Kategori: Beita Apple

  • iPhone 17 Hadir dengan Warna Baru: Ungu dan Hijau

    iPhone 17 Hadir dengan Warna Baru: Ungu dan Hijau

    Telko.id – Apple kembali memunculkan kejutan dengan menghadirkan warna baru untuk iPhone 17. Menurut laporan terbaru dari Majinbu Official, perusahaan asal Cupertino tersebut sedang menguji dua varian warna segar, yaitu Ungu dan Hijau, untuk seri iPhone 17 standar.

    Dari kedua warna tersebut, Ungu disebut-sebut sebagai kandidat terkuat yang kemungkinan besar akan diproduksi secara massal.

    Warna ini dinilai mampu menonjolkan desain ramping dan elegan iPhone 17, terutama dengan rangka aluminium yang menjadi ciri khas Apple.

    Tak hanya itu, Apple juga dikabarkan mempertimbangkan warna Biru Langit untuk iPhone 17 Pro.

    Warna ini diharapkan memberikan kesan segar dan premium, sesuai dengan positioning seri Pro yang selalu menawarkan fitur lebih canggih.

    Peningkatan di Sektor Layar dan Performa

    Selain warna baru, iPhone 17 juga dikabarkan akan membawa peningkatan signifikan di sektor layar. Bocoran menyebut bahwa iPhone 17 standar dan iPhone 17 Air (yang diduga akan menggantikan seri Plus) akan menggunakan layar dengan refresh rate 120Hz. Ini menjadi kabar baik bagi pengguna yang menginginkan pengalaman visual lebih mulus.

    Namun, fitur ProMotion yang memungkinkan refresh rate adaptif tetap menjadi eksklusif seri Pro. Artinya, meski refresh rate tinggi sudah tersedia di model standar, kemampuan menyesuaikan refresh rate secara otomatis belum akan dihadirkan.

    Desain dan Kamera yang Lebih Baik

    Dari segi desain, iPhone 17 Series diprediksi tetap mengusung rangka aluminium yang ringan dan kokoh, serta bagian belakang berbahan kaca untuk mendukung pengisian daya nirkabel MagSafe. Desain ini diharapkan tetap ergonomis namun tetap terlihat premium.

    Di sektor kamera, Apple disebut akan meningkatkan kemampuan fotografi malam pada iPhone 17 standar.

    Lensa utama yang dioptimalkan untuk kondisi cahaya redup, ditambah dukungan fotografi komputasional, diharapkan menghasilkan gambar yang lebih tajam dan natural.

    Untuk performa, iPhone 17 standar dikabarkan akan menggunakan chip A18 versi hemat daya, turunan dari chip A18 Pro yang akan digunakan di seri iPhone 16.

    Prosesor ini diharapkan menawarkan performa kencang dan efisiensi daya tinggi, cocok untuk multitasking hingga gaming.

    Informasi lebih lanjut tentang iPhone 17, termasuk tanggal rilis resmi dan harga, masih ditunggu dari Apple. Namun, bocoran ini sudah cukup membuat pecinta iPhone semakin penasaran. (Icha)

  • iPhone Lipat Apple Mulai Produksi Akhir 2025, Rilis 2026

    iPhone Lipat Apple Mulai Produksi Akhir 2025, Rilis 2026

    Telko.id – Apple dikabarkan telah mencapai tonggak penting dalam pengembangan iPhone lipat pertamanya. Menurut analis ternama Ming-Chi Kuo, perusahaan asal Cupertino itu bersiap memulai tahap awal produksi perangkat tersebut pada akhir kuartal ketiga 2025.

    Foxconn, mitra produksi Apple, diperkirakan akan memulai pembuatan iPhone lipat antara akhir September hingga awal Oktober 2025. Rencananya, perangkat ini akan diluncurkan secara resmi pada musim gugur 2026 sebagai bagian dari seri iPhone 18.

    Desain dan Spesifikasi iPhone Lipat

    iPhone lipat Apple akan menggunakan panel layar lipat dari Samsung Display dengan jumlah pasokan sekitar 7-8 juta unit.

    Perangkat ini akan memiliki layar berukuran 5,5 inci saat tertutup dan 7,8 inci saat dibuka. Desainnya mengadopsi konsep lipat ke dalam (book-style) seperti Samsung Galaxy Fold.

    Apple disebut telah menyempurnakan engsel untuk meminimalisir tampilan lipatan pada layar. Kemungkinan besar, iPhone lipat ini juga akan dilengkapi kamera di bawah layar.

    Namun, karena keterbatasan ruang internal, perangkat ini mungkin menggunakan Touch ID alih-alih Face ID.

    Ketebalan iPhone lipat diperkirakan sekitar 4,5 mm saat terbuka dan 9-9,5 mm saat tertutup. Beberapa komponen internal, termasuk engsel, masih dalam tahap penyempurnaan untuk memastikan daya tahan jangka panjang.

    Harga dan Strategi Pasar

    iPhone lipat diprediksi dibanderol dengan harga $2.000 hingga $2.500, menempatkannya di segmen ultra-premium.

    Apple dikabarkan memesan 15-20 juta unit untuk siklus hidup produk selama 2-3 tahun, menunjukkan strategi peluncuran terbatas alih-alih masif.

    Kuo menegaskan bahwa rencana Apple masih bisa berubah sebelum produksi massal dimulai. Namun, langkah ini menandai ambisi Apple untuk bersaing di pasar ponsel lipat yang saat ini didominasi Samsung dan merek China seperti Huawei dan Xiaomi.

    Sebelumnya, berbagai rumor tentang iPhone lipat telah beredar sejak 2020. Namun, Apple tampaknya memilih waktu yang tepat dengan memastikan teknologi lipat benar-benar matang sebelum meluncurkannya ke pasar.

    Dengan peluncuran yang direncanakan pada 2026, Apple memiliki waktu cukup untuk menyempurnakan fitur dan pengalaman pengguna.

    Langkah ini juga sejalan dengan strategi perusahaan yang kerap memasuki pasar setelah teknologi terkait dianggap stabil dan siap untuk konsumen mainstream. (Icha)

  • Bocoran iOS 26: AI Terbatas, Desain visionOS, dan Aplikasi Game Baru

    Bocoran iOS 26: AI Terbatas, Desain visionOS, dan Aplikasi Game Baru

    Telko.id –  Pada WWDC 2025 mendatang, ada rumor bahwa Apple akan meluncurkan iOS 26 dengan sejumlah fitur menarik, meski dengan pendekatan AI yang lebih hati-hati setelah kegagalan Apple Intelligence tahun lalu.

    WWDC 2025 tinggal menghitung hari. Konferensi tahunan developer Apple ini selalu menjadi ajang pengumuman sistem operasi terbaru mereka. Namun, tahun ini, Apple tampaknya mengambil langkah berbeda.

    Menurut bocoran Mark Gurman dari Bloomberg, perusahaan asal Cupertino itu akan mengurangi porsi pengumuman AI setelah keterlambatan implementasi Apple Intelligence di iOS 25.

    Lantas, apa saja yang bisa kita harapkan dari iOS 26? Simak analisis mendalam berikut ini.

    AI Terbatas untuk Developer

    Apple dikabarkan akan membuka akses Apple Foundation Models, teknologi AI on-device mereka, kepada developer pihak ketiga.

    Model ini diklaim mendukung hingga 3 miliar parameter dan memungkinkan pengembang untuk mengintegrasikan fitur AI ke dalam aplikasi mereka. Fitur yang didukung termasuk ringkasan teks otomatis dan koreksi otomatis yang lebih cerdas.

    Namun, jangan berharap terlalu banyak. Siri berbasis LLM (Large Language Model) yang sudah lama dinantikan ternyata belum siap untuk dipamerkan. Begitu pula dengan penyempurnaan aplikasi Shortcuts yang konon akan mendapat sentuhan AI.

    Desain Baru yang Terinspirasi visionOS

    Salah satu perubahan paling signifikan di iOS 26 adalah pembaruan antarmuka yang terinspirasi visionOS.

    Bocoran menyebutkan ini akan menjadi salah satu perubahan visual terbesar dalam sejarah iOS. Desain baru ini diharapkan bisa memberikan pengalaman yang lebih imersif dan konsisten di seluruh ekosistem Apple.

    Selain itu, iOS 26 juga akan membawa mode manajemen daya baterai baru dan aplikasi Translate yang didesain ulang dengan integrasi Siri dan AirPods.

    Fitur AI juga akan hadir di aplikasi Safari dan Photos, meski detailnya masih belum jelas.

    Apple to bring limited AI announcements at WWDC 25

    macOS 26 “Tahoe” dan Aplikasi Game Baru

    Tak hanya iOS, macOS 26 juga akan mendapat pembaruan signifikan. Mengikuti tradisi penamaan berdasarkan landmark California, versi terbaru ini akan disebut “Tahoe”. macOS Tahoe dikabarkan akan membawa identitas visual baru yang juga terinspirasi visionOS.

    Yang lebih menarik, Apple dikabarkan akan meluncurkan aplikasi game terpusat baru yang akan menggantikan Game Center lama.

    Aplikasi ini akan tersedia di iOS, iPadOS, macOS, dan tvOS, berfungsi sebagai hub terpusat untuk mengakses game, melihat leaderboard, dan berkomunikasi dengan pemain lain.

    Apple to bring limited AI announcements at WWDC 25

    Dengan berbagai pembaruan ini, apakah Apple akhirnya bisa mengejar ketertinggalan di bidang AI sambil tetap mempertahankan keunggulan di bidang lain? Jawabannya akan kita dapatkan dalam hitungan hari.

    (Icha)

  • MacBook Air M4: Laptop Ringkas dengan Performa Gahar dan Harga Menarik

    MacBook Air M4: Laptop Ringkas dengan Performa Gahar dan Harga Menarik

    Telko.id – Jika Anda punya laptop, tentu ingin sebuah produk yang bisa mengimbangi kebutuhan produktivitas harian tanpa mengorbankan portabilitas? Apple menjawabnya dengan MacBook Air M4.

    MacBook Air M4 ini merupakan perangkat yang menggabungkan desain ultra-ringkas, performa tangguh, dan harga yang semakin terjangkau.

    Dengan diskon terbatas di India hingga ₹86.990 (sekitar Rp16,5 juta) dan $849 di AS, laptop ini tak hanya menjadi pilihan cerdas, tetapi juga terasa seperti penawaran yang sulit ditolak.

    MacBook Air M4 bukan sekadar upgrade kecil dari pendahulunya. Di balik desain yang tetap elegan, Apple menyematkan chip M4 yang membawa lompatan signifikan dalam hal performa dan efisiensi.

    Dari mahasiswa hingga profesional kreatif, laptop ini dirancang untuk memenuhi beragam kebutuhan tanpa kompromi. Bagaimana detailnya? Mari kita telusuri.

    Desain Familiar dengan Sentuhan Modern

    Secara eksternal, MacBook Air M4 mempertahankan DNA desain Apple yang ikonik. Bobotnya hanya 1,2 kg dengan ketebalan 0,44 inci, membuatnya tetap menjadi salah satu laptop paling ringkas di pasaran.

    Pilihan warna Midnight, Silver, dan Starlight masih ada, tetapi kini diperkaya dengan varian Sky Blue yang memancarkan kesan segar dan modern.

    Layar 13,6 inci Liquid Retina dengan kecerahan 500 nit dan dukungan warna P3 wide gamut tetap menjadi salah satu yang terbaik di kelasnya.

    Tambahan kamera 12MP Center Stage juga meningkatkan pengalaman video call, menyaingi kualitas yang sebelumnya hanya ditemukan di lini MacBook Pro.

    Chip M4: Lompatan Performa dan Kecerdasan Buatan

    Di jantung MacBook Air M4, chip M4 dengan konfigurasi 10-core CPU, 8-core GPU, dan 16-core Neural Engine menjadi pembeda utama. Kombinasi ini tidak hanya mempercepat tugas-tugas konvensional seperti pengeditan foto atau multitasking, tetapi juga membuka pintu untuk fitur berbasis AI seperti Mail Summaries dan Clean Up in Photos.

    Yang mengejutkan, performa tinggi ini hadir tanpa kipas pendingin. Thermal management Apple terbukti efektif, bahkan saat menangani beban kerja intensif seperti editing video ringan di Final Cut Pro. Untuk mengetahui lebih dalam tentang spesifikasi MacBook Air M4, Anda bisa membaca artikel ini.

    Baterai Tahan Lama dan Konektivitas Masa Depan

    Apple mengklaim MacBook Air M4 mampu bertahan hingga 18 jam untuk pemutaran video dan 15 jam untuk penelusuran web.

    Dalam penggunaan nyata, laptop ini dengan mudah bertahan seharian penuh, bahkan dengan aktivitas berat seperti Zoom, Slack, dan multitasking browser.

    Dua port Thunderbolt 4 dan dukungan MagSafe tetap dipertahankan, tetapi kini ditambah kemampuan menghubungkan dua layar eksternal 6K secara bersamaan—fitur yang sangat berguna bagi kreator konten.

    Dukungan Wi-Fi 6E dan Bluetooth 5.3 juga memastikan laptop ini siap menghadapi perkembangan teknologi di masa depan.

    Harga yang Semakin Menggiurkan

    Dengan diskon terbatas yang menurunkan harga menjadi ₹86.990 di India dan $849 di AS, MacBook Air M4 masuk ke kategori “no-brainer”.

    Bahkan varian dengan SSD 512GB dan RAM 24GB juga mendapat potongan harga signifikan. Bandingkan dengan laptop AI terbaru seperti Acer Predator Triton 14 AI, dan Anda akan melihat nilai lebih MacBook Air M4 untuk penggunaan sehari-hari.

    Di pasar yang penuh dengan kompromi, perangkat ini berhasil menawarkan keseimbangan sempurna antara performa, portabilitas, dan harga.

    Bagi yang mencari laptop premium tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam, inilah salah satu pilihan terbaik saat ini. (Icha)

  • MacBook Air Dengan Chip M4 Resmi di Indonesia: Spesifikasi Gahar & Harga Terbaru

    MacBook Air Dengan Chip M4 Resmi di Indonesia: Spesifikasi Gahar & Harga Terbaru

    Telko.id – MacBook Air M4 yang baru saja mendarat di Indonesia. Setelah debut global Maret lalu, Apple akhirnya membawa varian terbaru jajaran Air ini ke pasar Tanah Air dengan peningkatan signifikan di segala aspek.

    Dalam lanskap laptop ultraportable yang semakin kompetitif, Apple tampaknya tak ingin memberi celah bagi pesaing. MacBook Air M4 bukan sekadar upgrade minor, melainkan lompatan generasi yang mengejutkan.

    Dari chip M4 yang lebih bertenaga hingga fitur-fitur cerdas berbasis AI, laptop ini dirancang untuk mengubah cara kita bekerja dan berkreasi.

    Greg Joswiak, Senior Vice President Worldwide Marketing Apple, dengan bangga menyatakan: “Dengan kombinasi chip M4, desain tanpa kipas, dan macOS Sequoia yang diperkaya Apple Intelligence, MacBook Air M4 adalah paket komplit yang sulit ditolak.” Lantas, apa saja keunggulan yang ditawarkan varian terbaru ini?

    Desain & Warna: Tipis Nan Memikat

    MacBook Air M4

    Secara desain, MacBook Air M4 mempertahankan DNA pendahulunya dengan bodi aluminium unibody setipis 11,3 mm dan berat mulai 1,24 kg (untuk model 13,6 inci).

    Namun, Apple menyuntikkan daya tarik baru melalui pilihan warna Biru Langit (Sky Blue) yang memantulkan gradien dinamis saat terkena cahaya.

    Warna baru ini melengkapi opsi klasik seperti Midnight, Starlight, dan Silver. Yang menarik, setiap varian warna kini dilengkapi kabel MagSafe yang senada – detail kecil yang membuat pengalaman unboxing terasa lebih premium.

    “Biru metalik muda ini sengaja dirancang untuk menciptakan pantulan cahaya yang hidup,” jelas tim desain Apple.

    Spesifikasi MacBook Air M4: Lompatan Besar dari M1

    MacBook Air M4

    Di balik bodi rampingnya, MacBook Air M4 menyimpan chip M4 dengan CPU 10-inti (4 inti performa + 6 inti efisiensi) dan GPU hingga 10-inti.

    Menurut klaim Apple, kombinasi ini menghasilkan performa 2x lebih cepat dibandingkan MacBook Air M1 dan 23x lebih cepat daripada model Intel terakhir.

    • Layar: 13,6 inci (2560×1664) atau 15,3 inci (2880×1864), Liquid Retina 500 nit, dukungan 1 miliar warna
    • RAM: 16GB/24GB unified memory (bisa dikonfigurasi hingga 32GB)
    • Penyimpanan: Mulai 256GB SSD (konfigurasi hingga 2TB)
    • Kamera: 12MP Center Stage dengan fitur Desk View
    • Port: 2x Thunderbolt 4 (USB-C) + MagSafe 3

    Neural Engine 16-inti pada chip M4 menjadi peningkatan penting, menawarkan kecepatan pemrosesan AI 3x lebih cepat dibandingkan M1.

    Ini berarti aplikasi-aplikasi berbasis machine learning seperti Adobe Photoshop atau Final Cut Pro akan berjalan lebih responsif.

    Fitur Unggulan: Dari Center Stage hingga Dual 6K Display

    Apple tak hanya fokus pada performa mentah. Laptop Apple ini diperkaya fitur-fitur cerdas seperti:

    MacBook Air M4

    • Center Stage 2.0: Kamera 12MP yang secara otomatis mengikuti pergerakan Anda selama video call
    • Desk View: Mode unik yang menampilkan wajah pengguna dan permukaan meja secara bersamaan
    • Dukungan Dual 6K: Kini bisa menghubungkan dua monitor eksternal sekaligus
    • Audio Spasial: Sistem enam speaker dengan teknologi pelacakan kepala dinamis

    Baterai tahan hingga 18 jam untuk streaming video atau 15 jam browsing web membuat laptop ini menjadi teman kerja seharian yang andal. Ditambah dengan desain tanpa kipas, laptop ini tetap senyap bahkan saat menangani tugas berat.

    Harga MacBook Air M4 di Indonesia

    Berikut daftar harga resmi MacBook Air M4 di Indonesia menurut iBox (distributor resmi Apple):

    • 13 inch (16GB/256GB/8-core GPU): Rp17.999.000
    • 13 inch (16GB/512GB/10-core GPU): Rp21.499.000
    • 13 inch (24GB/512GB/10-core GPU): Rp24.499.000
    • 15 inch (16GB/256GB/10-core GPU): Rp21.499.000
    • 15 inch (16GB/512GB/10-core GPU): Rp24.999.000
    • 15 inch (24GB/512GB/10-core GPU): Rp28.499.000

    Dibandingkan generasi sebelumnya, harga MacBook Air M4 di Indonesia terpantau lebih terjangkau dengan selisih sekitar Rp500.000-Rp1.000.000 untuk konfigurasi sebanding. Pertanyaannya: apakah upgrade ini worth it untuk Anda?

    Bagi pengguna MacBook Air M1 atau M2, mungkin belum saatnya beralih kecuali Anda benar-benar membutuhkan peningkatan performa AI. Namun untuk pengguna Intel atau mereka yang mencari laptop ultraportable premium, MacBook Air M4 layak dipertimbangkan sebagai investasi jangka panjang. (Icha)

  • iPhone 17 Air Bocoran: Baterai Lebih Kecil, Performa Tetap Mumpung?

    iPhone 17 Air Bocoran: Baterai Lebih Kecil, Performa Tetap Mumpung?

    Telko.id –  iPhone 17 Air, yang diprediksi meluncur tahun depan, dikabarkan hanya akan dibekali baterai berkapasitas 2.800 mAh. Angka ini jauh lebih kecil dibandingkan pesaingnya, Samsung Galaxy S25 Edge, yang memiliki baterai 3.900 mAh. Padahal, kedua ponsel ini memiliki ukuran yang hampir sama.

    Bocoran ini juga mengungkap ketebalan iPhone 17 Air yang super tipis, hanya 5,5 mm, dan bobotnya yang ringan, 145 gram. Meski lebih ringan dari Galaxy S25 Edge, layarnya justru lebih besar. Lalu, bagaimana Apple berencana mengompensasi kapasitas baterai yang terbatas ini?

    Teknologi Baterai High-Density: Solusi atau Sekadar Pembenaran?

    Menurut sumber terpercaya, Apple kemungkinan akan menggunakan teknologi baterai high-density untuk meningkatkan kapasitas sebesar 15-20%.

    Namun, bahkan dengan tambahan tersebut, kapasitas baterai iPhone 17 Air tetap kalah dari pesaingnya. Beberapa pengamat bahkan berspekulasi bahwa Apple sengaja “mengirit” baterai untuk mendorong penjualan aksesori seperti battery case.

    Di sisi lain, laporan terbaru menyebutkan bahwa Apple sedang mengembangkan fitur penghemat baterai berbasis AI. Fitur ini diklaim mampu mengoptimalkan penggunaan daya sehingga masa pakai baterai tetap bisa diterima. Namun, apakah ini cukup untuk menutupi kekurangan kapasitas fisiknya?

    Strategi Apple: Tipis dan Ringan dengan Kompromi?

    Apple tampaknya konsisten dengan strategi desain ultra-tipis dan ringan, meski harus mengorbankan kapasitas baterai.

    Namun, di era di mana pengguna semakin bergantung pada ponsel untuk produktivitas dan hiburan, keputusan ini bisa menjadi bumerang. Apalagi, pesaing seperti Samsung dan Huawei justru meningkatkan kapasitas baterai tanpa mengorbankan desain.

    Sebagai perbandingan, iPhone 16 Pro Max yang baru saja dirilis sudah memiliki baterai 4.500 mAh. Lalu, mengapa Apple justru mengurangi kapasitas untuk seri Air? Apakah ini pertanda bahwa seri Pro akan semakin menjadi andalan utama Apple?

    Konspirasi atau Strategi Bisnis?

    Beberapa pengguna bahkan menganggap langkah Apple ini sebagai bagian dari strategi bisnis yang licik. Dengan baterai yang lebih kecil, pengguna mungkin akan lebih sering membeli battery case atau bahkan mengganti ponsel lebih cepat.

    Namun, Apple tentu menyangkal tuduhan ini dan menegaskan bahwa mereka selalu mengutamakan pengalaman pengguna.

    Di tengah rumor ini, kabar lain menyebutkan bahwa Indonesia sempat memblokir penjualan iPhone 16 karena masalah regulasi. Apakah iPhone 17 Air akan menghadapi tantangan serupa? Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya.

    Bagaimana pun, keputusan akhir ada di tangan konsumen. Jika Apple berhasil membuktikan bahwa baterai kecil tidak menjadi masalah berkat optimasi perangkat lunak, mungkin iPhone 17 Air tetap akan laris. Namun, jika tidak, ini bisa menjadi pelajaran berharga bagi Apple untuk tidak mengorbankan kebutuhan dasar pengguna. (Icha)

  • Apple akan Pindahkan Produksi iPhone AS ke India

    Apple akan Pindahkan Produksi iPhone AS ke India

    Telko.id – Apple merencanakan pemindahan produksi iPhone yang dijual di Amerika Serikat (AS) ke India paling cepat pada tahun 2026.

    Keputusan ini diambil sebagai respon terhadap ketegangan perdagangan yang terus meningkat antara AS dan China.

    “Apple (APPL.O) berencana untuk memindahkan perakitan semua iPhone yang dijual di AS ke India paling cepat tahun depan,” tulis Reuters, mengutip laporan Financial Times pada Jumat (25/4).

    Rencana pemindahan ini muncul ditengah tekanan dari kebijakan tarif yang diperlakukan oleh Presiden AS Donald Trump terhadap China.

    Baca juga : AS Siapkan Tarif Khusus untuk Impor Smartphone & Chip, Harga iPhone Bisa Naik Drastis

    Kebijakan tersebut memaksa sejumlah perusahaan teknologi besar termasuk Apple untuk mempertimbangkan opsi diversifikasi rantai pasok mereka.

    Diungkapkan bahwa sekitar 14 persen dari semua iPhone di dunia akan dibuat di India.

    Para analis perusahaan teknologi memperkirakan pangsa tersebut akan tumbuh menjadi 25 persen pada akhir 2025.

    Jumlah ini mungkin akan terus bertambah, karena Apple akan berusaha untuk menggandakan produksi dan mendapatkan lebih dari 60 juta iPhone terjual setiap tahunnya di Amerika Serikat dari India pada akhir 2026.

    Apple sendiri telah meningkatkan produksi di India dan mengirimkan iPhone yang dirakit di negara ini ke AS. Pemasuk utama perusahaan di India, Foxconn dan Tata, mengirimkan handset senilai hampir USD 2 miliar ke pasar terbesar mereka di bulan Maret karena Apple berusaha untuk mengimbangi dampak dari tarif yang membayangi.

    Apple  juga menyewa penerbangan kargo untuk mengangkut 600 ton iPhone atau sebanyak 1,5 juta perangkat, ke AS untuk memastikan persediaan di pasar tersebut.

    Di sisi lain, China menuntut untuk semua tarif sepihak tersebut dicabut oleh AS.

    Tuntutan ini disampaikan seiring dengan munculnya sinyal kemungkinan meredanya ketegangan antara kedua negara.

    Meski demikian, China mengatakan belum ada pembicaraan resmi dengan Washington, mesikpun pemerintah AS menyebut telah terjadi kontak antara kedua belah pihak.

    Trump berulang kali telah menyatakan bahwa kesepakatan dagang akan tercapai dan mengklaim telah terjadi kontak langsung dengan pemerintah China. Ia juga mempertahankan kebijakan tarif sebagai langkah timbal balik untuk mengatasi ketidakseimbangan perdagangan yang dianggap merugikan AS selama ini.

    Tarif yang saat ini mencapai 145 persen kemungkinan akan diturunkan ke kisaran 50 – 65 persen, tergantung hasil negosiasi antar kedua belah pihak.

    Juru bicara Kementrian Luar Negeri China, Guo Jiakun, turun menegaskan bahwa tidak ada konsultasi atau negosiasi terkait tarif yang berlangsung saat ini.

    “China dan Amerika Serikat belum melakukan konsultasi atau negosiasi terkait tarif, apalagi mencapai kesepakatan apapun,” katanya dalam konferensi pers terpisah, sambil menyebut laporan terkait hal tersebut sebagai berita palsu.

    Bahkan jika ponsel pintar dikecualikan sementara, Apple masih harus membayar tarif sebesar 20 persen yang telah diterapkan oleh Pemerintah AS sebelumnya.

    Sementara untuk India, tarif resiprokal yang dikenakan oleh AS jauh lebih kecil, yaitu hanya 26 persen.

    Apple sendiri telah memiliki tiga pabrik di India. Pada bulan lalu, mereka bahkan memperpanjang operasi hingga hari Minggu untuk meningkatkan produksi di pabrik Foxconn India terbesar di Chennai.

    Dikutip dari The Guardian, lebih dari 5 persen produk Mac Apple dan 80 persen iPad juga dirakit di China. Sementara itu, jam tangan Apple sebagian besar dibuat di Vietnam. (AGI/Icha)

  • Indosat Hadirkan Bundling IM3 Platinum dan iPhone 16, Ini Benefitnya!

    Indosat Hadirkan Bundling IM3 Platinum dan iPhone 16, Ini Benefitnya!

    Telko.id – Setelah sukses meluncurkan kembali IM3 Platinum sebagai layanan pascabayar terbaru tahun lalu, Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH), melalui brand IM3 resmi mengumumkan kerjasama strategis bersama Apple sebagai Official Telco dalam menghadirkan bundling eksklusif IM3 Platinum dengan iPhone 16.

    Sebagai official telco partner Apple di Indonesia, IM3 Platinum memperkuat posisinya sebagai pelopor layanan pascabayar dengan pengalaman digital Next Level yang simpel, premium, dan eksklusif.

    Peluncuran ini merupakan bagian dari komitmen IM3 menghadirkan  menghadirkan teknologi terbaik berkelas dunia lebih dekat pada pelanggan IM3.

    IM3 Platinum menghadirkan bundling iPhone 16 lengkap dengan kuota besar 200GB, serta cicilan terjangkau mulai dari Rp1,5 juta per bulan bersama Home Credit. 

    Baca juga : iPhone 16 Series Resmi Meluncur di Indonesia: Spesifikasi & Harga Terbaru

    Produk bundling ini sudah mendukung layanan eSIM, memungkinkan pelanggan langsung terhubung tanpa kartu fisik, menjadikan pengalaman pelanggan lebih simpel, praktis, dan sesuai dengan gaya hidup digital masa kini.

    Didukung oleh layanan premium, pelanggan IM3 Platinum dapat menikmati iPhone 16 dengan Platinum Network Experience berbasis AI yang mempermudah pelanggan terhubung dengan jaringan IM3 melalui akses prioritas.

    Juga layanan Platinum Assistance yang memungkinkan pelanggan terhubung langsung ke call center dalam waktu maksimal 30 detik, tanpa perantara mesin penjawab.

    “Kolaborasi ini adalah awal dari komitmen jangka panjang IM3 Platinum bersama Apple untuk terus menghadirkan inovasi dan solusi relevan bagi pelanggan Indonesia,” kata Ritesh Kumar Singh, Director and Chief Commercial Officer Indosat Ooredoo Hutchison menyampaikan.

    Melalui bundling iPhone 16, Ritesh menambahkan bahwa akan menghadirkan layanan pascabayar premium yang sepadan dengan kecanggihan teknologi Apple—menjadikan IM3 Platinum sebagai pilihan utama bagi pelanggan yang mencari nilai lebih dalam satu paket eksklusif.

    Sebagai bagian dari kerja sama ini, IM3 Platinum dan Erajaya Group melalui iBox menggelar Platinum Day with iPhone 16Next Level, Unlocked! pada 26–27 April 2025 di Main Atrium Senayan City, Jakarta. 

    Acara ini akan menjadi perayaan kolaborasi dua ikon industri dan dimeriahkan oleh Sal Priadi, yang hadir secara langsung untuk menyapa pelanggan IM3 Platinum di Platinum Lounge.

    Masyarakat yang mengunjungi acara ini juga bisa mendapatkan berbagai promo menarik seperti Cashback Trade-in hingga Rp 1.5juta, spin wheel berhadiah senilai hingga Rp 2juta dan Gratis Apple Power Adapter untuk 1.000 pembeli pertama.

    Joy Wahjudi, CEO Erajaya Digital turut menyampaikan,“Sebagai reseller Apple terbesar di Indonesia, yang juga telah menjalin kerjasama jangka panjang dengan IOH, iBox sangat menyambut baik kerjasama strategis antara IM3 Platinum dan Apple”.

    Menurut Joy Wahyudi, kemitraan ini tidak hanya menjawab tingginya antusiasme masyarakat terhadap produk Apple, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi pelanggan melalui kombinasi teknologi canggih dari iPhone 16 dan layanan premium IM3 Platinum.

    Apalagi, dengan dukungan jaringan iBox yang tersebar luas di seluruh Indonesia, kami optimis bundling IM3 Platinum akan mempercepat penetrasi pasar iPhone 16 serta menghadirkan penawaran spesial yang lebih menarik.

    “Ini merupakan solusi lengkap yang akan memberikan pengalaman eksklusif bagi seluruh pelanggan kami,” ungkap Joy menambahkan.

    Jangan lewatkan kesempatan untuk merasakan pengalaman Next Level di Platinum Day with iPhone 16, serta berbagai penawaran spesial yang menarik untuk semua variasi iPhone 16 termasuk iPhone 16 Pro, iPhone 16 Pro Max, iPhone 16, iPhone 16 Plus, dan iPhone 16e.

    Variasi iPhone terbaru ini menjadi produk tercanggih yang pernah ada, menawarkan iPhone untuk setiap pengguna dengan Apple Silicon generasi terbaru, daya tahan baterai yang luar biasa, sistem kamera yang canggih, iOS 18, dan masih banyak lagi.

    Bundling IM3 Platinum dengan iPhone 16 juga tersedia di berbagai mitra resmi seperti Digimap, iBox, dan Hello. (Icha)

  • Bocoran iPhone Lipat: Kamera Bawah Layar untuk Face ID?

    Bocoran iPhone Lipat: Kamera Bawah Layar untuk Face ID?

    Telko.id – Bocoran terbaru dari sumber terpercaya mengindikasikan bahwa Apple mungkin akan menghadirkan fitur revolusioner ini dalam iPhone Fold mereka.

    Jika rumor ini terbukti benar, ini akan menjadi pertama kalinya Apple menanamkan kamera di bawah layar untuk keperluan Face ID.

    Selama bertahun-tahun, Apple dikenal sebagai salah satu perusahaan yang paling konservatif dalam mengadopsi teknologi baru.

    Sementara Samsung, Huawei, dan merek lainnya sudah meluncurkan berbagai model ponsel lipat, Apple tampaknya memilih untuk menunggu dan menyempurnakan konsepnya terlebih dahulu.

    Baca juga : AS Siapkan Tarif Khusus untuk Impor Smartphone & Chip, Harga iPhone Bisa Naik Drastis

    Namun, kesabaran itu mungkin akan segera terbayar dengan kehadiran iPhone Fold yang dikabarkan memiliki spesifikasi mengesankan.

    Berdasarkan laporan dari Digital Chat Station yang dilansir 9to5Mac, iPhone Fold akan hadir dengan layar utama berukuran 7.76 inci beresolusi 2,713×1,920 piksel dan layar luar 5.49 inci dengan resolusi 2,088×1,422 piksel.

    Yang lebih menarik, perangkat ini dikabarkan akan menggunakan teknologi kamera bawah layar untuk sistem Face ID – sebuah terobosan yang belum pernah kita lihat di produk Apple sebelumnya.

    Desain dan Spesifikasi yang Menggoda

    Bocoran terbaru ini sejalan dengan rumor sebelumnya yang memperkirakan iPhone Fold akan mengadopsi desain lipat seperti buku, mirip dengan Samsung Galaxy Z Fold 6.

    Perangkat ini diprediksi akan meluncur antara tahun 2026 hingga 2027 dengan banderol harga yang cukup tinggi, berkisar antara $2,000 hingga $2,500.

    Content image for article: Bocoran iPhone Lipat: Kamera Bawah Layar untuk Face ID?

    Beberapa tantangan teknis yang dihadapi Apple dalam mengembangkan ponsel lipat termasuk masalah engsel dan layar yang tahan terhadap lipatan berulang.

    Namun, jika bocoran ini akurat, tampaknya Apple telah menemukan solusi untuk masalah-masalah tersebut.

    Persaingan di Pasar Ponsel Lipat

    Apple saat ini menjadi satu-satunya produsen smartphone besar yang belum meluncurkan ponsel lipat. Sementara Samsung sudah berada di generasi keenam Galaxy Z Fold, dan Motorola telah menghidupkan kembali Razr dalam bentuk lipat.

    Keterlambatan Apple ini mungkin justru menjadi keuntungan, memungkinkan mereka belajar dari kesalahan kompetitor dan menghadirkan produk yang lebih matang.

    Menariknya, Apple juga dikabarkan sedang mengembangkan iPad lipat berukuran besar yang bisa membuka hingga seukuran dua iPad Pro.

    Produk ini diperkirakan akan dirilis sekitar tahun 2028, menunjukkan bahwa Apple serius mengeksplorasi teknologi layar fleksibel.

    Harapan untuk iPhone Fold

    Andrew Lanxon dari CNET memberikan beberapa saran penting untuk Apple jika mereka benar-benar meluncurkan iPhone Fold.

    Menurutnya, perangkat ini harus lebih dari sekadar iPhone biasa dengan layar yang bisa dilipat. Software harus benar-benar dimanfaatkan untuk memaksimalkan pengalaman multitasking pada layar besar, dan Apple sebaiknya menawarkan berbagai model dengan rentang harga yang berbeda.

    “Sebuah iPhone lipat perlu menjadi lebih dari sekadar iPhone biasa dengan layar yang bisa ditekuk,” tulis Lanxon beberapa waktu lalu. Pendapat ini mencerminkan harapan banyak penggemar Apple yang menginginkan inovasi nyata, bukan sekadar gimmick.

    Dengan teknologi kamera bawah layar untuk Face ID, dimensi layar yang mengesankan, dan desain premium, iPhone Fold berpotensi menjadi game changer di pasar ponsel lipat.

    Namun, pertanyaan besarnya adalah: apakah Apple bisa memenuhi harapan tinggi penggemarnya dengan harga yang mungkin dua kali lipat dari iPhone flagship saat ini?

    Satu hal yang pasti, jika rumor ini benar, kita mungkin akan menyaksikan salah satu lompatan teknologi terbesar Apple dalam beberapa tahun terakhir.

    Dan bagi para early adopter yang tidak keberatan merogoh kocek dalam-dalam, iPhone Fold mungkin akan menjadi barang must-have berikutnya. (Icha)

  • Telkomsel Rilis Paket iPhone 16 dengan Kuota Fantastis, Cuma Bayar 12 Bulan!

    Telkomsel Rilis Paket iPhone 16 dengan Kuota Fantastis, Cuma Bayar 12 Bulan!

    Telko.id – Telkomsel baru saja menghadirkan paket bundling eksklusif yang menggabungkan gadget impian dengan jaringan 5G tercepat di Indonesia—sebuah kolaborasi sempurna antara teknologi mutakhir dan konektivitas tanpa batas.

    Bundling Telkomsel dengan Apple terbaru ini adalah dengan memiliki iPhone 16 terbaru memperoleh kuota data hingga 1392 GB plus bonus 240 GB untuk eSIM, tapi Anda hanya perlu membayar setengah dari periode langganan.

    Sejak peluncuran pertama iPhone pada 2007, Apple konsisten menetapkan standar baru di industri ponsel pintar. Kini, dengan lini iPhone 16 yang dilengkapi Apple Intelligence dan tombol Action, pengalaman pengguna mencapai level yang belum pernah terbayangkan.

    Namun, perangkat canggih membutuhkan infrastruktur pendukung yang mumpuni. Di sinilah Telkomsel mengambil peran strategis dengan menghadirkan paket bundling Halo+ iPhone bold 100k 24 Bulan—solusi lengkap untuk para early adopter yang ingin maksimalkan setiap fitur flagship Apple.

    Baca juga : iPhone 16 Series Resmi Meluncur di Indonesia: Spesifikasi & Harga Terbaru

    Mulai 11 April 2025, penawaran revolusioner ini bisa dinikmati konsumen melalui berbagai kanal. Tapi apa sebenarnya nilai lebih dari paket bundling ini dibandingkan pembelian biasa? Mari kita telusuri secara mendalam.

    Paket Data Super Ekonomis dengan Skema Unik

    Skema “beli 12 bulan dapat 24 bulan” menjadi daya tarik utama paket ini. Dengan membayar Rp1.332.000 untuk 12 bulan pertama, pelanggan mendapatkan:

    Content image for article: Telkomsel Rilis Paket iPhone 16 dengan Kuota Fantastis, Cuma Bayar 12 Bulan!
    • Total kuota 1392 GB (setara 58GB/bulan)
    • Bonus data eSIM 240 GB (10GB/bulan)
    • Kuota telepon dan SMS 1920 menit/SMS

    Bagi pengguna TShop, ada penawaran lebih menarik: cukup bayar 9 bulan seharga Rp999.000 untuk mendapatkan paket 12 bulan dengan kuota lebih besar (66GB/bulan) plus bonus eSIM 8GB/bulan. Perhitungan sederhana menunjukkan penghematan mencapai 25% dibanding pembelian reguler.

    Hyper 5G Telkomsel: Jantung Pengalaman iPhone 16

    Derrick Heng, Direktur Marketing Telkomsel, menekankan bahwa paket ini bukan sekadar bundling biasa. “Dengan lebih dari 2.200 BTS 5G di seluruh Indonesia, kami memastikan pelanggan bisa menikmati semua keunggulan iPhone 16 secara optimal,” ujarnya.

    Faktanya, kombinasi chipset Apple Silicon generasi terbaru dan jaringan Hyper 5G Telkomsel menciptakan sinergi sempurna untuk:

    • Streaming 8K tanpa buffering di MAXstream
    • Gaming cloud dengan latency ultra-rendah
    • Download file besar dalam hitungan detik

    Revolusi eSIM dan Manfaat Tambahan Eksklusif

    Seluruh seri iPhone 16 kini mendukung eSIM Telkomsel, menghilangkan ketergantungan pada kartu fisik. Teknologi ini memberikan fleksibilitas luar biasa:

    • Ganti paket data tanpa ganti kartu
    • Dual nomor dalam satu perangkat
    • Keamanan lebih tinggi terhadap SIM swapping

    Pelanggan juga berhak mendapatkan cashback Telkomsel Poin hingga Rp2 juta untuk pembelian offline, atau potongan harga Rp1 juta bagi pengguna eksisting yang membeli via TShop.

    Dengan semua keunggulan ini, paket bundling Telkomsel bukan sekadar promosi biasa, melainkan pintu gerbang menuju ekosistem digital terintegrasi. Bagi para penggemar Apple yang menginginkan pengalaman lengkap dari perangkat hingga jaringan, inilah solusi paling komprehensif di pasar Indonesia saat ini.