spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 968

Ini Dua Dompet Digital Yang Paling Banyak Digunakan Masyarakat

0

Telko.id – OVO dan Gopay menjadi dompet digital yang paling banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia. Sementara kartu non tunai e-money dan Flazz merupakan kartu yang paling sering digunakan masyarakat Indonesia dalam bertransaksi di 2019.

Hal itu berdasarkan hasil survey yang dilakukan oleh Ipsos Indonesia, perusahaan riset pemasaran independen, kepada 1.000 orang responden yang bermukim di pulau Jawa (66 persen), Sumatra (21 persen), Kalimantan (6 persen), Sulawesi (4 persen), Bali (4 persen) dan Nusa Tenggara (1 persen).

Managing Director Ipsos Indonesia Soeprapto Tan mengungkapkan, konsumen tidak hanya menggunakan satu jenis dompet digital karena hanya sebanyak 21 persen, sementara 28 persen menggunakan dua jenis dan 47 persen menggunakan tiga jenis atau lebih.

“Dari jumlah itu, dompet digital yang paling digunakan adalah OVO dan Gopay,” sebutnya dalam laporan Ipsos di acara Ipsos Markering Summit bertajuk Indonesia The Next Cashless Society, Jakarta, Rabu (15/1).

Penelitian juga mengungkapkan pola kebiasaan masyarakat dalam menggunakan kartu non tunai, terungkap e-money dan Flazz merupakan kartu yang paling sering digunakan dalam bertransaksi. “Di mana sebanyak 47 persen hanya memiliki satu kartu, 30 persen memiliki dua kartu dan 23 persen memiliki tiga atau lebih kartu non tunai,” rincinya.

Tak cuma itu, Soeprapto juga menyebut, ada beberapa fakta menarik bahwa sebanyak 25 persen responden yang disurvei (1.000 orang) menggunakan digital payment, karena memberikan pengalaman yang menyenangkan dan sebanyak 26 persen karena merasa lebih aman, nyaman dan yakin.

Penggunaan nontunai ini dimanfaatkan masyarakat untuk melakukan berbagai transaksi keuangan seperti berbelanja online, membayar tagihan listrik, membayar makanan di restoran, membayar penggunaan alat transportasi, menonton bioskop dan berbagai layanan perbankan digital.

Soeprapto bilang, dalam studi ini terungkap beberapa segmen karakter konsumen dalam menggunakan alat pembayaran non tunai yakni konsumen yang tidak takut akan pembayaran nontunai (reassure), konsumen yang menikmati pembayaran nontunai dan memperkaya hidup (encourage) serta konsumen yang beranggapan bahwa pembayaran nontunai adalah hal baru yang mengikuti perkembangan zaman (inspire).

Di segmen reassure, sebanyak 26 persen responden merasa yakin, aman dan nyaman dalam menggunakan pembayaran non tunai dan sebanyak 19 persen, menggunakan pembayaran nontunai karena efisiensi dan dapat mengontrol pengeluaran mereka.

Di segmen encourage, sebanyak 25 persen responden menggunakan pembayaran nontunai, karena mereka menikmatinya dan hal tersebut dapat memberikan pengalaman yang menyenangkan, serta sebanyak 9 persen responden menggunakan pembayaran non tunai untuk membangun hubungan dengan orang lain.

Di segmen inspire, sebanyak 11 persen respondennya adalah para pengguna baru yang menggunakan nontunai untuk mendapatkan berbagai keuntungan, serta 10 persen respondennya adalah konsumen yang menginginkan produk nontunai yang lebih mumpuni serta memudahkan.

“Dari hasil studi tersebut terlihat bahwa masyarakat kita saat ini sudah mulai terbiasa dengan pembayaran nontunai dalam kehidupan mereka sehari-harinya dengan berbagai motivasi dibalik penggunaan nontunai tersebut,” katanya.

Ia menegaskan, ke depannya jumlah pengguna layanan ini akan semakin melesat, dan hal ini harus disiapkan ekosistem yang semakin mumpuni baik dari sisi pemerintah, infrastruktur dan juga swasta.

Di acara yang sama, Chief Marketing Officer (CMO) LinkAja Edward Kilian Suwignyo menuturkan, ada dua behaviour orang menggunakan alat pembayaran digital. Pertama karena opsi alternatif dan kedua solusi. “Opsi karena program cashback atau ada value dari dompet digital itu. Kalau bicara keamanan, berarti ada solusi yang mulai terlihat. Perubaha cashless jadi permanen bukan karena ikut-ikutan,” ucapnya.

Kehadiran pembayaran digital ini memang dibutuhkan dalam mengikuti perkembangan teknologi dalam memeratakan ekonomi nasional melalui inklusi keuangan. Saat ini ada 51 orang unbanked (tidak memiliki akses perbankan)n dengan teknologi keuangan bisa dijembatani.

“Peran pembayaran digital bisa meningkatkan ekonomi di suatu daerah, maka akan membuka lapangan pekerjaan, sehingga memberikan dampak yang menyeluruh bagi ekonomi nasional,” tuturnya.

Di Indonesia sendiri, berdasarkan data dari bank Indonesia, selama tahun 2019 saja telah terjadi 4,7 juta jumlah transaksi cashless, dan Rp 128 triliun volume transaksi cashless di Indonesia, sehingga evolusi pembayaran sudah terjadi dengan pesatnya.(Icha)

 

SIGAP, Layanan Keimigrasian Indonesia Lewat WhatsApp

Telko.id – Paspor menjadi dokumen utama ketika melakukan perjalanan internasional. Kendati demikian, seseorang yang mengajukan paspor selalu menempuh langkah yang rumit dan memakan waktu lama. Tapi itu dulu! Teknologi telah mempersingkat proses njelimet itu menjadi lebih efisien. Sekarang ada SIGAP, layanan keimigrasian Indonesia lewat WhatsApp.

Inisiatif yang dilakukan oleh Keimigrasian sebenarnya simpel: membuka kanal informasi terkait permohonan paspor di Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Jakarta Pusat melalui WhatsApp SIGAP yang diluncurkan pada 2019 lalu. Inovasi ini memungkinkan para pendaftar untuk mengecek status permohonan paspor, mengetahui tata cara pembayaran, persyaratan permohonan paspor, tata cara antrian pengambilan paspor, atau sekadar menyampaikan apresiasi dan aspirasi.

Bagaimana caranya? Sangat mudah! Para pemohon cukup mengirimkan pesan teks ke WhatsApp SIGAP di nomor +628118539333. Setelah itu pemohon akan mendapatkan balasan pesan berisi beberapa layanan menu informasi yang ingin diketahui.

Sam Fernando, Kasubbag Humas Direktorat Jenderal Imigrasi mengakui bahwa teknologi menjadi bagian penting bagi masyarakat dalam kehidupan sehari-hari dan harapan yang kian meningkat untuk mempermudah pelayanan.

“Di dunia yang semakin terhubung, serta bersifat customer-centric, masyarakat berharap kebutuhan mereka dapat terpenuhi secara cepat dan efisien. Sebagai institusi yang mengemban fungsi pelayanan publik, kami sadar akan hal ini sehingga terus berupaya memanfaatkan teknologi dan menanamkan pola pikir yang berpusat pada konsumen untuk berinovasi dan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat,” ujar Sam.

Sebelumnya, Ditjen Imigrasi juga telah menggunakan WhatsApp untuk mengurangi antrean di tempat. Pemohon hanya perlu melakukan reservasi dengan mengirim pesan melalui nomor WhatsApp, dan akan menerima pesan balasan yang berisi pemberitahuan nomor reservasi beserta waktu dan tanggal. Masih memanfaatkan teknologi, antrean online saat ini dapat dilakukan melalui aplikasi Layanan Paspor Online.

Upaya tersebut menunjukkan bagaimana transformasi digital telah mengubah cara berkomunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Indeks Kepuasan Masyarakat untuk Layanan Publik,[1]yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Imigrasi Republik Indonesia pada tahun 2018 mengungkap bahwa sebagian besar masyarakat memperoleh informasi mengenai pembuatan paspor melalui kanal-kanal digital Kantor Keimigrasian.

Penggunaan aplikasi terpopuler seperti WhatsApp dilihat sebagai salah satu pilihan terbaik untuk memperbaiki layanan di Keimigrasian.

“Para ahli IT kami sangat merekomendasikan WhatsApp di mana enkripsi ujung-ke-ujung yang diterapkan merupakan faktor utama mengapa kami memilih aplikasi ini untuk menjadi portal komunikasi kami dengan masyarakat lantaran informasi yang mereka bagikan merupakan data pribadi,” tambah Sam.

Penggunaan teknologi digital dalam pelayanan paspor memberikan manfaat positif kepada kedua pihak, baik Kemigrasian maupun publik.

Enkripsi ujung-ke-ujung (end-to-end encryption)WhatsApp memastikan bahwa hanya Anda dan orang yang berkomunikasi dengan Anda sajalah yang dapat membaca pesan yang telah dikirim, dan tidak ada orang lain di antara Anda, bahkan WhatsApp. Pesan Anda diamankan dengan kunci, dan hanya penerima pesan dan Anda saja yang memiliki sandi/kode khusus yang diperlukan untuk membuka kunci dan membaca pesan Anda.

Untuk keamanan tambahan, setiap pesan yang Anda kirim memiliki kunci yang unik. Semua hal ini terjadi secara otomatis: Anda tidak perlu mengaktifkan setelan/pengaturan tertentu atau menyiapkan bahasa chatrahasia untuk mengamankan pesan Anda.

Farhan Helmi adalah satu dari sekian masyarakat yang puas terhadap mudahnya pemerolehan informasi mengenai paspor melalui WhatsApp, tanpa khawatir data pribadinya tersebar maupun menghadapi balasan yang lama dari sistem.

“Hal-hal yang perlu saya lakukan di kantor Keimigrasian hanya menyerahkan dokumen yang diperlukan, pengambilan foto, dan mengambilnya saat sudah jadi,” tambah Farhan.

Dia menjelaskan pengalaman pertamanya dalam proses pengajuan pembuatan paspor dengan WhatsApp, mulai dari memahami syarat pengajuan, langkah per langkah untuk pembayaran, hingga melacak status pengajuannya.

Dari perspektif pemerintah, digitalisasi menawarkan peluang untuk memberikan pelayanan publik yang lebih baik, mulai dari meminimalkan proses birokrasi sampai menghindari praktik calo dan pungutan liar (Pungli).

Pada dasarnya, inisiatif ini dilakukan untuk mengubah rutinitas yang tidak diperlukan, di mana sangat identik dengan penggunaan kertas seperti mencetak formulir dan menggunakan uang tunai sebagai alat pembayaran, serta kehadiran calo sebagai perantara masyarakat dengan institusi pemerintah. (Icha)

Kisah Inspirasi Dari Sang #PenjagaAmanah Dijadikan Novel

0

Telko.id – Sang #PenjagaAmanah, mitra driver Gojek punya banyak cerita. Banyak dari cerita itu yang memberikan inspirasi. Ini lah yang diangkat oleh Marchella FP sang penulis novel, bekerja sama dengan GoJek. Novel ini juga menjadi bentuk apresiasi bagi mitra driver nya yang lebih dari sekedar mengemudi.

Yang menjadi inspirasi membuat buku berjudul Nanti Kita Cerita Tentang Driver Gojek adalah Buku Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini(NKCTHI) yang ditulis juga oleh Marchella. Di dalamnya mengkompilasi kisah-kisah dengan mengambil sudut pandang dari para  mitra driver, ditulis dengan gaya bahasa khas Marchella yang dapat kita jumpai di buku-buku karyanya.

“Berdasarkan data internal Gojek selama 9 bulan lalu, terdapat lebih dari 73.000 percakapan yang terjadi di media sosial terkait mitra driver Gojek yang inspiratif dan memberikan layanan prima. Ini menjadi salah satu bukti bahwa layanan transportasi Gojek menjadi pilihan masyarakat Indonesia berkat pelayanan para #PenjagaAmanah yang dilakukan dengan hati,” ungkap Michael Say, VP Regional Corporate Affairs Gojek.

“Bahkan  kami mencatat bahwa sepanjang 2019 saja masyarakat Indonesia telah menempuh total jarak sejauh 5.000.000.000 kilometer bersama Gojek. Pencapaian ini menunjukan bahwa konsumen sangat mempercayai mitra driver Gojek sehingga semakin merasa mudah, aman dan nyaman saat menggunakan layanan Gojek,” ujar Michael menambahkan.

Hal ini turut didukung lewat ragam inovasi dalam aplikasi (Panduan Titik Jemput Terdekat, Titik Jemput dengan Foto, GoCar dan GoRide Instan, dan juga fitur pengubah destinasi) dan pengembangan kualitas layanan yang difasilitasi melalui pelatihan driver secara reguler (Bengkel Belajar Mitra) untuk terus memberikan kenyamanan bagi para konsumen.

Marchella FP selaku penulis buku  mengungkapkan, “Saya sangat bangga bisa turut berpartisipasi dalam mendokumentasikan kisah-kisah dari para mitra driver Gojek ke dalam sebuah buku. Banyak sekali kisah-kisah inspiratif dari mereka yang terjadi setiap harinya tapi seringkali luput dari mata kita bersama.”

“Kisah-kisah inspiratif mitra ini membuat saya sebagai konsumen semakin percaya menggunakan layanan Gojek. Dengan hadirnya buku ini, saya harap dapat mengangkat dan menyebarkan cerita-cerita para mitra driver ini, sehingga dapat menginspirasi dan memberi semangat bagi mereka yang membacanya serta lebih menghargai perjuangan para mitra driver Gojek.”

Salah satu cerita yang diangkat dalam buku adalah kisah mitra driver Gojek bernama Sukirman yang sedari kecil hidup tanpa orang tua dan tumbuh kembang di jalanan yang keras. Setelah bergabung dengan Gojek, Sukirman merasakan semangat untuk menuju hal positif.

Dia aktif berpartisipasi pada kegiatan sosial dan menjadi relawan ke wilayah yang terkena bencana. Masih banyak lagi kisah inspiratif seperti ini yang kemudian dimuat di buku Nanti Kita Cerita Tentang Driver Gojekdan menginspirasi Gojek untuk terus meningkatkan kesejahteraan mitranya dengan berbagai cara.

Sukirman mengungkapkan, “Kami para mitra driver sangat berterima kasih kepada Gojek dan Marchella atas apresiasi  melalui penerbitan buku NKCTDG ini. Semoga cerita-cerita keseharian kami yang terdapat di dalam buku ini dapat menginspirasi dan memotivasi lebih banyak lagi mitra driver yang membacanya agar dapat terus bertanggung jawab dalam menjaga amanah pelanggan dan masyarakat pengguna jalan”. (Icha)

 

 

Nokia PHK 180 Pekerjanya Tapi Berinvest Dalam 5G

0

Telko.id – Pembuat peralatan telekomunikasi yang berbasis di Finlandia, Nokia, mengatakan pada hari Selasa pihaknya berencana untuk mengurangi sekitar 180 pekerjaan di Finlandia tahun ini. Namun disisi lain, vendor ini menyatakan juga berencana untuk berinvestasi lebih banyak dalam teknologi 5G dan digitalisasi, seperti dikutip dari Reuters.

Namun, proyek pengembangan 5G di Oulu dan tempat lain tidak termasuk dalam 180 pekerja nya yang di PHK tersebut. Sebelumnya juga, Nokia merekrut sekitar 370 karyawan di Finlandia pada 2019 lalu. Berdasarkan informasi, saat ini ada 6 ribu pekerja yang bernaung di Nokia.

Langkah ini diambil agar dapat memulihkan kepercayaan investor karena menyusul kekhawatiran bahwa mereka masih tertinggal dari Ericsson dan Huawei dalam pengembangan 5G.

Pada tahun 2019 lalu, Nokia sempat memangkan prospek nya. Dalam sebuah pernyataanya, Tommi Uitto, Head of Mobile Networks Nokia menyebutkan bahwa ia menurunkan target penghematan biaya menjadi 500 juta euro ($ 557 juta) pada akhir 2020.

“Kami telah memperbarui target penghematan biaya kami yang sebelumnya diumumkan dari 700 juta euro menjadi 500 juta euro terutama karena kami berharap untuk melakukan investasi tambahan dalam 5G dan digitalisasi,” ujar nya.

Dengan adanya keputusan untuk memutus hubungan kerja dengan karyawannya, Ruters mencatat bahwa saham Nokia sempat turun.

Awal bulan ini, Nokia mengumumkan telah memiliki 63 kontrak 5G komersial hingga saat ini. Vendor itu juga mengatakan terlibat dalam beberapa kotak percobaan, uji coba, dan demonstrasi teknologi secara global.

“Kami memiliki lebih dari 350 pelanggan di 4G, tetapi 63 pelanggan pertama ini mewakili sekitar dua pertiga dari bisnis jaringan akses radio global kami pada tahun tertentu,” kata Uitto dalam sebuah pernyataan pekan lalu dengan bangga. (Icha)

Sstt, Startup Asal Amerika Ini Dapat Invetasi dari Telkomsel Mitra Inovasi lho!

0

Telko.id – Unit ventura Telkomsel Telkomsel Mitra Inovasi (TMI) bersama MDI Ventures mengumumkan pendanaan seri B1 untuk Roambee, startup penyedia layanan di bidang logistik dan pemantauan asset berbasis internet-of-things (IoT).

Investasi TMI dan MDI Ventures untuk startup yang berasal dari Amerika Serikat tersebut juga mencerminkan tingginya potensi pasar industri digital Indonesia untuk menarik startup skala global yang telah memiliki portfolio di berbagai negara yang berbeda.

Didirikan pada tahun 2013, Roambee konsisten menghadirkan solusi smart logistics dan asset monitoring berbasis IoT untuk membantu pelanggannya memiliki sistem supply chain digital terdepan yang mampu meningkatkan bisnis perusahaan. Solusi yang dihadirkan oleh Roambee telah dipercaya lebih dari 300 perusahaan di seluruh dunia, meliputi T-Mobile, Huawei, Oracle, dan Accenture.

Saat ini, Roambee yang berpusat di Santa Clara, California, Amerika Serikat, telah memiliki kantor perwakilan di Meksiko, Brasil, Jerman, Afrika Selatan, Uni Emirat Arab, India, dan Malaysia.

“Kami sangat antusias dapat bermitra bersama Roambee melalui pendanaan ini. Sebagai digital telco company, layanan IoT merupakan salah satu mesin pertumbuhan bisnis digital Telkomsel. Sinergi dengan startup berskala global yang telah memiliki portfolio penyediaan solusi logistik dan monitoring berbasis IoT terpercaya seperti Roambee tak hanya akan menambah portfolio IoT Telkomsel namun juga membuka peluang inovasi baru untuk menghadirkan teknologi IoT yang semakin matang dan tepat guna bagi pelaku di industry,” ungkap Andi Kristianto, CEO TMI menjelaskan.

Selain itu, menurut Andi, “hadirnya Roambee juga mencerminkan potensi pasar Indonesia yang tengah berkembang pesat dan menjanjikan di industri IoT khususnya, dan industri telco digital pada umumnnya.”

“Kolaborasi dengan Telkomsel ini memungkinkan Roambee untuk memanfaatkan ekosistem Telkomsel yang lengkap, seperti jangkauan dan infrastruktur telekomunikasi masa depan Telkomsel, serta jaringan sales enterprise yang luas  untuk menghadirkan solusi monitoring bagi perusahaan-perusahaan Indonesia dan Asia,” ujar Sanjay Sharma, CEO Roambee optimis.

Sanjay juga menyatakan bahwa ”Konvergensi perangkat keras sensor IoT, konektivitas data, dan aplikasi merupakan salah satu peluang bisnis terbesar dalam operasi supply chain. Telkomsel dan Roambee akan dapat mengakselerasi transformasi tersebut.”

Telkomsel sendiri juga tengah gencar mengembangkan jangkauan teknologi Narrow Band – Internet of Things (NB-IoT) sehingga sinergi dengan Roambee juga dapat menambah use-case pengembangan IoT Telkomsel  yang dapat mendukung bisnis enterprise Telkomsel serta perwujudan Industry 4.0.

“Kami berharap sinergi antara Telkomsel dan Roambee mampu mendorong perusahaan-perusahaan di Indonesia untuk lebih menerapkan teknologi digital di setiap lini operasionalnya,” tambah Andi.

Hal tersebut sejalan dengan komitmen Telkomsel untuk mengakselerasi Industry 4.0 dengan memperluas inovasi-inovasi IoT untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas industri Tanah Air sekaligus membentuk Indonesia menjadi negara yang mampu memanfaatkan teknologi digital untuk menjadi salah satu kekuatan ekonomi terbesar di dunia.

 

 

Smartfren Gelar Undian Yang Buat Pelanggannya Kaya Mendadak!

0

Telko.id – Operator memang banyak akal untuk membuat masyarakat menggunakan layanan nya bahkan bisa loyal. Salah satu nya adalah dengan menggunakan cara undian. Seperti yang dilakukan oleh Smartfren. Lewat program Smartfren WOW, operator ini berhasil membuat para pelanggan nya setia dan menjadi kaya mendadak!

Program tersebut memang sudah digelar sejak 2019 lalu, dan terus berlanjut sampai 2020 ini. Bagi pengguna Smartfren punya kesempatan punya rumah, mobil dan motor setiap bulannya.  Ya, Smartfren bisa buat kamu auto kaya lewat program Undian Smartfren WOW.

Sudah banyak pelanggan Smartfren menjadi miliarder karena menang program Undian Smartfren WOW. Pertama, ada Saeful Mustofa, seorang satpam sekolah di Tegal sekaligus pengemudi ojek online yang kaya mendadak karena dapat rumah dari Undian Smartfren WOW tahap pertama.

Kedua, Miftahul Jannah asal Malang, seorang istri buruh bangunan yang memiliki dua anak juga menjadi miliarder karena menjadi pemenang hadiah utama Undian Smartfren WOW tahap kedua. Miftahul merupakan seorang ibu rumah tangga berusia 48 tahun dengan dua orang anak. Saat ini ia masih menumpang tinggal di rumah orang tuanya, suami Miftahul merupakan seorang buruh bangunan lepasan.

Kemudian ada Rizki Budiansyah asal Purwakarta, sehari-harinya Rizky bekerja sebagai tukang giling bakso di Pasar Anyar Purwakarta. Keinginan hidupnya juga tidak neko-neko. Ia tipe orang yang sederhana dan tidak banyak mau. “Kalau nyicil rumah nggak ya, soalnya saya itu penghasilan per bulan Rp 2 juta, (hanya) cukup buat kehidupan sehari-hari saja,” ujar Rizky.

Terakhir, Ratna Maya Aulia seorang pramusaji asal Lampung, menjadi miliarder karena menjadi pemenang utama Undian Smartfren WOW dengan hadiah rumah senilai miliaran rupiah.

Jadi, bagi yang ingin cepat kaya, tinggal pakai kartu Smartfren, download aplikasi MySmartfren, kumpulkan SmartPoin dan tukarkan ke kupon undian Smartfren WOW. Selain ditukar ke kupon undian, pengguna juga bisa mendapatkan beragam potongan harga untuk kopi dan makanan favoritmu lewat WOW Deals, hingga pulsa dan juga paket internet. (Icha)

 

 

Awas! Aplikasi Trojan Shopper Incar Para Pembelanja Online

0

Telko.id – Anda sering belanja online? Hati-hati ya, soalnya, peneliti Kaspersky mendeteksi ada aplikasi Trojan yang meneror pengguna dengan iklan yang tidak diinginkan dan meningkatkan pemasangan aplikasi belanja online sekaligus mengelabui para pengguna dan pengiklan.

Aplikasi berbahaya tersebut singgah ke toko aplikasi (app store)ponsel cerdas Anda, mengunduh, meluncurkan aplikasi dan meninggalkan ulasan palsu atas nama pengguna, semuanya dilakukan sembari bersembunyi di balik perangkat si pemilik.

Ketika penjualan akhir tahun menyerbu toko-toko, baik para pengguna dan pemilik merek harus selalu waspada. Saat memilih tempat belanja, para pengguna cenderung sangat bergantung pada ulasan, sementara penjual akan meningkatkan anggaran pada iklan dan aktivitas promosi mereka.

Nyatanya, tidak ada yang dapat dipercaya sepenuhnya pada dunia daring. Aplikasi Trojan terbaru mampu melancarkan aksinya dengan cara meningkatkan pemasangan dan peringkat aplikasi belanja populer, serta menyebarkan sejumlah iklan yang dapat mengganggu pengguna.

Trojan yang dijuluki “Shopper” ini pertama kali menarik perhatian para peneliti setelah kebingungan yang menyebar dari penggunaan Layanan Aksesibilitas Google. Layanan ini memungkinkan untuk mengatur suara yang dapat membacakan konten aplikasi dan mengotomatisasi interaksi antarmuka pengguna (layanan ini dirancang untuk membantu orang-orang disabilitas).

Namun, di tangan pelaku kejahatan siber, fitur ini dapat menghadirkan ancaman serius bagi pemilik perangkat.

Setelah memiliki izin menggunakan layanan ini, malware dapat memperoleh peluang hampir tak terbatas untuk berinteraksi dengan antarmuka sistem dan aplikasi. Itu dapat menangkap data yang ditampilkan di layar, menekan tombol bahkan meniru gerakan pengguna.

Belum diketahui bagaimana cara aplikasi berbahaya ini disebarkan, namun peneliti Kaspersky berpendapat bahwa itu dapat diunduh oleh pemilik perangkat dari iklan palsu atau toko aplikasi pihak ketiga saat mencoba untuk mendapatkan aplikasi yang sah.

Aplikasi ini menyamar sebagai aplikasi sistem dan menggunakan ikon sistem bernama ConfigAPK untuk menyembunyikan diri dari pengguna. Setelah layar tidak terkunci, aplikasi meluncur, mengumpulkan informasi tentang perangkat korban dan mengirimkannya ke server pelaku kejahatan siber. Server kemudian mengembalikan perintah untuk dieksekusi oleh aplikasi. Bergantung pada perintah, aplikasi dapat melakukan hal sebagai berikut:

  • Menggunakan akun Google atau Facebook pemilik perangkat untuk mendaftar di aplikasi belanja dan hiburan populer, termasuk AliExpress, Lazada, Zalora, Shein, Joom, Likee, dan Alibaba;
  • Meninggalkan ulasan aplikasi pada Google Play atas nama pemilik perangkat;
  • Memeriksa hak untuk menggunakan Layanan Aksesibilitas. Jika izin tidak diberikan, ia akan mengirimkan permintaan phishing untuk mereka;
  • Mematikan Google Play Protect, fitur yang menjalankan pemeriksaan keamanan pada aplikasi dari Google Play Store sebelum diunduh;
  • Membuka tautan yang diterima dari server jarak jauh di jendela yang tidak terlihat dan menyembukan diri dari menu aplikasi setelah sejumlah layar diblokir;
  • Menampilkan iklan saat membuka blokir layar perangkat dan membuat label untuk menyebarkan iklan di menu aplikasi
  • Mengunduh aplikasi dari Apkpure [.] Com ‘market’ dan menginstalasinya.
  • Membuka dan mengunduh aplikasi yang diiklankan di Google Play;
  • Mengganti label aplikasi yang diinstal dengan label halaman yang diiklankan

Pangsa tertinggi pengguna yang terinfeksi oleh Trojan-Dropper.AndroidOS.Shopper.a dari Oktober hingga November 2019 adalah di Rusia. Jumlahnya cukup mengejutkan yaitu sebanyak 28,46% pengguna yang dipengaruhi oleh aplikasi shopaholicyang berlokasi di negara tersebut. Selanjutnya hampir seperlima (18,70%) dari infeksi berada di Brasil dan 14,23% di India.

“Terlepas dari kenyataan bahwa saat ini, risiko nyata aplikasi berbahaya tersebut sebatas iklan yang tidak diminta, ulasan dan peringkat palsu yang dilakukan atas nama korban, tidak ada yang dapat menjamin bahwa pembuat malware ini tidak akan mengubah muatan mereka untuk motif lainnya. Sekarang, fokus dari aplikasi berbahaya ini adalah ritel, tetapi dengan kemampuannya yang canggih, memungkinkan pelaku kejahatan siber untuk menyebarkan informasi palsu melalui akun media sosial pengguna dan platform lainnya. Misalnya, membagikan video dengan konten apapun yang diinginkan operator di belakang Shopper pada halaman pribadi akun pengguna secara otomatis dan mungkin membagikan informasi tidak jelas di internet”, kata Igor Golovin, analis malware di Kaspersky.

Produk Kaspersky telah berhasil mendeteksi dan memblokir malware Shopper dengan nama deteksi berikut: Trojan-Dropper.AndroidOS.Shopper. Baca lebih lanjut tentang Shopper di Securelist.com.

Agar terhindar dari risiko infeksi oleh ancaman malware seperti ini, Kaspersky menyarankan pengguna untuk mengikuti rekomendasi sebagai berikut:

  • Selalu waspada terhadap aplikasi yang mengharuskan penggunaan Layanan Aksesibilitas, jika aplikasi tidak membutuhkan fungsi tersebut
  • Selalu memeriksa permohonan aplikasi untuk melihat apa saja yang boleh dilakukan aplikasi saat sudah terinstal
  • Jangan memasang aplikasi dari sumber yang tidak dipercaya, sekalipun mereka diiklankan secara aktif, dan memblokir instalasi program dari sumber yang tidak dikenal di pengaturan ponsel cerdas Anda
  • Gunakan solusi keamanan seluler andal, seperti Kaspersky Internet Security for Android. Solusi ini dapat membantu mengidentifikasi permintaan dengan potensi bahaya atau ketidakjelasan permintaan dari aplikasi yang diunduh, dan menjelaskan risiko terkait dengan berbagai jenis izin pada umumnya. (Icha)

Keren, Madrasah ini Bayaran Sekolah Pakai Fintech

0

Telko.id – Akhir 2019, viral berita Madrasah ibtidaiyah(MI) Miftahul Akhlaqiyah Semarang berinisiatif menggunakan metode transfer sesama pengguna e-money untuk mempermudah para orang tua murid membayar biaya registrasi siswa baru. Akhirnya, MI Miftahul Akhlaqiyah kini menjadi madrasah pertama di Indonesia yang menggunakan Quick Response Code Indonesia Standard atau QRIS sehingga dapat menerima pembayaran dari dompet digital apapun yang sudah disertifikasi QRIS oleh Bank Indonesia.

Kepala MI Miftahul Akhlaqiyah, Miftahul Arief, menjelaskan “Proses pengajuan QRIS ternyata cukup mudah. Ketika semua dokumen yang diperlukan sudah lengkap, kami dibantu pihak GoPay untuk pengajuan QRIS. Sebagai MI pertama yang memiliki QRIS, kami dapat menerima pembayaran dari berbagai uang elektronik dengan satu kode QR,” ujar Arief.

Sebelumnya, madrasah ini menggunakan fitur transfer sesama pengguna. Arief berharap, langkah go digital dapat menginspirasi madrasah lainnya karena menghemat waktu dan tentunya mempermudah orang tua murid membayar iuran yang berkaitan dengan keperluan belajar.

“Kami sangat mengapresiasi inisiatif dan semangat pihak madrasah untuk menerapkan metode non-tunai, oleh karena itu kami segera menghubungi Pak Arief dan membantu pihak MI untuk mendapatkan QRIS. Sekarang wakil dan orang tua murid dapat membayar administrasi sekolah dengan GoPay dan juga uang elektronik lain.

Langkah ini merupakan komitmen kami mendukung Bank Indonesia untuk memperluas penerapan QRIS, ”ungkap Winny Triswandhani, Head of Corporate Communications GoPay Indonesia.

Hingga saat ini, GoPay telah bekerja sama dengan lebih dari 420.000 rekan usaha di seluruh Indonesia, 90% diantaranya adalah UMKM yang termasuk pedagang kaki lima, kantin, dan warung kelontong. GoPay juga dapat digunakan di 390 kota di Indonesia, bahkan ada di kota-kota yang Gojek belum beroperasi sekalipun.

Pada tahun 2018, GoPay juga telah bekerjasama dengan puluhan kantin SMK di Jakarta, puskesmas, layanan transportasi publik dan institusi lain memfasilitasi pembayaran non-tunai.

 

 

Sepanjang 2018 – 2019 Ada 4020 Situs Fintech Ilegal Diblokir Pemerintah

0

Telko.id – Financial technology atau fintech adalah salah satu yang menjamur dengan berkembangnya digitalisasi di dunia maupun di Indonesia. Namun, saya tidak semua layanan fintech itu legal, berkembang juga yang illegal dan cukup meresahkan masyarakat. Itu sebabnya, Kementerian Komunikasi dan Informatika pun aktif melakukan pemblokiran bagi fintech yang ilegel.

Bahkan sepanjang 2018 – 2019, Sudah ada 4020 situs fintech illegal yang diblokir. Pemantauan terhadap layanan financial technology (fintech) illegal yang dilakukan kominfo itu memang sangat proaktif. Tidak hanya berdasarkan aduan yang diterima, namun juga secara proaktif memantau melalui mesin AIS. Ini merupakan salah satu wujud komitmen Kementerian Kominfo dalam melindungi masyarakat dari layanan fintech ilegal maupun yang belum terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Berdasarkan data Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika, tercatat ada 4020 situs dan aplikasi fintech yang telah ditangani dan diblokir oleh Kementerian Kominfo selama Agustus 2018 – Desember 2019,” ungkap Ferdinandus Setu, Plt. Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo dalam pernyataan tertulisnya.

Kementerian Kominfo bergerak proaktif dalam menangani pemantauan layanan financial technology (fintech) ilegal. Tidak hanya berdasarkan aduan yang diterima, namun juga secara proaktif memantau melalui mesin AIS. Ini merupakan salah satu wujud komitmen Kementerian Kominfo dalam melindungi masyarakat dari layanan fintech ilegal maupun yang belum terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika, tercatat ada 4020 situs dan aplikasi fintech yang telah ditangani dan diblokir oleh Kementerian Kominfo selama Agustus 2018 – Desember 2019.

Pada tahun 2018, Kementerian Kominfo menangani dan memblokir 211 situs dan 527 aplikasi fintech yang terdapat di Google Playstore

Sementara di tahun 2019, jumlah situs dan aplikasi yang diblokir meningkat tajam menjadi 3282, dengan rincian 841 situs, 1085 aplikasi di Google Playstore, serta 1356 aplikasi yang terdapat di platform selain Google Playstore.

Website dan Aplikasi Fintech Illegal yang Telah Diblokir
 (Agustus 2018 – 31 Desember 2019)

Kementerian Kominfo sejak 2016 juga merupakan anggota Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi yang dibentuk oleh Otoritas Jasa Keuangan. Hadirnya Satgas ini bertujuan untuk melindungi konsumen atau masyarakat Indonesia dari maraknya fintech ilegal.

Tak hanya itu, Kementerian Kominfo di tahun 2017 juga meluncurkan portal cekrekening.id yang bertujuan untuk membantu masyarakat mendapatkan informasi rekening bank yang diduga terindikasi tindak pidana.

Melalui portal ini, masyarakat dapat melaporkan sekaligus melakukan cek rekening yang terindikasi tindakan penipuan apabila menerima permintaan transfer atau pembayaran uang dari pihak lain. Rekening yang dapat dilaporkan dalam situs ini adalah rekening terkait Tindak Pidana adalah penipuan, investasi palsu, narkotika dan obat terlarang, terorisme, dan kejahatan lainnya.

Kementerian Komunikasi dan Informatika terus mengimbau masyarakat untuk hanya menggunakan layanan yang sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan, dan tetap waspada dalam menggunakan layanan situs maupun aplikasi fintech. (Icha)

 

Lindungi HAKI, Kominfo Sudah Blokir 1745 Situs

0

Telko.id – Di Indonesia masih banyak berseliweran konten-konten bajakan. Padahal, Hak Kekayaan Intelektual (HKI) layak nya dilindungi. Itu sebabnya, Kementerian Komunikasi dan Informatika berupaya melindungi HKI ini dengan melakukan pemblokiran. Tercatat sudah ada 1745 situs yang diblokir oleh pemerintah.

Jumlah tersebut merupakan pemblokiran yang dilakukan oleh Kemenkominfo sepanjang tahun 2017 hingga 2019. Yang diblokir adalah situs dan konten dengan kategori pelanggaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI) yang diblokir Kementerian Kominfo.

“Pemblokiran situs yang memuat konten bermuatan pelanggaran HKI ini dilakukan untuk menghargai hak atas kekayaan intelektual yang dimiliki bangsa Indonesia ataupun negara lain,” ungkap Johnny G. Plate, Menteri Komunikasi dan Informatika menjelaskan.

Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Kemenkominfo, tahun 2017, konten bermuatan pelanggaran HKI yang diblokir oleh Kementerian Kominfo berjumlah 190. Angka ini meningkat di tahun 2018 menjadi 412 konten. Sementara di tahun 2019, tercatat sebanyak 1143 konten bermuatan pelanggaran HKI yang telah diblokir Kementerian Kominfo.

Menteri Kominfo pun turut mengapresiasi kesadaran pemilik atau pengelola laman situs konten bajakan yang memutuskan untuk menutup layanan. Tindakan tersebut diharapkan dapat membuat masyarakat lebih dewasa dan cerdas dalam memanfaatkan internet. (Icha)