spot_img
Latest Phone

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...

Xiaomi Mijia Smart Audio Glasses Siap Masuk Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia secara resmi mengonfirmasi rencana peluncuran...

Garmin Unified Cabin 2026: Revolusi Kabin Cerdas Berbasis AI

Telko.id - Garmin secara resmi memperkenalkan Garmin Unified Cabin...

ARTIKEL TERKAIT

Belgia Masih Selidiki Perangkat Huawei Jadi Alat Mata-mata

Telko.id, Jakarta – Pusat keamanan siber Belgia tidak menemukan bukti bahwa perangkat Huawei digunakan untuk memata-matai para pengguna. Meski begitu, Belgia tetap akan terus melakukan penyelidikan.

Menurut Reuters, pusat keamanan siber Belgia telah diminta untuk menganalisa potensi ancaman keamanan siber ketika sebuah negara menggunakan perangkat telekomunikasi buatan Huawei.

Seperti dikutip Telko.id, Selasa (16/4/2019), saat ini tiga operator Belgia menggunakan perangkat buatan Huawei. Tiga operator itu adalah Proximus, Orange Belgium, dan Telenet.

“Sampai sekarang, kami tidak menemukan bukti soal ancaman mata-mata di perangkat Huawei. Meski demikian, kami akan melanjutkan penyelidikan,” kata badan keamanan siber Belgia.

{Baca juga: Dianggap Tidak Aman, Inggris akan Cekal Perangkat 5G Huawei}

Beberapa waktu lalu, Massachusetts Institute of Technology (MIT) stop kerja sama dengan Huawei dan ZTE. MIT mempertimbangkan penyelidikan federal AS terkait dugaan pelanggaran Huawei.

“MIT tidak menerima kerja sama baru atau memperbarui kerja sama dengan Huawei dan ZTE atau masing-masing anak perusahaannya,” kata Wakil Presiden MIT, Maria Zuber.

Ia menambahkan bahwa pihaknya akan meninjau ulang kolaborasi dengan lembaga asal Rusia dan Arab Saudi. “Kami akan meninjau kembali kolaborasi dengan entitas-entitas itu,” terang Zuber.

MIT bergabung dengan lembaga pendidikan kondang lain asal AS yang “membuang” peralatan komunikasi buatan Huawei. MIT juga melakukan hal serupa untuk perusahaan lain asal China.

{Baca juga: Lagi Bermasalah, MIT Stop Kerja Sama dengan Huawei}

Hubungan perusahaan teknologi asal China dengan AS memang kian panas. ZTE bahkan terpaksa menghentikan sebagian besar bisnis antara April dan Juli tahun lalu karena sanksi. [SN/HBS]

Sumber: Reuters

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU