spot_img
Latest Phone

Xiaomi Serentak Buka 50 Store, Perkuat Jaringan Retail di Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia secara resmi membuka 50 Xiaomi...

Garmin Connect Data Report 2025: Lari Terpopuler, Padel Tumbuh 1.684%

Telko.id - Garmin merilis Garmin Connect Data Report 2025...

Facebook Gelar Tiga Hari Festival bertajuk Nyasar ke Dimensi Facebook, Ini Targetnya

Telko.id – Facebook Indonesia siap meramaikan akhir pekan ini...

Garmin Manfaatkan Data Wearable, Pengendalian Diabetes Personal

Telko.id - Memperingati Hari Diabetes Sedunia, Garmin Indonesia menyoroti...

Garmin Instinct Crossover AMOLED Resmi Hadir di Indonesia

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi meluncurkan dan memperkenalkan...

ARTIKEL TERKAIT

Industri Game di Korea Selatan Terancam Gara-gara WHO?

Telko.id, Jakarta – Korea Selatan tak terima dengan pernyataan WHO, bahwa kecanduan game bisa memicu gangguan jiwa. Sebab, pemerintah Korea Selatan menilai pernyataan WHO itu bisa mengancam masa depan industri game domestik.

Alhasil, pemerintah pun meminta WHO untuk menarik pernyataan tersebut. Mengutip dari Asia One, Jumat (03/05/2019), pemerintah Korea Selatan mengirimkan surat kepada WHO untuk mengkaji penelitian terkait dampak adiksi bermain game.

Kalau tidak, bisnis game di Negeri Gingseng itu bakal kehilangan pemasukan USD 9,45 miliar atau Rp 134 triliun.

{Baca juga: Catat! Ini Pedoman WHO Soal Pemakaian Gadget untuk Anak-anak}

Bukan hanya mengirimkan surat ke WHO, pemerintah juga bekerja sama dengan Konkuk University untuk melakukan riset soal kecanduan game. Hasilnya, menurut mereka, remaja jadi kecanduan game gara-gara stres dan tertekan oleh kebijakan orang tua.

Bisnis game di Korea Selatan memang cukup menggiurkan. Pada 2016 misalnya, angkanya mencapai 10,9 triliun won atau Rp 133,2 triliun. Jumlah itu akan melonjak naik menjadi 13,7 triliun won atau Rp 167,4 triliun pada tahun ini.

{Baca juga: Asosiasi Game Lobi WHO Batalkan “Penyakit Kecanduan Game”}

Selama ini, Korea Selatan merupakan pasar terbesar kelima di dunia untuk industri game setelah Amerika Serikat, China, Jepang, dan Inggris. Lebih dari 60 persen dari total 50 juta penduduk di sana sangat menyukai bermain game. (BA/FHP)

Sumber : Asia One

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU