Pemerintah Rencanakan Pakai High Throughput Satellite 

Telko.id – Sebuah berkah bagi Indonesia yang memiliki wilayah dari Sabang sampai Merauke dengan ribuan pulau di dalamnya. Tak pelak, keanekaragaman budaya pun dimilikinya. Namun, dengan wilayah yang 80% adalah perairan, maka koneksi internet pun menjadi persoalan tersendiri karena sudah pasti akan menjadi mahal dan ada ketidak seragaman kecepatan internet itu sendiri. Itu sebabnya, pemerintah mencanangkan Indonesia Broadband Plan sejak 2014 lalu dan akan diselesaikan pada 2019 mendatang. Salah satunya adalah program Palapa Ring.

Sayang, program Palapa Ring tersebut ternyata masih menyisakan banyak spot yang tidak terjangkau. Seperti daerah terpencil, tidak marketable untuk dibangun jaringan, namun ada penduduknya. Itu sebabnya, pemerintah pun akan menggarap proyek satelit. Seperti yang diungkapkan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara. “Satelit tersebut akan menjadi pelengkap dari akses pita lebar tetap (fixed broadband) melalui Palapa Ring yang sedang dikerjakan”.

“(Saat ini) kita fokus ke Palapa Ring dulu. Akses broadband ke segala penjuru, tentunya tidak hanya dengan Palapa Ring, tapi menggunakan solusi lain, bisa pakai satelit,” ujar Rudiantara menjelaskan.

Satelit telekomunikasi tersebut nantinya akan berperan membantu penyebaran akses internet ke berbagai daerah di seluruh Indonesia. Bila Palapa Ring akan mencakupi wilayah Kota dan Kabupaten, maka satelit ini akan memberikan akses internet di kawasan desa, kecamatan, hingga pulau terpencil.

Pemerintah sendiri hingga saat ini masih belum memutuskan, apakah akan mengorbitkan sendiri satelitnya, sewa atau cara lainnya. Di sisi lain, ada BRI yang sudah akan meluncurkan satelit sendiri, yang notabene adalah ‘milik pemerintah’ juga. Rudiantara masih belum bisa memastikan hal tersebut. “Satelit itu bisa punya sendiri atau siapapun, kita belum tahu. Tapi yang pasti, satelit itu harus (kategori) High Throughput Satellite (HTS). Sekarang belum diputuskan punya sendiri atau seperti apa, yang penting Palapa Ring dulu,” ujar Rudiantara menjelaskan.

Nanti, jika sudah diputuskan, satelit itu sebagian besar akan dipergunakan untuk kebutuhan pemerintah. Selain itu, kebutuhan industri pun siap diperankan oleh satelit tersebut.

“Tapi tidak untuk consumer langsung. Saya seneng kalau ada punya slot, mereka luncurkan High Throughput Satellite, jadi bisa langsung device ke satelit,” sahut Rudiantara bersemangat.

Dalam pembiayaan satelit ini, rencananya juga akan diberlakukan skema yang sama dengan yang dilakukan oleh program Palapa Ring yakni mengunakan Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha atau (KPBU). Namun, masih belum diputusakan karena saat ini baru dimulai pembahasannya.

Rencananya juga, keberadaan satelit ini tidak akan terlalu jauh selesainya dari dioperasikannya Palapa Ring yang rencananya akan selesai di 2019.

“Intinya pemerintah harus punya network sendiri, bukan berarti semuanya sendiri, tapi beberapnya kita sewa ke ini. Kalau Palapa Ring dioperasikan tahun 2019, setelah itu harus ada jaringan lain yang melengkapinya, (operasi satelit) jangan jauh-jauh dari Palapa Ring,” ujar Rudiantara menjelaskan. (Icha)

 

 

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Latest Phone's

Latest Articles

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0