Kategori: Indosat

  • Apresiasi Persib Bandung, Indosat Keluarkan Rp 400 Juta

    Apresiasi Persib Bandung, Indosat Keluarkan Rp 400 Juta

    Jakarta – Indosat memberikan apresiasi kepada seluruh pemain Persib Bandung atas keberhasilannya membawa pulag Piala Presiden 2015.

    Dalam keterangan tertulisnya, (19/10), CEO Indosat Alexander Rusli mengurai rasa bangganya atas pencapaian ini.

    “Kami bangga dan mengucapkan selamat atas kemenangan Persib di Final Piala Presiden 2015, serta mengapresiasi para bobotoh yang telah memberikan dukungan penuh kepada para pemain secara tertib dan aman selama pertandingan berlangsung,” katanya.

    Hadir dalam bentuk hadiah sebesar Rp 400 juta rupiah, apreasiasi Indosat kepada tim Persib Bandung ini diberikan oleh President Director & CEO Indosat, Alexander Rusli secara simbolis kepada Umuh Muchtar selaku Manager Persib Bandung dan Atep Rizal, Kapten Tim Persib Bandung.

    “Kami berharap apresiasi ini akan terus mendorong Persib untuk terus berprestasi semakin baik ke depan. Indosat juga senantiasa mendukung kemajuan persepakbolaan nasional dan mendukung kegiatan positif komunitas seperti yang dilakukan para pendukung Persib dengan teknologi informasi dan telekomunikasi yang kami miliki,” tambah Alexander Rusli.,

    Sebagai informasi, Indosat telah menjalin kerja sama dengan Persib Bandung sejak 2013 lalu dengan menjadi salah satu sponsor mereka. Logo IM3 milik Indosat juga terpampang di seragam (jersey) pemain Persib Bandung.

    Pada awal tahun Indosat juga menyediakan kartu perdana IM3 Persib yang memungkinkan para bobotoh dapat berinteraksi satu sama lain secara gratis baik SMS maupun panggilan suara.

    Selain Persib, Indosat juga menjadi sponsor bagi klub Arema Cronus dan Bali United. Sementara induk perusahaan mereka, yakni Ooredoo mendukung klub berlevel worldwide seperti Paris Saint Germain (PSG), dengan melakukan event activation Fans Do Wonders bersama PSG, dan Simply Do Wonders bersama Lionel Messi.

    Belum lama ini, Indosat juga menghadirkan layanan VAS Content bagi komunitas penggemar Barcelona, Inter Milan, dan Arsenal.

     

  • Indosat- Ideabox Loloskan 5 Startups Terbaik ke Batch Tiga

    Indosat- Ideabox Loloskan 5 Startups Terbaik ke Batch Tiga

    Jakarta – Program Akselerasi bacth ketiga yang diselenggarakan Indosat – Ideabox akhirnya memilih 5 startups terbaik dari 25 peserta setelah melewati 48 jam bootcamp. Rangkaian ini sudah melewati seleksi ketat dari 300 aplikasi yang masuk. Baik dari Indonesia maupun luar negeri.  Para pemenang bootcamp akan berkesempatan mengikuti program akselerasi selama 4 bulan, yang akan dimulai bulan November nanti di Jakarta.

    “Indosat berkomitmen untuk terus membangun ekosistem digital di Indonesia. Melalui Ideabox dan Dana Ventura Indosat-Softbank, kami ingin mendorong semangat para startups untuk meningkatkan inovasi dan kewirausahaan mereka. Harapan ke depan, Indonesia tidak hanya menjadi pengguna aplikasi tetapi juga pembuat aplikasi yang digunakan secara mendunia,” ujar Alexander Rusli, President Director & CEO Indosat, menjelaskan.

    Prashant Gokarn, Chief Digital Service Officer Indosat menambahkan, “Ideabox telah banyak menarik perhatian industri selama 2 tahun terakhir dan telah menjadi referensi industri. Mitra global kami yang baru akan membawa startup ideabox ke level selanjutnya dengan memberikan nilai tambah melalui bimbingan tatap muka dan juga akses ke spesial aplikasi dan layanan. Melalui akses langsung ke perusahaan global seperti Facebook. Microsoft Bizspark Plus, IBM Soft Layer dan Growth Hacking Asia akan membuka kunci bagi startup ideabox untuk berkesempatan mendapatkan global best practice di segala aspek, mulai strategi, pengembangan produk sampai ke manajemen merek dan marketing. Ideabox telah menjadi akselerator berkelas dunia.”

    Program akselerasi Ideabox memberikan modal awal sampai dengan 50,000 USD dan 4 bulan program dengan fasilitas khusus, bimbingan secara penuh, kurikulum terstruktur dan dan akses ke salah satu jaringan terbesar advisors lokal maupun internasional  di Indonesia. Idebox fokus terhadap kualitas daripada kuantitas, oleh karena itu jumlah perusahaan terpilih mengikuti program ini akan dibatasi. Startups juga akan mendapatkan dukungan komersial yang kuat dari Indosat setelah lulus nanti untuk membantu mereka berkembang dengan cepat.

    Berikut adalah lima startups yang berkesempatan masuk ke dalam Progam Akselarasi Indosat Ideabox:

    1. Sociabuzz (Sociabuzz.com), platform yang memfasilitasi para pemilik merek untuk mencapai target mereka melalui marketing influencer (akun social media).
    2. Lakuin (lakuin.com), platform yang memungkinkan UKM untuk memperluas penawaran produk melalui e-commerce online
    3. Ripple (ripple.co.id), sistem layanan online payment gateway yang terintegrasi di multi platform
    4. Dheket (dheket.com), direktori bisnis yang dilengkapi dengan data lokasi yang berada dekat dengan pengguna.
    5. Karental (karental.id), platform penyewaan mobil online dan manajemen armada.

    “Program akselerasi ideabox telah menjadi bagian terpenting dari ekosistem teknologi startup. Melalui program ini, kita telah membangun startup yang lebih baik, lebih kuat dan berkualitas untuk pendanaan tingkat lanjut. Kami menggabungkan kurikulum dengan  bimbingan Mentor dan dukungan Komersial dari mitra-mitra kami untuk membantu Startups berkembang”, demikian disampaikan oleh Andy Zain, Managing Partner Mountain Kejora Ventures.

    Untuk menarik startups pada batch ketiga, Ideabox telah melakukan roadshow di 8 kota di Indonesia – Jakarta, Medan, Bandung, Yogyakarta, Makassar, Malang, Surabaya and Bali, dan berhasil menarik ratusan peserta dari komunitas startup dan komunitas developer. Roadshow juga telah menarik perhatian global. Salah satu dari 25 peserta bootcamp adalah Startup Singapura yang berfokus pada pasar Indonesia.

    Ideabox adalah salah satu akselerator startup terkemuka di Indonesia yang merupakan kerjasama Indosat dan Mountain Kejora Ventures dan didukung oleh Ooredoo Group. Beberapa penghargaan Internasional telah di dapat antara lain dari International Business Award (The Stevies), Global Telecoms Business Innovation Award, dan Asia Communications Award. (Icha)

  • Indosat Kerjasama dengan Ideabox dan Facebook

    Indosat Kerjasama dengan Ideabox dan Facebook

    Perusahaan startup memang membutuhkan berbagai dorongan, baik dari sisi financial maupun jaringan. Tujuannya tidak lain adalah untuk membangun industry kreatif di Indonesia sehingga dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Indosat adalah salah satu yang cukup agresif dalam mendukung para startup ini. Salah satu yang baru saja dilakukan adalah bekerjasama dengan Ideabox dan Facebook.

    Dengan kerjasama ini, para startup Indoast Ideabox  akan memiliki kesempatan untuk mendaftar program FbStart Facebook yaitu program bimbingan dari Facebook dengan memanfaatkan fasilitas dan utilitas yang dimilikinya. Tujuan kerja sama ini adalah agar para startup Ideabox mampu mempelajari praktik terbaik yang dilakukan para startup global untuk meraih kesuksesan.

    “Program startup akselerator Ideabox Indosat telah menjadi perintis dalam komunitas startup di Indonesia dan telah bertumbuh semakin kuat sejak didirikan pada tiga tahun lalu. Kerja sama dengan Facebook akan memungkinkan kami untuk mendukung pertumbuhan startup Indonesia ke tingkat berikutnya, dikombinasikan dengan basis program bimbingan Ideabox yang telah memenangkan banyak penghargaan. Kontribusi Facebook dalam program Ideabox ini akan membantu startup di Indonesia untuk menerapkan best practices di industri secara global, memungkinkan mereka untuk benar-benar meningkatkan kualitas produk mereka dan model bisnisnya, “demikian diungkapkan oleh Prashant Gokarn, Chief Digital Services Officer Indosat.

    Melalui kemitraan ini, startup Ideabox Indosat yang lulus dan diterima dalam program FbStart Facebook akan mendapatkan bimbingan langsung dan manfaat lain senilai lebih dari USD 80.000 bagi setiap startup. Indosat juga berencana untuk membawa pemenang demo day hari ketiga Ideabox untuk mengunjungi kampus Facebook Menlo Park di Silicon Valley. Demo day sendiri adalah kegiatan demo setelah inkubasi Ideabox berakhir yang berlangsung selama 3 hari dan diikuti seluruh peserta Ideabox. (Icha)

  • Raih Penghargaan: Indosat Berharap Banyak Perusahaan Lokal Go Global

    Raih Penghargaan: Indosat Berharap Banyak Perusahaan Lokal Go Global

    Pada kondisi serba digital, kebutuhan perusahaan akan layanan komunikasi data pun semakin tinggi. Indosat adalah salah satu yang dinilai oleh sebagai perusahaan yang layak menyandang Indonesia Data Communications Service Provider of The Year dalam Frost & Sullivan Indonesia Excellence Award 2015.

    Menurut Winnie Wong, Research Analyst Cloud and Data Center Asia Pacific Frost & Sullivan, “Indosat dapat berbangga menjadi salah satu operator telekomunikasi terbesar di Asia Tenggara yang berpengaruh dengan kemitraan global yang ekstensif meliputi 17 negara. Indosat telah membawa industry telekomunikasi ke level yang berbeda dengan menjadi pemain yang paling agresif di Asia Tenggara, sejalan dengan perkembangan ekonomi digital ecommerce, seluler, media social, dan arena konten digital yang sangat cepat”.

    Saat ini, Indosat telah memperluas portofolio produknya dengan memperluas jaringan global yang memungkinkan perusahaan internasional untuk masuk ke dalam perkembangan ekonomi di Indonesia. Indosat telah menjadi saksi atas meningkatnya penggunaan data di layanan seluler oleh pelanggannya, memunculkan layanan inovatif dan aplikasi berkualitas tinggi akan menetapkan Indosat sebagai pemimpin yang mengubah bisnis dalam landskap digital di Indonesia”.

    Layanan Data Communications Indosat didukung dengan infrastruktur jaringan backbone serat optic internasional ke negara-negara tujuan bisnis di Asia, Amerika, Eropa. Indosat juga memiliki 3 backbone internasional (2 jaringan kabel laut dan jaringan bawah tanah).

    “Dengan luasnya jaringan Indosat ini, kami berharap lebih banyak bisnis global yang berinvestasi untuk mendukung perkembangan ekonomi di Indonesia dan sebaliknya makin banyak bisnis lokal yang melebarkan pasarnya ke pasar global”, tutur Joy Wahjudi, Director Sales and Distribution Indosat.

    Indosat saat ini juga memiliki Memiliki lebih dari satu jaringan fisik yang menghubungkan dalam dan antar kota. Indosat juga menjalin kemitraan global dengan BT, AT&T dan NTT. Kemudian menjalin aliansi provider regional yang tergabung dalam konsorsium ACASIA, meliputi Singtel, CAT, TM, VNPT, PLDT & Telbru. Dengan layanan atau produk ICT seperti Konektifitas, Data Center dan Disaster Recovery Center.

    Untuk memudahan, Indosat juga memberikan fitur pintar yakni Application Assure pada Service Portal yang dapat diakses pelanggan. (Icha)

  • Herfini Haryono Resmi Jadi Direktur Indosat

    Herfini Haryono Resmi Jadi Direktur Indosat

    RUPSLB Indosat (7/10) menyetujui mengangkat Herfini Haryono sebagai Direktur di Indosat menggantikan Sarwoto Atmosutarno.
    Susunan anggota Direksi Indosat hasil RUPSLB hingga Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan tahun 2020 (sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar Perseroan) sebagai berikut:
    –       Bapak Alexander Rusli,  Direktur Utama
    –       Bapak Caba Pinter, Direktur
    –       Bapak Joy Wahjudi, Direktur (sekaligus selaku Direktur Independen)
    –       Bapak John Martin Thompson, Direktur
    –       Ibu Herfini Haryono, Direktur
    Herfini Haryono, sebelumnya menjabat sebagai Chief Information Officer di Indosat. Dan sebelum bergabung dengan Indosat juga pernah menjabat sebagai Director of Planning and Development di Telkomsel pada periode 2009-2012. (Icha)

  • Jualan Internet.org, Indosat Sasar Pedagang Pasar

    Jualan Internet.org, Indosat Sasar Pedagang Pasar

    JakartaSepertinya tidak berlebihan jika kita menyebut bahwa layanan internet kini telah digunakan oleh berbagai kalangan. Tak hanya lagi sekadar pekerja kantoran, tetapi juga masyarakat luas, tak terkecuali pedagang di pasar. Tak heran, jika Indosat kemudian mulai melihat pegadang pasar tradisional sebagai target potensialnya.

    Untuk memudahkan penjualan layanan internetnya ke pasar ini, Indosat pun menggandeng APPSI (Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia) dan melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman  Bersama (Memorandum of Understanding/MoU).

    MoU APPSI2APPSI sendiri merupakan asosiasi yang mewadahi pedagang pasar tradisional di seluruh Indonesia, yang bertujuan untuk meningkatkan daya saing, menciptakan pengelolaan pasar yang profesioanl dan menyediakan tempat usaha yang layak yang akan meningkatkan kesejahteraan puluhan juta pedagang pasar.

    Kerjasama ini bertujuan untuk memberikan kemudahan akses internet melalui layanan internet.org bagi para pedagang pasar di Indonesia. Para pedagang dapat memperoleh kemudahan dalam mengakses berbagai informasi lainnya seperti berita umum, info kesehatan, info lapangan pekerjaan, info pendidikan, info layanan publik, dan ke depannya info harga komoditas pokok harian, dimana informasi tersebut dapat membantu pedagang pasar di Indonesia dalam memonitor harga komoditas.

     ”Kami berharap internet.org yang kami hadirkan melalui kerjasama ini akan memudahkan para pedagang  pasar dalam memperoleh informasi dan mendukung kegiatan perdagangan mereka, sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan mereka,” ungkap Alexander Rusli, President Director & CEO Indosat dalam keterangan tertulisnya, Minggu (4/10).

    Harapan yang sama diutas Ketua APPSI Supriyatno. Menurutnya, kerjasama dengan Indosat ini akan membantu APPSI dalam memberikan kemudahan akses Internet bagi para pedagang pasar di Indonesia.

    “Kami sangat senang dengan kerjasama ini dan kami berharap kerjasama ini akan membantu upaya kami untuk terus berjuang meningkatkan daya saing dan kesejahteraan para pedagang pasar,” katanya.

    Seperti diketahui, internet.org adalah sebuah inisiatif dari Facebook yang bertujuan untuk membuat akses iInternet tersedia bagi dua pertiga populasi dunia yang belum terhubung dengan internet.

    Di Indonesia, Indosat adalah operator pertama yang menyediakan akses internet mudah tanpa pulsa bagi masyarakat Indonesia. Indosat menyediakan akses internet tanpa pulsa melalui layanan internet.org baik untuk pelanggan IM3 & Mentari (prabayar) maupun pelanggan Matrix (paskabayar).

  • Lewat Ajang ISTC, Indosat Cari Investor Muda

    Lewat Ajang ISTC, Indosat Cari Investor Muda

    Jakarta – Mencetak developer cilik tampaknya tak hanya menjadi satu-satunya niatan Indosat di luar tugasnya sebagai penyedia telekomunikasi selular. Hari ini, dalam sebuah ajang bertajuk Indosat Stock Trading Contest (ISTC), operator ini juga sukses menghasilkan ribuan calon investor muda pasar modal Indonesia.

    Program ISTC sendiri merupakan kerjasama PT Indosat Tbk dan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dan baru pertama kali diselenggarakan di Indonesia. Hebatnya, ajang ini bahkan telah berhasil menjaring 8819 peserta dari seluruh Indonesia untuk mengikuti program ini, dan 15 peserta berhasil memasuki grand final hari ini di Jakarta setelah menjalani kegiatan Bootcamp selama dua hari.

    Dalam keterangan tertulisnya, Rabu (20/9), President Director dan CEO Indosat, Alexander Rusli mengutas rasa bangganya karena dapat menjadi bagian dari lahirnya calon investor pasar modal Indonesia yang handal ini.

    Melalui ajang Indosat Stock Trading Contest (ISTC), yang mengoptimalkan pemanfaatan ICT untuk belajar melakukan perdagangan saham ini, kami berharap para peserta dan juga pemenang program ini akan terjun dan menjadi investor yang akan memajukan perdagangan pasar modal dan pada akhirnya juga berperan meningkatkan perkembangan perekonomian Indonesia,” ungkapnya.

    ISTC adalah program kompetisi bagi generasi muda Indonesia untuk melakukan transaksi saham virtual yang mengacu kepada sejumlah saham pilihan yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) secara “realtime.” Bertajuk “Wujudkan Mimpimu Menjadi Miliarder Muda,, kompetisi ini merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility Indosat, pilar Edukasi, yang bertujuan memberikan pengetahuan yang lebih baik kepada masyarakat dan generasi muda mengenai investasi saham di pasar modal.

    Saat ini, dari lebih 250 juta penduduk Indonesia, hanya 400 ribu orang yang melakukan kegiatan perdagangan di pasar modal. Hal ini merupakan tantangan sekaligus peluang untuk mengajak lebih banyak lagi masyarakat yang terjun ke dunia pasar modal.

    Program ISTC ini sekaligus menjadi upaya Indosat dalam mendukung Gerakan Nasional Cinta Pasar Modal (“GeNTa”). Selain didukung BEI, ISTC juga didukung oleh Lintasarta sebagai Data comm dan IT Infrastructure, serta PT Winratama Perkasa (“WinGamers”) selaku penyedia layanan virtual on line trading pertama di Indonesia.

    15 Finalis Perebutkan Gelar Juara

    Sejak program ini diluncurkan pada April 2015, dengan peserta sebanyak 8819 orang, hari ini ISTC mencapai puncaknya dengan menyaring 15 orang finalis.

    Penentuan 15 finalis ini didasarkan pada penilaian yang meliputi kinerja, keaktifan bertransaksi serta kesesuaian dengan syarat dan ketentuan program. ISTC mendapatkan animo yang sangat besar dari generasi muda, tidak hanya terlihat dari jumlah peserta yang membludak, tetapi juga terlihat dari setiap sesi roadshow di berbagai kampus ternama di seluruh Indonesia.

    Selama 2 hari mengikuti kegiatan bootcamp, 15 finalis diberikan pembekalan dan ilmu yang lebih dalam mengenai investasi dan dunia pasar modal oleh para pakar investasi. Para finalis mendapatkan berbagai materi, mulai dari Investasi dan Efek di Pasar Modal, Mekanisme Perdagangan Saham, Struktur Pasar Modal Indonesia, Pasar Modal Syariah, hingga Analisa Fundamental, Teknikal, dan Market Update.

    Setelah melalui tahap penilaian yang sangat ketat oleh Dewan Juri dari Indosat, Bursa Efek Indonesia dan Wingamers dengan menilai kinerja, strategi investasi, pengetahuan tentang Pasar Modal, keaktifan, visi dan rencana kedepan sebagai investor, ajang ISTC akhirnya menghasilkan pemenang, yang terdiri dari Dimas Raka Prayudha (20 tahun), mahasiswa Universitas Gunadharma sebagai peringkat pertama, Putu Astawa (17 tahun), mahasiswa Universitas Udayana, Bali sebagai juara kedua, dan Joshua Jeremy Ticoalu Longdong (19 tahun), mahasiswa Universitas Sam Ratulangi, Manado sebagai juara ketiga.

    Sementara untuk predikat Kampus Billionaire Award, terpilih Universitas Bunda Mulia – Jakarta.

     

  • Indosat Tunggu Izin Pemerintah Untuk 4G 1800 Mhz

    Indosat Tunggu Izin Pemerintah Untuk 4G 1800 Mhz

    Jakarta – Di temui pada acara Selular Forum di sebuah tempat di bilangan SCBD Jakarta, Alexander Rusli selaku CEO dari Indosat mengakui bahwa Indosat sebenarnya sudah sangat siap dan mengatakan segala persiapannya sudah dimulai sejak dua tahun lalu.

    Mengenai jaringan 4G sendiri, sejatinya Indosat telah menggelar jaringan 4G LTE di beberapa kota besar Di Indonesia seperti Bali. Namun jaringan 4G tersebut masih berjalan pada frekuensi 900 Mhz. dengan frekuensi ini Indosat hanya memiliki pita jaringan sebesar 5 Mhz saja sehingga cakupan 4G yang dimiliki mereka juga hanya terbatas. Indosat juga tidak terlalu yakin dengan frekuensi 900 Mhz miliknya, pasalnya selain ketersediaan device yang sedikit, serta ketersediaan nya maksimum hanya 5 Mhz sehingga yang lebih banyak berperan adalah 3G mereka yang memiliki kecepatan hingga 42Mbps.

    Untuk kecepatan Akses data sendiri, pada frekuensi 900 Mhz Indosat memiliki kecepatan download hingga 185 Mbps dan 41mbps untuk upload nya. Sementara untuk kota-kota yang sudah tercover jaringan 4G LTE Indosat adalah Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Bali dan Balikpapan.

    “Sebenarnya sejak dua tahun lalu sejak kita modernisasi sebenarya kita sudah LTE ready, maka dari itu saya kembali menekankan bahwa handset nya juga harus siap, karena kami di sisi jaringan sudah sangat siap dan sangat mubazir jika jaringan sudah siap namun handset nya belum memadai,” tuturnya.

    Beliau juga mengungkapkan untuk di frekuensi 1800 Mhz , Indosat hanya tinggal menunggu dari jadwal pemerintah yang rencananya akan mulai digulirkan pada akhir November tahun ini.

    Sebagai informasi, Spektrum 1800Mhz mampu memberikan kecepatan maksimal mengingat kapasitas yang dapat disediakan oleh operator di pita ini minimal 10Mhz sehingga secara teori dapat menghasilkan kecepatan hingga 129Mbps. Sedangkan jika di frekuensi 900Mhz operator hanya mampu mengalokasikan lebar pita 5Mhz saja dengan kecepatan maksimal 42Mbps yang sama saja dengan kecepatan 3G hanya berbeda latency yang dihasilkan saja.

    Faktor banyaknya pelanggan juga ikut mempengaruhi kecepatan transfer data, semakin banyak pelanggan tentunya jalur akan semakin sesak yang berarti kecepatan akan terpengaruh. Dengan pita jaringan yang lebih lebar, tentunya akan menyediakan kecepatan yang lebih stabil walaupun banyak pelanggan yang menggunakannya.

    Alex juga menambahkan, ketersediaan handset yang mengakomodir jaringan 1800 Mhz juga perlu diperhatikan, karena jika di pasaran smartphone dan tablet yang mendukung teknologi ini masih tergolong mahal, tentu nya para pengguna juga tidak akan dapat menikmati kecepatan berinternet seperti ini.

    Disinggung mengenai infrastructure sharing yang sedang di galakkan oleh pemerintah, Alex merespon dengan cukup baik upaya ini dan sangat terbuka mengenai hal ini. Beliau mengatakan, “intinya bagaimana bisa save cost agar bisa mendeliver secara lebih murah. Saya lebih baik menurunkan cost, ketimbang menaikan harga” ungkapnya. (AK/HZ)

  • Gandeng Twitter, Indosat Kenalkan Layanan #TwitBuy

    Gandeng Twitter, Indosat Kenalkan Layanan #TwitBuy

    JAKARTA – Twitter menghadirkan sebuah fitur yang memungkinkan penggunanya untuk membeli sesuatu secara online. Sebenarnya ini bukan lagi kabar baru. Namun tidak demikian dengan kabar berikut ini. Ya, menggandeng Indosat, Twitter hari ini secara resmi meluncurkan Indosat #TwitBuy, sebuah layanan yang dirancang khusus bagi 68 juta pelanggan Indosat untuk memberikan kemudahan dalam melakukan pembelian paket-paket menarik Indosat melalui Twitter.

    Layanan ini diharapkan akan mempermudah akses pembelian paket Internet, paket Telepon dan paket SMS Indosat; tidak hanya melalui USSD, SMS, dan Aplikasi INSTANT; tetapi juga melalui Twitter.

    Caranya mudah saja, untuk dapat melakukan pembelian paket via layanan ini, pelanggan hanya perlu memiliki pulsa yang cukup untuk melakukan pembelian paket yang diinginkan.

    “Sebagai perusahaan telekomunikasi pertama di regional Asia Pasifik, yang menyediakan layanan inovatif akses pembelian paket via Twitter, kami sangat gembira dapat bermitra dengan Twitter dalam memberikan pengalaman terbaik bagi pelanggan. Para pelanggan Indosat kini dapat dengan mudah melakukan pembelian paket-paket menarik Indosat secara langsung dalam keseharian menggunakan Twitter,” demikian disampaikan Prashant Gokarn, Chief of Digital Services Officer Indosat dalam keterangan tertulisnya, (7/9/2015).

    Hal yang tak jauh berbeda diutarakan Arvinder Gujral, Director Business Development, Twitter Asia Pacific. Menurutnya, Indonesia merupakan salah satu pasar mobile dan media sosial terbesar di dunia.

    “Twitter sangat senang bermitra dengan Indosat untuk menggunakan platform media sosial kami guna meningkatkan layanan pelanggan serta consumer engagement. Twitter adalah bagian integral dari masyarakat Indonesia saat ini dan #TwitBuy merupakan sebuah inovasi yang akan membuat hidup para pengguna kami lebih mudah dan nyaman, sambil menikmati layanan dari Indosat,” ungkapnya.

    Untuk dapat menikmati layanan ini, pelanggan Indosat harus mengakses layanan #TwitBuy dengan cara mengikuti akun Twitter resmi Indosat yaitu @indosatmania dan mengirimkan DM #twitbuy ke @indosatmania. Selanjutnya, pelanggan dapat mengikuti instruksi autentikasi yang dikirimkan oleh @indosatmania melalui DM.

    Untuk lebih jelasnya, berikut cara menggunakan Indosat #TwitBuy

    1. Ikuti akun Twitter resmi Indosat yaitu @indosatmania atau kirimkan Direct Message #twitbuy ke @indosatmania (bagi yang sudah mengikuti @indosatmania).
    2. @indosatmania akan mengirimkan sebuah DM berisi instruksi proses registrasi untuk menggunakan Indosat #TwitBuy
    3. Ikuti proses registrasi tersebut sesuai instruksi yang dikirimkan via DM, dan setelahnya Indosat #TwitBuy siap digunakan.
  • Indosat Ajak Programer “Cilik” untuk Kembangkan Aplikasi

    Indosat Ajak Programer “Cilik” untuk Kembangkan Aplikasi

    JAKARTA – Indosat kembali menunjukkan komitmennya dalam dunia teknologi. Kali ini, dengan menggelar Kids & Teens Hackathon, sebuah coding competition sebagai bagian dari rangkaian Indosat Wireless Innovation Contest (IWIC) ke-9. Penyelenggaraan coding competition yang pesertanya berusia 7 hingga 15 tahun ini bertujuan untuk mendorong lahirnya para developer aplikasi mobile cilik di Indonesia.

    “Indosat menyadari bahwa teknologi kini sudah diperkenalkan kepada anak sejak usia dini sebagai alat yang mendidik serta sebagai sumber informasi. Dengan diadakannya coding competition ini, kami berharap dapat mempercepat terciptanya ekosistem digital Indonesia yang dibesarkan oleh anak bangsa sendiri. Pada akhirnya semua upaya tersebut akan dapat meningkatkan  kualitas hidup masyarakat dan mendorong kemajuan bangsa kita,” demikian diungkapkan Trisula Dewantara, Group Head Corporate Communications Indosat dalam keterangan tertulisnya, Minggu (30/8/2015).

    Pada pelaksanaan Kids & Teens Hackathon, Indosat bekerja sama dengan Cody’s App Academy yang merupakan tempat belajar pemrograman komputer yang difokuskan untuk anak-anak usia sekolah dasar dan menengah pertama.

    Ada dua kategori yang diperlombakan pada hackathon ini, yaitu Pro yang ditujukan untuk murid-murid Cody’s App Academy, dan kategori Rookie yang ditujukan untuk pemula selain murid Cody’s App Academy. Para peserta akan memperebutkan hadiah berupa laptop, smartphone, dan voucher untuk kursus di Cody’s App Academy. Sementara juara pertama juga akan mendapatkan piala dari Walikota Tangerang Selatan.

    IWIC adalah ajang kompetisi inovasi teknologi di bidang wireless yang diselenggarakan Indosat sejak tahun 2006 yang merupakan program tanggung jawab perusahaan kepada masyarakat (Corporate Social Responsibility) dengan pilar Inovasi.

    Kompetisi tahunan ini hadir kembali dengan menawarkan konsep unik dan berbeda dalam penyelenggaraannya. Selain penajaman kepada inovasi, IWIC ke-9 juga secara konsisten akan mengasah jiwa entrepreneurship peserta dengan menggandeng Jakarta Founder Institute dan Crowdtivate sebagai mitra. Tak hanya itu, penyelenggaraan IWIC ke-9 juga didukung oleh Internet.org by Facebook, Founder Institute, Kompas Gramedia, Harukaedu, Crowdtivate, i Aplikazone, Yayasan Cendekia Indosat, dan Dicoding. [IF]