Kategori: Indosat

  • Akhirnya Indosat Ooredoo Berikan Juga Layanan 4G

    Akhirnya Indosat Ooredoo Berikan Juga Layanan 4G

     

    Telko.id – Indosat Ooredoo, boleh dibilang paling ‘buncit’ keluarkan layanan 4G. Pasalnya, ke dua operator besar lainnya sudah cukup agresif meluncurkan layanan internet berkecepatan tinggi ini.

    “Kami sebenarnya sudah siap. Bahkan, ketika modernisasi jaringan yang sudah kami lakukan sejak 2013 selesai, kami tinggal tekan tombol untuk aktifkan 4G. Tapi, karena kami memiliki planning lain, sehingga harus sesuaikan timing nya. Dan sekarang adalah waktu yang tepat,” ujar Alexander Rusli, CEO Indosat Ooredoo menjelaskan.

    Terlebih, Alex melanjutkan, bahwa Indosat Ooredoo tidak hanya meluncurkan 4G hanya karena kelebihannya dikecepatan saja, ekosistem untuk menunjang layanan 4G pun di bangun sehingga diharapkan dapat memberikan layanan yang maksimal pada pelanggan dan pelanggan Indosat pun dapat berpindah ke layanan 4G. Itu sebabnya, Indosat Ooredoo menyebutnya dengan layanan 4G Plus.

    Sejak 2013, Indosat Ooredoo sudah berinvestasi untuk melakukan modernisasi jaringan. Setidaknya, 1.7 miliar US$ sudah dikeluarkan untuk langkah strategis ini. Layanan yang diberikan bukan hanya 3G saja, tetapi juga 4Gplus yang dapat dinikmati pelanggan dengan pengalaman data yang lebih cepat dan lebih baik dengan kecepatan download mencapai 185Mbps.

    Saat ini, layanan 4Gplus Indosat Ooredoo telah tersedia di 21 kota di seluruh Indonesia, dan segera disusul oleh 14 kota lainnya sampai dengan akhir 2015. Pada saat diluncurkan, sebanyak 40 juta orang di Indonesia sudah dapat menikmati layanan 4Gplus ini, dan Indosat Ooredoo berkomitmen untuk menjangkau 5 juta orang lagi setiap bulannya selama tahun 2016.

    “Kami berharap, para pengguna data Indosat Ooredoo dapat berpindah langsung ke 4Gplus. Bukan lagi ke 3G. Demikian juga dengan pelanggan 2G kami yang masih cukup banyak. Setidaknya, secara industry masih 70% pelanggan yang menggunakan layanan 2G di Indonesia. Angka tersebut juga sama dengan Indosat,” ujar Alexander menjelaskan.

    Alexander Rusli, President Director dan CEO Indosat Ooredoo, berkomentar, “Kelebihan layanan 4Gplus Indosat Ooredoo adalah tidak hanya pada kecepatan tinggi dan bandwidth besar. Namun, seiring dengan perkembangan dunia digital di masyarakat, kami ingin layanan-layanan yang kami tawarkan lebih mudah diakses oleh setiap orang di Indonesia. Kami ingin menjawab keluhan dan kekhawatiran para pelanggan serta membantu mereka untuk menikmati dan memperoleh yang terbaik dari apa yang kami tawarkan.”

    Alexander Rusli menambahkan, “Kami bekerja ekstra keras untuk para pelanggan dan memastikan layanan-layanan kami selalu mudah untuk diakses, terjangkau, dan simpel sehingga setiap pelanggan dapat memanfaatkannya untuk membantu mereka dalam kehidupan sehari-hari. Kami ingin para pelanggan dapat menikmati live streaming pertandingan sepak bola tanpa buffering, melakukan video call melalui Skype tanpa gangguan, dapat bekerja dengan nyaman dimana saja, browsing, chatting dan mengunggah selfie tanpa penundaan. Inilah yang kami maksudkan dengan pengalaman digital terbaik.”

    Satu Harga untuk 3G dan 4G

    Salah satu yang menjadi barrier ketika pelanggan akan berpindah ke 4G adalah masalah harga layanan data. Pelanggan tidak terlalu peduli, mereka berada di jaringan 2G, 3G atau 4G. Yang penting ketika akses data berjalan lancar. Untuk itu, polemik harga ini dihilangkan oleh Indosat dengan memberikan harga layanan data yang sama. “Kita akan buat harga yang simple agar pelanggan juga nyaman,”ujar Alex menjelaskan.

    Yang menarik dan belum dilakukan oleh operator lain adalah Indosat Ooredoo sudah menyebar 300 Mobile Agents Indosat Ooredoo. Para agent tersebut akan membantu para pelanggan yang belum memiliki USIM 4Gplus dan akan membantu mengupgrade hanya dalam waktu 5 menit. Selain itu, setiap karyawan akan dibekali dengan USIM 4Gplus sehingga ketika bertemu dengan pelanggan Indosat atau masyarakat lain dapat langsung menawarkan pengaktifan USIM 4Gplus Indosat Ooredoo.

    Dengan adanya layanan 4Gplus ini, maka Indosat Ooredoo yakin bahwa trafik data 4G akan melewati trafik data 2G selama setahun pada akhir kuartal terakhir di 2015 ini. (Icha)

  • Indosat Ooredoo Kembangkan Pendidikan Berbasis Digital

    Indosat Ooredoo Kembangkan Pendidikan Berbasis Digital

    Telko.id – Indosat Ooredoo akan memperdalam program CSR pilar edukasi “Indonesia Belajar” yang berfokus pada pendidikan secara digital. Salah satu inisiatif Indonesia Belajar adalah melakukan kemitraan dengan Hasri Ainun Habibie ORBIT Foundation dan CREATE Foundation untuk menerapkan CREATE CyberSchool With IoT (Internet of Things) di 65 sekolah percontohan yang tersebar di lima wilayah Indonesia yaitu Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku – Papua.

    “Inisiatif pendidikan secara digital Indonesia Belajar adalah salah satu cara dalam menerapkan komitmen kami dalam menghadirkan dunia digital kepada semua orang. Dengan komitmen program selama lima tahun sebesar 1 juta dollar ini, Indosat Ooredoo ingin menciptakan lingkungan pendidikan yang interaktif antara guru dan murid,” ungkap Direktur Utama Indosat Ooredoo, Alexander Rusli dalam keterangan resminya, Jumat (27/11).

    Masing-masing sekolah percontohan tersebut nantinya akan dilengkapi dengan tablet yang telah dipersenjatai software dan aplikasi pendidikan. Di samping itu, Indosat Ooredoo juga akan bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia untuk memberikan pelatihan kepada ratusan guru di Indonesia dan meningkatkan kompetensi mereka untuk bisa memberikan pendidikan digital sebaik mungkin.

    “Kami merasa terhormat dapat mengumumkan kemitraan dengan Hasri Ainun Habibie ORBIT Foundation dan CREATE Foundation untuk mendukung dan menerapkan CREATE CyberSchool With IoT,” tambah Alexander Rusli.

    Indosat Ooredoo ingin agar dunia digital menjadi salah satu cara untuk mengembangkan pendidikan yang mudah dijangkau oleh anak-anak di Indonesia. Di sinilah, Indosat Ooredoo akan berperan aktif untuk menyediakan teknologi digital yang lebih mudah diakses dan terjangkau bagi pendidikan. Hal ini sejalan dengan gagasan Education for All (EFA) yang dicanangkan UNESCO, beberapa waktu lalu.

    President Commissioner Indosat Ooredoo, Dr. Nasser Marafih, mengungkapkan bahwa seluruh masyarakat Indonesia memiliki harapan yang cukup besar dari dunia digital. “Masyarakat Indonesia mengharapkan manfaat dari dunia digital untuk mendukung aktivitas sehari-hari. Seperti yang telah diumumkan pekan lalu, Indosat Ooredoo berkomitmen untuk meningkatkan akses teknologi digital kepada semua orang. Inisiatif pendidikan secara digital ini merupakan langkah awal dalam menciptakan ekosistem digital yang mendukung peningkatan pendidikan bangsa dan suatu saat dapat membuka akses untuk semua orang,” jelasnya.

    Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Anies Baswedan pada kesempatan yang sama juga mengatakan bahwa Kementerian menyambut baik dan mendukung sepenuhnya komitmen Indosat Ooredoo melalui Indonesia Belajar yang memanfaatkan dunia digital untuk membantu meningkatkan akses dan kualitas pendidikan bagi generasi muda Indonesia ini.

    Sementara itu, Founder & Head of Trustee CREATE Foundation and Member of Board of Trustees Hasri Ainun Habibie ORBIT Foundation, Ilham Habibie, menuturkan bahwa salah satu karya CREATE Foundation adalah bahan ajar multimedia interaktif yang sudah dipakai oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Kementerian Agama Republik Indonesia di 3.600 sekolah seluruh Indonesia.

    “Kami mengembangkan platform pendidikan digital interaktif berbasis cloud dan telah kami uji coba di sekolah kami TechnoNatura sebagai laboratorium CREATE CyberSchool dengan IoT (Internet of Things),” jelas Ilham. “Kerjasama antara Hasri Ainun Habibie ORBIT Foundation – CREATE Foundation dengan Indosat Ooredoo ini semakin mempercepat transformasi pendidikan di Indonesia.”

    CREATE CyberSchool With IoT sendiri merupakan platform belajar berbasis cloud yang dikembangkan CREATE Foundation untuk memberikan sebuah sarana pembelajaran yang berkualitas bagi setiap siswa di seluruh Indonesia di manapun mereka berada dengan memanfaatkan teknologi digital.

  • Rangkul Indosat Ooredoo, Erajaya Gelontorkan Lebih dari Rp 40 Miliar

    Rangkul Indosat Ooredoo, Erajaya Gelontorkan Lebih dari Rp 40 Miliar

    Telko.id – Tidak dapat dipungkiri, masyarakat Indonesia belum semua mengerti tentang dunia digital hingga perlu edukasi yang cukup gencar agar lebih paham dan mau menggunakan fasilitas broadband yang disediakan oleh operator. Dalam upaya edukasi tersebut, Indosat Ooredoo melakukan join venture dengan Erajaya untuk memperluas jaringan gerainya.

    Pembentukan perusahaan seperti ini masih merupakan ‘gaya’ baru di Indonesia. Biasanya, distributor melakukan bisnis hanya device centric dan operator hanya melayani pelanggan sesuai dengan produk yang dimiliki. Jika pun ada kerjasama diantara ke dua nya maka hanya dalam betuk kerjasama biasa. Tidak sampai melakukan perkawinan dan membuat keluarga baru seperti ini.

    Tentu dengan adanya langkah ini maka cukup besar juga investasi yang keluarkan oleh ke dua perusahaan. Sayang, ke dua perusahaan tersebut tidak mau mengeluarkan informasi dana investasi yang sebenarnya. Hanya saja, Jeremy Sim, CEO Retail Erajaya Group menyebutkan bahwa untuk satu gerai retail, paling tidak membutuhkan dana sekitar Rp.1 Miliar. Jika tahun depan akan membentuk 40 – 60 gerai maka investasi yang dibutuhkan oleh Erajaya sekitar 40 miliar sampai 60 miliar rupiah.

    Indosat Ooredoo sendiri yang memiliki share saham 50% hanya akan memberikan investasinya dalam bentuk produk, paket-paket terbaik untuk device dan layanan service lainnya.

    “Harapannya, dengan terbentuknya ‘Satera Managemen Indonesia’ sebagai perusahaan join venture ini, maka gerai layanan pada pelanggan juga akan semakin luas. Selain itu, tentu masyarakat dapat menikmati experience digital dan tidak perlu pergi ke mana-mana lagi sudah mendapatkan solusi yang lengkap. Baik dari sisi device maupun layanannya,” ujar Alexander Rusli , CEO Indosat Ooredoo menjelaskan dalam acara penandatanganan Joint Venture ini.

    Dalam gerai Indosat Ooredoo ini nantinya akan dijual handset terbaru, termasuk tukar tambah (trade-in) dengan handset terkini yang disertai garansi resmi, asuransi perlindungan, serta sekaligus dapat memilih berbagai paket data 4G yang sesuai dengan kebutuhan. Sudah tentu juga, masyarakat akan mendapatkan kesempatan memperoleh berbagai macam handet 4G dengan harga terjangkau. Berbagai aplikasi dan konten digital pun akan dihadirkan.

    Targetnya dengan adanya perkawinan ini, dalam 5 tahun ke depan, setidak nya ada 300 gerai Indosat Ooredoo yang sudah tersebar di seluruh Indonesia. Baik di lokasi yang sudah ada Galeri Indosat lama yang diubah penampilannya menjadi Indosat Ooredoo, atau lokasi yang dimiliki oleh Erajaya maupun lokasi baru yang dinilai strategis. Untuk 2016 mendatang, setidak nya ada 40 – 60 gerai yang sudah terbangun. (Icha)

  • Indosat Ooredoo Siap Luncurkan 4G

    Indosat Ooredoo Siap Luncurkan 4G

    Telko.id – Hari ini, Indosat sudah klaim bahwa layanan 4G LTE yang dimilikinya sudah siap. Hanya saja, masih menunggu waktu yang tepat untuk meresmikannya. Apa yang ditunggu?

    “Kami akan mengkomersialkan layanan 4G secara serempak di seluruh jaringan yang ada. Kami akan menggunakan teknologi 4G LTE Advanced dan sudah menggunakan carrier aggregation yang mampu mendukung layanan data ketika pelanggan berada di jaringan 900 MHz dan 1800 Mhz,” ujar Alexander Rusli, Direktur Utama dan CEO Indosat Ooredoo menjelaskan.

    Dengan teknologi yang digunakan oleh Indosat Ooredoo ini maka kecepatan data yang dapat dirasakan oleh para pelanggan adalah 112 mbps. Operator ini mengklaim bahwa pertama kali di Indonesia yang menggunakan teknologi LTE-Advanced Network.

    Sebenarnya, Indosat sudah memiliki jaringan 4G mulai Desember 2014 lalu. Hanya saja, masih di 900 MHz. Sedangkan untuk 1800 Mhz, baru selesai refarming dan kini sudah siap. Hanya menunggu waktu yang tepat untuk meluncurkan.

    Maklum saja, agenda Indosat Ooredoo di akhir tahun ini sangat padat. Mulai dari reborn nama perusahaan yang tidak hanya sekedar nama saja, tetapi juga melakukan transformasi perusahaan yang menyeluruh dan menjadikan digital sebagai DNA perusahaan. Baru masuk ke peluncuran layanan 4G LTE-Advanced. Setelah itu, Indosat Ooredoo juga punya ‘pekerjaan rumah’ untuk mengisi jalan tol yang sudah dibuatnya dengan berbagai aplikasi.

    Dalam tiga tahun, Indosat Ooredoo menargetkan menjadi nomor satu dalam pendapatan digital, nomor satu dalam pengalaman digital dan brand digital pilihan pelanggan nomor satu di Indonesia.

    Dengan ‘embel-embel’ Ooredoo di belakang Indosat, maka perusahaan ini memiliki akses juga untuk memanfaatkan asset dari Gorup Ooredoo. Bagaimana pemanfaatannya? Yang pasti akan disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan di Indonesia.

    Untuk mendorong jumlah pengguna data di jaringan 4G, Indosat Ooredoo akan menerapkan koneksi 4G dengan tariff 3G dan paket layanan di mana pelanggan dapat memilih berbagai konten yang disukai, mulai dari live streaming pertandingan sepak bila sampai dengan menonton film-film terbaru. Stater pack yang akan dilempar ke pasar akan memberikan 10.000 menit gratis telepon untuk semua, ditambah 10GB data dan konten gratis untuk pelanggan 4G.

    Jaringan 4G yang dibangun oleh Indosat Ooredoo ini akan memberikan kemudahan dalam mengakses Superfast Internet di 22 kota di seluruh Indonesia yang mampu melayani 40 juta pelanggan pada akhir tahun ini. Dan 6 juta lagi setiap bulan setelah nya.

    Namun, layanan 2G dan 3G pun akan tetap di maintence. Walaupun biaya maintence 2G jauh lebih mahal. “Harapan kami, pelanggan 2G bisa langsung loncat merasakan layanan 4G. Namun, jika pun tidak, kami tetap akan memberikan layanan 3G dengan meningkatkan jaringan menjadi dua kali lebih cepat,” ujar Alex menjelaskan.

    Dalam setahun belakangan ini, Indosat Ooredoo mencatat peningkatan pengguna data hingga 155%. Lebih dari 19 juta pengguna aktif Facebook setiap bulannya. Untuk jumlah pelanggan, hingga kuartal tiga 2015 tercatat ada 69 juta pelanggan. (Icha)

  • Indosat Ganti Nama Jadi Indosat Ooredoo

    Indosat Ganti Nama Jadi Indosat Ooredoo

    Telko.id – 19 November 2015 menjadi hari yang bersejarah bagi Indosat karena pada hari tersebut, Indosat resmi berganti nama menjadi Indosat Ooredoo. “Sekarang kami menjadi Indosat Ooredoo, menuju perusahaan telekomunikasi digital terdepan,” ujar Alexander Rusli dalam ‘kicauan’ nya di Twitter.

    Secara keseluruhan, Ooredoo akan berubah, begitu juga dengan di Indonesia. Hanya saja, karena brand Indosat masih dirasakan kuat, maka bran Indosat masih dipergunakan di depan Ooredoo. Selain itu, brand produk Indosat yang dulu pun masih akan dipergunakan.

    “IM3, Mentari dan Matrix, di lapangan masih akan dipergunakan,” ujar Alexander Rusli, Presiden Direktur Indosat Ooredoo menjelaskan.

    Dengan perubahan nama ini, Indosat Ooredoo ingin dunia digital yang lebih accessible dan terjangkau bagi semua kalangan. Lebih dari sekedar konektivitas. “Dengan digital dan teknologi, kami ingin setiap orang dapat mewujudkan hidup yang lebih bermakna, membantu mereka gapai mimpi dan aspirasi,” demikian ‘cuitan’ Alexander di Twitter nya. (Icha)

     

  • Pertumbuhan Pendapatan Indosat Tumbuh 10.5% Selama 9 Bulan di 2015

    Pertumbuhan Pendapatan Indosat Tumbuh 10.5% Selama 9 Bulan di 2015

    Kinerja Indosat selama 9 bulan di tahun 2015 ini dilaporkan bahwa perusahaan mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 10.5% terhadap periode yang sama pada tahun sebelumnya. Laporan tersebut disusun berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan Indonesia (SAK) kepada otoritas pasar modal terkait.

    “Dengan hasil yang kami peroleh ini, Kami sudah berada di jalur yang tepat,” ujar Alexander Rusli, President Director and CEO Indosat menjelaskan.

    Pendapatan konsolidasi Indosat sebesar Rp.19.6 Triliun untuk 9B 2015. EBITDA tumbuh 12,8% menjadi Rp8,6 triliun (9B 2014: Rp7,6 triliun), dengan marjin EBITDA sebesar 43,8%. Beban mengalami peningkatan sebesar 2,7% dalam periode ini dibanding tahun sebelumnya disebabkan oleh peningkatan beban jasa telekomunikasi, beban penyusutan & amortisasi, beban karyawan, beban pemasaran, serta beban administrasi dan umum. Pendapatan selular, data tetap (MIDI) dan telepon tetap masing-masing memberikan kontribusi sebesar 82%, 14%, dan 4% terhadap pendapatan konsolidasian Perusahaan.

    Jika dipilah maka pendapatan Selular meningkat sebesar 11,9% pada 9B 2015, utamanya disebabkan peningkatan pendapatan Data, SMS, Telepon dan VAS yang diimbangi dengan penurunan dari pendapatan interkoneksi. Jumlah pelanggan selular pada akhir 9B 2015 mencapai 69,0 juta pelanggan.

    Sedangkan, pendapatan Data Tetap (MIDI) meningkat sebesar 6,3% dibandingkan 9B 2014, utamanya disebabkan adanya peningkatan kapasitas fixed internet. Untuk pendapatan Telepon Tetap (Telekomunikasi Tetap) datar dibandingkan 9B 2014 yang terbantu oleh nilai tukar Dólar Amerika Serikat terhadap Rupiah.

    Khusus untuk hutang, per tanggal 30 September 2015, total hutang Indosat naik sebesar 5,1% dibandingkan dengan tanggal 30 September 2014. Hal ini disebabkan oleh adanya penarikan pinjaman baru sebagai bagian dari program pelunasan dipercepat untuk obligasi Dolar Amerika Serikat.

    Pembayaran yang dilakukan dalam periode tersebut adalah pembayaran cicilan Pinjaman SEK Tranche A, B dan C sebesar USD45,0 juta, cicilan Pinjaman HSBC Coface dan Sinosure sebesar USD20,1 juta, cicilan Pinjaman Komersial 9 tahun dari HSBC sebesar USD4,1 juta, pelunasan dipercepat Obligasi Dolar Guaranteed Notes – 2020 (GN 2020) sebesar USD650 juta, pelunasan Obligasi VI seri B sebesar Rp320,0 miliar, pelunasan Obligasi VII seri A sebesar Rp700,0 miliar, pelunasan Sukuk Ijarah Indosat IV sebesar Rp28,0 miliar, pembayaran fasilitas RCF BCA sebesar Rp500 miliar, pembayaran fasilitas RCF IIF/SMI sebesar Rp250 miliar, pembayaran fasilitas kredit investasi BCA sebesar Rp100,0 miliar serta pembayaran pinjaman dari kepentingan non-pengendali PT Artajasa Pembayaran Elektronis yang disebut juga sebagai APE, sebesar Rp1,57 miliar.

    Penambahan hutang dalam periode yang sama adalah penarikan fasilitas RCF Mizuho sebesar Rp250,0 miliar, penarikan fasilitas RCF BNPP sebesar Rp350,0 miliar, pinjaman dari kepentingan non-pengendali APE sebesar Rp15,75 miliar, penerbitan Obligasi Berkelanjutan Indosat I Tahap I sebesar Rp2,31 triliun dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan Indosat I Tahap I sebesar Rp190,0 miliar serta penerbitan Obligasi Berkelanjutan Indosat I Tahap II sebesar Rp2,68 triliun dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan Indosat I Tahap II sebesar Rp416,0 miliar dan USD RCF BTMU sebesar USD50,0 juta, USD RCF Mizuho sebesar USD60,0 juta, USD RCF Citibank sebesar USD40,0 juta, USD RCF HSBC sebesar USD50,0 juta and USD RCF DBS sebesar USD50,0 juta. (Icha)

  • Siap akan 4G, Indosat Mulai Menggandeng Vendor Smartphone

    Siap akan 4G, Indosat Mulai Menggandeng Vendor Smartphone

    Jakarta – Indosat tampaknya sudah sangat siap dalam menyambut teknologi 4G LTE di Indonesia. Terbukti, operator terbesar kedua di tanah air ini mulai menyasar beberapa vendor untuk diajak bekerjasama. Dalam hal ini, apalagi kalau bukan terkait penyediaan layanan untuk smartphone 4G.

    Ditemui dalam acara peluncuran smartphone baru Lenovo di Jakarta, Selasa (27/10), Muhammad Farid, Division Head Device Management Indosat mengungkapkan kesiapan Indosat terkait 4G.

    “Indosat adalah operator yang paling siap untuk jaringan 4G. Kami juga telah menggelar 4G secara komersial pada frekuensi 900 Mhz di beberapa kota-kota besar di Indonesia,” tuturnya.

    Guna memenuhi ekosistem 4G, Indosat pun bekerjasama dengan beberapa vendor smartphone di Indonesia untuk menghadirkan smartphone 4G yang berjalan di frekuensi 1800 Mhz dengan harga yang terjangkau.

    Bermunculannya smartphone 4G LTE dengan harga yang terjangkau akan semakin banyak di pasar Indonesia. Hal ini sejalan dengan pernyataan Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara belum lama ini, yang menyatakan akan segera hadir smartphone 4G murah pada November mendatang.

    Yang paling baru adalah Indosat telah bekerjasama dengan Lenovo guna menghadirkan smartphone Lenovo Vibe P1m, yang dibanderol dengan harga Rp2.099.000.

    Sebelumnya, Indosat juga telah menggandeng Samsung untuk menghadirkan smartphone berteknologi 4G LTE untuk para pelanggan mereka. Bukan hanya itu, mereka juga telah mengandeng vendor smartphone lokal yaitu Polytron guna menghadirkan Zap 5 dengan harga satu jutaan.

    Faried menambahkan, Indosat juga sudah sangat siap dengan dua jaringan 4G mereka, yakni pada pita frekuensi 900 Mhz dan 1800 Mhz. Ia juga mengungkapkan akan ada kemungkinan untuk melakukan carrier agregation seperti pada jaringan 3G mereka. [AK/IF]

     

  • Indosat Kembali Gelar Kids & Teens Hackathon

    Indosat Kembali Gelar Kids & Teens Hackathon

    Jakarta – Ajang pencarian bakat Kids and Teens Hackaton ke-9, yang bertujuan melatih pola pikir logis anak kembali digelar.

    Kegiatan ini di peruntukkan bagi anak berusaia 7-15 tahun yang akan ditantang untuk membuat ide dan coding aplikasi. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Indosat ini sejatinya bertujuan untuk menstimulus anak-anak untuk lebih menyukai dunia pemrograman.

    Sebaga informasi, kompetisi ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Indosat Wireless Innovation Contest (IWIC) yang akan berakhir pada 31 Oktober mendatang.

    Para peserta dapat memilih kategori pembuatan proposal ide dan pembuatan aplikasi lewat coding competition. Sementara untuk tahun ini, kegiatan Kids & Teens Hackathon terlaksana berkat kerjasama antara indosat dengan Clevio Coder Camp, yang merupakan tempat belajar pemrograman komputer yang diperuntukan untuk anak-anak.

    Deva Rachman, Group Head Corporate Communication Indosat mengungkapkan, Teknologi kini menjadi bagian yang tak terpisahkan dari anak-anak dan remaja, oleh karena itu Indosat mengajak mereka untuk tidak sekedar menjadi pengguna melainkan juga menjadi seorang contentdigelar,” ungkap Deva Rachman, Group Head Corporate Communication Indosat di Jakarta, Sabtu (24/10).

    Indosat juga berharap, ajang ini tak hanya akan membuat anak-anak dan remaja semakin menyukai dunia pemrograman, tetapi juga dapat menjadi wadah untuk mewujudkan kreasi dan imajinasi anak-anak ke dalam suatu aplikasi.

    Sebagai informasi, IWIC sendiri menghadirkan beberapa kategori peserta diantaranya, Kids (SD), Teens (SMP-SMA), Mahasiswa/umum, Developer, serta kategori untuk Perempuan dan Inbound Tourism.

    Kegiatan ini di menangkan oleh Daulah dan Salya, kakak beradik ini membuat ide games chicken farm dan mampu memukau para juri.

     

  • Indosat Dukung Daerah Menuju Smart Region

    Indosat Dukung Daerah Menuju Smart Region

    Jakarta – Indonesia kini tengah bersiap untuk memajukan daerah dengan membangun infrastruktur ICT yang mumpuni. Dengan kondisi kepulauan di Indonesia, maka jika infratruktur ICT terbangun dengan baik maka setiap daaerah akan saling terhubung. Bukan hanya antara wilayah Indonesia, tetapi juga dengan Dunia. Yang akhirnya, tentu akan dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia dan kesejahteraan masyarakatnya.

    Indosat adalah salah satu provider yang berkomitmen untuk terus memajukan Indonesia. Yang baru saja dilakukan oleh Indosat sebagai anggota Group Ooredoo adalah berkomitmen untuk turut mendukung kesiapan infrstruktur ICT daerah menuju Smart Region. Dukungan tersebut akan diberikan pada 45 daerah, baik setingkat provinsi, kabupaten dan kota yang menjadi peraih nominasi Indonesia Smart Nation Award (ISNA) 2015.

    Dukungan yang diberikan adalah berupa penyediaan IT Services, yaitu Cloud dan Big Data Analysis, serta M2M Solutions. Selain itu, Indosat akan menjadi business partner Citiasia pada ISNA 2015 yang akan memberikan fasilitas paket layanan Close User Group (CUG) dan fasilitas layanan online Pemerintah Daerah melalui internet.org. Layanan CUG akan diberikan gratis selama satu tahun kepada 9 daerah peraih Gold Thropy ISNA 2015 dan Fasilitas layanan online Pemerintah Daerah akan diberikan kepada 45 daerah nominasi ISNA 2015. Melalui internet.org, pemerintah daerah akan mendapatkan beberapa aplikasi yang mendukung pelaksanaan Smart Region secara cuma-cuma.

    Group Head Major & Strategic Account Indosat, Feby Sallyanto mengatakan, “Indosat selalu mendukung terwujudnya smart nation yang diawali dengan smart region melalui aset dan teknologi yang kami miliki. Kami berharap fasilitas yang Indosat berikan dapat mempermudah kerja birokrasi dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.”

    Kegiatan ini, merupakan komitmen bersama yang dilakuan Indosat bersama dengan Datacomm Diangraha dan Citiasia, Inc. sebagai inisiator Gerakan Indonesia Smart Nation untuk bersama-sama bersinergi membangun daerah percontohan Smart Region (Smart City) di Indonesia.

    Berikut adalah daftar wilayah yang akan didukung oleh Indosat untuk membangun infrasruktur ICT dengan tujuan membangun Smart Region:

    Kategori kabupaten berukuran kecil

    1. Bintan
    2. 
Muko-muko
    3. Lampung Barat
    4. Tungkup
    5. Polwano

    Kategori kabupaten berukuran sedang

    1. Bantul
    2. Badung
    3. Semarang
    4. Gianyar
    5. Boyolali

    Kategori kabupaten berukuran besar

    1. Bogor
    2. Sleman
    3. Tangerang
    4. Banyuwangi
    5. Kabupaten Bandung

    Kategori kota berukuran kecil

    1. Batu
    2. Pasuruan
    3. Madiun
    4. Blitar
    5. Bontang

    Kategori kota berukuran sedang

    1. Surakarta
    2. Yogyakarta
    3. Cimahi
    4. Cirebon
    5. Balikpapan

    Kategori kota berukuran besar

    1. Surabaya
    2. Bandung
    3. Semarang
    4. Bekasi
    5. Depok

    Kategori provinsi berukuran kecil

    1. Kepulauan Riau
    2. Gorontalo
    3. Kepulauan Bangka Belitung
    4. Bengkulu
    5. Maluku

    Kategori provinsi berukuran sedang

    1. Bali
    2. Yogyakarta
    3. Nusa Tenggara Barat
    4. Aceh
    5. Kalimantan Selatan

    Kategori provinsi berukuran besar

    1. Jawa Barat
    2. Jawa Timur
    3. DKI Jakarta
    4. Jawa Tengah
    5. Banten  (Icha)
  • Indosat Dukung Gamer via CipikaPlay

    Indosat Dukung Gamer via CipikaPlay

    Jumlah pemain game online di Indonesia tidak sedikit. Tidak sedikit juga game online yang membutuhkan voucher untuk pembelian content via internet. Itu sebabnya, perlu ada banyak alternative untuk memperoleh voucher tersebut. Indosat melalui e-marketplace Cipika.co.id meluncurkan CipikaPlay. Sebuah layanan pembayaran mikro dengan menggunakan poin i-Pay (iPoint) untuk pembelian content di internet seperti fulltrack, voucher game online, dan voucher hotspot/internet.

    “Indosat selalu berkomitmen untuk memberikan kemudahan kepada para pelanggan terutama penggemar game online dengan menghadirkan CipikaPlay. Gamer tidak perlu repot lagi untuk membeli token di tengah permainannya karena dengan CipikaPlay mereka dapat melakukannya melalui pemotongan pulsa yang sangat aman, dengan verifikasi berlapis yang kami terapkan,” ujar Carlos Karo Karo, Division Head E-Commerce Indosat.

    Peluncuran kembali CipikaPlay ditandai dengan kompetisi DOTA2, Kompetisi Final Bullet dan Cosplay serta IT Expo. Puluhan voucher game seperti Final Bullet, Ragnarok, Cabal, DOTA2, BlackSquad, CounterStrike dan HearthStone telah tersedia. Sebagian pemain besar dalam bidang game online pun telah bergabung menjadi partner Cipikaplay, seperti MOL, QEON, Gemscool dan IndoMog.

    Saat ini CipikaPlay telah memiliki lebih dari 50 SKU (Stock Keeping Unit – jumlah produk yg tersedia) dengan 100.000 orang pengguna. Selain melalui pemotongan pulsa atau Carrier Billing, para pengguna CipikaPlay pun telah dapat melakukan pembelian token melalui transfer bank dan internet banking. (Icha)