spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 962

Realme C3 (3 cameras) Resmi Dirilis Dengan Menambah 1 Kamera Lagi

0

Telko.id – Realme C3 (3 cameras) kali pertama diperkenalkan pada 2020, February 19. Perangkat bermesin Helio G70 ini hadir dengan sistem operasi Android 10.0; realme UI 1.0 dan dibekali dengan RAM berkapasitas 2-4 GB.

Sampai berita ini diturunkan, Realme memang belum secara resmi merilis harga Realme C3 (3 cameras). Tapi jika melihat dari spesifikasi yang ditawarkan, perangkat ini diperkirakan akan dibandrol dengan harga yang kurang lebih sama dengan seri sebelumnya (Realme C3).

(Baca Juga : Harga dan Spesifikasi Realme Terbaru)

Perangkat cerdas ini hadir dengan beberapa pilihan warna (Frozen Blue, Blazing Red) dan memiliki body berdimensi 164.4 x 75 x 9 mm (6.47 x 2.95 x 0.35 in) dengan berat 195 g (6.88 oz). Desainnya dibangun dari komponen Glass front (Gorilla Glass 3), plastic back, plastic frame, dengan slot SIM card yang diletakkan pada sisi body, support Dual SIM (Nano-SIM, dual stand-by).

Kamera Realme C3 (3 cameras)

Sejak kemunculan media sosial dan platform berbagi lainnya, kamera jadi salah satu fitur penting dari sebuah perangkat cerdas. Tak terkecuali perangkat yang satu ini. Ya, berikut adalah sensor kamera utama yang dibenamkan ke dalam body belakang Realme C3 (3 cameras) :

  • 12 MP, f/1.8, 28mm (wide), 1/2.8″, 1.25µm, PDAF
    2 MP, (macro)
    2 MP, f/2.4, (depth).

Sensor kamera tersebut tidak hanya bisa digunakan untuk menghasilkan foto dengan resolusi maksimal 12 MP tapi juga untuk merekam video dengan resolusi maksimal 1080p. Lalu bagaimana dengan kamera depannya?

Well, untuk kamera depan, perangkat ini mengandalkan sensor 5 MP, f/2.4, 27mm (wide), 1/5″, 1.12µm yang tidak hanya penting untuk selfie, tapi juga bisa diandalkan saat melakukan video call ataupun video conference. Kamera tersebut dilengkapi dengan fitur HDR, panorama dan bisa digunakan untuk merekam video dengan resolusi maksimal 1080p@30fps.

Spesifikasi Realme C3 (3 cameras)

Pada sektor performa, perangkat ini mengandalkan chipset Helio G70 yang ditopang Central Processing Unit atau CPU Octa-core (2×2.0 GHz Cortex-A75 & 6×1.7 GHz Cortex-A55) dan prosesor grafis / GPU Mali-G52 2EEMC2. Komponen pemrosesan tersebut didukung dengan RAM berkapasitas 2-4 GB. Lengkap dengan opsi penyimpanan internal / ROM berkapasitas 32GB/64GB storage, microSDXC dan baterai berjenis Li-Po dengan kapasitas 5000 mAh.

Beralih ke bagian multimedia, ada layar berukuran 6.5″ Inch dengan jenis IPS LCD capacitive touchscreen, 16M colors. Resolusi layarnya 720×1600 pixels dan telah dilengkapi dengan Corning Gorilla Glass 3, 480 nits max brightness (advertised). Layar tersebut jadi viewfinder yang cukup nyaman untuk menampilkan beragam fungsi yang dibawanya. Termasuk untuk menonton video dan bermain game tentunya.

Baca Juga : LayarKaca21 dan 7 Situs Nonton Film Gratis Pengganti Indoxxi

Dan layaknya sebuah perangkat cerdas, Realme C3 (3 cameras) sudah dibekali konektifitas yang terbilang lengkap. Untuk konektifitas jaringan seluler misalnya. Perangkat ini support teknologi GSM / HSPA / LTE yang bisa digunakan untuk melakukan komunikasi data dengan kecepatan maksimal HSPA 42.2/11.5 Mbps, LTE-A (2CA) Cat6 300/75 Mbps.

Selain itu ada juga konektifitas USB microUSB 2.0, USB On-The-Go, GPS(Yes, with A-GPS, GLONASS, BDS), Wi-Fi 802.11 b/g/n, hotspot, dan bluetooth (5.0, A2DP, LE, aptX). Tak ketinggalan fitur lainnya seperti Fingerprint (rear-mounted), accelerometer, proximity, compass, .

Untuk lebih lengkapnya, berikut adalah spesifikasi Realme C3 (3 cameras) :

NETWORK
Technology GSM / HSPA / LTE
2G bands GSM 850 / 900 / 1800 / 1900 – SIM 1 & SIM 2
3G bands HSDPA 850 / 900 / 2100
4G bands LTE band 1(2100), 3(1800), 5(850), 7(2600), 8(900), 20(800), 28(700), 38(2600), 40(2300), 41(2500) – Global
Speed HSPA 42.2/11.5 Mbps, LTE-A (2CA) Cat6 300/75 Mbps
LAUNCH
Announced 2020, February 19
Status Available. Released 2020, February 20
BODY
Dimensions 164.4 x 75 x 9 mm (6.47 x 2.95 x 0.35 in)
Weight 195 g (6.88 oz)
Build Glass front (Gorilla Glass 3), plastic back, plastic frame
SIM Dual SIM (Nano-SIM, dual stand-by)
Colors Frozen Blue, Blazing Red
Splash resistant
DISPLAY
Type IPS LCD capacitive touchscreen, 16M colors
Size 6.5 inches, 102.0 cm2 (~82.7% screen-to-body ratio)
Resolution 720 x 1600 pixels, 20:9 ratio (~270 ppi density)
Protection Corning Gorilla Glass 3
480 nits max brightness (advertised)
PLATFORM
OS Android 10.0; realme UI 1.0
Chipset Mediatek Helio G70 (12 nm)
CPU Octa-core (2×2.0 GHz Cortex-A75 & 6×1.7 GHz Cortex-A55)
GPU Mali-G52 2EEMC2
MEMORY
Card slot microSDXC (dedicated slot)
RAM 2-4 GB
Internal 32GB 2GB RAM, 32GB 3GB RAM, 64GB 4GB RAM
MAIN CAMERA
Sensors 12 MP, f/1.8, 28mm (wide), 1/2.8″, 1.25µm, PDAF
2 MP, (macro)
2 MP, f/2.4, (depth)
Features LED flash, HDR, panorama
Video 1080p@30fps
SELFIE CAMERA
Sensors 5 MP, f/2.4, 27mm (wide), 1/5″, 1.12µm
Features HDR, panorama
Video 1080p@30fps
SOUND
SOUND
CONNECTIVITY
WLAN Wi-Fi 802.11 b/g/n, hotspot
Bluetooth 5.0, A2DP, LE, aptX
GPS Yes, with A-GPS, GLONASS, BDS
NFC
Radio FM radio
USB microUSB 2.0, USB On-The-Go
FEATURES
Sensors Fingerprint (rear-mounted), accelerometer, proximity, compass
Other
BATTERY
Type Li-Po
Size 5000 mAh
Non-removable Li-Po 5000 mAh battery
TESTS
Performance
Battery life

Seperti ini lho, Perilaku Konsumen eCommerce Indonesia

0

Telko.id – Facebook baru saja melansir studi terbarunya yang bertajuk  ‘Riding the Digital Wave: Southeast Asia’s Discovery Generation’dan merupakan studi merka di tahun 2018. Tujuannya adalah untuk melihat bagaimana perilaku konsumen eCommerce Indonesia, terutama masyarakat kelas menengah.

Seperti apa perilaku konsumen eCommerce di Indonesia? Menurut Facebook dan Bain & Company yang melakukan studi ini, pilihan yang semakin beragam, akses internet yang lebih baik, dan tingkat kesejahteraan yang meningkat akan terus menjadi faktor kunci yang mendorong aktivitas belanja di ranah online di Asia Tenggara.

Baca juga : Duh! 419 Juta Data Pengguna Facebook Beredar Bebas di Internet

“Studi ini menunjukkan bagaimana dunia digital memiliki peran penting dalam pertumbuhan bisnis dan e-commerce di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Facebook hadir untuk mendukung bisnis kecil dan besar, dan industri yang lebih luas melalui investasi dalam hal inovasi produk, solusi, program, dan kemitraan untuk meningkatkan kemampuan digital dan mendorong dampak ekonomi di Indonesia,” kata Hilda Kitti, Kepala Pemasaran untuk Facebook di Indonesia.

Studi ini mensurvei 12.965 responden di Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam, dan mewawancarai lebih dari 30 CEO dan pemodal di wilayah tersebut. Hal ini menunjukkan kelas menengah di Asia Tenggara akan mendominasi 70-80% dari pertumbuhan konsumen digital pada 2025.

Menurut data dari Bain, dari 90 juta konsumen digital pada tahun 2015, Asia Tenggara menunjukkan pertumbuhan sebesar 2,8 kali lipat menjadi 250 juta konsumen digital pada tahun 2018. Pada tahun 2025, akan ada 310 juta konsumen digital di Asia Tenggara. Di Indonesia sendiri, angka konsumen digital telah tumbuh pesat dan hal ini juga mendorong pertumbuhan belanja online di Indonesia.

Studi ini menunjukkan bahwa konsumen digital di Indonesia tumbuh dari 64 juta, 34% dari total populasi pada tahun 2017 menjadi 102 juta, 53% atau setengah dari total populasi pada tahun 2018. Dengan kenaikan angka konsumen digital ini, pertumbuhan belanja online juga diprediksi tumbuh 3,7 kali dari 13,1 miliar USD pada 2017, menjadi 48,3 miliar USD di 2025.

Fase Pencarian dalam aktivitas belanja online sangat penting, karena 64% responden di Indonesia mengatakan mereka tidak tahu persis apa yang mereka ingin beli saat mereka belanja online, dengan lebih dari 57% responden mengatakan bahwa mereka mengetahui tentang produk-produk dan merek- merek baru melalui platform media sosial.

Konsumen Indonesia menunjukkan preferensi yang kuat untuk omnichannel, artinya, mereka akan melihat di toko online maupun offline ketika mereka tahu apa yang ingin mereka beli: 83% konsumen tinggal di kota besar, dan 81% konsumen tinggal di kota kecil.

“Ada banyak cara untuk berbelanja, dan tidak ada orang yang berbelanja dengan cara yang sama dua kali. Kuncinya adalah merancang strategi pada fase pencarian sangat penting, mengingat bahwa pelanggan berinteraksi dengan banyak merek melalui berbagai saluran pada waktu yang sama. Di Indonesia sendiri, 66% responden mengatakan bahwa mereka terbuka untuk memilih merek lain atau akan membeli berbagai merek saat berbelanja online. Ini berarti, seluruh skala bisnis, memiliki peluang besar untuk bersaing dalam cakupan yang lebih besar di Asia Tenggara,” kata Hilda.

Selain penemuan, penelitian ini menunjukkan potensi besar untuk membangun loyalitas dan pertumbuhan merek karena tidak ada pemain dominan di pasar e-commerce di Asia Tenggara. Rata- rata orang Indonesia berbelanja di 3,8 platform sebelum mereka membuat keputusan pembelian, yang menunjukkan potensi besar bagi merek di Indonesia untuk menumbuhkan pasar mereka di sini.

Karena itu, memberikan penghargaan bagi pelanggan melalui program loyalitas sangat penting. Studi menunjukkan, responden dengan program loyalitas menunjukkan bahwa mereka 1,5 kali lebih mungkin menjadi promotor daripada mereka yang tidak memiliki program loyalitas, 45% lebih mungkin untuk membuat rekomendasi, dan 25% lebih mungkin memiliki frekuensi pembelian yang lebih tinggi. (Icha)

 

Axiata Group, Tutup Tahun 2019 Dengan Kinerja Positif

Telko.id – Axiata Group menutup tahun 2019 dengan hasil kinerja positif. Hal ini merupakan hasil dari pelaksanaan disiplin “Shifting Gear” untuk menghasilkan pendapatan dan laba serta inisiatif di bawah “Keunggulan Operasional”. Hasil kerjanya ini merupakan posisi tertinggi dengan Laba Setelah Pajak (PAT) tertinggi yang dilaporkan sejak 2016 sebesar RM 1,8 miliar dan EBTIDA tertinggi di RM 10,6 miliar.

Menyusul keberhasilan implementasi strategi divestasi pada tahun 2018, ROIC secara signifikan meningkat sebesar 5.1 ppt hingga mencapai 6,4%.

Baca juga : Kinerja XL Axiata Tumbuh Diatas Rata-rata Industri

Tan Sri Jamaludin Ibrahim, Presiden dan Kepala Eksekutif Grup Axiata mengatakan, kinerja positif Axiata Group ini terlihat dari pendapatan Axiata group meningkat 2,9% Year-on-Year (“YoY”) menjadi RM 24,6 miliar sepanjang 2019.

Sementara, EBITDA naik 27,4% YoY menjadi RM 10,6 miliar. Menyesuaikan untuk Standar Pelaporan Keuangan Malaysia 16 (“MFRS 16”) berdampak dan pada mata uang konstan FY18, Grup yang mendasari EBITDA mencatatkan, peningkatan 10,9% dua digit, menggandakan pertumbuhan pendapatan 5,1% (tidak termasuk perangkat).

“Karena kinerja operasional yang lebih baik oleh semua perusahaan yang beroperasi (“OpCos”) kecuali Ncell5, dan berhasil menahan biaya absolut,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (21/2).

Per Quartal, Group PAT mencatat peningkatan lebih dari 100% dengan laba RM 404.1 juta di Q4-19 dibandingkan dengan kerugian RM 1.79 miliar pada kuartal yang sama tahun lalu.

“Peningkatan lebih dari RM 2,2 miliar dapat dikaitkan terutama dengan kinerja operasional yang lebih baik yang menghasilkan lonjakan RM0, 6 miliar EBITDA, serta penurunan satu kali saja sebesar RM 1,8 miliar yang disesuaikan pada Q4-2018,” ujarnya.

Sepanjang tahun 2019, neraca Axiata semakin menguat sebagai hasil dari pengurangan hutang bruto ke EBITDA yang mencapai 1,8x lebih sehat dibandingkan dengan 2,3x di FY18.

Underlying Free Cash Flow (FCF) 8 meningkat lebih dari 50% menjadi RM 3 miliar YoY terangkat oleh pertumbuhan dua digit EBITDA dan flat Capex.

Sebagai hasil dari kinerja sampai akhir tahun 2019 yang stabil dan PATAMI9 yang dinormalisasi pada RM 960 juta, Axiata menyetujui dividen total 9,0 sen per saham biasa, termasuk dividen interim 5,0 sen per saham biasa yang dinyatakan untuk periode keuangan yang berakhir 30 Juni 2019.

Jadi total dividen pada 2019 menjadi 86% dividend payout ratio (DPR) dibandingkan dengan tahun sebelumnya berada di 85%. Pihaknya juga menyetujui dividen khusus 0,5 sen untuk berbagi keuntungan dari pelepasan investasi M1.

EBITDA tumbuh 17,1% sementara margin EBITDA meningkat 2,6 ppt menjadi 39,6%. FCF naik 14,6% terutama disebabkan oleh peningkatan EBITDA dua digit. Investasi jaringan yang dikombinasikan dengan inovasi produk membuat XL diakui sebagai salah satu merek terkemuka di industri ini.

Pendapatan data berkontribusi 89% terhadap pendapatan layanan, sementara penetrasi smartphone mencapai 86%. Sebagai bagian dari fokus bisnis datanya, investasi jaringan XL menghasilkan 40.000 4G BTS sehingga memungkinkan penyediaan layanan 4G di 425 kota.

“Sepanjang tahun 2019 XL sangat positif dan menandakan bahwa Grup berada di jalur yang benar dengan fokus akan keuntungan. Kami akan terus memperkuat neraca Grup, sambil tetap memastikan keunggulan operasional di seluruh pasar kami,” ujarnya.

Mengingat kinerja dan pencapaian KPI untuk 2019, pihaknya telah menyetujui pembayaran dividen setahun penuh 9 sen per saham biasa termasuk dividen interim pertama 5 sen per saham biasa. Selain itu, pihaknya telah mengumumkan dividen khusus 0,5 sen dari divestasi M1.

Pada transisi kepemimpinan yang baru-baru ini diumumkan di Axiata, ia menambahkan, pihaknya menyadari perlunya transisi yang lancar dan sukses dalam beberapa bulan mendatang.

“Kami memiliki kepercayaan penuh pada kesuksesan kepemimpinan dan akan terus memandu proses untuk memastikan kinerja dan stabilitas yang berkelanjutan,” lanjutnya.

Ia juga menuturkan, Kinerja Axiata Grup sepanjang 2019 mencerminkan strategi dan penyesuaian yang dilakukan dengan baik dalam menanggapi lanskap industri yang sangat kompetitif dan cepat berubah.

“Saya senang terutama dengan kinerja keseluruhan, mengingat tantangan yang meningkat baik secara eksternal maupun internal,” katanya. (Icha)

Hai Kaum Milenial! Ayo Berkarya, Indonesia Butuh Anak Muda

0

Telko.id – Hai Kaum Milenial! Ayo Berkarya, Indonesia Butuh Anak Muda. Jika bukan anak muda, siapa lagi? Karena kemajuan bangsa Indonesia di era digital tidak terlepas dari peran generasi muda sebagai digital native. Mereka menjadi agen perubahan untuk mewujudkan pemerataan ekosistem digital di Indonesia dengan berbagai inovasi yang dihasilkan.

Hal tersebut menginspirasi Telkomsel bersama generasi muda dalam mengakselerasikan negeri melalui implementasi teknologi digital secara luas.

Komitmen tersebut kini ditunjukkan Telkomsel yang bersinergi sebagai bagian Telkom Group dengan mendukung perhelatan Indonesia Butuh Anak Muda (IBAM) yang diselenggarakan pada 19 Februari 2020 di Jakarta.

“Generasi muda bertalenta selalu menjadi inspirasi bagi Telkomsel dalam berkontribusi positif untuk negeri. Kami terus bercermin dari mereka untuk merancang berbagai inisiatif tanggung jawab sosial perusahaan yang salah satunya berfokus pada pengembangan talenta digital muda dalam negeri agar menjadi sumber daya unggul yang memiliki daya saing,” ungkap Denny Abidin, Vice President Corporate Communications Telkomsel mengatakan.

Baca juga : Telkomsel Buat NextDev Hub Yang Bakal Lebih Keren Dari Silicon Valley

Komitmen itulah yang membuat operator ini memiliki kesamaan dengan tujuan penyelenggaraan IBAM membuat kami yakin bahwa IBAM menjadi tempat yang tepat bagi generasi muda untuk menyalurkan minatnya dan bertukar pikiran dengan orang lain yang memiliki spirit yang sama.

IBAM sendiri merupakan gerakan dari Narasi yang menyediakan ruang dialog, interaksi, serta akses kolaborasi dan bertukar gagasan untuk mendorong anak muda ikut aktif sebagai bagian dari ekosistem solusi untuk membentuk Indonesia yang lebih baik.

Sejumlah pembicara seperti Nadiem Makarim, Wishnutama, Erick Thohir, Pandji Pragiwaksono, Kunto Aji, hingga Fiersa Besari hadir untuk memberikan inspirasi kepada anak muda untuk memberikan aksi nyata bagi perkembangan bangsa. Pada perhelatan IBAM kali ini, Telkomsel menghadirkan showcase program The NextDev Hub dan Digital Creative Millenials (DCM) yang merupakan bagian kegiatan CSR (Corporate Social Responsibility) Telkomsel, yang terkait dengan segmen  anak muda dalam mengembangkan kapasitasnya melalui pemanfaatan solusi berbasis teknologi digital.

Pada showcase The NextDev Hub, Telkomsel menggandeng pengembang aplikasi “Cakap” sebagai salah satu lulusan The NextDev 2018, yang aktif membantu generasi muda produktif di wilayah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T) untuk memperoleh keterampilan bahasa asing.

Pengunjun IBAM dapat melakukan konsultasi bisnis dan latihan pitching serta mendaftarkan startup yang didirikannya untuk program The NextDev Talent Scouting 2020 yang segera akan diluncurkan. Selain itu, pengunjung juga bisa mengetahui program pengajaran Bahasa Inggris gratis untuk anak-anak di daerah 3T yang sedang dijalankan oleh Cakap.

Selain itu, Telkomsel berkolaborasi dengan NAH Project untuk menghadirkan showchase terkait program DCM di IBAM. NAH Project sendiri merupakan peserta program DCM dan sukses menjadi pelopor di Indonesia dalam menerapkan metode transparency pricing.

Pengunjung dapat mendaftarkan merek miliknya di program DCM secara langsung di booth untuk mengembangkan bisnisnya melalui pelatihan dan asistensi yang diperlukan untuk mengubah pola usaha yang konvensional menjadi berbasis data.

Founder & CEO Cakap, Tomy Yunus mengatakan “Acara IBAM2020 memacu kami para generasi muda memimpin perubahan yang positif dan berani bertindak untuk membuat dampak sosial yang nyata bagi Indonesia, dimana semua itu bisa dimulai dari lingkungan sekitar dan bidang masing-masing. Cakap bersama Telkomsel semakin termotivasi menggunakan teknologi kelas jarak jauh yang kami terus kembangkan untuk kemajuan bangsa Indonesia, khususnya dalam hal peningkatan kecakapan berbahasa Asing untuk seluruh penduduk Indonesia.”

Managing Director NAH Project, Ifa Hanifah mengatakan “NAH Project brand sneakers lokal yg berdiri sejak 2017 dan bergerak dengan jiwa yang exploratif. Anak muda Indonesia harus berani explore karena Indonesia mempunyaai resource yang banyak sekali. Dengan berani explore kita bisa menghasilkan sebuah produk dengan value yang jauh lebih besar”.

“Kami optimis bahwa generasi muda sebagai digital native mampu membawa Indonesia menjadi negara dengan ekosistem digital yang merata dan berkelanjutan. Maka dari itu, Telkomsel sebagai digital telco company yang didukung sinergi aktif bersama Telkom Group secara konsisten akan terus bergerak maju mengakselerasikan negeri untuk mengembangan kapasitas anak-anak muda melalui inisiatif berbasis teknologi digital di berbagai bidang, baik itu memperkuat soft skill maupun harf skill. Kami juga percaya kegiatan IBAM akan semakin memperluas kesempatan bagi generasi muda sebagai SDM Unggul untuk lebih aktif menjadi agen perubahan untuk Indonesia yang lebih baik,” tutup Denny. (Icha)

 

 

 

Tahun 2019, Kinerja Indosat Ooredoo Catat Pertumbuhan Pendapatan 12,9%

0

Telko.id – Upaya Indosat Ooredoo untuk terus memperbaiki kinerjanya berbuah pertumbuhan pendapatan sebesar 12,9% YoY. Hal ini tergambar dalam laporan tahunan perusahaan yang disampaikan dalam pernyataan tertulis yang diterima Telko.id (24/02/20).

“Indosat Ooredoo telah berhasil melaksanakan strategi 3 tahun Perusahaan, dan hal ini menyebabkan kinerja keuangan yang solid sesuai dengan penyampaian kami hari ini. Kami berinvestasi untuk meningkatkan cakupan dan kinerja jaringan 4G kami, langkah-langkah ini berkontribusi terhadap peningkatan basis pelanggan dan volume trafik data Perusahaan,” ungkap Ahmad Al-Neama, President Director and CEO Indosat Ooredoo.

Berdasarkan laporan tahunan Indosat Ooredoo, total Pendapatannya Tumbuh sebesar 12,9% menjadi sebesar Rp26,1 triliun. Sedangkan, Pendapatan Seluler tumbuh sebesar 14,7% menjadi sebesar Rp20,7 triliun, dan EBITDA mencapai Rp9,9 triliun, atau tumbuh kuat sebesar 51,6% YoY.

Baca juga : Indosat Ooredoo Optimis Tutup 2019 Kinerja Positif

Jumlah pelanggan pun tumbuh. Ada penambahan pelanggan seluler sebanyak 1,2 juta pelanggan menjadi 59,3 juta pelanggan pada akhir tahun 2019, dan Average Revenue per User (ARPU) meningkat menjadi Rp27,9 ribu dari tahun sebelumnya sebesar Rp18,7 ribu. Hal tersebut, menurut Indosat disebabkan oleh tingginya peningkatan trafik data sebesar 71,6% YoY.

Indosat Ooredoo membukukan laba bersih sebesar Rp1.569,0 miliar atau naik sebesar hampir Rp4 triliun dibandingkan rugi bersih di tahun 2018 yang disebabkan oleh perbaikan EBITDA dan penjualan menara.

Dalam hal operasional, Indosat Ooredoo berhasil melaksanakan penggelaran jaringan 4G secara intensif, mengembangkan cakupan populasi 4G dari hanya sebesar 44% pada akhir tahun 2017 hingga mencapai hampir 90% di tahun 2019 serta meningkatkan kualitas konektivitas di seluruh Indonesia secara signifikan.

Sebagai bukti momentum pencapaian Indosat Ooredoo tahun 2019 telah berhasil meraih penghargaan bergengsi Gold Stevie® Award Asia Pacific Award untuk Innovation in Technology Development. Perusahaan telah mengoperasikan total 124.144 BTS per 31 Desember 2019, meningkat sebesar 49.218 BTS dibandingkan tahun lalu. Sampai dengan saat ini, Perusahaan mengoperasikan  BTS 4G sebanyak 48.048.

Selain itu, Indosat Ooredoo juga mendapat pengakuan untuk ‘Best Bundling Program’ dan ‘Most Innovative Data Package’ dari Selular Awards. Perusahaan ini juga mendapat nilai yang baik untuk ASEAN Corporate Governance Scorecard, dengan nilai diatas rata-rata dibandingkan dengan 100 Perusahaan Publik Terbesar di Indonesia, atas keberhasilan meningkatkan nilai kepuasan pelanggan.

Pada tahun 2019 lalu, perusahaan ini juga telah menyelesaikan penjualan 3.100 menara perusahaan kepada PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel) dan PT Professional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) dengan nilai transaksi sebesar Rp6,39 triliun. Penjualan ini akan mendukung rencana strategis Indosat Ooredoo untuk meningkatkan pengalaman jaringan lebih lanjut, sehingga mampu memberikan pelayanan yang lebih baik lagi bagi pelanggan.

Pada tahun 2020, Perusahaan memberikan arahan pertumbuhan pendapatan sesuai dengan tingkat pertumbuhan pasar, dengan EBITDA margin pada kuadran persentase 30% atas, serta CAPEX diantara Rp8,5 sampai dengan Rp9,5 triliun.

“Sejalan dengan langkah kami untuk masa yang akan datang, kami ingin memainkan peran utama dalam membangun ekosistem digital Indonesia, dengan menghadirkan peningkatan kualitas layanan dan pengalaman bagi pelanggan yang akan menciptakan nilai bagi pemegang kepentingan Perusahaan,” tutup Neama. (Icha)

Xiaomi Redmi 8A Dual Harga Murah Dengan Baterai Jumbo

0

Telko.id – Xiaomi Redmi 8A Dual kali pertama diperkenalkan pada 2020, February 11. Perangkat bermesin Snapdragon 439 ini hadir dengan sistem operasi Android 9.0 (Pie); MIUI 11 dan dibekali dengan RAM berkapasitas 2/3 GB.

Sampai berita ini diturunkan, Xiaomi memang belum secara resmi merilis harga Xiaomi Redmi 8A Dual. Tapi jika melihat dari spesifikasi yang ditawarkan, perangkat ini diperkirakan akan dibandrol dengan harga yang kurang lebih sama dengan seri sebelumnya (Xiaomi Redmi 8A).

(Baca Juga : Harga dan Spesifikasi Xiaomi Terbaru)

Perangkat cerdas ini hadir dengan beberapa pilihan warna (Sky White, Sea Blue, Midnight Grey) dan memiliki body berdimensi 156.5 x 75.4 x 9.4 mm (6.16 x 2.97 x 0.37 in) dengan berat 188 g (6.63 oz). Desainnya dibangun dari komponen Glass front (Gorilla Glass 5), plastic back, plastic frame, dengan slot SIM card yang diletakkan pada sisi body, support Dual SIM (Nano-SIM, dual stand-by).

Kamera Xiaomi Redmi 8A Dual

Sejak kemunculan media sosial dan platform berbagi lainnya, kamera jadi salah satu fitur penting dari sebuah perangkat cerdas. Tak terkecuali perangkat yang satu ini. Ya, berikut adalah sensor kamera utama yang dibenamkan ke dalam body belakang Xiaomi Redmi 8A Dual :

  • 13 MP, f/2.2, (wide), 1/3.1″, 1.12µm, PDAF
    2 MP, f/2.4, (depth).

Sensor kamera tersebut tidak hanya bisa digunakan untuk menghasilkan foto dengan resolusi maksimal 13 MP tapi juga untuk merekam video dengan resolusi maksimal 1080p. Lalu bagaimana dengan kamera depannya?

Well, untuk kamera depan, perangkat ini mengandalkan sensor 8 MP, f/2.0, 1/4″, 1.12µm yang tidak hanya penting untuk selfie, tapi juga bisa diandalkan saat melakukan video call ataupun video conference. Kamera tersebut dilengkapi dengan fitur HDR dan bisa digunakan untuk merekam video dengan resolusi maksimal 1080p@30fps.

Spesifikasi Xiaomi Redmi 8A Dual

Pada sektor performa, perangkat ini mengandalkan chipset Snapdragon 439 yang ditopang Central Processing Unit atau CPU Octa-core (4×1.95 GHz Cortex-A53 & 4×1.45 GHz Cortex A53) dan prosesor grafis / GPU Adreno 505. Komponen pemrosesan tersebut didukung dengan RAM berkapasitas 2/3 GB. Lengkap dengan opsi penyimpanan internal / ROM berkapasitas 32GB storage, microSDXC dan baterai berjenis Li-Po dengan kapasitas 5000 mAh.

Beralih ke bagian multimedia, ada layar berukuran 6.22″ Inch dengan jenis IPS LCD capacitive touchscreen, 16M colors. Resolusi layarnya 720×1520 pixels dan telah dilengkapi dengan Corning Gorilla Glass 5,400 nits typ. brightness (advertised). Layar tersebut jadi viewfinder yang cukup nyaman untuk menampilkan beragam fungsi yang dibawanya. Termasuk untuk menonton video dan bermain game tentunya.

Baca Juga : LayarKaca21 dan 7 Situs Nonton Film Gratis Pengganti Indoxxi

Dan layaknya sebuah perangkat cerdas, Xiaomi Redmi 8A Dual sudah dibekali konektifitas yang terbilang lengkap. Untuk konektifitas jaringan seluler misalnya. Perangkat ini support teknologi GSM / HSPA / LTE yang bisa digunakan untuk melakukan komunikasi data dengan kecepatan maksimal HSPA, LTE-A.

Selain itu ada juga konektifitas USB 2.0, Type-C 1.0 reversible connector, USB On-The-Go, GPS(Yes, with A-GPS, GLONASS, BDS), Wi-Fi 802.11 b/g/n, Wi-Fi Direct, hotspot, dan bluetooth (4.2, A2DP, LE). Tak ketinggalan fitur lainnya seperti Accelerometer, proximity, compass, .

Untuk lebih lengkapnya, berikut adalah spesifikasi Xiaomi Redmi 8A Dual :

NETWORK
Technology GSM / HSPA / LTE
2G bands GSM 850 / 900 / 1800 / 1900 – SIM 1 & SIM 2
3G bands HSDPA 850 / 900 / 1900 / 2100
4G bands LTE band 1(2100), 3(1800), 5(850), 8(900), 40(2300), 41(2500)
Speed HSPA, LTE-A
LAUNCH
Announced 2020, February 11
Status Available. Released 2020, February 18
BODY
Dimensions 156.5 x 75.4 x 9.4 mm (6.16 x 2.97 x 0.37 in)
Weight 188 g (6.63 oz)
Build Glass front (Gorilla Glass 5), plastic back, plastic frame
SIM Dual SIM (Nano-SIM, dual stand-by)
Colors Sky White, Sea Blue, Midnight Grey
Splash resistant
DISPLAY
Type IPS LCD capacitive touchscreen, 16M colors
Size 6.22 inches, 96.6 cm2 (~81.8% screen-to-body ratio)
Resolution 720 x 1520 pixels, 19:9 ratio (~270 ppi density)
Protection Corning Gorilla Glass 5
400 nits typ. brightness (advertised)
PLATFORM
OS Android 9.0 (Pie); MIUI 11
Chipset Qualcomm SDM439 Snapdragon 439 (12 nm)
CPU Octa-core (4×1.95 GHz Cortex-A53 & 4×1.45 GHz Cortex A53)
GPU Adreno 505
MEMORY
Card slot microSDXC (dedicated slot)
RAM 2/3 GB
Internal 32GB 2GB RAM, 32GB 3GB RAM
MAIN CAMERA
Sensors 13 MP, f/2.2, (wide), 1/3.1″, 1.12µm, PDAF
2 MP, f/2.4, (depth)
Features LED flash, HDR, panorama
Video 1080p@30fps
SELFIE CAMERA
Sensors 8 MP, f/2.0, 1/4″, 1.12µm
Features HDR
Video 1080p@30fps
SOUND
SOUND
CONNECTIVITY
WLAN Wi-Fi 802.11 b/g/n, Wi-Fi Direct, hotspot
Bluetooth 4.2, A2DP, LE
GPS Yes, with A-GPS, GLONASS, BDS
NFC
Radio FM Radio, built-in antenna
USB 2.0, Type-C 1.0 reversible connector, USB On-The-Go
FEATURES
Sensors Accelerometer, proximity, compass
Other
BATTERY
Type Li-Po
Size 5000 mAh
Non-removable Li-Po 5000 mAh battery
TESTS
Performance
Battery life

IM3 Ooredoo Kembali Gelar Acara Collabonation

0

Telko.id – Memulai tahun 2020, IM3 Ooredoo kembali melanjutkan kampanye “Collabonation” yang telah sukses dimulai pada tahun 2019. Collabonation merupakan sebuah gerakan nasional untuk mendorong generasi muda Indonesia menciptakan konten dan karya positif dengan cara berkolaborasi, baik dengan pembuat konten yang berpengalaman, maupun dengan teman sendiri. Melalui kolaborasi, anak muda diharapkan dapat berkembang dan belajar lebih cepat.

Kali ini acara Collabonation hadir di Jakarta bertempat di M Bloc Space, Jakarta Selatan dengan menghadirkan kolaborasi musik dari Sal Priadi, Pamungkas, dan Disko Pantera. Tidak hanya itu, acara ini juga dimeriahkan dengan Live Podcast seru dari BKR Brothers serta Collaborative Talkshow oleh Instagrammer @madariyanhadi dan penyair muda Adimas Imanuel.

Baca juga : IM3 Ooredoo dan Snap, Berikan Keseruan Saat Mengekspresikan Diri

“IM3 Ooredoo memahami generasi muda Indonesia memiliki banyak ide kreatif dan dinamis. Untuk itu, IM3 Ooredoo membuat kampanye Collabonation sebagai ruang yang membebaskan mereka melakukan kolaborasi untuk menciptakan konten yang berkualitas, dan kali ini giliran kami mengajak masyarakat Jakarta untuk bergabung di Collabonation, menikmati kolaborasi dari penampilan musik, podcaster dan juga talkshow dari para content creator,” ujar Fahroni Arifin, Senior Vice President – Head of Brand Management & Strategy of Indosat Ooredoo.

Harapannya IM3 Ooredoo Collabonation ini dapat menginspirasi anak muda, karena IM3 Ooredoo percaya bahwa dengan kolaborasi kita dapat membuat konten seru dengan tema apapun sesuai yang diinginkan.”

Lebih dari itu, di acara ini IM3 Ooredoo juga akan meluncurkan collabonation.id ,tempat untuk menyaksikan keseluruhan rangkaian IM3 Ooredoo Collabonation, mulai dari kolaborasi musik, konten video YouTube, artikel, hingga Podcast dengan mengkombinasikan lifestyle juga edukasi. Lebih dari itu, di collabonation.id ini nantinya publik juga bisa mengikuti beragam online challenge atau kompetisi yang memungkinkan mereka untuk berkolaborasi dengan idolanya dan memenangkan hadiah serta pengalaman menarik lainnya.

Akankah IM3 Ooredoo mampu menarik perhatian anak muda Indonesia sehingga akan menambah jumlah pelanggannya? Coba saja terus kita pantau perkembangannya. (Icha)

 

Ingin Smartphone Baru, Tunggu Flash Sale realme C3 Empat Hari Lagi!

0

Telko.id – Ingin smartphone baru? Sabar, empat hari lagi ada flash sale realme C3 “Triple Camera, Game Monster”. Pada hari itu, tepatnya tanggal 25 Februari, smartphone anyar dari realme ini akan dijual dengan harga Rp. 1.549.000 dari harga normal Rp 1.699.000 untuk varian 3GB+32GB. Selain memberikan harga spesial, realme juga akan menyediakan berbagai program menarik untuk memeriahkan online flash sale realme C3.

Online flash sale ini akan diadakan di platform mitra eksklusif realme, Lazada, Akulaku, dan realme.com/id.

“realme C Series bisa dibilang telah meraih keberhasilannya yang luar biasa di industri smartphone dunia. Hingga saat ini, realme C Series telah terjual 10,2 juta unit secara global dan mendapatkan rating 4,9/5 dari Lazada Indonesia untuk kualitas produk yang baik dan pengalaman pengguna yang komprehensif,” ungkap Palson Yi – Marketing Director realme Indonesiamenjelaskan.

realme C3 ini adalah superstar di 4 bidang utama atau disebut sebagai 4C – Prosesor Canggih, Kamera Cakep, Baterai Cadas dan Layar Cetar. Dengan pencapaian terjual habis hanya dalam 30 detik selama Hate-to-Wait Sale.

Baca juga : Ini Dia realme X2 Pro Yang Bakal Ganggu Pasar Smartphone Premium

Melihat kembali spesifikasi realme C3, dijuluki “Triple Camera Game Monster”, realme C3 adalah seri C baru yang mendefinisikan ulang segmen entry-level. realme C3 menghadirkan pengaturan kamera belakang 12MP + 2MP + 2MP. Kamera utama 12MP-nya memiliki aperture besar F/1.8 dan ukuran piksel 1,25μm yang besar.

Konfigurasi kamera tersebut dapat melakukan zoom hingga 4X dan mendukung autofokus PDAF. Lensa super makro 4cm akan memberikan detail lebih banyak saat pengguna menangkap objek kecil dengan detil yang lebih banyak dan halus. Tiga kamera pada realme C3 juga mendukung efek bokeh lebih alami dan mampu membuat subjek terlihat lebih menonjol, baik itu tanaman, hewan, atau manusia.

realme C3 dilengkapi layar terbesar di segmennya berukuran 6,5 inci beresolusi HD+ dengan mini-drop 30,9% lebih kecil dari dew-drop normal, membuat rasio screen-to-body mencapai 89,8%. Layar besar ini akan meningkatkan pengalaman menonton film, bermain game atau browsing media sosial.

realme C3 adalah ponsel pertama di Indonesia dengan prosesor MediaTek Helio G70 yang terbaik di segmen entry-level dan memiliki MediaTek Gaming Technology untuk mengoptimalkan latensi jaringan.

Helio G70 dibangun dari fabrikasi 12nm octa-core yang memiliki kecepatan hingga 2.0 GHz, menjadikannya salah satu yang tercepat di kategorinya. realme C3 sangat ideal untuk pengguna smartphone pada umumnya dan mobile gamer berkat GPU ARM Mali-G52 yang memiliki kinerja tinggi namun efisien. realme C3 memiliki skor benchmark AnTuTu lebih dari 145.000 yang memberikan kinerja terbaik dan jauh lebih tinggi daripada smartphone lainnya di segmen entry-level.

Untuk mendukung aktivitas pengguna, realme C3 memiliki baterai 5.000 mAH yang sangat besar untuk menikmati hiburan yang lebih lama. Nikmati 727,7 jam waktu siaga, 19 jam mendengarkan musik favorit dan 20,8 jam menonton film di realme C3 tanpa gangguan. realme C3 juga mendukung reverse charging, yang dapat menjadi power bank untuk mengisi baterai perangkat lainnya.

realme C3 adalah smartphone realme pertama di Indonesia yang dilengkapi dengan realme UI berbasis Android 10. realme UI dibangun dengan cermat untuk memberikan pengalaman Android yang ditingkatkan dan lebih dekat dengan Android Stock serta didasarkan pada konsep real design. realme UI dirancang untuk fokus pada 4 hal – warna sistem, ikon, wallpaper, dan animasi. Dalam hal warna, realme UI menggunakan warna saturasi tinggi dan kecerahan tinggi untuk membangun skema warna asli, menghadirkan rasa vitalitas dan kesegaran. (Icha)

Telkomsel Perkuat Jaringan 4G Pada Konser Head in The Clouds

0

Telko.id – Telkomsel sebagai “Official Telecommunication Partner” konser Head in The Clouds (HITC). Operator ini pun melakukan penambahan kapasitas pada jaringan broadband berteknologi 3G dan 4G di lokasi acara untuk memastikan kelancaran perhelatan HITC dan menjaga pengalaman digital Telkomsel selama berada di venue, dengan menggelar tambahan 1 unit Compact Mobile BTS (COMBAT) dan 2 unit BTS mini dengan jaringan 4G di sejumlah titik.

“Dengan penambahan kekuatan jaringannya, Telkomsel berharap dapat menunjang ekosistem gaya hidup digital, mulai dari kemudahan mendapatkan tiket hingga berbagai pengalaman seru saat hari penyelenggaraan konser,” ungkap Nirwan Lesmana, Vice President Brand and Marketing Communications menjelaskan.

Konser Head in The Clouds ini sendiri akan menghadirkan musisi bertaraf internasional seperti Rich Brian, NIKI, Stephanie Poetri, hingga Joji menyapa para penggemarnya di Indonesia. Konser ini diselenggarakan oleh perusahaan label rekaman 88rising pada 7 Maret 2020 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Hal tersebut sejalan dengan komitmen Telkomsel yang senantiasa mendorong gaya hidup digital para pelanggan, terutama segmen anak muda yang kreatif, meliputi pengalaman menikmati musik sebagai salah satu platform konten digital yang digemari saat ini.

Tiket HITC sendiri sekarang sudah habis terjual, namun sebagai “Official Telecommunication Partner”, Telkomsel sudah menyiapkan sejumlah program yang dapat diikuti bagi pelanggan untuk mendapatkan tiketnya.

Salah satunya adalah  dengan mengikuti berbagai digital activity di akun sosial media Telkomsel, seperti Cover Song Competition, Tebak Lirik, Lucky Shot, hingga giveaway.

Selain itu, sebagai bentuk apresiasi loyalitas pelanggan, pelanggan juga bisa mendapatkan tiket HITC dengan menukar Telkomsel POIN paling lambat hingga tanggal 3 Maret 2020. Terdapat dua mekanisme yang diterapkan untuk penukaran Telkomsel POIN, yaitu dengan menukar 1.000 Telkomsel POIN di aplikasi MyTelkomsel atau dengan melakukan mekanisme penawaran atau lelang Telkomsel POIN tertinggi via SMS.

Baca juga : MyTelkomsel Versi Baru Banyak Opsi Pembayaran Lho!

Mekanisme lelang bisa dilakukan dengan mengirim SMS “LELANG” ke 777 atau dengan mengakses *700*80#. Info lengkap mengenai aktivitas tersebut dapat dilihat di  www.telkomsel.com/hitc.

Guna menambah keseruan pelanggan dalam menikmati gaya hidup digital, Telkomsel juga menghadirkan beragam konten 88rising yang dapat disaksikan di aplikasi video streaming MAXstream.

Konten eksklusif tersebut terdiri atas video musik dan proses di balik layar (behind the scene) dari para musisi di bawah naungan 88rising. Selain itu, pelanggan juga nantinya akan dapat menyaksikan konser HITC yang akan tersedia di aplikasi MAXstream pada bulan April 2020.

Sedangkan untuk menambah keseruan acara HITC, di area venue konser HITC nanti Telkomsel mengajak pengunjung untuk mengikuti berbagai kegiatan menarik sebelum menikmati konser, dengan menghadirkan wahana online mobile game terbaru dari Telkomsel Dunia Games yakni Rise of Nowlin serta program penukaran Telkomsel POIN untuk mendapatkan merchandise kolaborasi Telkomsel dengan 88rising.

“Dengan dukungan pengalaman digital terdepan dari Telkomsel, kami berharap pelanggan dapat menikmati pengalaman hiburan yang mengakselerasikan gaya hidup digitalnya secara menyeluruh pada penyelenggaraan HITC. Ke depan, Telkomsel akan terus bergerak maju dalam meningkatkan kualitas produk dan layanan gaya hidup digital dengan senantiasa mengedepankan prinsip customer-centric agar mampu memenuhi seluruh kebutuhan para pelanggan Telkomsl, khususnya menyesuaikan penguatan adopsi gaya hidup digital segmen anak muda di seluruh Indonesia,” ujar Nirwan.

Ini bukan kali pertama Telkomsel terlibat aktif dalam penyelenggaraan konser atau event bertaraf internasional dengan jumlah yang pengunjung yang cukup besar di Indonesia. Sebelumnya, Telkomsel juga menjadi bagian dari perhelatan acara pembukaan dan penutupan Asian Games 2018, dan festival musik Synchronize Fest 2019. Selain juga menggelar konser Oh My Gig! Festival pada tahun lalu yang menghadirkan girl band asal Korea Selatan, GFriend, serta musisi ternama dalam negeri seperti Via Vallen, Jamrud, dan RAN. (Icha)

 

Peran Teknologi dalam Dunia Pendidikan, Seberapa Positif?

0

Telko.id, Jakarta – Ekonomi terbukti bukan satu-satunya sektor yang diuntungkan dengan kehadiran teknologi. Di luar sana, masih ada banyak lagi sektor yang mendapat pengaruh dari semakin berkembangnya teknologi. Salah satunya adalah dunia pendidikan. Pertanyaannya sekarang, positifkah?    

Nurhamzah, CEO Telset.id sekaligus Ketua Pelaksana Acara Seminar Nasional bertema “Tren Edutech 2020: Menuju Indonesia Maju” percaya bahwa teknologi bisa merubah pendidikan secara positif. Pasalnya, bukan saja persoalan-persoalan yang ada di dalam dunia pendidikan saja yang bisa dipetakan dengan bantuan teknologi, solusi terhadap berbagai persoalan itupun bisa didapat.

“Seperti halnya teknologi meng-amplify industri finansial, transportasi dan seluruh ekosistem di dalamnya, saya percaya teknologi juga bisa meng-amplify dunia pendidikan,” katanya.

Hal senada disampaikan Fernando Uffie, selaku Founder Kelas Pintar yang juga bertindak sebagai Ketua Steering Comittee seminar.  Menurutnya, ada alasan kenapa Tren Edutech dikaitkan dengan visi Indonesia 2045.

“Teknologi hadir untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Dan Kami percaya bahwa pendidikan berkualitas adalah kunci untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang akan membawa Indonesia unggul di mata dunia,” ujar Uffie.

{Baca juga: Tak Biasa, Begini Cara Kelas Pintar Dukung Kreativitas Siswa}

Ia mengambil contoh beberapa negara yang dari segi kehidupan terbilang baik, atau memiliki kuliatas hidup yang baik. Menurutnya, semua itu tak lepas dari kualitas pendidikan di negara tersebut yang memang terbilang unggul.

Sebuah penelitian Quality of Live and Education Ranking 2020 yang dilakukan USNEWS.com bekerjasama dengan BAV Group dan Wharton school University of Pennsylvania, menjadi acuan. Dimana negara dengan rangking pendidikan bagus cenderung punya quality of live yang bagus juga. Canada misalnya, sebagai negara dengan quality of live terbaik, kualitas pendidikan mereka ada di peringkat ketiga diantara 73 negara yang diteliti. Indonesia sendiri menempati peringkat 55, dengan ranking quality of live di peringkat 32.

“Ada kecenderungan bahwa negara yang memiliki kualitas pendidikan baik, juga memiliki kualitas hidup yang baik,” katanya.

Untuk itulah teknologi perlu dihadirkan dalam dunia pendidikan. Hal ini sesuai dengan arahan Presiden RI Bapak Joko Widodo yang berharap teknologi bisa menghadirkan terobosan dan lompatan-lompatan dalam dunia pendidikan sebagai bagian dari upaya membentuk SDM Unggul.

“Inilah kenapa pada hari ini kami mengajak segenap stake holder dunia pendidikan duduk bersama untuk memetakan persoalan pendidikan dan merumuskan langkah kedepannya. Karena Kami percaya, ketika mecerdaskan kehidupan bangsa jadi tujuan bernegara, maka sudah jadi tugas kita bersama untuk memastikan pendidikan berkualitas bisa diakses oleh seluruh anak bangsa,” ujar Uffie.

Sebagai informasi, seminar “Tren Edutech 2020: Menuju Indonesia Maju” dihadiri oleh lebih dari 150 peserta yang berasa dari berbagai stake holder dunia pendidikan, mulai dari guru, kepala sekolah, perwakilan kementrian pendidikan dan kebudayaan, perwakilan kementrian komunikasi dan informasi, media hingga pelaku industri.