spot_img
Latest Phone

Garmin dan PBESI Siapkan Timnas Menuju Asian Games 2026

Telko.id - Garmin melalui divisi ekosistem B2B, Garmin Health,...

POCO F9 Series Siap Meluncur 1 September, Ini Keunggulannya!

Telko.id - POCO siap memperkenalkan lini terbarunya, POCO F9...

POCO X8 Pro Series Siap Libas Semua Genre Game Berat

Telko.id - POCO X8 Pro Series resmi diposisikan sebagai...

Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Latihan Sesuai Kondisi Tubuh

Telko.id - Samsung resmi menghadirkan Galaxy Watch Ultra2 dan...

Asyik, Samsung Galaxy Watch8 Kini Dukung NFC Pay myBCA

Telko.id – Samsung resmi menghadirkan fitur NFC Pay di...

ARTIKEL TERKAIT

Unik! Game Online Ini Bisa Bikin Orang “Melek” Hoaks

Telko.id, Jakarta – Cambridge University, Inggris, menciptakan game online lain daripada yang lain. Game online buatan kampus tersebut diklaim efektif untuk meningkatkan kesadaran pengguna terhadap berita palsu alias hoaks.

Dikutip Telko.id dari Reuters, Selasa (25/6/2019), Cambridge University melakukan penelitian, melibatkan 15.000 gamers untuk memainkan Bad News sejak 2018. Bad News adalah nama game online karya Cambridge University.

Bad News diluncurkan oleh Cambridge Social Decision-Making Lab (CDSMLab). Kehadirannya pun bakal membawa dampak positif, yakni melatih masyarakat supaya bisa lebih baik dalam mengonsumsi sebuah berita atau propaganda.

{Baca juga: Twitter Ikut Perangi Berita Palsu Soal Anti Vaksin, Caranya?}

“Berita palsu menyebar lebih cepat daripada berita benar. Akibatnya, disinformasi mengaburkan fakta. Karenanya, kami hadirkan permainan yang mampu untuk mengatasinya secara efektif,” jelas Direktur CDSMLab, Sander van der Linden.

Dalam studi yang diterbitkan di jurnal Palgrave Communication, terungkap bahwa memainkan game online Bad News dalam waktu 15 menit akan membantu pengguna mengembangkan antibodi mental terhadap keberadaan hoaks.

Game online Bad News digadang mampu mengubah pola pikir para pemain agar tidak langsung memercayai berita palsu. Sayang, game itu baru tersedia dalam sembilan bahasa, antara lain, Jerman, Serbia, Polandia, dan Yunani.

{Baca juga: WhatsApp Web, Cara Pakai dan Trik Memaksimalkannya}

Saat ini, berita palsu memang marak terdapat di dunia maya, khususnya media sosial. Facebook, Twitter, dan Instagram telah melakukan berbagai upaya guna memberantasnya. Namun, upaya mereka belum 100 persen berhasil. [SN/HBS]

Sumber: Reuters

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU