatan selama 1 tahun dari PasarPolis yang mencakup

    perlindungan untuk kecelakaan dan pengobatan senilai puluhan juta rupiah. Selain itu, tersedia juga hadiah mingguan untuk 200 peserta dengan nilai tertinggi di setiap sesi try out berupa asuransi layar smartphone dengan durasi 6 bulan dari PasarPolis. Baik Zenius maupun Gojek dan PasarPolis percaya bahwa pemberian beasiswa dan perlindungan asuransi ini dapat membantu para calon mahasiswa mempersiapkan masa depan mereka di tengah kondisi pandemi Covid-19.

    Calon peserta cukup mengunduh aplikasi Zenius dan melakukan registrasi Grand Try Out yang tersedia di aplikasi Zenius. Peserta yang sudah terdaftar akan mendapatkan kode registrasi, dan ketika Grand Try Out mulai dilaksanakan, peserta akan bisa mengikuti Grand Try Out UTBK di aplikasi Zenius secara gratis.

    Meskipun diadakan secara daring lewat aplikasi Zenius, Grand Try Out ini akan dilaksanakan secara disiplin layaknya Try Out pada umumnya. Grand Try Out Zenius akan menerapkan durasi waktu pengerjaan Try Out yang ketat, di mana ujian akan diadakan serentak dan peserta baru akan mulai bisa mengerjakan soal tepat pada jam 19.00 hingga 21.00 WIB. Selain soal-soal try out, peserta juga bisa mendapatkan kisi-kisi UTBK, video pembahasan soal, serta memantau hasil Try Out tertinggi di Leaderboard.

    “Tidak hanya membantu proses persiapan UTBK lewat soal-soal try out, kami harap dengan dihadirkannya hadiah berupa beasiswa, akan ada lebih banyak lagi lulusan SMA yang tertarik untuk menempuh pendidikan tinggi dan para calon mahasiswa ini akan semakin termotivasi untuk meraih cita-cita mereka dengan mempersiapkan diri secara serius menghadapi tes masuk perguruan tinggi. Zenius pun siap untuk menjadi bagian dari proses tersebut dan melihat lebih banyak siswa-siswi Indonesia yang sukses mencapai impiannya,” tutup Sabda. (Icha)