Kategori: Telkom

  • Telkom Siapkan Rencana Mitigasi Infrastruktur Telekomunikasi di Bali

    Telkom Siapkan Rencana Mitigasi Infrastruktur Telekomunikasi di Bali

    Telko.id – Saat ini Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali masih dalam status Awas. Sebagai upaya antisipasi dampak meningkatnya aktivitas vulkanik di Gunung Agung tersebut, Telkom Indonesia tengah mempersiapkan berbagai skenario mitigasi infrastruktur dan layanan telekomunikasi di lokasi-lokasi sekitar nya.

    Setidaknya, persiapan tersebut mengantisipasi dengan asumsi dampak bencana dengan radius 12km, 25km, 50km, hingga 100km. Disamping juga berupaya melakukan pengamanan alat-alat produksi serta tentunya menyiapkan sumber daya manusia maupun bantuan tanggap darurat untuk warga.

    “Hingga saat ini kondisi layanan TelkomGroup secara umum berfungsi normal, baik telepon, internet, maupun selular. Selain itu, infrastruktur telekomunikasi pun dalam kondisi baik, kata Zulhelfi Abidin, Direktur Network & IT Solution Telkom.

    Zulhelfi juga menambahkan bahwa “Kondisi infrastruktur pada radius 12 kilometer dari puncak Gunung Agung dalam kondisi normal dan berjalan baik”.

    Dijelaskannya, pada radius 12 kilometer tersebut terdapat 4 STO, masing-masing STO Bangli, Amlapura, Candidasa dan Kintamani serta 36 sites Base Transceiver Station(BTS). Selain itu, terdapat 4 Optical Line Termination(OLT), yakni di Tulamben, Sidemen, Bukit Tengah dan Bukit Penulisan.

    “Untuk menjamin tetap terselenggaranya layanan, pemantauan dan pengamanan infrastruktur telekomunikasi adalah prioritas utama kami. Hal ini sebagai langkah guna menjaga layanan utama agar tetap berfungsi normal, khususnya untuk kebutuuhan komunikasi dan koordinasi penanggulangan bencana,” lanjut Zulhelfi.

    Selain menjaga infrastruktur-infrastruktur tersebut, TelkomGroup juga menyiapkan mobile BTS  Telkomsel, Access Point Wifi.id, Indihome Fiber dan juga telepon kabel di lokasi posko untuk mendukung penanggulangan bencana.

    Saat ini terdapat 10 titik layanan Mobile GraPARI (MOGI) dan booth pelayanan Telkomsel (TO) serta  Motor Recharge (MORE) yang siap siaga menyediakan layanan telepon gratis bagi pengungsi serta memberikan layanan isi pulsa dan layanan selular lainnya. Kesepuluh titik layanan tersebut terdapat di Posko Ulakan, Posko Banjar Jelantik Klungkung, Posko Banjar Sengguan Klungkung, Lapangan Sutasoma, Poso Nyuhtebel, Posko Pasar Manggis, Posko Pesedahan, Posko GOR Swecha Pura, Posko Nyuhtebel Singaraja, dan Posko Tabanan.

    Telkom juga telah membentuk ‘Posko Siaga TelkomGroup Bencana Erupsi Gunung Agung’ di lokasi kantor Telkom Klungkung untuk menjaga layanan telekomunikasi baik itu fixed broadbandmaupun seluler, sehingga masyarakat dapat melakukan komunikasi dengan cepat, mudah, dan nyaman,” jelas Zulhelfi.

    Sebagai wujud BUMN Hadir Untuk Negeri, Telkom juga mendirikan Posko Siaga yang siap memberikan sarana dan prasarana telekomunikasi di tiga lokasi, yakni Pos Komando di Karangasem, Poko Tanggap Darurat di GOR Swecapura, dan Pos Pantau Gunung Agung di Rendang, Karangasem. Seluruh pos tersebut telah dipasang jaringan internet menggunakan Telkomsel, Indihome Fiber, maupun Astinet sebagai fasilitas untuk memudahkan komunikasi. Telkom mengupayakan jaringan telekomunikasi terus beroperasi normal di lokasi-lokasi pengungsian.

    “Untuk masyarakat yang memerlukan, kami telah menyediakan fasilitas telepon gratis di lokasi-lokasi pengungsian, seperti di GOR Swecapura,” pungkas Zulhelfi.

    Sementara itu, dalam menyalurkan bantuan Telkom bersinergi dengan BUMN melalui posko BUMN Hadir untuk Negeri Tanggap Darurat Gunung Agung dibawah koordinasi posko utama PT. ITDC Nusa Dua. Sinergi dalam penyaluran bantuan ini dimaksudkan agar bantuan tepat sasaran, tepat jenis dan tepat lokasi serta tidak tumpang tindih dengan bantuan lainnya. Posko BUMN Hadir untuk Negeri ini dibagi ke dalam 3 wilayah yakni Posko Karangasem yang dikoordinir oleh BRI dimana Telkom tergabung di dalam wilayah ini; posko Klungkung yang dikoordinir oleh Pertamina; dan Posko Buleleng yang dikoordinir oleh ITDC.

    Bantuan yang didistribusikan diantaranya berupa makanan siap saji, alas tidur, selimut, dua tandon air bersih, susu bubuk bayi, masker dan air minum kemasan. Bantuan lainnya seperti tenaga medis dan obat-obatan juga disiapkan sesuai kebutuhan dan situasi Gunung Agung. Melalui berbagai bantuan dan langkah antisipasi ini, diharapkan upaya  mitigasi bencana akan berjalan dengan baik dan mampu meminimalisir dampak bencana. (Icha)

     

     

     

  • Telkom Bagikan Dividen Rp 13,55 Triliun

    Telkom Bagikan Dividen Rp 13,55 Triliun

    Telko.id – Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Telkom Indonesia Tahun Buku 2016 yang dilaksanakan di Jakarta pada Jumat (21/4), menyetujui pembagian dividen Rp 13,55 triliun atau senilai Rp 136,747 per lembar saham. Dividen tersebut merupakan yang tertinggi dalam 3 tahun terakhir.

    Telkom menyetujui payout ratio sebesar 70% dengan rincian 60% atau sebesar Rp. 11,61 triliun merupakan dividen tunai termasuk dividen sementara (interim) sebesar Rp 1,92 triliun yang telah dibagikan kepada para pemegang saham pada 27 Desember 2016, sehingga, jumlah dividen tunai yang masih akan dibayarkan adalah sebesar Rp 9,69 triliun.

    Selanjutnya 10% atau sejumlah Rp. 1,94 triliun merupakan dividen spesial. Total dividen yang akan dibayarkan kepada para pemegang saham adalah sebesar Rp 117,3675 per lembar saham. Sementara itu, sisanya sebesar 30% atau Rp. 5,80 triliun merupakan laba ditahan.

    “Sepanjang 2016, Telkom membukukan kinerja keuangan yang memuaskan, ditandai dengan pendapatan konsolidasi sebesar Rp 116,33 triliun atau tumbuh sebesar 13.5%. Sementara itu, laba bersih tercatat meningkat 24.9% mencapai Rp 19,35 triliun dan EBITDA tumbuh 15.7% menjadi Rp 59,50 triliun “Berkat kinerja yang sangat baik ini, di tahun buku 2016 Telkom kembali mencatat pertumbuhan triple-double-digituntuk Revenue, EBITDA dan Net Income,” kata Alex J. Sinaga, Direktur Utama Telkom.

    Dividen tunai akan dibagikan untuk 99,062 miliar lembar saham dan dibayarkan pada tanggal 26 Mei 2017 kepada para pemegang saham yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan per tanggal 5 Mei 2017 sampai dengan pukul 16.15 WIB.

    “Sepanjang tahun 2016, Telkom mampu mencatatkan pertumbuhan kinerja dengan pencapaian di atas rata-rata industri. Pertumbuhan signifikan ditunjukan oleh bisnis Data, Internet, & IT Services yang mencapai 31,5%. Hal ini sebagai hasil transformasi Telkom menjadi digital telecommunication company,” ujar Alex J. Sinaga.

    Di tahun 2016, entitas anak usaha Telkomsel mampu mempertahankan pertumbuhan pelanggan sebesar 13,9% dari tahun sebelumnya menjadi 173,9 juta pelanggan. Sebanyak 47,55% atau 82,6 juta diantaranya tercatat sebagai pelanggan 3G/4G. Sedangkan jumlah pengguna mobile broadband tercatat sebanyak 60,03 juta pelanggan.

    Sementara itu, jumlah pengguna fixed broadband meningkat 8,8% dari 4.0 juta pelanggan pada 2015 menjadi 4,3 juta pelanggan pada 2016, termasuk 1,6 juta pelanggan IndiHome.

    Telkom mengalokasikan capital expenditure (capex) sekitar 25% dari pendapatan atau sebesar Rp 29,2 triliun. Jumlah tersebut meningkat 10,6% dari tahun sebelumnya.

    Belanja modal ini dipergunakan untuk memperkuat infrastruktur layanan broadband, memperkuat jaringan selular (kapabilitas, coverage dan kualitas layanan), serta untuk perluasan data center, satelit, tower dan lain-lain.

    Di tahun 2016, sebagai upaya menjadikan Indonesia sebagai hub telekomunikasi internasional, Telkom telah merampungkan pembangunan South East Asia – Middle East – Western Europe 5 (SEA-ME-WE5) sepanjang 20.000 km dari Dumai, Indonesia ke Marseilles, Perancis melalui konsorsium bersama sejumlah operator telekomunikasi lainnya. Hingga Desember 2016, jumlah seluruh jaringan pita lebar fiber optic yang dibangun TelkomGroup telah mencapai 106.600 km.

    Untuk memperkuat bisnis mobile, Telkom melalui entitas anak usaha Telkomsel juga telah melaksanakan pembangunan 25.744 BTS baru sepanjang 2016, yang mana 92,4% diantaranya merupakan BTS 3G/4G. Hingga Desember 2016, Telkomsel memiliki total BTS sebanyak 129.033 unit, dengan komposisi BTS 3G/4G sebesar 61,1%. Saat ini layanan 4G Telkomsel telah hadir di 189 kota/kabupaten dan menjadikan Telkomsel operator 4G terbesar di Indonesia.

    Tetap Fokus Membangun Infrastruktur Broadband

    Setelah berhasil meluncurkan Satelit Telkom 3S yang siap beroperasi sejak April 2017, Telkom saat ini juga tengah menyelesaikan pembangunan Satelit Telkom 4 yang diperkirakan akan diluncurkan pada tahun 2018. Dengan kapasitas yang lebih besar, Satelit Telkom 4 akan membawa 60 transponder, terdiri dari 48 C-Band dan 12 extended C-Band.

    TelkomGroup saat ini juga sedang menyelesaikan pembangunan kabel laut SEA-US sepanjang 15.000 kilometer yang membentang dari Indonesia ke Amerika. Kabel laut ini menghubungkan lima area dan teritori yaitu Manado (Indonesia), Davao (Philippines), Piti (Guam), Oahu (Hawaii-United States) dan Los Angeles (California, United States). Hingga Desember 2016, progress pembangunan SEA-US sudah sebesar 80%.

    Untuk menghubungkan SEA-ME-WE 5 dan SEA-US dengan jaringan domestik, Telkom tengah menyelesaikan Indonesia Global Gateway (IGG) yang terbentang dari Manado ke Dumai sepanjang 5.800 km dan diharapkan dapat selesai pada 2018. Hingga Desember 2016, pembangunan IGG sudah hampir 30%. Selesainya seluruh pembangunan SEA-ME-WE 5, SEA-US dan IGG akan mewujudkan mimpi Indonesia sebagai hub telekomunikasi internasional.

    Selanjutnya pada tahun 2017, Telkom menetapkan Capex yang berkisar 23% hingga 25% dari target revenue dengan fokus alokasi bagi infrastruktur fixed dan mobile broadband.

    Alex J. Sinaga menegaskan bahwa kerja nyata yang dilakukan perusahaan merupakan upaya Telkom dalam mendukung cita-cita pemerintah, “Seluruh inisiatif yang telah dan akan terus dilakukan oleh Telkom merupakan upaya untuk mendukung pemerintah dalam membangun ekonomi digital Indonesia, khususnya dalam mewujudkan cita-cita yang telah dicanangkan Presiden RI yaitu menjadikan Indonesia sebagai kekuatan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara,” tegas Alex. (Icha)

     

     

     

     

  • Satelit Telkom 3S Siap Bertugas Demi Atasi Kesenjangan Informasi di Indonesia

    Satelit Telkom 3S Siap Bertugas Demi Atasi Kesenjangan Informasi di Indonesia

    Telko.id – Akhirnya, satelit Telkom 3S sukses diluncurkan. Ditandai dengan gelegar dahsyat atau yang dikenal dengan sebutan sonic boom dari roket Ariane 5 yang bergerak kokoh menembus langit Guiana Space Center pada pukul 18.39 waktu setempat.

    Satelit Telkom 3S ini akan mengudara menuju orbitnya, mengawal nusantara pada posisi 118 derajat Bujur Timur di ketinggian 35.755 di atas Selat Makassar.

    Keberhasilan ini sekaligus menandai 40 tahun lebih kiprah PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) dalam bisnis dan pengoperasian satelit telekomunikasi untuk Indonesia.

    “Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, berkat doa dan dukungan segenap rakyat Indonesia Satelit Telkom 3S telah berhasil diluncurkan,” ujar Direktur Utama Telkom Alex J Sinaga yang memantau langsung proses peluncuran di Jupiter Control Room, Guiana Space Center, Kourou, French Guiana, Selasa (14/2).

    Satelit Telkom 3S akan melengkapi dua satelit Telkom lainnya yang masih beroperasi yaitu Telkom-1 dan Telkom-2. Jangkauan Satelit Telkom 3S meliputi seluruh wilayah Indonesia, Asia Tenggara, dan sebagian Asia Timur.

    “Keberadaan ketiga satelit milik Telkom ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap satelit asing sehingga kebutuhan satelit akan di-supply dari kita sendiri” ungkap Alex.

    Dengan nilai investasi mencapai USD 215 juta mencakup biaya pembuatan satelit, jasa peluncuran dan asuransi, Telkom 3S memiliki kapasitas 42 transponder atau setara 49 Transponder Equivalent (TPE) yang terdiri atas 24 transponder C-Band (24 TPE), 8 transponder extended C-Band (12 TPE), dan 10 transponder Ku-band (13 TPE).

    Selain untuk mengurangi ketergantungan kepada satelit asing, Satelit Telkom 3S dimaksudkan untuk mengurangi kesenjangan akses informasi di seluruh wilayah Indonesia khususnya di daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Terpencil).

    Tidak hanya dalam hal coverage, Telkom 3S juga melengkapi kemampuan layanan satelit yang ditawarkan bagi pelanggan di Indonesia karena merupakan satelit pertama milik Telkom yang dilengkapi dengan transponder Ku-band. Satelit sebelumnya, Telkom-1 hanya memiliki transponder C-band, sedangkan Telkom-2 bertransponder C-band dan extended C-band. Dengan transponder Ku-Band maka, Telkom kini memiliki layanan satelit dengan bit rate tinggi untuk sistem komunikasi yang lebih berkualitas.

    “Dengan peningkatan kapasitas layanan satelit ini, Telkom berharap mampu berperan aktif untuk turut membangun masyarakat digital Indonesia hingga ke pelosok nusantara guna meningkatkan perekonomian bangsa”, demikian pungkas Alex. (Icha)

  • 2 Minggu Lagi Satelit Telkom-3S Siap Menjelajahi Angkasa

    2 Minggu Lagi Satelit Telkom-3S Siap Menjelajahi Angkasa

    Telko.id – Dalam hitungan mundur, 14 hari lagi, Telkom akan meluncurkan satelit Telkom-3S. Tepat pada 15 Februari 2017 pukul 04.39 WIB di Guiana Space Center, Kourou, Guyana Perancis.

    “Hingga saat ini semua persiapan on schedule. Kami harapkan agar persiapan selanjutnya, peluncuran satelit hingga tiba di orbit dapat berjalan lancar tanpa kendala. kami juga memohon doa restu dari seluruh rakyat Indonesia agar kami dapat memberikan karya terbaik sehingga dapat memberikan manfaat bagi seluruh rakyat dan bangsa Indonesia,” kata Abdus Somad Arief, Direktur Network and IT Solutions Telkom.

    Sebagai informasi, Telkom-3S adalah satelit komunikasi geostasioner milik Indonesia. Satelit ini merupakan pengganti satelit Telkom-3 yang gagal mencapai orbit di 118° bujur timur pada pertengahan tahun 2012. Sekaligus sebagai satelit keempat milik Telkom setelah Telkom-1, Telkom-2, dan Telkom-3 serta menjadi satelit ketujuh milik Indonesia setelah Indosat-2, Palapa D, Palapa C2, Telkom-1, Telkom-2, dan Garuda-1.

    Satelit Telkom-3S ini dibangun atas kerjasama Telkom Indonesia dengan Thales Alenia Space. Kontrak pengadaan satelit yang dilakukan antara Telkom dan Thales Alenia Space bernilai $ 199,7 juta yang ditandatangani pada Juli 2014.

    Satelit yang menghabiskan dana berkisar US$ 200-250 juta untuk pemesan dan peluncurkan itu dilengkapi dengan 24 transponder C-band, 8 sambungan transponder C-band, dan 10 transponder Ku-band. Transponder C-band akan mencakup wilayah Indonesia dan Asia Tenggara, transponder sambungan C-band akan mencakup Indonesia dan Malaysia. Sedangkan muatan Ku-band dikhususkan hanya untuk cakupan wilayah Indonesia.
    Telkom-3S ini memiliki berat sekitar 3.500 kilogram dan memiliki masa aktif selama 15 tahun. Pembuatan satelit Telkom-3S dikhuskan untuk melayani siaran televisi kualitas tinggi (High-Definition Television) dan layanan komunikasi GSM dan Internet.

    Direktur Network and IT Solutions Telkom Abdus Somad Arif menambahkan bahwa, “Satelit Telkom 3S merupakan satelit fix satelite services (FSS) yang memiliki 49 transponder.

    Kehadirannya akan berfungsi untuk menghubungkan komunikasi melalui sistem yang berperan sebagai tulang punggung (backbone) bagi operator telekomunikasi. Termasuk untuk memenuhi kebutuhan berfungsi untuk end user, seperti kebutuhan untuk anjungan tunai mandiri (ATM) di daerah-daerah jauh dan di pelosok (remote).

    Sebelumnya, ketika Telkom-3 gagal diorbitkan karena hilang dan gagal mencapai orbit pada Agustus 2012 karena ada masalah di roket porton Rusia. Di mana, Telkom-3 merupakan satelit yang dibangun oleh ISS-Reshetnev Rusia dengan perangkat komunikasi yang dibuat oleh Thales Alenia Space. Satelit Telkom-3, diplot memiliki 42 transponder. Akhirnya, Telkom menggantinya dengan menyewa transponder dari GE Sat (Amerika Serikat), APstar (Hong Kong), dan JCSat milik Jepang. (Icha)

  • Telkom Jadikan Dumai Sebagai Hub Telekomunikasi Dunia

    Telkom Jadikan Dumai Sebagai Hub Telekomunikasi Dunia

    Telko.id  – PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) resmi mengoperasikan mega proyek Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Southeast Asia Middle East West Europe 5 (SEA-ME-WE 5) di Telkom Landing Station (TLS) Pantai Puak, Dumai.

    Beberapa hari lalu, perusahaan telekomunikasi asal Singapura, Starhub, meluncurkan sistem kabel bawah laut yang menghubungkan 9 negara APAC. Dan kini, hal yang lebih membanggakan dilakukan oleh Telkom karena menjadi hub telekomunikasi dunia.

    BUMN yang memiliki 65% saham Telkomsel ini resmi mengoperasikan mega proyek SKKL Southeast Asia Middle East West Europe 5 (SEA-ME-WE 5) di Telkom Landing Station (TLS) Pantai Puak, Dumai, pada 28 Desember 2016.

    “Peresmian proyek kabel laut ini semakin mengukuhkan Indonesia sebagai hub telekomunikasi dunia,” ujar Direktur Wholesale & Internasional Service Telkom Honesti Basyir dalam keterangan pers, Kamis (29/12/2016).

    Menurut Basyir, SEA-ME-WE 5 menambah kepemilikan SKKL global yang telah dimiliki Telkom sebelumnya, seperti Dumai Malaka Cable System (DMCS), Batam Singapore Cable System (BSCS), Asia America Gateway (AAG), dan Singapore Japan Cable System (SJC).

    “Seluruh cable system ini dibangun dalam rangka mewujudkan visi Telin selaku pengelola bisnis internasional TelkomGroup untuk menjadi The World’s Hub for TIMES”, terangnya.

    Untuk Mega Proyek ini, TelkomGroup melalui Telin berkolaborasi dengan 18 perusahaan telekomunikasi global melalui kepemilikan konsorsium untuk membangun kabel laut dengan panjang 20.000 kilometer yang menghubungkan Indonesia, langsung dengan 15 negara dari Asia Tenggara, Timur Tengah sampai dengan Eropa. Dumai menjadi titik awal landing station ini sampai akhirnya SEA-ME-WE 5 berakhir di Toulon, Prancis.

    “Pemilihan Dumai sebagai landing station, sangat tepat karena memiliki sumber daya alam dan potensi masyarakat yang luar biasa. Hal ini merupakan modal untuk menjadikan Indonesia sebagai hub bagi telekomunikasi dunia,” kata Basyir.

    Pembangunan SEA-ME-WE 5 sendiri dimulai sejak tanggal 29 Agustus 2014 dan telah siap beroperasi sejak 13 Desember 2016 lalu. Sistem komunikasi kabel laut tersebut sekaligus melengkapi kabel laut yang telah dimiliki oleh TelkomGroup.

    “Ke depan bahkan seluruh rangkaian sistem kabel laut milik TelkomGroup akan semakin lengkap konfigurasinya dengan hadirnya Southeast Asia-United States (SEA-US) serta Indonesia Global Gateway (IGG)”, jelas Direktur Network, Information Technology & Solution Telkom Abdus Somad Arief.

    Sebagai informasi, SEA-ME-WE-5 memiliki kapasitas sebesar 24 terabyte per detik menggunakan teknologi 100G, sehingga mampu memenuhi kebutuhan bandwidth yang terus meningkat antara Asia dan Eropa dengan latensi yang rendah. Dengan demikian, TelkomGroup diharapkan dapat memberikan layanan yang lebih handal dan berkualitas.

    TelkomGroup saat ini juga sedang dalam proses pembangunan SKKL Southeast Asia-United States (SEA-US) yang menghubungkan langsung Manado ke Los Angeles dan Indonesia Global Gateway (IGG) yang menghubungkan Manado ke Dumai, melengkapi pencapaian tujuan menjadikan Indonesia sebagai Global Digital TIMES Hub. [HBS]

  • BlackBerry Kini ‘Milik’ Indonesia

    BlackBerry Kini ‘Milik’ Indonesia

    Telko.id – Blackberry memang pernah sukses beberapa tahun lalu. Namun, di dunia tidak ada yang abadi. Demikian Blackberry.

    Berdasarkan Ralph Pini, Chief Operating Officer dan General Manager, Mobility Solutions BlackBerry melalui blog nya menyatakan bahwa “Kini kita transisi dari melakukan pengembangan hardware handset sendiri akan diserahkan pada mitra pihak ke tiga”.

    Ralph menambahkan bahwa langkah yang dilakukan oleh Blackberry ini sudah tepat demi kemajuan terhadap pendapatan perusahaan. “Dengan demikian, sumber daya kami dapat difokuskan semua upayanya pada penyediaan state-of-the-art security software. Baik untuk device maupun berbagai perangkat di perusahaan sehingga dapat mendukung kinerja perusahaan berjalan lebih baik lagi.

    Perjanjian lisensi pertama kami adalah dengan perusahaan patungan baru yang disebut BB Merah Putih. Berdasarkan perjanjian tersebut, perusahaan patungan tersebut akan menjadi sumber dan mendistribusikan handset Blackberry untuk pasar Indonesia. Pasar Indonesia sendiri diakui oleh Ralph merupakan pasar terkuat Blackberry.

    Perusahaan patungan ini dipimpin oleh Tiphone, afiliasi dari Telkomsel, yang merupakan operator terbesar di Indonesia dengan jumlah pelanggan 2 kali lebih banyak dibandingkan dengan operator posisi dua di Indonesia. Di mana, BB Merah Putih dan afiliasinya, menyumbang hampir setengah dari total pasar ponsel Indonesia.

    Mengapa Indonesia? Menurut Ralph, Indonesia adalah pasar pertama di mana Blackberry memberikan lisensi perangkat lunaknya. Hal tersebut tidak lepas dari Indonesia yang secara historis merupakan negara yang pernah menjadi pasar terbesar bagi BlackBerry. Baik untuk perangkat maupun perangkat lunak pesan BBM kita buat.

    BB Merah Putih merupakan perusahaan patungan yang baru terbentuk, dibuat dalam upaya mendukung pemerintah Indonesia untuk mempromosikan pengembangan, manufaktur dan penciptaan produk yang bersumber secara lokal sekaligus meningkatkan jumlah smartphone LTE sebagai nilai tambah yang tersedia dan dijual di dalam negeri. Dengan model kerjasama new device-software licensing mama BB Merah Putih akan memiliki akses penuh ke BlackBerry experience, yang meliputi software trusted BlackBerry untuk Android dan software Hub unified communications untuk produksi perangkat baru di Indonesia.

    BB Merah Putih dan mitranya mengharapkan benefit yang diperoleh dari perjanjian ini. “BlackBerry adalah merek yang terpercaya dan menghormati Indonesia, dan kemitraan ini akan memungkinkan kami untuk memberikan pengalaman baru bagi pelanggan kami. Terutama dalam Hal produktivitas dan keamanan yang diberikan oleh BlackBerry,” kata Tan Lie Pin, CEO Tiphone menjelaskan.

    “Jadi pada intinya adalah software kami untuk hardware mereka,” tulis Ralph dalam blog nya.

    Dengan kekurangan seperti itu, ada keuntungan strategis dan menjadi pendekatan baru bagi keuangan BlackBerry. Terlebih, perangkat BlackBerry tetap berada di pasar, corporate costumer dan konsumen masih dapat menikmati solusi end-to-end dari BlackBerry. Terutama dalam keamanan.

    “Kami juga akan bekerja sama dengan mitra untuk menentukan portofolio hardware kompetitif, meningkatkan skala distribusi dan mengakses saluran baru,” sahut Ralph.

    Ralph juga menambahkan bahwa “Pada akhirnya nanti, BlackBerry akan menjadi pemimpin dunia yang menawarkan software khusus solusi mobilitas yang benar dan fokus dalam penyediaan state-of-the-art software security untuk perangkat dan enterprise.”

    “Masa depan BlackBerry pun di masa depan akan lebih cerah,” tulis Ralph optimis. (Icha)

  • Telkom ‘Tunjuk’ NEC Untuk Garap Kabel Laut Senilai US$195 Juta

    Telkom ‘Tunjuk’ NEC Untuk Garap Kabel Laut Senilai US$195 Juta

    Telko.id – Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau membuat jaringan kabel laut sebagi backbone sebuah keharusan. Telkom sebagai provider besar di Indonesia pun telah menunjuk NEC untuk mengerjakan proyek terbarunya.

    Hal ini dilansir dari Asia Nikkei yang menyebutkan bahwa perusahaan asal Jepang, NEC telah menerima pesanan senilai sekitar 20 miliar yen atau sekitar US $ 196 juta dari Telekomunikasi Indonesia, atau Telkom. Tujuan dari pemasangan kabel komunikasi bawah laut ini adalah membantu Telkom untuk memperluas kapasitas sehingga nanti mampu mengakomodir kebutuhan komunikasi karena pengguna mobile phone dan internet yang terus tumbuh.

    NEC akan menginstal 5,300km kabel dengan kapasitas 32 terabit per detik. Proyek Telkom ini juga akan menghubungkan sembilan kota besar yang tersebar di seluruh nusantara serta Singapura. Rencananya, instalasi kabel laut ini akan selesai di paruh pertama 2018.

    Jaringan yang dibangun Telkom tersebut juga akan menghubungkan dua kabel yang sudah ada sebelumnya yang menghubungkan Indonesia dengan AS dan dengan Eropa. Seperti yang dilansir dari Nikkei, penunjukan ini, salah satunya karena keberhasilan NEC dengan proyek kabel-instalasi Telkom lainnya di Indonesia.

    Sebagai informasi, untuk pasar kabel bawah laut secara global sendiri ada dikuasai oleh tiga pemain besar yakni NEC, perusahaan Amerika TE SubCom dan Alcatel-Lucent asal Perancis.

    Persaingan di pasar kabel bawah laut kini semakin sengit karena adanya permintaan yang meningkat di kawasan Asia-Pasifik dalam beberapa tahun terakhir ini. (Icha)

  • Telkom Perkuat Bisnis Di Timor Leste

    Telkom Perkuat Bisnis Di Timor Leste

    Telko.id – Telkom tidak hanya ‘berkutat’ di dalam negeri saja untuk mengembangkan bisnisnya. Salah satu yang dilakukan oleh perusahaan plat merah ini adalah melakukan memperkuat bisnis di Timor Leste. Pengembangan sayap bisnis Telkom di luar Indonesia ini dilakukan oleh Telekomunikasi Indonesia International atau Telin dan Telkomcel adalah anak usaha Telin yang bermain sebagai operator seluler di Timor Leste.

    Untuk memperkuat bisnis di Timor Leste, Telkomcel melakukan kerjasama dengan lima mitr penting yakni Telemor, Banco Nacional de Comercio de Timor Leste (BNCTL), Bank Mandiri, Grupo de Media Nacional (GMN) Holding dan Sriwijaya Group.

    Sekadar informasi, Telekomunikaasi Indonesia International (Telin) adalah sayap bisnis yang digunakan Telkom untuk mengelola bisnisnya di luar Indonesia. Telkomcel adalah anak usaha Telin yang bermain sebagai operator seluler di Timor Leste.

    “Semoga dengan kerjasama ini akan mewujudkan sebuah spirit bagi semua pelaku bisnis di Timor-Leste untuk memberikan high standard value of grade of service to make our business become bigger. Hal ini tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi kami di Telkom Group, khususnya Telkomcel untuk memberikan yang terbaik serta menunjang semua segment bisnis di Timor-Leste agar menjadi lebih baik”, ujar Muhammad Awaluddin, Direktur Enterprise & Business Telkom menjelaskan dalam sambutannya usai menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman antara anak perusahaan Telin di Timor Leste yaitu Telkomcel dengan lima mitra pentingnya (25/08).

    Adapun kerjasama Telkomcel dengan para partners di bidang layanan dan solusi Telekomunikasi, yaitu dengan Telemor merupakan kerjasama antar operator Telco di Timor Leste terkait penggunaan band width, voice hubbing serta infrastructure sharing.

    Telkomcel bekerja sama dengan Banco Nacional de Comercio de Timor Leste atau BNCTL yang merupakan satu-satunya Bank Nasional Pemerintah Timor Leste. Di mana, Telkomcel akan mengembangkan international remittance, penggunaan data center dan layanan data.

    Sementara itu kerjasama Telkomcel dengan Bank Mandiri terkait masalah mobile services, internet services, data center dan managed services.

    Sedangkan dengan GMN Holding sebagai perusahaan nasional holding pertama di Timor Leste, Telkomcel akan bekerjasama di bidang mobile services, data services dan data center, TV Uplink untuk stasiun TV swasta pertama milik GMN yang segera beroperasi, serta value added services.

    Untuk kerjasama Telkomcel dengan Sriwijaya dan Nam Air akan bergerak di bidang mobile services, internet services serta joint marketing. (Icha)

  • Setelah Blokir Netflix, Telkom Gandeng iflix Hadirkan Konten Hiburan

    Setelah Blokir Netflix, Telkom Gandeng iflix Hadirkan Konten Hiburan

    Telko.id – Medio Januari 2016 lalu, Telkom Group menolak kehadiran Netfilx, bahkan melakukan pemblokiran. Layanan video streaming Netflix dipastikan tak akan bisa diakses melalui broadband Indihome, WiFi.id, dan akses seluler Telkomsel. Alasannya adalah Netflix dianggap tidak memenuhi regulasi di Indonesia dan banyak memuat konten berbau pornografi.

     

    Bagaimana dengan iflix yang baru saja digandeng oleh Telkom untuk memberikan layananTV Internet. Bedanya adalah iflix sudah berbadan hukum tetap dan bekerja sama dengan operator telekomunikasi di Indonesia. Itu sebabnya, iflix bisa dinikmati oleh masyarakat Indonesia.

    Pada awal kehadirannya, iflix sebagai layanan TV Internet terkemuka di Asia Tenggara, mengumumkan bahwa masyarakat Indonesia dapat mendaftarkan dan mencoba layanan iflix gratis selama 30 hari di website iflix. Layanan yang ditawarkan adalah akses penuh ke semua fitur iflix, beragam acara TV, film, dan hiburan lain tanpa harus menyertakan kartu kredit atau rincian pembayaran untuk berpartisipasi.

    Sayang layanan ini masih diberikan terbatas pada pelanggan Telkom Indonesia saja atau pelanggan fixed line Telkom. Baik pelanggan baru maupun pelanggan lama Telkom IndiHome akan mendapatkan layanan iflix selama 12 bulan, tanpa biaya tambahan.

    Yang diperoleh pelanggan Telkom adalah Akses unlimited ke katalog iflix yang terdiri dari ribuan tayangan perdana eksklusif, acara TV peraih penghargaan internasional, film-film blockbuster, konten Asia serta konten lokal populer, program anak-anak dan lainnya. Lalu, dapat pula mengakses ke layanan iflix dengan menggunakan hingga 5 perangkat sekaligus, meliputi ponsel, laptop, tablet, TV, dan perangkat terhubung lainnya.

    Pelanggan Telkom pun dapat mengunduh acara TV dan film favorit untuk menonton secara offline tanpa henti, ketika tidak terhubung pada jaringan internet. Yang menarik, ketika sudah menjadi pelanggan iflix, bisa menonton program yang berbeda pada 2 perangkat yang berbeda secara bersamaan.

    Iflix pun menawarkan beragam konten karena sudah kerjasama kerja sama lebih dari 100 distributor dan studio film di seluruh dunia, iflix menawarkan berbagai pilihan serial TV ikonik terdepan dan film-film favorit, baik lokal maupun internasional yang tersedia di masing-masing wilayah.

    Dari ratusan tayangan terbaik yang kini telah tersedia di iflix antara lain adalah The Flash, Arrow, Gotham, dan How I Met Your Mother. Serial TV peraih penghargaan Emmy® yang fenomenal, Mr. Robot dan Fargo, bersama dengan tayangan terlaris The Real O’Neal, The Family, Sons of Liberty, dan The Magicians merupakan tayangan perdana eksklusif dari katalog iflix yang tersedia untuk pertama kalinya di Indonesia.

    iflix juga menawarkan berbagai pilihan program lokal, film-film box office, serial TV populer, dan tayangan eksklusif favorit Indonesia.

    Ketika masa 30 hari selesai maka pelanggan dapat Langganan ritel bulanan untuk akses unlimited layanan iflix sebulan penuh akan dibanderol dengan harga menarik sebesar Rp. 39.000. Sedangkan langganan ritel tahunan akan menerima diskon 20% dari tarif bulanan, akan dibanderol dengan harga yang menakjubkan sebesar Rp 375.000 per tahun. Selain itu, pelanggan Telkom IndiHome akan mendapatkan layanan iflix selama 12 bulan, dibundel dengan paket berlangganan yang sudah yang ada.

    Kini iflix tersedia di Malaysia, Thailand, Filipina, Indonesia, dan akan terus mengembangkan layanannya lebih luas lagi untuk sejumlah pasar utama di Asia Tenggara dalam beberapa bulan mendatang. (Icha)

  • Telkom ‘Ngirit’ 1 Triliun Rupiah Karena Terapkan Green ICT

    Telkom ‘Ngirit’ 1 Triliun Rupiah Karena Terapkan Green ICT

    Telko.id – Salah satu cara dalam mengendalikan sebuah perusahaan agar tetap eksis di industri adalah dengan melakukan beberapa efisiensi. Telkom, walaupu merupakan BUMN yang cukup memiliki keuntungan besar di Indonesia, juga tetap melakukan efisiensi. Salah satunya adalah dengan mengimplementasikan Green ICT.

    Beberapa waktu lalu, Telkom melakukan pemadaman (shutdown) STO (Sentral Telepon Otomat) ke-84 di Makassar, Sulawesi Selatan. Tepatnya, Rabu, 11 Mei 2016 lalu. Hal ini merupakan bagian dari rangkaian implementasi Green Information and Communications Technology (ICT) di lingkungan Telkom.

    Pada tahun 2016 Telkom secara umum memiliki setidaknya 4 program untuk mensukseskan implementasi Green ICT, yaitu Shutdown STO, Rehosting, Scrap Cable dan penerapan Always-On Cloud. “Keseluruhan aktivitas implementasi Green ICT Telkom memberikan benefit efisiensi konsumsi energi dan penghematan biaya secara signifikan mencapai triliunan rupiah,” ujar Abdus Somad, Direktur Network IT & Solution Telkom Indonesia menjelaskan.

    Abdus Somad menambahkan bahwa program shutdown STO adalah pemadaman sentral telekomunikasi yang merupakan lokasi beroperasinya kebanyakan perangkat sentral berbasis TDM (Time-Division Multiplexing). “Perkembangan layanan telekomunikasi dalam beberapa dekade terakhir mendorong penyesuaian teknologi. Seperti yang telah diketahui bahwa pada era 1990-an layanan telephony mendominasi dunia telekomunikasi namun semenjak 2010-an trend ini bergeser kepada layanan IP (Internet Protocol) di mana telephony sudah semakin menurun,” jelas Abdus Somad Arief.

    Pemadaman STO memberikan dampak luar biasa baik dari sisi efisiensi energi, beban electricity atau listrik, maupun pembebasan idle space atau ruang lahan. Berdasarkan data eksekusi program di Triwulan I-2016 saja, telah dilakukan pemadaman terhadap 9 STO di Pulau Jawa. Program ini terus bergulir, pada awal April 2016 Telkom melakukan pemadaman 10 STO dengan kapasitas lebih kecil di Sumatera, Jawa Barat, Bali, Nusa Tenggara, serta Sulawesi. Rencananya pada tahun 2016 ini sebanyak 71 STO akan dipadamkan.

    Program kedua adalah Rehosting yang merupakan proses re-engineering atau rekayasa terhadap komponen host sentral TDM di STO melalui migrasi ataupun pemindahan host atau induk. Rehosting ini masih berkaitan erat dengan program Shutdown STO, karena dengan pemindahan induk tersebut, maka induk yang ditinggalkan dapat dinon-aktifkan dan dipadamkan. Tahun lalu Telkom berhasil meraih efisiensi cukup signifikan dari program Rehosting dan Downgrade 15 host yang dilakukan pada Triwulan IV-2015.

    Adapun Scrap Cable merupakan program ketiga yang dilakukan dalam rangka implementasi Green ICT Telkom. Scrap Cable sendirimerupakan dampak dari pemindahan jaringan akses tembaga menjadi kabel serat optik maupun pemadaman sentral TDM. Akibat pemindahan jaringan tersebut maka terdapat residu kabel tembaga yang tidak tergunakan yang sering disebut sebagai scrap copper cable.

    Program keempat wujud implementasi Green ICT Telkom 2016 adalah Always-On Cloud, yaitu layanan penyediaan resource/sumber daya yang disediakan melalui jaringan data ataupun Internet, di antaranya Software as a Service (SaaS), Platform as a Service (PaaS) dan Infrastructure as a Service (IaaS). Konsep layanan yang disediakan adalah sistem yang selalu online setiap saat dan siap digunakan senantiasa selama 7×24 jam.

    Ditegaskan Abdus Somad Arief, pelaksanaan empat Program Green ICT tersebut, Telkom secara akumulatif telah sukses meraih cost leadership yang signifikan di tahun 2015, yakni sebesar Rp 766 miliar. Sementara di tahun 2016, hingga bulan April saja Telkom telah meraih cost leadership sebesar Rp 319,22 miliar. “Angka itu diproyeksikan mampu mencapai Rp 1,018 triliun hingga penghujung tahun 2016 dengan asumsi seluruh program akan terlaksana tepat waktu dan seluruh target tercapai sesuai rencana,” pungkasnya. (Icha)