Kategori: Operator

  • Tahukah Anda, Indonesia adalah Cikal Bakal 4G?

    Tahukah Anda, Indonesia adalah Cikal Bakal 4G?

    Telko.id – Mungkin hanya sebagian orang di luar sana, yang tahu bahwa layanan internet super cepat yang saat ini sedang menjadi primadona di hampir seluruh dunia ternyata memiliki hubungan yang sangat dekat dengan negeri kita tercinta, Indonesia. Bukan karena Indonesia adalah negara yang menjadi pengembang dari teknologi ini, melainkan lebih kepada akarnya, dimana orang Indonesia lah yang ternyata menjadi penemunya.

    Adalah Dr. Eng. Khoirul Anwar, penemu sekaligus pemilik paten teknologi 4G berbasis OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing) itu. Pria kelahiran Kediri ini menciptakan transmitter yang dewasa ini lebih dikenal dunia dengan sebutan teknologi 4G. Teknologi broadband tersebut menjadi standard internasional ITU, untuk sistem teresterial (di bumi) maupun satelit.

    Menariknya,  penemuan teknologi 4G menurut Khoirul ini diadaptasi dari serial kartun Dragon Ball. Ya, sang profesor yang tak selamanya berkutat dengan buku dan penelitian ini diam-diam adalah penggemar kartun dengan jagoan bernama Goku tersebut.

    “Ketika Goku menggunakan kekuatan alam yang digabungkan menjadi bola api genki dama, sehingga menghasilkan tenaga yang luar biasa. Itu saya terapkan dalam formula matematika. Dalam teknologi 4G, menarik energi di sekitarnya,” tutur Khoirul.

    Khoirul menciptakan teknologi 4G saat masih menempuh studi doktoral di Nara Institute of Science and Technology (NAIST), Jepang. Saat itu, ia merasa gundah dengan adanya masalah power pada Wi-Fi.

    Untuk mengatasi hal tersebut, Anwar pun menggunakan algoritma Fast Fourier Transform (FFT) secara berpasangan. Sebuah FFT dipasangkan dengan FFT aslinya dengan harapan bisa menstabilkan power.

    Pria yang sangat mengidolakan Albert Einstein ini juga sempat dianggap gila karena menjelaskan teorinya tersebut di Hokkaido, Jepang pada 2015 silam.

    Sistem 4G sendiri menyediakan solusi IP yang komprehensif dimana suara, data, dan arus mtimedia dapat sampai kepada pengguna kapan saja dan dimana saja dengan kecepatan rata-rata data lebih tinggi dari generasi sebelumnya.

    Bagaimanapun, ada beberapa pendapat yang ditujukan untuk 4G, yakni 4G akan merupakan sistem berbasis IP terintegrasi penuh. Ini akan dicapai setelah teknologi kabel dan nirkabel dapat dikonversikan dan mampu menghasilkan kecepatan 100Mb/detik dan 1Gb/detik baik di dalam maupun di luar ruang dengan kualitas premium dan keamanan tinggi. 4G akan menawarkan segala jenis layanan dengan harga yang terjangkau.

    Setiap handset 4G sendiri akan langsung mempunyai nomor IP v6 dilengkapi dengan kemampuan untuk berinteraksi secara online yang berbasis Session Initiation Protocol (SIP).

    Sementara semua jenis radio transmisi seperti GSM, TDMA, EDGE, CDMA, 2G, 2.5G akan dapat digunakan dan dapat berintegrasi dengan mudah dengan radio yang dioperasikan tanpa lisensi seperti IEEE 802.11 di frekuensi 2.4 GHz & 5-5.8Ghz, Bluetooth serta selular. Integrasi voice dan data dalam channel yang sama. Integrasi voice dan data aplikasi SIP-enabled.

    Meski berprestasi di Jepang, Khoirul nyatanya menyimpan keinginan untuk kembali ke Indonesia. Semangat belajarnya yang tak pernah mati membuatnya terus mengasah kemampuan. Sosok cemerlang ini ingin pulang ke tanah air ketika sudah menjadi salah satu tokoh terkemuka di bidang telekomunikasi.

    Penerapan 4G di Indonesia

    Sungguh ironis memang, ketika penemu jaringan internet generasi keempat adalah orang Indonesia, negara ini sendiri justru menjadi salah satu negara yang terbilang lama dalam menerapkan teknologi 4G.

    Seperti diketahui, Indonesia sendiri mulai menerapkan jaringan 4G pada tahun 2010 silam, ketika Sitra WiMAX yang juga bagian dari Lippo Group dan merek dagang terbaru dari PT. Firstmedia Tbk melayani 4G Wireless Broadband pertama di Indonesia di daerah terpadat dan sekaligus memiliki hak izin BWA termahal, yaitu di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Provinsi Banten, Sumatera Utara, dan Provinsi NAD. Namun teknologi Wimax pun ditinggalkan dan tidak berkembang di sini. Bolt! yang juga anggota dari Lippo Grup menyusul kemudian, dan mulai menyelenggarakan layanan 4G LTE di tahun 2013, meskipun dengan cakupan yang masih terbilang sedikit.

    Pada tahun 2014, tiga operator besar di Indonesia mulai mengimplementasikan layanan 4G LTE dan bisa digunakan secara komersial pada kanal frekuensi 900 Mhz, meski dengan cakupan yang masih terbatas.

    Barulah di tahun 2015, setelah proses refarming di frekuensi 1800 Mhz, tercatat ada 4 operator penyedia layanan 4G LTE unjuk gigi. Mereka adalah Telkomsel, XL Axiata, Indosat Ooredoo, Huchtison 3, dan Smartfren. Plus, satu penyedia layanan 4G, yaitu Bolt!

    Choirul Anwar Juga Menemukan OFDM tanpa Cycling Prefix

    OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing) merupakan teknik modulasi untuk komunikasi wireless broadband yang tahan melawan frekuensi selective fading dan interferensi narrowband serta efisien menghadapi multi-path delay spread. Untuk mencapai hal tersebut, OFDM membagi aliran data high-rate mejadi aliran rate yang lebih rendah, sebelum kemudian dikirimkan secara bersama pada beberapa sub-carrier. OFDM biasanya memerlukan cyclic prefix (CP) sehingga efek sirkulasi saluran bisa diperoleh.

    Dengan equalization berantai atau chained turbo equalization (CHATUE), CP mampu dihilangkan sama sekali namun tidak mengurangi performa dari sistem. CP ini bisa dihilangkan dengan memanfaatkan dan mengumpulkan energi yang tersebar di awal dan di belakang blok data yang sedang diproses.

    Sepintas, ini mirip dengan proses pengumpulan energi genki dama pada serial animasi Dragon Ball. Temuan Khoirul Anwar ini kemudian mendapatkan penghargaan Young Scientist Encouragement Award pada Institute of Electrical and Electronics Engineers Vehicular Technology Conference (IEEE VTC) 2010 pada musim dingin yang digelar 16-19 Mei 2010, di Taiwan.

    Kini hasil temuan yang telah dipatenkan itu digunakan oleh sebuah perusahaan elektronik besar asal Jepang. Ayah 4 orang anak ini dapat mematahkan anggapan yang awalnya ‘tak mungkin’ di dunia telekomunikasi. Kini sebuah sinyal yang dikirimkan secara nirkabel, tak perlu lagi diperisai oleh guard interval (GI) untuk menjaganya kebal terhadap delay, pantulan, dan interferensi. Turbo equalizer akan membatalkan interferensi sehingga sinyal bisa diterima.

    OFDM juga bisa diterapkan Indonesia, terlebih di kota besar yang punya banyak gedung pencakar langit dan daerah pegunungan. Sebab di daerah tersebut biasanya gelombang yang ditransmisikan mengalami pantulan dan penundaan lebih panjang.

    Temuan ini telah dipatenkan tahun 2010 lalu dan kemungkinan besar akan dipakai untuk teknologi masa depan yang harus tetap optimal karena tantangan sinkronisasi dalam skema Internet Of Things. [ak/if]

  • Lewat Telenor, Warga Bulgaria akan Segera Nikmati 4G

    Lewat Telenor, Warga Bulgaria akan Segera Nikmati 4G

    Telko.id – Perusahaan Telekomunikasi Terbesar kedua di Bulgaria, Telenor baru-baru ini mengungkap rencananya untuk meluncurkan layanan 4G dengan standar Long Term Evolution (LTE) pada 1 Desember mendatang.

    Untuk tahap awal, gelaran tersebut akan mencakup ibukota Sofia dan sebagian besar Selatan serta Timur Bulgaria, sebelum akhirnya mencakup seluruh kota dan kota-kota besar, serta negara resort musim dingin terbesar, pada pertengahan Desember.

    Ke depannya perusahaan akan menyediakan cakupan 4G efektif untuk sekitar 57 persen dari penduduk negara itu, dengan ekspansi lebih lanjut, termasuk ke Bulgaria resort tepi laut yang populer, dan akan hadir pada 2016 mendatang.

    Dilansir dari Sofia Globe (27/11), semua pelanggan Telenor Bulgaria akan dapat menggunakan layanan 4G gratis sampai dengan 31 Januari 2016, asalkan mereka memiliki smartphone dan kartu SIM 4G yang kompatibel, kata perusahaan itu.

    Meskipun pihak Telenor Bulgaria tidak memberikan rincian mengenai biaya data untuk 4G secara spesifik, tapi setidaknya mereka mengatakan kapan waktu pastinya layanan ini dimulai.

    CEO Telenor, Stein-Erik Vellan menyebut, Perusahaan akan menggunakan pita frekuensi 1800MHz untuk layanan 4G, setelah menyelesaikan overhaul jaringan pada awal musim panas ini dan meningkatkan efisiensi jaringan untuk membebaskan spektrum saat ini.

    Telenor Bulgaria bukanlah perusahaan pertama yang menawarkan layanan 4G di Bulgaria, namun mereka adalah operator pertama dari tiga operator besar di negara itu yang menghadirkan layanan super cepat ini.

    Vellan mengatakan bahwa peluncuran layanan 4G sekali lagi menggarisbawahi komitmen Telenor untuk Bulgaria. Setelah Group mereka mengumumkan akuisisi globul dari operator telekomunikasi Yunani, Cosmote pada bulan April 2013 silam dan telah menyelesaikan proses re-branding pada November 2014 lalu.

    Melonjaknya penggunaan mobile data dan meningkatnya penggunaan smartphone, ditambah dengan selesainya perbaikan jaringan adalah alasan utama Telenor meluncurkan layanan ini, “meskipun ada keterbatasan spektrum,” kata Vellan.

    Sebagai informasi, pengenalan layanan 4G di Bulgaria telah tertunda dalam beberapa tahun terakhir oleh kurangnya spektrum yang tersedia. Pemerintah Bulgaria telah berkomitmen untuk membuat beberapa frekuensi yang saat ini digunakan oleh Departemen Pertahanan untuk penggunaan komersial, tetapi proses telah diperlambat oleh kurangnya dana untuk militer. [ak/if]

  • 100 Jaringan di Seluruh Dunia Gunakan LTE Advanced

    100 Jaringan di Seluruh Dunia Gunakan LTE Advanced

    Telko.id – Asosiasi Perdagangan Industri Ponsel di Amerika Serikat mengatakan bahwa pasar LTE Advanced telah digunakan secara komersial pada 100 jaringan di 49 negara di seluruh dunia.

    Menurut 4G Americas, saat ini ada setidaknya 430 jaringan LTE yang telah komersial bersama dengan 100 jaringan LTE-Advanced. Dengan total pelanggan saat ini sebanyak 907 juta pengguna dan diperkirakan akan mencapai 3,6 miliar pada tahun 2020. Demikian dilansir dari Telecoms, (26/11).

    Di Amerika Serikat dan Kanada sendiri, ada sekitar 68 jaringan LTE komersial. AS memiliki tujuh penyedia LTE-Advanced komersial, seperti AT&T, Sprint, T-Mobile, Verizon Wireless dan RedZone, sementara Kanada memiliki tiga peyedia diantaranya Bell Mobility, Rogers dan Telus. Total pengguna saat ini adalah sebesar 219 juta pelanggan di Amerika Utara dan akan meningkat menjadi 392 juta pada tahun 2020 mendatang.

    Namun, ada potensi yang lebih besar untuk pertumbuhan di Amerika Selatan, yang memiliki 71 jaringan LTE komersial di 25 negara. Saat ini ada sekitar 35 juta pengguna berbasis LTE di Amerika Latin dan diperkirakan akan bertambah banyak sedikitnya tujuh kali lipat menjadi 259 juta pada tahun 2020.

    Sebagai informasi, Jaringan LTE-Advanced pertama kali diluncurkan di Korea Selatan pada bulan Juni 2013 lalu, dengan memanfaatkan Carier Agregation. LTE Advanced juga menjadi fitur teknologi yang paling populer sejak saat itu. Sementara itu, Nokia Networks dan Deutsche Telekom telah menjadi pemain industri terbaru yang mengumumkan sebuah inovasi teranyar dalam Carier Agregation.

    Untuk Indonesia sendiri, Carier Agregation sejatinya telah dijalankan oleh Smartfren melalui dua carier mereka di frekuensi 2300 Mhz. Namun, ketersediaan perangkat yang terjangkau masih menjadi salah satu alasan mengapa mereka belum meresmikan teknologi ini secara komersial. [ak/if]

  • Tri Juga Inginkan Tambahan Blok di 2100 Mhz

    Tri Juga Inginkan Tambahan Blok di 2100 Mhz

    Telko.id – Setelah menyelesaikan proses refarming pada frekuensi 1800 Mhz, Pemerintah dan para operator kini bersiap untuk mulai mengalokasikan sisa blok di frekuensi 2100 Mhz.

    Seperti diketahui, Saat ini pemerintah masih menunggu proses migrasinya Smartfren di frekuensi 1900 Mhz yang sangat berdekatan dengan dua blok sisa di frekuensi 2100 Mhz dan tentunya akan menyebabkan interferensi.

    Meski belum dapat dipastikan kapan Smartfren akan pindah, namun Pemerintah telah memilih Beauty Contest sebagai cara bagi para operator untuk mendapatkan dua blok sisa tersebut.

    Setelah XL melalui CEO, Dian Siswarini mengungkapkan keinginan untuk memiliki dua blok tersebut, kini giliran Hutchison 3 yang menyatakan keinginan serupa.

    Ditemui tim Telko.id di Kominfo, Senin (23/11), Vice President Director Tri, Danny Buldansyah menyebutkan bahwa perusahaan yang dipimpinnya juga menginginkan dua blok sisa tersebut untuk dapat memaksimalkan jaringan 4G dengan Carier Agregation.

    Sebagai informasi, Tri dari awal memang sudah menjadi operator yang mengarahkan layanan mereka di layanan data, yakni 3G, Perusahaan menggunakan frekuensi 2100 Mhz dengan 2 Blok miliknya untuk mengcover seluruh pengguna 3G Tri di Indonesia.

    Sementara itu, untuk jaringan voice sendiri, Tri menggunakan frekuensi 1800 Mhz dengan membagi rata dua blok yang mereka miliki dengan jaringan 4G LTE.

    “Saat ini kita menggunakan frekuensi 2100 Mhz untuk jaringan 3G. Nantinya kalau kita mendapatkan tambahan bandwith maka kita akan bisa lebih fleksibel lagi dalam mengelola frekuensi tersebut,” tambah Danny.

    Ia menambahkan, Tri merasa cukup percaya diri untuk dapat memiliki dua blok tersisa lewat ajang beauty contest tadi.

    “Kalau dilihat dari kesiapan, Tri dirasa cukup siap, karena dari frekuensi yang diberikan kepada Tri dengan data yang dibawa oleh Tri itu sangat efisien,” Ia melanjutkan, “Dengan 10 Mhz yang ada saat ini kemudian data yang di bawa itu mencapai hampir 1300 Terabyte per hari, itu menunjukan frekuensi yang diberikan oleh pemerintah cukup efisien.”

    lebih lanjut, Danny mengungkapkan bahwa mereka tidak bisa lebih dari itu dan berharap Pemerintah memberikan tambahan blok.

    Disinggung mengenai 4G sendiri, Danny menyebutkan saat ini layanan 4G Tri masih belum diluncurkan secara komersial. Namun nanti pada akhir tahun Tri sudah melakukan soft launching di Jakarta dan sebanyak lima kota besar pada kuartal pertama di tahun depan. [ak/if]

  • Tri Tuntaskan Penataan Ulang di Frekuensi 1800 Mhz

    Tri Tuntaskan Penataan Ulang di Frekuensi 1800 Mhz

    Telko.id – Tri adalah salah satu operator yang ikut melakukan penataan ulang frekuensi di 1800 Mhz, bersama dengan tiga operator lainnya. Sejak bulan Mei lalu, ada 20 ribu BTS 2G yang dimiliki oleh Tri ditata ulang. Proses migrasi BTS ditutup di  kluster inner Jakarta (16/11)

    “Kami bersyukur proses penataan ulang spektrum 1800 Mhz telah berjalan dengan baik, bahkan lebih cepat dari jadwal yang ditetapkan sebelumnya. Semua proses ini dilakukan oleh tim teknis kami yang berpengalaman dengan kordinasi yang baik antara semua operator GSM dan Kementrian Komunikasi dan Informatika. Suatu kebanggan bagi kami bisa menjadi bagian dari proses yang sangat bersejarah bagi industri telekomunikasi Indonesia, proses yang menghantarkan telekomunikasi Indonesia ke tahapan evolusi teknologi berikutnya yaitu teknologi 4G LTE,” ujar Randeep Singh Sekhon, Presiden Direktur Tri.

    Randeep menambahkan, proses ini dilakukan dengan cara berkolaborasi dengan GSM operator lainnya melalui metode step wise di seluruh cakupan jaringan Tri yang dibagi dalam 33 kluster.  2800 BTS 2G Tri di inner Jakarta telah ditata ulang semalam (16/11) sebagai fase akhir proses penataan. Dengan demikian migrasi teknologi 2G ke 4G dapat dilakukan di spektrum 1800 Mhz.

    “Dengan jumlah spektrum yang terbatas yaitu 10 Mhz yang dimiliki Tri, proses penataan lebih dari 20.000 BTS dapat diselesaikan  dengan sangat baik tanpa kendala bahkan dengan waktu relatif tercepat selama proses ini berlangsung,” ujar Randeep. Saat ini Tri beroperasi dengan lisensi di spektrum 1800 Mhz sebesar 10 Mhz dan di 2100 Mhz sebesar 10 Mhz.  Proses penataan ulang ini sekaligus sebagai wujud dukungan Tri pada percepatan rencana pitalebar Indonesia yang dicanangkan pemerintah. Komitmen Tri atas dukungan percepatan rencana pita lebar Indnesia telah dibuktikan, sebelumnya Tri telah menghadirkan mobile internet berbasis 3G  yang menjangkau 150 kota, baik kota besar maupun kota kecil di Indonesia. Langkah selanjutnya adalah pengembangan 4G LTE untuk Indonesia.

    Tri telah siap menjadikan tekonologi 4G LTE sebagai bagian dari ekosistem mobile internet Tri. Sebagai pionir di layanan data, infrastruktur  3G Tri telah dirancang sejak awal untuk dapat mengadopsi beragam teknologi maju diantaranya  4G LTE. Namun demikian, Tri menyadari bahwa percepatan implementasi 4G LTE tidak lepas dari ekosistem pendukungnya diantaranya handset yang mendukung 4G LTE  dan aplikasi,  yang telah kami pantau untuk membuat Tri  4G LTE dapat dengan luas dinikmati oleh masyarakat Indonesia. “ Melanjutkan suksesnya penataan ulang ini, kami akan menghadirklan 4G LTE  di kota Jakarta dan 5  kota utama lainnya dalam waktu dekat, dan kami optimis 4G LTE Tri akan disambut positif oleh masyarakat Indonesia,” imbuh Randeep.

    Per kuartal 3 tahun 2015, Tri telah memperluas cakupan jaringan secara nasional, yang diperkuat oleh hampir 39.000 unit BTS yang dapat ditingkatkan  dengan lancar menjadi BTS 4G LTE. Sinyal Tri telah melayani 86% penduduk Indonesia, dinikmati oleh 55,4 juta pelanggannya  yang 60% diantaranya adalah pelanggan data bergerak. Tri akan terus melanjutkan komitmennya untuk pertumbuhan dan pemberdayaan Indonesia dengan menghadirkan akses internet handal bagi lebih banyak lagi masyarakat Indonesia. “Akses internet handal akan mampu membawa Indonesia ke lebih banyak akses global yang dapat memberikan manfaat positif bagi beragam aspek kehidupan mulai dari pendidikan hingga kemandirian ekonomi melalui kewirausahaan global yang sangat diminati oleh generasi muda bangsa,” tutup Randeep. (Icha)

  • ESIAtalk Jagoan Bakrie Telecom Untuk Bertarung di Bisnis Digital

    ESIAtalk Jagoan Bakrie Telecom Untuk Bertarung di Bisnis Digital

    Jakarta – Saat ini, tantangan di pasar dengan era digital sudah semakin sengit. Hal ini tentu dilihat juga oleh Bakrie Telecom. “Untuk menghadapi kompetisi tersebut, operator ini akan fokus dalam pengembangan bisnis digital,” ujar Jastiro Abi, Direktur Utama Bakrie Telecom menjelaskan..

    Salah satu yang dilakukan terkait hal tersebut adalah dengan meluncurkan aplikasi ESIAtalk. Aplikasi karya anak bangsa ini berani tampil ke depan dan siap bertarung di tengah gempuran aplikasi mobile bawaan pengembang asing.

    ESIAtalk hadir untuk menjawab kebutuhan komunikasi masyarakat yang kian dinamis. Mulai dari percakapan singkat melalui teks (chatting), hingga panggilan suara yang memanfaatkan jaringan internet (VoIP). Berbeda dengan aplikasi sejenis buatan asing yang penggunanya hanya bisa berkomunikasi dengan sesama pengguna, ESIAtalk memberikan alternatif komunikasi yang lebih luas.

    Tidak hanya dengan sesama pengguna, aplikasi berbasis smartphone buatan Bakrie Telecom ini juga bisa digunakan untuk melakukan panggilan telepon gratis ke berbagai nomor lainnya. Baik dari dalam maupun luar negeri.

    Sejak diluncurkan pada April 2015 lalu, ESIAtalk mampu meraih pencapaian yang cukup menggembirakan. Hanya dalam kurun waktu dua bulan sejak diluncurkan, aplikasi ini telah mengantongi lebih dari 200 ribu pengguna aktif dan bahkan sempat bertengger di jajaran 20 aplikasi teratas di Google Play Store.

    “Dengan aplikasi ESIAtalk, para pengguna smartphone bisa menikmati fitur komunikasi yang semakin leluasa seperti fitur telepon ke semua nomor, hingga chatting gratis ke sesama pengguna bisa dilakukan. Semuanya hanya membutuhkan koneksi internet,” ujar Harya Mitra Hidayat, Direktur Bakrie Telecom menjelaskan

    Harya mengungkapkan, panggilan telepon melalui jaringan internet (VoIP) merupakan fitur unggulan ESIAtalk. Ini mencermati trend global di mana komunikadi dengan VoIP mulai meningkat dengan sangat pesat.

    Fitur unggulan ESIAtalk tersebut memungkinkan panggilan telepon gratis ke sesama pengguna ESIAtalk dan tarif yang murah ke nomor lokal maupun internasional. Fitur ini diharapkan bisa menjadi alternatif jitu bagi seluruh pengguna smartphone untuk berkomunikasi dari dan ke mana saja secara cerdas.

    “Melakukan panggilan telepon dengan ESIAtalk seakan tak ada batas. Cukup download aplikasi di Google Play atau Play Store lalu aktifkan ESIAtalk, pengguna bisa menelpon dan ditelepon dari nomor manapun lokal maupun internasional.” kata Harya menjelaskan.

    Fitur unggulan ESIAtalk ini bisa dinikmati dengan kualitas suara jernih yang bisa berjalan secara maksimal di jaringan 3G, 4G, atau WiFi. Selain itu, ada nomor virtual unik bagi setiap pengguna, nomor ini bahkan bisa dihubungi kembali oleh si penerima atau lawan bicara.

    Sekilas memang aplikasi ini mirip dengan fitur voice call buatan asing yang sudah ada sebelumnya misalnya, Whatsapp, LINE, Kakao Talk, maupun BBM yang sama-sama memanfaatkan teknologi VoIP. Namun bedanya ESIAtalk dapat melakukan panggilan ke semua nomor lokal dan beberapa nomor internasional.

    “Pencapaian ini tentu merupakan awal yang baik bagi perkembangan ESIAtalk ke depannya, terlebih aplikasi ini dibuat seluruhnya oleh anak-anak Indonesia semestinya ini bisa menjadi sesuatu yang sangat membanggakan dengan menawarkan suatu inovasi yang sangat menjawab kebutuhan pengguna,” kata Harya.

    Ini juga merupakan tekad Bakrie Telecom untuk terus berkontribusi dalam mempercepat pembangunan nasional dengan memfasilitasi masyarakat menyampaikan pesan langsung melalui suara.

    “Tekad kuat ini merupakan alasan mengapa ESIAtalk hadir di tengah ranah industri digital dan pasar aplikasi mobile Tanah Air,” ungkapnya. (Icha)

  • Virgin Media ‘Kebobolan’ Konten Terlarang

    Virgin Media ‘Kebobolan’ Konten Terlarang

    Sebuah sekolah dasar berselisih dengan Virgin Media setelah murid mereka secara tidak sengaja mengakses kata-kata umpatan yang mengandung unsur sexual dan konten dewasa online.

    Dikutip dari Telegraph, Jo barton selaku Kepala Sekolah di Sekolah Dasar Pokesdown yang terletak di Bournemouth, Inggris mengatakan bahwa seorang murid mereka yang berusia sembilan tahun ini mengakses kata-kata yang tidak pantas tersebut pada dua kesempatan yakni “Kurikulum Berbahaya” dan “Pencarian terkait”.

    Sementara itu, pihak Vrigin Media mengungkapkan sistem filter sudah tersedia di situs mereka, namun sayangnya hal tersebut tidak bekerja pada kejadian ini.

    Barton menyebut, “Hal ini sangat mengecewakan dan membuat kami frustrasi karena layanan yang ditawarkan oleh Virgin Bisnis nampaknya tidak sesuai dengan standar keamanan internet yang diperlukan,” sebutnya.

    Ia juga menambahkan bahwa seharusnya para anak-anak harus selalu diawasi ketika sedang negakses internet dan melakukan pencarian di dunia maya tersebut dan dilakukan pengawasan yang kuat sementara mereka selaku pengajar melakukan hal semaksimal mungkin untuk mencegah hal tersebut terjadi lagi.

    Barton juga menyebut jikalau Virgin Media tidak bisa menyediakan solusi layanan internet yang aman untuk Sekolah Dasar, seharusnya mereka tidak perlu memberikan penawaran akan hal tersebut.

    Sejatinya, kejadian tersebut bermula ketika anak-anak Sekolah Dasar di Pokesdown sedang meneliti sebuah puisi melalui internet, kemudian muncul  gambar yang tidak pantas dan tulisan yang mengandung katra-kata makian yang mengandung unsur seksual.

    Manager Bisnis Sekolah, Terry Jowwet menjelaskan, “Pernah suatu waktu Virgin Media memberi tahu kami bahwa mereka tidak dapat memblokir sebuah kata kecuali terdiri dari tujuh huruf, namun sayangnya kebanyakan dari kata yang ingin kami blokir memiliki kurang dari tujuh huruf,” tuturnya.

    Ia menambahkan, “Kami baru saja mengubah penyedia layanan internet di sekolah, pilihan ini berdasarkan filter dan bukan harga, pada awalnya memang sangat sulit untuk benar-benar mendapatkan layanan internet disini, karena hampir tidak ada fitur filtering dan hal ini sebenarnya menjadi sebuah mimpi buruk bagi kami,”tuturnya.

    Pusat keamanan Virgin Media telah menjalin kontak dengan pihak sekolah, namun mereka tidak dapat memblokir kata-kata yang diinginkan oleh sekolah. Hal inilah yang disesalkan oleh Pokesdown selaku konumen dari Virgin Media.

    Sementara itu, Peter Kelly selaku Direktur Virgin Media mengatakan, “Kami membutuhkan aplikasi perlindungan anak yang sangat serius dan kami telah memiliki alat penyaringan untuk memblokir konten yang tidak pantas,”

    Ia juga mengungkapkan permintaan maaf nya karena sistem yang digunakan oleh sekolah Pokesdown tidak memblokir semua konten yang diperlukan dan tengah mencari solusi atas permasalahan ini. (AK/Icha)

     

  • Andromax Berbagi Pasar Dengan Open Market Handset

    Andromax Berbagi Pasar Dengan Open Market Handset

    Tidak dapat dipungkiri, Smartfren mendapat banyak berkah dengan dibentuknya Smartfen Andromax. Tapi, kini pasar Andromax harus dibagi dengan Open Market Handset. Dibalik itu, berbagi pasar ini cukup memberikan keringanan bagi Smartfren untuk promosi dan edukasi. Biaya promo dan edukasi pun bisa dibagi dua.

    Pertama kali Smartfren kerjasama dengan Hisence untuk brand global Open Market Handset. Selanjutnya, yang akan digandeng adalah Samsung. “Besok kita akan kerjasama dengan Samsung untuk memasarkan layanan Smartfren. Plus ada satu brand global lain yang kita kerjasama sampai akhir tahun 2015,” kata Derrick Surya, Head of Brand Market and Marcomm Smartfren menjelaskan.

    Agar pasar Andromax tidak tergerus, perlu ada strategi yang baik, terutama pembagian pasar nya. “Untuk Andromax akan kita arah kan pada konsumen yang lebih mementingkan produk dengan spesifikasi, rasional terhadap produk dan kecepatan,” sahut Derrick lebih lanjut.

    Sedangkan, yang OMH atau Open Market Handset akan dipilih oleh konsumen yang lebih memilih brand. “Jadi, Andromax produknya harus lebih hati-hati untuk menentukan spesifikasi yang akan dikeluarkan. Dengan demikian, Andromax akan tetap ada di hati konsumen,” sahut Derrick.

    Sedangkan untuk harga, Smartfren Andromax akan bermain di range harga Rp.2 juta ke bawah karena memang pasar di segmen ini paling besar di Indonesia. “Pasar Indonesia 70% berada di segmen dengan range harga dibawah Rp.2 juta,” sahut Derrick. (Icha)

  • TalkTalk ‘Dibobol’ Hacker, Data 4 Juta Pelanggan Dalam Bahaya

    TalkTalk ‘Dibobol’ Hacker, Data 4 Juta Pelanggan Dalam Bahaya

    Jakarta – Perusahaan Telekomunikasi asal Inggris, TalkTalk, melalui blog resminya telah mengkonfirmasi bahwa ada kemungkinan para hacker telah memiliki data identitas pengguna seperti nama, alamat, tanggal lahir, nomor telepon, alamat email, informasi akun TalkTalk, hingga rincian kartu kredit dan rincian bank dari 4 juta pelanggannya.

    Dilansir dari Telecoms, Senin (26/10), Dido Harding selaku CEO TalkTalk menegaskan bahwa perusahaan terus memperbarui sistem sebagai langkah keamanan yang diambil terkait ancaman dari penjahat siber ini.

    “Kami sangat serius menjaga data pelanggan dari setiap ancaman keamanan dan kami mengambil semua langkah yang diperlukan untuk memahami apa yang telah terjadi di sini,” katanya.

    Namun, Harding mengatakan pada ITV bahwa sampai saat ini mereka tidak mengetahui persis berapa pelanggan yang menjadi korban dari ancaman tersebut.

    Bagian FAQ dari situs web TalkTalk mengklaim bahwa mereka percaya data konsumen tetap aman, namun mereka juga mengakui bahwa ada beberapa data yang tidak dienkripsi. Sebagai informasi, ini merupakan serangan siber ketiga yang mempengaruhi  perusahaan tersebut dalam 12 bulan terakhir.

    Sebelumnya, sejumlah pelanggan TalkTalk juga sempat mengeluhkan telah menjadi korban scamming yang meminta sejumlah akses pada komputer mereka.

    Bahkan, pada Februari  lalu, penjahat siber berhasil masuk ke dalam sistem jaringan komputer perusahaan dan mencuri data-data konsumen mereka.

    Ahli keamanan Ryan Wilk, yang juga direktur dari NuData Security memaparkan, “Para pencuri data akan menjual informasi ini kepada agregator yang tentunya akan meningkatkan nilai dari data tersebut. Dengan banyaknya data yang terkumpul, para penipu ini bisa saja membuat rekening Bank palsu atau meminjam sejumlah uang di Bank dengan data diri para korban yang tercuri. Hal ini tentunya akan sangat meresahkan dan membuat permasalahan panjang bagi si korban,” jelas Wilk.

    Wilk menambahkan, Sistem keamanan lawas yang digunakan oleh banyak perusahaan telekomunikasi, seperti otentikasi berbasis KBA akan sangat rentan untuk dicuri, Ia menyarankan untuk mengganti sistem tersebut dengan User behavioural analytics (UBA). [AK/IF]

  • Regulator Argentina Blokir Penjualan Telecom Italia

    Regulator Argentina Blokir Penjualan Telecom Italia

    Telecom Italia, pada November 2013, sepakat untuk menjual sahamnya pada perusahaan telekomunikasi Argentina, perusahaan holding Sofora ke Fintech. Harga yang sudah disepakati adalah $960.000.000. Kala itu, dana hasil penjualan akan digunakan untuk pembayaran hutang miliki Telecom Italia.

    Namun, dengan berjalannya waktu, ternyata Fintech dianggap oleh regulator tidak dalam posisi untuk mengoperasikan dan mengendalikan Telecom Argentina. Bahkan, Fintech dituding tidak memiliki pengalaman dan keahlian. Tentu, dengan adanya pemblokiran ini, pihak Fintech akan melakukan banding.

    Pasar saham Argentina sendiri terlihat tidak terlalu pusing dengan pemblokiran ini. Lihat saja, saham Telecom Italia tetap naik 0,6 persen pada 0724 GMT sejalan dengan indeks saham blue-chip Italia.

    Pada penjualan dulu, ada 17 saham Sofora yang dipindahkan ke Fintech. Tepatnya pada bulan Oktober 2014 sebesar $ 216.000.000. Sedangkan 51% sisanya akan dijual jika sudah ada lampu hijau dari regulator.

    Berdasarkan kesepatan juga, Telecom Italia dan Fintech akan memilikinya hingga akhir April 2017 untuk menutup penjualan.

    Jika tidak tercapai maka, Telecom memiliki waktu 6 bulan untuk membeli kembali saham 17% yang sempat terjual itu dan menjual kembali 51% sisanya ke pihak ketiga. Fintech menjamin bahwa Telecom dapat mengantongi setidaknya $630.000.000 atas kesepakatan ini.

    Jika penjualan saham ke investor yang berbeda tidak selesai pada akhir Oktober 2019, maka Fintech harus membayar Telecom Italia sebesar $ 175.000.000. Dan, Telecom Italia masih memiliki waktu enam bulan untuk membeli kembali saham minoritasnya.

    Ternyata, kesepakatan tersebut sulit diwujudkan. (Icha)