Tag: tinder

  • Facebook Dating Resmi Hadir di Amerika Serikat, Indonesia Kapan?

    Facebook Dating Resmi Hadir di Amerika Serikat, Indonesia Kapan?

    Telko.id, Jakarta – Setelah dilakukan pengerjaan dan uji coba, akhirnya fitur Facebook Dating resmi diluncurkan. Layanan terbaru buatan Mark Zuckerberg dkk tersebut secara resmi diluncurkan di Amerika Serikat.

    Dilansir Telko.id dari Ubergizmo pada Jumat (06/09/2019) Facebook mengumumkan jika Facebook Dating telah hadir di Amerika Serikat, dan fitur tersebut dapat terintegrasi dengan Instagram.

    “Kami juga memberi orang kemampuan untuk mengintegrasikan posting Instagram mereka langsung ke profil Kencan Facebook mereka dan memberi orang kemampuan untuk menambahkan pengikut Instagram ke daftar Secret Crush mereka, di samping teman-teman Facebook,” tutur Facebook.

    {Baca juga: Facebook Mulai Uji Coba “Fitur Kencan” Pesaing Tinder}

    Fitur Facebook Dating yang memungkinkan pengguna untuk mendapatkan teman atau kekasih baru. Untuk menggunakannya, pengguna harus membuat profil baru yang terpisah dengan profil utama.

    Dalam profil tersebut Anda harus mengisi informasi terkait kriteria pasangan Anda dan Facebook akan membuat rekomendasi orang-orang yang sesuai dengan kriteria tersebut.

    Tidak seperti Tinder, yang mengharuskan kedua pengguna untuk saling memberi tanda like satu sama lain sebelum mengobrol, Facebook Dating membiarkan pengguna mengobrol satu sama lain.

    Juga akan ada fitur “Secret Crush” yang akan membuat Anda tahu jika teman  di Facebook  menyukai Anda. Sayangnya fitur ini baru hadir di Amerika Serikat saja. Belum ada informasi kapan aplikasi tersebut akan hadir di negara-negara lain seperti Indonesia. Jadi harap bersabar.

    Informasi mengenai fitur Facebook Dating sudah ada sejak Mei 2018. Pada ajang tahunan Facebook F8 di Amerika Serikat, CEO Mark Zuckerberg mengumumkan kehadiran aplikasi baru bernama Dating.

    Dalam presentasinya, Zuckerberg menyatakan aplikasi kencan buatannya ini bisa dimanfaatkan oleh pengguna untuk mencari jodoh.

    {Baca juga: Saingi Tinder, Facebook Bikin Aplikasi Kencan}

    Fitur Dating di Facebook mirip aplikasi Tinder dan Bumble. Dalam presentasinya, Zuckerberg menjelaskan secara detail tentang keamanan dan keunggulan fitur Dating ketimbang Tinder dan Bumble. [NM/HBS]

    Sumber: Ubergizmo

  • Sering Kirim Emoji, Tandanya Kamu Suka Seks saat Kencan

    Sering Kirim Emoji, Tandanya Kamu Suka Seks saat Kencan

    Telko.id, Jakarta  – Penggunaan Emoji adalah seni nan kompleks. Jika tidak pernah menggunakan emoji, berarti Anda seorang sosiopat yang dingin dan penuh perhitungan tanpa pemahaman tentang kesenangan. Tapi tahukan Anda, orang yang sering kirim emoji katanya suka seks saat kencan.

    Lantas, bagaimana jika menggunakan emoji terlalu banyak? Artinya Anda sembrono, periang, dan tidak layak dihormati. Nah, lho, jadi serba salah. Jadi, bagaimana kita harus bersikap bijak dalam memakai emoji?

    {Baca juga: Emoji Anti LGBT Viral, Warganet Gempar}

    Para peneliti di The Kinsey Institute menyurvei lebih dari 5.000 peserta. Hasilnya, mereka yang kerap menggunakan emoji dalam komunikasi online suka kencan pertama dan lebih banyak melakukan kegiatan seks.

    Dengan kehadiran media sosial dan aplikasi kencan seperti Tinder, komunikasi tertulis menjadi jauh lebih penting ketika seseorang menemukan mitra potensial. Dalam konteks itu, emoji memang bisa sangat membantu.

    Menurut CNET, seperti dikutip Telko.id, Senin (19/8/2019), studi tersebut menemukan fakta bahwa peningkatan penggunaan emoji berkorelasi positif di sebagian besar langkah seseorang dalam menjalin hubungan.

    Meski demikian, hal itu tidak berkorelasi dengan frekuensi kencan pertama, melainkan berpengaruh terhadap kencan kedua. Yang jelas, penggunaan emoji secara intensif mengindikasikan perilaku seseorang saat kencan.

    Para peneliti menyebut, intensitas menggunakan emoji menandakan seseorang sering berciuman saat kencan. Bahkan, hal tersebut mengindikasikan bahwa seseorang kerap berhubungan seks dengan teman kencan.

    {Baca juga: Waduh! Karyawan Dipecat Gara-gara Kirim Emoji ke Bos}

    Anda termasuk orang yang sering menggunakan emoji saat berkomunikasi secara online atau tidak? Jika iya, apakah Anda merasa bahwa hasil penelitian itu benar? Hayo, jangan malu-malu! [SN/HBS]

    Sumber: CNET

  • Anti-Android, Desainer Cantik Pilih Kencan dengan Apple Fanboy

    Anti-Android, Desainer Cantik Pilih Kencan dengan Apple Fanboy

    Telko.id, Jakarta  – Perangkat buatan Apple, seperti iPhone, iPad, dll, dianggap bisa mengangkat gengsi para penggunanya. Itu sebabnya, para Apple Fanboy boleh berbangga, karena banyak wanita yang lebih tertarik dengan pengguna iPhone ketimbang pria yang memakai ponsel Android.

    Ketika para Apple Fanboy saling mengirim pesan, akan muncul gelembung berwarna biru di perangkat. Namun, ketika mengirim pesan teks kepada pemilik non-iPhone, notifikasi muncul dengan warna berbeda.

    Untuk para lajang, hal tersebut lebih dari sekadar estetika. Seperti halnya yang diungkapkan oleh Brooklyn Katie McDonough. Desainer lepas itu secara terang-terangan hanya akan tertarik kepada pria yang menggunakan iPhone.

    {Baca juga: Apes! Wanita Ini Beli iPhone Dapatnya Kentang Goreng}

    McDonough, yang berusia 23 tahun, mengaku selama ini jarang berkirim SMS dengan pengguna ponsel Android. “Di Tinder, ketika bertukar nomor dengan seseorang, saya mengharapkan pesan yang terkirim berwarna biru,” terangnya.

    Dengan kata lain, seperti dikutip Telko.id dari New York Post, Kamis (15/8/2019), ia hanya tertarik dengan lawan jenis yang memakai ponsel buatan Apple itu. Saat masih kuliah, pacarnya sempat beralih dari iPhone ke Android. Lalu, apa yang terjadi?

    “Komunikasi menjadi sulit. Hubungan kami pun retak. Kami akhirnya memutuskan untuk berpisah. Hal tersebut membuktikan bahwa kekuatan cinta ternyata tidak bisa mengatasi perbedaan ponsel yang kami gunakan,” imbuh McDonough.

    Beberapa waktu lalu, hasil survei sebuah perusahaan e-commerce asal Amerika Serikat (AS) bernama Decluttr mengungkapkan fakta bahwa pengguna Android masih kalah jauh dari pemakai iPhone dalam hal keberuntungan asmara.

    Survei yang dilakukan Decluttr diikuti oleh 1.502 orang jomblo atau belum memiliki pasangan di berbagai wilayah di AS. Sebanyak 70 persen jomblo di AS lebih memilih berkencan dengan pemilik iPhone dibanding pengguna Android.

    Hasil survei Decluttr mengungkap pula fakta bahwa hampir dua dari lima orang jomblo menyatakan bahwa penggunaan ponsel memengaruhi kesan pertama ketika berkencan. Dalam poin ini, pemilik iPhone juga mengalahkan pengguna Android.

    {Baca juga: Jomblo Lebih Suka Pengguna iPhone Ketimbang Android}

    Tak cukup, survei memberi informasi menarik lain yang tidak hanya membahas soal “kharisma” penggemar iPhone dan Android. Menurut hasil riset, hanya 65 persen pengguna iPhone yang bersedia untuk kencan pertama dengan pemilik Android. [SN/HBS]

    Sumber: NY Post

  • Gaper, Aplikasi Kencan dengan Pria atau Wanita Tua

    Gaper, Aplikasi Kencan dengan Pria atau Wanita Tua

    Telko.id, Jakarta  – Ingin bertemu lelaki tua impian Anda? Sekarang ada aplikasi untuk merealisasikannya. Namanya Gaper, aplikasi kencan yang mengkhususkan diri dalam mengatur hubungan dengan kesenjangan usia.

    Menggunakan aplikasi tersebut, seperti dilansir New York Post, Anda dapat menemukan kekasih yang lebih dewasa atau seorang “Leonardo DiCaprio” berusia 44 tahun. Aplikasi itu telah hadir sekitar enam bulan lalu di App Store.

    {Baca juga: Duh! Foto Syur di Aplikasi Kencan Gay Bocor di Internet}

    Gaper diklaim bekerja lebih baik ketimbang Craigslist, Tinder, dan Bumble. Gaper sama sekali tidak memanipulasi data pengguna. Dikutip Telko.id, Minggu (11/8/2019), Gaper mengungkap secara gamblang semua identitas pengguna.

    Pengguna dapat menelusuri profil dan iklan pribadi, kemudian mengirimkan pesan kepada kandidat yang disukai. Meski demikian, Gaper tidak hanya dirancang untuk pria yang lebih tua guna menemukan cewek-cewek “panas”

    “Pria muda yang berkencan dengan wanita lebih tua mengaku menikmati stabilitas, kemandirian, dan pengalaman hidup. Namun, perlu dicatat, Gaper hanya untuk kesenangan antargenerasi. Tanpa manfaat uang,” kata pengembang.

    Di App Store, Gaper memiliki lebih dari 1.500 peringkat, termasuk dari seorang pemuda yang merasa sangat puas. “Saya seorang pria muda berusia 25 tahun. Saya tidak suka gadis-gadis seumuran karena tidak bersikap dewasa,” ucapnya.

    {Baca juga: 5 Tips Aman First Date dengan “Gebetan” dari Aplikasi Kencan}

    “Saya mengunduh aplikasi kencan ini tanpa ragu-ragu. Seorang wanita lajang berusia 35 tahun berhasil memikat saya. Ia dewasa dan punya energi yang baik. Ia sungguh berpengalaman tetapi berjiwa muda,” kata Joliana Martinelli. [SN/HBS]

    Sumber: NY Post

  • Bidik Pasar Asia Tenggara, Tinder Lite Segera Dirilis

    Bidik Pasar Asia Tenggara, Tinder Lite Segera Dirilis

    Telko.id, Jakarta – Perusahaan Induk Tinder, Match Group mengonfirmasi jika Tinder akan merilis versi Lite (lebih ringan) dari aplikasi. Versi ini disebutnya ditujukan untuk pangsa pasar di Asia Tenggara dan negara-negara berkembang lainnya.

    Dilansir Telko.id dari Ubergizmo pada Senin (13/05/2019), Asia Tenggara adalah pangsa pasar yang besar dan pihak Tinder berharap kehadiran Tinder Lite nantinya bisa meningkatkan pendapatan dan jumlah pengguna. Pun meski banyak layanan serupa yang telah meluncurkan versi serupa untuk melayani pengguna di pasar negara berkembang.

    {Baca juga: Tinder Rekrut Eks Bos Lasso, Mau Bikin Pesaing TikTok?}

    Rencana Tinder untuk meluncurkan versi Lite ini pertama kali diungkap oleh CEO Match Group, Mandy Ginsberg. Mandy mengatakan bahwa pihaknya berencana untuk merilis Tinder Lite yang ditujukan bagi pengguna, yang memiliki smartphone menengah ke bawah dan akses data internet terbatas.

    Sayang, tidak ada informasi lebih lanjut mengenai kapan tepatnya aplikasi ini akan tiba dan fitur apa yang akan dibawanya.  Diprediksi, beberapa fitur harus dihilangkan untuk membuat aplikasi lebih ringan dan kurang intensif data.

    Sebelumnya, Tinder juga meluncurkan fitur baru bernama Festival Mode. Fitur tersebut memungkinkan pengguna untuk saling bertemu di sebuah konser musik yang akan mereka hadiri. Dilansir Telko.id dari The Verge pada Jumat (03/05/2019), pengguna bisa menambahkan lencana ke profil mereka untuk mengiklankan konser musik yang akan dihadiri.

    {Baca juga: Tinder Luncurkan Fitur untuk Nobar Konser Musik}

    Aplikasi ini akan meminta pengguna untuk membuat pilihan pada kartu Festival Mode, yang akan memberi pengguna lain petunjuk bahwa mereka akan berada di sebuah festival dan mereka berpotensi untuk bertemu.

    Pengguna akan dapat memilih dari 12 festival di Amerika Serikat dan Inggris, termasuk Governor Ball, Bonnaroo Music & Arts Festival, EDC Las Vegas, Lovebox, Inggris dan setiap opsi festival akan dibuka tiga minggu sebelum acara. [NM/IF]

  • Tinder Luncurkan Fitur untuk Nobar Konser Musik

    Tinder Luncurkan Fitur untuk Nobar Konser Musik

    Telko.id, Jakarta Tinder meluncurkan fitur baru bernama Festival Mode. Fitur tersebut memungkinkan pengguna untuk saling bertemu di sebuah konser musik yang mereka akan hadiri.

    Dilansir Telko.id dari The Verge pada Jumat (03/05/2019) pengguna bisa menambahkan lencana ke profil mereka untuk mengiklankan konser musik yang akan dihadiri.

    Aplikasi ini akan meminta pengguna untuk membuat pilihan pada kartu Festival Mode, yang akan memberi pengguna lain petunjuk bahwa mereka akan berada di sebuah festival dan mereka berpotensi untuk bertemu.

    Pengguna akan dapat memilih dari 12 festival di Amerika Serikat dan Inggris, termasuk Governor Ball, Bonnaroo Music & Arts Festival, EDC Las Vegas, Lovebox, Inggris dan setiap opsi festival akan dibuka tiga minggu sebelum acara.

    {Baca juga: Tinder Rekrut Eks Bos Lasso, Mau Bikin Pesaing TikTok?}

    Aplikasi ini akan memprioritaskan pengguna potensial yang berencana untuk menghadiri festival yang sama dan akan menunjukkan kepada orang-orang dari seluruh dunia siapa yang akan berada di sana.

    Tinder mengatakan dalam rilisnya bahwa mereka melihat peningkatan unduhan Tinder selama festival musik berlangsung. Aktivitas aplikasi meningkat hingga 300 kali lipat dari biasanya selama Festival Seni dan Musik Bonnaroo di Amerika Serikat tahun lalu.

    Selain fitur digital, Tinder akan menggelar promosi di festival-festival musik tertentu bagi pengguna untuk mendapatkan peluang menjadi menjadi Tinder VIP dan hadiah-hadiah menarik. Rilis produk ini mengikuti peluncuran mode Spring Break Mode, Tinder untuk pengguna Tinder U-nya.

    {Baca juga: Terinspirasi Tinder, GetPet Bantu Anjing Temukan Majikan Baru}

    Fitur ini bekerja dengan cara seperti Mode Festival yaitu siswa dapat memilih di mana mereka berencana bepergian untuk liburan musim semi dan kemudian akan menerima lencana di profil mereka, sehingga berpotensi untuk bertemu dengan orang baru di liburan mereka. [NM/HBS]

    Sumber: The Verge

  • Tinder Rekrut Eks Bos Lasso, Mau Bikin Pesaing TikTok?

    Tinder Rekrut Eks Bos Lasso, Mau Bikin Pesaing TikTok?

    Telko.id, Jakarta – Aplikasi kencan, Tinder ingin menarik pengguna milenial atau kalangan remaja. Untuk itu, mereka merekrut Ravi Mehta, eks bos Lasso di Facebook untuk mengisi posisi baru sebagai Chief Product Officer. Mau bikin pesaing TikTok?

    Dilansir Telko.id dari The Verge pada Selasa (02/04/2019), perekrutan Mehta sendiri bukan tanpa alasan, karena dia bukan orang baru di industri teknologi.

    Sebelumnya, Mehta bekerja di Facebook sebagai direktur produk yang menyasar pengguna muda, dan mengembangkan Lasso milik Facebook, aplikasi berbasis video pendek yang jadi pesaing TikTok.

    Dalam siaran pers-nya, Tinder mengumumkan kehadiran anggota baru di kantornya, dan mengatakan Mehta telah mempelopori Generasi Z menghabiskan waktu secara online dan mengidentifikasi peluang produk utama untuk remaja.

    {Baca juga: Tinder Bantu Mahasiswa Cari Jodoh di Kampus}

    Gen Z, atau pengguna berusia antara 18 hingga 22 tahun adalah fokus Tinder. Tahun 2018, mereka merilis Tinder U, yang membidik pengguna dari kalangan mahasiswa.

    Karena dikhususkan untuk mahasiswa, maka aplikasi kencan paling populer ini memberikan sejumlah persyaratan khsusu, seperti pengguna harus login menggunakan alamat email dengan domain .edu ketika sedang berada di lingkungan kampus.

    Tahun ini Tinder juga mengembangkan mode ‘Istirahat Musim Semi’ yang memungkinkan pengguna Tindur U memilih tempat liburan via aplikasi tersebut. Dengan Mehta di pucuk pimpinan produk, kita mungkin akan melihat lebih banyak produk untuk rangkaian Tinder U dan juga Tinder.

    {Baca juga: Fitur Top Picks Resmi Hadir untuk Tinder Gold}

    Selain mengumumkan kehadiran Ravi Mehta dan Tinder U, aplikasi kencan itu juga mengumumkan fitur baru Places di Tinder. Fitur ini memungkinkan pengguna berteman dengan orang-orang yang mungkin telah mereka lihat di tempat umum. Namun, fitur itu hanya dalam versi beta, dan belum diluncurkan secara luas.

    Tinder sendiri terus berinovasi mengembangkan produknya dengan menghadirkan fitur-fitur baru. Sebelumnya mereka dikabarkan sedang menguji coba fitur My Move yang dikhususkan bagi pengguna perempuan.

    Fitur tersebut bertujuan untuk memberi pengawasan dan perlindungan perempuan, sebelum mereka mengizinkan pengguna pria untuk memulai pembicaraan.

    {Baca juga: Tinder Uji Coba Fitur Khusus Perempuan, Seperti Apa?}

    Uji coba pertama fitur My Move akan dilakukan di India. Rencananya, setelah uji coba berjalan dengan sukses, My Move akan diterapkan secara global, meski hingga kini Tinder masih belum memberikan bocorannya. [NM/HBS]

    Sumber: The Verge