Tag: Layanan Internet

  • Kominfo Buka Seluruh Layanan Internet di Papua Barat

    Kominfo Buka Seluruh Layanan Internet di Papua Barat

    Telko.id, Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah membuka seluruh layanan internet di Papua Barat. Hal ini dilakukan setelah pemerintah merasa bahwa kondisi di provinsi tersebut telah kondusif.

    Menurut Plt. Kabiro Humas Kominfo Ferdinandus Setu, pemerintah telah membuka layanan internet di 13 kabupaten/kota di Provinsi Papua Barat pada Rabu (11/06/2019) pukul 16.00 WIT. Adapun kota terakhir yang dibuka adalah Manokwari dan Sorong, Papua Barat.

    “Akhirnya dibuka layanan data internetnya setelah mendapatkan kepastian mengenai kondusivitas kedua wilayah pada Rabu siang,” kata Ferdinandus lewat keterangan tertulis pada Rabu (11/09/2019).

    {Baca juga: Kominfo Mulai Buka Blokir Internet di Papua}

    Sayangnya, pembatasan layanan data internet masih dilakukan di Papua khususnya Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura. Dari 29 Kabupaten/kota di wilayah Papua, baru ada 27 Kabupaten yang sudah dibuka kembali layanan data internet secara bertahap. Pemerintah akan membuka layanan jika kondisi disana sudah benar-benar kondusif.

    “Pemerintah akan terus memantau situasi dan kondisi keamanan di kedua wilayah tersebut dalam 1-2 hari ke depan,” tambah Ferdinandus.

    Ferdinandus juga menyampaikan jika sebaran informasi hoaks, kabar bohong, ujaran kebencian, hasutan dan provokasi terkait dengan isu Papua terus menunjukkan tren menurun sejak 31 Agustus 2019.

    {Baca juga: Duh! 419 Juta Data Pengguna Facebook Beredar Bebas di Internet}

    Puncak sebaran hoaks dan hasutan terkait isu Papua terjadi pada 30 Agustus 2019 dengan jumlah url mencapai 72,5 ribu url. Jumlah ini terus menurun, menjadi 42 ribu url di tanggal 31 Agustus 2019, 19 ribu url di tanggal 1 September 2019, lalu menurun menjadi 6.060 url hoaks dan hasutan di tanggal 6 September 2019.

    “Pemerintah kembali mengimbau kita semua untuk tidak menyebarkan informasi hoaks, kabar bohong, ujaran kebencian berbasis SARA, hasutan dan provokasi melalui media apapun termasuk media sosial, agar proses pemulihan kembali secara total seluruh wilayah Papua dan Papua Barat cepat berlangsung,” tutup Ferdinandus. [NM/IF]

  • Selama Nyepi, Layanan Internet Smartfren di Bali Dimatikan

    Selama Nyepi, Layanan Internet Smartfren di Bali Dimatikan

    Telko.id, Jakarta – Smartfren Telecom menyatakan siap mendukung dan melaksanakan amanat Surat Edaran Menkominfo Nomor 3 Tahun 2019 tentang bebas internet pada saat Hari Raya Nyepi. Untuk itu, layanan internet Smartfren akan dimatikan sementara waktu saat perayaan Nyepi di Bali.

    Hal itu dilakukan Smartfren juga sebagai langkah nyata untuk memaknai kekhidmatan masyarakat di Bali  saat merayakan Hari Raya Nyepi 2019 dan Tahun Baru Saka 1941.

    Langkah yang diambil Smartfren ini juga sesuai dengan Surat Gubernur Bali Nomor 027/1342/Set/Diskominfos 21 Februari 2019 perihal bebas internet pada saat hari Nyepi.

    {Baca juga: Dengan Palapa Ring, Smartfren akan Ekspansi ke Natuna}

    Menindaklanjuti surat edaran tersebut, maka pada hari Nyari di Bali, layanan internet Smartfren akan tidak dapat dinikmati masyarakat Bali sebagaimana hari-hari biasa.

    Presiden Direktur Smartfren Telecom, Merza Fachys memastikan bahwa kualitas layanan Smartfren di objek vital akan tetap terjaga demi kelancaran koordinasi jika memang terjadi kondisi darurat.

    “Untuk area objek vital dan layanan umum lainnya, yang sifatnya harus tetap berlangsung, seperti layanan rumah sakit, Kantor Kepolisian, instalasi Militer, BPBD, BMKG, BASARNAS, Pemadam Kebakaran, maka komunikasi masih dapat digunakan. Layanan akan kembali normal sebagaimana mestinya, pada Jumat 8 Maret 2019 Pk. 06.00 WITA,” papar Merza.

    {Baca juga: Warga Bali Bakal Punya Kartu Perdana Khusus Smartfren}

    Sebelumnya, Smartfren juga memberikan beberapa bentuk dukungan bagi masyarakat Bali lewat program bertajuk “Nangun Sat Kerthi Loka Bali”. Lewat program ini Smartfren  menghadirkan kartu perdana khusus Bali pada Februari 2019 yang lalu, serta kampanye anti kantong plastik, anti hoax, dan anti internet boros. [HBS]