spot_img
Latest Phone

Xiaomi Mijia Smart Audio Glasses Siap Masuk Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia secara resmi mengonfirmasi rencana peluncuran...

Garmin Unified Cabin 2026: Revolusi Kabin Cerdas Berbasis AI

Telko.id - Garmin secara resmi memperkenalkan Garmin Unified Cabin...

Xiaomi Serentak Buka 50 Store, Perkuat Jaringan Retail di Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia secara resmi membuka 50 Xiaomi...

Garmin Connect Data Report 2025: Lari Terpopuler, Padel Tumbuh 1.684%

Telko.id - Garmin merilis Garmin Connect Data Report 2025...

Facebook Gelar Tiga Hari Festival bertajuk Nyasar ke Dimensi Facebook, Ini Targetnya

Telko.id – Facebook Indonesia siap meramaikan akhir pekan ini...

ARTIKEL TERKAIT

Gak Terima Dituduh Terus, Huawei Tuntut Amerika

Telko.id, Jakarta – Huawei kabarnya sedang menyiapkan gugatan hukum untuk pemerintah Amerika Serikat (AS) terkait tuduhan pembatasan akses pasar. Pengumuman Huawei tuntut Amerika akan terjadi pada Kamis (7/3) waktu setempat.

Seorang sumber menyebut bahwa gugatan itu akan diajukan di Distrik Timur Texas, wilayah yang sama dengan lokasi kantor pusat Huawei di AS. Langkah tersebut sebagai upaya perusahaan untuk mempertahankan bisnis mereka di AS.

Selain hendak melayangkan gugatan, Huawei baru-baru ini menginisiasi sejumlah kampanye untuk memperbaiki citra perusahaan. Huawei akan melayangkan undangan bagi media AS untuk melihat langsung kantor dan pusat risetnya.

{Baca juga: Amerika Tuduh Huawei Penipu dan Pencuri Teknologi}

Dilansir Reuters, seperti dikutip Telko.id, Rabu (06/03/2019), gugatan itu tak ubahnya aksi balasan atas tudingan AS terhadap Huawei. Selama ini, AS menuding produk-produk Huawei sebagai sarana mata-mata bagi pemerintah China.

Masalah yang melibatkan Huawei bukan hanya memicu ketegangan antara AS dan China, tetapi antara China dan Kanada. Pada 1 Desember 2018, CFO Huawei, Meng Wanzhou, diamankan saat berada di bandara Vancouver, Kanada.

Penangkapan dilakukan terkait dugaan pelanggaran sanksi AS dan tudingan Huawei menjadi mata-mata pemerintah China. Menyikapinya, pemerintah China menuding AS melakukan manipulasi politik dengan menuduh Huawei.

{Baca juga: Media Diajak “Study Tour” ke Markas Huawei, Ada Apa?}

Mereka menyatakan bahwa AS menyalahgunakan hukum untuk memojokkan Huawei dan Negeri Tirai Bambu. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Geng Shuang, menyebut AS punya motivasi dan manipulasi politik sangat kuat. (SN/FHP)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU