Telko.id – Setelah penantian panjang dan berbagai spekulasi, akhirnya iPhone 16 Series resmi tiba di Indonesia.
Apple mengumumkan peluncuran seri terbarunya pada Jumat, 11 April 2025, melalui distributor resmi seperti iBox dan Digimap. Bagi Anda yang penasaran dengan fitur, harga, dan keunggulannya, simak ulasan lengkap berikut.
Peluncuran iPhone 16 Series sempat tertunda akibat kendala regulasi, tetapi kini penggemar Apple di Tanah Air bisa segera memilikinya.
Lima varian tersedia, mulai dari iPhone 16e hingga Pro Max, dengan pilihan kapasitas penyimpanan yang beragam. Tak hanya desain yang lebih elegan, seri ini juga dibekali teknologi mutakhir seperti Apple Intelligence dan kamera canggih.
Setiap varian iPhone 16 Series menawarkan keunggulan berbeda. Berikut poin-poin utamanya:
iPhone 16e: Entry-Level dengan Performa Tangguh
Varian termurah ini tetap dibekali chip A18, layar Super Retina XDR OLED 6.1 inci, dan dual kamera 48 MP. Cocok untuk pengguna yang ingin merasakan iOS 18 tanpa perlu merogoh kocek terlalu dalam.
iPhone 16 & 16 Plus: Keseimbangan Sempurna
Dengan pilihan warna lebih variatif dan GPU 5-core, kedua model ini menawarkan performa lebih halus untuk multitasking dan gaming. Kamera Controls menjadi fitur andalan bagi pecinta fotografi.
iPhone 16 Pro & Pro Max: Raja Segala Fitur
Dibekali chip A18 Pro, layar 120 Hz, dan triple kamera 48 MP, varian Pro memang ditujukan untuk power users. Kemampuan rekaman 4K 120 fps dan desain titanium membuatnya layak disebut flagship terbaik Apple tahun ini.
Pertimbangan Sebelum Membeli
Dengan rentang harga yang cukup lebar, manakah iPhone 16 Series yang paling sesuai kebutuhan Anda? Jika budget terbatas, iPhone 16e sudah lebih dari cukup untuk penggunaan sehari-hari. Namun, bagi yang mengutamakan performa dan kamera profesional, Pro Max jelas pilihan terbaik.
Bagaimana dengan Anda? Sudah menentukan pilihan atau masih menunggu review lebih lanjut? (Icha)
Telko.id – Dalam langkah tak biasa, Apple dikabarkan mengerahkan lima pesawat kargo penuh dengan iPhone dan produk lainnya dari India dan China ke Amerika Serikat—hanya dalam tiga hari.
Aksi kilat ini terjadi pekan terakhir Maret, tepat sebelum kenaikan tarif impor AS berlaku. Lantas, apa yang sebenarnya terjadi?
Berdasarkan laporan eksklusif The Times of India, keputusan Apple ini dipicu oleh kebijakan baru pemerintahan Trump yang memberlakukan tarif impor 10% mulai 5 April.
Tarif ini berlaku untuk berbagai produk elektronik, termasuk smartphone. Biasanya, perusahaan teknologi tidak melakukan pergerakan inventaris besar-besaran di akhir kuartal pertama.
Namun, untuk hindari tarif impor AS yang baru, Apple tampaknya lebih memilih strategi ini demi satu tujuan: mempertahankan harga ritel tanpa menaikkan beban konsumen.
Seorang pejabat tinggi India yang dikutip dalam laporan tersebut mengungkapkan, “Ini upaya Apple untuk mengamankan stok sebelum tarif berlaku. Dengan begitu, mereka bisa menunda kenaikan harga di pasar AS.”
Langkah ini dinilai sebagai respons cepat untuk meminimalkan dampak finansial tanpa harus membebankan biaya tambahan kepada pelanggan.
Strategi Apple Hadapi Kenaikan Tarif
Menurut analisis, pengiriman massal ini memberi Apple cadangan stok yang cukup untuk memenuhi permintaan pasar AS selama beberapa bulan ke depan.
“Dengan stok yang sudah ada di gudang AS sebelum tarif naik, Apple bisa menghindari lonjakan harga instan,” jelas sumber industri. Namun, pertanyaan besar muncul: apa yang terjadi setelah stok ini habis?
Seorang insider mengungkapkan, “Kenaikan harga hanya di AS tidak realistis. Dampaknya harus merata di pasar utama, termasuk India.”
Artinya, konsumen di berbagai negara mungkin akan merasakan efek domino dari kebijakan tarif ini—meski Apple belum mengonfirmasi rencana kenaikan harga secara resmi.
Dampak Jangka Panjang bagi Konsumen
Langkah Apple hindari tarif impor ini memang cerdik, tetapi bersifat sementara. Jika tarif tetap berlaku, perusahaan mungkin tak punya pilihan selain menyesuaikan harga.
“Ini hanya soal waktu sebelum harga iPhone dan produk lain naik,” kata seorang analis pasar. “Pertanyaannya, seberapa besar kenaikannya dan apakah konsumen masih mau membeli?”
Di sisi lain, kebijakan Trump ini juga memicu kekhawatiran di kalangan produsen teknologi. TSMC, pemasok utama chip Apple, disebut-sebut sedang didorong untuk membangun pabrik di AS.
Jika ini terjadi, biaya produksi bisa melonjak—dan sekali lagi, konsumen yang mungkin menanggung bebannya.
Bagi Anda yang berencana membeli iPhone dalam waktu dekat, mungkin ini saat tepat sebelum harga berubah.
Namun, bagi Apple, tantangan sesungguhnya adalah menjaga keseimbangan antara keuntungan perusahaan dan kepuasan pelanggan di tengah gejolak kebijakan perdagangan global. (Icha)
Telko.id – Bayangkan harus merogoh kocek tambahan Rp5 juta hanya untuk membeli iPhone terbaru. Itulah skenario mengejutkan yang dihadapi konsumen AS jika rencana tarif impor Presiden Donald Trump benar-benar berlaku.
Menurut analis UBS, harga iPhone 16 Pro Max bisa melonjak $350 (Rp5,6 juta) dari harga normal $1.199 (Rp19,2 juta).
Kebijakan “tarif timbal balik” Trump terhadap produk China telah menciptakan badai di pasar teknologi. Apple, yang 90% produksinya masih berpusat di Negeri Tirai Bambu, terjebak di pusaran perang dagang ini.
Saham raksasa Cupertino itu anjlok 20% dalam tiga hari terakhir—terbesar sejak pandemi—setelah investor menyadari besarnya dampak kebijakan baru ini.
Lalu, bagaimana Indonesia? Meski tak langsung terkena tarif AS, efek domino kenaikan harga global dan gejolak supply chain bisa sampai ke sini.
Apalagi, model iPhone 16 Pro yang diproduksi di India “hanya” akan terkena kenaikan $120—petunjuk bahwa diversifikasi produksi mungkin jadi senjata rahasia Apple.
Skema Kenaikan yang Tidak Merata
Laporan UBS mengungkap pola menarik:
iPhone 16 Pro Max (produksi China): +$350 (29,2%)
iPhone 16 Pro (produksi India): +$120 (12%)
Seluruh lini produk: Prediksi kenaikan 17-18% (Morgan Stanley)
“Ada ketidakpastian besar dalam pembagian biaya dengan supplier dan kemampuan meneruskan biaya ke konsumen,” tulis Sundeep Gantori, analis UBS.
Faktanya, tarif China untuk produk AS sudah mencapai 54% sebelum pengumuman kenaikan tambahan Senin lalu.
Pilihan Pahit Apple: Naikkan Harga atau Gigit Jari
Analis Barclays Tim Long memproyeksikan Apple hanya punya dua opsi:
Menaikkan harga dan risiko kehilangan pembeli di saat daya beli melemah
Menyerap biaya tambahan yang bisa menggerus laba per saham hingga 15%
Skenario terburuk? Wedbush memperkirakan iPhone bisa mencapai $3.500 jika produksi dipindahkan ke AS—opsi yang disebut para ahli supply chain “hampir mustahil” karena kompleksitas manufaktur.
Friendshoring Bukan Solusi Ajaib
Meski Apple telah membangun pabrik di India, Vietnam, dan Thailand (strategi “friendshoring”), Morgan Stanley memperingatkan: “Tarif baru membuat hampir tidak ada bedanya antara produksi di China atau negara lain—semua kena tarif impor AS yang besar.”
Analis JPMorgan Chase malah memprediksi kenaikan harga 6% secara global sebagai efek domino. Ironisnya, langkah diversifikasi produksi Apple selama 5 tahun terakhir bisa sia-sia jika kebijakan Trump benar-benar diterapkan.
Pertanyaan besarnya: Akankah pemerintah AS memberikan pengecualian untuk Apple? Atau apakah Tim Cook harus mengubah peta produksi secara radikal? Satu hal yang pasti—era iPhone terjangkau mungkin akan segera berakhir. (Icha)
Pernahkah Anda merasa layar utama iPhone Anda terlalu berantakan dengan aplikasi yang jarang digunakan? Atau mungkin Anda ingin memberikan sentuhan personal yang lebih kuat pada perangkat Anda? Dengan peluncuran resmi iOS 18, Apple memberikan lebih banyak kebebasan bagi pengguna untuk mengatur tampilan layar utama sesuai keinginan. Mulai dari menambahkan widget, mengatur ulang aplikasi, hingga menyembunyikan aplikasi yang tidak diinginkan—semuanya bisa dilakukan dengan mudah.
iOS 18 tidak hanya membawa pembaruan fitur, tetapi juga memberikan kontrol lebih besar kepada pengguna dalam mengatur tata letak layar utama. Ini adalah langkah besar dari Apple untuk memenuhi kebutuhan personalisasi yang semakin diminati oleh pengguna iPhone. Dengan panduan ini, Anda bisa membuat layar utama iPhone Anda tidak hanya lebih rapi, tetapi juga lebih fungsional dan sesuai dengan gaya Anda.
Mari kita eksplorasi langkah-langkah praktis untuk mengoptimalkan layar utama iPhone Anda di iOS 18.
Cara Menambahkan, Mengedit, dan Menghapus Widget
Widget adalah salah satu fitur yang sangat berguna untuk mengakses informasi penting tanpa harus membuka aplikasi. Di iOS 18, Anda bisa menambahkan, mengedit, atau menghapus widget dengan lebih fleksibel.
Untuk menambahkan widget:
Tekan dan tahan area kosong di layar utama hingga ikon aplikasi bergoyang.
Ketuk tombol Edit di pojok kiri atas dan pilih Tambah Widget.
Gulir atau cari widget yang diinginkan, lalu ketuk.
Geser ke kiri atau kanan untuk memilih ukuran widget.
Ketuk Tambah Widget untuk menempatkannya di layar.
Seret ke posisi yang diinginkan, lalu ketuk Selesai.
Untuk mengedit widget:
Tekan dan tahan widget yang ingin diubah.
Ketuk Edit Widget (jika tersedia). Jika tidak, Anda bisa mengganti tata letak dengan menggeser ikon.
Atur pengaturan seperti kalender yang ditampilkan atau lokasi cuaca.
Untuk menghapus widget:
Tekan dan tahan widget.
Ketuk Hapus Widget, lalu konfirmasi.
Cara Memindahkan Aplikasi dan Widget di Layar Utama
Anda bisa dengan mudah mengatur ulang posisi aplikasi dan widget di layar utama untuk menciptakan tampilan yang lebih personal.
Tekan dan tahan aplikasi apa pun untuk membuka menu.
Pilih Edit Layar Utama, lalu seret aplikasi ke halaman lain dengan menggesernya ke tepi layar.
Ketuk Selesai setelah selesai.
Anda juga bisa menumpuk aplikasi untuk membuat folder secara otomatis.
Cara Mengubah Warna Ikon Aplikasi
Ingin tampilan yang lebih seragam? iOS 18 memungkinkan Anda mengubah warna ikon aplikasi untuk menciptakan kesan estetika yang lebih konsisten.
Tekan dan tahan layar utama, lalu ketuk Edit di bagian atas.
Pilih Sesuaikan untuk mengubah warna latar (gelap, terang, atau warna kustom).
Namun, perlu diingat bahwa tidak semua ikon aplikasi bisa diubah warnanya.
Cara Mengunci atau Menyembunyikan Aplikasi
Keamanan adalah prioritas utama, terutama untuk aplikasi yang bersifat pribadi. Di iOS 18, Anda bisa mengunci atau menyembunyikan aplikasi dengan mudah.
Untuk mengunci aplikasi:
Tekan dan tahan ikon aplikasi yang ingin dikunci.
Pilih Wajibkan Face ID (atau Touch ID/Kode Sandi).
Konfirmasi pilihan Anda.
Untuk menyembunyikan aplikasi:
Tekan dan tahan ikon aplikasi yang ingin disembunyikan.
Pilih Sembunyikan dan Wajibkan Face ID (atau Touch ID/Kode Sandi).
Ketuk Sembunyikan Aplikasi.
Cara Mengatur Aplikasi dalam Folder
Folder membantu Anda mengelompokkan aplikasi sejenis dan mengurangi kekacauan di layar utama.
Untuk membuat folder:
Seret satu ikon aplikasi ke atas ikon lainnya, dan iOS 18 akan membuat folder secara otomatis.
Ketuk nama folder untuk menggantinya (misalnya, “Sosial” atau “Kerja”).
Tambahkan aplikasi lain jika diperlukan.
Untuk menghapus folder:
Keluarkan semua aplikasi dari folder, dan folder akan hilang secara otomatis.
Cara Menghapus Aplikasi
Jika Anda ingin membersihkan layar utama dari aplikasi yang jarang digunakan, iOS 18 menyediakan opsi untuk menghapusnya.
Untuk menghapus aplikasi dari layar utama (tanpa menghapusnya sepenuhnya):
Tekan dan tahan ikon aplikasi.
Ketuk Hapus Aplikasi.
Pilih Hapus dari Layar Utama.
Untuk menghapus aplikasi sepenuhnya:
Tekan dan tahan ikon aplikasi.
Ketuk Hapus Aplikasi.
Pilih Hapus Aplikasi, lalu konfirmasi.
Dengan panduan ini, Anda bisa membuat layar utama iPhone Anda di iOS 18 lebih personal, fungsional, dan sesuai dengan kebutuhan sehari-hari. Selamat mencoba!
Pernahkah Anda membayangkan harga iPhone melonjak hingga 34% hanya karena kebijakan tarif baru? Itulah yang sedang dihadapi Apple saat ini. Bocoran terbaru mengindikasikan raksasa teknologi asal Cupertino ini sedang merancang strategi besar untuk mengatasi lonjakan tarif impor dari China dan India yang diumumkan pemerintahan Trump.
Kebijakan kontroversial Trump ini mengenakan tarif 34% untuk produk impor dari China dan 26% dari India—dua negara yang menjadi tulang punggung produksi perangkat Apple. Lonjakan biaya ini diprediksi akan berdampak langsung pada harga jual produk Apple di pasar global, termasuk Amerika Serikat.
Namun, Apple tak tinggal diam. Menurut sumber terpercaya, perusahaan ini sedang memperluas fasilitas produksinya di Brasil sebagai solusi jitu menghindari tarif tinggi tersebut. Mengapa Brasil? Ternyata, negara ini hanya memberlakukan tarif impor sebesar 10%, jauh lebih rendah dibandingkan China atau India.
Ekspensi Strategis Apple di Brasil
Apple bukanlah pemain baru di Brasil. Perusahaan ini telah memproduksi iPhone 13, 14, dan 15 di pabrik lokal mereka. Namun, dengan rencana peluncuran iPhone 16, Apple dikabarkan akan melakukan ekspansi signifikan—termasuk memproduksi varian Pro di tanah Samba tersebut.
Langkah ini bukan tanpa alasan. Selain menghindari tarif tinggi, produksi lokal di Brasil memungkinkan Apple untuk:
Memenuhi permintaan pasar Amerika Latin tanpa beban tarif impor
Mengekspor sebagian produksi ke AS dengan tarif jauh lebih rendah
Memperkuat posisi kompetitif di tengah ketatnya persaingan pasar smartphone global
Dampak Langsung pada Konsumen
Jika rencana ini berjalan mulus, konsumen bisa bernapas lega. Tanpa perlu menanggung beban tarif tinggi dari China atau India, harga iPhone 16 dan varian Pro-nya diprediksi akan lebih stabil dibandingkan jika diproduksi di negara-negara dengan tarif tinggi.
Namun, tantangan tetap ada. Restrukturisasi dan investasi tambahan di pabrik Brasil tentu membutuhkan biaya tidak sedikit. Pertanyaannya: Akankah Apple menyerap biaya ini, atau justru membebankannya ke konsumen dengan cara lain?
Yang pasti, langkah strategis Apple ini menunjukkan betapa kompleksnya rantai pasokan teknologi di era geopolitik yang fluktuatif. Perusahaan sebesar Apple pun harus terus beradaptasi dengan kebijakan perdagangan global yang bisa berubah sewaktu-waktu.
Dengan sertifikasi yang sudah diperoleh sejak 2024, kolaborasi Apple dan Foxconn di Brasil diprediksi akan segera memasuki fase produksi intensif. Kabar baiknya, langkah ini tidak hanya menguntungkan Apple, tapi juga ekonomi Brasil yang akan mendapatkan suntikan investasi dan lapangan kerja baru.
Jadi, siap-siap menyambut iPhone 16 yang kemungkinan besar akan memiliki label “Made in Brazil”. Siapa sangka, tarif Trump justru membuka babak baru dalam peta produksi gadget global?
Telko.id – Hari ini, perwakilan Apple menyambangi Kementerian Perindustrian Indonesia. Intinya adalah membicarakan tentang kemungkinan untuk perusahaan asal Amerika ini mendapatkan ijin untuk berjualan produknya termasuk Iphone 16 yang baru beberapa bulan lalu diluncurkan.
Usai beberapa kali dipanggil, memang akhirnya perusahaan ini memenuhi panggilan pemerintah Indonesia dalam hal ini Kemenperin. Ada empat orang yang bertemu dengan Kemenperin, salah satunya adalah Ada empat orang perwakilan dari Apple, salah satunya Nick Amman, Vice President of Global Policy.
Isinya dari pertemuan tersebut menurut Agus Gumiwang, Menteri Perindustrian adalah membahas kewajiban pemenuhan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN), sebuah regulasi penting untuk memastikan produk yang dijual di Indonesia memiliki kontribusi pada pengembangan industri lokal.
“Masyarakat mendukung kami agar bisa menjaga regulasi yang kami tetapkan berkaitan dengan TKDN. Dan oleh sebab itu yang tetap kami jaga prinsipnya adalah prinsip keadilan. Ini mungkin sudah kesekian kalinya saya sampaikan,” ujarnya saat ditemui di Kantor Kemenperin, Jakarta.
Prinsip pertama berapa besar investasi Apple di negara lain, seperti di India dan Vietnam. Lalu seberapa besar investasi dari produsen handphone, komputer genggam, dan tablet (HKT).
“Sebut saja perusahaan Samsung di Indonesia berapa sudah (investasi). Huawei berapa, Xiaomi berapa,” kata Agus.
Prinsip berkeadilan ketiga adalah berapa besar nilai tambah yang diciptakan. Selain itu berapa pemasukan yang bakal diterima negara dari investasi tersebut.
“Keempat dan menjadi paling penting, penciptaan lapangan kerja di Indonesia,” kata Agus yang mengaku pertemuan dengan perwakilan Apple hanya berlangsung selama 30 menit.
Setelah itu dilanjutkan perwakilan Apple ini bernegoisasi proposal investasi yang disodorkan kemarin bersama tim tim teknis yang dipimpin oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE), Setia Diarta.
Sayangnya Agus tidak mengungkap nilai investasi yang diajukan Apple, begitu pula substansi yang dinegoisasikan.
“Bagian dari substansi negosiasi kan nggak bisa kita sampaikan ke publik. Nggak etis ya kalau bagian yang jadi substansi negosiasi bisa saya sampaikan ke publik sekarang, sementara mereka lagi negosiasi,” papar Agus.
Menperin pun menegaskan kendati saat ini sedang berlangsung pembahasan proposal antara Kemenperin dan Apple belum tentu akan langsung terjadi kesepakatan. Artinya belum tentu iPhone 16 dapat langsung mendapatkan sertifikat TKDN.
“Tidak ada time frame yang kita tetapkan. Bisa done deal hari ini, bisa done deal malam ini, bisa done deal besok, bisa done deal next week, bisa next month. Jadi waktu kami tidak tetapkan target,” kata Agus.
“Yang kami tetapkan target itu adalah substansinya. Substansinya,” pungkas Agus.
Agus menekankan bahwa investasi Rp16 triliun dari Apple masih belum cukup untuk memberikan dampak besar. Oleh karena itu, pemerintah mendorong Apple untuk lebih serius dalam membangun infrastruktur manufaktur, seperti pabrik komponen dan produk.
Proposal Apple: Pabrik AirTag di Batam
Salah satu poin menarik dari negosiasi ini adalah rencana Apple untuk membangun pabrik AirTag di Batam dengan nilai investasi Rp16 triliun. Pabrik ini diharapkan dapat membuka peluang kerja baru dan menguatkan ekosistem manufaktur lokal.
Namun, pemerintah tetap mengingatkan Apple untuk tidak hanya fokus pada satu jenis produk, melainkan turut memperkuat rantai pasok lokal.
Bandingkan dengan Samsung dan Xiaomi
Dalam diskusi dengan Apple, Menteri Perindustrian mengingatkan bahwa kompetitor seperti Samsung dan Xiaomi telah lebih dulu menunjukkan komitmen tinggi dalam pengembangan manufaktur di Indonesia.
Dengan investasi yang signifikan dan kolaborasi erat dengan industri lokal, kedua merek ini telah memenuhi TKDN dan memiliki basis produksi di dalam negeri.
Tantangan dan Peluang
Meskipun nilai investasi Apple cukup besar, pemerintah menilai bahwa jumlah tersebut belum cukup untuk memenuhi potensi besar Indonesia sebagai pasar dan basis manufaktur.
Diperlukan langkah-langkah strategis, seperti peningkatan transfer teknologi, pelatihan tenaga kerja lokal, dan kolaborasi dengan perusahaan lokal untuk memaksimalkan dampak investasi ini.
Prospek iPhone 16 di Indonesia
Salah satu agenda penting dalam pertemuan ini adalah memastikan iPhone 16 dapat memenuhi regulasi TKDN agar dapat dipasarkan di Indonesia.
Jika Apple berhasil memenuhi persyaratan ini, konsumen lokal dapat menikmati produk terbaru mereka tanpa perlu khawatir dengan ketersediaan barang.
Jadi, investasi Apple di Indonesia memang membuka peluang besar bagi penguatan industri manufaktur lokal, namun pemerintah mengingatkan pentingnya komitmen yang lebih dalam.
Dengan meningkatkan transfer teknologi dan membangun infrastruktur produksi yang lebih luas, Apple dapat berkontribusi lebih signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. (Icha)
Telko.id – Sampai saat ini, masih belum ada titik temu antara Apple dan Pemerintah Indonesia terkait kehadiran iPhone 16 di tanah air.
Hal ini disebabkan karena Kemenperin belum mengeluarkan perpanjangan sertifikat TKDN untuk Apple.
Pasalnya, raksasa teknologi yang berbasis di Cupertino – California itu, belum merealisasikan komitmen investasi terhutang sebesar Rp 271 miliar.
Meski Kemenperin masih menangguhkan izin, jumlah iPhone 16 yang beredar ke Indonesia ternyata terus mengalir deras. Hingga 10 November 2024, Kemenperin mencatat sebanyak 11.000 iPhone 16 sudah masuk ke Tanah Air.
Baca juga :
Jumlah itu, mengalami kenaikan sebanyak 2.000 unit dari semula 9.000 per 25 Oktober 2024. Artinya dalam waktu kurang lebih dua pekan, telah terjadi kenaikan 2.000 unit iPhone 16 di Indonesia.
Smartphone teranyar besutan Apple itu, masuk melalui jalur Direktorat Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu), termasuk sebagai barang bawaan penumpang.
Sebenarnya, Apple sendiri telah berusaha agar iPhone 16 dapat segera beredar. Terkini, Apple dikabarkan menawarkan investasi baru ke pemerintah Indonesia dengan nilai sekitar 100 juta dollar AS atau sekitar Rp 1,58 triliun selama dua tahun.
Tetapi pemerintah Indonesia menginginkan Apple untuk mengeluarkan dana investasi 1 miliar dollar AS atau sekitar Rp 15,8 triliun untuk satu tahun.
Ketika pemerintah masih ribut dengan perizinan iPhone 16 yang belum kunjung kelar, ada sejumlah hal yang merugikan bagi masyarakat dan negara.
Misalnya, masuknya ribuan iPhone 16 lewat jalur khusus tentu merugikan para distributor.
Para distributor ini terpaksa kehilangan pendapatan yang saban tahun mengalir dari penjualan iPhone generasi terbaru.
Tak hanya distributor, sejatinya larangan terhadap iPhone 16 berpotensi menyuburkan kembali praktek impor pararel (penyelundupan) sehingga ada barang illegal yang akan muncul kembali.
Hal itu merugikan banyak pihak karena merusak tata niaga ponsel yang sudah dibangun baik selama ini. Di sisi pemerintah juga akan menimbulkan kerugian misalnya, kehilangan potensi pendapatan dari pajak yang seharusnya dibayarkan oleh konsumen melalui distributor resmi.
Begitu pun dengan konsumen yang tidak mendapatkan perlindungan dari layanan purna jual. Sehingga saat barang rusak tidak mendapatkan garansi dari yang seharusnya.
Praktik Penyelundupan iPhone dan Penipuan
Heru Sutadi, Anggota Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) mengatakan dengan alotnya kesepakatan antara Apple dengan Pemerintah Indonesia ini tentunya akan merugikan masyarakat sebagai konsumen.
“Sudah ada kasusnya, ketika ada orang Indonesia yang beli iPhone 16 di Malaysia. Ternyata sampai ke Indonesia tidak bisa digunakan,” kata Heru.
Selain merugikan konsumen, Heru menyebut jika banyak Tindakan ilegal seperti penyelundupan hingga penipuan yang terjadi akibat belum tuntasnya kesepakakatan antara pemerintah dengan Apple terkait iPhone 16.
“Dengan iPhone 16 yang belum masuk ini bisa menimbulkan tindakan ilegal seperti penipuan karena muncul IMEI bodong setelah beli ternyata iPhone 16 nya tidak bisa dipakai,” sambungnya.
Tidak hanya jual beli hingga IMEI yang legal, menurut Heru, jika konsumen membeli sesuatu maka harus mendapatkan layanan purnajual dan penyelesaian pengaduan konsumen apabila barang/jasa yang diterima tidak sesuai dengan perjanjian.
“Sesuai Pasal 19 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen, maka konsumen harus mendapatkan layanan purnajual dan penyelesaian pengaduan. Dengan alotnya kesepakatan maka kerugian konsumen yang sudah terlanjur membeli iPhone 16 dari luar negeri ini juga bertambah,” ungkap Heru.
Larangan iPhone 16 Tak Tepat?
Sementara itu, Ekonom dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) Teuku Riefky menyebut larangan iPhone 16 di Indonesia tidak tepat.
Pasalnya, pemerintah Indonesia membandingkan investasi yang Apple lakukan di Indonesia dengan negara lainnya, misalnya Vietnam.
Sebelumnya, Apple hanya menggelontorkan Rp 158 miliar di Indonesia dengan wujud pembentukan akademi. Sementara untuk Vietnam, Apple mengucurkan Rp 256,22 triliun dengan 200 ribu lapangan pekerjaan.
Rifky menjelaskan jika Apple adalah perusahan bisnis dan tentu akan memilih tempat investasi yang menguntungkan mereka.
“Apple akan melakukan investasi dan menempatkan uangnya jika mereka merasa mendapatkan keuntungan dan mereka melihat Vietnam lebih baik daripada Indonesia,” jelasnya.
Ribetnya Investasi di Indonesia Rifky menjelaskan jika ada sejumlah hambatan jika ingin berinvestasi di Indonesia seperti sektor ketenagakerjaan, inovasi, pembiayaan, kepastian hingga tingkat korupsi.
Ekonom UI itu menyebut jika dibandingkan Vietnam, prosedur administrasi untuk memulai usaha di Indonesia ternyata lebih panjang dan lebih ribet.
“Menurut World Bank, ada 11 dokumen untuk memulai usaha di Indonesia sedangkan di Vietnam hanya 8. Bahkan jumlah dokumen perpajakan di Indonesia ada 26 sedangkan Vietnam hanya 6. Belum lagi durasi untuk melengkapi dokumen ekspor impor di Indonesia bisa berhari-hari, sedangkan di Vietnam hanya hitungan jam,” ungkap Rifky.
“Itu baru dengan Vietnam, dan Indonesia masih jauh lagi tertinggal dari negara-negara lain seperti China, Arab Saudi bahkan Singapura,” lanjutnya.
Hal tersebut yang membuat Apple akan berpikir dua kali untuk memasukan uangnya untuk berinvestasi di Indonesia.
“Mungkin 20 tahun lalu, kualitas SDM (sumber daya manusia) Indonesia lebih unggul dari Vietnam, tetapi kini dan beberapa tahun kedepan akan terbalik,” jelasnya.
Di sisi lain, Pengamat Telekomunikasi, Moch S Hendrowijono menyebut harus ada musyawarah antara pemerintah Indonesia dengan Apple terkait permasalahan iPhone 16 di Indonesia.
Pasalnya jika tidak ada jalan keluar nantinya masyarakat yang akan menjadi korban.
“Sebagai bangsa yang memiliki budaya musyawarah, hendaknya pemerintah Indonesia harus mengajak Apple bermusyawarah atau duduk bersama untuk mencari jalan keluar,” ungkap Hendro.
“Aturan seperti TKDN memang harus ada, tetapi jangan sampai aturan ini nantinya merugikan masyarakat bahkan negara seperti PPn yang seharusnya ada dari penjualan iPhone,” lanjutnya. (Icha)
Telko.id – Indonesia fixed memblokir Apple Inc dari penjualan iPhone seri terbaru nya yang baru diluncurkan pada bulan September lalu yakni iPhone 16.
Hal ini disampaikan oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengapa pemerintah masih menahan Apple untuk menjual produk terbarunya secara langsung di Indonesia, yakni iPhone 16.
Dalam Rapat Kerja seluruh Kementerian/Lembaga dan Badan Usaha anggota Pokja Tim Nasional Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN), Agus mengungkapkan bahwa Apple belum memenuhi syarat yang ditetapkan oleh pemerintah.
“Terkait isu yang sedang ramai beredar di masyarakat yaitu telepon seluler iPhone 16 dari Apple yang belum bisa masuk ke pasar Indonesia, karena masih dalam proses pengurusan sertifikat TKDN yang menjadi salah satu syarat importasi telepon seluler tersebut,” kata Agus beberapa waktu lalu.
Berdasarkan Permenperin No. 29 Tahun 2017 tentang Ketentuan dan Tata Cara Penghitungan Nilai Komponen Dalam Negeri Produk Telepon Seluler, Komputer Genggam, dan Komputer Tablet, penghitungan TKDN dapat dilakukan menggunakan tiga skema.
“Yaitu skema manufaktur atau pembuatan produk di dalam negeri, kemudian skema aplikasi atau pembuatan aplikasi di dalam negeri, atau skema pengembangan inovasi di dalam negeri. Dalam hal ini, skema yang digunakan Apple adalah melalui skema pengembangan inovasi tersebut,” kata Agus.
Sayangnya, saat ini Apple sudah tidak memiliki izin untuk menjual produknya lagi karena ada izin TKDN yang belum terpenuhi.
“Sebelumnya Apple telah mendapatkan sertifikat TKDN, tetapi masa berlakunya sudah habis sehingga harus diperpanjang,” kata Agus.
Pilihan warna iPhone 16 dan iPhone 16 Plus
Nah, proses perpanjangan sertifikasi TKDN tersebut masih menunggu tambahan realisasi investasi dari Apple, karena realisasi investasi Apple baru tercatat Rp 1,48 Triliun, relatif kecil dibanding produk-produk yang mereka datangkan ke Indonesia.
“Padahal dari komitmen investasi antara Apple dengan pemerintah adalah Rp 1,71 Triliun, sehingga masih terdapat gap kekurangan komitmen sekitar Rp 240 Miliar,” kata Agus.
Lebih lanjut, pemerintah juga mendorong agar Apple tidak hanya membentuk akademi, melainkan juga membangun pabriknya seperti pengembangan riset di Indonesia.
“Jika komitmen investasi tersebut direalisasikan, investasi Rp 240 miliar tadi saya diminta oleh Pak Odo agar saya bicara dengan Apple jangan hanya membentuk akademi, jangan hanya bentuk sekolah karena Indonesia mampu bentuk sekolah tapi kita dorong Apple untuk set up RnD di Indonesia,” kata Agus.
Jika Apple memenuhi ketentuan itu, maka akan mendapatkan nilai TKDN 40%. Dengan demikian telepon genggam iPhone 16 dan produk-produk Apple yang menggunakan jaringan seluler bisa masuk ke pasar Indonesia.
Rencananya, memang Apple akan membangun empat Apple Developer Academy di Indonesia, dan yang terbaru di Bali.
“Once mereka memegang komitmen itu, kita akan keluarkan izin untuk mereka jual iPhone 16. Ini semuanya atas dasar fairmess dan keadilan bagi para investor yang sudah punya komitmen tinggi untuk tanamkan modal di Indonesia,” ungkap Agus.
Apalagi yang Indonesia butuhkan ujung-ujungnya pertama penciptaan lapangan kerja, ini sangat ideal mereka investasi atau bangun fasilitas produksi pabrik-pabrik atau upaya kita membangun SDM industri yang tangguh.
9000 iPhone Sudah Masuk Indonesia
Nah, herannya, ketika pemerintah memblokir kehadiran iPhone 16, kenapa di pasar, rumornya sudah ada sekitar 9.000 unit? Seperti yang diungkapkan oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengungkap.
Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arief mengatakan memperkirakan, pada periode Agustus-Oktober 2024, sebanyak 9.000 unit iPhone 16 telah masuk ke Indonesia lewat jalur Bea dan Cukai.
Menurutnya ponsel-ponsel tersebut masuk secara legal, tapi akan menjadi ilegal apabila diperjualbelikan di Indonesia.
“Kemenperin mempersilakan masyarakat melaporkan pihak-pihak yang memperjualbelikan produk ponsel tersebut yang berasal dari bawaan penumpang,” kata Febri, Jumat (25/10), mengutip Antara.
Menurut dia produk iPhone 16 yang merupakan bawaan penumpang, awak, atau melalui pos serta tidak diperjualbelikan, secara aturan boleh masuk ke Indonesia.
Namun begitu, iPhone 16 yang dibawa dari luar negeri itu harus menjadi pemakaian pribadi, alias tidak diperjualbelikan secara bebas di dalam negeri.
“iPhone 16 yang masuk ke Indonesia dengan dibawa penumpang dan membayar pajak merupakan barang bawaan yang tidak boleh diperjualbelikan dan terbatas pada pemakaian pribadi penumpang,” jelas Febri.
iPhone 16 masuk dalam kategori barang pos dan telekomunikasi yang boleh masuk Indonesia melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai berdasarkan Pasal 35 pada Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2021 tentang Pos, Telekomunikasi, dan Penyiaran. Dengan catatan, jumlah yang dibawa tidak boleh lebih dari dua unit per penumpang.
Cara hitung pajak iPhone 16
Dilansir dari laman beacukai.go.id, pemilik iPhone 16 harus membayar bea masuk dan pajak dalam rangka impor saat melakukan pendaftaran IMEI.
Ketentuan pajak barang dari luar negeri ini berlaku untuk produk yang harganya melebihi 500 dollar AS (Rp 7,8 juta) sebagaimana yang tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 203/PMK.04/2017.
Merujuk pada aturan itu, besaran pajak yang ditetapkan berasal dari perhitungan berikut:
Bea masuk: 10 persen dari nilai pabean
Pajak Pertambahan Nilai (PPN): 11 persen dari nilai impor
Pajak Penghasilan (PPh) bagi yang memiliki NPWP: 10 persen dari nilai impor
PPh bagi yang tidak memiliki NPWP: 20 persen dari nilai impor.
Nilai pabean didapat dari nilai barang – 500 dollar AS. Sedangkan, nilai impor diperoleh dari nilai pabean + bea masuk. Total pajak didapat dari penambahan bea masuk+PPN+PPh. (Icha)
Telko.id – Apple baru saja mengumumkan operating system nya yang baru yakni iOS 18, untuk pertama kali uapdate diperuntukan bagi iPhone Xs dan versi lebih baru.
Sayangnya, iOS 18 ini hadir tanpa fitur Apple Intelligence. Kabarnya, baru akan tersedia dalam versi beta bulan depan sebagai bagian dari iOS 18.1, iPadOS 18.1, dan macOS Sequoia 15.1, dengan lebih banyak fitur yang akan diluncurkan dalam beberapa bulan mendatang.
Meski begitu, beberapa fitur anyar yang ada di iOS generasi terbaru gak kalah menarik fungsinya. Berikut beberapa fitur baru iOS 18 yang bisa dijajal pengguna iPhone:
Home Screen lebih fleksibel
Dengan iOS 18, penempatan aplikasi dan widget di Home Screen kini semakin fleksibel. Ikon dan widget aplikasi juga memiliki tampilan baru dengan efek gelap ketika mengaktifkan dark mode.
Home Screen di iOS 18.
Control Center bisa dikustomisasi
Control Center turut mendapatkan pembaruan, memberikan akses lebih mudah ke banyak hal. Pengguna kini bisa menggeser beberapa halaman kontrol dan beralih untuk fitur terpenting menurut pengguna.
Aplikasi pihak ketiga sekarang dapat terintegrasi dengan Control Center. iOS 18 juga memungkinkan pengguna mengganti ikon kamera dan senter bawaan di Lock Screen dengan tombol Control Center apa pun yang diinginkan.
Peningkatan iMessage
Aplikasi pesan bawaan iPhone, Message, turut menerima pembaruan. Ada efek teks baru untuk menghidupkan percakapan dengan tampilan animasi yang dinamis, format baru seperti huruf tebal, garis bawah, miring, dan dicoret, perluasan fungsi Tapback untuk menggunakan emoji atau stiker apa pun, hingga dukungan koneksi satelit untuk membantu pengguna kirim pesan ketika tidak tersambung seluler dan Wi-Fi.
Fitur RCS di iMessage iOS 18.
iMessage kini mendapat dukungan Rich Communication Services (RCS), yang memungkinkan pengguna iPhone kirim SMS ke pengguna Android. RCS juga dapat membantu pengguna iPhone dan Android berbagi foto dan video beresolusi tinggi, melihat indikator typing, dan status pesan sudah dibaca atau belum.
Desain baru aplikasi Photos
Aplikasi Photos mendapat perombakan desain, memudahkan pengguna menemukan foto di iPhone. Tampilan tunggal yang sederhana menampilkan tatanan yang sudah tidak asing lagi, dan koleksi atau galeri baru membantu pengguna menelusuri berdasarkan tema tanpa harus menyusun konten ke dalam album.
Selain itu, koleksi dapat disematkan agar item favorit dapat diakses dengan mudah. Tampilan carousel baru menyajikan sorotan yang diperbarui setiap hari dan menampilkan orang-orang favorit, hewan peliharaan, tempat, dan lain sebagainya.
Kunci Aplikasi dengan Face ID sampai Touch ID
iOS 18 memungkinkan pengguna untuk mengunci aplikasi apa pun yang terinstal di iPhone miliknya dengan alasan privasi maupun keamanan. Kunci bisa dilakukan dengan fitur Face ID, Touch ID, sampai passcode iPhone.
Pengguna pun bisa menyembunyikan aplikasi, dipindahkan ke folder tersembunyi yang terkunci.
Aplikasi baru Passwords
iOS 18 mendatangkan aplikasi baru Passwords. Aplikasi ini ibarat versi canggihnya fitur iCloud Keychain, bisa menyimpan dan mengelola kata kunci yang dipakai pengguna iPhone di berbagai aplikasi.
Aplikasi Passwords di iOS 18. Foto: Apple
Fitur Baru Distraction Control di Safari
Fitur baru ini tersedia di web browser Safari. Distraction Control bisa dimanfaatkan untuk menyembunyikan beberapa elemen situs web, seperti pendaftaran newsletter dan permintaan izin cookie.
Bawa Game Mode ke iPhone
Game Mode akhirnya hadir di iPhone berkat iOS 18. Sebelumnya, fitur ini cuma ada di komputer Mac.
Game Mode dapat meminimalkan aktivitas latar belakang untuk mempertahankan frame rate yang tinggi secara konsisten, sehingga performa permainan lancar selama gaming di iPhone.
Selain itu, ia juga bisa mengurangi latensi audio secara drastis ketika memakai AirPods dan membuat gamepad nirkabel lebih responsif.
Daftar iPhone yang kebagian update iOS 18
Pengguna produk Apple yakni iPhone bisa melakukan pembaruan iOS 18 dengan mudah. Caranya bisa dengan membuka Settings, pilih General, kemudian Software Update untuk menginstal iOS 18. Semua iPhone yang mendukung iOS 17 masih mendapatkan update iOS 18, kecuali iPhone 16 series yang langsung memakai sistem operasi ini. Sementara itu, iPhone 8, 8 Plus, X, dan versi di bawahnya tidak kebagian iOS 18.
Berikut daftar iPhone yang kebagian update iOS 18:
Telko.id – Selain iPhone 16 series dan smartwatch, Apple juga sudah meluncurkan Airpods terbarunya. Ada Airpods 4, Airpods Pro 2 dan Airpods Max. Seperti apa keunggulannya?
“Kami menggunakan alat pemodelan canggih untuk membangun kumpulan data telinga yang tak tertandingi. Menghasilkan 50 juta titik data, yang memungkinkan Apple menyempurnakan desain untuk menciptakan AirPods paling nyaman yang pernah ada,” kata Kate Bergeron, Kate Bergeron – Hardware Engineering Apple menjelaskan.
Airpods 4
Apple Airpods 4 hadir dengan menggunakan H2 Chip terbaik dikelasnya. Dengan banyak fitur yang telah di-upgrade. Berkat arsitektur akustik terbaru, kualitas audio Airpods 4 sangat improve dengan suara bass yang lebih kaya dan lebih jernih dengan desain open-ear.
Didukung dengan Personalized Spatial Audio yang akan mengubah pengalaman seperti mendengarkan musik, menonton film dan bermain games menjadi sangat lebih baik.
Interaksi dengan SIRI yang lebih mudah dengan hanya dengan mengangguk dan menggelengkan kepala untuk menjawab telepon dan kemudian fitur Voice Issolation akan langsung aktif untuk pengalaman telepon dengan suara yang lebih jelas dan jernih bagaimanapun keadaan sekitar.
Dengan bantuan Force sensor pengguna akan lebih mudah untuk mengontrol musik atau untuk mensenyapkan bahkan untuk mengakhiri panggilan telepon.
Meskipun Airpods 4 hadir dengan perangkat yang lebih kecil, namun memiliki baterai hingga 30 jam pemakaian dengan pengisian menggunakan USB-C. Pengisian baterai Airpods 4 dapat secara wireless menggunakan Qi dan Magsafe dengan tambahan speaker pada casing untuk membantu apabila perangkat hilang.
Fitur Noise cancellation ditambahkan pada AirPods 4 Second Model sehingga pengguna akan merasakan pengalaman mendengarkan musik, siniar atau apapun itu bagaimanapun keadaannya meskipun dengan volume yang rendah tanpa menurunkan kualitas suara.
Tidak hanya mode Noise cancellation, terdapat pula mode Transparation yang dapat mendengarkan lingkungan sekitar sesuai dengan aslinya. Dilengkapi dengan Adaptive Audio yang dapat mengetahui keadaan sekitar untuk mengganti antar mode secara otomatis. Terdapat pula fitur Conversation awareness yang dapat mengurangi suara dari dalam Airpods ketika pengguna sedang berbicara dengan orang lain.
Aipods Max
Hadir dengan performa yang sama dengan Airpods 4, terdapat fitur Personalized Spatial Audio untuk pengalaman pengguna yang membutuhkan mendengarkan yang lebih baik dari sebelumnya. Pengguna yang ingin mendengarkan lagu atau suara – suara tanpa diganggu oleh suara lain dari luar, Airpods Max akan menjadi jawabannya.
Airpods Max hadir dengan lima warna yaitu; Midnight, Blue, Purple, Orange, dan Starlight. Dilengkapi dengan USB-C untuk pengisian baterai lebih cepat dan didukung oleh iOS 18 untuk meningkatkan pengalaman pengguna to the MAX!
Airpods Pro2
Model Ear-tips yang didesain untuk memberikan pengalaman mendengarkan audio yang menakjubkan. Didukung dengan mode Pro-level Active Noise Cancellation,Crystal-clear Transparency dan baterai yang lebih besar.
Dalam bentuk mengurangi dampak dari hear – loss atau kurangnya pendengaran, Airpods Pro hadir dengan beberapa fitur Kesehatan pendengaran, yaitu; Pencegahan, Kesadaran dan Asistensi.
Pada fitur pencegahan, terdapat fitur Hearing Protection yang akan membantu dalam mengurangi suara yang masuk saat mendengarkan acara langsung atau berada di live – show.
Terdapat fitur Hearing Test yang menjadi bagian dari fitur Kesadaran yang akan membantu menganalisa bagaimana kondisi pendengaran pengguna. Hanya membutuh kan waktu 5 menit untuk mengetahui hasilnya.
Selanjutnya adalah fitur Asistensi yaitu Hearing Aid yang akan membantu pengguna untuk memasuki mode Personalized Hearing Aid untuk meningkatkan suara yang dibutuhkan oleh pengguna secara langsung berdasarkan hasil dari Hearing Test yang telah dilakukan sebelumnya.
Dengan adanya fitur ini, para pengguna akan sangat terbantu untuk mengetahui apakah selama penggunaan perangkat ini atau sebelumnya pengguna mengalami hear – loss, sehingga pengguna dapat mencari bantuan. (Agi/Icha)