Kategori: Telkom

  • Startup Portfolio Telkom Listing di Australia Stock Exchange

    Startup Portfolio Telkom Listing di Australia Stock Exchange

    Telko.id – Telkom Indonesia, cukup agresif menanamkan investasi pada stratup unggulan. Salah satunya yang boleh dibilang sukses adalah Whispir. Startup ini mampu mencatatkan saham perdananya Australian Securities Exchange (ASX) dengan kode WSP, Melbourne, Rabu (19/6).

    Hadir mewakili Telkom di ASX dalam rangka IPO startup yang diinvestasikan anak usaha Telkom, MDI Ventures ini, Direktur Strategic Portfolio Telkom Achmad Sugiarto bersama Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata Kementerian BUMN, Edwin Hidayat Abdullah, didampingi CEO MDI Ventures Nicko Widjaja dan CEO Whispir Jeromy Wells.

    Whispir merupakan startup asal Australia yang berkecimpung dalam pengembangan platform teknologi automasi dan cloud yang memudahkan layanan bisnis dalam berkomunikasi dengan stakeholder di lingkungan kerja.

    Di samping cloud, startup yang berkantor pusat di Melbourne ini juga menerapkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligent), perangkat IoT, dan analisis data dalam pengembangan produknya.

    Ketertarikan MDI Ventures untuk melakukan invetasi ke startup tersebut dilatarbelakangi pemanfaatan teknologi automasi dan digitasi prosedur yang dilakukan Whispir. Investasi ini bertujuan untuk mendukung pengembangan bisnis digital Telkom ke depan dan Whispir sendiri juga sudah bersinergi dengan anak usaha Telkom lainnya, Telkomtelstra.

    Whispir menjadi startup kedua yang diinvestasikan Telkom dan berhasil melakukan IPO. “IPO Whispir menunjukkan bahwa langkah Telkom dalam melakukan investasi bisnis digital melalui corporate venture capital MDI Ventures sudah sejalan dengan strategi perusahaan saat ini.

    Hal ini dapat memberikan beragam valuasi dan sinergi bagi TelkomGroup. Ke depannya diharapkan MDI Ventures akan melakukan investasi lain yang memberikan value yang lebih besar bagi Telkom dan ekosistem BUMN,” ungkap Achmad Sugiarto, Direktur Strategic Portfolio Telkom yang hadir dalam acara IPO Whispir.

    MDI Ventures saat ini merupakan corporate venture capital teraktif di Indonesia dengan track record exit yang baik, dan dibentuk Telkom untuk mengembangkan bisnis digital. Hingga saat ini MDI Ventures telah berinvestasi di sebanyak 33 perusahaan yang tersebar di 10 negara.

    Dalam berinvestasi, ada beberapa kriteria startup yang dijadikan acuan MDI Ventures, diantaranya mempunyai future value yang tinggi dan nilai sinergi yang positif untuk pengembangan produk TelkomGroup. (Icha)

  • Emma Sri Martini Resmi Jadi Dirut Telkomsel

    Emma Sri Martini Resmi Jadi Dirut Telkomsel

    Telko.id,Jakarta– PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel) resmi mengangkat direktur utama yang baru. Melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Telkomsel Smart Office, Jakarta pada Rabu (29/05/2019), Emma Sri Martini resmi ditunjuk sebagai Dirut Telkomsel.

    Berdasarkan keterangan resmi yang diterima Tim Telko.id pada Rabu (29/05/2019) dalam keputusan pemegang saham, PT. Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (Telkom) dan Singapore Telecommunications Ltd. (SingTel) melakukan penyegaran beberapa jajaran direksi Telkomsel.

    Hasilnya Emma Sri Martini ditunjuk sebagai Dirut Telkomsel, menggantikan Ririek Adriansyah. Emma merupakan sarjana Informatika dari Institute Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 1993 dan  sempat mengikuti program pendidikan ekonomi pasar di Harvard Kennedy School pada tahun 2011.

    {Baca juga: Ririek Adriansyah Resmi Ditunjuk Jadi Dirut Telkom}

    Sebelum diangkat menjadi Dirut Telkomsel, Emma menjadi Presiden Direktur di PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) sejak 23 Februari 2009. Emma bertugas mengawasi keseluruhan operasi PT SMI termasuk pengembangan strategi jangka panjang dan pengawasan soal kepatuhan yang ketat terhadap praktik tata kelola perusahaan.

    Selain itu, Emma juga sempat menjabat sebagai Director of Finance and Support PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) dari 2004 hingga 2009 dan Komisaris di PT Trans Pacific Petrochemical Indotama di periode yang sama.

    Sebelumnya terjadi pergantian kepemimpinan terjadi di PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. Ririek Adriansyah resmi ditunjuk menjadi Dirut Telkom yang baru menggantikan Alex J. Sinaga. Ririek sebelumnya menjabat sebagai Dirut Telkomsel. [NM/HBS]

    Berikut ini susunan lengkap Direksi Telkomsel:

    • President Director: Emma Sri Martini
    • Director Sales: Ririn Widaryani
    • Director Finance: Herry Supriadi
    • Director Human Capital Management: Irfan A Tachrir
    • Director Network: Iskriono Windiarjanto
    • Director Planning & Transformation: Edward siew Ying
    • Director Information Technology: Bharat Alva
    • Director Marketing: Alistair Johnston

     

  • Telkom Siapkan Capex Diatas Rp.33 Triliun, Untuk Apa Saja?

    Telkom Siapkan Capex Diatas Rp.33 Triliun, Untuk Apa Saja?

    Telko.id – Pad Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) Tahun Buku 2018, yang baru dilaksanakan minggu lalu, diketahui bahwa laba bersih di tahun 2018 mencapai Rp130,8 triliun, tumbuh positif sebesar 2% dibanding tahun 2017 dengan EBITDA Rp59,2 triliun. Yang akan digunakan sebagai belanja modal atau Capex – Capital Expenditur lebih dari Rp.33 TRiliun. Untuk apa saja?

    Capex yang dipersiapkan Telkom ini hanya naik sedikit dibandingkan dengan tahun lalu yang ada di level Rp. 33 Triliun. Rencananya, akan digunakan sebagian besar nya adalah untuk ekspansi jaringan.

    Menurut Direkrut Keuangan TLKM Harry M. Zen, dana tersebut akan digunakan untuk sektor bisnis mobile, anggaran yang disiapkan sebesar 40%-50% dari total belanja modal. Sementara sisanya digunakan untuk bisnis non-mobile.

    Sedangkan untuk pembangunan 5G, Telkom belum secara spesifik menyiapkan dana.

    “Kami menyiapkan diri untuk bisa investasi tapi kami masih menunggu frekuensi dan use case yang bisa dimonetisasi,” ungkap Ririek Adriansyah, Direktur Utama Telkom yang baru saja diangkat ini mengemukakan alasannya usai di Jakarta.

    Tapi itu bukan harga mati. Jika di tahun ini juga Telkom membutuhkan dana investasi 5G, maka pihaknya akan merelokasikannya dari capex lain.

    Nah, untuk Capex yang tahun ini, mayoritas akan digunakan untuk meningkatkan infrastruktur tulang punggung jaringan, baik berupa kabel laut ataupun fiber optik di darat. TLKM juga akan meningkatkan infrastruktur untuk mendukung akses ke pelanggan baik berupa fiber to the home (FTTH) ataupun Base Tranceiver Station (BTS) 4G.

    Sepanjang kuartal I-2019, anak usaha seluler Telkom, yakni Telkomsel telah membangun BTS berbasis 4G sebanyak 8.405. Dengan begitu, hingga periode tersebut, Telkomsel memiliki total BTS sebanyak 197.486 unit dengan BTS 3G dan 4G/LTE sebanyak 147.181 unit. Sepanjang tahun ini, Telkom menargetkan bisa membangun 23.000 BTS baru.

    Sampai akhir tahun 2018, Telkom sudah memiliki jaringan backbone serat optik yang dibangun mencapai total panjang 161.652 dengan jaringan akses fiber optic mencakup 30,12 juta home-passed dan 382.870 wifi access. Selain itu, Telkom juga mengoperasikan tiga satelit dengan total kapasitas 133 transponder equivalent (TPE). (Icha)

  • Ririek Adriansyah Resmi Ditunjuk Jadi Dirut Telkom

    Ririek Adriansyah Resmi Ditunjuk Jadi Dirut Telkom

    Telko.id, Jakarta – Pergantian kepemimpinan terjadi di PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. Ririek Adriansyah resmi ditunjuk menjadi Dirut Telkom yang baru menggantikan Alex J. Sinaga. Saat ini, Ririek menjabat sebagai Dirut PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel).

    GM External Corporate Communication Telkomsel Denny Abidin mengatakan bahwa pengangkatan ini dilakukan berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Telkom pada Jumat (24/05/2019).

    “Perseroan memutuskan pengangkatan Ririek Adriansyah sebagai Direktur Utama Telkom menggantikan Alex J Sinaga yang berakhir masa jabatannya. Ririek Adriansyah saat ini merupakan Direktur Utama Telkomsel sejak Januari 2015,” tulis Denny berdasarkan keterangan resmi yang diterima Tim Telko.id pada Sabtu (25/05/2019).

    {Baca juga: Ririek Adriansyah Terpilih Jadi Ketua ATSI}

    Sebelum diangkat menjadi Presiden Direktur Telkom, Ririek menjabat sebagai Dirut Telkomsel pada tahun 2015 hingga 2019. Ririek juga pernah menjabat sebagai Direktur Compliance and Risk Management Telkomsel pada tahun 2012 hingga 2013.

    Ririek merupakan lulusan Teknik Elektro dari Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 1989. Sebelum menjadi Dirut Telkomsel, ia pernah menduduki sejumlah jabatan di Telkomsel dan Telkom Grup.

    Ririek mengawali kariernya di Telkom sebagai Deputi EGM Divisi Infratel sejak 2004 hingga 2008. Kemudian dia menjadi Direktur International Carrier Service, Telin pada 2008 hingga 2010 dan Direktur Marketing & Sales, PT. Telekomunikasi Indonesia Internasional (Telin) pada 2010-2011.

    Karir pria kelahiran Yogyakarta ini semakin menanjak saat ditunjuk sebagai orang nomor satu di PT Telin. Ia menjabat sebagai Presiden Direktur anak usaha Telkom itu pada 2011 hingga 2012. Kemudian dia pun menjabat sebagai Direktur Wholesale & International Service (WINS) sejak Mei 2012.

    {Baca juga: Telkomsel Siap Manfaatkan Palapa Ring}

    Saat ini, Ririek juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI) periode periode 2018 – 2021. Ia menggantikan Ketua ATSI sebelumnya, Merza Fachys. Selamat buat Pak Ririek menjabat sebagai Dirut Telkom yang baru. [NM/HBS]

  • Telkom Gelar Turnamen PUBG Antar Karyawan BUMN Agar Lebih Solid

    Telkom Gelar Turnamen PUBG Antar Karyawan BUMN Agar Lebih Solid

    Telko.id – Telkom menggelar event Spirit of Millennials Games Day 2018 di JI Expo Kemayoran, Jakarta, Kamis (13/9). Yang bertanding bukan hanya pemain profesional, tetapi juga karyawan BUMN, bahkan Menteri BUMN RI Rini Soemarno ikut main.

    Kenapa karyawan milenial BUMN juga diajak main PUBG? Bukannya nanti malah akan menurunkan kinerja BUMN?

    Inisiatif Spirit of Millennials Games Day ini bertujuan agar jajaran manajemen di BUMN dapat terus membina karyawan mudanya agar bisa menjadi pegawai yang berkualitas, inovatif, dan kreatif.

    “Harapannya, nantinya bisa membawa BUMN menghadapi berbagai perubahan di era globalisasi ini. Kami berharap BUMN dapat senantiasa eksis sebagai salah satu instrumen penting yang pendorong perekonomian bangsa,” ujar Rini yang sempati ikut turun main PUBG.

    Selain itu, seperti juga dengan tema dari event ini, Spirit of Millennials Games Day 2018, Telkom ingin, karyawan BUMN juga yang milenial saling kenal dan solid.

    “Dalam menghadapi era perubahan menuju digitalisasi ini, bukan tidak mungkin antar BUMN nanti nya akan ada kerjasama yang lebih dibandingkan sekarang ini. Jika sudah pernah bertemu, maka akan jauh lebih enak untuk melakukan kerjasamanya,” ujar Aulia Ersyah Marinto, VP Marketing Management at Directorate of Consumer Telkom menjelaskan.

    Aulia menjelaskan bahwa sebelumnya para perusahaan BUMN ini memiliki program masing-masing yang berhubungan dengan konteks milenial. Namun, khusus saat ini program tersebut disatukan melalui ajang Spirit of Millennials Games Day 2018.

    “Program ini dimulai IndiHome eSport League sejak 2017, kemudian tahun ini dicanangkan untuk di-sharing ke kementerian yang sesama perusahaan BUMN,” ucapnya.

    “PUBG ini kita pilih karena berdasarkan riset karena masuk ke dalam game top five terpopuler, makanya kita bawa untuk dikompetisikan,” ujar Aulia.

    Sementara itu, Direktur Utama Telkom Alex J. Sinaga mengatakan bahwa Spirit of Millennial Games Day 2018 ini ditujukan dalam rangka mengembangkan inovasi games digital, yang diharapkan dapat mendorong perkembangan industri games di Indonesia, sehingga memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

    Alex berpesan agar generasi milenial mampu bersinergi mengembangkan ekosistem industri games nasional.

    “Para milenial diharapkan dapat menciptakan value-added dalam setiap permainan, sehingga yang ditawarkan tidak hanya sekedar permainan yang menyenangkan, tetapi permainan yang mampu mempertajam cara berpikir, menggali kreativitas dan sportivitas, serta edukatif, sehingga games dapat digunakan sebagai media untuk menanamkan nilai-nilai sosial dan memperkenalkan berbagai kebudayaan lokal atau internasional. Dengan begitu, ekosistem industri games nasional akan semakin berkembang pesat dan daya saing developer games Indonesia pun akan meningkat,” ujar Alex.

    Spirit of Millennials Games Day 2018 merupakan festival permainan digital yang terdiri dari beberapa kegiatan diantaranya Turnamen PUBG Millennial BUMN, Turnamen Millennial Pro Mobile bagi komunitas yang didukung jaringan Telkomsel, BOD Games Exhibition yang mengikutsertakan jajaran direksi BUMN untuk bertanding dengan pemain profesional, dan Turnamen Millennial Pro yang diikuti oleh 16 finalis pertandingan IndiHome E-Sport League 2018 yang merupakan pemain profesional. 16 Finalis ini telah tersaring dari 3000 peserta yang 75% diantaranya merupakan pelanggan IndiHome.

    Dalam festival games ini, terdapat juga talk show dan coaching clinic dengan tema “Peran Millennials dalam Membangun Industri Games Indonesia di Masa Depan” dengan narasumber yang telah berkarya di industri games Indonesia.

    Spirit of Millenials Games Day 2018 menyediakan hadiah dengan total ratusan juta rupiah dan dimeriahkan oleh berbagai pengisi acara dan rangkaian acara menarik lainnya seperti kompetisi cosplay, kompetisi logo tim, kompetisi publikasi media sosial, serta hiburan permainan lainnya seperti archery, can toss, dan dart balloon. (Icha)

  • Kinerja Kuartal III 2018, Pendapatan Telkom Tumbuh 8,8% QoQ

    Kinerja Kuartal III 2018, Pendapatan Telkom Tumbuh 8,8% QoQ

    Telko.id – Dalam kondisi persaingan telekomunikasi yang demikian pelik, Telkom masih dapat menunjukan kinerja yang positif dan baik di kuartal III 2018 ini. Dengan pendapatan tumbuh 8,8% QoQ dibanding kuartal II 2018.

    Hal ini diperoleh dari upaya monetisasi layanan data dan pengendalian biaya yang berjalan dengan baik. Sebagai hasilnya, EBITDA dan Net Income tumbuh cukup tinggi masing-masing sebesar 35,5% dan 86,7% QoQ dibanding kuartal II tahun ini.

    Direktur Keuangan Telkom Harry M. Zen menyampaikan, kinerja kuartal III jauh lebih baik dibandingkan kuartal sebelumnya. “Peningkatan ini merupakan hasil dari upaya Perseroan dalam memperkuat kinerja segmen bisnis mobile, disamping terus menumbuhkan segmen bisnis fixed line dan melakukan pengelolaan biaya secara efektif,” ujar Harry.

    Telkomsel, sebagai anak perusahaan Telkom yang bergerak di bisnis mobile, kuartal ini menyumbangkan pendapatan pada group sebesar Rp23,0 triliun atau tumbuh 10,1% QoQ dibandingkan kuartal II 2018. Salah satu pendorong utama pencapaian ini adalah strategi yang tepat di segmen Digital Business Telkomsel yang tumbuh cukup tinggi. Segmen bisnis digital, khususnya layanan Data, masih menjadi mesin pertumbuhan Telkomsel dan mengkontribusi 54,2% dari total pendapatan Telkomsel di kuartal III 2018.

    Telkomsel juga berhasil melakukan pengendalian biaya dengan baik meskipun terus gencar menggelar BTS 4G di seluruh Indonesia. Biaya operasional Telkomsel mengalami sedikit penurunan sebesar 0,1% dibandingkan kuartal sebelumnya dan memberikan dampak terhadap kenaikan EBITDA sebesar 20,7% QoQ menjadi Rp12,4 triliun dan laba bersih sebesar 24,0% QoQ menjadi Rp6,6 triliun.

    Untuk meningkatkan kualitas jaringan dan menciptakan excellent customer experience untuk mendukung penggunaan data traffic yang tinggi, selama tahun 2018 Telkomsel telah membangun 22.578 BTS yang semuanya merupakan BTS 4G.

    Dengan penambahan tersebut, secara total, hingga akhir September 2018 Telkomsel telah membangun 50.755 BTS 4G. Sehingga, total BTS on-air Telkomsel mencapai 183.283 unit, dengan 72,5% di antaranya merupakan BTS 3G/4G.

    Pengembangan jaringan ini mendukung layanan prima kepada para pelanggan Telkomsel. Pada kuartal III 2018, jumlah pelanggan Telkomsel mencapai 167,8 juta di seluruh Indonesia, yang 112,6 juta di antaranya merupakan pengguna layanan data.

    Sementara itu Bisnis Digital Telkom semakin menunjukkan peningkatan yang signifikan di sembilan bulan pertama tahun ini dengan capaian pertumbuhan sebesar 21,2%  dibanding periode yang sama tahun lalu, dengan mencatatkan kontribusi dominan sebesar 51,88% dari total pendapatan perseroan.

    Kinerja segmen bisnis Fixed Line Telkom juga terus mengalami penguatan. Pada Sembilan bulan pertama di tahun 2018, pendapatan dari layanan IndiHome tercatat sebanyak Rp9,0 triliun atau meningkat 57,7% dari tahun lalu. Kontribusi ini diraih berkat peningkatan produktivitas tenaga sales dan teknisi, diversifikasi produk yang menarik dan konten-konten berkualitas, serta sistem IT yang semakin andal. ARPU IndiHome juga meningkat dari Rp251 ribu pada kuartal II 2018 menjadi Rp 258 ribu pada kuartal III 2018.

    Selama sembilan bulan pertama 2018, pelanggan IndiHome bertambah 1,7 juta, sehingga total pelanggan hingga akhir September 2018 mencapai 4,7 juta atau meningkat 101,2% dibandingkan tahun lalu, di mana 52% di antaranya merupakan pelanggan layanan Triple Play.

    Sementara itu, untuk segmen bisnis Enterprise, dalam sembilan bulan pertama ini terdapat peningkatan pendapatan sebesar 18,9% YoY. Pertumbuhan di segmen ini diproyeksikan terus menguat seiring dengan tren digitalisasi bisnis di berbagai perusahaan-perusahaan di Indonesia. Telkom berada di posisi yang strategis dalam mendukung tren digitalisasi tersebut, karena kami memiliki jaringan konektivitas, data centers, hingga menyediakan beragam platform dan solusi berbasis teknologi digital yang terintegrasi.

    Di sisi lain, segmen bisnis Wholesale and International juga mengalami peningkatan 32,6% dari periode yang sama di tahun 2017. Segmen ini ditargetkan terus tumbuh hingga akhir tahun 2018, didukung oleh infrastuktur terutama backbone, baik domestik dan internasional.

    Sehingga di tengah persaingan industri yang semakin ketat, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) membukukan pendapatan Rp99,2 triliun pada sembilan bulan pertama 2018 atau tumbuh 2,3% dibandingkan periode yang sama tahun 2017. Sementara itu, EBITDA tercatat Rp 44,9 triliun dan laba tercatat sebesar Rp14,2 triliun.

    Saat ini, Telkom tengah menyelesaikan pembangunan sistem kabel laut Indonesia Global Gateway (IGG) yang diperkirakan rampung pada akhir 2018. IGG menghubungkan sistem kabel laut South East Asia – Middle East – West Europe 5 (SEA-ME-WE-5) dengan South East Asia – United States (SEA-US). Pembangunan IGG merupakan milestone penting untuk menjadikan Telkom sebagai global digital hub.

    Telkom juga baru saja meluncurkan Satelit Merah Putih pada 7 Agustus lalu. Satelit Merah Putih membawa 60 transponder aktif yang terdiri dari 24 Standard C-band dan 12 Extended C-band yang menjangkau Asia Tenggara serta 24 Standard C-Band dengan jangkauan Asia Selatan. Selain untuk menyediakan akses information & communication technology (ICT) di wilayah-wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) di Indonesia, keberadaan Satelit Merah Putih juga diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap satelit asing.

    Telkom juga telah menerbitkan Medium Term Notes (MTN) dengan nilai Rp1,5 triliun, untuk memperbaiki profil hutang, dengan memperbesar porsi pinjaman dengan bunga tetap. Hal ini sebagai antisipasi atas potensi naiknya suku bunga dalam beberapa tahun ke depan. Telkom menawarkan MTN konvensional dan syariah ijarah, masing-masing dalam tiga seri. MTN tersebut berdurasi satu tahun, dua tahun, dan tiga tahun dengan bunga tetap atau bagi hasil masing-masing sebesar 7,25%, 8,0%, dan 8,35%.

    Sampai dengan akhir tahun 2018, Telkom mengalokasikan capital expenditure (capex) sekitar 25% dari total pendapatan Perseroan. Alokasi belanja modal terbanyak digunakan untuk mendukung bisnis broadband.

    “Telkom terus fokus memperkuat infrastruktur untuk meningkatkan kualitas layanan yang mendukung excellent customer experience. Dengan jaringan infrastruktur yang kuat dan andal, diharapkan Perseroan dapat menciptakan sustainable competitive growth dalam jangka panjang,” demikian tutup Harry M. Zen. (Icha)

     

     

     

  • Ini Dia 4 Area Kolaborasi Telkom dan Cisco Dukung Transformasi Digital BUMN

    Ini Dia 4 Area Kolaborasi Telkom dan Cisco Dukung Transformasi Digital BUMN

    Telko.id – Telkom dan Cisco sepakat untuk mendukung transformasi digital BUMN. Kesepakatan dua perusahaan tersebut dituangkan dalam Nota kesepahaman yang ditandatangani oleh Direktur Enterprise & Business Service Telkom Dian Rachmawan dan President (ASEAN) Cisco Systems Naveen Menon di Jakarta, Senin (21/5).

    Dian Rachmawan mengatakan bahwa bisnis Indonesia secara umum berubah dengan cepat, sebagian besar didorong oleh kemajuan teknologi saat ini. Hal ini membuka peluang bisnis baru dan juga memunculkan tantangan tersendiri. “Bagi BUMN dalam mewujudkan potensi penuh transformasi digital, hal yang penting adalah kolaborasi stakeholder dari sektor publik dan swasta untuk saling berbagi best practice”, jelas Dian.

    Dian Rachmawan menambahkan, kolaborasi Telkom bersama Cisco ini bertujuan mengkombinasikan keahlian dan kapabilitas kedua perusahaan serta pengetahuan dan juga pengalaman untuk mendukung BUMN melakukan  transformasi digital.

    Sementara itu, President (ASEAN) Cisco Systems Naveen Menon mengatakan bahwa penggunaan dan inovasi digital adalah kunci untuk pertumbuhan jangka panjang bagi BUMN di Indonesia. “Kita telah melihat bahwa BUMN, seperti pada sektor layanan finansial, retail, dan manufaktur, saat ini dalam proses menuju transformasi digital. Keberhasilan transformasi ini bergantung pada kepastian bahwa perusahaan tidak hanya menggunakan teknologi yang tepat, tapi juga siap  memerangi ancaman cyber dan memiliki tim bertalenta dan professional yang dibutuhkan untuk mendukung keberhasilan di dunia era digital yang serba terhubung seperti saat ini”, demikian Naveen Menon.

    Naveen Menon menyampaikan rasa bangganya terealisasi kolaborasi antara Cisco dengan Telkom. “Saya percaya bahwa kombinasi pemahaman Telkom terhadap kondisi bisnis Indonesia dan jangkauan luas solusi teknologi Cisco akan membantu perusahaan di Indonesia dalam pemanfaatan digital untuk mengatasi tantangan-tantangan terbesar dan meraih pertumbuhan bisnis di masa depan”, ungkap Naveen Menon.

    Sesuai Nota Kesepahaman, Telkom dan Cisco akan menggarap bisnis digital untuk Segmen Enterprise melalui Program Digital Transformation dengan fokus pada empat area, yaitu Networking, Cybersecurity, Hybrid Cloud, dan Talent Development.

    Empat Area Kolaborasi Telkom-Cisco

    Kolaborasi Telkom dan Cisco dari aspek Networking akan membangun nilai tambah spesifik perindustrian yang memungkinkan pelaksanaan transformasi digital di perusahaan sektor strategis, seperti layanan finansial, retail, dan manufaktur. Beberapa contoh layanan, adalah network solutions dan layanan yang memfasilitasi bank untuk membuka cabang-cabang digital, manufaktur untuk terhubung dengan perangkat industri dan mesin produksi lintas lantai. Hal ini memungkinkan otomasi, mengurangi biaya operasional dan meningkatkan produktivitas.

    Dari aspek Cybersecurity bertujuan untuk melengkapi perusahaan dengan media perlindungan terhadap potensi penyerangan cyber yang dapat mengakibatkan pengambilan dan penyalahgunaan data perusahaan. Solusi ini akan dihasilkan dengan melengkapi penawaran Telkom dengan portfolio milik Cisco seperti Firewalls, IPS, Stealthwatch, dan lainnya yang memberikan perusahaan pertahanan dan juga mekanisme penyerangan untuk pengamanan dari gangguan eksternal.

    Sementara kerjasama di aspek Hybrid Cloud akan memberikan layanan join cloud management yang memastikan kelincahan dan fleksibilitas perusahaan. Hal ini dapat tercapai dengan menyediakan solusi fleksibel yang memfasilitasi perusahaan untuk menyimpan, memproses dan mengelola data secara jarak jauh (remote servers) dengan pilihan public atau private.

    Sedangkan dari sisi Talent Development, Telkom dan Cisco akan bekerjasama untuk melatih tim teknisi dan penjualan dalam rangka meningkatkan kapabilitas tim. Pelatihan antara lain terdiri dari materi yang diberikan oleh Networking Academy Cisco, seperti network programmability, cybersecurity, dan Blackbelt Framework.

    Network Academy Cisco memiliki sejarah dan pengalaman panjang dalam bidang pelatihan profesional. Di Indonesia, Network Academy Cisco telah melatih lebih dari 32.000 peserta di bidang finansial pada tahun 2017 dan secara total telah melatih 182.506 peserta di Indonesia dan 1,26 juta untuk area Asia-Pasifik dan Jepang. (Icha)

     

     

  • Payout Ratio 75%, Telkom Bagikan Dividen Rp16,6 Triliun

    Payout Ratio 75%, Telkom Bagikan Dividen Rp16,6 Triliun

    Telko.id – Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) Tahun Buku 2017 menyetujui pembagian dividen sebesar Rp16,6 triliun. Dividen tersebut merupakan yang tertinggi dalam tiga tahun terakhir.

    Rapat menyetujui payout ratio sebesar 75% dengan rincian 60% atau sebesar Rp13,3  triliun merupakan dividen tunai. Sebesar 15% atau Rp3,3 triliun merupakan dividen spesial. Sementara itu, sisanya sebesar 25% atau Rp5,5 triliun merupakan laba ditahan.

    Dividen tunai dan dividen spesial akan dibagikan kepada pemegang saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan per tanggal 11 Mei 2018 pukul 16.15 WIB. Sedangkan dividen tunai dan dividen spesial akan dibagikan secara sekaligus selambat-lambatnya tanggal 31 Mei 2018.

    “Sepanjang tahun 2017, Telkom berhasil membukukan kinerja yang cukup memuaskan. Pendapatan usaha sebesar Rp128,3 triliun atau tumbuh sebesar 10,2% dibanding tahun 2016. Sedangkan EBITDA tumbuh 8,6% menjadi Rp64,6 triliun dan laba bersih naik 14,4% menjadi Rp22,1 triliun. Dari sisi profitabilitas, margin laba bersih meningkat 0,7 ppt menjadi 17,3%. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat profitabilitas dapat terjaga dengan baik. Performansi keuangan yang baik tersebut menunjukkan kemampuan perusahaan untuk terus tumbuh di tengah persaingan industri telekomunikasi di Indonesia yang semakin ketat,” kata Alex J. Sinaga, Direktur Utama Telkom.

    Pertumbuhan pendapatan Perseroan masih didorong oleh kontribusi pendapatan dari segmen Data, Internet & IT Service yang tumbuh sebesar 28,7%, dengan kontribusi sebesar 43,2% dari total pendapatan. Pertumbuhan layanan Data, Internet & IT Service meningkat seiring dengan semakin tingginya penggunaan smartphone, bertambahnya pelanggan IndiHome secara signifikan dan meningkatnya layanan ICT Solution untuk pelanggan korporasi.

    Kontribusi pendapatan Data, Internet & IT Service yang semakin besar menunjukkan Perseroan sudah berjalan pada jalur yang tepat untuk menjadi “Digital Telecommunication Company”. Sementara itu beban operasional dan pemeliharaan meningkat sebesar 17,1% seiring dengan pembangunan infrastruktur broadband meliputi backbone, mobile dan fixedline yang semakin agresif.

    Sementara itu, entitas anak usaha Telkomsel juga mencatat pertumbuhan yang mengesankan. Pada akhir tahun 2017, pelanggan Telkomsel tercatat sebanyak 196,3 juta pelanggan.  Untuk memberikan layanan terbaik bagi pelanggannya, Telkomsel berkomitmen untuk terus membangun infrastruktur guna memberikan pengalaman digital terbaik.

    Hal ini ditunjukan dengan pembangunan 28.153 BTS selama tahun 2017 yang seluruhnya merupakan BTS 3G/4G. Sehingga sampai dengan akhir tahun 2017 total BTS Telkomsel yang on-air tercatat sebanyak 160.705 unit dimana sekitar 68,7% merupakan BTS 3G/4G. Sedangkan untuk layanan 4G Telkomsel, saat ini telah hadir di 490 kota di seluruh Indonesia.

    Pertumbuhan Telkomsel didukung oleh bisnis digital yang meningkat sebesar 28,7% dari tahun 2016. Pertumbuhan tersebut seiring dengan semakin tingginya pengguna smartphone dan meningkatnya konsumsi data pelanggan Telkomsel. Pendapatan tersebut didominasi oleh bisnis data yang naik sebesar 28,2% dan layanan digital yang naik sebesar 33,6% dari tahun 2016. Bisnis digital ini berkontribusi sebesar 42,3% dari total pendapatan Telkomsel, meningkat dari 35,4% pada tahun 2016.

    Dinamika yang terjadi pada industri seluler saat ini menambah keyakinan bahwa bisnis Data dan Layanan digital merupakan masa depan industri telekomunikasi. Telkomsel fokus pada pembangunan ekosistem digital dengan membentuk portofolio layanan digital yang mencakup layanan Digital Lifestyle, Mobile Financial Services, Digital Banking dan Digital Advertising.

    Pada bisnis fixedline, Telkom terus mengembangkan layanan fixed broadband IndiHome yang telah menunjukan hasil yang positif. Pada akhir tahun 2017 pelanggan IndiHome mencapai hampir 3 juta pelanggan, tumbuh sebesar 82,6% dari tahun sebelumnya. Dari sisi pendapatan IndiHome mencatatkan pendapatan sebesar Rp8,2 triliun, tumbuh 48,1% dibanding tahun 2016. Pertumbuhan bisnis IndiHome tersebut diharapkan menjadi pendorong pertumbuhan Perseroan di masa mendatang.

    Sampai dengan akhir Desember 2017, Capital Expenditure (CAPEX) mencapai Rp33,2 triliun.  Belanja modal tersebut sebagian besar digunakan untuk membangun BTS 3G/4G guna memperkuat bisnis seluler, jaringan backbone dan akses fiber optic serta satelit untuk memperkuat bisnis broadband dan layanan digital. Selanjutnya pada tahun 2018, Telkom menetapkan Capex yang berkisar 23% hingga 25% dari target revenue dengan fokus alokasi bagi infrastruktur backbone, fixed dan mobile broadband.

    Di sisi infrastruktur, untuk melengkapi sistem jaringan kabel laut Indonesia-Timur Tengah-Eropa Barat (SEA-ME-WE5) dan Indonesia-Amerika Serikat (SEA-US), Telkom juga sedang membangun kabel laut Indonesia Global Gateway (IGG) dari Dumai ke Manado yang akan menghubungkan SEA-ME-WE5 dan SEA-US. Infrastruktur tersebut diharapkan dapat beroperasi pada pertengahan tahun 2018 ini sehingga dapat memperkuat jaringan Telkom untuk menjadikan Telkom sebagai global digital hub.

    Setelah berhasil meluncurkan Satelit Telkom-3S yang telah beroperasi sejak April 2017, Telkom saat ini juga tengah menyelesaikan pembangunan Satelit Telkom-4 yang diberi nama Satelit Merah Putih dan diperkirakan akan diluncurkan pada kuartal ketiga tahun 2018. Dengan kapasitas yang lebih besar, Satelit Merah Putih akan membawa 60 transponder, terdiri dari 48 C-Band dan 12 extended C-Band.

    Alex mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada para pemegang saham serta stakeholder lainnya atas pencapaian kinerja Perseroan di tahun buku 2017. “Atas nama pengurus Perseroan, kami memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pemegang saham, Dewan Komisaris, dan tentunya seluruh karyawan atas kerja keras dan pencapaian kinerja yang memuaskan,” demikian tutup Alex J. Sinaga. (Icha)

     

     

  • Telkom Kantongi Pendapatan Rp32,3 Triliun Pada Kuartal I 2018

    Telkom Kantongi Pendapatan Rp32,3 Triliun Pada Kuartal I 2018

    Telko.id – Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) berhasil meraih pendapatan sebesar Rp32,3 triliun sepanjang kuartal I tahun 2018 yang berarti mengalami pertumbuhan sebesar 4,3% di banding kuartal pertama tahun lalu, meskipun di tengah persaingan industri yang kian ketat serta dinamika industri telekomunikasi yang bergeser dari bisnis legacy (voice & SMS) ke bisnis Digital. Earning Before Interest Tax Depreciation Amortization (EBITDA) di kuartal pertama 2018 ini sebesar Rp16,1 triliun, dengan laba bersih sebesar Rp5,73 triliun.

    Pendapatan BUMN ini didominasi oleh segmen data, internet and IT service yang menghasilkan pendapatan sebesar Rp15,9 triliun naik 23,3% dibandingkan periode 2017 yang sebesar Rp12,9 triliun.

    “Bisnis data, internet & IT service meningkat seiring dengan semakin tingginya penggunaan smartphone, bertambahnya pelanggan IndiHome dan meningkatnya layanan ICT Solution untuk pelanggan korporasi,” ujar Direktur Keuangan Telkom Harry M Zen.

    Dalam segi operasional hingga kuartal pertama 2018, pelanggan fixed broadband tercatat 5,74 juta dengan  layanan IndiHome mencatatkan pertumbuhan yang cukup pesat, yakni bertambah sebesar 97% dari tahun sebelumnya menjadi sebanyak 3,5 juta pelanggan.

    Peningkatan jumlah pelanggan IndiHome tersebut berkat perluasan dan peningkatan kualitas jaringan, perbaikan sistem Information Technology (IT), peningkatan produktivitas teknisi dan tenaga pemasaran  serta didukung oleh program pemasaran yang agresifSementara itu, layanan mobile broadband Telkomsel juga mencatat pertumbuhan  jumlah pelanggan yang cukup meyakinkan, yakni tumbuh 21,3% menjadi 108,73 juta pelanggan.

    Untuk Capital Expenditure (Capex) pada kuartal pertama tercatat mencapai Rp6,1 triliun. Capex  terutama digunakan untuk membiayai pembangunan BTS,  perluasan jaringan akses dan infrastruktur backbone termasuk penyiapan Satelit Merah Putih dan pembangunan Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) yang menunjang bisnis fixed and mobile broadband.

    Telkomsel, entitas anak usaha Telkom, membukukan pendapatan sebesar Rp21,9 triliun dengan EBITDA Rp12,0 triliun dan laba bersih Rp6,4 triliun. Bisnis digital Telkomsel pada tiga bulan pertama 2018 menunjukkan peningkatan sebesar 24,8% dengan capaian sebesar Rp10,5 triliun. Angka ini membuat komposisi bisnis digital menjadi 48% dari total pendapatan Telkomsel, meningkat dari komposisi periode yang sama tahun lalu yakni sebesar 38%.

    Pada kuartal pertama ini juga, Telkomsel telah menyelesaikan penambahan BTS (Base Transceiver Station) sebanyak 6.944 unit BTS baru yang semuanya adalah BTS 4G. Dengan penambahan ini maka  total BTS yang aktif hingga kuartal pertama 2018 adalah sebanyak  167.649 unit dimana sekitar 70% di antaranya adalah BTS 3G/4G.

    Untuk pendapatan IndiHome tercatat sebesar Rp2,5 triliun atau meningkat 48,0% dibanding tahun lalu. Sedangkan pendapatan dari Segmen Enterprise adalah sebesar Rp8,6 triliun. Untuk segmen enterprise, perusahaan tetap fokus pada penyediaan layanan ICT (Information and Communication Technology) Solutions terintegrasi dengan mengedepankan keunggulan pada keragaman smart enabler platform.

    Untuk segmen wholesale and international business, tercatat pendapatan sebesar Rp2,2 triliun atau tumbuh 32,3% dibanding tahun lalu. Hal ini didukung dengan telah beroperasinya sistem kabel laut SEA-US dan SEA-ME-WE5.

    Melihat pertumbuhan bisnis digital yang cukup pesat, Harry M Zen mengatakan, “Dinamika yang terjadi di industri saat ini menambah keyakinan Telkom bahwa bisnis data dan layanan digital merupakan masa depan industri telekomunikasi. Tidak hanya pada mobile broadband, namun segmen enterprise, IndiHome dan wholesale and international business, kami harapkan akan menjadi pendorong utama bisnis Telkom di masa mendatang untuk mempertahankan pertumbuhan bisnis perusahaan. Perseroan senantiasa meningkatkan kapabilitas digitalnya dan terus berinovasi dengan dukungan smart network and IT infrastructure dalam melayani pelanggan serta memberikan customer experienceterbaik.” (Icha)

     

     

     

     

  • Telkom Perkuat Strategi Untuk Go Global Dengan Bangun neuCentrIX di Hongkong

    Telkom Perkuat Strategi Untuk Go Global Dengan Bangun neuCentrIX di Hongkong

    Telko.id – Telkom Indonesia melalui anak usaha yang menjalankan bisnis internasionalnya Telekomunikasi Indonesia International (Telin) meresmikan beroperasinya Data Center neuCentrIX (Neutral Cloud and Internet Exchange) Hong Kong.

    Dengan beroperasinya di Hong Kong menandai keberadaan neuCentrIX milik Telkom Group di 12 kota domestik dan global, dimana sebelumnya telah beroperasi di Jakarta, Medan, Batam, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Balikpapan, Makassar, Manado dan Singapura.

    neuCentrIX adalah brand produk Data Center yang dikelola oleh Telkom Group baik di domestik oleh Telkom Sigma maupun di luar negeri oleh Telin Group.

    “neuCentrIX menghadirkan Data Center yang terkoneksi secara seamless baik domestik maupun global. Content provider domestik cukup mengunakan layanan ini di kota terdekatnya dan dapat merasakan manfaat akses global. Disamping itu juga data center ini netral yang memiliki koneksi ke berbagai service dan network provider dari seluruh dunia. Jadi content provider, service provider maupun network provider semua dimudahkan”, tegas Abdus Somad Arief, Direktur Wholesale & International Service Telkom menjelaskan.

    Dalam kesempatan yang sama CEO Telin Faizal Rochmad Djoemadi mengatakan bahwa neuCentrIX Hong Kong dibangun dengan fasilitas kelas dunia yang memenuhi standar internasional untuk mengakomodir peluang pasar konten provider di regional yang berkeinginan terhubung dengan 260 juta masyarakat Indonesia, serta jutaan lainnya melalui keberadaan 65 Point of Presences di seluruh penjuru dunia yang dikelola Telin Group.

    “Kehadiran neuCentrIX sebagai jaringan data center diharapkan mampu menggerakkan perekonomian digital tidak hanya bangsa Indonesia namun juga dunia. Karenanya peran neuCentrIX sangat kuat untuk menjadikan Indonesia sebagai penghubung dan hub internet dunia”, demikian ujar Asa. (Icha)