spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 994

Indosat Ooredoo Bantu Masyarakat Maluku Terdampak Gempa Bumi

0

Telko.id – Baru-baru ini, Maluku mengalami bencana gempa bumi dengan magnitude 6,5 SR, yang mengakibatkan puluhan korban jiwa, ratusan korban luka-luka, dan ribuan masyarakat harus berada di pengungsian. Untuk meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak, Indosat Ooredoo turut membantu dengan mengoperasikan Mobil Klinik di lokasi-lokasi yang terdampak bencana.

Mobil Klinik Indosat Ooredoo memberikan layanan kesehatan gratis, menyediakan layanan dukungan psikososial bagi anak-anak, menyalurkan makanan dan logistik darurat, serta bantuan komunikasi gratis bagi masyarakat sekitar.

“Indosat Ooredoo menyampaikan rasa prihatin sedalam-dalamnya kepada para korban bencana gempa bumi di Maluku. Kami selalu berkomitmen untuk segera membantu masyarakat yang terkena dampak bencana dengan melalui Mobil Klinik yang tersebar di seluruh Indonesia. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan derita yang dialami masyarakat Maluku dan menjadi inspirasi bagi pihak lain untuk turut  menyalurkan bantuan. Senior Vice President – Head of Corporate Communications Indosat Ooredoo menjelaskan.

Mobil Klinik akan beroperasi selama empat hari mulai 3 Oktober  hingga Minggu, 6 Oktober 2019. Lokasi yang rencananya akan dikunjungi oleh Mobil Klinik antara lain Dusun Wainuru Kecamatan Salahutu, , Desa Hitu Kecamatan Leihitu, Kampung Taeno Desa Rumah Tiga Kecamatan Teluk Ambon dan Dusun Rupahitu Desa Tulehu Kecamatan Salahutu.

Masyarakat di lokasi pengungsian dapat menikmati layanan kesehatan gratis, layanan dukungan psikososial, makanan tambahan untuk anak-anak, logistik darurat, serta bantuan telekomunikasi agar mereka tetap dapat terhubung dengan sanak saudara.

Langkah ini merupakan komitmen sosial dari Indosat Ooredoo sebagai perusahaan telekomunikasi digital terdepan di Indonesia, yang tercermin pada program tanggung jawab perusahaan (CSR) yang terdiri dari dua pilar, Edukasi dan Pengembangan Komunitas bagi masyarakat Indonesia. Pilar kedua inilah, Pengembangan Komunitas, yang menjadi dasar Indosat Ooredoo memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak bencana gempa bumi di Maluku. (Icha)

 

Ini Dia 4 Inisiatif Tata Kelola Data Digital ASEAN Agar Ekosistem Digital Kondusif

0

Telko.id – Isu perdagangan dan integrasi digital di kawasan ASEAN masih menjadi topik hangat dalam setiap pertemuan para pemangku kepentingan. Salah satunya, dalam agenda reguler The 3rd ASEAN Economic Dialogue, masih mencari ramuan kerangka kerja yang dapat disepakati bersama untuk membentuk suatu ekosistem digital yang kondusif dan dapat meningkatkan kontribusi ASEAN dalam Gross Domestik Product (GDP) dunia.

Bertempat di ASEC Secretariat Jakarta, pertemuan reguler yang mayoritas pesertanya adalah business council, turut menghadirkan Kementerian Kominfo sebagai panelis yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Sekretaris Jenderal, Rosarita Niken Widiastuti. Dalam sesi pemaparan, Sekjen Niken menyebutkan bahwa aktivitas perekonomian digital di ASEAN telah menyumbang 7% dari total GDP dunia.

“Namun ASEAN menjadi salah satu penyumbang “unicorn” terbanyak di kawasan dan diprediksi akan menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi digital terbesar di dunia,” ucap Sekretaris Jenderal Niken sebagai salah satu panelis dalam pertemuan The 3rd ASEAN Economic Dialogue di ASEC Secretariat Jakarta, Kamis (3/10).

Sekjen Niken juga mengungkapkan bahwa ASEAN Digital Data Governance Framework adalah satu inisiatif bersama dibawah kerangka kerjasama TELSOM dalam memfasilitasi perdagangan dan meningkatkan transaksi di lingkup ASEAN dengan memanfaatkan ICT sebagai enabler.

“Framework ini membutuhkan kerangka kerja yang disepakati bersama, termasuk pembentukan ekosistem yang kondusif, dengan cara mengimplementasikan beberapa inisiatif,” tambahnya.

Apa saja inisiatif yang diusulkan?

Pertama, ASEAN Cross Border Data Flows Mechanism yaitu untuk proses transfer data pribadi lintas negara. Stakeholder-nya perlu memilih salah satu metode berikut yaitu pengakuan dari 3rd party certification yang diakui oleh ASEAN atau membuat contractual clauses (Business to Business atau entity to entity basis).

Kedua, ASEAN Data Classification Framework yakni menyediakan prinsip tata kelola data yang baik dan panduan untuk mengklasifikasikan data sesuai kategori dan komponen kunci yang ditentukan antara lain berdasarkan sensitivity level, impact assesment, classification level dan continous assesment.

Ketiga, ASEAN Data Protection and Privacy Forum ASEAN Data Protection and Privacy Forum merupakan forum rutin tahunan yang didirikan untuk mengawasi and memonitor implementasi perlindungan dan data pribadi pada setiap negara ASEAN. Forum ini juga diharapkan dapat membahas mekanisme koordinasi antar data protection enforcement authority.

Keempat, ASEAN Digital Innovation Forum yaitu forum yang didirikan untuk memfasilitasi diskusi, saling berbagi pengetahuan dan best practices mengenai kebijakan, isu, dan inovasi digital.

Keempat inisiatif tersebut, menurut Sekjen Niken diharapkan dapat menjadi kerangka dasar tata kelola data digital di lingkungan negara anggota ASEAN. Sekjen Niken juga sempat meminta dukungan dan koordinasi yang kuat dari para stakeholder internal (domestik) maupun eksternal (internasional) agar inisiatif ini dapat terlaksana dengan baik.

“Empat inisiatif ini diharapkan dapat menjadi kerangka dasar tata kelola data digital di lingkup ASEAN. Implementasi dan pelaksanaanya tentu perlu mendapat dukungan dan koordinasi yang kuat dengan stakeholder internal maupun eksternal,” tutupnya.

Hadir dalam acara The 3rd ASEAN Economic Dialogue sebagai panelis seperti perwakilan private sector seperti Google Indonesia, Japan Telecommunications Engineering and Consulting Service (JTEC) dan pemerintah Indonesia. (Icha)

 

 

Mantap Nih, Samsung Update Software Galaxy S10, Apa Kelebihannya?

Telko.id – Samsung Galaxy S10 memang sudah diluncurkan awal tahun. Tapi demi pelanggannya, produsen ini pun melakukan update software nya. Apa alasannya?

“Di Samsung Electronics, kami terus mengeksplor berbagai teknologi terdepan untuk menghadirkan inovasi yang mampu memberikan pengalaman smartphone terbaik. Software update Galaxy S10  merupakan komitmen kami untuk pengguna setia agar dapat menikmati dan memanfaatkan inovasi Samsung  yang luar biasa dan menjadi yang terdepan,” ungkap Denny Galant, Head of Product Marketing IT & Mobile, Samsung Electronics Indonesia menjelaskan.

Lalu, apa saja inovasi baru yang ditanamkan?

Dengan software update ini, pengguna Galaxy S10e, S10 dan S10+ dapat menggunakan fitur video editor built-in dan integrasi Link to Window. Dan bukan hanya itu, setelah mereka melakukan pembaruan, fitur pro grade camera yang dimiliki oleh S10 akan lebih powerful. Para pengguna pun  dapat mengambil foto lebih tajam dalam keadaan kurang cahaya dengan kemampuan Night Mode bahkan di kamera depan.

Dan bagi mereka yang senang membuat konten video, fitur Super Steady yang sudah dimiliki sebelumnya sekarang bahkan ditingkatkan lagi dengan hasil video yang lebih stabil dan smooth, selain dilengkapi dengan kemampuan merekam video Live Focus untuk memberikan efek bokeh pada video dengan berbagai efek seperti blur, big circle, color point dan glitch bahkan di kamera depan agar hasil video yang lebih dramatis.

Semua itu akan menambah pengalaman saat akan menambahkan konten yang lebih kreatif, pembaruan perangkat lunak Galaxy S10 sudah melengkapi fitur AR Doodle.

Pada saat pengguna Galaxy S10 mengambil momen yang memorable, video editor yang dengan mudah diakses di gallery akan menawarkan berbagai pilihan edit yang akan membuat konten video sebagai video yang menarik.

Fitur ini membuat setiap orang mengedit video dengan sangat mudah layaknya profesional, yang menghadirkan cara mudah untuk memotong video, mengggabungkan dengan yang lainnya, menentukan kecepatan video dan masih banyak fitur edit lain nya yang menarik.

Bahkan konsumen dapat menambahkan subtitles dan musik untuk membuat konten video lebih unik.

Lebih dari itu, software update Galaxy S10 dapat mendorong produktifitas penggunanya berkat fitur Samsung Dex.  Pada saat pengguna mengunduh aplikasi Samsung Dex dari SamsungDex.com, mereka dapat langsung menggunakan Samsung Dex di PC dan MAC dengan mudah, hanya dengan menghubungkan keduanya dengan kabel USB Type-C.

Selain itu fitur Link to Windows juga sudah ditambahkan, yang dapat membuat pengguna Galaxy S10 menghubungkan smartphone mereka secara wireless dengan PC Windows 10 dan dengan mudah melihat konten smartphone mereka, menerima dan mengirimkan pesan serta melihat secara langsung galeri yang ada di smartphone melalui PC mereka.

Aplikasi yang sering digunakan pengguna Galaxy S10, termasuk Samsung Pass dan Messages, juga telah dibuat lebih nyaman. Saat ini pengaturan Samsung Pass menjadi lebih simpel sehingga membuat pengguna Galaxy S10 lebih mudah lagi menggunakan teknologi biometrik untuk masuk kedalam aplikasi ataupun website dengan lebih cepat dan lebih aman.

Sementara pada aplikasi Messages, ikon baru telah dihadirkan untukmenambah foto atau video dengan penampatan disebelah kiri untuk kemudahan penggunanya pada saat ingin mengirimkan dokumen yang diinginkan.

Berbagai penambahan fitur menambah nilai lebih Galaxy S10 yang mendukung penggunanya menjadi yang terdepan. “Kami menyambut konsumen yang baru akan memiliki Galaxy S10 dengan mengemas promo Powerful 10, mulai 1 Oktober hingga 1 November 2019. Yaitu setiap pembelian Galaxy S10 berkesempatan mendapatkan cashback hingga Rp.3.500.000,-,” pungkas Denny. (Icha)

Demi Memuaskan Pelanggan, MAXstream Buat Serial Komedi Romantis

0

Telko.idBerdasarkan data MAXstream dari Telkomsel, genre komedi romantis ternyata menempati peringkat kedua yang paling banyak ditonton. Untuk itu, portal video ini menghadirkan ‘Cerita Dokter Cita’ sebagai penawar dahaga para penggemar konten komedi romantis ini.

Keseriusan Telkomsel dalam mengembangkan konten MAXstream Original yang berkualitas juga terlihat dari keterlibatan Direktur Marketing Telkomsel, Rachel Goh dan Head of Digital Lifestyle Telkomsel, Crispin P. Tristram dalam produksi Cerita Dokter Cinta. Keduanya masing-masing berperan sebagai Executive Producer dan Co-Executive Producer dalam serial tersebut.

Dalam produksi serial Cerita Dokter Cinta, Telkomsel dan MAXstream juga bekerja sama dengan CEO salah satu label musik Indonesia, Trinity Optima Production, Yonathan Nugroho yang bertindak sebagai Executive Produser. Cerita Dokter Cinta menjadi semakin lengkap dengan lagu Pesan Cinta dan Tanpa Bahasa dari Afgan.

Cerita Dokter Cinta menceritakan tentang sosok Ryan, dokter residen di sebuah rumah sakit swasta yang akan menjadi dokter spesialis kebidanan dan kandungan. Karakter tersebut memiliki cerita cinta yang tragis di masa lalunya, namun tidak pernah diutarakan walau masih membekas di hati dan pikirannya.

Sementara itu, terdapat dokter residen lainnya bernama Lana yang menaruh perasaan pada Ryan, namun tak pernah berani menunjukkannya karena sikap Ryan yang tertutup. Konflik di dalam Cerita Dokter Cinta semakin menarik karena permasalahan percintaan tidak hanya merundung Ryan dan Lana, namun juga menimpa para koasyang bertugas untuk Ryan, yaitu Tiara, Jarwo, Acho, Annisa, dan Leon.

Cerita Dokter Cinta merupakan hasil karya Sutradara Yoichi Adityo Hutomo, Doni Mamahit, dan Ichwan Persada. Sedangkan para aktor dan aktris yang membintangi Cerita Dokter Cinta di antaranya adalah Deva Mahenra (Ryan), Prilly Latuconsina (Tiara), Kemal Palevi (Jarwo), Muhadkly Acho (Acho), Zee Zee Shahab (Annisa), dan Fero Walandouw (Leon). Lalu, serial komedi romantis tersebut turut memperkenalkan Indah Kusuma yang akan berperan sebagai Lana.

Kehadiran serial Dokter Cinta semakin memperkaya konten yang dimiliki oleh MAXstream Original. Sebelumnya, MAXstream Original telah menghadirkan serial dengan genre horor berjudul Nawangsih karya Melly Goeslaw. Selain itu, masih ada Brata dengan cerita penuh aksi di dalamnya, Critical Eleven yang mengangkat kisah drama, dan Pulang Pulang Ganteng yang bergenre komedi.

“Layanan berbasis video streaming semakin  menjadi favorit bagi pelanggan penikmat platform gaya hidup digital. Untuk itu, Telkomsel berkomitmen menghadirkan pengalaman lebih bagi pelanggan untuk layanan gaya hidup digital yang lengkap, mulai dari kemudahan akses dengan menghadirkan platform aplikasi seperti MAXstream, kolaborasi dengan para pegiat industri film dan musik melalui konten original berkualitas, hingga memastikan kenyamanan akses menikmati layanan video streaming selalu terjaga melalui keunggulan jaringan berteknologi terdepan 4G LTE Telkomsel yang hadir hingga penjuru negeri,” tutup Crispin. (Icha)

Ini Alasan BRTI Sebut Regulasi IMEI Pakai Data Pengguna Aman 

0

Telko.id – Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) menyatakan bahwa keamanan data pengguna dari operator seluler saat regulasi IMEI (International Mobile Equipment Identity) berlaku terjamin. Data ini akan digunakan sebagai salah satu indikator untuk memblokir ponsel ilegal (black market/BM).

Hal ini disampaikan oleh Komisioner BRTI Agung Harsoyo yang juga merupakan pakar keamanan siber pada diskusi dengan media pada Kamis (03/10) di Jakarta.

“Selain IMEI, operator perlu nambahkan satu atau lebih data untuk verifikasi. Sebab, IMEI yang disampaikan oleh operator bisa saja tidak identik. Itu sebabnya perlu pairing dengan data lain. Jadi, semakin banyak data yang dimasukan dalam Sistem Informasi Basis Database IMEI Nasional SIBINA maka jaraknya (akurasinya) akan semakin dekat,” ungkap Agung menjelaskan.

Namun, Agung juga menambahkan bahwa data selain IMEI yang dimasukan dalam SIBINA tersebut dapat dienkripsi oleh operator. Dan, yang bisa melakukan dekripsi hanya operator. “Jadi nanti, data yang bisa dibaca secara ‘terang’ hanya IMEI saja. Pihak Kemenperin tidak bisa membaca data yang ‘tidak terang’ atau terenkripsi itu. Jadi kemungkinan untuk ada kebocoran data sangat kecil,” ujar Agung.

Data selain IMEI yang dimasukan dalam SIBINA dan dalam bentuk terenkrisi itu antara lain data MSISDN (mobile subscriber integrated services digital network number), IMSI (International Mobile Subscriber Identity) dan identitas pengguna lainnya.

Nanti, jika masuk dalam tahap pairing, dan SIBINA menyatakan bahwa IMEI A itu masuk dalam blacklist, maka list tersebut akan disampaikan kembali ke operator dengan notifikasi sebagai IMEI blacklist. Selanjutnya, Agung mengatakan operator akan membuka data tersebut untuk melakukan pemblokiran terhadap ponsel yang masuk daftar hitam.

Lebih lanjut Agung juga menyakinkan keamanan pengelola data SIBINA di Kemenperin. Pasalnya, Kemenperin telah mengantongi sertifikasi ISO 27000. Oleh karena itu ia memastikan, pengolahan data telah tersertifikasi dari sisi produk, jaringan maupun sumber daya manusia.

“Ada proses-proses yang harus dipatuhi oleh Kemenperin dalam keamanan data karena sudah memiliki ISO 27000 tersebut. Bahkan, dalam kurun waktu tertentu juga akan audit. Jadi, mestinya Kemenperin sudah mengantisipasi maksimal terkait keamanan,” ungkap Agung menyakinkan keamanan data publik di SIBINA.

Tahap Awal Operator Tidak Perlu Investasi EIR

Beberapa waktu lalu Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI), merasa keberatan jika harus melakukan investasi untuk EIR atau Equipment Identity Register, alat untuk memblokir ponsel Black Market. Pasalnya, investasi tersebut dianggap mahal dan semuanya harus ditanggung oleh operator.

Agung melihat bahwa investasi EIR ini tidak perlu dilakukan operator pada tahap awal pemberlakukan aturan IMEI ini. Kalau pun nanti dibutuhkan, masih ada waktu 6 bulan setelah aturan di tandatangani. Cukup untuk persiapan sampai akhirnya diberlakukan secara utuh. Walau demikian, Agung tetap menyatakan bahwa bisa saja aturan ini tidak membutuhkan EIR untuk pemblokiran.

“Dari sisi teknis, sebenarnya mekanisme untuk memblokir IMEI itu tidak harus menggunakan sistem EIR,” kata Agung.

Hanya saja memang, semua itu tergantung dari peraturan tiga menteri tentang registrasi IMEI yang akan diterbitkan pemerintah. Metode pemblokiran apa yang akan dipakai.

“Untuk blokir IMEI tidak harus menggunakan EIR. Sebenarnya operator bisa melakukan pemblokiran IMEI, artinya begini, jika daftar IMEI yang di-blacklist sudah dikeluarkan, operator mana pun tidak bisa memberikan layanan kepada pemilik smartphone dengan IMEI yang diblokir,” Agung menjelaskan.

Namun, jika pemerintah memutuskan untuk melakukan pemblokiran perangkat, maka mesin EIR ini dibutuhkan karena fungsinya adalah untuk memblokir perangkat. Jadi, perangkat tidak dapat digunakan di seluruh dunia.

Kedua metode tersebut, sama-sama perangkat tidak bisa lagi digunakan di Indonesia. Hanya saja, kalau menggunakan EIR, maka ada invetasi yang cukup besar yang harus dilakukan oleh operator, tapi jika hanya pemblokiran oleh operator saja, investasi yang diperlukan tidak besar.

Agung menuturkan, semuanya dikembalikan kepada persyaratan yang diberikan pemerintah lewat peraturan tiga menteri.

“Kalau ingin perangkat tak bisa dipakai hanya di Indonesia, pemblokiran bisa dilakukan dengan layanan operator,” katanya menandaskan. (Icha)

Free Fire LinkAja City Series Sambangi Kota Yogyakarta

0

Telko.id – LinkAja kembali menggelar Free Fire LinkAja City Series di Yogyakarta, setelah sukses mengadakan pertama kali di Jakarta media Agustus Lalu. Dengan konsep serupa seperti sebelumnya, ajang kumpul komunitas pecinta game Free Fire ini bertujuan untuk merangkul para komunitas pencinta game online sekaligus memperkenalkan kemudahan transaksi nontunai dalam pembelian voucher elektronik di aplikasi LinkAja.

“Hadirnya LinkAja untuk kedua kalinya di pertandingan Game Free Fire di Yogyakarta ini  membuktikan keseriusan kami dalam menggarap ekosistem digital di Indonesia pada berbagai komunitas yang ada,” ungkap Edward Kilian Suwignyo, Direktur Pemasaran LinkAja.

Kali ini yang digarap adalah komunitas game online Free Fire yang berjumlah puluhan ribu orang. Pasar yang strategis bagi LinkAja untuk mempermudah akses para gamer dalam pembelian voucher game online melalui aplikasi LinkAja.

Harapan ke depannya, kemudahan transaksi nontunai ini dapat diikuti oleh berbagai komunitas pecinta game online lainnya di seluruh Indonesia, sehingga agenda kami dalam mendukung Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) dapat tercapai.”

Acara di Jogja ini merupakan lanjutan dari Free Fire LinkAja City Series yang diadakan di Jakarta beberapa waktu lalu. 288 tim turut berkompetisi di Jogja, dengan masing-masing tim beranggotakan 4 orang, yang berkompetisi secara online dan menghasilkan 144 tim terpilih yang selanjutnya bertarung secara offline.

Setelah sukses diadakan di Jakarta dan Yogyakarta, Bandung akan menjadi tempat selanjutnya bagi rangkaian acara ini.

Selain kompetisi game, terdapat  forum group discussion (FGD) dan kopi darat yang menjadi kesempatan bagi para anggota untuk bertukar cerita, serta tips & trik dalam permainan Free Fire. Dua social media influencer di industri game online, yaitu @evos.manay dan @elhayaminbooy juga tampak hadir meramaikan suasana.

Kehadiran LinkAja sebagai penyelenggara juga menjadi ajang sosialisasi kemudahan pengalaman bertransaksi dalam menggunakan LinkAja sebagai metode pembayaran.

Sebagai informasi, berdasarkan Data Newzoo, Games and Esports Analyticals and Market Research menunjukan bahwa Indonesia berada di peringkat ke-17 dari 50 negara di seluruh dunia dari segi transaksi industri gaming.

Walaupun berada di peringkat ke-17, Indonesia memiliki potensi yang sangat besar akan pertumbuhan industri gaming, mengingat pertumbuhan industri tersebut yang mencapai 40% pada tahun 2018. Penetrasi jaringan internet di seluruh Indonesia yang semakin meningkat dengan pesat juga membuat potensi industri ini semakin potensial untuk digarap. (Icha)

Cash In dan Cash Out LinkAja Kini Bisa Dilakukan Di Pegadaian

0

Telko.id – LinkAja memperluas penggunaan uang elektronik dengan menggandeng Pegadaian. Ada 4.147 outlet Pegadaian yang dapat melayani Cash In dan Cash Out LinkAja.

Langkah strategis ini adalah untuk membantu mencapai inklusi keuangan di Indonesia. Untuk menyentuh masyarakat yang belum memiliki akses perbankan (unbanked) di seluruh Indonesia.

Sebagai informasi, selama tiga tahun terakhir, pertumbuhan transaksi uang elektronik jauh di atas rata-rata alat pembayaran digital lainnya. Pertumbuhan tersebut mencapai dua hingga tiga kali lipat dari tahun – tahun sebelumnya, serta jauh di atas rata-rata alat pembayaran melalui kanal digital lainnya.

Namun, perkembangan pesat uang elektronik hingga saat ini belum merata di Indonesia, terlihat dari pola adopsi yang masih didominasi oleh masyarakat yang tinggal di kota-kota besar dan memiliki akun perbankan.

Padahal salah satu fungsi utama uang elektronik sejatinya untuk membantu mencapai inklusi keuangan di Indonesia, sehingga masih menjadi tugas bagi semua pemain uang elektronik, termasuk LinkAja, untuk menyentuh masyarakat yang belum memiliki akses perbankan (unbanked) di seluruh Indonesia.

LinkAja menyadari keberadaan tantangan utama yang ada di tengah masyarakat dalam penggunaan uang elektronik, yaitu akses terhadap layanan keuangan yang masih terbatas.

Untuk menjawab tantangan tersebut, LinkAja bekerja sama dengan PT Pegadaian (Persero) selaku BUMN sektor keuangan Indonesia, untuk menyediakan titik penerimaan setoran uang tunai bagi yang ingin menambah saldo rekening LinkAja (Cash In) dan titik pencairan atau penarikan uang tunai dari saldo rekening LinkAja (Cash Out) di 4.147 outlet Pegadaian seluruh Indonesia yang tersebar di 34 provinsi.

“Kerja sama LinkAja dengan PT Pegadaian (Persero) merupakan bentuk sinergi untuk negeri dalam memberikan edukasi secara konsisten dalam mengubah kebiasaan masyarakat Indonesia yang menggunakan uang tunai menjadi nontunai, serta optimalisasi jangkauan ke seluruh masyarakat Indonesia untuk memberikan layanan keuangan yang efisien,” ungkap Danu Wicaksana, Direktur Utama LinkAja.

Danu berharap,  point of services LinkAja yang mencapai lebih dari seratus ribu titik di seluruh Indonesia dapat semakin memberikan kemudahan berarti bagi para pengguna untuk bertransaksi nontunai.

Dengan dilakukannya penandatanganan kerja sama ini, konsumen akan semakin memiliki banyak opsi dalam mengisi maupun mencairkan saldo LinkAja yang dapat digunakan untuk melakukan transaksi digital seperti pembayaran merchant, belanja online, beli pulsa, bayar tagihan, transfer dana dan remitansi, pembayaran berbagai produk keuangan dan remitansi, donasi hingga transportasi.

Untuk setiap Cash In dan Cash Out di Outlet Pegadaian akan dikenakan biaya administrasi sebesar Rp 1,500 untuk Cash In dan Rp 5,000 untuk Cash Out. (Icha)

 

Telkomsel Bantu Tranformasi Digital Operasional Pegadaian

0

Telko.id – Sesama BUMN, Telkomsel sebagai bagian dari Telkom Group, memiliki kewajiban untuk bersinergi dengan BUMN yang lainnya. Kali ini yang dibantu adalah transformasi digital untuk pengembangan operasional Pegadaian.

Kolaborasi antara Telkomsel dengan Pegadaian ini ditandai dengan acara penandatanganan Nota Kesepahaman Sinergi BUMN di Jakarta, (28/9).

“Implementasi Sinergi BUMN sebagai bagian dari Telkom Group merupakan perwujudan komitmen Telkomsel untuk berkolaborasi bersama BUMN lain dalam melakukan transformasi ekosistem digital pada unit bisnis  dengan meningkatkan nilai tambah perusahaan agar mampu memberikan layanan terdepan bagi masyarakat di seluruh Indonesia,” ungkap R. Hermanses, Vice President Synergy Management Telkomsel.

Lebih lanjut, dalam Sinergi BUMN ini, Telkomsel juga akan menjadi penyedia solusi kebutuhan komunikasi perusahan melalui layanan solusi bisnis berbasis digital bagi Pegadaian dan afiliasinya. Untuk itu, Telkomsel berkomitmen untuk terus memberikan solusi bisnis korporasi berbasis teknologi digital terdepan melalui unit Telkomsel Enterprise yang diharapkan dapat membantu Pegadaian dalam melakukan efisiensi di kegiatan operasionalnya.

Hermanses menambahkan, ruang lingkup kolaborasi antara Telkomsel dengan Pegadaian akan meliputi beberapa hal, termasuk di antaranya Telkomsel akan menyediakan layanan solusi bisnis menggunakan produk Telkomsel DigiAds yang digunakan Pegadaian untuk mempromosikan produk dan layanannya.

Untuk mendukung kemudahan dalam melakukan transaksi pembelian emas secara digital di Pegadaian Telkomsel menghadirkan unit bisnis layanan keuangan elektronik LinkAja.

Selain itu Telkomsel juga menyediakan solusi berbasis Internet of Thing (IoT) melalui layanan fleet sight untuk kendaraan operasional dan manage service connectivity offices, serta menyediakanmodern channel untuk transaksi trade-in bundling device 4G dan menyediakan ganti kartu 4G di lingkup kantor pegadaian.

“Kolaborasi lintas industri antara Telkomsel dengan Pegadaian ini diharapkan dapat menginspirasi BUMN lainnya untuk terus bergerak maju dan saling mengakselerasikan negeri melalui aksi korporasi yang nyata. Telkomsel siap mendukung BUMN lain dari berbagai sektor industri melalui solusi yang mampu menghadirkan solusi untuk efisiensi dan produktivitas perusahaan dalam upaya peningkatan serta perluasan layanan secara berkesinambungan bagi masyarakat di seluruh penjuru negeri,” tutup Hermanses. (Icha)

 

 

Menteri BUMN, Goyangkan HP Untuk Uji Coba Bayar KRL Pakai LinkAja

0

Telko.id – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini M. Soemarno mendorong BUMN untuk terus bersinergi untuk meningkatkan kualitas pelayanan ke masyarakat terutama bagi para pengguna moda transportasi Kereta Api. Hal ini diungkapkan Menteri Rini saat meninjau langsung aktivitas pelayanan di Stasiun Juanda pada Selasa (01/10/2019).

“Saya menyambut baik sinergi seperti ini, bagaimana BUMN terus saya dorong untuk meningkatkan pelayanan yang terbaik buat masyarakat terutama pengguna jasa transportasi Kereta Api. Kita sudah punya LinkAja, dan ini yang kita sinergikan untuk menjadikan ini sebagai sarana pembayaran baru bagi pengguna KRL,” ungkap Menteri Rini.

Pilihan layanan transaksi tiket bagi pengguna KRL Commuter Line semakin beragam dan inovatif. Pada 1 Oktober 2019 ini, PT Kereta Commuter Indonesia dan LinkAja mengadakan uji coba layanan pembayaran tiket Commuter Line dengan menggunakan aplikasi LinkAja. Layanan ini nantinya dapat digunakan di seluruh stasiun KRL Commuter Line.

Sampai dengan saat ini, secara teknis telah tersedia 200 gate elektronik di 80 stasiun yang telah dilengkapi dengan scanner milik KCI untuk menerima transaksi LinkAja. Selanjutnya, KCI akan terus menambah jumlah gate elektronik ini hingga mencapai 400 gate.

Para pengguna KRL Commuter Line ke depannya akan sangat dimudahkan dalam penggunaan layanan pembayaran menggunakan LinkAja. Para pengguna KRL yang hendak melakukan perjalanannya harus memastikan saldo LinkAja nya tidak kurang dari Rp 13.000 (biaya jarak terjauh).

Pelanggan hanya perlu melakukan scan kode tiket pengguna yang muncul ketika menggoyangkan HP (dalam kondisi aplikasi LinkAja terbuka) di Stasiun keberangkatan dan kembali melakukan hal yang sama di Stasiun kedatangan. Saldo LinkAja akan terpotong sesuai dengan jarak tempuh yang dilalui pengguna, dan sisa biaya perjalanan tersebut akan kembali ke saldo yang bersangkutan.

Layanan transaksi dengan LinkAja ini diujicobakan di Stasiun Juanda secara langsung oleh Menteri BUMN Rini Soemarno, bersama dengan Direktur Utama Kereta Api Indonesia (Persero) Edi Sukmoro, Dirut KCI Wiwik Widayanti, dan Direktur Utama LinkAja Danu Wicaksana.

Dalam kesempatan ini Direktur Utama KAI Edi Sukmoro mengatakan, “Hadirnya pembayaran dengan LinkAja ini bertujuan untuk semakin mempermudah pengguna KRL. Sinergi BUMN melalui LinkAja ini penting untuk memajukan bangsa, dimana sesama BUMN saling bersatu untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.”

Direktur Utama PT Kereta Commuter Indonesia, Wiwik Widayanti menuturkan, opsi pembayaran dengan LinkAja merupakan bentuk peningkatan layanan kami dalam memenuhi kebutuhan para pengguna KRL yang semakin banyak bertransaksi non tunai.

“Dengan hadirnya LinkAja, pengguna KRL tentu memiliki semakin banyak pilihan. Ini juga merupakan inovasi teknologi terkini dari sistem tiket elektronik KRL Commuter Line, setelah dapat menerima Kartu Multi Trip (KMT), kini sistem e-ticketing kami juga dapat diakses dengan scan tiket pengguna langsung dari aplikasi LinkAja.

Danu Wicaksana, selaku Direktur Utama LinkAja mengatakan, penggunaan LinkAja di moda transportasi publik merupakan inovasi terbaru kami dalam memberikan pelayanan terbaik kepada para pengguna setia.

“Hari ini kami senang sekali karena berhasil melakukan penggunaan uji coba di KRL Commuter Line dengan lancar. Secara paralel kami akan terus berkonsultasi dengan Bank Indonesia selaku regulator, untuk memastikan solusi inovatif ini dapat segera digunakan oleh masyarakat luas, tentunya dalam koridor peraturan yang berlaku.” (Icha)

 

Paket Freedom Internet Menjawab Keluh Kesah Pelanggan IM3 Ooredoo

0

Telko.id – Berbagai cara dilakukan oleh Indosat untuk mempertahankan para pelanggannya, maupun untuk menambah pelanggan baru. Setelah jaringan ‘dibenahi’, kini produk nya yang diotak-atik supaya bisa memenuhi kebutuhan pelangganya. Namanya, Paket Freedom Internet.

Menurut Ritesh Kumar Singh, Chief Marketing Officer Indosat Ooredoo, Paket Freedom Internet ini merupakan jawaban dari keluh kesah pelanggan Indosat selama ini, maupun pelanggan operator lain juga. Ritesh menjabarkan bahwa seringkali kuota internet yang dimiliki pelanggan habis ditengah keasyikannya berinternet. Langsung, pulsa pun akan tersedot untuk berinternet dan setelah itu habis dan tidak bisa berselancar lagi di dunia maya.

Kedua, kuota habis ketika berinternetan, dan tersisa kuota wilayah, sehingga tidak bisa digunakan ketika sedang tidak berada di wilayah nya sendiri. Misalnya, kuota berlaku untuk di Jakarta, tapi lagi liburan dan kuota habis, maka, kuota yang ada tidak dapat digunakan.

Selain itu, yang menjadi keluhan adalah adanya kuota yang hanya bisa digunakan untuk malam hari saja. Nah, dengan adanya Paket Freedom Internet dari IM3 Oordedoo ini, tidak perlu lagi khawatiran.

Dengan peluncuran paket ini, IM3 Ooredoo menjawab semua keluh kesah pelanggan yang menginginkan paket internet simple tanpa batasan kuota malam & lokal, serta kekhawatiran akan pulsa yang cepat habis karena terpotong. Lebih dari itu, kuota internet yang didapatkan tidak akan terbagi-bagi.

Paket Freedom Internet menjawab kebutuhan pelanggan yang ingin tetap online sepanjang hari tanpa harus khawatir paket mereka akan cepat habis karena banyaknya batasan dalam paket. Paket ini dibuat dengan memahami paket internet seperti apa yang diinginkan oleh pelanggan sehingga mereka dapat internetan terus tanpa khawatir.

“Dengan Freedom Internet, pelanggan dapat tetap online 24 jam penuh tanpa harus khawatir ada batasan internet seperti kuota malam, pembagian kuota rumit yang banyak ditawarkan oleh para kompetitor saat ini, hingga bebas dari risiko pulsa yang hilang dengan PULSA SAFE,” ungkap Ritesh menegaskan.

Jadi, para pecinta internet bisa menikmati paket simple dengan 100% kuota utama mulai dari Rp15.000 untuk kuota 2GB dengan masa aktif 15 hari dan paket bulanan mulai dari Rp25.000 dengan kuota 3GB, Rp50.000 untuk kuota 10GB, Rp75.000 untuk 18GB hingga Rp100.000 untuk kuota 25GB.

Selain itu paket Freedom Internet juga dilengkapi dengan keuntungan Pulsa Safe tanpa biaya tambahan, pelanggan bisa terus internetan seru tanpa khawatir pulsa terpotong karena kelebihan pemakaian. (Icha)