spot_img
Latest Phone

Garmin dan PBESI Siapkan Timnas Menuju Asian Games 2026

Telko.id - Garmin melalui divisi ekosistem B2B, Garmin Health,...

POCO F9 Series Siap Meluncur 1 September, Ini Keunggulannya!

Telko.id - POCO siap memperkenalkan lini terbarunya, POCO F9...

POCO X8 Pro Series Siap Libas Semua Genre Game Berat

Telko.id - POCO X8 Pro Series resmi diposisikan sebagai...

Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Latihan Sesuai Kondisi Tubuh

Telko.id - Samsung resmi menghadirkan Galaxy Watch Ultra2 dan...

Asyik, Samsung Galaxy Watch8 Kini Dukung NFC Pay myBCA

Telko.id – Samsung resmi menghadirkan fitur NFC Pay di...

ARTIKEL TERKAIT

Nekat Unggah Konten Terorisme di Facebook? Ini Hukumannya

Telko.id, Jakarta – Facebook memberlakukan hukuman tegas bagi pengguna yang unggah konten terorisme. Jika terbukti, maka pengguna tidak bakal bisa menggunakan fitur siaran langsung atau Facebook Live.

“Kami mulai tegas terhadap pengguna yang melanggar kebijakan mengenai organisasi dan individu membahayakan. Mereka terancam tak bisa mengakses layanan live streaming,”  kata Vice President Integrity Facebook, Guy Rosen.

Menurut CNET, dikutip Telko.id, Rabu (15/05/2019), kebijakan anyar ini diberlakukan merujuk kepada penembakan brutal di Christchurch, Selandia Baru beberapa waktu lalu. Pelaku beraksi sambil siaran langsung di Facebook.

Nantinya, pengguna yang terbukti melanggar peraturan Facebook bakal tak diizinkan menggunakan fitur Facebook Live selama 30 hari.

Sebelumnya diberitakan bahwa seorang anonim menuduh media sosial milik Mark Zuckerberg tersebut sebagai produsen konten-konten ekstrem. Ia bahkan telah mengadukan Facebook ke otoritas Amerika Serikat (AS).

Si pelapor anonim menuding Facebook menyediakan tempat untuk video jihad serta halaman bisnis kepada jaringan Al-Qaeda. Konten serupa milik Nazi juga banyak ditemukan. Facebook pun angkat suara menanggapi tuduhan itu.

Menurut laporan BBC, seperti dikutip Telko.id, Jumat (10/05/2019), Facebook menegaskan sudah menghapus video-video konten ekstrem. Namun, memang ada kendala di sistem sehingga upaya penanggulangan belum berjalan sempurna.

Sebuah penelitian mengungkapkan, selama lima bulan terakhir ada 3.000 orang yang menyukai atau terhubung ke organisasi teroris di Facebook. Pemerintah AS menyatakan, kelompok ekstrem seperti al-Qaeda cukup aktif di Facebook. (SN/FHP)

Sumber: CNET

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU