spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 981

IM3 Ooredoo dan Snap, Berikan Keseruan Saat Mengekspresikan Diri

0

Telko.id – Snapchat memang belum terlalu banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia. Tapi dengan hadirnya kerjasama anatar IM3 Ooredoo dan Snap, menjadikan hari-hari akan bertambah seru.

Para snapshatters dan yang juga pelanggan IM3 Ooredoo dapat memanfaatkan aplikasi snap chat dengan bebas, lalu berbagi momen seru serta bersenang-senang dalam membuat konten tanpa khawatir paket internet prabayar mereka akan cepat habis.

“Kami memahami bahwa pelanggan IM3 Ooredoo sangat suka chatting dengan teman, mengabadikan serta berbagi foto dan video. Untuk itu kami sangat senang bisa menjadi operator telekomunikasi pertama yang meluncurkan paket internet khusus untuk Snapchat di Indonesia dan kami pikir pelanggan kami, terutama Millennials dan Gen Z akan menyukai paket data ini,” ungkap Ritesh Kumar Singh, Chief Marketing Officer Indosat Ooredoo saat mengumumkan kerjasama ini (04/12).

Lebih dari itu mereka juga akan dapat lebih bebas menampilkan bakat dan kreativitas mereka dalam 10 Second Creative Challenge dan berbagi dengan Snapchatters lainnya.

Nana Murugesan, Managing Director, International Markets, Snap Inc. mengatakan, “Kami percaya bahwa sebuah gambar bisa menceritakan seribu kata sehingga kami senang bahwa kerja sama kami dengan IM3 Ooredoo membuat Snapchatters bebas menampilkan kreativitas mereka dan bersenang-senang tanpa mengkhawatirkan kuota internet mereka.

Lebih dari 70% pengguna aktif harian Snapchat bermain dengan lensa Augmented Reality setiap hari dan kami yakin bahwa lensa yang kami luncurkan bersama Indosat Ooredoo ini akan menjadi populer.”

Untuk merayakan kerja sama ini, IM3 Ooredoo juga akan mengadakan kompetisi 10 Second Creative Challenge *. Siapapun yang tertarik untuk mengikuti tantangan ini hanya perlu merekam video berdurasi 10 detik yang menampilkan bakat kreativitas mereka dengan menggunakan lensa IM3 Ooredoo di Snapchat.

Setelah selesai, peserta harus mencantumkan username Snapchat atau Snapcode mereka ke dalam caption video dan meng-upload nya ke Our Story  di Snapchat (fitur Our Story pada Snapchat bisa dilihat oleh publik). Pemenang akan dipilih setiap minggu nya, dan mendapat kesempatan untuk memenangkan hadiah utama Samsung Galaxy Note 10 dan Samsung A50s. Pemenang akan dinotifikasi melalui akun Snapchat mereka.

Untuk mendapatkan keseruan ini, pelanggan IM3 Ooredoo akan mendapatkan Gratis kuota 5GB untuk akses Snapchat juga semakin melengkapi portofolio paket internet khusus untuk Snapchat dari IM3 Ooredoo.

Mulai tanggal 4 Desember 2019, pelanggan IM3 Ooredoo bisa mendapatkan bonus kuota 5GB yang akan tersedia hingga 15 Desember 2019. Dari tanggal 16 Desember 2019 dan seterusnya, IM3 Ooredoo akan memperkenalkan paket internet khusus untuk Snapchat lainnya yang tidak kalah menarik. Pelanggan yang ingin mendapatkan bonus kuota 5GB bisa mengakses aplikasi myIM3 atau website IM3 Ooredoo untuk informasi lebih lanjut.

Kini Pelanggan IM3 Ooredoo Dapat Bebas Mengekspresikan Diri Dan Berbagi Momen Seru dengan Paket Internet Khusus Untuk Snapchat (Icha)

Cegah Smartphone Ilegal, Kominfo Sosialisasikan Aturan IMEI Di Batam

0

Telko.id – Batam, adalah salah satu kota pelabuhan yang strategis menjadi pintu masuk barang dari luar negeri. Hal itu yang membuat Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk mensosialisasikan Peraturan Menteri Kominfo No. 11 Tahun 2019 tentang Pengendalian Alat dan/atau Perangkat Telekomunikasi yang Tersambung ke Jaringan Bergerak Seluler Melalui Identifikasi International Mobile Equipment Identity (IMEI) menyambangi kota ini.

Digelar pada Selasa (03/12/2019) di Harbour Bay, Batam, Sosialisasi Hukum Bidang SDPPI ini didukung oleh Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan.

Peserta sosialisasi berasal dari pelaku industri telekomunikasi mulai dari pemegang merk, vendor alat dan perangkat telekomunikasi seperti Samsung dan Huawei; distributor, operator telekomunikasi, Radio Republik Indonesia, serta Dinas Komunikasi dan Informasi dan Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian dan Kehutanan Kota Batam.

Direktur Standardisasi Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Kominfo, Mochamad Hadiyana, yang mewakili Direktur Jenderal SDPPI menjelaskan bahwa produk ilegal saat ini sudah menjadi perhatian khusus berbagai negara di dunia karena jumlahnya yang terus meningkat dan sangat merugikan pemerintah, produsen, hingga pengguna.

“Dari pemerintah, keadaan ini sudah tentu menyebabkan hilangnya potensi pajak dan juga lapangan kerja. Dari sisi konsumen, produk ilegal yang dibuat menggunakan part di bawah standar berbahaya bagi kesehatan dan keselamatan. Kualitasnya juga tidak baik, konsumen akan kesulitan akses ke jaringan telekomunikasi atau kita kenal dengan block call. Dari sisi operator, menurunkan kualitas pelayanan (Quality of Service). Produsen pun akan kehilangan haknya, perangkat ilegal, hak memperoleh persaingan yang sehat juga menjadi hilang,” jelas Hadiyana.

Penerapan regulasi IMEI ini merupakan salah satu bentuk upaya negara memerangi perangkat telekomunikasi ilegal telah dilakukan negara, selain upaya konvensional yang selama ini telah dilakukan pemerintah berupa pencegahan di post border oleh Bea & Cukai.

“Negara sudah melakukan upaya memerangi perangkat telekomunikasi ilegal. Selain upaya konvensional pencegahan di border, negara di dunia saat ini juga menggunakan teknologi untuk mengurangi peredaran ponsel ilegal dengan cara menjaring telepon menggunakan layanan telekomunikasi, dengan menjaring mengidentifikasi IMEI,” jelas Hadiyana.

Sosialisasi Hukum Bidang SDPPI terkait Permenkominfo No. 11 Tahun 2019 ini turut diisi dengan paparan materi dari perwakilan dari Kementerian Perindustrian tentang Sistem Informasi Basis Data IMEI Nasional (SIBINA), paparan Direktur Pengawasan Barang Beredar dan Jasa Kementerian Perdagangan tentang Penerapan Kebijakan IMEI di Bidang Pengawasan Perangkat Telekomunikasi, dan paparan dari Direktorat Teknis Kepabeanan Ditjen Bea dan Cukai Kementerian Keuangan yang membahas Pengendalian IMEI, termasuk jenis-jenis perangkat yang dikendalikan dan mekanisme impor barang.

Sosialisasi ini merupakan tahap pra-implementasi sebelum diberlakukannya regulasi IMEI di 18 April 2020 mendatang. Diharapkan proses-proses sosialisasi ini dapat mempermudah dan memberikan pemahaman yang lebih baik ke masyarakat.

“Dengan sosialisasi ini diharapkan masyarakat umum, termasuk industri manufaktur, pemegang merk, hingga operator seluler, paham tujuan dan maksud pengendalian ponsel dengan identifikasi IMEI. Kami harap partisipasi sosialisasi dari produsen, kerja sama dengan distributornya. Pemahaman yang komprehensif instansi daerah pusat terhadap pengendalian juga dibutuhkan. Kami harap dukungan Bapak Ibu untuk menyebarkan informasi ini kepada masyarakat,” jelas Hadiyana.

Tak hanya sosialisasi dalam bentuk paparan dan diskusi, Direktorat Jenderal SDPPI Kementerian Kominfo juga secara aktif melakukan sosialisasi via wawancara dengan radio dan stasiun TV lokal. Pada Senin sore (02/12/2019) telah digelar wawancara oleh Batam FM dengan Kepala Seksi Standar Kualitas Layanan, Dimas Yanuarsyah. Sementara sore ini (03/12/2019), Kasubdit Kualitas Layanan dan Harmonisasi Standar Perangkat, Nur Akbar Said juga akan hadir di Batam TV untuk mensosialisasikan penerapan regulasi IMEI ini.

Sebelumnya pada Rabu (26/11/2019) lalu, Kementerian Kominfo turut terlibat dalam sosialisasi penerapan regulasi tata kelola International Mobile Equipment Identity (IMEI) di Pusat Perbelanjaan ITC Roxy Jakarta, yang diinisiasi oleh Kementerian Perdagangan. Sosialisasi diikuti sekitar 100 peserta dari distributor dan pengecer perangkat telekomunikasi.

Tentang Regulasi IMEI

Regulasi terkait pengendalian perangkat telekomunikasi HKT (handphone, komputer genggam dan komputer tablet) dengan menggunakan IMEI ini mulai berlaku efektif pada 18 April 2020 mendatang. Peraturan ini bertujuan untuk melindungi kepentingan masyarakat dalam memperoleh perangkat telekomunikasi berkualitas, melindungi operator seluler dari tersambungnya perangkat telekomunikasi tidak berkualitas yang dapat mengurangi kualitas pelayanan, serta mengurangi tingkat kejahatan pencurian perangkat telekomunikasi HKT.

Dalam kesempatan berbeda, Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Ismail menjelaskan bahwa pemerintah menyiapkan pengaturan pengendalian IMEI ini agar masyarakat mendapat manfaat terkait kepastian perlindungan konsumen.

“Mengapa program pengendalian IMEI ini kita jalankan? Untuk menekan peredaran ponsel ilegal, sehingga ada benefit yang nanti didapatkan masyarakat terkait perlindungan konsumen dari kehilangan atau pencurian dan sebagainya. Pengaturan Pengendalian IMEI ini akan berlaku enam bulan setelah penandatanganan tiga menteri (Menkominfo, Menperin, dan Mendag) pada 18 Oktober 2019. Artinya, peraturan ini akan berlaku per 18 April 2020,” ungkap Dirjen Ismail.

Regulasi pengendalian IMEI perangkat telekomunikasi bukanlah hal baru di industri telekomunikasi, sudah banyak negara yang mengaplikasi regulasi ini diantaranya Turki (2006), Mesir (2010), Amerika Serikat (2012), Kenya (2012), Malaysia (2014), Pakistan (2018) dan lainnya. Dengan berbagai alasan mulai dari mencegah/mengurangi perdagangan ponsel curian, mencegah hilangnya potensi pajak, mengurangi kehilangan pendapatan akibat penjualan ponsel ilegal, juga untuk mencegah kompetisi yang tidak sehat.

IMEI dan Cara Mengeceknya

International Mobile Equipment Identity atau biasa disingkat IMEI adalah nomor identitas internasional yang terdiri dari 15 (lima belas) digit nomor, dihasilkan dari 8 (delapan) digit Type Allocation Code yang dialokasikan oleh Global System for Mobile Association (GSMA) untuk mengidentifikasi secara unik Alat dan/atau Perangkat Telekomunikasi yang tersambung ke jaringan bergerak seluler.

IMEI ini bersifat unik dan berbeda-beda dan selalu menempel pada perangkat telekomunikasi. Bagi operator telekomunikasi, IMEI biasanya digunakan untuk mengidentifikasi setiap ponsel yang mengakses jaringannnya.

IMEI dapat dipastikan legal apabila memiliki beberapa persyaratan yaitu memiliki kartu garansi dari pembuat perangkat dan memiliki buku manual berbahasa Indonesia; terdaftar di TPP (tanda pendaftaran produk) impor/produksi yang bisa di cek melalui https://imei.kemenperin.go.id; dan memiliki sertifikat SDPPI.

Untuk mengecek IMEI pada perangkat HKT terdaftar atau tidak, masyarakat bisa melihat deretan angka pada stiker yang tertera pada kardus boks kemasan perangkat HKT, atau dengan menekan tombol *#06# pada handphone. Kemudian memasukan nomor IMEI tersebut ke laman yang disediakan Kementerian Perindustrian yaitu https://imei.kemenperin.go.id untuk proses pengecekan. Jika terdaftar, di situs akan muncul tampilan “IMEI terdaftar di dalam database Kemenperin”, namun jika tidak terdaftar maka akan muncul di tampilan bahwa IMEI tidak terdaftar di database Kemenperin.

Jika IMEI anda terdaftar saat melakukan pengecekan, maka perangkat tersebut dapat digunakan dengan normal, Jika tidak terdaftar dan telah aktif (menggunakan kartu SIM) sebelum tanggal 18 April 2020, maka perangkat tersebut tetap dapat digunakan dengan normal. Namun setelah tanggal 18 April 2020, bagi perangkat dengan “IMEI tidak terdaftar”, maka perangkat tersebut tidak mendapatkan layanan jaringan telekomunikasi seluler. (Icha)

 

 

Platform OTT Berdasarkan PP 71 Kini Wajib Daftar Ke Pemerintah

0

Telko.id – Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik (PP 71/2019) baru saja menggantikan Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik (PP 82/2012). Salah satu yang diatur adalah para platform OTT seperti Instagram, Facebook, Google, dan Whatsapp dan lainnya yang wajib daftar ke pemerintah Indonesia. Kenapa?

Dalam PP 71/2019, terdapat kriteria dan batasan antara Penyelenggara Sistem Elektronik Lingkup Publik dan Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) Lingkup Privat, Pendekatan pengaturan penempatan data dan sistem elektronik Penyelenggara Sistem Elektronik. Hal ini memberikan kejelasan bahwa PSE layanan publik wajib melakukan pendaftaran pada pemerintah.

Sebelumnya, dalam Pasal 5 PP 82/2012 mengatur bahwa PSE untuk pelayanan publik wajib melakukan pendaftaran, sedangkan untuk PSE untuk nonpelayanan publik dapat melakukan pendaftaran sehingga tidak menjadi keharusan.

Itu sebabnya, banyak PSE yang mengklaim bahwa Sistem Elektronik yang diselenggarakannya bukan dalam rangka Pelayanan Publik sebagaimana dimakud dalam PP 82/2012 khususnya PSE yang berbasis di luar negeri yang memberikan layanan dan target pelanggan di Indonesia. Seperti Instagram, Facebook, Google, dan Whatsapp, yang enggan disebut sebagai “PSE untuk pelayanan publik” dan belum mendaftar sebagai PSE Pelayanan Publik.

Terlebih lagi pelanggaran atas kewajiban pendaftaran tersebut tidak dapat dikenakan sanksi administratif oleh pemerintah sehingga tidak ada kepastian pendaftaran.

Sekarang, dengan hadirnya PP 71/2019 menjadi jawaban atas keragu-raguan dan ketidakpastian kriteria PSE yang wajib daftar dalam PP 82/2012. “PP 71/2019 ini memberikan kriteria PSE yang lebih terukur dan lebih pasti yang wajib melakukan pendaftaran, yaitu PSE Lingkup Publik dan PSE Lingkup Privat sesuai dengan kriteria yang ditetapkan sendiri dalam PP 71/2019”, ungkap Semuel Abrijani Pangerapan, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Ditjen Aptika) Kominfo, menjelaskan pada diskusi terbatas (02/12/2019) di Jakarta.

Semuel menambahkan, dengan hadirnya PP71/2019 ini maka platform OTT seperti Instagram, Facebook, Google, dan Whatsapp dan lainnya harus melakukan self control terhadap konten yang beredar dalam palform nya. Terutama untuk konten negatif.

Jadi dengan adanya PP 71 ini, pemerintah tidak perlu lagi melakukan pemanggilan pada PSTE yang paltformnya terdapat konten negatif. Para PSE sudah melakukan pemblokiran sendiri tanpa harus ada permintaan dari PSE.

PP 71/2019 ini telah diundangkan dan sudah mulai berlaku pada 10 Oktober 2019 dengan masa transisi setahun bagi semua PSE publik dan privat untuk memenuhi kewajiban mendaftar.

Sebagai informasi, kriteria pelayanan publik yang dimaksud masih mengacu pada kriteria pelayanan publik yang diatur dalam UU No 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik dan aturan pelaksanaanya yakni PP No 96 Tahun 2012 tentang pelaksanaan atas UU Pelayanan Publik. Mulai dari lembaga negara, BUMN, BUMD, lembaga independen yang dibentuk berdasarkan undang-undang, atau badan hukum lain yang menyelenggarakan layanan publik dalam rangka misi negara.

Kemudian berdasarkan PM (peraturan menteri) Kominfo No 36/2014 yang termasuk PSE berupa korporasi atau badan hukum yang wajib daftar dibatasi adalah mereka yang memiliki portal, situs, aplikasi online lewat internet untuk pembayaran atau perdagangan jasa, sistem elektronik yang digunakan untuk memroses informasi elektronik yang menggunakan dana. Juga yang berkait dengan data pelanggan dalam transaksi keuangan dan perdagangan, pengiriman materi digital berbayar lewat jaringan data dengan cara unduh lewat portal, situs, email atau aplikasi lain.**

 

Kumpulkan Para Startup, Telkomsel Gelar The NextDev Summit 2019

0

Telko.id – Jumlah startup di Indonesia, kian hari kian bertambah jumlahnya. Bukan hanya datang dari kota besar, tetapi datang juga dari pelosok negeri. Itu sebabnya, Telkomsel akan menggelar The NextDev Summit 2019.  Sebuah konferensi teknologi yang fokus dalam menghasilkan dampak sosial positif untuk memberikan inspirasi dan melahirkan ide-ide baru bagi kemajuan bangsa Indonesia.

The NextDev Summit 2019 ini juga akan menghubungkan para pemangku kepentingan dari berbagai latar belakang dan memfasilitasi kolaborasi antar berbagai pihak, demi mengakselerasikan ekonomi digital di Indonesia secara keseluruhan dan berkelanjutan. Dengan tema “Spark the Change”, The NextDev Summit 2019bermaksudmengakselerasi semangatuntuk memberikan perubahan yang berarti melalui kolaborasi dari para pemain-pemain kunci di berbagai bidang.

“Sebuah startup akan maju kalau melakukan kolaborasi. The NextDev Summit 2019 jadi ajang pertemuan para startup, bahkan dengan para investor untuk penjajakan kerjasama. Sekaligus juga belajar,” ujar Tubagus Husniyullah, GM Corporate Social Responsibility Telkomsel.

The NextDev Summit 2019 ini yang akan diselenggarkan pada 7 Desember 2019 di Assembly Hall – Jakarta Convention Center ini akan melibatkan 5.000 partisipan yang merupakan para milenial dengan antusiasme tinggi terhadap startupdigital serta dampak sosial positif. Terdapat Lebih dari 105 pembicara yang merupakan para ahli dari industri teknologi dengan pengalaman mendalam.

Selain itu juga ada 50 sesi tatap muka yang terdiri dari workshop, diskusi panel, diskusi santai, dan sejumlah presentasi serta 50 startupdengan kiprah paling menarik di Indonesia dalam menghadirkan dampak sosial positif bagi masyarakat.

Tidak hanya memberikan berbagai sesi oleh para ahli dan startupteknologi, The NextDev Summit 2019 juga menghadirkan menghadirkan “The NextDev Experiences” yang menggabungkan berbagai pengalaman teknologi menjadi sebuah konferensi dengan ekosistem digital terpadu yang membuka banyak peluang bagi para tech-savvyuntuk berperan aktif dalam melahirkan ide-ide baru bagi kemajuan bangsa Indonesia.

Dalam The NextDev Experiences akan ada TechnologyConference, lalu ada  Social Impact Startup Showcase, di mana ada 15 perusahaan rintisan lulusan The NextDev pilihan yang turut berpartisipasi. Seperti Habibi Garden, Vestifarm, Marlin Booking, Gandeng Tangan, Cakap, Bizhare, Botika, Lindungi Hutan, Ceklab, Garda Pangan, MOI, Teman Bisnis, Assist Indonesia dan Juru.

Akan juga ada Master Classes  yang menghadirkan lebih dari 25 sesi kelas yang menghadirkan lebih dari 100 narasumber terkemuka dan kompeten di bidangnya masing-masing. Kemudian ada The NextDev Inauguration.

Yang menarik, akan ada Investor Meetup and Sharing. Di mana Telkomsel pun turut memberikan kesempatan kepada startup-startup untuk mengikuti sesi bersama para penanam modal terkemuka. Beberapa firma investasi yang berpartisipasi pada The NextDev Summit 2019 di antaranya adalah Grab Ventures, Telkomsel Mitra Inovasi, Angin, Emtek, GDP Ventures, East Ventures, Metra Digital Inovasi, Fenox, Alpha JWC Ventures, dan Mountain Kejora. (Icha)

Huawei P smart Pro 2019 Resmi Hadir Mengusung Camera Pop-Up

0

Telko.id – Huawei P smart Pro 2019 kali pertama diperkenalkan pada 2019, December. Perangkat bermesin Hisilicon Kirin 710F ini hadir dengan sistem operasi Android 9.0 (Pie); EMUI 9.1 dan dibekali dengan RAM berkapasitas 6 GB.

Sampai berita ini diturunkan, Huawei memang belum secara resmi merilis harga Huawei P smart Pro 2019. Tapi jika melihat dari spesifikasi yang ditawarkan, perangkat ini diperkirakan akan dibandrol dengan harga yang kurang lebih sama dengan seri sebelumnya (Huawei Y92).

(Baca Juga : Harga dan Spesifikasi Huawei Terbaru)

Perangkat cerdas ini hadir dengan beberapa pilihan warna (Midnight Black, Breathing Crystal) dan memiliki body berdimensi 163.1 x 77.2 x 8.8 mm (6.42 x 3.04 x 0.35 in) dengan berat 206 g (7.27 oz). Desainnya dibangun dari komponen Glass front, glass back, aluminum frame, dengan slot SIM card yang diletakkan pada sisi body, support Hybrid Dual SIM (Nano-SIM, dual stand-by).

Kamera Huawei P smart Pro 2019

Sejak kemunculan media sosial dan platform berbagi lainnya, kamera jadi salah satu fitur penting dari sebuah perangkat cerdas. Tak terkecuali perangkat yang satu ini. Ya, berikut adalah sensor kamera utama yang dibenamkan ke dalam body belakang Huawei P smart Pro 2019 :

  • 48 MP, f/1.8, (wide), 1/2.0″, 0.8µm, PDAF
    8 MP, f/2.4, 13mm (ultrawide)
    2 MP, f/2.4, (depth).

Sensor kamera tersebut tidak hanya bisa digunakan untuk menghasilkan foto dengan resolusi maksimal 48 MP tapi juga untuk merekam video dengan resolusi maksimal 1080p. Lalu bagaimana dengan kamera depannya?

Well, untuk kamera depan, perangkat ini mengandalkan sensor Motorized pop-up 16 MP, f/2.2 yang tidak hanya penting untuk selfie, tapi juga bisa diandalkan saat melakukan video call ataupun video conference. Kamera tersebut dilengkapi dengan fitur HDR dan bisa digunakan untuk merekam video dengan resolusi maksimal 1080p@60fps.

Spesifikasi Huawei P smart Pro 2019

Pada sektor performa, perangkat ini mengandalkan chipset Hisilicon Kirin 710F yang ditopang Central Processing Unit atau CPU Octa-core (4×2.2 GHz Cortex-A73 & 4×1.7 GHz Cortex-A53) dan prosesor grafis / GPU Mali-G51 MP4. Komponen pemrosesan tersebut didukung dengan RAM berkapasitas 6 GB. Lengkap dengan opsi penyimpanan internal / ROM berkapasitas 128GB storage, microSDXC dan baterai berjenis Li-Po dengan kapasitas 4000 mAh.

Beralih ke bagian multimedia, ada layar berukuran 6.59″ Inch dengan jenis LTPS IPS LCD capacitive touchscreen, 16M colors. Resolusi layarnya 1080×2340 pixels. Layar tersebut jadi viewfinder yang cukup nyaman untuk menampilkan beragam fungsi yang dibawanya. Termasuk untuk menonton video dan bermain game tentunya.

Baca Juga : LayarKaca21 dan 7 Situs Nonton Film Gratis Pengganti Indoxxi

Dan layaknya sebuah perangkat cerdas, Huawei P smart Pro 2019 sudah dibekali konektifitas yang terbilang lengkap. Untuk konektifitas jaringan seluler misalnya. Perangkat ini support teknologi GSM / HSPA / LTE yang bisa digunakan untuk melakukan komunikasi data dengan kecepatan maksimal HSPA 42.2/5.76 Mbps, LTE-A.

Selain itu ada juga konektifitas USB 2.0, Type-C 1.0 reversible connector, GPS(Yes, with A-GPS, GLONASS, BDS), Wi-Fi 802.11 b/g/n, Wi-Fi Direct, hotspot, dan bluetooth (4.2, A2DP, LE). Tak ketinggalan fitur lainnya seperti Fingerprint (side-mounted), accelerometer, gyro, proximity, compass, .

Untuk lebih lengkapnya, berikut adalah spesifikasi Huawei P smart Pro 2019 :

NETWORK
Technology GSM / HSPA / LTE
2G bands GSM 850 / 900 / 1800 / 1900 – SIM 1 & SIM 2
3G bands HSDPA 850 / 900 / 1900 / 2100
4G bands LTE band 1(2100), 3(1800), 5(850), 7(2600), 8(900), 20(800)
Speed HSPA 42.2/5.76 Mbps, LTE-A
LAUNCH
Announced 2019, December
Status Available. Released 2019, December
BODY
Dimensions 163.1 x 77.2 x 8.8 mm (6.42 x 3.04 x 0.35 in)
Weight 206 g (7.27 oz)
Build Glass front, glass back, aluminum frame
SIM Hybrid Dual SIM (Nano-SIM, dual stand-by)
Colors Midnight Black, Breathing Crystal
DISPLAY
Type LTPS IPS LCD capacitive touchscreen, 16M colors
Size 6.59 inches, 106.6 cm2 (~84.7% screen-to-body ratio)
Resolution 1080 x 2340 pixels, 19.5:9 ratio (~391 ppi density)
Protection
PLATFORM
OS Android 9.0 (Pie); EMUI 9.1
Chipset Hisilicon Kirin 710F (12 nm)
CPU Octa-core (4×2.2 GHz Cortex-A73 & 4×1.7 GHz Cortex-A53)
GPU Mali-G51 MP4
MEMORY
Card slot microSDXC (uses shared SIM slot)
RAM 6 GB
Internal 128GB 6GB RAM
MAIN CAMERA
Sensors 48 MP, f/1.8, (wide), 1/2.0″, 0.8µm, PDAF
8 MP, f/2.4, 13mm (ultrawide)
2 MP, f/2.4, (depth)
Features LED flash, HDR, panorama
Video 1080p@30fps
SELFIE CAMERA
Sensors Motorized pop-up 16 MP, f/2.2
Features HDR
Video 1080p@60fps
SOUND
SOUND
CONNECTIVITY
WLAN Wi-Fi 802.11 b/g/n, Wi-Fi Direct, hotspot
Bluetooth 4.2, A2DP, LE
GPS Yes, with A-GPS, GLONASS, BDS
NFC
Radio FM radio
USB 2.0, Type-C 1.0 reversible connector
FEATURES
Sensors Fingerprint (side-mounted), accelerometer, gyro, proximity, compass
Other
BATTERY
Type Li-Po
Size 4000 mAh
Non-removable Li-Po 4000 mAh battery
TESTS
Performance
Battery life

Huawei nova 6 5G Resmi Dirilis Mengusung Dual Selfie Camera!

0

Telko.id – Huawei nova 6 5G kali pertama diperkenalkan pada 2019, December. Perangkat bermesin HiSilicon Kirin 990 ini hadir dengan sistem operasi Android 10.0; EMUI 10 dan dibekali dengan RAM berkapasitas 8 GB.

Sampai berita ini diturunkan, Huawei memang belum secara resmi merilis harga Huawei nova 6 5G. Tapi jika melihat dari spesifikasi yang ditawarkan, perangkat ini diperkirakan akan dibandrol dengan harga yang kurang lebih sama dengan seri sebelumnya (Huawei nova 5T).

(Baca Juga : Harga dan Spesifikasi Huawei Terbaru)

Perangkat cerdas ini hadir dengan beberapa pilihan warna (Black, Blue, Red, Provence) dan memiliki body berdimensi 162.7 x 75.8 x 9 mm (6.41 x 2.98 x 0.35 in) dengan berat 212 g (7.48 oz). Desainnya dibangun dari komponen Glass front, glass back, aluminum frame, dengan slot SIM card yang diletakkan pada sisi body, support Dual SIM (Nano-SIM, dual stand-by).

Kamera Huawei nova 6 5G

Sejak kemunculan media sosial dan platform berbagi lainnya, kamera jadi salah satu fitur penting dari sebuah perangkat cerdas. Tak terkecuali perangkat yang satu ini. Ya, berikut adalah sensor kamera utama yang dibenamkan ke dalam body belakang Huawei nova 6 5G :

  • 40 MP, f/1.8, 27mm (wide), 1/1.7″, PDAF, Laser AF
    8 MP, f/2.4, 80mm (telephoto), 1/4.0″, PDAF, Laser AF, OIS, 3x optical zoom
    8 MP, f/2.4, 16mm (ultrawide), no AF.

Sensor kamera tersebut tidak hanya bisa digunakan untuk menghasilkan foto dengan resolusi maksimal 40 MP tapi juga untuk merekam video dengan resolusi maksimal 2160p. Lalu bagaimana dengan kamera depannya?

Well, untuk kamera depan, perangkat ini mengandalkan sensor 32 MP, f/2.0, 26mm (wide), 1/2.8″, 0.8µm, PDAF
8 MP, f/2.2, 17mm (ultrawide) yang tidak hanya penting untuk selfie, tapi juga bisa diandalkan saat melakukan video call ataupun video conference. Kamera tersebut dilengkapi dengan fitur HDR dan bisa digunakan untuk merekam video dengan resolusi maksimal 2160p@30fps.

Spesifikasi Huawei nova 6 5G

Pada sektor performa, perangkat ini mengandalkan chipset HiSilicon Kirin 990 yang ditopang Central Processing Unit atau CPU Octa-core (2×2.86 GHz Cortex-A76 & 2×2.09 GHz Cortex-A76 & 4×1.86 GHz Cortex-A55) dan prosesor grafis / GPU Mali-G76 MP16. Komponen pemrosesan tersebut didukung dengan RAM berkapasitas 8 GB. Lengkap dengan opsi penyimpanan internal / ROM berkapasitas 128GB/256GB storage, no card slot dan baterai berjenis Li-Po dengan kapasitas 4200 mAh.

Beralih ke bagian multimedia, ada layar berukuran 6.57″ Inch dengan jenis LTPS IPS LCD capacitive touchscreen, 16M colors. Resolusi layarnya 1080×2400 pixels. Layar tersebut jadi viewfinder yang cukup nyaman untuk menampilkan beragam fungsi yang dibawanya. Termasuk untuk menonton video dan bermain game tentunya.

Baca Juga : LayarKaca21 dan 7 Situs Nonton Film Gratis Pengganti Indoxxi

Dan layaknya sebuah perangkat cerdas, Huawei nova 6 5G sudah dibekali konektifitas yang terbilang lengkap. Untuk konektifitas jaringan seluler misalnya. Perangkat ini support teknologi GSM / HSPA / LTE / 5G yang bisa digunakan untuk melakukan komunikasi data dengan kecepatan maksimal HSPA 42.2/5.76 Mbps, LTE-A, 5G (2+ Gbps DL).

Selain itu ada juga konektifitas USB 2.0, Type-C 1.0 reversible connector, USB On-The-Go, GPS(Yes, with dual-band A-GPS, GLONASS, BDS, GALILEO, QZSS), Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac, dual-band, Wi-Fi Direct, hotspot, dan bluetooth (5.1, A2DP, LE). Tak ketinggalan fitur lainnya seperti Fingerprint (side-mounted), accelerometer, gyro, proximity, compass, .

Untuk lebih lengkapnya, berikut adalah spesifikasi Huawei nova 6 5G :

NETWORK
Technology GSM / HSPA / LTE / 5G
2G bands GSM 850 / 900 / 1800 / 1900 – SIM 1 & SIM 2
3G bands HSDPA 800 / 850 / 900 / 1700(AWS) / 1900 / 2100
4G bands LTE band 1(2100), 2(1900), 3(1800), 4(1700/2100), 5(850), 7(2600), 8(900), 12(700), 17(700), 18(800), 19(800), 26(850), 34(2000), 38(2600), 39(1900), 40(2300), 41(2500)
Speed HSPA 42.2/5.76 Mbps, LTE-A, 5G (2+ Gbps DL)
LAUNCH
Announced 2019, December
Status Available. Released 2019, December
BODY
Dimensions 162.7 x 75.8 x 9 mm (6.41 x 2.98 x 0.35 in)
Weight 212 g (7.48 oz)
Build Glass front, glass back, aluminum frame
SIM Dual SIM (Nano-SIM, dual stand-by)
Colors Black, Blue, Red, Provence
DISPLAY
Type LTPS IPS LCD capacitive touchscreen, 16M colors
Size 6.57 inches, 104.2 cm2 (~84.5% screen-to-body ratio)
Resolution 1080 x 2400 pixels, 20:9 ratio (~401 ppi density)
Protection
PLATFORM
OS Android 10.0; EMUI 10
Chipset HiSilicon Kirin 990 (7 nm)
CPU Octa-core (2×2.86 GHz Cortex-A76 & 2×2.09 GHz Cortex-A76 & 4×1.86 GHz Cortex-A55)
GPU Mali-G76 MP16
MEMORY
Card slot No
RAM 8 GB
Internal 128GB 8GB RAM, 256GB 8GB RAM
MAIN CAMERA
Sensors 40 MP, f/1.8, 27mm (wide), 1/1.7″, PDAF, Laser AF
8 MP, f/2.4, 80mm (telephoto), 1/4.0″, PDAF, Laser AF, OIS, 3x optical zoom
8 MP, f/2.4, 16mm (ultrawide), no AF
Features Panorama, HDR, LED flash
Video 2160p@30/60fps, 1080p@30fps, 720p@960fps, (gyro-EIS)
SELFIE CAMERA
Sensors 32 MP, f/2.0, 26mm (wide), 1/2.8″, 0.8µm, PDAF
8 MP, f/2.2, 17mm (ultrawide)
Features HDR
Video 2160p@30fps
SOUND
SOUND
CONNECTIVITY
WLAN Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac, dual-band, Wi-Fi Direct, hotspot
Bluetooth 5.1, A2DP, LE
GPS Yes, with dual-band A-GPS, GLONASS, BDS, GALILEO, QZSS
NFC Yes
Radio No
USB 2.0, Type-C 1.0 reversible connector, USB On-The-Go
FEATURES
Sensors Fingerprint (side-mounted), accelerometer, gyro, proximity, compass
Other
BATTERY
Type Li-Po
Size 4200 mAh
Non-removable Li-Po 4200 mAh battery
TESTS
Performance
Battery life

Huawei nova 6 Dibekali Triple Camera 40 MP dan Selfie Camera 32 MP

0

Telko.id – Huawei nova 6 kali pertama diperkenalkan pada 2019, December. Perangkat bermesin HiSilicon Kirin 990 ini hadir dengan sistem operasi Android 10.0; EMUI 10 dan dibekali dengan RAM berkapasitas 8 GB.

Sampai berita ini diturunkan, Huawei memang belum secara resmi merilis harga Huawei nova 6. Tapi jika melihat dari spesifikasi yang ditawarkan, perangkat ini diperkirakan akan dibandrol dengan harga yang kurang lebih sama dengan seri sebelumnya (Huawei nova 5T).

(Baca Juga : Harga dan Spesifikasi Huawei Terbaru)

Perangkat cerdas ini hadir dengan beberapa pilihan warna (Black, Blue, Red, Provence) dan memiliki body berdimensi 162.6 x 75.7 x 8.6 mm (6.40 x 2.98 x 0.34 in) dengan berat 197 g (6.95 oz). Desainnya dibangun dari komponen Glass front, glass back, aluminum frame, dengan slot SIM card yang diletakkan pada sisi body, support Dual SIM (Nano-SIM, dual stand-by).

Kamera Huawei nova 6

Sejak kemunculan media sosial dan platform berbagi lainnya, kamera jadi salah satu fitur penting dari sebuah perangkat cerdas. Tak terkecuali perangkat yang satu ini. Ya, berikut adalah sensor kamera utama yang dibenamkan ke dalam body belakang Huawei nova 6 :

  • 40 MP, f/1.8, 27mm (wide), 1/1.7″, PDAF, Laser AF
    8 MP, f/2.4, 80mm (telephoto), 1/4.0″, PDAF, Laser AF, OIS, 3x optical zoom
    8 MP, f/2.4, 16mm (ultrawide), no AF.

Sensor kamera tersebut tidak hanya bisa digunakan untuk menghasilkan foto dengan resolusi maksimal 40 MP tapi juga untuk merekam video dengan resolusi maksimal 2160p. Lalu bagaimana dengan kamera depannya?

Well, untuk kamera depan, perangkat ini mengandalkan sensor 32 MP, f/2.0, 26mm (wide), 1/2.8″, 0.8µm
8 MP, f/2.2, 17mm (ultrawide) yang tidak hanya penting untuk selfie, tapi juga bisa diandalkan saat melakukan video call ataupun video conference. Kamera tersebut dilengkapi dengan fitur HDR dan bisa digunakan untuk merekam video dengan resolusi maksimal 2160p@30fps.

Spesifikasi Huawei nova 6

Pada sektor performa, perangkat ini mengandalkan chipset HiSilicon Kirin 990 yang ditopang Central Processing Unit atau CPU Octa-core (2×2.86 GHz Cortex-A76 & 2×2.09 GHz Cortex-A76 & 4×1.86 GHz Cortex-A55) dan prosesor grafis / GPU Mali-G76 MP16. Komponen pemrosesan tersebut didukung dengan RAM berkapasitas 8 GB. Lengkap dengan opsi penyimpanan internal / ROM berkapasitas 128GB storage, no card slot dan baterai berjenis Li-Po dengan kapasitas 4100 mAh.

Beralih ke bagian multimedia, ada layar berukuran 6.57″ Inch dengan jenis LTPS IPS LCD capacitive touchscreen, 16M colors. Resolusi layarnya 1080×2400 pixels. Layar tersebut jadi viewfinder yang cukup nyaman untuk menampilkan beragam fungsi yang dibawanya. Termasuk untuk menonton video dan bermain game tentunya.

Baca Juga : LayarKaca21 dan 7 Situs Nonton Film Gratis Pengganti Indoxxi

Dan layaknya sebuah perangkat cerdas, Huawei nova 6 sudah dibekali konektifitas yang terbilang lengkap. Untuk konektifitas jaringan seluler misalnya. Perangkat ini support teknologi GSM / HSPA / LTE yang bisa digunakan untuk melakukan komunikasi data dengan kecepatan maksimal HSPA 42.2/5.76 Mbps, LTE-A.

Selain itu ada juga konektifitas USB 2.0, Type-C 1.0 reversible connector, USB On-The-Go, GPS(Yes, with dual-band A-GPS, GLONASS, BDS, GALILEO, QZSS), Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac, dual-band, Wi-Fi Direct, hotspot, dan bluetooth (5.1, A2DP, LE). Tak ketinggalan fitur lainnya seperti Fingerprint (side-mounted), accelerometer, gyro, proximity, compass, .

Untuk lebih lengkapnya, berikut adalah spesifikasi Huawei nova 6 :

NETWORK
Technology GSM / HSPA / LTE
2G bands GSM 850 / 900 / 1800 / 1900 – SIM 1 & SIM 2
3G bands HSDPA 800 / 850 / 900 / 1700(AWS) / 1900 / 2100
4G bands LTE band 1(2100), 2(1900), 3(1800), 4(1700/2100), 5(850), 7(2600), 8(900), 18(800), 19(800), 26(850), 34(2000), 38(2600), 39(1900), 40(2300), 41(2500)
Speed HSPA 42.2/5.76 Mbps, LTE-A
LAUNCH
Announced 2019, December
Status Available. Released 2019, December
BODY
Dimensions 162.6 x 75.7 x 8.6 mm (6.40 x 2.98 x 0.34 in)
Weight 197 g (6.95 oz)
Build Glass front, glass back, aluminum frame
SIM Dual SIM (Nano-SIM, dual stand-by)
Colors Black, Blue, Red, Provence
DISPLAY
Type LTPS IPS LCD capacitive touchscreen, 16M colors
Size 6.57 inches, 104.2 cm2 (~84.7% screen-to-body ratio)
Resolution 1080 x 2400 pixels, 20:9 ratio (~401 ppi density)
Protection
PLATFORM
OS Android 10.0; EMUI 10
Chipset HiSilicon Kirin 990 (7 nm)
CPU Octa-core (2×2.86 GHz Cortex-A76 & 2×2.09 GHz Cortex-A76 & 4×1.86 GHz Cortex-A55)
GPU Mali-G76 MP16
MEMORY
Card slot No
RAM 8 GB
Internal 128GB 8GB RAM
MAIN CAMERA
Sensors 40 MP, f/1.8, 27mm (wide), 1/1.7″, PDAF, Laser AF
8 MP, f/2.4, 80mm (telephoto), 1/4.0″, PDAF, Laser AF, OIS, 3x optical zoom
8 MP, f/2.4, 16mm (ultrawide), no AF
Features Panorama, HDR, LED flash
Video 2160p@30/60fps, 1080p@30fps, 720p@960fps, (gyro-EIS)
SELFIE CAMERA
Sensors 32 MP, f/2.0, 26mm (wide), 1/2.8″, 0.8µm
8 MP, f/2.2, 17mm (ultrawide)
Features HDR
Video 2160p@30fps
SOUND
SOUND
CONNECTIVITY
WLAN Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac, dual-band, Wi-Fi Direct, hotspot
Bluetooth 5.1, A2DP, LE
GPS Yes, with dual-band A-GPS, GLONASS, BDS, GALILEO, QZSS
NFC Yes
Radio No
USB 2.0, Type-C 1.0 reversible connector, USB On-The-Go
FEATURES
Sensors Fingerprint (side-mounted), accelerometer, gyro, proximity, compass
Other
BATTERY
Type Li-Po
Size 4100 mAh
Non-removable Li-Po 4100 mAh battery
TESTS
Performance
Battery life

Telkomsel Buat NextDev Hub Yang Bakal Lebih Keren Dari Silicon Valley

0

Telko.id – Sillicon Valley memang terkenal sebagai tempat lahirnya startup dunia. Tapi, Indonesia pun bakal punya NextDev Hub yang akan diumumkan saat The NextDev Summit 2019 pada 7 Desember mendatang di Jakarta.

Keyakinan itu ada karena salah satunya jumlah penduduk Indonesia yang berjumlah 266,91 juta jiwa pada tahun 2019 dan Indonesia diprediksi akan mengalami bonus demografi pada tahun 2020 – 2030 mendatang. Pada tahun tersebut, jumlah penduduk berusia produktif (15-64 tahun) akan mencapai 70 persen. Ini juga yang menjadi kekuatan Indonesia.

“Menjadi silicon valley itu merupakan mimpi yang harus lewat sebuah proses. Perlu dipelajari. Namun intinya dibalik itu semua adalah penting nya kolaborasi. Di sini The NextDev Summit 2019 menjadi ajang untuk bertemu dan membuka peluang untuk kolaborasi sebagai nantinya cikal bakal Nextdev Hub itu sendiri,” ujar Tubagus Husniyullah, GM Corporate Social Responsibility Telkomsel menjelaskan.

Jadi, perpaduan antara jumlah penduduk yang ratusan juta dan melakukan kolaborasi atau berpartner dengan pelaku yang professional maka negara kita akan kuat untuk membuat ekosistem digital dengan cepat. “Kondisi ini akan bertambah kuat 2-3 tahun mendatang,”
Ungkap Tubagus optimis.

Hal senada juga disampaikan oleh CEO & Founder Storial.co Steve Wirawan. Menurut nya, NextDev Hub ini sangat berpotensial sekali untuk disejajarkan dengan Sillicon valley nantinya. “Apalagi, dibelakangnya ada dukungan dari Telkomsel,” ujar nya.

Dulu, secara tradisional, per tahun itu hanya ada 50 judul buku. Kini, ketika masuk pada era digital, satu hari bisa masuk 50 judul buku. Artinya, era digital ini memang memberikan kemudahan bagi penduduk Indonesia untuk berkarya.

Tapi, apakah NextDev harus seperti Silicon Valley? Menurut CEO & Founder OmniVR Nico Alyus, NextDev Hub tidak perlu seperti Sillicon Valley. Soalnya, Sillicon Valley itu adalah sebuah kebetulan. Kebetulan menjadi sebuah wilayah di Amerika yang banyak dihuni oleh para orang-orang kaya. Jadi, boleh saja belajar dari Sillicon Valley, tapi NextDev Hub ini jauh lebih besar dari itu dan bakal jauh lebih keren.

Nico menambahkan juga bahwa 5 unicorn sudah lahir di Indonesia. “Mereka itu (5 unicorn) belum banyak yang memanfaatkan market di luar Indonesia. Baru di Indonesia saja sudah unicorn, bagaimana kalau keluar,” ujar nya optimis.

Yang penting, menurut Nico adalah buat startup yang solve the problem. Itu akan membuat startup perkembang dan pastinya membuat Indonesia nantinya menjadi menguasai pasar digital di Asean maupun Asia Pasific.

Telkomsel Jamin Kelancaran Jaringan dan Layanannya Saat Libur Natal dan Tahun Baru

0

Telko.id – Libur Natal dan Tahun Baru 2020 segera tiba. Telkomsel pun sudah menyiapkan kualitas  jaringan dan layanannya demi kelancaran telekomunikasi selama periode tersebut. Apa saja yang dipersiapkan?

“Secara terjadwal, kami konsisten melakukan uji coba dan optimalisasi jaringan di tengah lonjakan trafik layanan yang umumnya terjadi pada periode Natal dan Tahun Baru. Dengan begitu, pelanggan dapat berkomunikasi, menggunakan data seluler, hingga menikmati layanan digital dari Telkomsel dengan nyaman dalam berbagai aktivitasnya sehingga semangat baru dalam menghadapi momen pergantian tahun dapat menyala di tiap-tiap diri pelanggan Telkomsel,” ungkap Ririn Widaryani, Director Sales Telkomsel menjelaskan.

Optimalisasi seluruh elemen jaringan Telkomsel dilakukan di 533 titik dengan menyediakan 82 unit compact mobile base station (Combat) atau BTS mobile yang dikerahkan di titik-titik dengan trafik komunikasi terpadat.

Secara keseluruhan, Telkomsel telah menggelar lebih dari 209.000 unit BTS di seluruh Indonesia, termasuk di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) dan kawasan perbatasan. Dari jumlah tersebut, lebih dari 77.000 di antaranya merupakan BTS 4G untuk memaksimalkan kenyamanan pelanggan dalam layanan data, termasuk pada momen Natal dan Tahun Baru.

Guna memastikan kelancaran dan kenyamanan pelanggan selama musim liburan tersebut, terhitung sejak 20 Desember  hingga 5 Januari, Telkomsel telah menyiagakan 324 MobileGraPARI (MoGI) dan 3.716 outlet Siaga yang menyediakan kartu perdana, layanan isi ulang pulsa, serta aktivasi layanan digital lainnya.

Pelanggan pun dapat memperoleh layanan di sekitar 422 GraPARI Siaga di seluruh Indonesia. Kemudahan layanan pelanggan juga dapat dijangkau melalui layanan pesan instan, layanan self-service GraPARI virtual yang siap berinteraksi secara langsung untuk menjawab berbagai pertanyaan seputar produk dan layanan Telkomsel selama 7×24 jam yang dapat diakses melalui aplikasi MyTelkomsel, LINE, Telegram, dan Facebook Messenger Telkomsel.

Untuk semakin mengakselerasikan kebahagian di momen Natal 2019 dan Tahun Baru 2020, Telkomsel juga menghadirkan program Telkomsel Siaga Sebar Hepi 2019. Telkomsel mengajak para untuk “Abis-abisan di Akhir Tahun” dengan menyediakan hadiah utama berupa satu unit BMW 320i. Selain itu, masih terdapat beragam hadiah menarik lainnya, yakni 4 unit Mitsubishi Xpander, 10 unit Vespa LX 125, 30 unit Samsung Galaxy S10+, 50 unit Samsung A70, hingga ribuan voucher senilai ratusan ribu rupiah. Info selengkapnya melalui Telkomsel Siaga Sebar Hepi 2019 dapat diakses di www.telkomsel.com/sebarhepi.

Selain itu, Telkomsel juga mengadakan Roadshow Natal dan Tahun Baru (Naru) 2019 yang akan memberikan bantuan kepada 2.500 masyarakat yang membutuhkan, 2.500 anak panti asuhan, dan 40 tempat ibadah atau yayasan sosial di lima kota di seluruh Indonesia.

Roadshow Naru 2019 akan diisi dengan berbagai kegiatan seperti santunan, perbaikan yayasan atau tempat ibadah, workshop, lomba kreativitas bagi anak-anak, hingga berbelanja bersama karyawan Telkomsel untuk anak-anak panti asuhan. (Icha)

Huawei FreeBuds 3 Sudah Dijual Offline dan Online

Telko.id – Perlu earphone untuk menemani hari-hari yang sibuk? Huawei baru saja mengumumkan mulai mendistribusikan Huawei Freebuds 3, produk audio nirkabel canggihnya yang sudah ditunggu banyak konsumen di Indonesia pada Rabu (3/12) ini. Perangkat wireless open fit yang dibicarakan banyak orang karena kecerdasan dan terobosan teknologi audio di kelas premium ini akan mulai bisa dibeli pasar Indonesia di berbagai tempat penjualan offline maupun online.

“Penjualan pertama dari Freebuds 3 akan dilaksanakan hanya dari tanggal 3 Desember 2019 hingga 5 Januari 2020. Freebuds 3 akan dijual dengan harga yang sangat bersaing, yakni di angka Rp 2.299.000. Di fase ini Huawei akan memberikan bonus pembelian berupa FreeBuds Silicon Case dalam berbagai warna untuk melindungi casing asli,” ujar Lo Khing Seng, Deputy Country Director dari Huawei CBG Indonesia menjelaskan.

Menurut Khing Seng, selama pre-order lalu, produk ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Demikian juga banyak ulasan positif. Itu sebabnya, Huawei ingin lebih banyak konsumen dapat menikmati kecanggihan FreeBuds 3 dengan menyediakan lebih banyak channel dan tentunya dengan hadiah yang menarik.

Konsumen Indonesia bisa mendapatkan Freebuds 3 di berbagai tempat baik di Gerai Penjualan maupun di online marketplace. Beberapa gerai penjualan tersebut adalah berbagai Huawei Experience Store (HES), Erafone Store dan berbagai toko lain yang menjalin kerjasama dengan Huawei Indonesia. Selain itu, Freebuds 3 dapat dimiliki konsumen melalui toko online. Mereka antara lain Lazada, JD.ID, Shopee, dan BliBli.

Menawarkan pengalaman audio yang canggihFreeBuds 3 yang menawarkan pengalaman audio cerdas terbaru kepada konsumen, tampil dengan desain Dolphin Bionic yang pas di telinga pengguna untuk pemakaian yang lebih nyaman dan stabil, sekaligus menghadirkan suara yang terfokus di telinga pengguna. Desain open-fit dirancang secara ergonomis untuk kenyamanan yang maksimal.

Dari segi performa, Freebuds 3 ditenagai oleh prosesor canggihnya, Kirin A1. Prosesor ini mendukung sistem transmisi sinkron dual-channel untuk mengurangi latensi, sehingga menghasilkan audio yang mendalam dan tersinkronisasi saat bermain game atau menonton video.

Dilengkapi dengan BT-BLE dual-mode Bluetooth 5.1 SoC bersertifikat 5.1, teknologi transmisi Dual Channel HUAWEI Isochronous. dan prosesor audio 356 MHz terdepan di kelasnya, HUAWEI FreeBuds 3 menghadirkan koneksi Bluetooth yang stabil dan cepat, serta audio yang akurat dan sinkronisasi video. Dengan protokol transfer Bluetooth yang sangat efisien ini, audio dari saluran kiri dan kanan ditransmisikan ke earbud kiri dan kanan secara sinkron dan terpisah.

Fitur unggulannya, All Noise Cancelling (ANC) menghasilkan pengurangan kebisingan lingkungan yang akurat dan dioptimalkan secara real-time, menangkap dan membatalkan kebisingan latar belakang walaupun dalam kondisi bergerak.  Fitur ini dapat dinyalakan hanya dengan mengetuk dua buah earbud kiri. Dikombinasikan dengan chipset cerdas AI, FreeBuds 3 dapat menghilangkan kebisingan latar belakang selama panggilan dan meningkatkan suara pemanggil secara bersamaan.

Fitur Bone Voice ID pada FreeBuds 3 sangat berguna bagi pengguna saat melakukan panggilan. Teknologi ini membantu membedakan antara suara pengguna selama panggilan dan kebisingan latar belakang dengan mengambil getaran dari pergerakan mulut pengguna.

Struktur “bone” juga menggunakan Aeordynamic Mic Duct Design yang dapat menghalau suara angin yang lewat untuk mengurangi kebisingan angin secara efisien, sehingga pengguna dapat menikmati panggilan yang jelas saat berjalan di hari yang berangin, jogging, atau bahkan mengendarai sepeda pada kecepatan 20 km / jam.

Huawei memastikan bahwa Freebuds 3 menghadirkan pengalaman mendengarkan yang menyeluruh. Driver dinamis 14mm berpresisi tinggi, sensitivitas tinggi telah disetel dengan seksama untuk memungkinkan setiap not terdengar asli dan cemerlang. Sebuah tabung bass yang rumit dengan cerdik terselip di setiap kekuatan lubang suara. Ini menciptakan suara yang lebih keras, lebih kuat, lebih kencang, dan lebih keras, seperti menikmati musik di studio.

Huawei FreeBuds hadir dalam desain Hitam atau Putih yang simpel, dengan bentuk wadah pengisian bundar simetris yang cocok untuk disimpan di saku, tas, atau di mana saja. Saat pertama kali memasangkan Huawei FreeBuds 3 dengan ponsel pintar Huawei dengan EMUI 9 atau lebih, cukup klik pada tampilan di layar untuk pairingPairing berikutnya terjadi secara otomatis.

Dengan sekali pengisian, baterai pada Freebuds 3 dapat bertahan hingga 4 jam, namun itu meningkat hingga 20 jam jika digunakan dengan casingnya. Earbud juga mendukung pengisian daya kabel dan nirkabel, di mana pengisian kabel cepat Huawei memungkinkan pengguna untuk mengisi baterai dari 0 persen menjadi 70 persen hanya dalam waktu 30 menit. Pengisian nirkabel juga berguna dengan dukungan untuk fitur reverse charging.

Berbagai promo lain untuk produk Huawei

Bagaimana cara untuk membeli FreeBuds 3 pada periode first sake dan mendapatkan hadiah FreeBuds 3 silicon case? Untuk pembelian di toko offline, konsumen dapat langsung mendatangi Huawei Experience Store (HES), Toko Erafone, dan toko yang dipilih.  Selajutnya untuk platform online, konsumen dapat mengunjungi laman platform e-commerce Lazada, JD.ID, Shopee, dan BliBli.

Selain FreeBuds 3, mulai 3 Desember hingga 5 Januari 2020 di toko offline dan online yang sama, Huawei memberikan penawaran untuk produk yang diluncurkanbersamaan dengan FreeBuds 3.

Watch GT 2 edisi 42mm dijual Rp 2.599.000 dan mendapatkan cashback Rp 150.000, kemudian MediaPad T5 dijual Rp 2.599.000, dan konsumen akan mendapatkan cashback Rp 150.000 jika membeli flip cover seharga Rp 399.000. (Icha)