Kategori: Beita Apple

  • Apple Rilis iOS 26 Beta 8, Kemungkinan Beta Terakhir Sebelum Versi Stabil

    Apple Rilis iOS 26 Beta 8, Kemungkinan Beta Terakhir Sebelum Versi Stabil

    Telko.id – Apple merilis iOS 26 Beta 8 pada 25 Agustus 2025, yang kemungkinan menjadi versi beta terakhir sebelum rilis stabil iOS 26 dalam beberapa minggu ke depan.

    Rilis ini menandai akhir dari rangkaian beta yang dimulai sejak 9 Juni lalu, bersamaan dengan World Wide Developer Conference (WWDC).

    Berdasarkan pola rilis sebelumnya, versi stabil iOS 26 kemungkinan akan diluncurkan bersamaan dengan peluncuran iPhone 17 series.

    Meskipun Apple belum mengonfirmasi tanggal resmi, spekulasi mengarah pada 16 September, seminggu setelah pengumuman iPhone 17.

    Pengguna beta iOS 26 akan dapat keluar dari program beta dan kembali ke versi stabil tanpa harus menghapus data ponsel.

    Beta 8 menunjukkan peningkatan signifikan dalam hal umur baterai dibandingkan dengan beta sebelumnya. Apple juga mengurangi efek Liquid Glass pada layar beranda, meskipun efek tersebut masih terlihat jelas di Control Center.

    Pengguna yang terdaftar dalam program beta dapat menginstal pembaruan melalui Settings > General > Software Update.

    Perjalanan Beta iOS 26 dan Fitur yang Ditunggu

    Perjalanan beta iOS 26 dari Beta 1 hingga Beta 8 cukup mulus, meskipun sempat terjadi gangguan pada panggilan masuk yang tidak mengeluarkan nada dering di iPhone 15 Pro Max pada Juli lalu.

    Bug ini berlangsung selama 2-3 hari sebelum diperbaiki dalam pembaruan beta berikutnya. Meski demikian, ini mengingatkan bahwa perangkat beta sebaiknya tidak diinstal pada perangkat utama.

    Salah satu fitur yang paling dinantikan, “Personal Siri”, tertunda hingga musim semi tahun depan. Keterlambatan ini menjadi tantangan bagi Apple, terutama setelah Google memperkenalkan fitur serupa bernama Magic Cue pada acara Made by Google minggu lalu.

    Magic Cue sudah tersedia untuk Pixel 10 series, sementara “Personal Siri” masih dalam tahap pengembangan.

    Fitur Baru dalam iOS 26

    iOS 26 fokus pada desain baru dengan Liquid Glass UI, berbeda dengan iOS 18 yang lebih menonjolkan Apple Intelligence.

    Meski demikian, Apple tetap menyertakan beberapa fitur AI dalam beta iOS 26. Live Translation memungkinkan pengguna melakukan percakapan telepon dengan penerjemahan real-time ke bahasa yang berbeda.

    Hold Assist memantau panggilan saat ditahan dan memberi notifikasi ketika pihak lain kembali ke panggilan.

    Fitur lain termasuk kemampuan membuat polling dalam obrolan grup, penyaringan panggilan untuk mengidentifikasi penelepon tidak dikenal, serta aplikasi Games baru.

    Apple Maps juga menjadi lebih cerdas dengan mempelajari rute pilihan pengguna dan memberikan peringatan jika terjadi penundaan signifikan.

    Rilis stabil iOS 26 tinggal menunggu waktu, dan pengguna dapat bersiap untuk upgrade besar-besaran dengan fitur-fitur baru yang ditawarkan. Untuk informasi lebih lanjut tentang rilis sebelumnya, kunjungi iOS 26 Resmi Dirilis: Desain Liquid Glass dan Fitur AI Terbaru.

    Dengan peluncuran iOS 26, Apple kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan inovasi desain dan fungsionalitas.

    Pengguna dapat menantikan pengalaman yang lebih mulus dan intuitif dengan antarmuka Liquid Glass serta fitur AI yang terus dikembangkan. (Icha)

  • Pakar Khawatir Apple Kurang Inovasi, Berakhir Seperti BlackBerry

    Pakar Khawatir Apple Kurang Inovasi, Berakhir Seperti BlackBerry

    Telko.id – iPhone laris dimana – mana, akan tetapi saat ini perusahaan tersebut masih belum dapat menghilangkan persepsi bahwa Apple masih kurang inovasi, terutama disektor AI.

    Analis Wedbush, Daniel Ives, bahkan berpendapat bahwa strategi AI Apple dapat menciptakan ‘momen BlackBerry’ bagi perusahaan dan CEO-nya, Tim Cook. Ia khawatir Apple berpuas diri sementara gelombang kecerdasan buatan mencengkram Silicon Valley.

    Perbandingan ini mungkin terlalu jauh, BlackBerry mencapai puncaknya pada kapitalisasi pasar USD 83,5 miliar tahun 2008 dan Apple sudah sekitar dua kali lipatnya saat itu. Kini, BlackBeery bernilai USD 2 miliar sementara Apple bernilai USD 3,3 triliun. Namun cerita didunia teknologi dipenuhi raksasa teknologi yang tumbang setelah sangat jaya, seperti BlackBerry, Nokia, sampai Kodak.

    Apple jelas bukan pelopor dalam revolusi AI, yang menurut Ives dipimpin rekan-rekan Big Tech seperti Alphabet, Google dan Microsoft yang focus monetisasi tren teknologi terbesar dalam 40  tahun terakhir. “Sementara itu Apple seperti sedang duduk dibangku taman sambil menikmati limun menyaksikan inovasi teknologi ini mengubah dunia,” kata Ives yang dikutip dari detikINET dari Market Watch.

    Baca juga:

    Apple sendiri memiliki keunggulan kompetitif karena punya basis konsumen terbesar dunia, dengan 2,4 miliar perangkat iOS dan 1,5 miliar iPhone yang digunakan secara global. Menurut, Apple tak memanfaatkan asetnya dengan baik.

    “Sangat jelas bahwa inovasi AI tidak terjadi didalam Apple Park karena kurangnya inovasi dan terus-menerus kehilangan talenta AI,” tulis Ives.

    Pertama, Apple harus mengakuisisi startup mesin pencari AI Perplexity sebelum terlambat. Itu dapat membantu perusahaan mendefinisikan ulang strategi AI dan meningkatkan asisten suara Siri. Preplexity memiliki beberapa algoritma dan teknologi AI paling mengesankan. Apple mungkin harus membayar sekitar USD 30 miliar, tapi uang itu akan sangat kecil dibanding peluang monetisasi yang dapat dicapai.

    Dalam laporan keuangan Apple awal bulan ini, Cook tidak menampik kemungkinan akuisisi AI dimasa mendatang. “Pada dasarnya, kami bertanya pada diri sendiri apakah sebuah perusahaan dapat membantu kami mempercepat peta jalan kami. Jika ya, maka kami tertarik,” cetus Cook.

    Ives juga berpendapat Apple harus focus menarik talenta dan manajemen AI meski harus membayar lebih untuk mendatangkan eksekutif teknologi dari luar. Ives yakin Cook akan terus memimpin perusahaan setidaknya hingga 2030 tapi perlu melakukan perubahan pada jajaran dibawahnya.

    Kemudian menurutnya, Apple perlu kolaborasi erat dengan Google, misalnya mengintegrasikan sepenuhnya Gemini AI Google ke ekosistem iPhone.

    “Waktu tidak berpihak pada Apple dan mereka perlu mengambil beberapa langkah besar sekarang, dan memperkuat kemitraan dengan Google adalah langkah yang tepat,” kata Ives.

  • iPhone 17 Rilis 19 September, iPhone 17 Air Gantikan Model Plus

    iPhone 17 Rilis 19 September, iPhone 17 Air Gantikan Model Plus

    Telko.id – Apple dikabarkan akan meluncurkan seri iPhone 17 pada 19 September 2025. Informasi ini berasal dari sumber internal operator seluler Jerman yang mengklaim acara peluncurannya digelar pada 9 September.

    Menurut laporan Bloomberg oleh Mark Gurman, Apple biasanya menggelar acara peluncuran di minggu kedua September.

    Tahun ini, perusahaan memilih 9 September karena 12 September jatuh pada hari Jumat—hari yang jarang dipilih Apple untuk peluncuran. Tanggal 11 September juga dihindari karena alasan sensitivitas sejarah.

    iPhone 17 akan hadir dalam empat varian: iPhone 17 standar, iPhone 17 Air, iPhone 17 Pro, dan iPhone 17 Pro Max.

    Model Air akan menggantikan iPhone Plus yang kurang laris di pasaran. Varian ini disebut lebih tipis dan ringan, tetapi dikabarkan mengorbankan ketahanan baterai dan kualitas kamera.

    Peluncuran iPhone 17 mengikuti pola Apple yang biasanya merilis produknya pada hari Jumat, sepuluh hari setelah acara pengumuman.

    Jika rumor ini akurat, konsumen bisa memesan iPhone 17 mulai 12 September dengan ketersediaan fisik pada 19 September.

    Meski model Air dikritik karena pengurangan fitur, analis memperkirakan permintaan tetap tinggi. Sebelumnya, iPhone 17 Pro juga dikabarkan hadir dengan warna baru, termasuk ungu dan hijau, untuk menarik lebih banyak pembeli.

    Apple belum memberikan konfirmasi resmi terkait tanggal peluncuran. Namun, jika mengikuti kebiasaan tahun-tahun sebelumnya, pengumuman resmi mungkin akan dilakukan awal September. (Icha)

  • iOS 26 Public Beta Rilis 23 Juli, Lebih Lambat dari Biasanya

    iOS 26 Public Beta Rilis 23 Juli, Lebih Lambat dari Biasanya

    Telko.id – Apple dikabarkan akan merilis versi public beta iOS 26 pada 23 Juli mendatang, lebih lambat dari jadwal biasanya. Informasi ini disampaikan oleh Mark Gurman dari Bloomberg melalui unggahan di platform X.

    Sejak rilis beta pertama untuk pengembang pada Juni lalu, Apple hanya menyebutkan bahwa public beta akan diluncurkan pada Juli tanpa tanggal pasti.

    Namun, berdasarkan pola sebelumnya, public beta biasanya dirilis seminggu setelah beta 3. Kali ini, iOS 26 beta 3 sudah tersedia sejak 7 Juli, tetapi public beta belum juga muncul.

    Gurman menegaskan bahwa target rilis public beta adalah Rabu, 23 Juli. Jika benar, ini akan menjadi salah satu peluncuran public beta terlambat yang dilakukan Apple dalam beberapa tahun terakhir.

    Selain itu, sebelum public beta dirilis, kemungkinan besar Apple akan merilis iOS 26 developer beta 4 terlebih dahulu.

    iOS 26 membawa sejumlah pembaruan signifikan, termasuk desain Liquid Glass dan peningkatan fitur AI. Sebelumnya, Apple juga telah merilis iPadOS 26 dengan kemampuan multitasking yang lebih canggih.

    Meski belum ada konfirmasi resmi dari Apple, pengguna yang ingin mencoba public beta operating system baru ini dapat mempersiapkan perangkat mereka.

    Pastikan untuk membackup data sebelum menginstal versi beta, karena risiko bug masih mungkin terjadi. (Icha)

  • Bocoran Warna Baru iPhone 17 Pro: Desain Lebih Berani di 2025?

    Bocoran Warna Baru iPhone 17 Pro: Desain Lebih Berani di 2025?

    Telko.id – Pernahkah Anda merasa bosan dengan pilihan warna iPhone yang itu-itu saja? Bocoran terbaru dari Apple mungkin akan mengubah persepsi itu dengan menghadirkan iPhone 17 Pro warna baru.

    Menurut laporan Ryan Christoffel pada 14 Juli 2025, iPhone 17 Pro dikabarkan akan menghadirkan palet warna yang lebih eksperimental, menjauh dari kesan konservatif yang selama ini melekat pada lini Pro.

    Strategi warna Apple selalu menjadi bagian dari narasi pemasaran mereka. Sejak era iPhone 5S dengan gold-nya yang ikonik, hingga iPhone 12 Pro dengan Pacific Blue yang viral, setiap pilihan warna dirancang untuk menciptakan diferensiasi produk sekaligus memicu diskusi publik.

    Namun, belakangan ini, inovasi di sektor ini terasa stagnan—terutama untuk varian Pro yang cenderung bermain aman dengan nuansa netral.

    Lantas, apa yang membuat bocoran iPhone 17 Pro ini layak diperhatikan? Berbeda dari sekadar rumor biasa, sumber ini muncul di tengah dinamika bisnis Apple yang sedang berupaya memperkuat posisinya di pasar global, termasuk melalui ekspansi pabrik di Brasil dan investasi di Indonesia senilai Rp16 triliun yang dinilai masih belum optimal oleh Kemenperin.

    Palet Warna yang Menggebrak Pasar

    Bocoran mengindikasikan setidaknya dua warna baru akan melengkapi pilihan standar seperti Silver dan Space Black:

    • Deep Amber: Nuansa tembaga metalik yang memantulkan cahaya dengan gradasi unik, terinspirasi dari tren desain industrial 2025.
    • Frosted Lilac: Ungu pucat dengan finishing matte yang sebelumnya hanya tersedia untuk iPhone biasa, kini hadir dengan lapisan keramik Shield khas seri Pro.

    Analis pasar melihat langkah ini sebagai respons Apple terhadap penurunan daya tarik inovasi mereka, terutama setelah laporan IMD FRI 2024 menempatkan Apple di belakang Nvidia dan Microsoft dalam hal inovasi teknologi.

    Dampak Strategis di Tengah Gejolak Pasar

    Peluncuran warna baru ini bukan sekadar gimmick. Dalam beberapa tahun terakhir, pilihan warna menjadi faktor penentu 17% keputusan pembelian smartphone premium menurut data Counterpoint Research.

    Di tengah persaingan dengan Samsung yang gencar meluncurkan varian warna eksklusif seperti “Mystic Jade” untuk Galaxy S25, Apple tampaknya tak mau lagi ketinggalan.

    Namun, tantangan lain muncul dari kebijakan perdagangan. Seperti kasus pemblokiran iPhone 16 di Indonesia karena ketidakpatuhan terhadap aturan TKDN, Apple perlu memastikan strategi produksinya sejalan dengan regulasi global—termasuk mengantisipasi dampak keputusan Foxconn membatalkan investasi di India.

    Jika bocoran ini akurat, iPhone 17 Pro tidak hanya akan menawarkan warna baru, tetapi juga sinyal bahwa Apple mulai mendengarkan keluhan konsumen tentang monotonitas desain. Pertanyaannya: apakah langkah ini cukup untuk memulihkan reputasi mereka sebagai pionir inovasi? (Icha)

  • iPhone 17 Pro Bocoran Warna Baru: Ungu dan Hijau

    iPhone 17 Pro Bocoran Warna Baru: Ungu dan Hijau

    Telko.id – Bocoran terbaru mengungkapkan bahwa iPhone 17 Pro akan hadir dengan dua warna baru, yaitu ungu dan hijau. Informasi ini muncul dari laporan Ryan Christoffel pada 14 Juli 2025, yang mengutip sumber internal Apple.

    Warna-warna ini diperkirakan menjadi pilihan eksklusif untuk seri Pro, menambah variasi dari skema warna standar yang sudah ada.

    Menurut sumber tersebut, warna ungu akan memiliki nuansa soft lavender, sementara hijau akan mengusung tone yang lebih segar mirip dengan varian Alpine Green pada iPhone 13 Pro.

    Kedua warna ini dirancang untuk menarik minat konsumen yang mengingkan tampilan berbeda tanpa mengorbankan kesan premium.

    Apple belum memberikan konfirmasi resmi, tetapi bocoran ini konsisten dengan strategi perusahaan yang kerap memperbarui pilihan warna setiap generasi.

    Selain warna, iPhone 17 Pro juga dikabarkan akan menggunakan chipset terbaru dari TSMC dengan proses 3nm yang lebih efisien. Peningkatan ini diharapkan bisa mendongkrak performa dan daya tahan baterai.

    Sebelumnya, TSMC juga telah memamerkan teknologi chip 1,4nm yang mungkin akan digunakan untuk generasi iPhone di masa depan.

    Peluncuran iPhone 17 Pro diprediksi berlangsung pada September 2025, mengikuti tradisi Apple yang selalu merilis produk baru di musim gugur. Jika bocoran ini akurat, warna ungu dan hijau bisa menjadi daya tarik utama selain fitur-fitur teknis yang ditingkatkan.

    Sebelumnya, Apple juga sukses menarik perhatian dengan warna eksklusif seperti iPhone SE 2022 yang hadir dengan pilihan warna cerah.

    Di tengah persaingan ketat dengan Samsung dan merek lainnya, inovasi desain seperti pilihan warna baru bisa menjadi strategi Apple untuk mempertahankan loyalitas konsumen.

    Selain itu, layanan pendukung seperti pengiriman cepat via drone juga semakin memudahkan konsumen mendapatkan produk terbaru. (Icha)

  • Apple Vision Pro Akan Diperbarui Tahun Ini: Ini Perubahannya

    Apple Vision Pro Akan Diperbarui Tahun Ini: Ini Perubahannya

    Telko.id – Apple dikabarkan sedang mempersiapkan pembaruan untuk headset Vision Pro. Perangkat terbaru ini rencananya akan dirilis “paling cepat tahun ini” dengan beberapa update, termasuk chipset M4 yang lebih bertenaga dibandingkan M2 pada versi sebelumnya.

    Menurut laporan terbaru, pembaruan ini tidak akan menjadi upgrade besar-besaran, melainkan penyempurnaan untuk meningkatkan pengalaman pengguna.

    Selain chipset M4, Vision Pro juga akan mendapatkan Neural Engine dengan lebih banyak core untuk meningkatkan performa AI dan pemrosesan grafis.

    Peningkatan Kenyamanan dengan Strap Baru

    Salah satu perubahan signifikan adalah penyertaan strap baru pada kacamata Apple ini yang dirancang untuk mengurangi ketegangan pada leher dan kepala.

    Meskipun berat perangkat tidak berkurang, strap ini diharapkan membuat penggunaan dalam waktu lama lebih nyaman.

    Apple tampaknya menyadari keluhan pengguna tentang beban fisik saat memakai kacamata Vision Pro versi update ini dalam durasi panjang. Solusi ini menjadi langkah sementara sebelum peluncuran versi yang lebih ringan pada 2027.

    Content image for article: Apple Vision Pro Akan Diperbarui Tahun Ini: Ini Perubahannya

    Strategi Apple di Pasar Headset

    Hingga saat ini, penjualan kacamata Apple Vision Pro update ini masih terbatas, hanya mencapai ratusan ribu unit. Angka ini jauh dari ekspektasi untuk perangkat yang diharapkan menjadi masa depan komputasi. Harga tinggi dan masalah kenyamanan menjadi faktor penghambat.

    Pembaruan tahun ini dianggap sebagai upaya Apple untuk tetap relevan di pasar headset premium.

    Dengan kompetitor seperti Samsung dan Xiaomi yang terus berinovasi, Apple perlu mempertahankan daya tarik produknya.

    Meskipun belum ada pengumuman resmi dari Apple,  Vision Pro upgrade ini dinantikan untuk melihat apakah perusahaan bisa mengatasi tantangan utama dalam adopsi massal teknologi AR/VR. (Icha)

  • Bocoran macOS 26: Pembaruan Eksklusif di Apple Store Lebih Aman

    Bocoran macOS 26: Pembaruan Eksklusif di Apple Store Lebih Aman

    Telko.id – Pernahkah Anda merasa khawatir saat meng-update macOS karena takut sistemnya crash atau data hilang? Bocoran terbaru dari versi beta macOS 26 mengindikasikan Apple sedang menyiapkan solusi revolusioner: pembaruan sistem yang “disegel” (sealed) secara eksklusif di Apple Store.

    Ini bukan sekadar rumor biasa—kode dalam beta tersebut mengungkap mekanisme baru bernama “Sealed System Update” yang memerlukan perangkat keras khusus hanya tersedia di gerai resmi.

    Langkah ini sejalan dengan tren keamanan digital Apple yang semakin ketat pasca insiden pembaruan bermasalah tahun lalu.

    Jika diterapkan, ini akan menjadi perubahan paling signifikan dalam cara pengguna Mac memperbarui sistem sejak era Steve Jobs. Namun, apa sebenarnya arti “sealed update” bagi konsumen sehari-hari?

    Mengapa Apple Membutuhkan Update “Disegel”?

    Analisis kode oleh developer independen menunjukkan fitur ini dirancang untuk memverifikasi integritas sistem sebelum instalasi—proses yang membutuhkan koneksi langsung ke server internal Apple Store.

    Dalam salah satu string kode tertulis: “System verification failed. Please visit an Apple Authorized Service Provider.” Ini mengisyaratkan pembaruan mungkin akan diblokir untuk instalasi mandiri di rumah.

    Keuntungannya jelas: mengurangi risiko kegagalan update yang bisa merusak perangkat. Pasalnya, pembaruan sistem yang tidak terverifikasi bisa menyebabkan ribuan unit harus dikembalikan ke pabrik. Apple tampaknya belajar dari kasus tersebut.

    Dampak bagi Pengguna dan Teknisi Independen

    Kebijakan baru ini berpotensi mengubah lanskap layanan purna jual. Dengan pembaruan sistem yang hanya bisa dilakukan di Apple Store, bisnis reparasi independen mungkin kesulitan menangani masalah terkait macOS.

    Padahal, seperti yang terjadi di industri, layanan pihak ketiga sering menjadi penyelamat bagi pengguna di daerah terpencil.

    Di sisi lain, langkah ini bisa memangkas biaya dukungan teknis Apple. Data internal perusahaan menunjukkan 43% kasus garansi Mac tahun 2024 berasal dari kegagalan update yang dilakukan pengguna. Dengan sistem terpusat di store, angka itu bisa turun drastis.

    Kapan Fitur Ini Akan Dirilis?

    Berdasarkan siklus pengembangan Apple, fitur sealed update kemungkinan besar akan menyertai rilis resmi macOS 26 pada kuartal ketiga 2025.

    Namun, penerapannya mungkin bertahap—dimulai dari model MacBook Pro M3 terbaru sebelum merambah ke seluruh lini produk.

    Sementara kompetitor seperti Samsung justru memperluas opsi pembaruan mandiri seperti yang terlihat di Galaxy Tab S10 FE 5G, Apple tampaknya memilih jalan berbeda dengan mengutamakan kontrol kualitas absolut. Pertanyaannya: apakah konsumen rela repot ke store hanya untuk update sistem?

    Yang pasti, dengan akan hadirnya macOS 26 update sealed ini menandai babak baru dalam filosofi Apple tentang kepemilikan perangkat.

    Bukan lagi “your device, your rules”, melainkan “our device, our rules”. Sebuah trade-off antara keamanan dan kebebasan yang pasti akan memicu perdebatan sengit. (Icha)

  • Apple Siapkan iPhone Lipat Pertama, Rilis 2026

    Apple Siapkan iPhone Lipat Pertama, Rilis 2026

    Telko.id – Apple dikabarkan sedang mempersiapkan peluncuran iPhone lipat pertamanya pada 2026.

    Produksi perangkat ini diperkirakan akan dimulai pada akhir 2025, menandai langkah strategis Apple dalam menggarap pasar smartphone lipat yang semakin diminati.

    Menurut laporan terbaru, iPhone lipat ini akan hadir dengan desain premium dan teknologi mutakhir untuk mengatasi masalah yang sering ditemui pada perangkat lipat saat ini, seperti ketahanan dan optimasi software.

    Apple menargetkan perangkat ini untuk kalangan pengguna setia dan early adopter yang menginginkan inovasi terbaru.

    iPhone lipat Apple akan mengadopsi desain buku seperti Samsung Galaxy Fold, tetapi dengan sentuhan khas Apple.

    Layar luarnya berukuran 5,5 inci, sementara layar dalamnya dapat membentang hingga 7,8 inci dengan teknologi LTPO untuk refresh rate 120Hz. Selain itu, rasio aspek 4:3 pada layar dalam dirancang untuk produktivitas dan hiburan.

    Durabilitas dan Desain Premium

    Apple memprioritaskan ketahanan pada iPhone lipat ini. Perangkat ini akan menggunakan rangka titanium alloy dan engsel berbahan liquid metal untuk memastikan kekuatan dan fleksibilitas.

    Selain itu, teknologi ultra-thin glass akan digunakan untuk mengurangi lipatan yang terlihat, salah satu keluhan utama pengguna perangkat lipat saat ini.

    Fitur unik lainnya adalah adanya elemen pemanas internal yang menjaga performa perangkat di suhu dingin. Ini menjadi pembeda dibandingkan produk kompetitor yang sering mengalami masalah di lingkungan ekstrem.

    Spesifikasi dan Performa

    iPhone lipat ini disebut-sebut akan menjadi salah satu perangkat lipat tertipis di pasaran, dengan ketebalan hanya 4,5 mm saat terbuka dan 9-9,5 mm saat tertutup.

    Fitur keamanan Touch ID akan diintegrasikan ke tombol samping, sementara kamera hole-punch akan ditempatkan di layar luar dan kamera under-display di layar dalam.

    Dari sisi performa, iPhone lipat ini diprediksi akan ditenagai chipset A20 Pro buatan Apple dengan efisiensi daya tinggi. Konfigurasi baterai dual-cell juga akan digunakan untuk manajemen daya yang lebih baik.

    Untuk informasi lebih lanjut tentang fitur kamera iPhone lipat, simak artikel Bocoran iPhone Lipat: Kamera Bawah Layar untuk Face ID?.

    Harga iPhone lipat ini diperkirakan berada di kisaran $2.000 hingga $2.500, dengan produksi terbatas sekitar 15-20 juta unit dalam dua hingga tiga tahun pertama.

    Langkah ini menunjukkan strategi Apple yang hati-hati dalam menguji pasar sebelum melakukan ekspansi lebih besar.

    Keberhasilan iPhone lipat ini bisa menjadi pintu masuk Apple ke ekosistem perangkat lipat lainnya, seperti iPad dan MacBook di masa depan.

    Namun, tantangan seperti ketepatan waktu rilis dan memenuhi ekspektasi tinggi pengguna tetap menjadi faktor krusial. (Icha)

  • Fungsi Sensor LiDAR di Smartphone dan Manfaatnya untuk Pengguna

    Fungsi Sensor LiDAR di Smartphone dan Manfaatnya untuk Pengguna

    Telko.id – Sensor LiDAR (Light Detection and Ranging) yang semula digunakan di bidang profesional seperti survei tanah dan kendaraan otonom, kini hadir di smartphone.

    Fitur ini pertama kali diperkenalkan Apple pada seri iPhone 12 Pro dan terus dipertahankan di model Pro berikutnya. Lantas, apa sebenarnya kegunaan sensor LiDAR di smartphone?

    Menurut Apple Newsroom, sensor LiDAR pada smartphone berfungsi untuk mengukur jarak dan mendeteksi kedalaman objek di sekitarnya.

    Meski jangkauannya lebih pendek (sekitar 5 meter) dibandingkan versi profesional, teknologi ini membawa sejumlah manfaat bagi pengguna sehari-hari.

    Peningkatan Kualitas Kamera

    Sensor LiDAR meningkatkan performa autofocus kamera hingga enam kali lebih baik dalam kondisi cahaya rendah.

    Hal ini memungkinkan fitur Night Mode portrait bekerja lebih optimal. Selain itu, teknologi ini juga mendukung augmented reality (AR) yang lebih akurat dalam aplikasi dan game.

    Aplikasi Pengukuran Real-Time

    Apple mengintegrasikan LiDAR ke dalam aplikasi Measure, yang memungkinkan pengguna mengukur objek atau tinggi badan seseorang secara real-time. Meski akurasinya sekitar 95-97% (berdasarkan pengujian SlashGear), fitur ini berguna untuk keperluan estimasi cepat.

    Content image for article: Fungsi Sensor LiDAR di Smartphone dan Manfaatnya untuk Pengguna

    Di luar fitur bawaan, LiDAR juga dimanfaatkan oleh aplikasi pihak ketiga seperti Polycam untuk pemindaian 3D objek dan magicplan untuk membuat denah ruangan.

    Teknologi ini bahkan digunakan dalam game AR seperti The Machines untuk menciptakan pengalaman gaming yang imersif.

    Meski belum banyak diadopsi vendor lain, kehadiran LiDAR membuktikan bahwa smartphone modern semakin multifungsi.

    Seperti dikembangkan Samsung dalam visi ‘AI for All’, integrasi sensor canggih seperti ini memperluas potensi perangkat mobile di berbagai bidang. (Icha)