Schneider Lakukan Studi Global Tentang IoT. Apa Hasilnya?

0

Telko.id – Era Internet of Things atau IoT memang sudah di depan mata. Bahkan beberapa perusahaan sudah mulai menjajakinya. Shneider Electric merilis kasih Studi Global nya tentang era IoT 2020 ini yang termuat dalam IoT 2020 Business Report.

IoT ini dipercaya akan memicu gelombang transformasi digital sebuah perusahaan di masa depan. Dalam report schneider ini dipaparkan seberapa besar organisasi di berbagai belahan dunia akan memanfaatkan teknologi Internet of Things (IoT) sebagai perangkat bisnis yang kritikal hingga tahun 2020 nanti.

Kita sudah tidak perlu mempertanyakan apakah IoT akan membawa nilai terhadap sebuah perusahaan. Saat ini dunia bisnis perlu mengambil keputusan tentang bagaimana memosisikan diri dalam memalksimalkan nilai IoT dalam organisasi mereka, ujar Dr. Prith Banerjee, Chief Technology Officer, Schneider Electric dalam rilis tertulisnya. Lebih lanjut, Banerjee juga menyatakan bahwa IoT 2020 Business Report ini didesain sebagai panduan bagi implementasi dan inovasi di bidang IoT untuk membantu konsumen menikmati manfaatnya di tengah evolusi pasar yang akan terus terjadi selama lima tahun mendatang. Hal itu juga menjadi refleksi komitmen Schneider untuk menghadirkan teknologi yang memastikan bahwa Life Is On di manapun, bagi siapapun dan kapanpun.

Survei global mengenai IoT tersebut melibatkan 3.000 pemimpin perusahaan di 12 negara, termasuk juga di dalamnya pelanggan dan mitra kerja Schneider Electric. Berdasarkan survery tersebut, memaparkan pentingnya IoT untuk langsung diaplikasikan dalam sektor public maupun swasta.

Banerjee juga menambahkan bahwa Internet of Things telah berada di puncak Hype Curve selama beberapa waktu, namun hasil survei menunjukkan teknologi IoT mampu dan akan terus mendorong nilai bisnis secara nyata, lintas industri maupun batasan geografis.

Dari survey tersebut juga memperlihatkan bahwa ada 5 poin penting yang dapat dijadikan acuan para pemimpin perusahaan dalam mengantisipasi perkembangan pasar.

Poin pertama adalah IoT ini merupakan gelombang transformasi digital masa depan. Di mana, IoT ini akan memicu gelombang transformasi digital perusahaan di masa depan, memadukan dunia OT dan IT serta mendorong dunia kerja yang mobile dan diaktifkan secara digital. Ketika semakin banyak perusahaan memperluas dan memperdalam program digitalisasi perusahaan mereka, IoT akan semakin menjadi pusat perhatian. Gelombang baru transformasi ini akan terjadi berkat alat sensor dan kontrol yang semakin terjangkau dan cerdas. Lalu dipengaruhi juga oleh jaringan komunikasi yang lebih cepat dan lebih menyebar, infrastruktur cloud dan kemampuan data analisis canggih.

Point ke dua adalah Data yang berguna. Di mana, IoT akan menerjemahkan data yang belum dimanfaatkan sebelumnya sebagai informasi yang memungkinkan perusahaan membawa pengalaman pelanggan ke level berikutnya. Ketika berpikir tentang proposisi nilai IoT, sebagian besar bisnis akan merujuk kepada efisiensi dan penghematan biaya sebagai manfaat utama. Namun, akses ke data termasuk data yang belum dimanfaatkan tersebut dan kemampuan untuk menerjemahkannya ke bentuk informasi yang bisa ditindaklanjuti, yang merupakan ciri khas IoT, akan memacu transformasi layanan pelanggan yang lebih besar dan membuka kesempatan baru untuk membangun loyalitas terhadap merek atau jasa dan kepuasan pelanggan.

Point ke tiga adalah Keyakinan pada premise-to-cloud. Di mana, IoT akan mendorong pendekatan komputasi yang terbuka, inteoperable dan hybrid serta menumbuhkan kolaborasi antara industri dan pemerintah pada standar arsitektur global yang mampu mengatasi masalah keamanan cyber. Sementara solusi IoT berbasis cloud meraih kepopuleran, tidak ada satu pun arsitek komputasi yang memonopoli. IoT justru akan berkembang di seluruh sistem, baik di komputasi edge dan on-premise, sebagai bagian dari cloud pribadi atau cloud umum. Hal ini, membuat IoT hadir di lingkungan komputasi yang heterogen dan akan membantu pengguna akhir untuk mengadopsi solusi IoT dengan cara yang paling sesuai dengan keamanan serta kebutuhan mission-critical mereka, sekaligus menawarkan jalan yang logis dan mudah untuk memungkinkan konsumen yang memiliki infrastruktur teknologi generasi terdahulu bertransformasi dari waktu ke waktu.

Point ke empat adalah Inovasi yang melampaui infrastruktur yang ada. Di mana, IoT akan berfungsi sebagai sumber inovasi, terobosan model bisnis, dan pertumbuhan ekonomi bagi bisnis, pemerintah dan negara berkembang. Sama seperti Revolusi Industri, kelahiran internet dan revolusi selular telah mendorong kemajuan, inovasi dan kemakmuran, begitu pula IoT. Perusahaan dan juga sebuah kota akan memperkenalkan pelayanan berbasis IoT. Ini akan menjadi model bisnis baru yang berkembang. Lalu, perekonomian negara berkembang juga akan memiliki kesempatan yang signifikan untuk memanfaatkan IoT tanpa terkendala infrastruktur generasi terdahulu, atau dengan kata lain melampaui cara-cara lama. Bahkan, McKinsey meramalkan 40 persen pasar dunia untuk solusi IoT akan dihasilkan oleh negara-negara berkembang.

Point ke lima adalah Planet yang lebih baik. Di mana, solusi-solusi IoT akan dimanfaatkan untuk menjawab berbagai permasalahan besar sosial dan lingkungan. IoT akan membantu negara berkembang dan ekonominya untuk merespon tantangan-tantangan terbesar yang dihadapi planet kita, termasuk pemanasan global, kelangkaan air dan polusi. Bahkan, responden survei mengidentifikasi penggunaan sumber daya yang lebih baik sebagai manfaat utama IoT terhadap masyarakat secara keseluruhan.

Sejalan dengan sektor swasta, pemerintah lokal dan nasional akan menyambut IoT untuk mempercepat dan mengoptimalkan inisiatif saat ini untuk mengurangi emisi gas rumah kaca sesuai dengan kesepakatan iklim COP21, dimana 196 negara berjanji untuk menjaga pemanasan global tetap di bawah ambang batas 2 derajat Celsius.

Hasil dari survei tersebut memprediksikan bahwa 75% perusahaan yang terlibat dalam survei merasa optimis bahwa kehadiran IoT akan menumbuhkan. Lalu, 63% perusahaan berencana menggunakan IoT untuk menganalisa perilaku konsumen di tahun 2016. Tercetus juga 5 potensi manfaat bisnis paling besar karena IoT, diantaranya penyelesaian masalah yang lebih cepat, pelayanan pelanggan yang lebih baik dan tingkat kepuasan pelanggan yang lebih tinggi.

Hasil survei itu juga menunjukan bahwa akan terjadi penghematan biaya di automasi. Di mana, automasi gedung dan industri mewakili potensi penghematan biaya tahunan tertinggi. Masing-masing 63% dan 62%. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa teknologi automasi akan menjadi masa depan IoT, dimana hampir setengah atau 42% responden mengindikasikan bahwa mereka berencana untuk mengimplementasikan sistem automasi gedung berbasis IoT dalam dua tahun ke depan.

Dipaparkan juga bahwa teknologi selular akan memberikan nilai tambah pada IoT. Sekitar 67% perusahaan berencana untuk mengimplementasikan IoT melalui aplikasi selular di tahun 2016. Sisanya atau 32% bahkan sudah memiliki rencana untuk memanfaatkan IoT pada aplikasi selular dalam waktu 6 bulan, dengan menyebutkan potensi penghematan hingga 59% sebagai pendorong utama dalam melakukan implementasi.

Dengan adanya IoT ini pun, 81% responden merasa bahwa pengetahuan yang diperoleh dari data dan atau informasi yang dihasilkan oleh IoT tersalurkan secara efektif ke seluruh organisasi. Namun, disisi lain, masih ada yang khawatir tentang ancaman keamanan cyber yang berhubungan dengan IoT dan merasa sebagai tantangan yang serius dalam bisnis mereka. Setidaknya 41% masih merasa khawatir.

Dengan melihat hasil survei tersebut, sangat terlihat bahwa era internet of things ini sudah di depan mata. Tinggal bagaimana menyikapinya sehingga mampu memberikan dampak yang positif bagi perusahaan dan perekonomian negara. (Icha)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.