Kategori: Operator

  • Manjakan Pelanggan India, Vodafone Hadirkan Program Refer A Friend

    Manjakan Pelanggan India, Vodafone Hadirkan Program Refer A Friend

    Telko.id – Vodafone India memberikan proposisi win-win bagi pelanggan setianya dengan memperkenalkan program ‘Refer A Friend.’ Program ini sejatinya adalah program referral customer centric yang memberikan penghargaan kepada pelanggan yang merujuk teman-temannya, kerabat atau kolega.

    Program ‘Refer A Friend’ memungkinkan panggilan gratis selama satu tahun, untuk pelanggan Vodafone yang mengacu kepada teman dengan teman yang dimaksud juga pengguna Vodafone. Bukan hanya itu, manfaat tambahan lainnya adalah Vodafone memberikan gratis nelpon 100 menit kepada sesama pengguna prabayar atau diskon tagihan sebesar Rs 100, bagi pelanggan pascabayar Vodafone. Setiap pelanggan mereka juga memiliki kesempatan untuk memenangkan ponsel Samsung Galaxy dalam bentuk sebuah undian.

    Pelanggan Vodafone bisa menghubungi teman, keluarga dan kolega secara gratis dengan hanya mengirimkan pesan gratis ke 199. Pelanggan dapat mengirim beberapa SMS dan akan mendapatkan bonus yang bisa digunakan untuk menghubungi ‘refferal friends’ mereka.

    Ishmeet Singh, Business Head Of Mumbai, Vodafone India mengatakan, “Vodafone saat ini memiliki 8,6 juta pelanggan di Mumbai yang kami percaya adalah pelanggan aktif kami. Program Vodafone ‘Refer A Friend’ adalah sebuah inisiatif dengan dua tujuan yakni berterima kasih kepada mereka atas dukungannya, serta untuk menyambut rekan terdekat mereka ke dalam keluarga vodafone,” ujarnya.

    Sementara itu, dilansir dari TeleAnalysis, Selasa (29/12), undian smartphone Samsung Galaxy masih akan berlangsung hingga 15 Januari 2016, berlaku untuk setiap SMS yang dikirim.

    Mengenai tren saat ini, yang mengarah ke data, Vodafone justru memberikan bonus akhir tahun dalam bentuk voice. Apakah hal ini merupakan sebuah sinyal bahwa Vodafone akan lebih menggiatkan ranah Voice ketimbang data? Well, kita tunggu saja. [ak/if]

  • STC Berhasil Ciptakan Teknologi 4.5G TDD

    STC Berhasil Ciptakan Teknologi 4.5G TDD

    Telko.id – STC (Saudi Telecom Company) mengumumkan bahwa mereka telah menghasilkan teknologi 4.5G (TDD)  dan mencapai throughputs jaringan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

    Pencapaian luar biasa ini akan memungkinkan jaringan STC untuk memberikan kecepatan data LTE tercepat di Timur Tengah, Eropa dan Afrika Utara. STC membuktikan untuk pertama kalinya jaringan ini akan mampu memberikan throughput yang lebih tinggi pada pengguna yang melebihi 1,59 Gbps, hal ini merupakan bagian dari pengembangan jaringan 4.5G mereka.

    Sejak diperkenalkan, jaringan STC 4G telah memiliki pertumbuhan yang luar biasa dalam lalu lintas data, ditambah dengan kenaikan tajam dalam jumlah pelanggan LTE dan pemanfaatan tinggi jaringan. Hal ini mengharuskan kebutuhan untuk meningkatkan throughput data dalam jaringan. Penggunaan data aplikasi yang seakan lapar dengan bandwith juga telah memicu kebutuhan untuk tingkat yang jauh lebih tinggi dan kapasitas jaringan yang lebih besar.

    Dilansir dari teleanalysis, pencapaian ini menunjukkan kemampuan jaringan berteknologi tinggi STC, dengan LTE-Advanced yang pertama kali diumumkan  pada Januari 2014 silam. Sekarang, dan sebagai tonggak sejarah baru, STC sekali lagi menyajikan 4.5G untuk TDD yang  pertama di Dunia.

    Nasser Al Nasser, SVP, Technology & Operations, STC mengatakan, “tonggak yang luar biasa ini akan memiliki implikasi positif yang besar pada kemampuan jaringan dan pengalaman layanan yang akan dinikmati oleh pelanggan kami,”

    Ia berharap, hal ini dapat mewujudkan nilai riil prestasi di jaringan STC dan sebagai manfaat langsung kepada pengguna.

    Kesuksesan ini juga terlaksana berkat hasil kerja keras Huawei sebagai mitra infrastruktur mereka. Seperti diketahui, Huawei seakan menjadi raja di industri ini sejak beberapa tahun silam.

    Veni Shone, VP, Jaringan Wireless, Huawei mengatakan, “Lalu lintas data bergelombang global, kita perlu mencari cara untuk menyadari manfaat besar dari 4.5G TDD milik STC ini, dan hal ini  diproyeksikan akan menjadi teknologi terbaik yang pernah ada, dengan kinerja yang luar biasa digabungkan dengan kompatibilitas nyaman,”ucapnya.

  • Huawei Bantu Zain Hasilkan 4.5 G

    Huawei Bantu Zain Hasilkan 4.5 G

    Telko.id – Zain, perusahaan telekomunikasi terkemuka di Kuwait, mengumumkan keberhasilan dalam  pengujian teknologi 4.5G dan menjadikannya mobile Broadband  pertama di Timur Tengah yang menghasilkan jaringan ini. Hasil ini diraih tentu saja berkat kemitraan strategis dengan Huawei, kesuksesan ini terlihat dari kecepatan yang dihasilkan dengan mencapai 1 Gbps.

    Melayani basis pelanggan terbesar di negara itu, Zain mengharapkan teknologi terbaru ini dapat menjadi ujung tombak tahap berikutnya dari evolusi ponsel dengan memungkinkan individu, entitas perusahaan dan pemerintah untuk menikmati layanan yang semakin terhubung dan cerdas dengan lebih cepat.

    Selama tahun lalu, lalu lintas jaringan 4G LTE telah mulai mendominasi total konsumsi lalu lintas di seluruh dunia sebagai konten streaming, video High Definition dan e-commerce yang tentunya membuat pelanggan menghabiskan lebih banyak waktu berselancar di dunia mobile. Pengujian terbaru Zain tentang teknologi mobile broadband 4.5G adalah salah satu langkah untuk memberikan pelanggan kecepatan lebih cepat, latency rendah dan fungsionalitas yang lebih baik dari teknologi 4G yang tersedia saat ini.

    Mengomentari pengujian revolusioner ini, Eaman Al Roudhan, Chief Executive Officer Zain mengatakan: “Sejalan dengan strategi kami untuk menempatkan pelanggan di garis depan prioritas kami, kami tertarik untuk menjadi yang pertama di wilayah ini untuk membangun dan menguji teknologi canggih ini agar mencapai hasil yang sukses dan saat ini dalam persiapan untuk meluncurkan secara komersial,”

    Al Roudhan menambahkan: “Awal tahun ini, kami bekerja sama dengan Huawei untuk percobaan dan menerapkan layanan 4.5G di jaringan kami yang ada di Kuwait dan kami senang dengan hasil yang sukses kami capai hari ini,”

    Lebih lanjut, Al Roudhal menyebutkan mereka akan siap untuk meluncurkan jaringan 4.5G tersebut secara komersial pada tiga tahun kedepan. Hal ini dikarenakan mereka harus menunggu ketersediaan device di pasaran yang mendukung jaringan ini.

    Dilansir dari Arabtimes, Zain berharap kemitraan strategic dengan Huawei ini dapat berlanjut dengan rencana untuk menyediakan layanan baru yang didukung oleh teknologi 4.5G, termasuk voice over LTE (VoLTE) dan aplikasi Narrow Band IOT M2M.

    Li Dafeng, Presiden Huawei Timur Tengah dan Afrika berkomentar. “Zain Kuwait terus berinvestasi dalam teknologi dan layanan baru karena berusaha untuk melampaui harapan pelanggan, Percobaan 4.5G menjadi sukses kami bersama-sama dengan Zain dan merupakan yang pertama di wilayah tersebut,” ucapnya.

    Ia menegaskan, upaya tersebut  merupakan tonggak penting bagi seluruh industri telekomunikasi di Timur Tengah dan Huawei akan selalu melayani strategi pelanggan dengan solusi asli, sehingga memungkinkan bagi pelanggan lokal untuk menikmati manfaat dari dunia terhubung lebih baik.

    Dafeng menambahkan: “Menurut penelitian terbaru Huawei, standar 4.5G merupakan jembatan yang diperlukan antara layanan mobile 4G saat ini dan visi jangka panjang kami untuk konektivitas 5G, yang diharapkan akan dikomersialisasikan pada tahun 2020.”

    Strategi Zain yang menjadi perusahaan komunikasi digital yang berkelanjutan telah lama fokus pada pengalaman pelanggan dan menggunakan teknologi untuk menciptakan nilai lebih bagi pelanggan.

    Zain dan Huawei telah bersemangat untuk memperkuat kemitraan strategis mereka di berbagai bidang teknologi untuk memberikan pelanggan pengalaman telekomunikasi yang unggul. Pada bulan Juni 2014, Zain dan Huawei meluncurkan pusat inovasi bersama yang juga pertama di Kuwait. Pusat penelitian ini berfungsi sebagai hub penelitian untuk memajukan jaringan mobile broadband, layanan, dan aplikasi yang ditawarkan kepada pelanggan di Kuwait dan di seluruh wilayah.

  • Gunakan Lima Spektrum, Turkcell Melesat dengan 1.2 Gbps

    Gunakan Lima Spektrum, Turkcell Melesat dengan 1.2 Gbps

     

    Telko.id – Operator Turkcell mengklaim telah menghasilkan kecepatan mobile broadband hingga 1.2Gbps pada sebuah demo yang mereka lakukan belum lama ini. Hal ini mereka hasilkan berkat dukungan vendor jaringan asal China, Huawei.

    Operator terbesar Turki ini sejatinya sedang mempersiapkan peluncuran teknologi 4.5 G ini pada 1 April 2016 mendatang. Pada bulan Agustus, mereka membayar sekitar € 1.62 juta untuk mendapatkan 172,4 MHz spektrum dalam lelang spektrum yang diadakan di Turki.

    Dilansir dari mobile world live, Senin (28/12), teknologi 4.5G atau yang juga sering disebut dengan LTE-A pada dasarnya telah gencar dipromosikan oleh Huawei sejak beberapa waktu lalu. Vendor asal China itu juga telah menyediakan infrastruktur untuk outdoor secara nyata.

    Hal itu tergambar pada sebuah project percontohan dari TeliaSonera yang diklaim telah mencapai “rekor dunia” untuk kecepatan download hingga 1Gbps di Oslo.

    Teknologi 4.5G dihadirkan untuk menjembatani kesenjangan antara 4G dan 5G, yang resmi disetujui badan standar 3GPP pada bulan Oktober silam. Huawei sendiri telah mengklaim 4.5G akan mengurangi latensi dari tingkat saat ini, yakni dari sekitar 40ms menjadi 10ms dan memberikan kecepatan puncak secara teoritis yang mencapai hingga 1Gbps

    Kembali ke Turkcell, perusahaan telekomunikasi ini menghasilkan kecepatan tersebut berkat agregasi di lima spektrum yang berbeda. Carrier Agregation pada lima band milik Turkcell ini rupanya menghasilkan kecepatan yang mampu mengalahkan upaya TeliaSonera.

    Dalam demo yang dilakukan di Istanbul ini, Turkcell menggunakan frekuensi 79,8 MHz yang terdiri dari 29,8 MHz (20 + 9.8) di pita 1800 MHz, 30 MHz (20 + 10) pada pita 2.100 MHz, dan 20 MHz di pita 2600 MHz. Sebagai informasi, Turkcell telah mengakuisisi spektrum 1800, 2100 dan 2600 Mhz dalam lelang frekuensi yang digelar pada 26 Agustus silam.

    “Dengan lelang 4.5G, kami telah menawarkan internet mobile broadband tercepat dan kami tidak hanya menawarkan 4.5G yang tercepat, melainkan melakukan upaya lebih dari itu dalam rangka untuk mencocokkan pengalaman serat saat di ponsel,” ucap Ilker Kuruoz, CTO Turkcell.

    “Dengan lelang 4.5G, kami telah menetapkan batas yang tinggi dalam hal menawarkan internet mobile broadband tercepat. Kami telah mengumumkan bahwa kami tidak hanya akan menawarkan negara ini 4.5G tercepat yang akan digelar pada 1 April mendatang, tetapi lebih dari itu dalam rangka mencocokkan pengalaman serat saat di ponsel,” kata Ilker Kuruoz, Turkcell CTO.

    Ia menambahkan, dengan demo kecepatan ini, perusahaan tidak hanya mendorong batas-batas 4.5G tetapi juga mengambil langkah besar untuk menuju 5G dalam hal mencapai kecepatan yang melebihi 1Gb/s.

    Turkcell mengharapkan, teknologi 4.5G mereka dapat mendukung kecepatan download puncak teoritis hingga 375Mbps pada peluncuran komersial April mendatang. Namun, smartphone yang mendukung penyebaran ini tidak mungkin tersedia sebelum pertengahan 2017.

    Saat ini Turkcell mengklaim pelanggan dapat menerima kecepatan maksimal 3G hingga 63.3Mbps, “pada perangkat yang mendukung,” yang berarti pengguna akan (dalam teori) melihat kecepatan mobile broadband mengalami kenaikan dalam waktu kurang dari dua tahun. [ak/if]

     

  • Ooredoo Hasilkan 375Mbps dengan Tiga Spektrum

    Ooredoo Hasilkan 375Mbps dengan Tiga Spektrum

    Telko.id – Raksasa telekomunikasi asal Timur Tengah, Ooredoo, baru-baru ini telah mengkonfirmasi peluncuran komersial layanan LTE Advanced terbarunya di Qatar. Teknologi ini digadang-gadang mampu memberikan kecepatan download hingga 375Mbps.

    Layanan yang diluncurkan berkat kemitraan dengan Nokia Networks ini menggunakan agregasi 50MHz spektrum mereka pada seluruh frekuensi di 800, 1800 dan 2600MHz. Nokia juga telah membantu Ooredoo memanfaatkan Carier Agregation pada tiga frekuensi sekaligus dengan memanfaatkan Flex Multiradio 10 Base Station.

    Dilansir dari Telecoms, Senin (28/12), hal ini juga menghadirkan evolusi baru bagi Ooredoo untuk memberikan jaringan LTE secara mendasar. Sekadar informasi, proyek ini juga merupakan bagian dari proyek yang sedang berlangsung yakni supernet Ooredoo, yang dimaksudkan untuk memberikan semua pelanggan kualitas jaringan yang unggul di semua pilihan mobile broadband seperti, 3G, 4G dan 4G+ (LTE-A).

    Terkait pengumuman ini, pimpinan Nokia untuk MEA, Bernard Najm, menunjuk percobaan sebelumnya yang dilakukan pada Band CAT 11, sebelum perusahaan meluncurkan secara komersial layanan LTE-A pada band CAT 9.

    “Kami senang dapat mendukung Ooredoo Qatar dalam misinya untuk menyediakan layanan berkualitas kepada pelanggan,” katanya.

    “Setelah kami berhasil memberikan kecepatan sebanyak 600 Mbps pada CAT 11 di bulan Oktober lalu, saat ini kami membantu Ooredoo meluncurkan teknologi Carier Agregation pada tiga-band sekaligus untuk memberikan throughput data yang lebih tinggi dengan keandalan yang unggul,” tambahnya.

    Nah, jika layanan LTE-A Ooredoo telah tersedia secara komersial untuk pelanggan dengan handset yang kompatibel dengan CAT 9 di Doha, Qatar, bagaimana dengan anak perusahaan Ooredoo di Indonesia, yakni Indosat? Akankah layanan yang sama turut digulirkan di sini? Kita tunggu saja. [ak/if]

     

  • Seperti Apa Perkembangan 5G di 2016?

    Seperti Apa Perkembangan 5G di 2016?

    Telko.id – Banyak yang bertanya-tanya, apa yang akan terjadi di 2016. Teknologi seperti apa yang akan berkembang? Memang 5G cukup ramai dibicarakan pada 2015 ini, tapi di 2016 masih belum ada yang mengaplikasikan hingga 2020 mendatang. Namun, kemajuan yang signifikan diharapkan akan muncul di 2016. Harapan besar yang muncul adalah tentang keandalan dari 5G ini, lalu latency yang sangat rendah, kecepatan super dan kasus-kasus pemanfaatannya dalam Internet of Things yang berpengaruh secara massive. Berikut adalah 5 Kemajuan 5G yang akan terjadi di 2016

    Penetuan Standar 5G
    Saat ini, kebanyakan 5G kebanyakan hanyalah kata-kata dan ungkapan marketing dari para vendor. Belum ada standar yang ditentukan. Nah, pada 2016, industry mulai langkah pertamanya untuk mendefinisikan dan distilasi dari ide dan mimpi tentang 5G ini. Kemudian, 3GPP juga sudah memiliki time line untuk pengembangan 5G ini. Termasuk pengadaan workshop guna menentukan standarisasi bersama. Harapannya dapat dimasukan ke Release 14 of LTE (setelah Release 13 selesai pada awal 2016).

    Riset dan Pengembangan 5G berlanjut
    2016 ini juga akan diisi oleh banyak R&D partnership dan kolaborasi. Baik antara perusahaan telekomunikasi, perguruan tinggi ataupun berbagai konsorsium dari berbagai teknologi. Tod Sizer II, yang menjadi pemimpin di Alcatel-Lucent Bell Labs wireless research program menyatakan bahwa penelitian yang akan terjadi juga akan termasuk di dalamnya teknlogi antenna baik multiple-input/multiple-output, centimeter dan millimeter wave technologies seperti cloud, SDN dan NFV. Kemudian multiple radio access technologies, termasuk cellular, Wi-Fi dan high-frequency spectrum. Penelitian tentang new air interface juga akan ada.

    Penentuan Spektrum 5G
    International Telecommunication Union telah sudah mengeluarkan gambaran tentang visi the next gen network 2020 dan World Radiocommunications Conference menghabiskan cukup banyak waktu di November 2015 untuk melakukan diskusi dan pertemuan. Termasuk juga diskusi tentang spektru yang paling pas dan cocok untuk digunakan 5G di berbagai daerah. Walaupun ITU bau akan melengkapi tentang 5G standar hingga 2020 nanti. Namun, WRC ingin melihat juga peluang penggunaaan spectrum di atas 6 GHz digunakan untuk 5G. Terutama antara 24,25-86 GHz. Paling tidak, guidance yang ada akan merampingkan penelitian tentang 5G.

    Uji Coba Pre-standard dan Demonstrasi
    Sejumlah perusahaan tahun 2016 sudah akan mulai melakukan ujicoba saluran 5G untuk memperoleh gambaran tentang perilaku dan link awal untuk demonstrasi. Kemudian juga ada uji solusi komersial. Hasil ujicoba tersebut akan dilanjutkan juga untuk public atau pelanggan mereka. Seperti yang dilakukan oleh Verizon, di mana pada percobaan teknologi 5G akan dimulai pada 2016.

    Evolusi LTE Jalan Terus
    Teknologi LTE sendiri akan terus evolusi dan akan membuat bisnis 5G ke depan akan lebih jelas atau tidak? Pada perkembangan LTE, di 2016 itu akan maju dan masuk dapat tahap LTE-Advanced Pro dengan fokus di IoT, kecepatan dan efisiensi. Dan 5G akan menyesuaikan dengan perkembangan itu semua. Apakah akan menggunakan kasus yang ada di LTE atau lebih maju lagi untuk diterapkan sebagai feature di 5G, investment dan diaplikasikan? (Icha)

  • Bukan SK Telecom, MTS lah Operator Pertama yang akan Terapkan 5G

    Bukan SK Telecom, MTS lah Operator Pertama yang akan Terapkan 5G

    Telko.id – 2018 sepertinya akan benar-benar menjadi awal dari penyebaran 5G. Terbukti, dari begitu banyaknya operator seluler yang memilih tahun itu sebagai momentum gelaran 5G. Perusahaan telekomunikasi terbesar di Rusia, MTS, adalah salah satunya.

    Bekerjasama dengan Ericsson, MTS mengatakan bahwa mereka mengharapkan untuk menggelar layanan percobaan 5G pada 2018, bertepatan dengan piala dunia FIFA yang akan diselenggarakan di Rusia. Kedua perusahaan mengumumkan nota kesepahaman untuk melakukan penelitian dan pengembangan 5G. Demikian dilaporkan Telecoms, Selasa (22/12).

    Sebelumnya, operator seluler asal Korea Selatan, SK Telecom juga telah menguraikan niat serupa, yakni menggelar 5G dalam tiga tahun ke depan, dengan uji coba yang akan dilakukan pada tahun 2017, dan gelaran sesungguhnya pada 2018, atau bertepatan dengan Olimpiade Musim Dingin PyeongChang.

    Tentu saja, akan menjadi sebuah kejutan kecil untuk melihat salah satu negara di Timur Jauh menjadi yang pertama mengadopsi 5G. Sebagai informasi, piala dunia FIFA secara tradisional diadakan pada bulan Juni dan Juli. Sementara olimpiade musim dingin idealnya baru digelar menjelang akhir tahun.

    Menurut Ericsson, nota kesepahaman yang dibuatnya bersama MTS akan fokus pada pemahaman dan pendefenisian persyaratan spektrum jaringan generasi berikutnya dan kemudian membangun sistem tes. MTS dan Ericsson akan fokus pada pengembangan dan dengan jelas mendefinisikan metodenya, serta evaluasi kinerja dan penerapan potensi komponen kunci teknologi 5G.

    CTIO MTS, Andrew Ushatskiy, mengakui bahwa apa yang nyata masih jauh, namun menekankan bahwa kerjasama yang erat dengan Ericsson adalah cara untuk membuat 5G yang masih ambigu menjadi lebih realistis dicapai, lebih cepat dari seharusnya.

    “Sementara persyaratan untuk standar komunikasi baru dalam tahap pengembangan, penting bagi perusahaan kami untuk terlibat erat dalam proses ini, yang diikuti dengan penandatangan perjanjian dengan Ericsson,” katanya.

    Ia menambahkan, tahun depan, kedua perusahaan akan mulai menggelar serangkaian proyek percontohan pada jaringan MTS, agar keduanya memiliki pemahaman lengkap tentang kinerja solusi dalam jaringan 5G. Dengan bekerja secara proaktif sepanjang proses standarisasi 5G, baik MTS maupun Ericsson akan siap untuk membangun tahap pertama dari jaringan baru yang secara dramatis akan mengubah hidup masyarakat dan segala sesuatu yang ada di sekitarnya, dan akan memberdayakan masyarakat dan cakrawala pengetahuan di segala bidang – rumah, sekolah, kedokteran, ilmu pengetahuan, transportasi, hiburan dan banyak lainnya.

    Perlu dicatat, bahwa perjanjian ini juga akan membuat kedua perusahaan terlibat dalam pengujian LTE tanpa izin, serta LTE-M, protokol untuk meningkatkan lalu lintas IOT dan M2M di seluruh jaringan seluler 4G. Dalam mendefinisikan kemungkinan spektrum untuk pengembangan 5G, MTS mengatakan akan menyelidiki solusi penyebaran percontohan di band 15 GHz. Proyek ini juga akan melihat area tes yang dibuat untuk digunakan saat Piala Dunia 2018.

  • Caplok Operator Baru, Axiata Group Keluarkan Rp 17 Triliun

    Caplok Operator Baru, Axiata Group Keluarkan Rp 17 Triliun

    Telko.id – Memiliki beberapa anak perusahaan yang tersebar di sejumlah negara di Asia Tenggara – XL Axiata (Indonesia), Celcom Axiata (Malaysia), Dialog Axiata (Sri Lanka), Robi Axiata (Bangladesh) dan Smart Axiata (Kamboja) – tampaknya belum membuat Axiata Group berpuas hati. Buktinya, perusahaan telekomunikasi yang berbasis di Malaysia ini kembali mencoba memperluas ‘pengaruhnya’, dengan membeli perusahaan baru.

    Dilansir dari Telecompaper, Selasa, (22/12), Axiata Group telah sepakat untuk membeli operator seluler asal Nepal, Ncell dari TeliaSonera. Hal ini dilakukan Axiata guna memperluas jejak regionalnya, dan memasuki pasar Nepal.

    Melalui anak perusahaannya, Axiata Investments (UK), Axiata telah menandatangani perjanjian bersyarat dengan TeliaSonera dan SEA Telecom Investments untuk mengakuisisi 100 persen Reynolds Holdings seharga USD 1.365 miliar. Ini menghasilkan kepemilikan saham 80 persen untuk Axiata dan mengendalikan saham di Ncell.

    TeliaSonera telah setuju untuk menjual 60,4 persen saham di Ncell kepada Axiata seharga USD1.030 miliar secara tunai. TeliaSonera juga akan meniadakan kepentingan ekonomi dalam 20 persen kepemilikan lokalnya dan menerima sekitar USD 48 juta. Transaksi tersebut tergantung pada satu sama lain.

    20 persen saham dipegang oleh Niraj Shrestha, yang akan menjual miliknya kepada mitra Axiata Bhavan Singh Shrestha. Menurut peraturan Nepal saat ini, 20 persen dari kepemilikan dalam sebuah perusahaan diharuskan dikelola secara lokal oleh warga negara Nepal.

    Axiata mengatakan Nepal menawarkan ruang yang baik untuk ekspansi, dengan penetrasi ponsel hanya 51 persen dan pertumbuhan pelanggan seluler 18 persen pada periode 2012-2014. Ncell mengklaim pangsa pasar pendapatan 57,5 ​​persen dan 48,8 persen pangsa pasar di Nepal. Operator memiliki spektrum 8MHz di band 900MHz, 11MHz di band 1800MHz dan 10MHz di band 2100MHz.

    Dengan mengakuisisi Ncell, Axiata mengharapkan sinergi di beberapa daerah. Secara khusus, segmen pekerja asing di luar negeri, di mana ada sekitar satu juta orang Nepal di Malaysia saja, merupakan peluang untuk panggilan internasional intra-ASEAN dan pengiriman uang mobile, kata Axiata.

    Axiata juga berharap akan dapat m enerapkan keahliannya di pasar berkembang di jaringan dan ketersediaan teknologi, pemasaran, pengembangan produk, membangun modal manusia dan pengadaan.

  • Ini Strategi Smartfren Untuk Atasi Lonjakan Trafik

    Ini Strategi Smartfren Untuk Atasi Lonjakan Trafik

    Telko.id – Liburan sama dengan ‘kerja keras’. Paling tidak bagi operator seluler. Pasalnya hal ini akan berdampak pada lonjakan trafik, terutama internet di berbagai operator. Khusus untuk Smartfren, mereka memiliki strategi khusus guna mengatasi lonjakan traffik pada jaringannya agar para pengguna tetap nyaman berkomunikasi saat liburan.

    Smartfren sudah siap dengan lonjakan trafik yang akan hadir seiring dengan libur natal dan tahun baru. Strategi mereka yakni melakukan program aktivitas monitoring khusus guna menghadapi lonjakan ini.

    Menurut Derrick surya, Head of brand and marcomm smartfren, mereka mulai melakukan monitoring khusus sejak tanggal 19 November sampai dengan 4 Januari 2015.

    Hal ini ditujukan untuk memberikan kenyamanan bagi pelanggan mereka, terutama pelanggan yang telah beralih ke jaringan super cepat 4G LTE.

    Berbicara tentang 4G sendiri, saat ini pelanggan 4G smartfren telah mencapai 800 ribu pelanggan. Angka besar ini sejatinya masih belum memenuhi target dari Smartfren.

    Jika berkaca dari pernyataan Roberto Saputera selaku Direktur Marketing Smartfren yang menyebut target mereka hingga akhir tahun adalah sebanyak 1 juta pelanggan 4G.

    Sejatinya hanya tinggal beberapa hari lagi kita akan menyebrang ke tahun 2016. Dengan hanya menyisakan sekitar 2 pekan lagi, apakah Smartfren mampu memenuhi target tersebut? Well, kita tunggu saja seberapa besar keberhasilan program bundling serta promo perangkat 4G murah yang diusung Smartfren mampu memenuhi target tersebut sambil melihat apakah internet 4G mereka akan tetap ‘anti lelet’ dengan semakin banyaknya pengguna. [ak/if]

  • SimCard Khusus Anak Santri

    SimCard Khusus Anak Santri

     

    Telko.id – Saat ini, untuk mendapatkan pelanggan baru sungguh tidak mudah. Apalagi di daerah yang sudah padat penduduk. Untuk itu, operator banyak menggandeng komunitas yang memiliki anggota yang cukup banyak sehingga dapat meningkatkan jumlah pelanggannya.

    Hal yang sama dilakukan juga oleh Telkomsel. Operator ini menghadirkan produk yang disesuaikan dengan kebutuhan telekomunikasi para santri yakni produk simcard Kartu As Anak Santri. Produk ini merupakan layanan kartu pra bayar yang dikhususkan untuk warga masyarakat yang ada di Kota Sukabumi, khususnya untuk komunitas santri yang menimba ilmu di sejumlah Ponpes yang ada di Kota Sukabumi.

    “Keberadaan Telkomsel ditengah masyarakat diharapkan tidak hanya dapat dimanfaatkan melalui keunggulan produk dan layanan yang prima, namun kami juga ingin memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar, khususnya dengan mendukung pengembangan potensi nilai lokal suatu wilayah, seperti halnya potensi nilai keagamaan yang cukup tinggi melalui pendidikan di Pondok Pesantren yang ada di Sukabumi ini,” ujar Yossie Hamdeny, General Manager Legal & Stakeholder Area Jabotabek Jabar Telkomsel menjelaskan.

    Melalui Kartu As Anak Santri ini, Telkomsel menghadirkan paket combo layanan broadband internet harga terjangkau mulai Rp. 60 ribu, dimana santri bisa menikmati kuota internet 4GB sebulan dan paket internet murah mulai Rp. 1.500,- melalui UMB *363*55#, ditambah paket nelpon sms murah dapat bonus 1.000 SMS melalui UMB *100*31# dan paket nepon murah dengan bonus hingga 5 jam selama 24 jam melalui akses UMB *100*32# serta paket nelpon dan sms ke sesama komunitas mulai harga Rp. 10 ribu/Bulan melalui fasilitas Close User Group (CUG) Community.

    Yossie menambahkan, tekad bersinergi dan berkolaborasi dengan para stakeholder seperti pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat serta komunitas masyarakat sekitar akan terus ditingkatkan oleh Telkomsel, terlebih dalam mendorong penggunaan layanan broadband yang bukan sebatas sebagai sarana berkomunikasi namun juga dapat dimanfaatkan untuk pengembangan dan pemenuhan kebutuhan sehari-hari masyarakat, terlebih untuk wilayah Provinsi Jawa Barat sendiri di beberapa kota besarnya seperti Bandung yang sudah terimplementasi layanan broadband 4G LTE dan segera akan disusul di sejumlah kota lainnya yang ada di Jawa Barat.

    Selain itu, Telkomsel juga hadir untuk memberikan donasi program Corporate Social Responsibility (CSR) kepada Pengurus Pondok Pesantren (Ponpes) Assobariyyah, Sukabumi. Melalui program CSR Telkomsel ini, diharapkan kebutuhan terhadap fasilitas pendukung sarana belajar dan mengajar di Pondok Pesantren Assobariyyah ini dapat terpenuhi secara layak, sehingga para santri akan merasa nyaman dan betah ketika menimba ilmu di Ponpes tersebut. Program CSR ini juga merupakan wujud syukur Telkomsel atas sejumlah penghargaan program CSR yang diterima dari beberapa jajaran Pemerintah Daerah seperti dari Gubernur Jawa Barat, Walikota Bandung dan Bogor yang belum lama ini diterima oleh Telkomsel, ungkap Yossie. (Icha)