Telko.id – Qualcomm bersiap mengungkap generasi terbaru arsitektur inti (core) CPU miliknya yang diklaim mampu mencapai frekuensi dan kinerja IPC (instructions-per-clock) tertinggi yang pernah dicapai di kelas prosesor mobile.
Dalam pembaruan ini, Qualcomm mendorong CPU Oryon racikannya hingga menyentuh angka 5GHz, sebuah lompatan yang dijanjikan bakal memberi peningkatan performa signifikan bagi jajaran ponsel flagship generasi mendatang.
Perusahaan bahkan tidak ragu mengklaim arsitektur Oryon ini akan menjadi CPU seluler tercepat di dunia, seperti yang dilaporkan oleh detikINET pada Jumat, 28 Agustus 2026.
Konfigurasi Khusus dan Performa AI
Sebagai catatan, CPU Oryon pertama kali diperkenalkan pada 2024 silam, berbarengan dengan generasi pertama seri System-on-Chip (SoC) Snapdragon X. CPU ini mengimplementasikan arsitektur Arm ke dalam desain khusus buatan Qualcomm sendiri.
Pada generasi terbaru ini, penyesuaian arsitektur tersebut didorong lebih ekstrem lagi melalui desain chip kustom. Berdasarkan informasi yang dibagikan Qualcomm, SoC Snapdragon masa depan ini akan mengusung konfigurasi dua unit “Prime Core” yang berlari di kecepatan 5GHz, bersanding dengan enam unit “Performance Core”.
Prime Core ini dibekali kinerja IPC yang sangat kuat untuk mengakselerasi skenario penggunaan di dunia nyata, dengan target utama memperlancar tugas-tugas agentic AI (kecerdasan buatan otonom) yang diproses langsung dari dalam perangkat atau on-device.
Baca Juga:
- Dua Snapdragon 8 Elite Gen 6 Disiapkan untuk HP Flagship 2027
- Snapdragon 8 Elite Gen 6 Hadir dalam Varian Standar dan Pro
Senjata Rahasia Bernama FlexCache
Selain mendongkrak kecepatan inti prosesor, elemen krusial lain di SoC generasi berikutnya ini adalah kehadiran arsitektur cache baru yang dijuluki FlexCache.
Teknologi ini memberikan akses ke pusat data cache yang sama bagi inti prosesor yang heterogen, dengan cara mengalokasikan cache secara dinamis tergantung pada beban kerja mana yang paling mendesak saat itu.
Saat tugas komputasi kelas berat masuk, Prime Core berkecepatan 5GHz dapat langsung menyedot dan memanfaatkan seluruh ruang cache yang tersedia, sehingga tugas-tugas besar bisa diselesaikan langsung di dalam memori cache prosesor tanpa harus mengambil data dari RAM sistem di luar SoC yang biasanya lebih lambat.
Solusi di Tengah Mahalnya Chip Memori
Di tengah situasi global di mana komponen chip memori (RAM) menjadi produk silikon yang sangat diburu dan mahal harganya, Qualcomm berharap FlexCache bisa jadi solusi jitu untuk mendongkrak performa perangkat secara drastis, bahkan pada smartphone yang hanya memiliki kapasitas RAM terbatas.
Qualcomm meyakini bahwa FlexCache akan memberi CPU Oryon 5GHz keunggulan telak dibanding chip pesaing, terutama untuk skenario berat seperti penugasan agen AI, gaming, multitasking aplikasi, hingga proses video editing, sebagaimana dikutip dari Techspot.


