Kategori: PROFILE

  • Rahasia di Balik Inovasi UX, Keamanan, dan AI di Samsung Galaxy

    Rahasia di Balik Inovasi UX, Keamanan, dan AI di Samsung Galaxy

    Telko.id – Samsung terus berada di garis depan inovasi di dunia perangkat mobile, dengan fokus pada peningkatan pengalaman pengguna melalui pengembangan One UI 7.

    Antarmuka ini tidak hanya mengutamakan desain, tetapi juga fungsionalitas, menggabungkan hardware dan software secara seamless untuk mendukung AI dan meningkatkan produktivitas penggunanya.

    Dalam pengembangan One UI 7, Samsung menggabungkan riset pasar mendalam dan feedback pengguna, termasuk dari Indonesia, serta bekerja sama dengan developer lokal untuk menciptakan fitur yang relevan dengan kebutuhan pasar agar produk tetap adaptif dan berkelanjutan.

    Keamanan data pengguna juga menjadi prioritas utama, di mana Samsung berkolaborasi dengan Google untuk menghadirkan solusi perlindungan yang kuat, memproses data baik di perangkat maupun cloud demi memberikan keamanan optimal tanpa mengorbankan kenyamanan pengguna.

    Baca juga : Samsung One UI 7 Hadir, Ini Bedaannya Dengan One UI 6

    Sally, EVP and Head of the Framework R&D Team at Samsung Mobile eXperience

    Dalam wawancara eksklusif, Sally, EVP and Head of the Framework R&D Team at Samsung Mobile eXperience, menjelaskan bagaimana tim development berkolaborasi dengan tim customer experience untuk memahami langsung masukan dari pengguna dan memastikan setiap fitur yang dihadirkan selaras dengan tren terkini.

    Ikuti wawancara ini untuk menggali lebih dalam mengenai proses pengembangan user experience (UX) dan One UI di Galaxy S25 Series, langkah-langkah Samsung dalam memperkuat keamanan Android, tantangan dalam penerapan AI, serta upaya perusahaan menjalin kolaborasi lebih luas, termasuk dengan pengembang lokal di Indonesia.

    Q1: Bagaimana Samsung mengembangkan UX dan One UI, terutama terkait dengan detail kecil yang sangat resonan dengan pengguna, dan bagaimana proses pengembangan secara keseluruhan?

    Proses pengembangan One UI berlangsung secara sangat kolaboratif. Ada tim customer experience yang fokus pada perencanaan. Tim ini aktif mengidentifikasi tren-tren baru dengan mengumpulkan insight dari pengguna dan pasar, lalu menyampaikan insight tersebut sebagai kebutuhan bagi tim pengembangan kami.

    Berdasarkan insight tersebut, kami mengembangkan One UI, memastikan bahwa user interface (UI) ini sesuai dengan harapan pengguna dan tren yang akan datang. Proses perencanaan ini pun dimulai jauh sebelumnya, bahkan untuk versi UI berikutnya.

    Selain itu, Samsung menggunakan program Beta, di mana pengguna dapat mencoba versi awal produk dan memberikan feed back. Ini sangat penting karena kami menghargai masukan pengguna dan berusaha untuk memasukkannya ke dalam versi final.

    Sementara itu, untuk One UI 7, kami melakukan pendekatan yang sedikit berbeda. Biasanya, pembaruan UI dilakukan setiap tahun.

    Namun, untuk versi ini, kami ingin membuat terobosan besar, yang membutuhkan perencanaan matang sejak dua hingga tiga tahun sebelum proyek ini dimulai. Kami ingin menciptakan sesuatu yang lebih berdampak, dan waktu persiapan yang lebih lama ini memungkinkan kami untuk melakukan perbaikan yang signifikan.

    Proses yang komprehensif ini memastikan bahwa setiap fitur, bahkan yang tampak kecil sekalipun, benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan pengguna dan memberikan pengalaman yang optimal.

    Q2: Ketika berbicara tentang AI, banyak kekhawatiran terkait keamanan dalam penggunaan data pengguna. Bagaimana Samsung menangani isu keamanan ini, dan langkah apa yang diambil perusahaan untuk memperkuatnya?

    Privasi sangat penting bagi kami. Itulah sebabnya kami menawarkan fitur pemrosesan on-device. Informasi sensitif, seperti riwayat panggilan, diproses langsung di perangkat untuk menjaga privasi.

    Kami juga memberikan opsi pemrosesan berbasis cloud (on-cloud) untuk hal-hal yang kurang sensitif, seperti kreativitas. Pengguna bisa memilih, apakah ingin menggunakan pemrosesan di perangkat atau cloud. Kami selalu menjaga privasi dan akan terus memperkuat fitur ini kedepannya.

    Android menawarkan produktivitas dan kreativitas yang lebih baik. Meski merupakan OS terbuka, kami memiliki solusi keamanan Knox yang melindungi hingga tingkat chip perangkat keras.

    Dengan keamanan yang terjamin dan keterbukaan infrastruktur, kami dapat menawarkan fitur yang lebih nyaman tanpa mengorbankan keamanan. Hal ini menjadikan Android unggul dalam mendukung kreativitas dan produktivitas.

    Q3: Bagaimana Samsung melihat perkembangan AI saat ini, dan apa tantangan terbesar dalam menghadirkan fitur-fitur AI seperti yang ada di Galaxy S25 Series?

    AI telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir, terutama sejak munculnya Large Language Model (LLM). Namun, menurut saya, kita masih berada di tahap awal dalam memanfaatkan AI untuk memberikan manfaat yang luas bagi semua orang.

    Melalui perangkat seluler seperti Galaxy S25, kami berupaya menghadirkan AI yang mudah diakses dan digunakan oleh semua orang dalam aktivitas sehari-hari.

    Tantangan terbesar dalam menghadirkan fitur AI seperti multitasking across app dan multimodal search di platform mobile adalah kestabilan platform dan integrasi yang seamless antar aplikasi.

    Kami bekerja sama dengan Google sejak awal pengembangan untuk memastikan aplikasi Google dan Samsung dapat berfungsi dengan lancar di seluruh platform.

    Proses ini melibatkan pengembangan API dan SDK yang dilakukan bersamaan dengan pengembangan platform yang membutuhkan waktu serta upaya besar dari tim kami.

    Namun, yang paling memuaskan adalah melihat bagaimana AI ini bisa memberikan nilai pribadi kepada pengguna, memungkinkan mereka untuk menjalani hidup lebih mudah, lebih produktif, dan lebih menyenangkan.

    Saya ingin terus berinovasi bersama tim kami untuk mengembangkan produk yang tidak hanya canggih, tetapi juga relevan dan bermanfaat bagi pengguna di seluruh dunia.

    Q4: Bagaimana tantangan Samsung dalam mengembangkan fitur AI, kolaborasi dengan Google, dan rencana terkait Gemini dan Galaxy AI? Apa tujuan konsep multimodal dan integrasi dengan platform pihak ketiga? Apakah Samsung terbuka untuk kolaborasi dengan pengembang lokal Indonesia?

    Galaxy AI adalah platform yang mencakup semua fitur AI di perangkat Samsung, baik yang dikembangkan oleh kami maupun yang diintegrasikan dari mitra seperti Google.

    Kami berfokus untuk membuat pengalaman AI ini mudah digunakan oleh semua orang, bahkan tanpa pelatihan khusus.

    Melalui kolaborasi dengan Google, kami bertujuan memastikan aplikasi-aplikasi yang digunakan pengguna berfungsi dengan lancar—baik untuk komunikasi, kreativitas, maupun produktivitas—dengan memanfaatkan AI untuk menyederhanakan berbagai proses tersebut.

    Terkait multimodal, kami ingin AI dapat memproses berbagai input, bukan hanya suara atau teks, tetapi juga video, dan memberikan hasil yang relevan berdasarkan konteks.

    Kami bekerja keras untuk menyelaraskan teknologi ini agar aplikasi-aplikasi bekerja dengan lancar satu sama lain, baik yang dikembangkan oleh kami maupun pihak ketiga.

    Untuk pengembang lokal Indonesia, kami selalu terbuka untuk inovasi. Saat ini, kami telah mendukung bahasa Indonesia melalui fitur seperti Interpreter dan Live Translate, dan kami terus berusaha untuk meningkatkan pengalaman ini.

    Ke depan, kami juga ingin lebih memperluas kolaborasi dengan pengembang lokal, dan untuk itu, kami terus mendalami kemungkinan memberikan akses ke API atau SDK agar mereka dapat berinovasi lebih lanjut.

    Q5: Seberapa besar peran NPU dan GPU dalam fitur AI Galaxy S25? Apakah fitur AI hanya untuk Galaxy S25 Series atau juga untuk model sebelumnya? Apa fitur yang bergantung pada hardware baru dan apakah Galaxy AI akan tersedia di perangkat lebih terjangkau?

    Fitur AI di perangkat Samsung terbagi antara yang bergantung pada hardware dan yang tidak. Fitur AI yang memanfaatkan pemrosesan di perangkat, seperti personal data engine, sangat membutuhkan chipset dan hardware canggih seperti yang ada di Galaxy S25 Series dengan Snapdragon 8 Elite.

    Fitur ini memerlukan pemrosesan yang kuat untuk memberikan pengalaman yang optimal. Sebaliknya, fitur seperti Circle to Search dapat berjalan di perangkat lama, karena ini lebih bergantung pada layanan berbasis cloud yang tidak terlalu membebani performa perangkat.

    Untuk perangkat yang lebih terjangkau, kami terus meninjau kebutuhan pengguna dan menyediakan fitur AI cloud-based yang dapat digunakan di berbagai perangkat, tanpa mengharuskan perangkat keras canggih.

    Meskipun demikian, untuk pengalaman AI di perangkat yang lebih dalam, seperti personal data engine, memang dibutuhkan hardware yang lebih kuat seperti yang ada di Galaxy S25 Series. Kami berusaha untuk menyediakan fitur terbaik sesuai dengan kemampuan perangkat dan kebutuhan pengguna.

    Temukan inovasi One UI 7 dan fitur AI terkini di Galaxy S25 Series, dan rasakan kemudahan dari pengalaman mobile AI modern yang dirancang untuk menyederhanakan aktivitas sehari-hari.

    Kamu bisa langsung pre-order Galaxy S25 Ultra, Galaxy S25+, atau Galaxy S25 selama periode 23 Januari – 13 Februari 2025 di website resmi Samsung. (Icha)

  • Ransomware, serangan malware paling berbahaya, Ini Cara Menghindarinya!

    Ransomware, serangan malware paling berbahaya, Ini Cara Menghindarinya!

    Telko.id – Indonesia tengah digegerkan oleh serangan ransomware yang menargetkan Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) sejak 20 Juni lalu.

    Serangan yang menggunakan salah satu perangkat lunak pemerasan (malware) paling berbahaya itu memicu kelumpuhan pada banyak operasional layanan publik hingga berhari-hari.

    Ditambah dengan tuntutan uang tebusan sebesar US$8 juta, krisis tersebut mendorong keprihatinan meluas terhadap keamanan data pribadi dan negara.

    Saat ini, ransomware semakin menyasar kalangan pemerintahan dan akademisi, menjadi salah satu ancaman keamanan siber paling berbahaya, baik di Indonesia maupun di tingkat global. Pemerintah Indonesia sendiri telah tegas menolak membayar uang tebusan yang diminta, dan memastikan penanganan tuntas pada krisis terkait.

    Baca juga : Wamen Nezar Patria: Pemulihan Layanan PDNS 2 Secepatnya!

    Apa itu ransomware?


    Ransomware adalah varian malware berbahaya yang digunakan oleh peretas untuk mengunci akses ke data korban dan meminta uang tebusan untuk pemulihannya.

    “Serangan ransomware di Indonesia tidak hanya menginfeksi komputer, tetapi juga menargetkan perangkat seluler dan Internet of Things (IoT). Ini menunjukkan bahwa seluruh ekosistem digital kita rentan,” kata Dr. Erza Aminanto, Asisten Profesor dan Koordinator Program Magister Keamanan Siber Monash University, Indonesia.

    “Bahkan negara-negara maju seperti Inggris, yang memiliki lembaga siber kuat dan barisan akademisi ahli, tidak kebal terhadap serangan ransomware,” ujar Aminanto menambahkan.

    “Layaknya virus yang bermutasi, ransomware mengeksploitasi kemajuan teknologi seraya mencari celah kerentanan manusia dalam berkegiatan siber. Oleh karenanya, sangat penting bagi setiap negara, termasuk Indonesia, untuk memperkuat keamanan digital melalui peningkatan kualitas manajemen siber para pemangku kepentingan di bidang pengelolaan data terhadap ancaman-ancaman terkait,” sahut Aminanto.

    Contoh lain yang menunjukkan betapa bahayanya ransomware adalah serangan serupa di Inggris pada awal Juni 2024, yang berdampak sangat buruk hingga mengancam ratusan jiwa. Serangan ini melumpuhkan layanan kesehatan di beberapa rumah sakit dan pusat patologi, sehingga menyebabkan layanan donor darah terhenti selama berhari-hari.

     Situasi mendesak ini merupakan taktik yang digunakan para peretas untuk menekan korban agar memenuhi tuntutannya.

    Indonesia juga menghadapi ancaman serupa, meskipun rincian dan kronologi awal serangan belum sepenuhnya jelas.

    “Krisis ini mempertegas pentingnya membangun sistem keamanan siber yang kuat dan responsif untuk melawan serangan ransomware yang semakin canggih,” kata Aminanto.

    Bagaimana cara kerja ransomware?

    Dari perspektif keamanan siber, salah satu cara ransomware menyusup adalah melalui pencurian data pribadi via email (phishing email) yang tidak terlihat mencurigakan. Setelah berhasil melakukan phishing, peretas mendapat akses ke jaringan internal dan mengenkripsi data penting, kemudian menguncinya dan mendesak korban untuk membayar uang tebusan.

    Besarnya ancaman ransomware dapat dilihat dari tingginya uang tebusan yang diminta dan dampak yang ditimbulkannya, dimana berisiko menghentikan layanan data dan memungkinkan kebocoran informasi yang lebih sensitif pada serangan lebih lanjut.

    Selain itu, dalam konteks krisis yang dialami PDNS, dampak besar serangan ransomware mencakup risiko kerugian finansial yang signifikan bagi negara, baik dalam opsi pembayaran uang tebusan atau pemulihan data dan perbaikan sistem.

    “Kedua opsi tersebut harus dipertimbangkan secara kritis dan menyeluruh,” kata Aminanto.

    “Karena, gangguan pada pusat data nasional bisa berdampak pada berbagai sektor yang bergantung padanya, termasuk layanan publik, layanan kesehatan, dan pendidikan,” ujar nya menambahkan.

    Serangan semacam ini juga merusak kepercayaan masyarakat terhadap kemampuan pemerintah dalam melindungi keamanan data. Lebih buruk lagi, data yang dicuri dapat digunakan untuk serangan lebih lanjut, baik secara langsung oleh peretas atau dijual kepada pihak ketiga.

    Bagaimana mencegah serangan ransomware?

    Pelajaran apa yang bisa kita petik untuk mengantisipasi serangan ransomware? Ada beberapa strategi dapat diterapkan.

    Pertama, semua data penting harus dicadangkan secara teratur, lalu disimpan di lokasi terpisah untuk meminimalkan kehilangan data. Cadangan data tersebut harus dienkripsi dan diuji secara rutin untuk memastikan pemulihannya berfungsi segera setelah dibutuhkan.

    Kedua, penting untuk memperkenalkan redundansi sebagai upaya mengurangi risiko kegagalan sistem secara keseluruhan. Redundansi dapat mencakup perangkat keras ganda, penyimpanan awan (cloud), atau server cadangan yang siap beroperasi jika sistem utama gagal.

    Ketiga, membangun Pusat Pemulihan Data, atau data recovery center, yang dapat segera beroperasi jika sistem utama mengalami gangguan. Fasilitas ini harus memiliki infrastruktur yang setara atau lebih baik dari sistem utama demi memastikan kelancaran operasionalnya.

    Adapun langkah-langkah selanjutnya mencakup upaya peningkatan kepatuhan terhadap aturan dan kode etik, serta penerapan sanksi tegas untuk memastikan semua entitas mengikuti standar keamanan yang ditetapkan.

    Selain itu, penting juga untuk menggelar pelatihan berkala tentang ancaman dan metode identifikasi serangan siber kepada para petugas terkait, yang merupakan garda terdepan dalam menangani ransomware melalui phishing atau bentuk-bentuk serangan sejenis lainnya.

    “Kita dapat meminimalisir dampak kerusakan yang dipicu oleh serangan ransomware melalui identifikasi aktivitas siber yang cepat dan efektif, yakni dengan menggunakan alat pantau jaringan dan sistem deteksi intrusi,” kata Aminanto.

    “Langkah pencegahan lainnya dapat dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak antivirus dan anti-malware yang diperbarui pada semua perangkat endpoint, termasuk komputer, laptop, ponsel pintar, dan perangkat IoT.”

    “Terakhir, penting juga untuk mengenkripsi data yang dikirim dan disimpan agar informasi sensitif terlindungi dari risiko akses ilegal. Data yang dienkripsi tidak bisa dibaca oleh peretas meskipun mereka berhasil mencurinya.”

    Pentingnya memperkuat pertahanan siber

    Menerapkan seluruh langkah keamanan di atas tidaklah mudah, karena juga diperlukan investasi besar dalam infrastruktur, teknologi, dan sumber daya manusia. Di sisi lain, ancaman ransomware terus berkembang, dan para peretas selalu mencari cara baru untuk menembus pertahanan. Oleh karenanya, pendekatan proaktif, adaptif, dan kolaboratif sangatlah penting dilakukan sejak dini.

    Upaya tersebut juga perlu didukung oleh kolaborasi sektor swasta dan publik, dimana pemerintah harus bekerja sama dengan perusahaan teknologi dan organisasi non-pemerintah untuk berbagi informasi dan sumber daya dalam menghadapi ancaman siber. Inisiatif yang dilakukan dapat mencakup pembentukan pusat tanggap nasional untuk serangan siber, program pelatihan keamanan siber, dan kampanye layanan masyarakat.

    Ransomware sendiri hanyalah salah satu dari sekian banyak potensi serangan terhadap data penting suatu negara. Dalam kasus Indonesia, Dr Aminanto mengatakan pemerintah harus mempersiapkan teknologi dan sumber daya manusia yang lebih mumpuni untuk menghadapi berbagai serangan, mulai dari pelanggaran keamanan siber kecil hingga perang siber besar.

    “Dalam konteks ini, pemerintah harus memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan machine learning (ML) untuk meningkatkan keamanan siber. Kecanggihan AI dan ML dapat digunakan untuk menganalisis pola lalu lintas jaringan, mendeteksi anomali, dan merespons insiden secara otomatis.”

    “Teknologi tersebut juga dapat membantu forensik siber mengidentifikasi sumber serangan dan memitigasi risiko lebih lanjut. Kini, seiring semakin luasnya pemanfaatan AI dan ML, peraturan dan kebijakan keamanan siber pun harus terus diperbarui untuk mengatasi ancaman yang terus berkembang.”

    “Pemerintah harus memastikan peraturan ini tidak hanya mencakup sektor publik tetapi juga sektor swasta, termasuk usaha kecil dan menengah yang sering menjadi target serangan siber.”

    “Serangan ransomware terhadap PDNS merupakan pengingat akan kerentanan infrastruktur digital kita. Namun, dengan menerapkan langkah-langkah pencegahan yang tepat, dan upaya nyata meningkatkan kesadaran akan ancaman siber, kita dapat memperkuat pertahanan dan mengurangi risiko serangan di masa depan,” jelas Aminanto.

    “Inisiatif ini penting tidak hanya untuk keamanan data, tetapi juga untuk memulihkan dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap kemampuan pemerintah dan sektor swasta dalam mengelola dan melindungi informasi.”

    “Dengan kolaborasi yang kuat, investasi yang tepat, dan komitmen berkelanjutan, kita dapat membangun ekosistem digital yang lebih aman dan tangguh. Ini tugas bersama yang memerlukan partisipasi semua pihak, mulai dari individu, dunia usaha, hingga pemerintah.”

    “Hanya melalui upaya-upaya seperti inilah kita dapat mengatasi ancaman ransomware dan memastikan masa depan digital yang aman dan terjamin,” pungkasnya. (Icha)

  • Samsung Rancang Teknologi AI dengan Pendekatan Human-Centric dan Hybrid

    Samsung Rancang Teknologi AI dengan Pendekatan Human-Centric dan Hybrid

    Telko.id – Samsung melihat bahwa pendekatan hybrid pada teknologi AI merupakan solusi yang praktis. Apalagi, saat ini, kita sedang berada di awal yang paling menarik dan mungkin salah satu momen paling bersejarah dalam teknologi.

    Era mobile AI telah tiba, bagi Samsung dimulai dengan memperkenalkan fitur Galaxy AI pada Galaxy S24 Series, smartphone AI pertama kami.

    “Kami percaya bahwa pendekatan hybrid pada teknologi AI merupakan solusi yang paling praktis dan tepat untuk memenuhi berbagai  kebutuhan dan menempatkan Samsung sebagai yang terdepan dalam inovasi ini,” ujar Woon-joon Choi, EVP & Head of Mobile eXperience Business, Samsung Electronics

    Merevolusi Pengalaman Seluler dengan Pendekatan Hybrid pada AI

    Untuk menghadirkan manfaat nyata dari teknologi AI generatif pada seri Galaxy S24, Samsung menggunakan pendekatan hybrid pada integrasi AI kami.

    AI menawarkan begitu banyak kemungkinan, dan kami percaya bahwa perangkat seluler adalah perangkat utama untuk membuka potensi AI, mengingat pengguna di seluruh dunia selalu mengandalkan ponsel untuk memenuhi sebagian besar kebutuhan sehari-hari.

    Baca juga : Galaxy AI Bakal Hadir Di Flagship Samsung Lain, Ini Daftarnya!

    Pentingnya peran perangkat seluler dalam kehidupan sehari-hari menjadikan mereka barang yang sangat personal saat digunakan di berbagai momen penting dan tak terlupakan.

    Kami memahami kebutuhan  ini dan percaya bahwa smartphone harus terus berinovasi  agar pengguna dapat benar-benar mendapatkan yang terbaik dari  momen-momen penting dengan cara yang lebih sederhana, intuitif, dan epic.

    Kami juga menyadari pentingnya privasi. Oleh karena itu, kami memberikan kontrol penuh kepada pengguna atas apa yang mereka bagikan dan apa yang ingin mereka simpan untuk keperluan pribadi.

    Kami percaya bahwa pendekatan hybrid pada teknologi Samsung AI merupakan solusi yang paling praktis dan paling tepat untuk memenuhi semua kebutuhan ini dan menempatkan Samsung sebagai pemimpin  industri.

    Kami berupaya menghadirkan respons yang cepat dan jaminan privasi ekstra dari AI di perangkat, serta fleksibilitas AI berbasis cloud melalui kolaborasi terbuka dengan mitra terkemuka di industri untuk menawarkan berbagai fungsi yang dibutuhkan pengguna dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

    Memperbanyak Peluang dengan On-Device AI

    Kami menciptakan fitur Live Translate karena panggilan suara merupakan fitur esensial dari sebuah smartphone,  selain juga menjadi cara berkomunikasi yang intim dan personal. Ini merupakan komitmen Samsung untuk memberdayakan pengguna agar dapat berkomunikasi tanpa hambatan bahasa, sekaligus memastikan setiap komunikasi tetap terjaga privasi dan keamanannya.

    Untuk mewujudkan fitur ini, tim Research & Development (R&D) kami bekerja siang dan malam sebagai bagian dari proses kolaboratif untuk hasil yang terbaik.

    Mulai dari menentukan ukuran model bahasa AI yang tepat hingga pelatihan dan pengujian dalam skenario kehidupan nyata, divisi R&D kami dalam unit bisnis MX menantang diri mereka dan melampaui ekspektasi  dari apa yang kami bayangkan mungkin dilakukan untuk membuat fitur ini dapat bekerja sepenuhnya secara on-device.

    Jaringan R&D global Samsung di seluruh dunia, yang berfokus mengembangkan talenta terbaik dan teknologi inti di setiap wilayah, juga memainkan peran penting. Samsung Research Center di seluruh dunia, termasuk di Polandia, China, India, dan Vietnam, berdedikasi dalam mengembangkan dan memperluas bahasa yang didukung oleh Galaxy AI.

    Bahasa sangat bersifat kultural, kontemporer, dan lokal, sehingga untuk membantu orang mengatasi hambatan bahasa dan berkomunikasi secara lebih alami, peran tim R&D lokal kami menjadi semakin penting dalam membuka kemungkinan baru bagi pengguna di lebih banyak wilayah.

    Semua upaya ini telah memungkinkan Samsung untuk menawarkan sesuatu yang benar-benar baru, dan kami tak sabar untuk mengumumkannya.

    Dalam waktu dekat, Samsung akan memperluas kekuatan Galaxy AI di luar aplikasi Samsung dengan memperluas Live Translate ke aplikasi  pihak ketiga untuk mendukung panggilan suara. Jadi, Anda dapat tetap terhubung dan berkomunikasi dengan teman atau kolega di aplikasi favorit Anda dalam berbagai bahasa.

    Fitur ini telah diintegrasikan ke dalam model terjemahan bahasa AI di perangkat kami. Pengguna akan dapat menikmati komunikasi tanpa hambatan tanpa perlu mengkhawatirkan masalah privasi, seperti bocornya data pribadi saat menggunakan Live Translate.

    Kami berharap semakin banyak fitur mobile AI akan diintegrasikan ke dalam perangkat seluler seiring dengan kemajuan pesat dalam daya komputasi cerdas dari chip terbaru, terutama NPU, bersama dengan teknologi lainnya. Inovasi ini akan memungkinkan lebih banyak orang untuk menggunakan AI dan membuat mereka menjalani aktivitas harian dengan nyaman dan lebih tenang.

    Mengembangkan Galaxy AI untuk Kebutuhan Masa Depan

    Kabar menarik ini merupakan bagian dari komitmen kami terhadap Galaxy AI, seiring kita melangkah memasuki fase baru pada era mobile AI. Pengenalan Galaxy AI pada seri Galaxy S24 hanyalah sebuah permulaan.

    Untuk memberikan pengalaman AI yang benar-benar baru dan unik, kami akan mengoptimalkan pengalaman Galaxy AI lebih lanjut pada foldable device kami yang akan datang. Foldable device kami merupakan perangkat serbaguna  yang paling fleksibel di Samsung Galaxy dan saat digabungkan dengan Galaxy AI, akan membuka banyak peluang baru.

    Samsung juga berkomitmen untuk memperluas pengalaman Galaxy AI di seluruh ekosistem Galaxy dengan cara yang hanya bisa dilakukan oleh Samsung. Seiring dengan kemajuan era mobile AI yang begitu cepat, Samsung mengakselerasi inovasi mobile AI untuk memenuhi kebutuhan pengguna tidak hanya hari ini, tetapi juga di masa depan. (Icha)

  • Strategi Hyundai Motor Group Sambut 2024

    Strategi Hyundai Motor Group Sambut 2024

    Telko.id – Hyundai Motor Group memberi sambutan perdana di tahun baru 2024 pada Rabu (3/1) di Kia AutoLand Gwangmyeong, pabrik khusus kendaraan listrik (EV) pertama di Korea, yang menjelaskan strategi dan fokus-fokus utama Hyundai dalam setahun ke depan.

    Mengusung tema ‘Together, a Valuable Start’, Euisun Chung, Executive Chair Hyundai Motor Group, bersama pimpinan lainnya berbagi pesan di tahun baru dan visi masa depan Hyundai. 


    Dalam pesannya, Chung mengatakan, “Misi kami tahun ini berpusat pada ‘Konsistensi dan Keberlanjutan’ dengan terus memperkuat berbagai kapabilitas yang akan memungkinkan kami untuk mengatasi tantangan dan mencapai kemajuan yang berkelanjutan.” 


    Chung menekankan bahwa ‘perubahan yang konsisten’ dan ‘pertumbuhan yang berkelanjutan’ adalah kata kunci dari keberhasilan Hyundai dalam menghadapi meningkatnya persaingan dan ketidakpastian global. 


    Baca juga : Fitur Baru Hyundai Bluelink Hadir di New PALISADE

    Hyundai Motor Group

    Fokus mengarungi 2024 dan tahun-tahun berikutnya, Chung mengatakan, “Saya antusias dengan rangkaian inovasi di bidang elektrifikasi yang akan dimulai di AutoLand Gwangmyeong, pabrik khusus EV pertama milik Hyundai, dan kemudian diperluas ke Ulsan, Amerika Serikat, dan lebih banyak wilayah lagi.”

    Hyundai Motor Group akan menyelesaikan pembangunan kembali Kia AutoLand Gwangmyeong EV Plant pada Kuartal II tahun ini, yang nantinya akan memproduksi EV3, sebuah compact EV, untuk pasar domestik dan internasional.

    Selanjutnya, Hyundai Motor Group Metaplant America (HMGMA), Kia AutoLand Hwaseong EV Plant, dan Hyundai Motor Ulsan EV Plant akan mulai beroperasi secara bertahap untuk memperkenalkan EV inovatif ke pasar global–sejalan dengan strategi Hyundai secara keseluruhan untuk masuk ke tiga produsen EV global teratas pada 2030.

    Mengacu pada kemampuan Hyundai dalam mengatasi berbagai krisis, Chung menekankan pentingnya karakter yang sehat bagi perusahaan.

    “Kelemahan akan membuat kita tersandung, tetapi kekuatan memungkinkan kita untuk menjaga keseimbangan, mencapai keberhasilan di tengah kemustahilan, dan jadi lebih kuat. Perusahaan pun harus melakukan hal serupa dengan melakukan upaya berkelanjutan untuk memperkuat diri,” ujarnya.

    “Sering kali, ini menjadi proses yang sulit, tetapi hal ini mutlak diperlukan untuk bisa berhasil. Hanya ketika kita, sebagai sebuah perusahaan, memperkuat diri, kita dapat mengatasi tantangan dan membangun fondasi untuk pertumbuhan yang berkelanjutan,” tambahnya.

    Tak boleh takut gagal, jangan takut untuk mencoba

    Chung menguraikan pentingnya perubahan yang konsisten untuk alasan yang jelas bagi Hyundai, yakni para pelanggan.

    “Perubahan yang konsisten adalah kunci dari inovasi. Tindakan untuk keluar dari zona nyaman mungkin tampak meresahkan pada awalnya, namun ini adalah bukti bahwa kita benar-benar bergerak ke arah yang tepat,” ucap Chung.

    Chung pun menekankan perlunya pemikiran kreatif dan semangat yang menantang untuk mencapai komitmen Hyundai terhadap perubahan yang konsisten.

    “Kita perlu menumbuhkan budaya perusahaan yang secara aktif mendorong inovasi. Kita tak boleh takut gagal dan jangan takut untuk mencoba,” ucapnya.

    “Strategi terbaik adalah mendapatkan kepercayaan penuh dari para pelanggan, bukan dengan cepat-cepat mengikuti pesaing. Saya mendorong kita semua untuk tetap kompetitif dengan memanfaatkan kreativitas di semua bidang perusahaan yang mencakup kualitas, keamanan, dan daya saing dari produk dan layanan,” tambahnya.

    Inovasi yang konsisten

    Memperkuat visi Hyundai untuk bumi yang lebih baik, Chung menekankan bahwa, “Melalui inovasi yang konsisten, kita dapat mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan. Ini adalah misi yang harus kita wujudkan bukan hanya untuk pelanggan dan perusahaan, tetapi juga untuk kemanusiaan.”

    Chung menegaskan bahwa Hyundai Motor Group akan fokus pada pertumbuhan yang berkelanjutan dengan melibatkan tanggung jawab sosial terhadap lingkungan, memprioritaskan kepuasan dan kepercayaan pelanggan melalui produk dan layanan berkualitas tinggi, serta menanamkan rasa aman untuk menjaga daya saing di masa depan.

    Bicara tentang tanggung jawab lingkungan Hyundai Motor Group, Chung mengatakan, “Kemanusiaan selalu memberi perhatian terhadap keberlanjutan demi kelangsungan hidupnya sendiri, tetapi kita harus meningkatkan upaya yang ada mulai dari sekarang. Kita pun harus lebih tertarik pada netralitas karbon dan ekonomi sirkular untuk kemajuan yang berkelanjutan bagi kemanusiaan.”

    “Kita dapat membantu memelihara ekosistem hidrogen global dan memperkuat kegiatan karbon netral melalui Small Modular Reactors dan solusi energi bersih. Selain itu, sebagai perusahaan global, kita bisa menjalankan tanggung jawab sosial dengan menghidupkan kembali ekonomi sirkular yang mendaur ulang sumber daya, seperti baterai EV,” tambahnya.

    Sumber : Liputan6

    Adapun Hyundai Motor Group memiliki keunggulan sebagai organisasi pertama di dunia yang mengomersialkan kendaraan listrik dengan sel bahan bakar hidrogen dan menggunakan energi hidrogen secara efektif.

    Hyundai pun sedang mengembangkan ekosistem bisnis hidrogen yang mencakup seluruh siklus, mulai dari produksi hidrogen hingga transportasi, penyimpanan, dan penggunaannya dengan menghubungkan kemampuan bisnis hidrogen dari setiap afiliasi Hyundai.

    Saat ini, Hyundai Engineering & Construction (E&C) telah bergerak cepat mengembangkan bisnis pialang dan perdagangan energi terbarukan serta konstruksi pembangkit listrik tenaga nuklir generasi berikutnya, termasuk reaktor nuklir kecil.

    Sementara itu, Hyundai Motor dan Kia sedang aktif bekerja untuk mengurangi emisi karbon dalam proses manufaktur. Upaya ini melibatkan peningkatan signifikan dalam penggunaan energi terbarukan, termasuk implementasi sistem pembangkit listrik tenaga surya di situs produksi dalam dan luar negeri, untuk mencapai netralitas karbon pada 2045.

    Hyundai Motor dan Kia juga baru-baru ini menandatangani power purchase agreement (PPA) jangka panjang dengan Hyundai E&C untuk memperoleh energi surya terbarukan.

    Hyundai pun secara aktif mendorong ekonomi sirkular dengan membentuk sistem kerja sama domestik dan internasional untuk menciptakan ekosistem sirkular untuk baterai EV dan memperluas penggunaan plastik daur ulang.

    Dalam menjalankan upaya keberlanjutan ini, Chung juga menekankan tingkat kepuasan dan kepercayaan pelanggan yang berasal dari kualitas yang signifikan.

    “Pada akhirnya, kualitas lah yang akan memenangkan kepercayaan pelanggan. Kualitas produk dan layanan harus selalu melebihi harapan pelanggan. Kita tidak boleh kompromi pada kualitas, karena hanya perusahaan yang sungguh-sungguh berkomitmen pada kualitas yang akan bertahan. Kita harus berusaha untuk membedakan diri kita dengan menambahkan nilai tambah ke solusi kita dan berusaha lebih keras untuk memberikan kepuasan tertinggi bagi pelanggan,” tuturnya.

    Lebih lanjut, Chung menekankan rasa aman sebagai arah keberlanjutan ketiga dengan mengatakan, “Pengetahuan dan informasi yang telah kita akumulasi selama bertahun-tahun adalah pendorong daya saing kita di era revolusi industri keempat ini. Ini tanggung jawab setiap orang untuk memperkuat sistem yang melindungi aset intelektual korporat kita.”

    Pernyataan tersebut dengan tegas menunjukkan perlunya membentuk dan mempertahankan konsensus bahwa keamanan adalah masalah kritis yang terkait langsung dengan keberhasilan di semua bidang dalam Hyundai.

    Budaya kesiapan

    Dalam penghujung sambutannya, Chung menekankan pentingnya ‘budaya kesiapan’ untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi dan ketidakstabilan yang meningkat. “Untuk mengubah tantangan eksternal ini menjadi peluang dan mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan jangka panjang, kita harus bersiap,” ucapnya.

    “Kita perlu membudayakan keterampilan dan pengetahuan yang akan memungkinkan kita membuat keputusan rasional, bahkan saat di bawah tekanan sekalipun. Di Hyundai Motor Group, kita akan terus memperkuat sistem dan kemampuan kita, dan saya akan sepenuhnya mendukung upaya ini,” tambahnya.

    Sambutannya menekankan pentingnya terus belajar dan bersiap untuk menghadapi tren masa depan yang terus berubah, teknologi baru, serta pergeseran ekonomi dan sosial sehingga Hyundai dapat merespons krisis secara proaktif dengan mengambil keputusan cepat.

    Mengulang keyakinannya pada kemampuan karyawan Hyundai dalam menghadapi tantangan, Chung mengatakan, “Saya sangat menghormati dan membanggakan seluruh karyawan yang telah bekerja keras bersama-sama untuk mencapai salah satu laba operasional tertinggi kita tahun lalu. Memasuki tahun baru, saya mengajak tiap individu untuk terus mendedikasikan diri dengan rasa bangga dan percaya diri demi pertumbuhan Hyundai Motor Group.”

    “Ketimbang khawatir dengan apa yang akan datang, mari kita hadapi tantangan yang ada. Mari kita terus mencipta dan berinovasi untuk menuju masa depan yang lebih cerah dan berkelanjutan,” tambah Chung untuk mengakhiri sambutannya di tahun yang baru ini.

    Acara ini digelar untuk menyoroti fokus Hyundai di sepanjang tahun. Kia AutoLand Gwangmyeong sebagai fasilitas yang mencerminkan perubahan dan inovasi yang terus- menerus pun dipilih menjadi tempat acara.

    Kia AutoLand Gwangmyeong didirikan pada 1973 sebagai pabrik mobil terintegrasi pertama di Korea dengan proses produksi konveyor yang membawa era produksi mobil skala penuh di negara tersebut. Pada paruh pertama tahun ini, Hyundai akan menyelesaikan pembangunan pabrik khusus EV pertama Korea di lokasi tersebut untuk memulai era baru dalam perjalanan mobilitas masa depan.

    Tahun ini juga menandai ulang tahun ke-80 pendirian Kia dan ulang tahun ke-50 peluncuran mobil penumpang pertama Kia, Brisa, yang diproduksi di Kia AutoLand Gwangmyeong.

    Setelah sambutan tahun baru dari Executive Chair Euisun Chung, Presiden Kia Ho Sung Song menjelaskan pabrik khusus EV di Kia AutoLand Gwangmyeong dan rencana operasi pabrik kepada karyawan.

    Kemudian, AAM (Advanced Air Mobility) Headquarters President Jaiwon Shin menjabarkan rencana jangka menengah dan panjang untuk AAM. Lalu, Head of the Global Strategy Office (GSO) dan Executive Vice President Heung-soo Kim menyajikan rencana Hyundai untuk robotik. (Icha)

  • Ini Profil Fadhilah Mathar, Dirut Baru BAKTI

    Ini Profil Fadhilah Mathar, Dirut Baru BAKTI

    Telko.id – Fadhilah Mathar baru saja dilantik menjadi Direktur Utama BAKTI yang baru. Wanita berusia 44 tahun ini dilantik untuk menjabat sebagai Dirut BAKTI dengan masa jabatan yang berlaku selama 5 tahun sejak pelantikan, terhitung 2023 hingga 2028.  

    Fadhilah Mathar juga akan bertugas melanjutkan proyek base transceiver station (BTS) yang sempat tertunda. Target akhir tahun 2023 rampung harus terlaksana.

    Sosok Fadhilah Mathar sebenarnya bukanlah orang baru di unit organisasi non-eselon di lingkungan Kominfo ini. Sebelumnya, wanita yang berdomisili di Jakarta ini menjabat sebagai Direktur Sumber Daya dan Administrasi BAKTI. Jabatannya itu tercantum dalam Keputusan Menteri Kominfo Nomor 676 tanggal 20 Agustus 2018.

    Fadhilah Mathar diketahui pernah menempuh pendidikan sarjana di IKIP Jakarta. Kemudian, Ia melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi yakni Magister di Universitas Negeri Jakarta. Lalu pada 2015, ia berhasil menyelesaikan pendidikan Doktoral di Universitas Indonesia.

    Baca juga : Fadhilah Mathar Terpilih Jadi Dirut Baru BAKTI

    Fadhilah memperoleh gelar doktor Manajemen Strategi dari Pascasarjana Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia. Saat itu, ia menjadi lulusan ke 195 dari PPIM dan mempertahankan disertasi yang berjudul ”Pengaruh Penyelarasan Strategis Multidimensional Terhadap Kinerja  Proyek Tik di Kementerian Komunikasi dan Informatika”.

    Pada tahun 2010, Ia bergabung dengan Badan Penelitian dan Pengembangan SDM Kementerian Komunikasi dan Informatika sebagai Koordinator Pusat TIK Nasional.  Kemudian, Ia menjabat sebagai Direktur Sumber Daya dan Administrasi BAKTI.

    Selain berkarier di instansi pemerintahan, Fadhilah juga berkarier di bidang pendidikan. Mengutip laman staff.uinjkt.ac.id, Fadhilah Mathar tercatat sebagai PNS dosen di jurusan Teknik Informatika Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta.

    Pada Senin, 14 Agustus 2023, Fadhilah Mathar resmi dilantik Menkominfo sebagai Direktur Utama BAKTI dengan masa jabatan 2023-2028. Fadhilah menggantikan posisi Anang Achmad Latif yang tersandung kasus dugaan korupsi base transceiver station (BTS) 4G.

    Namanya terpilih sebagai Dirut BAKTI dalam seleksi kedua. Ia berhasil menyisihkan dua nama peserta lain yang lolos hingga tahapan akhir yakni Ade Dimijanty dan Kustanto.

    Proses seleksi ini sudah dilakukan sejak jumlah pendaftar jabatan ini mencapai 20 orang. Jumlah itu terus dikerucutkan dan diseleksi menjadi 18, 8, dan sisa 3, sampai akhirnya Fadhilah terpilih.

    Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi mengatakan proses seleksi jabatan dilakukan sejak April 2023 hingga pada akhirnya Fadhilah Mathar terpilih sebagai Dirut Bakti Kominfo

    “Beliau sudah mengikuti proses dari April dan akhirnya kami sepakat untuk menugaskan Fadhilah Mathar sebagai Dirut Bakti. Hal-hal yang krusial mengenai BTS dan sebagainya akan dituntaskan pada tahun ini juga,” kata Budi.

    Selain itu, proyek infrastruktur telekomunikasi lainnya yang dikerjakan oleh Bakti Kominfo juga wajib dirampungkan, seperti pengoperasian satelit Satria-1, peluncuran hot backup satellite (HBS), BTS 4G, hingga Palapa Ring Integrasi.

    “Hal ini harus menjadi prioritas agar “Tol Langit” yang digagas oleh Bapak Presiden dapat selesai tepat waktu dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat,” ungkap Budi.(Icha)

  • Fadhilah Mathar Terpilih Jadi Dirut Baru BAKTI

    Fadhilah Mathar Terpilih Jadi Dirut Baru BAKTI

    Telko.id – Setelah beberapa bulan kosong, kursi Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Kominfo kembali terisi. Yang lolos seleksi adalah Fadhilah Mathar.

    Menurut Menteri Komunikasi dan Informatika, Budi Arie, seleksi Dirut BAKTI Kementerian berlangsung secara transparan dan terbuka, termasuk melalui assestment Universitas Indonesia.

    “Seperti yang tadi saya sebutin gitu, akhirnya kan kita ada melalui proses dari semua, Semuanya, 10 besar dimumin, tiga besar dimumkan,” ungkapnya.

    Kementerian Kominfo telah membuka seleksi jabatan Dirut BAKTI sejak April 2023. Namun dalam perjalanannya tidak ada peserta yang memenuhi syarat, sehingga Kominfo melakukan seleksi ulang Dirut BAKTI pada akhir Mei 2023.

    Baca juga : Tak Ada Yang Lulus, Kominfo Seleksi Ulang Jabatan Dirut BAKTI

    Hasil Seleksi tahap pertama Dirut BAKTI Kementerian Kominfo dibatalkan Pelaksana Tugas Menkominfo Mahfud MD lantaran tak ada peserta yang memenuhi persyaratan sebagai Dirut BAKTI, pada Jumat (26/05/2023).  Tahapan seleksi ulang jabatan Dirut BAKTI berlangsung lebih awal dari jadwal semula. 

    “Sebelumnya, jadwal pelaksanaan untuk pengumuman hasil seleksi Dirut BAKTI baru diketahui pada 21 Agustus, namun nyatanya lebih cepat tujuh hari dari rencana awal,” ujar Kepala Badan Pengembangan SDM Hary Budiarto yang menjadi Ketua Tim Panitia Seleksi.

    Sebelum terpilih menjadi Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi, Fadhilah Mathar telah melalui proses seleksi jabatan. Proses seleksi ini sudah dilakukan sejak jumlah pendaftar jabatan ini mencapai 20 orang.

    Jumlah itu terus dikerucutkan dan diseleksi menjadi 18, 8, dan sisa 3, hingga terpilih satu kandidat. Fadhilah Mathar bersama Ade Dimijanty dan Kustanto menjalani tahap akhir seleksi berupa wawancara bersama Menkominfo Budi Arie Setiadi pada Jumat (04/08/2023).

    Akhirnya, Budi Arie Setiadi pun melantik Fadhilah Mathar sebagai Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Kominfo.

    Pelantikan tersebut sesuai Keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia Nomor 362 Tahun 2023 tentang Pengangkatan Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi.

    Dalam pelantikan tersebut, Budi menyebutkan fokus utama yang harus dikerjakan BAKTI dibawah kepemimpinan Fadhilah yakni memprioritaskan penyelesaian pembagunan tol langit.

    “Hal ini harus menjadi prioritas agar ‘tol langit’ yang digagas oleh Bapak Presiden dapat selesai tepat waktu dan memberikan manfaat yang nyata bagi seluruh masyarakat,” tegasnya usai Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Dirut BAKTI Kementerian Kominfo di Kantor Kementerian Kominfo, Senin (14/08/2023).

    Untuk penyelesaian tol langit tersebut, menurut Menkominfo ada beberapa pekerjaan yang harus segera diselesaikan antara lain melakukan langkah-langkah strategis dan prudent untuk menuntaskan  proyek High Throughput Sattelite (HTS), Hot Backup Sattelite (HBS), Palapa Ring, Base Transceiver Station (BTS), dan akses internet. 

    Yang pasti, semua nya harus dilakukan dengan cepat dan ada dua hal yang harus segera dilakukan oleh Dirut BAKTI Kementerian Kominfo. 

    “Pertama, pasti harus gerak cepat, dan yang kedua governance-nya harus kuat. Kalau bahasa tadi dalam pidato saya adalah cepat, tetapi terukur, gitu loh, karena kecepatan penting. Bahkan, Presiden Joko Widodo menargetkan tahun ini seluruh Base Transceiver Station (BTS) itu harus selesai, tetapi juga kita ingin menjaga governance supaya sesuai dengan tata kelola yang baik,” tandasnya Budi.

    “Hal-hal yang krusial mengenai BTS dan sebagainya akan dituntaskan pada tahun ini. Selain itu penyelesaian Hot Backup Satellite juga,” ujarnya.

    Sejalan dengan upaya membangun nama baik BAKTI Kementerian Kominfo di depan publik, Dirut BAKTI Kementerian Kominfo Fadhilah Mathar menyatakan akan bekerja maksimal guna memperbaiki kembali tata kelola internal BAKTI.

    Selain itu, BAKTI Kementerian Kominfo mempercepat akselerasi konektivitas digital di daerah tertinggal, terdepan, terluar (3T) dan lokasi layanan publik.

    “Kedua, kami harus mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap apa yang sudah diamanahkan kepada kami oleh Bapak Presiden Joko Widodo. Tentu saya sangat mengharapkan bantuan serta dukungan dari teman-teman jurnalis dan media semua,” ujar Fadhilah Mathar. (Icha)

  • Profil Budi Arie Setiadi, Menkominfo Baru

    Profil Budi Arie Setiadi, Menkominfo Baru

    Telko.id – Presiden Joko Widodo secara resmi melantik Budi Arie Setiadi sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Kabinet Indonesia Maju dalam sisa masa jabatan periode tahun 2019-2024. Acara pelantikan digelar di Istana Negara, Jakarta, pada Senin, 17 Juli 2023.

    Dirinya menggantikan posisi Johnny G Plate yang tersandung kasus korupsi pengadaan BTS 4G. Awal Juli lalu, Johnny telah menjalani sidang kedua di Pengadilan Tipikor Jakpus.

    Budi Arie Setiadi dilantik berlandaskan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 62/P Tahun 2023 tentang Pengangkatan Menteri Komunikasi dan Informatika Kabinet Indonesia Maju Periode Tahun 2019-2024. Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi mengambil sumpah jabatan menteri yang dilantik.

    Sosok Budi Arie ini sebenarnya sudah lama orang dengar namanya karena sudah masuk kabinet sebelumnya. Di mana, sebelumnya Ia menjabat sebagai Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Wamends).

    Baca juga : Ini Harapan Para Operator Pada Menkominfo Baru

    Dan, sebelum masuk Kabinet, Budi Arie adalah Ketua Umum relawan Pro Jokowi (Projo), salah satu kelompok relawan terbesar yang mendukung Jokowi sejak 2014 lalu.

    Kiprahnya lekat dengan PDI Perjuangan DKI Jakarta. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Balitbang PDI Perjuangan DKI Jakarta (2005-2010) dan juga Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta.

    Saat ini, pria 54 tahun itu juga menjadi Dewan Penasihat ILUNI UI. Ia diketahui lulus dari Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP UI tahun 1996.

    Sebelum terjun ke politik, Budi malang melintang di dunia jurnalistik. Tercatat ia pernah menjadi wartawan Media Indonesia pada 1994-1996 dan Kontan pada 1996-2001. Pada 2008 hingga 2009 ia menjadi pemimpin umum Tabloid Bangsa.

    Budi kemudian terjun ke politik pada tahun 2005 dengan bergabung dengan PDI Perjuangan. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Balitbang PDI-Perjuangan DKI Jakarta dan tercatat pernah menjadi Wakil Ketua DPD PDI-Perjuangan DKI Jakarta. (Icha)

  • TM Roh: Respon Terhadap Galaxy S23 series Lampaui Ekspektasi

    TM Roh: Respon Terhadap Galaxy S23 series Lampaui Ekspektasi

    Telko.id – TM Roh, President and Head of Mobile eXperience (MX) Business, Samsung Electronics mengungkapkan dalam kunjungannya baru-baru ini ke Malaysia, bahwa tanggapan terhadap Galaxy S23 Series terbaru di Asia Tenggara sangatlah positif.

    “Setelah meluncurkan Galaxy S23 Series, kami menerima respon pasar yang sangat positif di wilayah ini. Dibandingkan dengan Galaxy S22 Series, permintaan pada pre-order mengalami peningkatan, dan minat terhadap Galaxy S23 Ultra telah melebihi ekspektasi,” kata TM Roh.

    Ia juga mencatat bahwa mayoritas konsumen di Asia Tenggara memilih tipe-tipe Galaxy S23 dengan kapasitas penyimpanan yang lebih tinggi pada pesanan pre-order mereka.

    Menyoroti peluang pasar yang signifikan di Asia Tenggara, ia berkata, “Banyak konsumen di wilayah yang dinamis ini, terutama demografi yang lebih muda, memiliki minat yang tinggi terhadap pengalaman mobile yang canggih dan baru”.

    Menurut TM Roh, pada Galaxy S23 Series, Samsung menyatukan pengalaman inovatif dalam hal kamera, gaming, dan keterhubungan dalam sebuah smartphone.

    “Kami juga telah menggunakan lebih banyak jenis bahan daur ulang di lebih banyak komponen daripada smartphone Samsung Galaxy lainnya, meningkatkan standar teknologi premium sehingga konsumen dapat menikmati pengalaman terbaik sambil berkontribusi untuk bumi yang lebih sehat,” ujarnya menambahkan. 

    Tanpa mengabaikan tantangan yang ada dalam iklim ekonomi makro, TM Roh menyatakan bahwa Samsung terus merintis jalan untuk pertumbuhan di masa depan melalui rangkaian lengkap produk yang disempurnakan, termasuk S series, Z series, dan A series, untuk menawarkan pengalaman premium holistik bagi konsumen.

    Ia menekankan kekuatan Samsung dalam menyajikan pengalaman terkoneksi melalui ekosistem perangkat Galaxy seperti smartphone, wearables, dan tablet, serta TV dan elektronik rumah tangga. “Kekuatan dan ketahanan kategori premium di seluruh bisnis MX kami akan membantu kami berkreasi dan mempersiapkan masa depan,” ujarnya.

    Fokus pada Konsumen

    Galaxy S23 Series baru telah merevolusi bagaimana inovasi, kualitas, dan keberlanjutan dapat diwujudkan bersama dalam sebuah smartphone, dan dikembangkan dengan mempertimbangkan umpan balik pelanggan.

    Berbagi pengalamannya saat mengunjungi Asia Tenggara, TM Roh menguraikan tiga area utama yang telah menetapkan tolok ukur baru untuk inovasi Samsung Galaxy yang mumpuni dan tahan lama dalam menyajikan pengalaman ponsel premium terbaik:

    Kamera Epic: Galaxy S23 Ultra memiliki kamera inovatif, ditambah dengan kemampuan yang ditingkatkan seperti AI yang disempurnakan untuk memungkinkan siapa saja membuat foto kelas profesional, video sinematik, dan Nightography

    Performa Premium: Samsung telah berkolaborasi secara eksklusif dengan Qualcomm untuk membuat Snapdragon 8 Gen 2 Mobile Platform for Galaxy, menghadirkan platform paling bertenaga dan efisien yang pernah ada di smartphone Samsung Galaxy dan Snapdragon tercepat yang tersedia saat ini yang cocok untuk bermain game dan lebih lagi

    Didesain dengan Mempertimbangkan Bumi: Galaxy S23 Series menggunakan bahan daur ulang yang lebih beragam dibandingkan smartphone Galaxy lainnya dan menghadirkan Corning Gorilla Glass Victus 2 yang terdiri dari rata-rata 22 persen konten daur ulang pra-konsumen.

    Merangkum bagaimana seri Galaxy S23 telah meningkatkan standar dan membuktikan potensi teknologi untuk memperkaya kehidupan masyarakat, TM Roh berkata, “Kami mengutamakan kebutuhan konsumen di balik semua inovasi kami, dan kami bekerja dengan para mitra global untuk menghadirkan teknologi dan pengalaman terbaik masa depan.” (Icha)

  • Hendri Mulya Syam Resmi Jadi Dirut Telkomsel Yang Baru

    Hendri Mulya Syam Resmi Jadi Dirut Telkomsel Yang Baru

    Telko.id – Hendri Mulya Syam, akhir nya resmi ditunjuk sebagai direktur utama (dirut) baru PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel), menggantikan Setyanto Hartoro. Keputusan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk dan Singapore Telecommunications Ltd (SingTel) selaku pemegang saham Telkomsel itu mulai efektif sejak Jumat (28/5/2021) silam.

    Dikutip dari laman resmi Telkomsel, Hendri merupakan lulusan Telekomunikasi Elektro dari Indonesian Institute of Technology (ITI),k Serpong, Banten. Hendri memang bukan orang baru di industri telekomunikasi. Ia bergabung dengan Telkomsel sejak  tahun 1995.

    Sebelum menjadi orang nomor satu di Telkomsel, Hendri telah melanglang buana dengan menjabat berbagai macam posisi di Telkomsel. Seperti network strategy, network services and quality, corporate planning, product and mobile data, marketing, customer service and IT operation, dan program management office.

    Baca juga : Abdi “Slank” Ditunjuk Menteri BUMN Jadi Komisaris Telkom

    Ia juga sempat ‘mampir’ke Indosat Ooredoo pada November 2018 sebagai chief sales and distribution officer. Tak sampai dua tahun, tepatnya pada Juni 2020 ia pulang kandang ke Telkomsel. Dan langsung menjabat  Direktur Sales. 

    Susunan Direksi Telkomsel saat ini

    Akhirnya, sejak 28 Mei 2021 ia menjadi nakhoda Telkomsel. Pemegang saham Telkomsel juga menunjuk  Mohamad Ramzy sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko menggantikan Leonardus Wahyu Wasono dan mengangkat Adiwinahyu Basuki Sigit sebagai Direktur Sales menggantikan Hendri Mulya. 

    Susunan Direksi Telkomsel saat ini adalah:

    • Direktur Utama: Hendri Mulya Syam

    • Direktur Keuangan dan Manajemen Resiko: Mohamad Ramzy

    • Direktur Sales: Adiwinahyu Basuki Sigit

    • Direktur Network: Nugroho

    • Direktur Planning & Transformation: Wong Soon Nam

    • Direktur Information Technology: Bharat Alva

    • Direktur Marketing: Rachel Goh

    • Direktur Human Capital Management: R Muharam Perbawamukti

    Penetapan susunan baru Direksi Telkomsel sejalan dengan strategi Telkomsel sebagai perusahaan telekomunikasi digital dengan mengembangkan digital trifecta yang meliputi digital connectivity, digital platform, dan digital services, sekaligus untuk membuka lebih banyak banyak peluang untuk masyarakat Indonesia melalui penguatan ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan.

    Naiknya Hendri ke posisi puncak memang bertepatan dengan langkah agresif Telkomsel di era digital yang telah mendisrupsi banyak bidang usaha karena kemajuan teknologi selular. Seperti diketahui, sehari sebelum digelarnya RUPS, operator selular terbesar di Indonesia itu  meluncurkan layanan 5G secara komersial.

    Baca juga : Layanan 5G Telkomsel Resmi Dapat Diakses Mulai Sekarang

    Meski masih terbatas, Telkomsel resmi menggelar teknologi mobile broadband terkini yang mampu berlari tiga kali lebih cepat dari 4G. Membuat Indonesia sejajar dengan negara-negara maju lainnya, seperti China dan Korea Selatan yang sudah menggelar 5G pada 2019 lalu.

    Hadirnya 5G diharapkan dapat mendongrak kinerja Telkomsel yang sempat menurun pada tahun lalu. Sebagai operator terbesar di Indonesia, Telkomsel memang masih mampu meraih laba. Tercatat laba tahun berjalan dari operasi yang masih berlanjut mencapai Rp 25,06 triliun.

    Meski begitu, laba sepanjang 2020 itu, sedikit turun dibandingkan dengan perolehan tahun sebelumnya Rp 25,79 triliun. Penurunan laba tak lepas dari menyusutnya pendapatan. Sepanjang 2020 pendapatan perusahaan sebesar Rp 87,1 triliun. Padahal pada 2019 menembus Rp 91 triliun. (Icha)

  • Strategi Samsung Hadapi Industri Ponsel Dalam Era Next Normal

    Strategi Samsung Hadapi Industri Ponsel Dalam Era Next Normal

    Telko.id – Samsung sebagai salah satu brand global yang sangat berpengaruh dalam industri ponsel, memiliki berbagai strategi dalam menghadapi era baru ini. Samsung menyebutnya sebagai Next Normal. Lalu, seperti apa strategi yang akan diterapkannya ke depan?

    TM Roh, President and Head of Mobile Communications Business, Samsung Electronics berbagai cerita tentang strategi Samsung tersebut.

    Strategi Samsung
    TM Roh – President and Head of Mobile Communications Business Samsung Electronics

    Menurut Roh, sejak dirinya mengambil alih kendali di Samsung Mobile enam bulan lalu, begitu banyak hal yang berubah. Apa yang tadinya biasa sekarang terasa luar biasa – pada saat Anda mengunjungi teman atau pergi keluar untuk makan.

    Dia menganggap era baru ini sebagai “Next Normal” dan teknologi – terutama teknologi seluler – memiliki peran penting di dalamnya. “Hanya dalam beberapa bulan, kita telah melihat kehidupan berubah dengan cara yang tak terbayangkan. Pembelajaran jarak jauh, fitness di rumah, konser online, dan masih banyak lagi hal-hal yang dilakukan dengan menggunakan teknologi,” ujar nya.

    Sebagai pemimpin industri teknologi, Roh menilai bahwa Samsung memiliki tanggung jawab khusus – dan sekarang yang paling penting – adalah untuk membantu masyarakat terus bergerak maju. Kenapa? Karena begitu banyak orang mengandalkan Samsung untuk memberikan mereka cara baru dalam berkomunikasi, cara baru untuk bekerja, dan cara baru untuk terhubung.

    Di Galaxy Unpacked musim panas ini, Roh menyatakan bahwa Samsung akan memperkenalkan lima perangkat baru yang menawarkan kekuatan. Perangkat ini mewujudkan visi Samsung untuk menjadi inovator pengalaman ponsel baru yang mengalir dengan baik dan terus menerus ke mana pun kami pergi. Perangkat ini menggabungkan kekuatan dengan fungsionalitas tanpa batas, baik ketika Anda sedang bekerja atau bermain, di rumah ataupun di luar rumah. Pada Next Normal, Anda akan memiliki kemampuan untuk untuk menjalani kehidupan sepenuhnya dengan perangkat yang ada di tangan Anda (dan di telinga Anda, serta  pergelangan tangan Anda.)

    Saat memetakan masa depan Samsung Mobile, Roh menyatakan ingin berbagi strategi Samsung lewat tiga prioritas strategis yang menjadi fokusnya. Sebuah strategi yang jelas dan melihat masa depan, seperti yang selalu Samsung lakukan. Alih-alih bermain aman, Samsung akan mengambil risiko dan bergerak cepat. Alih-alih menunggu orang lain, Samsung akan menetapkan arah industri. Bahkan di masa-masa sulit ini, Roh menyebutkannya bahwa pilar-pilar ini akan menjaga fokus Samsung tepat di tempat yang seharusnya: yaitu kepada pelanggannya.

    Inovasi yang Berarti

    Strategi Samsung yang pertama adalah menciptakan setiap inovasi dengan tujuan yang jelas: untuk membuat hidup Anda menjadi lebih baik dan lebih mudah. Pada saat pandemi telah memberlakukan begitu banyak batasan pada kita semua, teknologi adalah jembatan menuju dunia yang lebih besar. Perangkat seluler telah menjadi satu-satunya cara bagi banyak orang untuk bekerja dari rumah dan tetap terhubung – mereka telah menjadi penyelamat sejati.

    “Dalam enam bulan terakhir, kami telah berusaha menghadirkan yang terbaik pada lini produk kami dan berinvestasi besar dalam R&D. Kami telah menerapkan solusi baru dalam waktu singkat, untuk melakukan segalanya mulai dari meningkatkan teknologi video-chat hingga membantu pekerja garda depan tetap aman dalam melakukan tugasnya,” ungkap Roh menjelaskan.

    Next Normal ini akan menjadi periode inovasi yang lebih berani. “Kami akan membuat teknologi seluler yang lebih personal, cerdas, bermanfaat, dan aman. Kami akan mengembangkan lebih banyak produk inovatif, seperti ponsel lipat kami yang terkemuka di industri. Dan saat kami meluncurkan berbagai perangkat Galaxy 5G di pasar yang lebih luas, teknologi ini akan memungkinkan begitu banyak pengalaman yang bahkan belum dapat kami bayangkan,” ungkap Roh menambahkan.

    Dari ponsel lipat hingga teknologi 5G, Samsung memiliki lini dalam jumlah yang luar biasa, dengan beberapa hal yang telah dipersiapkan untuk tampil segera.  Bahkan Roh menyebutkan, dirinya sangat bersemangat memikirkan bagaimana orang-orang akan menggunakan teknologi Samsung ini untuk mengubah hidup mereka. Karena hanya dengan begitu, inovasi yang berarti akan terwujud.

    Membuka Kolaborasi

    Strategi Samsung kedua adalah Kolaborasi. Roh menyatakan bahwa kekuatan kelompok akan lebih kuat daripada sendirian. Beberapa bulan terakhir ini telah membuktikan kebenaran perkataan itu berulang kali. Kisah-kisah dari begitu banyak orang yang berkumpul untuk saling membantu benar-benar membangkitkan semangat, dan menunjukkan bahwa kebersamaan selalu menghasilkan sesuatu lebih besar daripada berjalan sendiri.

    Hal ini memberikan apresiasi yang baru kepada kekuatan jaringan mitra Samsung yang luas. “Kami selalu percaya bahwa kami harus bekerja bersama, untuk menciptakan pengalaman baru bagi pelanggan kami” ujar Roh optimis.

    Lihatlah kolaborasi Samsung dengan Google, Microsoft, Netflix, dan Spotify, beberapa nama baru mitranya. Misalnya, kerjasama dengan Google untuk mengoptimalkan panggilan video sehingga pengguna dapat lebih mudah terhubung. Lalu, Samsung juga memperluas kemitraan dengan Microsoft sehingga smartphone Galaxy dan PC Windows dapat berbagi pesan, foto, dan pengingat kalender secara real-time. Kolaborasi ini hanya akan terus berkembang melalui kemitraan game dengan Xbox.

    Samsung juga percaya pada kekuatan kemitraan karena ingin semua orang – termasuk perusahaan baru, pengembang, dan komunitas lokal – memiliki kesempatan untuk mencapai impian mereka. Program inkubasi start-up Samsung C-Lab dan Samsung NEXT hanyalah beberapa caranya untuk membantu wirausahawan di dalam dan di luar dari pembangunan, pertumbuhan, dan skala perusahaan.

    “Di Samsung, kami akan terus membawa ide-ide terbaik ke pasar – dari mana pun asalnya. Bagaimanapun juga, kita benar-benar lebih kuat bersama,” ujar Roh menambahkan.

    Ketangkasan Operasional

    Strategi Samsung ke tiga adalah ketangkasan operasional. Menurut Roh, dalam dunia yang cepat berubah, ketangkasan sangatlah penting. Langkah cepat perubahan yang ditentukan oleh realitas baru telah mendorong kebutuhan akan ketangkasan operasional: kemampuan untuk memprioritaskan sumber daya dan menjadi efisien hari ini, sambil mengantisipasi tren dan bertindak secara meyakinkan untuk hari esok. Pandemi ini menjadi ujian yang berat. Hal ini berarti bertransformasi dengan cepat untuk menjaga komunitas lokal, mitra, dan karyawan kami, sambil tetap membangun ketahanan untuk pengoperasian di masa depan.

    Ketangkasan ini juga yang memungkinkan Samsung menawarkan perangkat yang kuat, dan pengalaman yang terhubung, yang akan diperkenalkan di Galaxy Unpacked. Samsung melihat bahwa orang menginginkan – dan membutuhkan – perangkat yang dapat dioptimalkan untuk bekerja, bermain, dan multi-tasking untuk beragam gaya hidup. Komitmen Samsung terhadap inovasi, ditambah dengan ketangkasan operasionalnya, membuktikan bahwa Samsung dapat sepenuhnya menata kembali pengalaman yang lebih praktis.

    Ketangkasan operasional juga menyebabkan perubahan mendasar dalam cara nya memberikan pengalaman ponsel yang dapat Anda percayai. Karena melindungi pelanggan adalah menjadi prioritas utama, Samsung juga menggabungkan keamanan di setiap lapisan perangkat Anda, mulai dari chip hingga aplikasi. Hari ini Roh menyatakan bahwa Samsung bangga bahwa dalam industri ini, Samsung menjadi yang terdepan, platform keamanan defense-grade Knox telah melindungi lebih dari satu miliar pelanggan di seluruh dunia.

    Masa Depan Inovasi Ponsel

    Singkatnya, ketiga prioritas strategis ini akan memandu Samsung Mobile melalui Next Normal dan selanjutnya. Prioritas ini akan memungkinkan perushaan ini untuk terus-menerus menemukan kembali diri untuk mewujudkan visi dalam memberikan pengalaman mobile yang baru dan inovatif kepada semakin banyak orang di seluruh dunia.

    “Kami akan terus memperluas ekosistem Galaxy dan memberikan pengalaman yang membantu Anda melakukan lebih banyak hal dengan lebih sedikit usaha sehingga Anda dapat fokus pada apa yang benar-benar penting. Pada akhirnya, ini tentang menempatkan Andadi pusat pengalaman Galaxy sehingga Anda dapat menjalani hidup sepenuhnya,” ungkap Roh.

    Anda akan dapat melihat sendiri apa yang kami siapkan untuk Anda selanjutnya di Galaxy Unpacked pada 5 Agustus. Untuk pertama kalinya, kami akan menyiarkan langsung dari Korea Selatan – ini akan menjadi pengalaman virtual yang menarik. Kami menantikan untuk membagikannya kepada Anda! (Icha)