spot_img
Latest Phone

Huawei Band 10, Smartband ala Smartwatch Ini Kecanggihannya!

Telko.id - Huawei Device Indonesia resmi meluncurkan Huawei Band...

Xiaomi Smart Display Max 100, Layar Pintar Ultra Besar Pertama di Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia meluncurkan Xiaomi Smart Display Max...

Garmin Connect, Bisa Rancang Rute Lebih Personal dan Menyenangkan

Telko.id - Dalam aplikasi Garmin Connect terdapat fitur khusus...

Oppo Campus Ambassador, Siapkan Talenta Muda di Bidang Teknologi dan Digital

Telko.id – Oppo Indonesia memperkenalkan program terbaru Oppo Campus...

Huawei Watch D2, Bisa Pantau Tekanan Darah 24 Jam

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan Huawei Watch D2 di...

ARTIKEL TERKAIT

Google Siapkan Drone Untuk Hadirkan 5G

Telko.id – Upaya Google untuk menghadirkan internet di daerah rural dan sulit tercover tak hanya berhenti di Project Loon. Raksasa internet ini juga berencana untuk memanfaatkan sebuah drone sebagai alat untuk memancarkan frekuensi internet.

Dalam sebuah proyek yang diberi nama SkyBender, Google akan membangun beberapa prototipe transceiver di spaceport yang terisolasi pada musim panas lalu, dan mereka sedang melakukan pengujian dengan beberapa drone.

Dilansir dari The Guardian(1/2), Google dikabarkan akan menguji drone tersebut di beberapa Spaceport seperti, Spaceport America, New Mexico, dan telah menyewa hanggar seluas 15 ribu meter persegi di Gateway hingga terminal Space.

“Keuntungan besar dari gelombang milimeter adalah akses ke spektrum baru karena spektrum ponsel yang ada saat ini sudah penuh sesak,” ungkap Jacques Rudell, profesor teknik listrik dari University of Washington di Seattle.

Proyek SkyBender menggunakan drone untuk bereksperimen dengan transmisi radio gelombang milimeter, salah satu teknologi yang bisa mendukung generasi berikutnya yakni akses internet nirkabel 5G. Frekuensi tinggi gelombang milimeter secara teoritis dapat mengirimkan gigabit data setiap detik, hingga 40 kali lebih cepat dari sistem 4G LTE saat ini. Google akhirnya membayangkan ribuan mill ketinggian dapat memberikan akses internet di seluruh dunia.

Namun, transmisi gelombang milimeter memiliki cakupan yang jauh lebih pendek dari sinyal ponsel. Sebuah broadcast di frekuensi google di 28GHz yang sedang diuji di Spaceport America, ternyata memudar di sekitar sepersepuluh jarak sinyal telepon 4G. Untuk mendapatkan gelombang milimeter bekerja dari sebuah pesawat tak berawak terbang tinggi, Google perlu untuk bereksperimen dengan transmisi yang terfokus yang disebut phased array.

Sistem SkyBender sedang diuji dengan opsi kemudi pesawat yang disebut Centaur serta drone bertenaga surya buatan Google Titan, sebuah divisi yang terbentuk ketika Google mengakuisisi New Mexico startup Titan Aerospace pada tahun 2014. [ak/if]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU