spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 993

Ada 55 Peserta Lolos Tahapan Seleksi Program Dayamaya

Telko.id – Sebanyak 55 peserta dari 1.019 pendaftar dinyatakan lolos seleksi dalam program Dayamaya. Mereka berasal dari 34 provinsi se-Indonesia yang mengikuti seleksi yang dilakukan secara online melalui portal penggerak.dayamaya.id dan ditutup pada 30 September 2019 lalu.

Langkah berikutnya, ke 55 pendaftar yang lolos seleksi tersebut akan mengikuti tahapan selanjutnya melalui seleksi wawancara pada tanggal 6-10 Oktober 2019 untuk memilih inovasi yang akan masuk ke tahap interview oleh tim kurasi.

Adapun, tim seleksi terdiri atas perwakilan BAKTI, serta expert yang menjadi bagian dari tim kurasi yaitu terdiri dari perwakilan Asosiasi Fintech Indonesia, Asosiasi e-commerce Indonesia, akademisi, pemerintahan, venture capital dan startup unicorn.

Setelah itu terpilih 30 inovasi yang akan diberikan fasilitas berupa barang/jasa senilai 100 hingga 300 juta rupiah. Fasilitas tersebut dapat digunakan untuk pengembangan SDM, eksekusi riset pasar, infrastruktur teknologi, hingga sosialisasi dan pemasaran.

Dayamaya merupakan inisiatif BAKTI dan pemerintah dengan visi mendukung pengembangan ekosistem ekonomi digital Indonesia terutama di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal) bagi kesejahteraan masyarakat, dengan semangat gotong royong bersama para stakeholder strategis, seperti startup, serta Usaha Menengah Kecil, dan Mikro (UMKM) digital.

Program ini mengusung semangat gotong royong antara BAKTI, pemerintah dan stakeholder strategis, untuk menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat Indonesia. Melalui Dayamaya, BAKTI mengajak pelaku e-commerce dan UKM digital untuk bersinergi dalam mengembangkan potensi.

Selain itu, program Dayamaya juga dimaksudkan untuk menjalankan amanah Peraturan Presiden Nomor 74 Tahun 2017 tentang Peta Jalan Sistem Perdagangan Nasional Berbasis Elektronik (Roadmap e-Commerce) Tahun 2017-2019.

Fokus utama dari program ini adalah memastikan solusi yang dibuat oleh startup dan komunitas ini memang menjawab permasalahan nyata yang ada di masyarakat. Maka dari itu, Dayamaya akan memfasilitasi startup dan komunitas terpilih untuk melakukan riset lapangan langsung ke daerah 3T yang dituju. (Icha)

 

 

Ini Dia 3 Startup Indonesia Yang Diberi Modal oleh Surge

0

Telko.id – Surge, program yang diluncurkan Sequoia India untuk early stage startup(startuppada tahap pengembangan awal) di India dan Asia Tenggara, hari ini mengumumkan 20 early stage startupinovatif dan ambisius yang terpilih mengikuti Surge 02 2019 – serta membuka pendaftaran untuk Surge 03 2020. Ada 3 startup Indonesia yang terpilih dan dapat bantuan modal.

Dalam sembilan bulan setelah diluncurkan di Maret 2019, Surge telah berkembang menjadi komunitas yang terdiri dari 80 founderdari 37 startup, dari enam negara. Surge menyediakan modal sebesar 1 juta hingga 2 juta dollar AS untuk setiap startupmelalui program pelatihan pengembangan perusahaan, studi banding global dan dukungan dari komunitas mentor dan founderstartup.

Surge 02 2019 mengikutsertakan tiga startupyang berbasis di Indonesia: Chilibeli, Storiedan Rukita. Pada gelombang sebelumnya, dua startupIndonesia lainnya – Bobobox dan Qoala – telah mengikuti program Surge di awal tahun ini.

Total sampai sekarang ada lima startup asal Indonesia yang mencakup berbagai sektor, diantaranya InsurTech, Hospitality, E-Commerce,Social Commerce, dan Co-Living.

Surge adalah sebuah inisiatif Sequoia India. Sequoia India sendiri telah berinvestasi di lebih dari 250 startupdi India dan Asia Tenggara. Di Indonesia, Sequoia India telah menyuntik dana pada lebih dari selusin startupselama lima tahun terakhir. Sequoia mendapatkan kesempatan untuk bermitra dengan unicorns seperti Tokopedia, Gojek dan Traveloka, yang membuat dampak besar pada ekonomi Indonesia, serta perusahaan-perusahaan baru seperti Mokapos dan Kopi Kenangan.

Ekosistem startupIndonesia didukung oleh pertumbuhan pesat ekonomi internet negara tersebut yang diprediksi mencapai 130 miliar dollar AS pada 2025 menurut sebuah studi gabungan Temasek, Google, dan Bain pada 2019. Pertumbuhan ekonomi internet Indonesia telah bertumbuh empat kali lipat sejak 2015 dengan tingkat pertumbuhan rata-rata 49% per tahun.

“Ekosistem startupIndonesia berada pada titik infleksi. Tingkat adopsi Internet mobileyang tinggi memungkinkan perusahaan untuk berinteraksi dengan konsumen dalam ekonomi yang besar dan berkembang pesat – namun demikian, ada begitu banyak peluang di setiap industri, dan berbagai masalah yang dapat dipecahkan oleh teknologi dan startup inovatif,” jelas Rajan Anandan, Managing Director, Surge, di Sequoia Capital India.

Membangun perusahaan, terutama pada tahap awal, bisa menjad tantangan yang besar. Dibutuhkan upaya yang luar biasa untuk membangun produk pertama, merekrut engineerpertama dan mendapatkan pelanggan pertama. Banyak founderdari early stage startupdi Asia Tenggara juga merasa bahwa mereka menghabiskan terlalu banyak waktu untuk penggalangan dana yang menyebabkan mereka mengorbankan waktu untuk  membangun bisnis mereka.

Surge dirancang untuk memberikan para founder keunggulan sejak awal dan membantu para foundermenangani tantangan-tantangan ini melalui akses terhadap dana, sumber daya, mentor, dan bantuan ahli yang mereka butuhkan untuk mengembangkan startupmereka.

Beberapa komponen utama program Surge di antaranya:

Dana

Para founderstartup menerima pendanaan senilai 1 juta hingga 2 juta dollar AS di awal program. Dana ini ditujukan agar mereka dapat segera mulai merekrut sumber daya manusia dan mengembangkan produk mereka.

Komunitas

Para founderstartupdapat saling belajar, bertumbuh, dan berbagi tentang perjalanan mereka dengan sesama founderstartupdari berbagai latar belakang dan perspektif. Mereka juga bekerja secara erat dengan para coachdari Sequoia dan para pengusaha yang terkenal di bidangnya, seperti founderTokopedia, William Tanuwijaya; founderGojek, Nadiem Makarim, founderOne Championship, Chatri Sityodtong, co-founder Carousell, Quek Siu Rui,co-founder Zilingo, Ankiti Bose, serta para pengusaha lainnya dalam portofolio Sequoia yang berperan sebagai mentor Surge.

Dukungan pengembangan perusahaan

Pelatihandan seminar akan membantu mendukung proses pengembangan perusahaan, mulai dari pembahasan dasar mengenai kepemimpinan, kultur perusahaan, perekrutan, dan membangun organisasi yang unggul, hingga desain, produk dan skala, serta strategi pemasaran dan penentuan posisi brand. Para founderjuga akan menerima bimbingan dalam perekrutan, melalui Program 10xE Surge yang membantu menghubungkan founderdengan digital talentberpengalaman, mulai dari awal pengembangan perusahaan.

Pengalaman berskala global

Studi banding ke berbagai pusat inovasi dunia di Silicon Valley, China, Asia Tenggara, dan India memberikan kesempatan bagi para founderuntuk bergabung ke dalam ekosistem startupglobal.

Surge telah dirancang dengan konsep ‘open architecture’, untuk mendukung para investor lain untuk terlibat dalam putaran pendanaan Surge pertama. Bahkan, 80% dari startupSurge 02 2019 memiliki co-investordi putaran pendanaan Surge. Para founderjuga memiliki kesempatan untuk mempresentasikan startup-nya di hadapan berbagai perusahaan modal ventura dan investor strategis di akhir program.

Surge adalah program empat bulan dimana para founderstartupakan mengikuti program seminggu setiap bulannya. Program Surge berlangsung dua kali setahun.

Bersama pengumuman ini, pendaftaran untuk Surge 03 2020 sudah mulai dibuka. Program ini, rencananya akan diselenggarakan pada bulan Maret 2020 mendatang. (Icha)

 

 

Ini Dia Tarif Jaringan Serat Optik Palapa Ring Timur

0

Telko.id – Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika telah menetapkan tarif penggunaan layanan jaringan serat optik Palapa Ring Timur. Proyek Palapa Ring Timur mulai operasional sejak 29 Agustus 2019 dan juga telah melewati periode uji coba operasional dan komersial.

Sebagai informasi, Palapa Ring Timur menjangkau 51 kabupaten/kota yang melalui 4 provinsi, yaitu Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Maluku, Papua, dan Papua Barat, terdiri dari 35 kabupaten/kota layanan dan 16 kabupaten/kota interkoneksi. Infrastruktur backbone yang ada di Palapa Ring Timur terdiri dari kabel serat optik darat, kabel serat optik bawah laut, dan radio microwave.

Palapa Ring Timur memiliki infrastruktur jaringan sepanjang 6.878 kilometer serat optik darat dan bawah laut, serta segmen jaringan radio microwave sebanyak 49 hop. Secara total, Proyek Palapa Ring menghubungkan 90 kabupaten/kota yang terdiri dari 57 kabupaten/kota layanan dan 33 kabupaten/kota interkoneksi melalui jaringan kabel serat optik sepanjang 12.148 kilometer yang terdiri dari kabel optik darat dan bawah laut serta juga segmen jaringan radio microwave sebanyak 55 hop.

Dalam rangka untuk penggunaan jaringan Palapa Ring Timur, BAKTI menetapkan tarif untuk kerja sama dengan pelanggan Palapa Ring Timur sebagai mitra penyelenggara. Sebagai penyelenggara, pelanggan Palapa Ring Timur akan mendapatkan potongan harga sesuai kebijakan BAKTI. Terdapat skema diskon untuk 4 (empat) pelanggan pertama Palapa Ring Timur.

Penetapan tarif penyediaan kapasitas lebar pita atau bandwidth ditetapkan berdasarkan nilai investasi, harga pasar, dan jumlah pengguna jasa. Setiap pengguna jasa penyediaan kapasitas lebar pita atau bandwidth dapat menggunakan masing-masing kapasitas sebesar maksimal 10 Gbps (untuk segmen jaringan serat optik, baik serat optik darat maumpun serat optik bawah laut).

Adapun tarif penyediaan kabel serat optik pasif atau dark fibre ditetapkan berdasarkan pertimbangan tarif penyediaan biaya per unit layanan dengan memerhatikan nilai investasi, harga pasar, dan panjang kabel.

Penyelesaian Proyek Palapa Ring Timur menandakan penyelesaian Proyek Palapa Ring secara keseluruhan, menyusul Palapa Ring Barat dan Palapa Ring Tengah. 

Bandwidth

(Kapasitas Lebar Pita) untuk Serat Optik

1G

10G

STM-4

STM-16

(Per bulan)

Proyek 9

(Waingapu, Sabu, Baa, Kupang)

26.000.000

208.000.000

26.000.000

83.000.000

Proyek 10

(Alor, Wetar, Tiakur, Saumlaki, Tual, Dobo, Timika)

49.000.000

392.000.000

49.000.000

221.000.000

Proyek 11

(Ransiki, Raisei, Nabire, Botawa, Serui, Biak, Sorendiweri, Numfor, Manokwari)

69.000.000

552.000.000

69.000.000

221.000.000

Proyek 12

(Teminabuan, Tangguh, Fef, Sorong, Aifat)

22.000.000

176.000.000

22.000.000

70.000.000

Proyek 13

(Tangguh, Bintuni, Ransiki, Anggi)

18.000.000

144.000.000

18.000.000

58.000.000

Proyek 15

(Nabire, Kigamani, Enarotali, Tigi, Timika)

20.000.000

160.000.000

20.000.000

64.000.000

Proyek 16

(Jayapura, Waris)

10.000.000

80.000.000

10.000.000

32.000.000

Proyek 17

(Timika, Agats, Kepil, Taah Merah, Waropko, Merauke)

38.000.000

304.000.000

38.000.000

122.000.000

Bandwidth

(Kapasitas Lebar Pita) untuk Radio Microwave

250 Mbps

100 Mbps

(Per bulan)

Proyek 14

(Burmeso, Sarmi)

138.250.000

55.300.000

Proyek 15

(Enarotali, Sugapa, Kota Mulia, Ilaga, Karubaga, Tiom, Kobakma)

177.750.000

71.100.000

Proyek 16

(Jayapura, Elelim, Wamena, Kenyam, Sumohai, Dekai, Oksibil, Waropko)

178.000.000

71.200.000

Proyek 17

(Kepi, Tanah Merah)

69.000.000

27.600.000

Dark Fibre (Serat Optik Pasif)

12.000.000

(Jalur darat per km/tahun)

36.000.000

(Jalur laut per km/tahun)

(Icha)

Telkomsel Dorong Santri Kembangkan Bisnis Manfaatkan Teknologi Digital

0

Telko.id – Dalam era digital ini, para santri juga didorong untuk mengikuti jaman dan berperan dalam ekonomi kerakyatan berbasis keumatan yang memanfaatkan teknologi digital tepat guna.

Untuk itu, Telkomsel sebagai digital telco company, turut mendorong para santrai dengan melakukan kolaborasi dengan Santri Milenial Center (Simac), sebuah wadah bagi para santri milenial dalam membangun ekonomi kerakyatan berbasis keumatan. Kolaborasi keduanya ditandai dengan penandatangan MoU pada Rabu, 9 Oktober 2019, di Jakarta.

“Telkomsel selalu berupaya untuk mendorong kesiapan Indonesia untuk dapat menjadi negara digital secara menyeluruh dan berkelanjutan yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat di seluruh Indonesia. Untuk mewujudkannya, peran milenial sebagai generasi muda yang mampu menciptakan karya dan inovasi nyata tentunya tidak boleh dilepaskan,” ungkap Ririn Widaryani, Direktur Sales Telkomsel.

Untuk itu, Telkomsel bersama Simac berkolaborasi dalam menjadikan santri milenial sebagai sumber daya manusia yang terus bergerak maju mengakselerasikan negeri melalui perwujudan ekosistem digital yang berkesinambungan.

Kemitraan strategis antara Telkomsel dan Simac juga ditandai dengan penandatangan MoU oleh LinkAja dan Simac. Sebagai layanan keuangan elektronik berbasis aplikasi, LinkAja dapat semakin mematangkan ekosistem digital di dalam inisiatif-inisiatif Simac yang berupaya melahirkan santri wirausahawan berbasis digital.

Beberapa potensi kerja sama strategis dalam usaha pengembangan digitalisasi ekosistem Simac melalui pemanfaatan LinkAja meliputi penerapan pembayaran nontunai di ekosistem usaha Simac, serta edukasi dan sosialisasi pemanfaatan transaksi digital di lingkungan yang sama.

“Kehadiran LinkAja di dalam ekosistem Simac merupakan komitmen kami dalam memicu peningkatan transaksi nontunai di seluruh lapisan masyarakat, khususnya dalam hal ini komunitas santri milenial, melalui kemudahan transaksi secara aman, mudah, dan cepat, dengan jangkauan nasional yang ditawarkan oleh LinkAja,” ungkap Arman Hazairin, Direktur Teknik LinkAja.

Harapannya, kerja sama ini dapat semakin memberikan keuntungan kompetitif bagi para santri untuk semakin mengembangkan bisnisnya sesuai dengan perkembangan ekonomi digital tanah air.

Kolaborasi antara Telkomsel dan LinkAja dengan Simac juga ditandai oleh peluncuran Aplikasi Kopi Abah, sebuah produk UKM berbasis gerakan milenial yang bertujuan untuk mendorong pemberdayaan ekonomi kerakyatan.

Kopi Abah digagas Gerakan Santri Usahawan (Gus Iwan), sebuah komunitas yang diinisiasi oleh Simac untuk mengajak insan pondok pesantren agar mulai berwirausaha. Untuk memberikan kemudahan transaksi, LinkAja hadir sebagai source of fund di aplikasi tersebut.

Kolaborasi dengan Simac sendiri turut memperkuat inisiatif Telkomsel dalam mendukung pertumbuhan semangat kewirausahaan di kalangan milenial.

Salah satunya adalah Creative Millennials sebagai salah satu program Corporate Social Responsibility (CSR) Telkomsel pilar Pemberdayaan Masyarakat yang memberikan pelatihan digital dan edukasi kewirausahaan berbasis pemanfaatan teknologi digital dalam meningkatkan jumlah pengusaha muda di Indonesia.

“Melalui teknologi digital terdepan dari Telkomsel, kami berharap kolaborasi antara Telkomsel dengan Simac semakin memajukan industri kopi di Indonesia sehingga mampu memberdayakan kopi sebagai kekayaan dan kebanggan negeri. Selain itu ke depan akan banyak lahirnya milenial sebagai wirausahawan digital di seluruh Indonesia yang mampu menumbuhkan ekonomi digital Tanah Air sebagai salah satu penggerak kemajuan transformasi Indonesia menjadi negara digital,“ tutup Ririn. (Icha)

 

XL Axiata HUT Ke-23, Banyak Kasih Penawaran Menarik, Mau?

0

Telko.id – Dalam rangka merayakan hari jadi ke-23 tahun, PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) memberikan apresiasi kepada pelanggannya atas kepercayaan dalam menggunakan layanannya. Apresasi tersebut dalam bentuk sejumlah penawaran khusus bagi semua segmen pelanggannya, baik pemegang kartu prabayar maupun pascabayar.

Beragam penawaran menarik dengan benefit yang menguntungkan pelanggan ini bisa didapatkan mulai 8-31 Oktober 2019 melalui berbagai jalur penjualan, baik di e-commerce maupun aplikasi new MyXL.

”Bagi XL Axiata, memasuki usia 23 tahun mencerminkan betapa panjang jalan penuh tantangan dan kerja keras yang telah kami lalui, termasuk di saat harus bertransformasi menjadi operator yang berfokus dalam layanan data. Kini XL Axiata telah menempati posisi sebagai strong number 2 di Indonesia dan kami bertekat untuk terus meningkatkan kualitas layanan bagi pelanggan,” ujar Allan Bonke mengatakan, Direktur Commercial XL Axiata.

Dan, salah satu yang ingin diwujudkan oleh XL adalah menjadi yang terdepan dalam implementasi inovasi dengan teknologi terbaru termasuk layanan 5G di masa mendatang.

Menurut Allan, dalam setidaknya tiga tahun terakhir kinerja XL Axiata, dalam pendapatan, mampu tumbuh mengungguli pertumbuhan pasar.

Artinya, XL Axiata mampu memberikan kepuasan kepada pelanggan. Produk dan layanan yang disediakan XL Axiata sudah sesuai dengan yang dibutuhkan pelanggan, selain juga jaringan data berkualitas yang terus  diperluas ke berbagai pelosok Nusantara.

Menurutnya, kemampuan dalam memenuhi ekspektasi pelanggan menjadi tantangan sekaligus kunci dalam mengatasi tantangan yang ada.

Beragam penawaran menarik telah disiapkan XL Axiata untuk pelanggan, mulai dari potongan harga untuk pembelian perdana paket data, perdana umroh, hingga pembelian smartphone yang bisa di dapatkan oleh pelanggan di XL Axiata Official Store pada toko online seperti, Tokopedia, Shopee, Blibli.com, JD.id, Traveloka, Bukalapak dan aplikasi MyXL.

Untuk layanan pascabayar, XL PRIORITAS memberikan beberapa penawaran untuk pelanggan setia, maupun pelanggan baru. Bagi pelanggan setia XL PRIORITAS, tersedia penawaran diskon 23% untuk pembelian PRIO Apps Booster di tanggal 8 Oktober 2019.

Pembelian bisa dilakukan di aplikasi myXL Postpaid atau UMB *123#. Sedangkan khusus pelanggan baru XL PRIORITAS yang mendaftar di bulan Oktober 2019, akan mendapatkan diskon 30% untuk paket bulanan myPRIO Plan/Talk+ Gold dan diskon spesial 30% + 23% untuk paket bulanan myPRIO Plan/myPRIO Talk+ Platinum, Diamond, dan Ultima hingga 12 bulan.

Pelanggan baru dapat mendaftar melalui PRIORITAS Center/XPLOR/XL Center atau website prioritas.xl.co.id.

Untuk pelanggan AXIS, tersedia penawaran berupa bonus voucher / kupon tebus murah hingga 23 ribu untuk pembelian pulsa AXIS di periode HUT XL 23 Tahun, yang bisa didapatkan oleh pelanggan AXIS di Tokopedia dan Shopee selama bulan Oktober.

Berikut untuk tabel penawaran-penawaran lain yang diberikan dalam rangka Ulang Tahun XL Axiata ke-23

No Promo Toko Online Kartu Manfaat untuk pelanggan
1 Promo kartu perdana umroh Tokopedia XL Diskon hingga 21%
2 Promo diskon smartphone Blibli.com XL Diskon hingga 1,5 juta – bonus kuota 120 Gb setahun
3 Promo Diskon Samsung Galaxy A50s Tokopedia XL Bonus kuota 120 Gb setahun
4 Promo Samsung Galaxy Note Tokopedia XL PRIORITAS Bonus Kuota 120 Gb setahun
5 Promo Samsung Galaxy Note 10 Series Blibli.com XL PRIORITAS Beli Note 10 Series – Bonus Kuota 120 Gb setahun
6 Promo Samsung Galaxy Note 10 Series JD.ID XL PRIORITAS Beli Note 10 Series – Bonus Kuota 120 Gb setahun
7 Promo Xtra Combo 12 bulan Tokopedia XL Beli Smartphone dapat paket 120Gb setahun
8 Promo AXIS Paket Data Tokopedia, Shopee AXIS Bonus voucher / kupon tebus murah hingga 23 ribu untuk pembelilan pulsa AXIS di periode HUT XL 23 Tahun
9 Promo HUT XL ke 23 Xtra Combo VIP 10 Partner online  XL
(Tokopedia, Traveloka, Bukalapak, Shopee, Blibli, Grab, Gojek, Akulaku, Payfazz, Kudo) Diskon hingga 23% untuk Xtra Combo VIP, minimal pembelian paket 15GB+15GB
10 Promo Kartu Perdana Xtra Combo VIP  6 partner online (Shopee, Bukalapak, JD.ID, Blibli, Tokopedia, Akulaku) XL Diskon hingga 47%
11 Promo HUT XL ke 23 Xtra Combo VIP  myXL App  XL Diskon 50% (up to 50 Ribu ) di new myXL app for Xtra Combo VIP (minimal pembelian paket 10GB + 10GB)

Saat ini pelanggan data XL Axiata telah mencapai sekitar 88% dari total pelanggan sebanyak 56,6 juta pelanggan. XL Axiata juga terus melakukan perluasan dan peningkatan kapasitas jaringan di berbagai wilayah di Indonesia.

Jaringan XL Axiata telah diperkuat dengan lebih dari 127.000 BTS termasuk lebih dari 53.000 BTS 3G dan lebih dari 37.000 BTS 4G.

Jaringan 4G LTE XL Axiata terus diperluas, dan saat ini sudah mencapai lebih dari 408 kota/kabupaten di berbagai wilayah di Indonesia. XL Axiata juga terus berinvestasi untuk jaringan fiber, transmisi, backhaul, modernisasi jaringan, dan berbagai upgrade jaringan lainnya untuk meningkatkan stabilitas, kapasitas jaringan, dan kualitas layanan data seiring dengan terus meningkatnya trafik layanan data. (Icha)

 

 

 

Telkomsel Hadirkan Paket OMG! Demi Penuhi Kebutuhan Pelanggan

0

Telko.d – Telkomsel menghadirkan Paket Kuota Data Oh My Gigabytes! (OMG!) yang merupakan paket baru Telkomsel yang dapat digunakan untuk mengakses sejumlah aplikasi favorit dan sosial media sesuai minat pelanggan. Tanpa ada ada biaya tambahan.

Aplikasi apa saja yang bisa diakses? Di dalam Paket OMG! ini terdapat kuota data yang secara khusus dapat digunakan pelanggan prabayar Telkomsel untuk bebas berselancar dalam mengakses aplikasi seperti YouTube, Facebook, Instagram, MAXstream, HOOQ, VIU, iFlix, Klik Film, BeIN Sports, serta Nickelodeon Play tanpa biaya tambahan. Paket Kuota Data OMG! Ini sudah dapat dinikmati pelanggan prabayar Telkomsel mulai tanggal 7 Oktober 2019.

“Telkomsel senantiasa menguatkan komitmennya sebagai digital telco company yang mengedepankan prinsip customer-centric, di mana layanan dan produk yang dihadirkan sesuai dengan yang dibutuhkan pelanggan. Untuk itu, Pakat Kuota Data OMG! Kami hadirkan sebagai solusi atas semakin tingginya minat pelanggan yang semakin kuat dalam mengadopsi layanan digital dalam kesehariannya, seperti aplikasi streaming video streaming dan sosial media,” ungkap Nirwan Lesmana, Vice President Brand and Marketing Communications Telkomsel menjelaskan.

Nirwan lebih lanjut menambahkan, “Pada semester 1 2019, layanan digital services Telkomsel tumbuh sekitar 31% dan pelanggan data tumbuh sekitar 17% dibandingkan tahun lalu. Sehingga kami senantiasa meningkatkan pengalaman pelanggan menggunakan internet secara bebas sesuai keinginan pelanggan dengan dukungan jaringan broadband Telkomsel yang menjangkau sekitar 97% wilayah populasi seluruh Indonesia.”

Paket Kuota Data OMG! juga memberikan keleluasaan bagi pelanggan Telkomsel untuk menikmati kuota datanya selama 24 jam di seluruh jaringan Telkomsel. Hal tersebut karena akses terhadap sejumlah aplikasi seperti YouTube, Instagram, dan Facebook akan mendahulukan penggunaan Kuota Data OMG! dibandingkan dengan kuota data utama lain yang dimiliki oleh pelanggan.

“Hadirnya Kuota OMG! diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi pelanggan Telkomsel yang didominasi oleh data user,” ungkap Nirwan. 

Dan Telkomsel pun berharap dapat  senantiasa hadir menginspirasi masyarakat dalam pemanfaatan akses teknologi terdepan yang diwujudkan melalui keunggulan produk dan layanan digital terdepan yang relevan bagi kebutuhan masyarakat sehingga mempercepat terbentuknya masyarakat digital Indonesia yang akan menjadi penggerak terwujudnya ekosistem digital secara berkesinambungan di seluruh penjuru negeri.

Ada berbagai cara yang disediakan oleh Telkomsel bagi pelanggan untuk mendapatkan Kuota Data OMG!. Aktivasi paket ini dapat dilakukan dengan mudah oleh pelanggan di antaranya pembelian melalui aplikasi MyTelkomsel yang dapat di download di Google Playstore dan Appstore atau cukup dengan akses langsung UMB *363#. Informasi mengenai keunggulan paket ini secara lengkap dapat dilihat di laman www.telkomsel.com/omg. (Icha)

 

 

LinkAja Dorong Transaksi Non Tunai di Yogayakarta

0

Telko.id – LinkAja menandatangani nota kesepahaman tentang Peningkatan Kinerja Perekonomian Daerah Melalui Inovasi Teknologi Digital bersama Pemkot Yogyakarta, yang dilakukan bertepatan dengan hari ulang tahun Yogyakarta ke-263. Hal ini dilakukan untuk mendukung Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT), Pemerintah Kota Yogyakarta.

Kerjasama ini melingkupi sosialisasi dan juga penerapan pembayaran nontunai di berbagai acara atau kegiatan yang diselenggarakan oleh Pemkot Yogyakarta, sosialisasi dan edukasi serta penerapan pembayaran pendapatan daerah yang meliputi pembayaran pajak dan retribusi daerah, serta upaya mendorong kegiatan penggunaan uang elektronik di lingkungan Pemkot Yogyakarta.

“Kerjasama dengan pemerintah kota Yogyakarta ini merupakan salah satu bentuk komitmen kami dalam mengembangkan ekosistem digital daerah di seluruh Indonesia,” ungkap Haryati Lawidjaja, Direktur Operasi LinkAja menjelaskan.

Harapannya, upaya elektronifikasi transaksi di lingkup Pemkot Yogyakarta dapat mewujudkan perluasan less cash society dan keuangan inklusif melalui peningkatan akses keuangan untuk layanan transaksi nontunai. LinkAja akan terus berkomitmen untuk memberikan kemudahan transaksi elektronik melalui berbagai kanal pembayaran, sehingga  dapat turut membantu Pemkot Yogyakarta untuk semakin  meningkatkan efisiensi, efektifitas, dan transparansi tata kelola keuangan.

Sebelumnya, pemerintah Kota Yogyakarta sudah menerapkan implementasi transaksi nontunai sejak tahun 2017. Sebagai jawaban untuk kebutuhan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan di daerah, Pemkot Yogyakarta mulai memperluas cakupan transaksi elektronik pada tahun 2018 dengan dukungan perbankan yang ada di kota tersebut. Langkah ini pun akan terus dilanjutkan. Salah satunya dengan kerjasama dengan LinkAja ini. (Icha)

 

Sampai Oktober, Sudah 1.488 Fintech Ilegal Diblokir

0

Telko.id – Satgas Waspada Investasi terus bekerja keras untuk melindungi masyarakat dari fintech illegal. Sampai Oktober ini saja sudah ada 1.488 fintech illegal yang diblokir. Di sisi lain, edukasi secara massif pun dilakukan karena masih banyaknya penawaran pinjaman online dari perusahaan fintech peer to peer lending tidak berizin yang bisa merugikan masyarakat.

Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing mengatakan edukasi mengenai pentingnya memilih perusahaan fintech peer to peer lending yang berizin OJK harus semakin gencar dilakukan mengingat Satgas hingga awal Oktober kembali menemukan dan langsung menindak 133 entitas yang melakukan kegiatan fintech peer to peer lending ilegal yang tidak terdaftar di OJK.

“Kami tidak akan menunggu korban masyarakat semakin banyak akibat fintech  peer to peer lending ilegal ini, jadi kami terus berburu dan langsung menindak temuan fintech lending yang ilegal dengan meminta Kominfo untuk memblokirnya,” kata Tongam.

Untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, Satgas saat ini juga sudah bekerja sama dengan Dinas Kominfo DKI Jaya untuk menayangkan iklan layanan masyarakat yang berisi peringatan untuk menghindari fintech  peer to peer lending ilegal.

“Kami meminta dukungan dan mengajak berbagai pihak untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai bahaya fintech  peer to peer lending ilegal mengingat keberadaannya sangat merugikan,” katanya.

Sebelumnya, pada 6 September 2019, Satgas Waspada Investasi menemukan 123 entitas Fintech Peer-To-Peer Lendingilegal. Namun dalam perkembangannya terdapat  enam entitas yang telah membuktikan bahwa kegiatannya bukan merupakan fintech peer to peer lending yaitu aplikasi “MJASA SYARIAH” milik Kospin Jasa, aplikasi “Shopintar” milik PT Karya Widura Utama, aplikasi milik Komputerkitcom, aplikasi milik LuckyNine Apps, aplikasi “Smartech” milik PT Smartech Kredit Indonesia, dan aplikasi “Mentimum” milik PT Dinamika Mitra Sukses Makmur sehingga dilakukan normalisasi atas aplikasi yang telah diblokir.

Selanjutnya dengan kembali ditemukannya 133 entitas fintech  peer to peer lending ilegal menjadikan total entitas yang ditangani Satgas Waspada Investasi sampai dengan Oktober 2019 sebanyak 1.073 entitas, sedangkan total yang telah ditangani Satgas Waspada Investasi terhadap entitas fintech  peer to peer lending ilegal sejak tahun 2018 sampai Oktober 2019 sebanyak 1.477 entitas.

Awas, Ada 22 Gadai Tanpa Izin

Sesuai POJK 31/POJK.05/2016 tentang Usaha Pergadaian (POJK) Satgas Waspada Investasi juga telah menemukan kembali 22 kegiatan usaha gadai swasta yang belum mendapatkan izin dari OJK namun telah beroperasi. Dari 22 kegiatan usaha gadai swasta ilegal tersebut sebanyak 13 berdomisili di Jawa Tengah dan 9 berdomisili di Sumatera Utara.

Sebelumnya, pada bulan September telah ditemukan 30 entitas gadai ilegal, sehingga saat ini jumlahnya mencapai 52 entitas gadai ilegal dan tidak menutup kemungkinan akan banyak lagi entitas gadai ilegal yang akan ditemukan oleh Satgas Waspada Investasi melalui pengaduan masyarakat.

Waspada, Ada 27 Kegiatan Usaha Tanpa Izin

Satgas Waspada Investasi juga telah menghentikan 27 kegiatan usaha yang diduga melakukan kegiatan usaha tanpa izin dari otoritas yang berwenang dan berpotensi merugikan masyarakat. Penawaran kegiatan ini sangat berbahaya bagi masyarakat karena memanfaatkan ketidakpahaman masyarakat untuk menipu dengan cara iming-iming pemberian imbal hasil yang sangat tinggi dan tidak wajar.

Dari 27 entitas tersebut diantaranya melakukan kegiatan Trading Forex tanpa izin sebanyak 11 entitas, 8 investasi cryptocurrency tanpa izin, 2 multi level marketing tanpa izin, 1 travel umrah tanpa izin dan 5 investasi lainnya.

Satgas Waspada Investasi juga menyampaikan bahwa terdapat 3 entitas yang telah mendapatkan izin usaha yaitu PT Bandung Eco Sinergi Teknologi (PT BEST/ Eco Racing), PT Aku Digital Indonesia (Aku Mobil), dan HIPO/PT HIPO Bisnis Management. PT Bandung Eco Sinergi Teknologi (PT BEST/ Eco Racing) telah memperoleh izin untuk melakukan kegiatan penjualan produk dengan sistem multi level marketing. 

PT Aku Digital Indonesia (Aku Mobil) telah melakukan perubahan terhadap skema perdagangan mobil sesuai dengan izin yang sudah dimiliki. HIPO/PT HIPO Bisnis Management adalah suatu organisasi pengusaha bisnis online yang menjalankan beberapa program untuk perkembangan bisnis online di Indonesia.

Selanjutnya Satgas Waspada Investasi mengimbau kepada masyarakat agar sebelum melakukan investasi untuk memahami hal-hal sebagai berikut:

  • Memastikan pihak yang menawarkan investasi tersebut memiliki perizinan dari otoritas yang berwenang sesuai dengan kegiatan usaha yang dijalankan.
  • Memastikan pihak yang menawarkan produk investasi, memiliki izin dalam menawarkan produk investasi atau tercatat sebagai mitra pemasar.
  • Memastikan jika terdapat pencantuman logo instansi atau lembaga pemerintah dalam media penawarannya telah dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
  • Secara total kegiatan usaha yang diduga dilakukan tanpa izin dari otoritas yang berwenang dan berpotensi merugikan masyarakat yang telah dihentikan oleh Satgas Waspada Investasi selama tahun 2019 sebanyak 250 entitas.

Informasi mengenai daftar perusahaan yang tidak memiliki izin dari otoritas berwenang dapat diakses melalui Investor Alert Portal pada www.sikapiuangmu.ojk.go.id.

Jika menemukan tawaran investasi yang mencurigakan, masyarakat dapat mengkonsultasikan atau melaporkan kepada Kontak OJK 157 atau WA 081157157157, email konsumen@ojk.go.id atau waspadainvestasi@ojk.go.id.

(Icha)

 

 

 

4 Tips Cerdas Untuk Bertransaksi Lewat Fintech Legal

0

Telko.id – Jumlah perusahaan financial technology (fintech) ilegal di Indonesia belum kunjung mereda sejak mencuat beberapa bulan lalu. Pada awal September 2019, tim Satgas Waspada Investasi kembali menyampaikan temuannya mengenai daftar 123 fintech lending ilegal yang tidak terdaftar resmi di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Munculnya laporan tersebut lantas menambah kekhawatiran dan keresahan di tengah tingginya antusiasme dan permintaan masyarakat terhadap layanan fintech. Bukan apa-apa, fintech ini mampu memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mengakses produk-produk keuangan.

Berdasarkan data OJK pada Juli 2019, terdapat lebih dari 11 juta pengguna fintech lending di Indonesia, dengan jumlah akumulasi penyaluran pinjaman yang dikucurkan oleh fintech mencapai 49,79 triliun rupiah atau meningkat 119,69% dibanding dengan bulan yang sama di tahun sebelumnya.

Angka tersebut terus meningkat baik dari sisi pengguna maupun pelaku industri fintech sejalan dengan target pemerintah dalam mewujudkan inklusi keuangan bagi masyarakat Indonesia dan mendorong roda perekonomian nasional.

Namun di sisi lain, menjamurnya fintech ilegal yang mempengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat terhadap fintech legal dapat menghambat upaya-upaya tersebut.

“Pelaku fintech ilegal menjalankan kegiatan bisnisnya tanpa izin sehingga banyak dari produk dan layanannya yang tidak sesuai dengan regulasi yang berlaku terutama terkait dengan keamanan data dan perlindungan konsumen,” ungkap Akshay Garg, Co-Founder dan juga CEO dari Kredivo, salah satu platform kredit digital menjelaskan.

Lebih lanjut, rendahnya literasi keuangan masyarakat Indonesia juga masih menjadi tantangan besar dalam memaksimalkan manfaat dari kehadiran fintech di Indonesia, sehingga sepak terjang fintech ilegal semakin melenggang.

Pemerintah dan otoritas terkait pun tidak pernah berhenti melakukan berbagai upaya baik preventif maupun represif untuk menekan keberadaan fintech ilegal. Selain melalui pembentukan Satgas Waspada Investasi sebagai upaya represif, OJK dan Bank Indonesia juga bersinergi dengan asosiasi yang menaungi perusahaan fintech legal untuk secara aktif melakukan edukasi serta sosialisasi kepada masyarakat tentang industri fintech saat ini.

“Kami di Kredivo pun berupaya terus turut meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia melalui inovasi produk dan layanan. Kami juga memahami pentingnya sinergi bersama asosiasi dan regulator dalam meningkatkan literasi keuangan dengan bersinergi, agar masyarakat terhindar dari maraknya praktik fintech ilegal. Hal ini juga menjadi penting guna membangun ekosistem digital society di Indonesia yang lebih kondusif dan berkelanjutan,” ungkap Akshay.

Lalu, Akshay pun menyebutkan beberap tips ketika akan Bertransaksi dengan Fintech Legal.

Cek perusahaan apakah sudah terdaftar di OJK

Pastikan selalu perusahaan fintech lending tersebut sudah terdaftar resmi di OJK. Informasi tersebut dapat diakses secara mudah melalui website OJK di www.ojk.go.id. Masyarakat juga dapat mengetahui informasi lebih lanjut mengenai perusahaannya sendiri, bisa dengan mudah mendapatkan informasinya dari review teman atau kerabat terdekat.

Pahami bunga yang diberlakukan

Konsumen fintech lending harus mempertimbangkan bunga yang diberlakukan di setiap kredit. Pertimbangan ini bisa berdasarkan apakah sesuai dengan harapan juga kemampuan konsumen untuk membayar besaran bunga tersebut.

Pelajari hak dan kewajiban transaksi

Seringkali konsumen melewatkan penjelasan hak dan kewajiban, padahal informasi tersebut penting untuk dipelajari. Konsumen harus paham secara keseluruhan mengenai hak dan kewajibannya serta resiko yang akan ditanggung di kemudian hari.

Gunakan aplikasi dari sumber resmi

Pastikan Anda menggunakan aplikasi pinjaman resmi dan mengunduhnya hanya dari dari Play Store (untuk ponsel Android) dan App Store (untuk ponsel iOS), karena jika aplikasi yang diunduh berasal dari sumber tidak resmi akan berpotensi memberikan akses pada pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk mengambil data pribadi Anda melalui berbagai malware hingga adware. (Icha)

Aneka Kuliner Ayam dan Burger Jadi Makanan Favorit GoFood 2019

0

Telko.id – Sering pesan makanan dari GoFood? Ya, aplikasi ini ternyata merupakan layanan pesan-antar makanan online yang banyak digunakan di Indonesia. Kepo nggak siey, makanan apa saja yang paling banyak diorder?

Ternyata, makanan yang paling banyak dipesan lewat aplikasi GoFood hingga Agustus 2019, makanan dengan bahan dasar ayam dan varian burger dengan bumbu lokal masih menjadi favorit konsumen. Diikuti oleh pilihan minuman favorit masyarakat, seperti minuman brown sugar, minuman gandum, regal drinks, dan boba. Pertumbuhan ini paling banyak dikontribusikan oleh konsumen di 5 wilayah dengan jumlah transaksi tertinggi, diantaranya Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, dan Makassar.

Trend tersebut berbeda dengan tahun lalu. Di mana Martabak masih menjadi primadona saat itu.

GoFood, tidak dapat dipungkiri menjadi layanan pesan antar makanan online yang sangat diandalkan dan dipercaya oleh para konsumen. Kenapa?

Berdasarkan hasil riset Nielsen Singapura berjudul “Understanding Indonesia’s Online Food Delivery Market” terungkap 84% konsumen yang menggunakan lebih dari satu aplikasi pesan-antar makanan menganggap GoFood menawarkan layanan terbaik dibandingkan rata-rata industri (39%). Alasannya beragam, mulai dari pilihan menu beragam (87%); pilihan merchant beragam (83%); aplikasi mudah digunakan (83%); menilai mitra driver Gojek ramah, sopan, dan informatif (82%); hingga layanan pesan-antar makanan tercepat (79%).

“Teknologi GoFood sukses mempertemukan konsumen dengan ribuan restoran dan pengusaha kuliner UMKM. GoFood kini sudah berkembang lebih dari sekadar layanan pesan-antar makanan, tapi juga menjadi katalog kuliner terlengkap bagi konsumen dengan 400.000 merchant.  Konsumen GoFood kian loyal, terbukti dengan pertumbuhan pengunjung aplikasi GoFood yang meningkat hingga 2,63 kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya,” ungkap Rosel Lavina, VP Corporate Affairs Food Ecosystem Gojek, Rosel menjelaskan.

Pertumbuhan transaksi GoFood sendiri salah satunya dipengaruhi oleh program promosi yang terus ditawarkan kepada pelanggan. “Kami senang mitra merchant menyambut baik inisiatif yang kami hadir untuk mendatangkan gelombang pengguna baru bagi GoFood, termasuk salah satunya memberikan kesempatan bagi merchantuntuk mengikuti program promo. Dengan mengikuti program promo, merchantGoFood dapat meningkatkan penjualan hingga lebih dari 60%,” kata Rosel.

“Ke depannya, GoFood ingin terus menemani pertumbuhan mitra untuk bisa meningkatkan kualitas produk dan menjangkau pasar yang lebih luas. Ini juga merupakan upaya kami mendorong kontribusi nyata mitra UMKM kuliner pada perekonomian Indonesia. Saat ini, 96% merchant GoFood merupakan UMKM dan kami berharap dapat terus berkontribusi pada kesejahteraan mitra dan perekonomian nasional, serta terus menjadi layanan pesan-antar makanan no.1 pilihan masyarakat Indonesia ” tutup Rosel. (Icha)