spot_img
Latest Phone

Huawei Band 10, Smartband ala Smartwatch Ini Kecanggihannya!

Telko.id - Huawei Device Indonesia resmi meluncurkan Huawei Band...

Xiaomi Smart Display Max 100, Layar Pintar Ultra Besar Pertama di Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia meluncurkan Xiaomi Smart Display Max...

Garmin Connect, Bisa Rancang Rute Lebih Personal dan Menyenangkan

Telko.id - Dalam aplikasi Garmin Connect terdapat fitur khusus...

Oppo Campus Ambassador, Siapkan Talenta Muda di Bidang Teknologi dan Digital

Telko.id – Oppo Indonesia memperkenalkan program terbaru Oppo Campus...

Huawei Watch D2, Bisa Pantau Tekanan Darah 24 Jam

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan Huawei Watch D2 di...

ARTIKEL TERKAIT

Riset: 50% Konsumen China Beli Ponsel Secara Online

Telko.id – Menurut survei terbaru yang dilakukan ABI Research untuk pasar Cina, lebih dari 50% orang yang dimintai pendapat, alias menjadi responden, melaporkan bahwa mereka membeli ponsel secara online. Angka ini terbilang tinggi jika dibandingkan dengan survei serupa yang dilakukan di AS, dimana hanya sekitar 36% dari konsumen saja yang melakukan hal serupa.

Hal ini, menurut Analis Senior ABI Research, Marina Lu, tidak lain dikarenakan pasar telekomunikasi seluler China didominasi oleh prabayar, yang berarti bahwa konsumen China (mungkin) tidak merasa seperti diikat oleh penyedia layanan mobile seperti yang dirasakan konsumen AS. “Prinsip yang sama berlaku untuk pelanggan kontrak, karena hanya melibatkan penawaaran kontrak SIM di China tanpa mengikutsertakan ponsel,” katanya.

Selain itu, banyak operator seluler di wilayah ini juga mengurangi subsidi untuk smartphone dan membebankan pajak handset kepada pelanggan. Hal ini semakin melemahkan ikatan antara pelanggan dengan operator mobile dan mendorong konsumen untuk membeli ponsel secara online.

Ditambah lagi, tidak banyak toko fisik untuk merek ponsel besar, seperti Apple, Samsung, dan Huawei bisa ditemukan di China seperti halnya di AS. Apple, misalnya, hingga saat ini baru memiliki total 32 toko di China, bandingkan dengan di AS, dimana setidaknya 268 toko telah beroperasi.

Bahkan, beberapa merek lokal China, termasuk Huawei dan Xiaomi, memanfaatkan tren ini (membeli ponsel secara online -red) dengan menjual beberapa perangkat andalan mereka melalui toko online. Huawei Honor dan Xiaomi seri Mi adalah contoh yang paling masuk akal untuk tren ini.

“Toko fisik bisa sangat berguna, karena memungkinkan konsumen untuk mencoba produk terbaru mereka saat berbelanja dan, karena itu, membantu meningkatkan penjualan,” tambah Lu. “Namun mengingat toko fisik di China terbatas, konsumen mungkin berkecil hati dengan proses ini, karena banyaknya orang dan antrian yang panjang selama pemeriksaan.”

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU