spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 993

XL Axiata Resmikan Jaringan USO di Pelosok NTT

0

Telko.id – PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) terus melanjutkan pembangunan jaringan telekomunikasi dan data di daerah-daerah terpencil melalui skema USO (Universal Service Obligation) di tahun 2019 ini. Kali ini, XL membangun di Nusa Tenggara Timur.

Pembangunan jaringan USO yang dilakukan oleh XL ini berfokus di area-area terpencil ini sebagai dukungan perusahaan kepada pemerintah dalam pemerataan dan penyediaan layanan telekomunikasi di daerah yang selama ini belum terjangkau layanan telekomunikasi dan data, yang juga selaras dengan rencana XL Axiata untuk terus mengembangkan infrastruktur jaringan ke wilayah di luar Pulau Jawa.

Sampai saat ini, pembangunan jaringan USO oleh XL Axiata tahun ini mencakup 289 titik di berbagai provinsi yang sebagian besar masuk Kawasan Timur Indonesia (KTI), termasuk di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Guna menandai pembangunan jaringan USO di NTT dan KTI lainnya, manajemen XL Axiata dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) meresmikan salah satu BTS USO di Desa Aewora, Kecamatan Maurole, Kabupaten Ende, NTT, pada Senin (28/10).

Hadir dalam acara tersebut antara lain Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Propinsi Nusa Tenggara Timur, Drs. Aba Maulaka, Direktur Layanan Telekomunikasi & Informasi untuk Badan Usaha Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) KOMINFO, Dhia Anugrah Febriansa,  Kepala Balai Monitoring Propinsi Nusa Tenggara Timur, Moh. Syarif Helmi, SE, SH, MM,  Kepala Bidang TIK Polda Nusa Tenggara Timur, Kombes Pol. Wahyu Prihatmaka, SH. Sementara itu mewakili XL Axiata, hadir Direktur Teknologi, Yessie D. Yosetya dan Group Head East Region, Bambang Parikesit.

“Semua titik BTS USO yang dibangun XL Axiata tahun ini berada di 51 kabupaten, sebagian besar di antaranya ada di Kawasan Tengah dan Timur Indonesia, termasuk Sulawesi, NTT, Maluku, dan Papua. Pembangunan jaringan USO di titik-titik tersebut telah mulai dilaksanakan sejak Oktober 2019 dan akan tuntas sebelum akhir tahun ini. XL Axiata merupakan operator telekomunikasi pertama yang on air jaringan USO di 2019. Dari seluruh 289 BTS USO yang dibangun merupakan BTS 4G,” ungkap Yessie D. Yosetya, Direktur Teknologi XL Axiata menjelaskan.

Langkah XL Axiata untuk membangun jaringan USO tidak akan berhenti di tahun ini saja. XL Axiata berharap akan bisa melanjutkannya di tahun 2020 di area yang semakin luas.

Menurut Yessie, XL Axiata juga akan mengelola dan mengembangkan semua jaringan USO yang dibangun menjadi jaringan yang benar-benar mampu melayani masyarakat semaksimal mungkin agar memberikan nilai ekonomi dan bisnis. Untuk itu, seiring dengan pembangunan jaringan USO ini, juga akan dibangun ekosistem pendukung sehingga masyarakat setempat semakin mudah mengakses dan memanfaatkan semua jenis layanan XL Axiata.

“Area luar Jawa, memiliki potensi perluasan jaringan terutama karena penggunaan data internet yang sangat tinggi. Berdasarkan data APJII, pengguna internet di Indonesia mengalami peningkatan hingga 500%  dari 29 juta menjadi 171 juta, di mana 44% penggunanya berada di luar Jawa dan akan terus bertambah. Dengan potensi ini, tentunya kami sangat optimis untuk mengembangkan potensi bisnis terutama data di area luar Jawa, termasuk area-area jaringan USO. “ imbuh Yessie.

Sebelumnya pada tahun 2017 dan 2018, XL Axiata juga telah mulai membangun jaringan USO di sejumlah daerah, antara lain Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sumatra Selatan, Jawa Timur dan Nusa Tenggara Barat. Sambutan masyarakat di semua area titik BTS berada sangat positif. Data trafik yang tercatat di setiap BTS juga menunjukkan kenaikan yang cukup signifikan sejak pertama kali beroperasi hingga saat ini, yaitu rata-rata antara 11% – 15%.

Selain itu, jumlah masyarakat yang memanfaatkannya juga terus bertambah. Ini berarti masyarakat telah mendapatkan manfaat dari keberadaan jaringan USO tersebut, termasuk juga aparat pemerintah setempat dalam memberikan layanan kepada warganya. Karena itu, XL Axiata berencana meningkatkan kualitas jaringan menjadi 3G.

Selain jaringan USO, XL Axiata sudah hadir di NTT sejak tahun 2017 dengan jaringan data berkualitas di 22 kota/kabupaten di Nusa Tenggara Timur, dengan dukungan total sekitar 1.000 BTS.

Khusus jaringan 4G, sudah masuk ke 19 kota/kabupaten, dengan lebih dari 200 BTS.   Kota/kabupaten yang sudah terlayani jaringan data XL Axiata adalah Alor, Belu, Ende, Flores Timur, Kota Kupang, Kupang, Lembata, Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur, Nagekeo Ngada, Rote Ndao, Sikka, Sumba Barat, Sumba Timur, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Sabu Raijua, Sumba Barat Daya, Malaka, dan Sumba Tengah. Total jumlah pelanggan lebih dari 65 ribu dan 90% nya adalah pelanggan yang aktif menggunakan data XL Axiata.

Saat ini XL Axiata memiliki pelanggan sebanyak 56,6 juta pelanggan, dan diperkuat dengan lebih dari 127.000 BTS termasuk lebih dari 53.000 BTS 3G dan lebih dari 37.000 BTS 4G. Jaringan 4G LTE XL Axiata juga terus diperluas, dan saat ini sudah mencapai lebih dari 408 kota/kabupaten di berbagai wilayah di Indonesia.

XL Axiata juga terus berinvestasi untuk jaringan fiber, transmisi, backhaul, modernisasi jaringan, dan berbagai upgrade jaringan lainnya untuk meningkatkan stabilitas, kapasitas jaringan, dan kualitas layanan data seiring dengan terus meningkatnya trafik layanan data. (Icha)

Setneg Mengembalikan Lagi RUU Perlindungan Data Pribadi Ke Kominfo

0

Telko.id – Duh, perjalanan Undang-undang Perlindungan Data Pribadi untuk disahkan masih panjang lagi. Pasalnya, Sekretariat Negara (Setneg) mengembalikan kepada kepada Kementerian Kominfo karena ada beberapa poin yang belum disetujui oleh pihak Kementerian Dalam Negeri dan Jaksa Agung.

Padahal, salah satu tugas dari Presiden Joko Widodo pada Johnny G. Plate adalah untuk segera menyelesaikan pembuatan regulasi yang tertunda

Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate mengaku diminta oleh Presiden Joko Widodo untuk segera menyelesaikan pembuatan regulasi yang tertunda. Salah satu regulasi yang harus dikebut penyelesaiannya adalah Rancangan Undang-undang Perlindungan Data Pribadi (RUU PDP).

“Bukan ditolak, tapi dikembalikan agar nanti kembali diusulkan saat sudah lengkap,” kata Johnny saat ditemui di kantor Kemenkominfo, Senin (28/10/2019) ketika dikonfirmasi terkait pengembalian RUU PDP tersebut ke Kominfo.

Adapun beberapa poin yang belum disetujui oleh Kemendagri dan Jaksa Agung adalah sebagai berikut:

  • Pasal 7 RUU PDP mengenai hak untuk memperbarui dan atau memperbaiki data prbadi.
  • Pasal 20 mengenai perjanjian yang di dalamnya terdapat permintaan data pribadi.
  • Pasal 1 angka 7 RUU PDP mengenai definisi korporasi.
  • Pasal 10 RUU PDP mengenai hak untuk mengajukan keberatan.
  • Pasal 17 ayat 2 huruf a RUU PDP mengenai prinsip perlindungan data pribadi.
  • Pasal 22 ayat 2 mengenai pengecualian pemasangan alat pemroses atau pengolah data visual. Pasal 44 RUU PDP mengenai pengecualian kewajiban pengendali data pribadi.
  • Perlu dipertimbangkan RUU ini mengatur ketentuan mengenai alat bukti yang sah termasuk alat bukti elektronik.

Sebelumnya, mantan Menkominfo Rudiantara juga sempat menyebut bahwa ia telah dua kali menandatangani RUU PDP. Namun, proses harmonisasi UU PDP di Sekretariat Negara membutuhkan proses dan waktu yang tak singkat sehingga aturan ini belum juga diajukan ke DPR. Harmonisasi ini dilakukan agar UU PDP tak tumpang tindih dengan aturan lain.

Supaya, data pribadi tetap terlindung selama proses RUU PDP ini berjalan, maka Kementerian Kominfo akan menyempurnakan Peraturan Menteri Nomor 20 Tahun 2016.

“RUU PDP sekarang dikembalikan dan akan dibahas lagi. Permen 20 tahun 2016 akan disempurnakan, untuk prinsip perlindungan data pribadi dalam waktu dekat,” ungkap Semuel Pangerapan Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Aptika). (Icha)

Telkomsel Siap Dukung Penerapan Smart City Sumedang

0

Telko.id – Dalam mengakselerasikan negeri, Telkomsel terus berupaya membangun dan mengembangkan ekosistem digital di Indonesia hingga penjuru negeri. Kali ini Telkomsel berkolaborasi bersama  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang melalui penandatangan nota kesepahaman kedua belah pihak dalam penerapan teknologi masa depan untuk mendukung upaya pembangunan kabupaten ini dengan menguatkan ekosistem perkotaan berbasis konsep Smart City.

“Telkomsel terus bergerak maju mengakselerasikan negeri melalui berbagai dukungan kegiatan yang melibatkan berbagai unsur lapisan masyarakat. Saat ini bersama Pemkab Sumedang, Telkomsel hadir untuk berkolaborasi dalam memanfaatkan teknologi berbasis digital guna  mendorong terwujudnya smart city  di wilayah Sumedang melalui pengembangan ekosistem edukasi dan ekonomi berbasis teknologi melalui peningkatan mutu  dan jenis layanan pemerintah dan  sumber daya manusia setempat,” ungkap Emma Sri Martini, Direktur Utama Telkomsel.

Lebih lanjut Emma menambahkan, sebagai digital telco company Telkomsel memiliki berbagai sarana dan prasarana teknologi digital yang sangat berguna untuk mendukung pemerintah daerah dalam melakukan peningkatan mutu dan jenis layanan publik untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakatnya

“Telkomsel dan jajaran Pemkab berhasil mengindentifikasi berbagai tantangan serta kebutuhan di Sumedang sehingga diharapkan bersama kami dapat menghadirkan solusi dan layanan teknologi yang tepat guna”, jelas Emma.

Untuk mengakselerasi perwujudan smart city di Sumedang, Telkomsel telah menyiapkan berbagai solusi dan layanan digital yang dapat diimplementasikan di pemerintahan Sumedang, seperti solusi pengelolaan pajak, kesehatan, analisis media, keamanan, dan lain-lain.

Bupati Kabupaten Sumedang H.Dony Ahmad Munir mengatakan “Sumedang siap menjadi laboratorium pengengbangan digital bagi Telkomsel. Sejalan dengan hal itu, Sumedang juga sedang mewujudkan “digital regent” dimana kami ingin memanfaatkan telnologi informasi untuk dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan dalam rangka meningkatkan pembangunan. Oleh karena itu terimakasih banyak kepada Telkomsel yang telah banyak membantu Kabupaten Sumedang dalam mengembangkan ekosistem digital.”

Untuk mendukung ekonomi kerakyatan berbasis digital, Telkomsel menghadirkan layanan 99% Usahaku bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Sumedang. 99% Usahaku merupakan sebuah platform layanan berbasis aplikasi untuk membantu pelaku bisnis UMKM melalui berbagai konten pembelajaran (digital learning, artikel informasi bisnis, cerita sukses), fitur forum komunikasi antar pelaku UMKM, ragam solusi layanan UMKM dari Telkomsel Enterprise, serta akses cakupan pasar yang lebih luas guna meningkatkan kapasitas penjualan.

“Dukungan ini diharapkan dapat membantu mengakselerasi potensi ekonomi Sumedang, mengingat sektor UMKM merupakan salah satu sarana terpenting untuk penyerapan tenaga kerja dan pemerataan ekonomi masyarakat menengah ke bawah”, jelas Emma.

Inisiatif lain yang dihadirkan Telkomsel bagi warga Sumedang melalui sinergi program Corporate Social Responsibilty (CSR) Telkomsel Baktiku Negeriku, yaitu sebuah program pendampingan wilayah pedesaan Indonesia melalui penyediaan akses informasi dan pemberdayaan masyarakat berbasis digital. Baktiku Negeriku  telah diadakan pada tanggal 25 – 26 Oktober 2019 di Desa Bojong Loa, Kabupaten Sumedang.

Selama dua hari Telkomsel hadir untuk menanamkan gerakan peduli lingkungan (green movement) serta memberikan edukasi kewirausahaan, literasi keuangan juga pemasaran digital, melalui pemanfaatan platform aplikasi digital yang diberi nama Baktiku Negeriku. Selain itu, Telkomsel juga menyediakan fasilitas digital center yang berisi perangkat komputer beserta akses broadband yang dapat dimanfaatkan oleh warga desa untuk mengakses  informasi melalui jaringan internet.

Selain fokus mengakselerasi potensi UMKM di Sumedang, kolaborasi Telkomsel dan Pemkab Sumedang juga bertujuan untuk menekan angka prevalensi stunting (kerdil) di Sumedang. Telkomsel mendukung upaya ini dengan menyediakan tablet phone dengan aplikasi edukasi kesehatan yang akan digunakan perwakilan desa untuk mendapatkan informasi terkait penanganan dan pencegahan stunting.

Dengan didukung lebih dari 820 BTS di Kabupaten Sumedang, termasuk 324 BTS 4G, jaringan Telkomsel akan siap melayani kebutuhan komunikasi dan akses broadband masyarakat Sumedang, sekaligus mengakselerasi adopsi ekosistem digital di Sumedang.

Pembangunan jaringan Telekomunikasi yang prima menjadi salah satu unsur penting dalam mendukung smart city. Pembangunan infrastruktur Telekomunikasi BTS di wilayah ini juga meningkat 12.5% dibandingkan dengan tahun 2019. Pemanfaatan layanan broadband di wilayah Sumedang pun meningkat hingga 55% dibanding tahun lalu. Hal ini menunjukan keseriusan Telkomsel dalam melayani serta mengembangkan ekosistem digital masyarakat di Kabupaten Sumedang.

”Ke depannya Telkomsel akan terus menghadirkan berbagai pemanfaatan teknologi digital yang mendukung kemajuan masyarakat di Kabupaten Sumedang, yang juga menjadi salah satu program unggulan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Dalam membangun tentu Telkomsel tidak bisa sendiri, kami perlu menggandeng berbagai stakeholder untuk berkolaborasi dengan baik.” Ungkap Emma. (Icha)

 

 

Tak Lama Lagi, Huawei Mate 30 Series Siap Hadir Di Pasar Indonesia

Telko.id – Bulan lalu, Huawei kembali menggemparkan pasar smartphone dengan meluncurkan seri Mate terbarunya di ajang Global Launch di Jerman. Huawei Mate 30 Series masih melanjutkan tradisi keluar Mate, yaitu smartphone yang dilengkapi dengan teknologi terbaru dari Huawei, dan akan menentukan roadmap produk smartphone Huawei berikutnya.

Jika membicarakan seri Mate dari Huawei, fitur pertama yang biasanya dibahas adalah teknologi kameranya yang memang terbukti unggul dari seri Mate sebelumnya. Tapi sebelum pasar bisa merasakan dan mengalami sendiri kecanggihan seri Mate terbaru dari Huawei, inilah perjalanan seri Mate hingga bisa menjadi penentu teknologi smartphone Huawei sepanjang tahun.

Huawei Mate Series – diciptakan untuk segmen high-end

Seri Mate merupakan seri flagship kedua dari Huawei yang biasanya diluncurkan di akhir tahun. Seri flagship lainnya, yaitu seri P, biasanya diperkenalkan di awal tahun. Produk pertama dari seri Mate diberi nama Huawei Ascend Mate dan diluncurkan pada tahun 2013, mengusung layar 6.1 inci dan display LCD, ukuran yang dianggap cukup besar pada masa tersebut. Saat itu teknologi kameranya adalah satu kamera 8MP yang ada di belakang ponsel, dan kamera 1MP di bagian depan.

Penerusnya, Ascend Mate2 4G diperkenalkan di tahun 2014. Dengan mengusung konektivitas 4G sebagai fitur utama, ponsel ini merupakan smartphone pertama yang menawarkan fitur konektivitas tersebut. Dengan ukuran layar masih tetap sama, bezel di Ascend Mate3 4G lebih tipis dan dilengkapi dengan on-screen button untuk menggantikan tombol besar di generasi sebelumnya. Produk selanjutnya dari seri Mate mulai memakai bahan metal unibody, dan seri Ascend Mate7 bahkan menjadi smartphone pertama yang dilengkapi dengan pemindai sidik jari.

Mulai seri Mate 8, Huawei memutuskan untuk menghilangkan kata Ascend dan konsisten menggunakan kata Mate sebagai seri produk. Sedangkan mulai seri Mate 9, Huawei memperkenalkan tiga varian sekaligus untuk memenuhi kebutuhan pasar yang beragam.

Terdapat Mate 9, Mate 9 Pro, dan Mate 9 Porsche Design yang memiliki fitur unggulan masing-masing dan menargetkan kelas segmen yang berbeda. Kamera di ponsel ukuran 5,9 inci ini mulai menggunakan lensa Leica  untuk pertama kalinya, dan dilengkapi resolusi kamera 12MP dan 20MP di belakang. Seri Mate 10 juga menawarkan hal serupa.

Yang mulai menarik perhatian publik yang lebih luas adalah Mate 20 dengan varian Mate 20, Mate 20 Pro, Mate 20 X dan Mate 20 RS Porsche Design. Keempat varian ini memiliki ukuran dan keunggulan yang berbeda, sama seperti pendahulunya.

Mate 20 Pro yang dianggap sebagai varian teratas, melengkapi teknologi kameranya dengan tiga kamera Leica di belakang dengan formasi wide, ultra-wide, dan tele. Menurut DXOMARK, Mate 20 Pro menduduki salah satu peringkat teratas untuk skornya, karena mampu menangkap gambar dan video dengan warna yang apik, exposure yang akurat dan detail, dan berkat 3x optical zoomnya, bisa mengambil gambar zoom dengan baik.

Smartphone dengan skor DXOMARK tertinggi

Sebentar lagi, Huawei Indonesia akan memboyong seri terbaru dari Mate, yaitu Mate 30 Series. Sama seperti pendahulunya, Mate 30 Pro yang akan dibawa ke Indonesia merupakan varian dengan segmen paling atas. Mengusung sub tagline “Rethink Photography and Videography”, Mate 30 Series dilengkapi dengan Supersensing Cine Camera untuk menghasilkan gambar dan video yang mengesankan.

Di bagian belakang, Mate 30 Pro mengusung quad camera system dengan 40MP Cine Camera, 40MP SuperSensing Camera, 8MP Telephoto Camera, dan satu 3D Depth Sensing Camera.

Keempat kamera ini memiliki tugas masing-masing. 40MP Cine Camera memungkinkan pengguna untuk menghasilkan video layaknya di film dengan fitur Ultra Low-light, Ultra-slow Motion, dan Ultra Wide Angle Time-lapse video. 40MP SuperSensing Camera memberikan detail dan kejernihan yang kaya di tiap foto, baik dalam kondisi gelap ataupun terang. 8MP Telephoto Camera memberikan fitur 3x Optical Zoom, 5x Hybrid Zoom, dan 30x Digital Zoom untuk menangkap gambar yang lebih jelas. Sedangkan 3D Depth Sensing Camera memberikan efek Bokeh yang profesional untuk foto dan video portrait.

Mengutip dari DXOMARK sebagai penentu benchmark kamera smartphone, Huawei Mate 30 Pro meraih skor 121, tertinggi sampai saat ini. Fitur kamera belakang dengan empat modul, termasuk time-of-flight sensor untuk bokeh mode yang lebih baik merupakan satu hal yang disorot. Begitu pula dengan fitur ultra-wide camera ukuran 18mm, yang merupakan terluas dibandingkan dengan smartphone lain di kelasnya.

“Kehadiran Mate 30 Series dengan segala keunggulan teknologi kamera yang sudah diakui oleh berbagai pihak tentunya akan semakin meramaikan pasar smartphone Indonesia,” kata Lo Khing Seng, Deputy Country Director, Huawei Consumer Business Group Indonesia.

Lo juga menambahkan, “Kami sendiri tidak sabar memberikan kesempatan kepada konsumen di Indonesia untuk merasakan kembali kecanggihan produk smartphone flagship kami melalui Mate 30 Series.” (Icha)

 

 

Sepanjang 2019, Huawei Klaim Berhasil Jualan 200 Juta Smartphone

Telko.id – Belum juga berakhir tahun 2019, Huawei sudah boleh berbangga karena sudah mampu menjual smartphone sebanyak 200 juta unit di seluruh penjuru dunia. Hal ini, baru saja diumumkan Huawei.

Total angka penjualan ini disampaikan 64 hari lebih awal dibandingkan dengan pengumuman penjualan dengan jumlah yang sama tahun lalu.

Fokus Huawei adalah untuk selalu menghadirkan teknologi terdepan dan desain smartphone yang inovatif, dengan berdasar pada komitmen Huawei pada konsumen diseluruh dunia. Hal itu juga yang dipercaya bahwa konsumen sehingga terus mendukung Huawei.

Tahun 2019 telah menjadi saksi akan sejumlah acara peluncuran smartphone Huawei dengan teknologi terdepan, termasuk didalamnya seri P30 yang telah mendapatkan banyak penghargaan bergengsi, yang secara luas dinilai sebagai ponsel kamera terbaik yang ada saat ini, juga pada kategori ponsel teratas lainnya.

Di antara sekian banyak penghargaan dan pujian, European Image and Sound Association (EISA), organisasi yang terdiri dari 55 majalah elektronik konsumen paling dihormati di dunia, menjadikan Huawei P30 Pro sebagai “Smartphone Terbaik di Tahun 2019 – 2020 versi EISA” (“EISA Best Smartphone 2019-2020”), yang mana menjadi tahun kedua bagi Huawei dinobatkan pada kategori smartphone terbaik.

Baru-baru ini, serial HUAWEI Mate 30 jug telah diluncurkan dengan banyak pujian kritis. Produk ini menghadirkan chipset andalan Kirin 990 5G SoC, sistem quad kamera DxOMark yang unggul dengan terobosan SuperSensing Cine Camera dan desain Halo ring yang futuristik, HUAWEI Mate 30 Pro telah disebut sebagai “ponsel flagship unggulan yang tidak membuat menyesal” oleh Android Authority.

Sementara GSMArena menyatakan bahwa “smartphone ini memiliki beberapa kamera terbaik yang pernah ditemukan pada smartphone”, dan hal ini menjadi pembuktian akan reputasi Huawei sebagai pemimpin di industri smartphone.

Dalam perayaan sejarah ini, Huawei mencatat hal penting untuk HUAWEI Mate 30 Pro 5G. Unit ini akan tersedia terbatas dengan 8GB RAM 512GB ROM dan akan tersedia dengan warna Forest Green dan Orange with vegan leather. Smartphone ini akan mulai dijual pada Huawei Vmall mulai tanggal 1 November 2019 di pasar Cina. (Icha)

Generasi muda Inspirasi Transformasi Digital Telkomsel

0

Telko.id – Tidak mudah mengikuti ‘mau’ nya generasi muda sekarang. Telkomsel perlu menyelami langsung dan mempelajari nya agar dapat relevan dengan kebutuhan anak muda dan sesuai dengan perkembangan zaman. Itu sebabnya, dalam melakukan transformasi digitalnya, operator ini banyak mendapatkan inspirasi dari para generasi muda.

Soalnya, generasi muda kerap menghadirkan nafas dan semangat baru dalam berkontribusi aktif bagi kemajuan bangsa. Seperti melalui peringatan Sumpah Pemuda  yang menjadi momen dalam perjuangan mempersatukan bangsa, kini anak muda juga berperan sebagai generasi digital native yang menjadi agen perubahan mewujudkan pemerataan ekosistem digital positif di Indonesia. Semangat ini menginspirasi Telkomsel untuk terus bergerak maju bertransformasi menjadi digital telco company yang senantiasa mengakselerasikan negeri.

“Generasi muda selalu menjadi inspirasi Telkomsel dalam mengembangkan produk dan layanan berbasis digital yang relevan dengan kebutuhan dan perkembangan zaman,” ungkap Emma Sri Martini, Direktur Utama Telkomsel menjelaskna.

Lebih lanjut, Emma juga menyatakan bahwa segmen yang kini dikenal dengan Generasi Millennial dan Gen Z, juga menjadi insipirasi Telkomsel dalam merancang inisiatif tanggung jawab sosial perusahaan yang berfokus dalam mempersiapkan talenta muda Indonesia menjadi sumber daya unggul melalui pemanfaatan teknologi. Hal tersebut merupakan upaya nyata dari transformasi Telkomsel menjadi digital telco company secara menyeluruh dengan tetap mengedepankan dampak sosial nyata bagi masyarakat.

Komitmen transformasi bisnis berbasis digital diwujudkan Telkomsel dengan menghadirkan produk dan layanan yang inovatif dan sesuai dengan karakter generasi muda saat ini. Salah satunya dengan menghadirkan produk by.U, sebuah layanan seluler  prabayar digital pertama di Indonesia yang dikembangkan dengan terinspirasi dari karakter segmen Gen Z yang mandiri, kreatif, selalu online, dan sangat mengutamakan kebebasan.

Dalam prosesnya, platform layanan by.U juga dirancang oleh talenta-talenta muda Telkomsel, dengan harapan agar dapat konsisten pada tiga nilai utama yang relevan dengan kebutuhan Gen Z yaitu digitalisasi, personalisasi, dan transparansi.

Selain proses bisnis, inspirasi dari generasi muda juga dituangkan melalui berbagai program corporate social responsibility (CSR) Telkomsel.

Seperti program The NextDev yang hadir sebagai bentuk respon atas tingginya semangat anak muda Indonesia dalam menghadirkan solusi untuk berbagai tantangan di masyarakat melalui pemanfaatan teknologi berbasis aplikasi. Sejak 2015, program The NextDev telah menempatkan diri sebagai platform yang mendukung perkembangan early stage startup untuk memperkuat solusi positif berdampak sosial bagi masyarakat.

Pada 7 Desember 2019, The NextDev juga akan mengadakan The NextDev Summit, sebuah ajang berisi seminar-seminar yang ditujukan untuk mendorong generasi muda Indonesia agar menjadi generasi pembawa perubahan dengan mengakselerasikan pemanfaatan teknologi digital yang berdampak sosial, sekaligus untuk menjembatani kolaborasi antara komunitas startup Indonesia dengan para investor dan stakeholder lainnya.

Karakter kuat generasi muda Indonesia juga yang menginspirasi Telkomsel meluncurkan inisiatif program IndonesiaNEXT dan Creative Millenials Telkomsel. Kedua program yang juga bagian dari aktivitas CSR Telkomsel tersebut dirancang untuk mendukung pertumbuhan semangat siap kerja dan kewirausahaan di kalangan anak muda selaku salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi nasional. IndonesiaNEXT berfokus pada program sertifikasi sejumlah bidang kerja tertentu bagi segmen anak muda khususnya pelajar dan mahasiswa, sedangkan Creative Millenials merupakan program pelatihan bisnis secara digital bagi generasi muda yang antusias dalam memulai aktivitas kewirausahaannya.

Selain itu, dalam mempersiapkan talenta yang siap mendukung proses transformasi perusahaan, Telkomsel juga secara konsisten melakukan transformasi organisasi perusahaan yang berfokus pada penguatan budaya digital dan peningkatkan kapabilitas seluruh SDM Telkomsel sebagai aset terbesar perusahaan untuk lebih siap dalam bersaing di era digital saat ini dan di masa yang akan datang.

Direktur Human Capital Management Telkomsel Irfan A. Tachrir menyampaikan, “Semangat dan karakteristik generasi muda di Indonesia menginspirasi Telkomsel untuk mengembangkan kapabilitas seluruh SDM di lingkungan kerja Telkomsel, terutama talenta-talenta muda yang menjadi aset masa depan Telkomsel untuk tetap menjadi yang terdepan di industri telekomunikasi dan layanan digital. Komitmen tersebut juga sejalan dengan visi pemerintah yang menempatkan SDM sebagai salah satu fokus pembangunan bangsa ke depan agar dapat bersaing di kancah global.”

Irfan menambahkan, untuk mewujudkan komitmen tersebut, Telkomsel melakukan pembekalan mengenai future skills bagi seluruh SDM. Salah satunya melalui program bernama InnoxTion yang merupakan wadah bagi karyawan untuk mencetuskan ide-ide terbaik bagi kelangsungan bisnis Telkomsel.

Tak ubahnya generasi muda yang senang mempelajari hal baru dan terus meningkatkan kemampuan yang dibutuhkan seiring perkembangan zaman, berbagai inisiatif internal tersebut merupakan upaya Telkomsel dalam mentransformasi talenta-talentanya untuk senantiasa meningkatkan kapabilitas dengan menguasai kemampuan yang diperlukan di era digital.

“Momentum Sumpah Pemuda selalu menjadi momen pelecut semangat kami dalam berkarya menghadirkan layanan yang terbarukan. Generasi muda Indonesia telah dan akan selalu menjadi inspirasi kami terus bergerak maju mengakselerasikan negeri dengan mewujudkan pemerataan ekosistem gaya hidup berbasis digital di Tanah Air. Telkomsel berkomitmen untuk selalu menjadi enabler bagi generasi muda guna mendorong mereka senantiasa berkontribusi menjadi roda penggerak bangsa dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat di era digital ini”, tutup Emma. (Icha)

 

 

XL ‘Pede’ Bisa Garap Pasar Paskabayar Lebih Optimal

0

Telko.id – pasar paska bayar di Indonesia memang terus menurun setiap tahunnya. Tahun ini saja sudah mencapai 8%, menurun dibandingkan beberapa tahun lalu yang sempat mencapai 10%. Tapi dalam kondisi tersebut, XL Axiata malah lebih pede untuk menggarap pasar paskabayar ini. Yang oleh operator lain, hampir tidak disentuh.

“Sampai saat ini baru 8% saja, konsumen Indonesia yang menggunakan layan pasakabayar, artinya pasar ini masih sangat besar,” ungkap Octavia Kurniawan, Chief Premium Segment XL Axiata.

Lalu, untuk menggarap pasar yang sangat besar itu, Octavia pun sangat yakin bahwa dua produk yang diluncurkannya ini akan diminati oleh pasar. Kedua produk itu adalah “MyPRIO Talk+” dan“PRIO DEAL”.

Sebenarnya agak lucu juga ketika XL meluncurkan “MyPRIO Talk+” ini. Pasalnya, di jaman data ini, XL masih mengeluarkan paket bicara atau Talk. Ternyata, berdasarkan survei yang dilakukan XL, masih banyak konsumennya, terutama yang menjadi targetkan oleh XL ini yang masih sering menelpon.

“Di antara pelanggan XL PRIORITAS, ternyata banyak juga yang menggunakan layanan telepon tetapi tetap menggunakan data. Dari sekitar 630 ribu pelanggan yang kami miliki, setidaknya 80% dari mereka intens menggunakan layanan telepon untuk aktivitas keseharian mereka,” ungkap Octavia.

Octavia Kurniawan menambahkan, meskipun saat ini layanan data semakin dominan, bahkan juga sudah umum aplikasi berbasis data yang menyediakan layanan suara, namun pada kenyataannya terdapat segmen pelanggan XL PRIORITAS yang lebih nyaman menggunakan layanan telepon. Mereka antara lain pengusaha muda atau pekerja kantoran dengan rentang usia 20-30 tahun.

Itu sebab nya, XL Axiata menawarkan produk inovatif bagi pengguna layanan telepon ini. Paket inovatif ini sekaligus sebagai upaya XL Axiata untuk menarik pelanggan baru yang membutuhkan layanan telepon dengan kualitas prima.

Dalam paket myPRIO Talk+ terbaru ini ada 4 pilihan berserta manfaat yang dapat dipilih sesuai kebutuhan pelanggan. Di masing-masing paket terdapat kuota yang bisa digunakan oleh pelanggan untuk menelepon ke operator lain dan sesama XL, mengakses data di semua jaringan XL Axiata, dan worry free SMS ke semua operator.

  • myPRIO Silver Talk+, 150 menit bicara ke operator lain, seharga Rp 100ribu,
  • myPRIO Gold Talk+, 250 menit bicara ke operator lain, Rp 150ribu,
  • myPRIO Platinum Talk+, 450 menit bicara ke operator lain, Rp 250ribu,
  • myPRIO Diamond Talk+, 700 menit bicara ke operator lain, Rp 450ribu.

Sementara itu, layanan myPRIO DEAL dan myPRIO DEAL Plus sebagai layanan bundling pasca bayar menawarkan berbagai kemudahan bagi para pelanggan PRIORITAS maupun calon pelanggan baru yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan serta lifestyle.

Bagi pelanggan yang memilih layanan myPRIO DEAL, maka pelanggan akan mendapatkan cashback besar yang dapat ditukarkan dengan smartphone merk apapun yang ada di toko serta mendapatkan paket bunding lengkap dengan quota unlimited nelpon dan SMS ke sesama XL, serta unlimited chatting dan streaming untuk penggunaan aplikasi musik, video, seperti Netflix, Hooq, Viu, Iflix dan Joox serta aplikasi parental apps seperti Kaspersky, Bosco dan Magical English.

Sedangkan bagi Pelanggan yang selalu ingin upgrade smartphone setiap tahun maka layanan myPRIO DEAL Plus adalah yang paling tepat. Dengan layanan ini memungkinkan pelanggan untuk upgrade smartphone impian setiap tahun. (Icha)

Bingung Bantu Anak Buat PR? Tenang Ada Fitur Tanya Dalam Kelas Pintar

0

Telko.id – Anda bingung membantu anak untuk mengerjakan PR? Tenang, sekarang ada fitur Tanya dalam solusi Kelas Pintar. Kelas pintar ini merupakan sebuah solusi belajar online kembangan dari PT. Extramarks Education Indonesia. Fitur tanya dalam Kelas Pintar tersebut dapat membantu para siswa dalam menjawab soal-soal yang sulit. Siswa yang bertanya adalah siswa dari kelas 1 sampai kelas 12.

Layanan ini didedikasikan untuk menjadi tempat bertanya bagi para siswa, untuk memberikan solusi atas pertanyaan yang muncul saat mereka melanjutkan proses belajar di luar jam sekolah.

“Selepas sekolah dan melanjutkan proses belajarnya di rumah, siswa terkadang mengalami kesulitan untuk mencari tempat bertanya karena orang tua terkadang sibuk, guru les tidak ada setiap saat dan semakin bingung ketika mencoba mencari jawaban di internet. Inilah mengapa kami meluncurkan Tanyadari Kelas Pintar, sebagai tempat bertanya yang bisa diandalkan para siswa,” jelas Fernando Uffie, Country Manager PT. Extramarks Education Indonesia.

Untuk itu, Tanya dari Kelas Pintar difasilitasi oleh para Guru Ahli di masing-masing bidang pendidikan yang dialokasikan secara khusus untuk menjawab pertanyaan siswa dan memastikan setiap jawaban sudah tepat serta sesuai dengan standar pendidikan yang berlaku.

“Tenaga pengajar atau Guru Ahli di Kelas Pintar merupakan bagian dari tim akademik Kelas Pintar, yang selalu siap untuk menjawab pertanyaan siswa, mulai dari kelas 1 hingga kelas 12. Dimana masing-masing tingkat dan bidang pendidikan, dikelola oleh guru-guru yang berbeda, sesuai dengan kompetensinya masing-masing, ” terang Uffie.

Itu semua dilakukan untuk memastikan bahwa setiap siswa bisa mendapatkan jawaban dari pertanyaannya, secara benar, cepat dan dijawab oleh guru yang tepat.

Tanya dari Kelas Pintarakan mulai tersedia di aplikasi Kelas Pintar pada 1 November 2019 yang bisa di downloaddi Google Play dan akan segara hadir di Apple Store. Fitur ini bisa dimanfaatkan secara gratis atau tanpa pungutan biaya.

Untuk mulai mengirimkan pertanyaan, siswa hanya perlu membuka aplikasi Kelas Pintar lalu memilih menu Tanya. Setelah itu akan tampil pilihan subjek sesuai dengan kelas atau tingkat pendidikan. Selanjutnya siswa bisa mengirimkan pertanyaan berupa gambar atau foto dan akan menerima jawaban dalam kurun waktu maksimal 15 menit.

Untuk tahap awal, Tanya dari Kelas Pintar akan melayani pertanyaan yang dikirimkan pada rentang waktu jam 18.00 sampai 21.00 jam, di hari Senin sampai Jumat.

 

 

Menkominfo Baru Tegaskan Infrastruktur TIK Harus Mendukung Komunikasi Publik

0

Telko.id – Menteri Komunikasi dan Informatika periode 2019 – 2024, Johnny Gerard Plate, mengatakan bahwa infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang telah dibangun Kementerian Kominfo selama lima tahun terakhir akan terus ditingkatkan untuk mendukung fungsi komunikasi kebijakan pemerintah kepada publik.

“Agar rakyat tahu capaian-capaian negara. Jangan sampai ngga tahu dan ngga bisa memanfaatkannya. Kita punya infrastruktur informatika, platform, baik fixed broadband maupun mobile broadband. Rakyat perlu tahu ada di mana itu, sehingga bisa digunakan. Jangan sampai infrastruktur besar yang sudah kita bangun tadi, tidak bisa secara optimal digunakan oleh bangsa Indonesia,” jelas Menteri Johnny dalam acara serah terima jabatan (Sertijab) dengan Menteri Kominfo periode 2014 – 2019 di Ruang Anantakupa Kementerian Kominfo, Rabu (23/10/2019).

Lebih lanjut Menteri Johnny menegaskan, komunikasi kebijakan merupakan salah satu fungsi utama dari Kementerian Kominfo yang harus berjalan seimbang. “Sangat dibutuhkan agar rakyat tahu arah kebijakan pemerintah, jadi bisa ambil bagian langsung, bukan sebagai penonton. Jangan sampai rakyat jalan sendiri ke kiri, pemerintah ke kanan. Kita ingin pemerintah dan rakyat ketemu di satu simpul,” lanjut Menteri Johnny.

Dalam hal komunikasi tersebut, Menteri Johnny menekankan pentingnya kerja sama pemerintah dalam mengkomunikasikan kebijakan negara. “Yang terpenting adalah bagaimana pembangunan itu memberi efek berkelanjutan, rakyat tindak lanjuti dan ambil bagian di dalamnya. Saya akan minta kita bekerja sama dengan Setneg (Kementerian Sekretariat Negara), KSP (Kantor Staf Presiden), Jubir Presiden, untuk peran-peran aktif dalam komunikasi kebijakan negara,” jelasnya.

Disambut jajaran pejabat Kemkominfo, mitra stakeholder, serta rekan-rekan media, Menteri Johnny turut menyampaikan apresiasinya atas kinerja Kementerian Kominfo di bawah kepemimpinan Rudiantara, sekaligus menegaskan bahwa ia akan melanjutkan kerja yang telah dibangun selama 5 tahun terakhir.

“Terima kasih Kominfo yang telah bekerja luar biasa dalam 5 tahun terakhir. Periode di kabinet ini bukan awal, tapi lanjutan, masa jabatan incumbent, petahana. Jadi saya ngga perlu ditanya program 100 hari, 1000 hari. Yang akan saya lakukan adalah kontinuitas program yang sudah dibangun dalam rangka hal-hal yang harus ditindaklanjuti, tentu yang diminta adalah akselerasinya. Penyesuaian-penyesuaian yang perlu kita koreksi, untuk kepentingan masa kini dan masa depan,” ujar Menteri Johnny.

Di samping itu, Menteri Johnny menjelaskan payung hukum terkait perlindungan data pribadi pun harus segera diselesaikan. “Baik data pribadi maupun gabungan bank data nasional, dengan best practice yang ada atau yang berlaku di negara-negara lain. Di bidang informatika, di bidang digital, borderless itu sudah tidak terhindarkan lagi. Karenanya kita harus menghubungkan diri, menghubungkan bangsa dengan bangsa-bangsa lain di dunia ini,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Kominfo periode 2014 – 2019 Rudiantara berpesan agar Kominfo ke depannya terus melakukan pembangunan infrastruktur di bidang teknologi informasi dan komunikasi. “Saya titip membangun infrastruktur TIK. Palapa Ring selesai tapi belum jadi solusi, harus dibangun aksesnya. Satelit satu akan selesai di tahun 2022, tapi harus ada satelit kedua, ketiga. Kita harus terus membangun infrastruktur-infrastruktur TIK berikutnya,” kata Rudiantara.

Rudiantara juga berpesan bahwa peran pemerintah saat ini sudah berubah bukan hanya sebagai regulator, tapi fasilitator bahkan akselerator. Selain itu, dia juga mengingatkan bahwa ada fungsi humas pemerintah yang melekat pada Kominfo. “Di sisi lain ada fungsi GPR (Government Public Relations). Bagaimana berkomunikasi kepada publik atas nama pemerintah. Kita punya Jubir Presiden, tapi kita ngga punya Jubir Pemerintah,” katanya.

Dalam prosesi Sertijab ini, Rudiantara menyerahkan buku DAMO (discovery, adventure, momentum, output) Memori Jabatan Menteri Komunikasi dan Informatika kepada Menteri Johnny. “Biasanya kalau serah terima jabatan itu ada tanda tangan, saya rasa ngga usah lah. Kominfo itu harusnya jadi kementerian yang milenial, jangan kolonial. Saya ngga menjamin, tapi insyaAllah kalau baca buku ini 2-3 jam itu serasa sudah jadi Menteri. Isinya angka-angka, capaian, karena Bapak Presiden selalu menegaskan apa objektifnya, apa outputnya. Kita harus terapkan itu, kalau mau berpikir bukan hanya out of the box tapi no box,” jelas Rudiantara.

Usai prosesi Sertijab, Menteri Johnny menggelar rapat perdana dengan jajaran Eselon I Kementerian Kominfo. Rapat tersebut merupakan momen kali pertama Menteri Johnny berkenalan sekaligus berkoordinasi dengan para pejabat Eselon I di lingkungan Kementerian Kominfo. (Icha)

 

 

Selain 64MP Quad Camera Xpert Apalagi Keunggulan realme XT?

Telko.id – Kehadiran realme memang selalu ingin mengganggu pasar. Kali ini, yang dihadirkan adalah realme XT. Produk ini merupakan bagian dari seri X premium realme yang dikenal sebagai ‘leap of imaging’ untuk menghadirkan pengalaman quad camera terbaik bagi konsumen yang cerdas dan dijadikan produk untuk mengganggu pasar di Indonesia.

Bagaimana tidak mengganggu pasar, realme XT dengan 64MP Quad Camera Xpert hanya dijual mulai dari Rp.3 juta sampai Rp.4 jutaan saja.

“Filosofi ‘Dare to Leap’ kami telah menjadi pionir dengan membawa pengalaman flagship ke dalam segmen menengah dan realme XT merupakan bukti filosofi kami, dengan pengalaman kamera utamanya. Lini produk terbaru kami, realme 5, realme 5 Pro dan realme XT adalah satu-satunya lini smartphone quad camera terlengkap mulai dari segmen Rp 2 Juta hingga Rp 4 Juta. Dan saya yakin 64MP Quad Camera di realme XT akan memimpin pasar, mendapatkan dukungan dari realme Fans,” ujar Josef Wang, Marketing Director realme SEA saat peluncuran 64MP Quad Camera di realme XT di jakarta (23/10).

Keunggulan kamera nya tersebut karena pengaturan quad camera dapat mengambil foto berukuran 9216×6912 dengan resolusi sangat tinggi dan sangat tajam melalui mode Ultra 64MP. Quad camera realme XT juga dilengkapi lensa ultra-wide angle, lensa ultra-macro dan lensa potret, serta kamera depan 16MP AI.

Sedangkan untuk kamera ultra-wide angle sanggup mengambil foto dengan bidang pandang 119° yang 50% lebih luas, bersama dengan mesin DLDC realme yang secara cerdas mengoreksi distorsi pada tepi foto. Lensa ultra-macro memungkinkan pengguna untuk menemukan keindahan dunia mikro dengan jarak pemotretan 4cm untuk memberikan detail yang kaya.

Lalu seperti apa detail keunggulan produk ini? Penasaran kan? Berikut keunggulannya 64MP Quad Camera Xpert realme XT.

realme XT: Pengalaman Fotografi Terbaik

Sensor 64MP adalah sensor kamera resolusi tertinggi yang pernah ada di smartphone. Sensor 1/1,72″ GW1 64MP ultra-besar hingga 34% lebih besar dari sensor 48MP dan memiliki fitur 4-in-1 intelligent pixel binning, aperture besar f/1,8, dan lensa 6P dengan kemampuan light-gathering yang superior – mengadirkan pengalaman fotografi setingkat flagship di realme XT.

Teknologi ISOCELL Plus, sensor Samsung GW1 64MP dan teknologi HDR 3D akan memungkinkan pengguna mengambil foto lebih jelas dan detil dalam kondisi apa pun. Pengaturan quad camera menghasilkan foto beresolusi lebih tajam, lebih berwarna, dan sangat detail dalam mode Ultra 64MP.

Mode Chroma Boost memastikan efek fotografi yang lebih baik dan lebih banyak pilihan untuk warna dan gaya. Mesin AI memungkinkan realme XT untuk mengenali data pemandangan dan gambar layaknya manusia yang unik untuk mengembalikan detail nyata, kecerahan, finishing, dan warna di mata penggunanya. Algoritma pemetaan warna level-pixel kemudian digunakan untuk membentuk gambar yang lebih jelas dan berkualitas tinggi.

realme XT membawa mode Nightscape yang ditingkatkan, sebuah algoritma pemandangan malam yang lebih mengoptimalkan gambar yang diambil dalam mode malam sambil memberikan warna kulit yang lebih cerah dan lebih alami. Fitur ini secara efektif mengontrol eksposur pada bagian yang disorot dan menawarkan gambar terperinci bahkan dalam kondisi pencahayaan yang sangat lemah.

realme XT: Layar Full Screen Super AMOLED dengan Dewdrop Yang Cerah dan Berkualitas Tinggi

realme XT menggabungkan elemen 3D hot bending Gorilla Glass 5, menjadikan layar FHD 6,4 inci memiliki desain visual yang fantastis dan menarik. realme XT dilengkapi dengan layar Super AMOLED yang tajam dan jelas sehingga menawarkan lebih banyak kejernihan tampilan kepada pengguna dalam hal menonton video dan melihat gambar.

Teknologi dispensing presisi tinggi dan pengemasan COF memungkinkan ponsel untuk mencapai rasio screen-to-body hingga 91,9%. Mode malam bawaannya juga memberikan pengalaman bermain game dan membaca yang baik dalam kondisi cahaya redup.

realme XT: Sensor In-Display Fingerprint Tercepat

realme XT hadir dengan sensor sidik jari optik Goodix 3.0 terbaru dengan sistem identifikasi multi-monitor yang dapat mengidentifikasi warna untuk pengalaman membuka kunci yang lebih aman.

Solusi terbaru menggandakan area sensitivitas, meningkatkan intensitas sinyal hingga 40%, dan hanya membutuhkan rata-rata 334ms untuk membuka kunci ponsel. Ini adalah salah satu pengalaman membuka kunci melalui in-display fingerprint tercepat di pasar saat ini.

realme XT: Kecepatan dan Performa Yang Mengagumkan

Berbicara sektor performa, realme XT menggunakan prosesor Qualcomm Snapdragon 712 fabrikasi 10nm dengan arsitektur delapan inti Kryo, kecepatan clocking hingga 2.3GHz yang meningkatkan kinerja hingga 10% dan peningkatan kinerja grafis hingga 35% jika dibandingkan dengan generasi sebelumnya.

Selain itu, mesin AI 3.0 mampu meningkatkan efisiensi dalam pengenalan suara, pemrosesan gambar, dan optimisasi. Ditambah dengan Qualcomm® Adreno™ 616 GPU, realme XT menjamin visual nyata dan rendering gambar 3D yang lebih efisien dan canggih. Modem Snapdragon X15 yang dipakai juga membantu mengunduh file lebih cepat dan memberikan peningkatan signifikan pada kapasitas jangkauan Wi-Fi-nya.

Hyperboost 2.0 dan Game Boost 2.0 yang dipadukan dengan Frame Boost dan Touch Boost akan menurunkan latensi game hingga 73,7%. Fitur-fitur tersebut juga memprediksi status real-time dari smartphone dan secara efisien mengalokasikan sumber daya yang relevan, sehingga menghindari kemungkinan adanya jeda.

Tentunya hal tersebut akan mengurangi lag secara signifikan dan memberikan pengalaman gaming yang lebih baik kepada pengguna. Selain itu, UFS 2.1 Flash Storage memungkinkan pengguna memuat dan memainkan game dengan lancar dan menyimpan semua data game ke dalam Game Space untuk menikmati pengalaman gaming yang lebih mendalam.

Lebih jauh, mode Do-Not-Disturb dan pop-up semi-transparan dapat membantu menghindari gangguan notifikasi yang masuk.

realme XT: Memanfaatkan teknologi AI freezer

Teknologi AI freezer yang digunakan dalam realme XT mampu membekukan aplikasi secara otomatis untuk penghematan daya dan memaksimalkan masa pakai baterai. VOOC Flash Charge 3.0 sebesar 20W bawaan hanya perlu 80 menit untuk mengisi daya realme XT hingga penuh.

Selain itu, teknologi ini mendinginkan ponsel dengan secara signifikan sehingga dapat mengurangi panas yang dihasilkan selama penggunaan intensitas tinggi. Fitur hemat daya layar dan pendinginan AI semakin mengurangi konsumsi daya dan memperpanjang usia baterai.

realme XT: ColorOS 6.0 pada Android 9.0 Pie dengan fitur khusus

ColorOS 6.0 terbaru yang digunakan dalam realme XT adalah hasil kerja sama yang mendalam dengan penggemar dan komunitas. ColorOS 6.0 sendiri berbasis Android 9.0 Pie dengan UI baru yang menyegarkan dan memberikan estetika tanpa batas.

Clone Apps dapat mendukung lebih banyak aplikasi daripada sebelumnya; dan pengguna dapat lebih lanjut menyesuaikan pengalaman visual mereka dengan mengubah font sistem. realme juga menambahkan Google Digital Wellbeing bagi pengguna untuk melacak waktu yang mereka habiskan untuk aplikasi dan menemukan keseimbangan yang paling sesuai untuk mereka.

Harga dan ketersediaan

realme XT memiliki dua varian – varian 4+128GB seharga Rp 3.799.000 dari Rp 3.999.000 pada flash sale dan varian 8+128GB seharga Rp 4.499.000 dan anak muda di Indonesia tidak perlu menunggu lama untuk segera memiliki realme XT 64MP Quad Camera Xpert.

realme XT 4+128GB akan tersedia mulai HARI INI pukul 18.00 WIB melalui program flash sale perdana di Shopee & website resmi realme Indonesia dengan tambahan bonus cashback Rp 200.000 + Kartu Perdana Smartfren + Headphone Sennheiser.

Flash sale kedua akan diselenggarakan pada 25 Oktober mulai dari 13:00 WIB dan penjualan ketiga akan diselenggarakan pada 31 Oktober mulai dari 13:00 WIB. Anak muda di Indonesia juga dapat melakukan pre-order offline realme XT 8+128GB mulai dari tanggal 24 Oktober hingga 1 November 2019 dan dapat mengambil unitnya pada 2 November. realme XT tersedia dalam dua warna – Pearl White & Pearl Blue.(Icha)