Tag: Italia

  • Italia akan Bangun Inkubator Startup di Indonesia

    Italia akan Bangun Inkubator Startup di Indonesia

    Telko.id, Jakarta – Pemerintah Italia akan mengembangkan inkubator startup Indonesia. Hal ini dikatakan oleh Menkominfo Rudiantara usai melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Pembangunan Ekonomi, Buruh dan Kebijakan Sosial Italia, Luigi Di Maio dalam pertemuan negara G20 di Jepang Minggu (09/06/2019) kemarin.

    “Italia baru saja merilis Startup Exchanged Program, dimana startup mereka ditempatkan di inkubator-inkubator negara-negara G20, selanjutnya mereka mau kembangkan dengan Indonesia juga,” ucap Menkominfo.

    Dilansir Telko.id dari laman resmi Kominfo pada Senin (10/06/2019), Italia juga akan meluncurkan Program Promosi Teknologi di Indonesia. Tujuannya untuk memperkenalkan teknologi buatan Italia di Tanah Air.

    “Italia juga akan me-launch program Promoting Italy in Technology di Indonesia, dan meminta bantuan untuk dalam mencari lokasi yang crowded dan banyak orang lalu lalang,” ungkapnya.

    {Baca juga: Rudiantara Rayu Singapura Investasi di Indonesia}

    Dalam pertemuan itu Rudiantara juga mengundang Italia sebagai penasehat dalam inisiatif Inclusive Digital Economy Accelerator Hub (IDEA Hub). Inisiatif tersebut berupa pembentukan platform repository digital yang berisi informasi tentang model bisnis ekonomi digital.

    “Indonesia mengundang Italia untu menjadi Board of Advisor G20 IDEA Hub Organizing Body,” jelasnya.

    Pertemuan bilateral itu berlangsung di sela Forum Menteri Perdagangan dan Menteri Digital Negara G20. Dalam pertemuan itu, Menteri Kominfo didampingi oleh Staf Khusus Menteri Bidang Ekonomi Digital, Lis Sutjiati dan Direktur Pos Ditjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika, Ikhsan Baidirus. 

    {Baca juga: Indonesia Dorong Pertukaran Data Antar Negara G20}

    Forum ini sendiri berlangsung sejak tanggal 8-9 Juni 2019 di Tsukuba, Perfektur Ibaraki, Jepang. Pertemuan menteri lintas negara tersebut mendiskusikan cara mengamankan keselamatan dan privasi dalam menghadapi penyebaran data elektronik dan kecerdasan buatan yang cepat di seluruh dunia. [NM/HBS]

  • Bukan LaFerrari, Ini Dia Ferrari Tercepat Sepanjang Sejarah

    Bukan LaFerrari, Ini Dia Ferrari Tercepat Sepanjang Sejarah

    Telko.id, Jakarta – Ferrari, pembuat supercar asal Italia, meluncurkan mobil hybrid plug-in pertama bernama SF90 Stradale. Supercar tersebut berkapasitas mesin Turbo V8 empat liter dengan trio motor listrik yang memberikan 769 tenaga kuda, dan membuatnya menjadi Ferrari tercepat sepanjang sejarah.

    Menurut Engadget, SF90 Stradale bisa mencapai kecepatan 62 MPH dalam 2,5 detik. Pengendara bahkan bisa berkendara lebih dari 15,5 mil memakai tenaga listrik.

    Di atas kertas, SF90 Stradale memang kurang kuat daripada LaFerrari. Namun, dalam praktiknya, SF90 Stradale jauh lebih cepat ketimbang LaFerrari.

    {Baca juga: Keren! Lego Bugatti Chiron “Jalan-jalan” Keliling Eropa}

    Sistem penggeraknya berada di semua roda, dengan transmisi kopling ganda delapan percepatan. Bobot keseluruhannya juga lebih rendah sehingga lebih cepat satu detik dibanding LaFerrari.

    Bahkan, ada pula sentuhan teknologi tambahan di bagian kabin, sebut saja setir yang dilengkapi kontrol panggilan seperti Manettino Dial. Sayang, seperti dikutip Telko.id, Kamis (30/05/2019), Ferrari belum siap untuk membicarakan harga atau ketersediaan mobil ini.

    {Baca juga: Vertu Rilis Ponsel Seharga Ferrari, Dikirim Pakai Helikopter}

    Namun, tampaknya, hanya sedikit orang yang bakal mampu membelinya karena harganya yang mahal. Kabarnya, harga awal yang akan ditawarkan mencapai 600 ribu euro atau setara Rp9,6 miliar. Tapi, ada kemungkinan mobil hybrid Ferrari tersebut akan menjadi model edisi khusus atau bagian line-up reguler. (SN/FHP)

    Sumber: Engadget

  • Google Lagi-lagi Tersandung Kasus Monopoli

    Google Lagi-lagi Tersandung Kasus Monopoli

    Telko.id, Jakarta – Google kembali tersandung kasus monopoli. Kini, giliran otoritas antimonopoli Italia yang mulai melakukan penyelidikan terhadap Google pada Kamis (16/05), setelah perusahaan energi Enel Group mengeluh bahwa raksasa pencarian itu tidak mengizinkan aplikasi Enel X Recharge bekerja menggunakan Android Auto.

    Otoritas itu sendiri menjadi anggota badan pengawas internasional yang melakukan investigasi anti-persaingan terhadap Google. Mereka bergabung dengan Uni Eropa dan Komisi Persaingan India.

    Sekadar informasi, Enel Group diciptakan oleh pemerintah Italia pada 1962 silam dan baru diprivatisasi pada 1999. Saat ini, selaku pemegang saham terbesar Enel Group adalah Kementerian Ekonomi dan Keuangan Italia.

    Google memungkinkan pengembang pihak ketiga untuk mengembangkan versi aplikasi yang kompatibel dengan Android Auto. Namun, Google hanya memperbolehkan pengembang yang menawarkan layanan media.

    Seperti dikutip Telko.id dari The Verge, Senin (20/05/2019), aplikasi Enel X Recharge sebagian besar didedikasikan untuk membantu para pengemudi menemukan stasiun pengisian daya untuk kebutuhan mobil listrik.

    “Android Auto dirancang dengan mempertimbangkan keselamatan untuk meminimalkan gangguan serta memastikan dapat digunakan oleh pengendara secara aman saat mengemudi,” kata juru bicara Google dalam sebuah pernyataan.

    Google kabarnya sedang meninjau keluhan Enel Group. Google berharap bisa bekerja sama dengan otoritas untuk menyelesaikan permasalahan ini. Google tampaknya belajar dari kasus yang sama dengan Uni Eropa dan India.

    India telah membuka penyelidikan ke Google pada awal bulan ini. Sementara Uni Eropa, tercatat telah tiga kali menjatuhkan denda kepada Google senilai total USD 9,3 miliar dengan dalih pelanggaran praktik persaingan usaha. (SN/FHP)

    Sumber: The Verge

  • Tak Cuma Android, iOS Juga Jadi Sasaran Spyware Exodus

    Tak Cuma Android, iOS Juga Jadi Sasaran Spyware Exodus

    Telko.id, Jakarta Spyware bernama Exodus ternyata semakin merajalela. Setelah menyerang perangkat berbasis Android, virus tersebut sekarang merambah perangkat bersistem operasi iOS.

    Menurut peneliti keamanan Lookout, spyware Exodus untuk iOS ditemukan di sejumlah situs phishing yang didesain khusus untuk menipu konsumen sejumlah operator seluler di Italia dan Turkmenistan.

    Dari hasil temuan itu, Exodus untuk iOS adalah versi modifikasi dari Exodus untuk Android lewat sejumlah pengurangan. Jika sudah menginfeksi perangkat, Exodus bisa mencuri kontak, foto, video, dan rekaman audio.

    {Baca juga: Google Hapus 200 Aplikasi Terinfeksi Malware di Play Store}

    Tak cukup itu saja, seperti dikutip Telko.id dari Engadget, Rabu (10/4/2019), informasi GPS dan lokasi perangkat pun ikut tercuri. Peretas bisa memanfaatkan spyware Exodus untuk merekam audio secara real time.

    Lalu, adakah kesamaan antara spyware Exodus untuk iOS dengan Android? Ada. Kesamaannya adalah Exodus untuk iOS maupun Android sama-sama mengunggah data curian ke server serupa.

    Spyware Exodus bisa menyebar ke iOS jika pengguna menginstal aplikasi selain di App Store. Peretas memanfaatkan sertifikat enterpris yang mendapat izin dari Apple agar bisa menginfeksi perangkat iOS milik pengguna.

    {Baca juga: Awas! Game di App Store Terhubung ke Server ‘Malware Golduck’}

    Informasi terbaru menyebut, Apple sudah menarik izin sertifikat tersebut. Dengan kata lain, spyware Exodus untuk iOS seharusnya tak lagi bisa beroperasi. Sayang, pihak Apple belum memberi konfirmasi terkait hal ini. [SN/HBS]

    Sumber: Engadget

  • Arkeolog Temukan “Gerai McDonalds” Zaman Romawi

    Arkeolog Temukan “Gerai McDonalds” Zaman Romawi

    Telko.id, Jakarta – Para arkeolog menemukan gerai atau restoran cepat saji di bekas wilayah Pompeii. Gerai makanan ala “McDonalds” berusia 2.000 tahun tersebut digunakan oleh orang Romawi pada masanya. Kondisinya masih terpelihara baik.

    “Penemuan itu diketahui di bagian Regio V Pompeii,” ujar arkeolog seperti dikutip Telko.id dari The Guardian, Senin (1/4/2019).

    Menurut informasi, orang Romawi biasa menyebut gerai makanan cepat saji ala McDonalds dan KFC di era sekarang itu dengan nama Termopolium.

    Perkakas makanan cepat saji ditemukan di situs di bekas wilayah Pompeii. Para arkeolog sangat yakin bahwa di gerai tersebut diperkirakan tersedia fasilitas lengkap untuk memasak bagi penduduk miskin dan tak memiliki rumah.

    {Baca juga: Google Earth Temukan Situs Kuno Berumur 9.000 Tahun}

    Di sana terdapat pula bar makanan ringan dengan menu seperti ikan asin, roti kasar, anggur pedas, dan keju panggang. Para arkeolog juga yakin bahwa di gerai cepat saji itu tersedia berbagai minuman dan ramuan khas zaman Romawi.

    Di wilayah yang sekarang tidak dibuka untuk umum tersebut kabarnya akan dilakukan penggalian secara terus-menerus. Bahkan, konon, proses penggalian di situs arkeologi Pompeii berlangsung sejak 59 tahun silam atau 1960.

    Wilayah Pompeii, yang kini berada di dekat kota Napoli atau di wilayah Campania, Italia, hancur setelah gunung berapi Vesuvius meletus pada 79 Masehi. Saat kejadian itu berlangsung, banyak penduduk menjadi korban erupsi.

    {Baca juga: Ngeri! Letusan Gunung Vesuvius Mendidihkan Darah dan Otak

    Penelitian beberapa waktu lalu menunjukkan, letusan gunung berapi Vesuvius menciptakan hawa panas nanekstrem yang mengakibatkan tengkorak para korban meledak, darahnya mendidih, dan otot, daging, serta tulang menjadi abu. [SN/HBS]

    Sumber: The Guardian

     

  • Arkeolog Temukan “Gerai McDonalds” Ada Sejak Zaman Romawi

    Arkeolog Temukan “Gerai McDonalds” Ada Sejak Zaman Romawi

    Telko.id, Jakarta – Para arkeolog menemukan gerai atau restoran cepat saji di bekas wilayah Pompeii. Gerai makanan ala “McDonalds” berusia 2.000 tahun tersebut digunakan oleh orang Romawi pada masanya. Kondisinya masih terpelihara baik.

    “Penemuan itu diketahui di bagian Regio V Pompeii,” ujar arkeolog seperti dikutip Telko.id dari The Guardian, Senin (1/4/2019).

    Menurut informasi, orang Romawi biasa menyebut gerai makanan cepat saji ala McDonalds dan KFC di era sekarang itu dengan nama Termopolium.

    Perkakas makanan cepat saji ditemukan di situs di bekas wilayah Pompeii. Para arkeolog sangat yakin bahwa di gerai tersebut diperkirakan tersedia fasilitas lengkap untuk memasak bagi penduduk miskin dan tak memiliki rumah.

    {Baca juga: Google Earth Temukan Situs Kuno Berumur 9.000 Tahun}

    Di sana terdapat pula bar makanan ringan dengan menu seperti ikan asin, roti kasar, anggur pedas, dan keju panggang. Para arkeolog juga yakin bahwa di gerai cepat saji itu tersedia berbagai minuman dan ramuan khas zaman Romawi.

    Di wilayah yang sekarang tidak dibuka untuk umum tersebut kabarnya akan dilakukan penggalian secara terus-menerus. Bahkan, konon, proses penggalian di situs arkeologi Pompeii berlangsung sejak 59 tahun silam atau 1960.

    Wilayah Pompeii, yang kini berada di dekat kota Napoli atau di wilayah Campania, Italia, hancur setelah gunung berapi Vesuvius meletus pada 79 Masehi. Saat kejadian itu berlangsung, banyak penduduk menjadi korban erupsi.

    {Baca juga: Ngeri! Letusan Gunung Vesuvius Mendidihkan Darah dan Otak

    Penelitian beberapa waktu lalu menunjukkan, letusan gunung berapi Vesuvius menciptakan hawa panas nanekstrem yang mengakibatkan tengkorak para korban meledak, darahnya mendidih, dan otot, daging, serta tulang menjadi abu. [SN/HBS]

    Sumber: The Guardian

     

  • Lewat Program Terbaru, Indosat Ooredoo Dukung Sepakbola Nasional

    Lewat Program Terbaru, Indosat Ooredoo Dukung Sepakbola Nasional

    Telko.id – Indosat tak hanya menandai awal tahun dengan menghadirkan layanan baru – paket Freedom Combo – anak usaha Ooredoo ini juga terus menunjukkan komitmennya untuk memajukan persepakbolaan tanah air.

    Setelah sebelumnya memberikan dukungannya kepada klub Persib Bandung, Bali United dan Arema Malang, Indosat Ooredoo kini mengeluarkan program baru yang merupakan wujud dukungan terhadap perkembangan dunia sepak bola Indonesia. Program terbaru Indosat Ooredoo ini kali ini berfokus kepada pengembangan talenta dan kemampuan pelatih dan pemain junior sepak bola Indonesia. Tak tanggung-tanggung, Indosat Ooredoo mendukung mereka untuk menimba ilmu ke klub top dunia, yakni FC Internazionale Milan.

    “Ini merupakan komitmen kami untuk mendorong perkembangan sepak bola di Indonesia. Dukungan kami berupa pendanaan untuk keberangkatan mereka ke klub Italia, FC Internazionale Milan,” ungkap President Director & CEO Indosat Ooredoo, Alexander Rusli dalam keterangan resminya, Jumat (15/1).

    Harapannya, dengan diadakannya pogram ini klub-klub Indonesia akan semakin mampu meningkatkan kualitas pelatih dan pemainnya sehingga bisa bersaing di level yang lebih tinggi.

    Program ini berjalan di awal tahun 2016. Kerjasama dengan tim yang dimiliki pengusaha asal Indonesia Erick Thohir ini terjalin sebagai wujud untuk memajukan klub-klub sepak bola Indonesia guna memiliki kualitas pemain yang lebih handal.

    Sebagai pionir, yang pertama kali akan diberangkatkan ke Inter Milan adalah Djadjang Nurjaman, pelatih Klub Persib Bandung. Banyak hal yang bisa digali oleh Djadjang Nurjaman selama berguru ke Italia. Dan itu tidak hanya dalam bentuk pengetahuan, tetapi juga pengalaman, yang tentunya akan bisa diterapkan di timnya saat ia kembali nanti.

    Persib Bandung dan Inter Milan terkenal memiliki fans yang fanatik. Saat ini jumlah fans club Inter Milan (Interisti) telah berjumlah lebih dari 5 juta follower. Sedangkan fans club Persib Bandung (bobotoh) jumlahnya juga berkisar di angka tersebut. Jumlah tersebut menjadikan Indonesia sebagai suporter sepakbola terbesar ketiga di dunia setelah Brasil dan Amerika Serikat.

    Dengan adanya kerjasama ini, diharapkan dapat menguntungkan semua pihak, baik Indosat Ooredoo, Inter Milan maupun Persib.

    Selama di Italia, Djadjang Nurjaman akan mendalami ilmu kepelatihan tentang Knowledge of Methodology of the Inter Milan Academy with specific reference U16 – U19 di Inter Milan selama satu tahun.

    “Berangkatnya pemain dan pelatih ini pun tidak lepas dari peran Indosat Ooredoo sebagai salah satu sponsor resmi Persib. Salah satu perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia ini akan memberikan dukungan dana dan nomor dengan pulsa unlimited selama di Italia,” ujar Glen Sugita, Direktur Utama PT. Persib Bandung Bermartabat.

    Sebagai informasi, sejak tahun 2013 Indosat memiliki komitmen pada olah raga sepak bola. Hal ini diawali dengan peluncuran VAS Content yang menjadikan Indosat menjadi mitra telekomunikasi resmi bagi para penggemar klub sepak bola Inter Milan, Arsenal dan Barcelona serta PSG yang ada di Indonesia.

    Selain keempat klub dunia tersebut, Indosat juga menjalin kerjasama dengan klub sepak bola nasional seperti Persib, Bali United dan Arema.

    “Kerja sama ini menjadi wujud komitmen kami untuk terus memberikan nilai tambah ke pelanggan kami, khususnya pecinta bola. Indonesia merupakan basis terbesar fans sepak bola dan kami berharap kerja sama ini dapat memenuhi kebutuhan seluruh fans di Indonesia,” pungkas Alexander Rusli.

  • Gandeng SIGFOX, Italia Mulai Hidupkan Internet of Things

    Gandeng SIGFOX, Italia Mulai Hidupkan Internet of Things

    Jakarta – Italia menjadi negara Eropa kesepuluh yang melakukan perjanjian dengan SIGFOX, perusahaan yang dikenal sebagai spesialis di industri IoT (Internet of Things).

    EI Towers, sebuah spesialis menara radio Italia dan anak perusahaan NETTROTTER telah mengkonfirmasi kemitraan dengan SIGFOX untuk menghadirkan jaringan IoT nasional yang mampu memberikan tenaga di industri untuk konektivitas mesin melalui jaringan selular. Sebagai informasi, Italia menjadi salah satu pasar M2M terbesar di Eropa dengan lebih dari 7 juta koneksi. SIGFOX, yang saat ini beroperasi di  Eropa Utara dan Amerika Serikat, mengklaim memiliki lebih dari 5 juta perangkat IoT yang terdaftar pada jaringan saat ini.

    Dalam konteks perjanjian, CEO NETTROTTER, Carlos Lambarri mengaku sangat bersemangat dalam mendorong penyerapan IoT di negara ini.

    “Pelanggan IoT Italia tertarik untuk mengadopsi aplikasi teknologi ini yang tentunya menguntungkan di beberapa sektor seperti smart city, perawatan kesehatan, manufaktur, konstruksi, transportasi hingga keamanan,” katanya.

    Dilansir dari Telecoms (7/10), Rodolphe Baronnet-Fruges selaku Eksekutif Vice President SIGFOX network yakin jika M2M Italia dan sektor IoT mereka akan bangkit dan mendapatkan koneksi dari jaringan internasional mereka yakni Eropa.

    Ia menyebutkan, “Kemitraan dengan EI Towers dan NETROTTER adalah contoh besar lainnya dari kemampuan SIGFOX untuk bekerja dengan perusahaan kewirausahaan yang ingin cepat menggelar jaringan kami di seluruh area yang luas,” katanya.

    Lebih lanjut, Baronnet-Fruges mengungkapkan bahwa dengan jejak EI Towers yang sangat baik, mereka akan dengan cepat menerapkan ekosistem IoT penting di Italia.

    Italia saat ini memiliki industri elektronik yang sangat dinamis di garis depan industri IoT dunia.

    “Kami sangat senang bisa bekerjasama dengan mitra kami dan membantu dalam menjembatani inisiatif IoT Italia dengan jaringan di seluruh dunia.”